Anda di halaman 1dari 6

BAROTRAUMA

KELOMPOK 6

1. ANNISA MAULANI A

2. LILIS FRINANTI

3. NOR INDRI SYAHRULLAH

4. SATYA GIHAN

A. PENGERTIAN

Barotrauma adalah cedera yang terjadi akibat perubahan tekanan

udara secara mendadak. Kondisi ini sering dialami oleh seorang

penyelam atau orang yang rutin bepergian dengan pesawat terbang.

Barotrauma umumnya terjadi di telinga. Kondisi ini ditandai dengan

kuping yang terasa pengang akibat perbedaan tekanan udara di dalam

dan di luar telinga. Barotrauma tidak hanya dapat terjadi di telinga,

namun juga di organ paru-paru maupun saluran pencernaan.

Barotrauma adalah kerusakan fisik pada jaringan tubuh yang

disebabkan oleh perbedaan tekanan antara ruang gas di dalam, atau

kontak dengan, tubuh, dan gas atau cairan di sekitarnya. [1] [2]

Kerusakan awal biasanya karena peregangan jaringan yang berlebihan


dalam tegangan atau geser, baik secara langsung dengan ekspansi

gas di ruang tertutup atau oleh perbedaan tekanan yang secara

hidrostatis ditransmisikan melalui jaringan. Pecahnya jaringan dapat

menjadi rumit dengan memasukkan gas ke jaringan lokal atau sirkulasi

melalui tempat trauma awal, yang dapat menyebabkan penyumbatan

sirkulasi di tempat yang jauh atau mengganggu fungsi normal suatu

organ dengan kehadirannya.

Barotrauma umumnya bermanifestasi sebagai efek sinus atau

telinga tengah, penyakit dekompresi (DCS), cedera tekanan paru-paru

yang berlebihan, dan cedera akibat tekanan luar.

Barotrauma biasanya terjadi ketika organisme terkena perubahan

signifikan dalam tekanan ambien , seperti ketika penyelam scuba ,

penyelam bebas atau penumpang pesawat naik atau turun atau selama

dekompresi yang tidak terkendali dari kapal bertekanan seperti ruang

menyelam atau pesawat bertekanan , tetapi juga bisa disebabkan oleh

gelombang kejut . Ventilator-induced lung injury (VILI) adalah suatu

kondisi yang disebabkan oleh ekspansi paru-paru yang berlebihan oleh

ventilasi mekanis yang digunakan ketika tubuh tidak dapat bernapas

untuk dirinya sendiri dan berhubungan dengan volume tidal yang relatif

besar dan tekanan puncak yang relatif tinggi. Barotrauma karena


ekspansi berlebih dari ruang internal yang berisi gas juga dapat disebut

volutrauma . Kelelawar dapat dibunuh oleh barotrauma paru-paru ketika

terbang di daerah bertekanan rendah dekat dengan bilah turbin angin

yang beroperasi. [3]

B. PENYEBAB

Barotrauma disebabkan oleh perbedaan tekanan udara di dalam dan

di luar telinga. Barotrauma sering terjadi ketika pesawat lepas landas

dan mendarat. Dalam kondisi ini, tekanan udara di dalam kabin

pesawat berubah secara cepat. Jika telinga tidak cepat beradaptasi

untuk menyeimbangkan tekanan udara di dalam telinga, maka

terjadilah barotrauma.

Barotrauma juga dapat terjadi ketika melakukan aktivitas menyelam

(scuba diving). Makin dalam seseorang menyelam, maka tekanan akan

makin tinggi. Jika belum mahir dalam menyeimbangkan tekanan di

dalam telinga dan tetap dipaksakan untuk menyelam, tekanan ini dapat

membuat gendang telinga pecah.

Selain karena aktivitas penerbangan dan menyelam, barotrauma juga

dapat terjadi karena pengaruh beberapa kondisi berikut:

1. Mengalami cedera telinga akibat ledakan

2. Menjalani terapi pengobatan oksigen hiperbarik


3. Melakukan pendakian ke puncak gunung

4. Mengendarai kendaraan di perbukitan atau pegunungan

5. Naik atau turun lift dari atau menuju lantai yang tinggi

Tekanan di dalam telinga akan menyesuaikan dengan tekanan di

dunia luar melalui saluran yang terhubung dengan hidung (tuba

Eeustachius). Bila tuba Eustachius tersumbat, misalnya ketika sedang

pilek atau mengalami otitis media, risiko terjadinya barotrauma akan

meningkat. Barotrauma juga lebih berisiko terjadi pada seseorang yang

memiliki keluarga yang pernah terkena barotrauma.

C. GEJALA

Gejala awal barotrauma bersifat ringan dan dapat diatasi dengan

cara sederhana, yaitu dengan menelan atau mengunyah. Gejala awal

barotrauma adalah:

1. Rasa penuh dan tidak nyaman pada satu atau kedua telinga.

2. Nyeri telinga.

3. Pendengaran berkurang.

4. Pusing.

Jika dibiarkan dan perubahan tekanan terus terjadi, maka gejala

barotrauma yang lebih serius dapat muncul. Gejala yang dimaksud

adalah:
1. Nyeri hebat di telinga.

2. Telinga berdengung.

3. Vertigo.

4. Muntah.

5. Perdarahan atau keluar cairan dari telinga.

6. Hilangnya pendengaran.

Berbeda dengan barotrauma di telinga, barotrauma di paru-paru

ditandai dengan beberapa gejala, seperti suara serak, nyeri dada, dan

sesak napas. Sementara, gejala barotrauma yang terjadi di saluran

pencernaan, meliputi nyeri dan kram perut, serta perut kembung.

D. KOMPLIKASI

Barotrauma, khususnya telinga, biasanya bersifat sementara dan

jarang sekali menimbulkan komplikasi. Namun, komplikasi tetap dapat

terjadi terutama pada barotrauma yang parah. Komplikasi yang dapat

muncul, antara lain:

1. Infeksi telinga

2. Gendang telinga pecah

3. Hilangnya pendengaran secara permanen

4. Vertigo

5. Perdarahan dari telinga dan hidung


Barotrauma paru juga dapat menimbulkan komplikasi yang

berbahaya, terutama pada penderita yang sudah menderita gangguan

fungsi paru sebelumnya. Beberapa komplikasi yang dapat muncul

adalah:

1. Tamponade jantung.

2. Emboli paru.

3. Pneumothorax.

4. Pneumomediastinum, yaitu penumpukan udara di bagian tengah

dada sehingga memicu nyeri dada, sulit menelan, dan perubahan

suara.

SUMBER:

https://www.alodokter.com/barotrauma