Anda di halaman 1dari 4

MAKALAH BIOLOGI

TENTANG

CACAR AIR
DI
S
U
S
U
N
OLEH :

KELOMPOK 6 (ENAM)

1. DESTY PRATIWI
2. ARBIAN
3. RENI WULANDARI
4. FRISKA DWI ANANDA
5. MUHAMMAD DAVID LUBIS

KELAS : X MIA 4

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 STABAT


TAHUN PELAJARAN 2015 / 2016
CACAR AIR

Cacar air - Chicken Pox atau istilah medisnya Varicella simplex merupakan
penyakit yang menyerang kulit dan mudah menular, ditandai dengan demam, pilek
serta kondisi tubuh yang lemah kemudian muncul bintik-bintik merah diawali
disekitar dada, perit dan punggung selajutnya menyebar ke muka dan bagian
lainnya,beberapa hari kemudian bintik merah tersebut akan bergelembung dan
berisi air.
Infeksi virus ini akan menyerang setiap orang baik anak-anak maupun sudah
dewasa yang belum mengalami cacar air, namun jika seseorang sudah mengalami
cacar air tubuhnya akan kebal terhadap serangan infeksi virus ini, namun pada anak
gejala akan lebih ringan dan kesembuhan akan lebih menjadi lebih mudah tanpa
masalah sedangkan pada orang dewasa infeksi ini bisa menjadi berat baik gejala
maupun penyembuhannya, jadi lebih baik terkena cacar air saat masih anak-anak
daripada setelah dewasa.

Cacar air

Cara penyebaran penyakit cacar air:


 Cairan yang keluar dari lepuh cacar air bisa menularkan pada orang lain.
 Benda-benda yang terkena cairan dari lepuh cacar airpun dapat menularkan
pada orang lain bila tersentuh.
 Jika penderita cacar air batuk atau bersin dapat menularkan penyakit ini
lewat udara.

Tanda-tanda orang yang terkena cacar air :


 Timbulnya bintik-bintik merah pada kulit dan akan menyebar ke seluruh
tubuh.
 Setelah beberapa hari bintik merah baru akan timbul dan lebih banyak serta
timbulnya gelembung berisi air.
 Setelah gelembung berisi air terbentuk biasanya masa inkubasinya sekitar 2
hingga 3 minggu.
 Tubuh akan mengalami demam.
 Rasa gatal membuat penderita akan menggaruk dan mengakibatkan parut.
 Gejala lain yang dimbulkan seperti nyeri di pergelangan sendi, sakit kepala,
sakit perut, nafsu makan berkurang, rasa lelah da tidak nyaman.
 Sebelum bintik merah timbul biasanya penderita cacar air akan mengalami
batuk ringan serta hidung berair.
 Jika daya tahan tubuh seseorang yang terkena cacar air ini kuat maka cacar
air yang ditimbulkan akan lebih sedikit serta cepat mengering.

Orang-orang yang beresiko mengalami infeksi dan komplikasi parah:


 Orang yang mempunyai daya tahan tubuh lemah akibat penyakit seperti HIV,
leukimia dan orang yang sedang menjalani komoterapi.
 Penderita asma
 Bayi yang baru lahir dimana ibunya tidak mempunyai kekebalan cacar air
atau belum pernah mengalami cacar air.
 Jika ibu mengalami cacar air saat mengandung seminggu sebelum kelahiran
akan menimbulkan infeksi serius dan dapat membahayakan si bayi.
 Orang yang mengambil steroid berkepanjangan.
 Penderita radang kulit seperti eksim.

Cacar air dapat mengakibatkan komplikasi seperti:


 Infeksi kulit sehingga kulit menjadi merah, sakit dan bengkak.
 Radang sendi terjadinya bengkak dan sakit pada sendi.
 Infeksi paru, seperti susah bernafas, batuk, sakit didada dan mengi.
 Peradangan di otak, seperti sakit kepala, leher mengeras dan tidak sadarkan
diri.
 Terjadinya dehidrasi, karena muntah berkelanjutan mengakibatkan mulut
kering.
Tips saat mengalami cacar air:
 Segera pergi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut, biasanya dokter akan
memberikan obat penurun panas, vitamin untuk daya tahan tubuh, obat atau
salep untuk antivirus cacar air seperti Asiklovir.
 Bersihkan bintil merah yang pecah.
 Mandilah secara teratur dengan sabun antisptik.
 Hindari menggaruk kulit yang gatal dengan kuku karena akan
mengakibatkan bekas.
 Hindari penggunaan bedak tabur jika gelembung pecah karena akan
membuat perluasan penyebaran cacar air, namun gunakan salep seperti
Asiklovir.
 Supaya rasa gatal bisa berkurang bisa digunakan lotion yang mengandung
fenol atau mentol atau bisa juga dikompres dingin.
 Gunakan alkohol dan kapas untuk membersihkan bekas gelembung cacar air
yang pecah.
 Gunakan obat tetes mata untuk menghindari mata anda dari infeksi cacar air.
 Banyak mengkonsumsi makanan yang bernutrisi seperti buah-buahan
misalnya jeruk, apel, pear, jambu biji dll.
 Mengkonsumsi tablet vitamin C
 Minum air putih yang banyak.

Tips untuk mengurangi terjadinya infeksi bakteri:


 Gunakan pakaian yang kering dan bersih.
 Menjaga tangan agar selalu bersih.
 Usahakan kuku selalu pendek.
 Mandilah secara teratur 2 kali sehari dengan sabun antiseptik.
 Jika terjadi gelembung yang pecah cepat bersihkan lalu gunakas salep.