Anda di halaman 1dari 15

TEORI AKUNTANSI “ PENDAPATAN DAN BEBAN,

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN ”

Dibuat oleh :
Cynthia Dewi ( 125170271 )
Jevennie Wibowo ( 125170277 )
Jessica Halim ( 125170301 )

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS TARUMANAGARA
2019
Perubahan yang menguntungkan diklasifikasikan sebagai pendapatan atau keuntungan, dan
perubahan yang tidak menguntungkan diklasifikasikan sebagai beban atau kerugian. Masalah
utama pencatatan perubahan ini selama periode akuntansi meliputi masalah klasifikasi, saat
pelaporan (timing) dan penilaian.

Pendapatan dibahas dari sudut pandang :

1. Sifat Pendapatan
Terdapat 2 pendekatan terhadap konsep pendapatan :
a. Pendapatan dianggap sebagai arus masuk aktiva sebagai hasil kegiatan operasi
perusahaan
b. Pendapatan dianggap sebagai hasil dari penciptaan barang dan jasa oleh perusahaan
serta penyalurannya kepada konsumen atau produsen lainnya.

Pendapatan menurut FASB dalam Statement of Financial Accounting Concept No.3


(SFAC 3) adalah arus masuk aktiva atau aktiva bersih ke dalam perusahaan sebagai
hasil penjualan barang atau jasa dan juga diperoleh dari penyerahan atau
pemproduksian barang, kegiatan utama lainnya perusahaan tersebut.

Pendapatan sering dirumuskan berdasarkan pengaruhnya terhadap modal pemegang


saham. Perkiraan pendapatan mempunyai saldo kredit dan ditutup pada akhir periode
akuntansi ke laba yang ditahan melalui perkiraan ikhtisar pendapatan dan beban /
ikhtisar laba rugi . Oleh karena itu, pendapatan menaikkan modal pemegang saham.

Konsep dasar pendapatan menurut Paton dan Littleton yang disebut sebagai konsep
produk perusahaan menyatakan bahwa pendapatan merupakan proses arus, yaitu
penciptaan barang dan jasa oleh perusahaan selama jarak waktu tertentu.

2. Apakah yang seharusnya termasuk dalam pendapatan?


Disarankan agar semua perubahan dalam aktiva netto perusahaan selain transaksi
Menurut buku Teori Akuntansi oleh Hendriksen dan Marianus menyatakan bahwa
akuntansi dapat dipahami lebih baik jika dibedakan antara kegiatan perusahaan yang
menghasilkan kekayaan dan transfer kekayaan secara tak terduga yang berasal dari
hadiah atau rejeki nomplok.
Menurut Statement No. 4, APB menjelaskan bahwa selain penjualan dan jasa, dalam
pendapatan dimasukkan penjualan sumber-sumber daya selain produk perusahaan,
seperti pabrik, peralatan dan investasi.
Menurut FASB SFAC No. 3, dijelaskan pendapatan terjadi dari operasi utama atau
operasi pusat perusahaan yang bersinambungan selama satu periode. ( pendapatan tidak
mencakup keuntungan )

3. Pengukuran pendapatan
Nilai tukar produk atau jasa perusahaan merupakan ukuran terbaik bagi pendapatan.
Nilai tukar ini menunjukkan ekivalen kas atau nilai sekarang dari pendiskontoan
tagihan uang yang akhirnya akan diterima dari transaksi pendapatan.
Penjualan kas sebesar $100 menghasilkan pendapatan sebesar $100, tetapi penjualan
yang serupa dengan pembayaran setahun kemudian menghasilkan pendapatan kurang
dari $100 karena kita harus mendiskontokan jumlah tersebut.
Potongan dagang ( rabat ), dan pengurang-pengurang lainnya dari harga yang ditagih
harus dikurangkan dari pendapatan yang berasal dari transaksi tertentu.
Potongan tunai ( cash discount ) diberikan untuk menyamakan nilai uang yang diterima
dalam periode potongan ( discount period ) dengan nilai sekarang dari pendiskontoan
uang yang akan diterima berdasarkan syarat kredit yang diberikan. Dengan tujuan
mengurangi piutang ragu-ragu.

4. Saat pelaporan pendapatan


Produk atau jasa dapat diukur dengan kas atau ekivalen kas yang diharapkan akan
diterima untuk produk itu pada suatu saat di kemudian hari. Ketidakpastian penerimaan
yang diharapkan ini mendorong para akuntan untuk menganut kaidah-kaidah khusus
untuk penetapan saat pengakuan pendapatan.
Sprouse dan Moonitz menegaskan bahwa :
Pendapatan seharusnya diidentifikasi dengan periode selama mana kegiatan utama
ekonomik yang diperlukan untuk menciptakan dan membagikan barang dan jasa telah
selesai, asal saja pengukuran obyektif atas hasil kegiatan itu tersedia. Kedua kondisi ini,
yaitu tercapainya kegiatan utama ekonomik dan obyektivitas pengukuran, dipenuhi
pada berbagai tahap kegiatan yang berbeda dalam kasus yang berbeda, kadang-kadang
sama lambatnya dengan waktu penyerahan produk atau pelaksanaan jasa, dan dalam
kasus lain, pada suatu titik waktu yang lebih dini.
Istilah “pendapatan ( revenue ) realization” digunakan dalam pengertian teknis oleh
akuntan untuk membuat aturan-aturan khusus guna menentukan kapan suatu
pendapatan harus dilaporkan. Secara umum konsep realisasi merupakan laporan
pendapatan ( revenue ) pertukaran yang terjadi, dengan kata lain barang dan jasa telah
ditransfer kepada langganan atau klien sehingga menyebabkan meningkatnya jumlah
kas tuntutan / penagihan atas kas serta aktiva lainnya.
AAA Committee on Concepts and Standards – external reporting tahun 1973-74
mendefinisikan realisasi sebagai berikut :
Realisasi bukan suatu determinan dalam konsep laba; realisasi hanya berfungsi senagai
pedoman dalam memutuskan kapan kejadian, yang jika tidak dipecahkan sebagai
termasuk dalam konsep laba, dapat dimasukkan dalam catatan akuntansi secara objektif,
yaitu, apabila ketidakpastian telah berkurang sampai tingkat yang dapat diterima.

✓ Pelaporan pendapatan selama produksi.

Prinsip yang umunya berlaku dalam industry yaitu mengakui pendapatan pada saat dihasilkan
( Accrual basis ).Contoh Accrual Basis pengakuan pendapatan adalah sewa, bunga, komisi,
dan jasa perseorangan yang dilaksanakan atas dasar waktu. Dalam setiap contoh ini kriteria
dasar untuk pelaporan pendapatan sudah terpenuhi. Biasanya jasa dilaksanakan berdasarkan
waktu dan pelaksanaannya dapat dianggap titik kunci. Jumlah pendapatan telah ditetapkan
dengan kontrak atau persetujuan sebelumnya.

✓ Kontrak jangka-panjang

Seseorang atau sebuah perusahaan biasanya menolak publikasi laporan keuangan atau tidak
menunjukkan laba untuk satu tahun, karena selama itu perusahaan telah menggunakan usaha
yang sangat besar untuk menyelesaikan sebagian kontrak yang akan memberikan laba yang
pantas dengan tingkat kepastian yang wajar. Jika kontrak diselesaikan pada interval waktu yang
tidak teratur, pelaporan laba yang dilakukan hanya pada waktu kontrak diselesaikan dapat
mengakibatkan kesulitan dan kekurangadilan bagi pemegang saham yang ingin menjual
sahamnya sebelum penyelesaian kontrak.

Kondisi yang mendukung pengakuan pendapatan kontrak jangka-panjang adalah total harga
kontrak dapat ditentukan ( determinable ) atau ditentukan di muka. Ketidakpastian harga jual
akan diminimisasi, dan ketidakpastian penagihan biasanya tidaklah terlalu besar, terutama jika
pembeli adalah instansi pemerintah atau perusahaan besar yang mapan.
Tetapi terdapat dua hal yang tidak pasti :

1. Pada suatu titik tertentu, mungkin sulit menentukan harga jual produk yang
dihasilkan sampai tanggal tertentu
2. Total biaya proyek mungkit sulit ditaksir dengan tepat. Jikalau biaya penyelesaian
sebenarnya berbeda dari taksiran biaya, laba bersih setiap periode akan terpengaruh.

Persentase penyelesaian biasanya dihitung dengan membandingkan biaya yang terjadi dalam
suatu periode akuntansi tertentu dengan total estimasi biaya untuk produk tersebut. Laba yang
diharapkan atas kontrak kemudian dialokasikan ke tiap periode berdasarkan biaya ini. Prosedur
ini memiliki dua kesulitan utama :

1. Persentase penyelesaian mengasumsikan bahwa laba perusahaan diperoleh ketika


biaya terjadi. Akan tetapi, bagian penting dari kontribusi perusahaan mungkin
berasal dari tahap perencanaan , sebelum biaya yang besar terjadi.
2. Kesulitan kedua timbul karena persentase dihitung dengan mengguanakan biaya
total sebagai angka penyebut dan biaya total mungkin juga tidak pasti, terutama
apabila kondisi penggalian dan cuaca daoat menimbulkan bahaya yang tidak
diketahui.
✓ Pertumbuhan ( Accretion )

Yang berkaitan dengan pelaporan pendapatan selama produksi adalah pengakuan kenaikan
nilai yang timbul dari pertumbuhan alami atau proses pertambahan umur. Pertumbuhan alami
atau penuaan ini sepanjang waktu hanyalah bagian proses produksi,ditinjau dari pandangan
ilmu ekonomi, pertumbuhan menimbulkan pendapatan.

Pendapatan atau laba dari pertumbuhan hanya dapat diakui melalui proses pelaksanaan
penilaian persediaan secara komparatif. Pengakuan ini bukanlah hasil transaksi. Oleh sebab itu,
pengakuan ini berbeda dari kasus pelaporan pendapatan selama produksi, hal ini tidak
mempengaruhi logika pelaporan kenaikan dalam pengukuran aktiva. Keterbatasannya terutama
ditinjau dari segi praktis. Nilai sekarang yang didiskonto sulit ditetapkan karena nilai ini
tergantung pada harapan mengenai harga pasar di kemudian hari dan harapan mengenai biaya
untuk pertumbuhan dan biaya pemanenan di masa datang serta penyiapan produk tersebut
untuk dipasarkan.
✓ Pelaporan pendapatan pada saat penyelesaian produksi

Pada saat produk diselesaikan, satu dari beberapa ketidakpastian terdahulu – yaitu biaya
produksi – sekarang dapat dihitung dengan tingkat ketetapan yang wajar. Harga jual dan biaya
tambahan penjualan serta penyerahan masih tetap belum pasti. Tapi, jika biaya ini dapat
ditaksir cukup tepat, maka pada saat penyelesaian produksi ini dapat dibenarkan untuk
melaporkan pendapatan.

Pelaporan pendapatan pada saat penyelesaian produksi diijinkan walaupun produk itu tidak
diproduksi menurut kontrak memiliki 3 kriteria :

1. Adanya harga jual yang dapat ditentukan atau harga pasar yang stabil
2. Biaya pemasaran tidak besar
3. Unit-unit dapat dipertukarkan

Menurut APB Statement No.4 , pendapatan boleh dilaporkan pada saat penyelesaian produksi
menurut kriteria diatas, hanya untuk “logam mulia yang memiliki harga jual tetap dan biaya
pemasaran yang tidak berarti.” Perlakuan serupa berlaku untuk hasil-hasil pertanian,
pertambahan dan produk lainnya hanya jika perusahaan tidak dapat menentukan taksiran biaya
yang wajar.

Ketidakmampuan untuk menentukan biaya bukanlah alasan yang logis untuk mengakui
pendapatan pada saat penyelesaian produksi. Pertimbangan utama haruslah kemampuan untuk
memperoleh pengukuran pendapatan yang dapat diversifikasi dan tambahan biaya yang
terandal. Untuk sebagian besar komoditi, kurangnya harga pasar yang stabil merupakan
penghalang utama untuk diterimanya secara umum pengakuan pendapatan pada saat
penyelesaian produksi.

✓ Pelaporan pendapatan pada saat penjualan

Pelaporan pendapatan pada saat penjualan didasarkan pada: Harga produk sekarang sudah lebih
pasti, Produk telah berada diluar perusahaan & pertukaran aktiva telah terjadi, Penjualan
diasumsikan sebagai peristiwa keuangan yang paling penting dalam kegiatan ekonomi
perusahaan, Sebagian besar biaya yang menyangkut pembuatan/ perolehan poduk & biaya
pelepasan sekarang telah terjadi / sudah dapat ditentukan

Kapankah penjualan terjadi? Dari sudut hukum, penjualan terjadi ketika hak berpindah dan
tuntutan pembayaran timbul. Penjualan juga dianggap terjadi pada waktu barang dagang secara
fisis dipisahkan atau ditandai untuk pelanggan sesudah pelanggan tersebut menyatakan
keinginan untuk membeli.

Seperangkat kriteria yang lebih tepat untuk mengakui penjualan terdiri dari Adanya bukti yang
pasti bahwa pembeli benar benar ingin membeli & penjual benar benar ingin menjual,
Identifikasi barang tertentu yang siap dijual, Persetujuan antara pembeli & penjual tentang
penetapan harga

✓ Pelaporan pendapatan sesudah penjualan

Penerimaan atau antisipasi mengenai penerimaan tunai sangat penting untuk pengukuran
pendapatan, tetapi tidak begitu penting dalam rangkaian kegiatan meningkatkan asset.
Sehingga meskipun penerimaan uang tunai sesudah saat penjualan memberikan pengukuran
yang dapat diverifikasi, tetapi sebenarnya tidak ada alasan untuk menunda pengakuan
penjualan sampai saat diterima.

Penundaan pelaporan pendapatan sesudah penjualan dapat dibernarkan jika: tidak mungkin
mengukur aktiva dalam pertukaran dengan tingkat ketepatan yang layak & Jika tambahan
beban yang material, yang secara langsung berkaitan dengan transaksi itu, adalah mungkin &
jika biaya ini tidak dapat ditaksir dengan tingkat ketepatan yang layak

Mengenai penilaian aktiva yang diteruma dalam pertukaran, 2 jenis keadaan dapat
menyebabkan penangguhan pelaporan pendapatan. Pertama, Suatu aktiva berwujud / aktiva
nonmoneter lainnya mungkin akan diterima. Jika aktiva itu tidak memiliki nilai pasar yang
diakui dan jika penaksirannya sulit atau tidak mungkin dilakukan, maka pelaporan pendapatan
mungkin tidak bermanfaat. Kedua, klaim terhadap pelanggan mungkin diragukan
penagihannya. Pada umumnya hal ini dapat ditangani dengan menaksir jumlah piutang yang
mungkin tidak akan tertagih. Hal ini sangat jarang terjadi dan sangat sedikit keadaan yang
membenarkan penangguhan pengakuan pendapatan hanya karena penagihan terlalu meragukan
untuk menetapkan penilaian yang layak atas piutang yang ada.

AICPA Accounting Standard Division telah menganjurkan, apabila penjual dihadapkan pada
resiko pemilihan karena barang mungkin akan dikembalika, maka pendapatan seharusnya tidak
diakui saat berjalan kecuali kalau pengembalian barang kemudian hari dapat diramalkan
dengan layak.
✓ Pelaporan Pendapatan saat Penerimaan Kas

Dalam keadaan tertentu, di mana penerimaan terakhir pendapatan diragukan, pengakuan


ditunda sampai pembayaran tunai diterima. Metode angsuran dan metode pengembalian tunai
adalah contoh-contoh penundaan pengakuan pendapatan sampai penerimaan uang tunai.
Namun, Dewan Prinsip Akuntansi menyatakan bahwa pengakuan pendapatan tidak boleh
ditunda kecuali kemampuan pengumpulan akhir sangat serius diragukan sehingga penyisihan
yang pantas untuk yang tidak tertagih jumlahnya tidak dapat diperkirakan.

✓ Ikhtisar Pelaporan Pendapatan

Pencatatan pendapatan didalam laporan akuntansi harus berdasarkan kriteria berikut: Nilai
ekonomik harus sudah ditambahkan perusahaan pada produknya, Jumlah pendapatan harus
dapat diukur, Pengukuran harus dapat dibutuhkan & secara relatif bebas dari bias, Beban yang
berkaitan harus dapat ditaksir dengan tingkat ketepatan yang layak.

Ikhtisar beberapa periode & kondisi dimana pelaporan dianggap tetap:

EXPENSE

Beban adalah Penggunaan / pemakaian barang dan jasa di dalam proses mendapatkan
pendapataan. Beban merupakan habisnya (expirations) jasa faktor yang berkaitan langsung
ataupun tidak langsung dengan pembuatan & penjualan produk perusahaan. Beban sering
didefinisikan dalam arti biaya yang habis terpakai atau alokasi biaya. Tapi istilah ini merupakan
deskripsi model struktural untuk pengukuran laba akuntansi.

✓ Yang termasuk dalam beban

Perhimpunan Akuntansi Amerika (AAA) pada tahu 1948 mendefinisikan bahwa beban terdiri
dari biaya operasi dan kerugian. Dengan kata lain, FASB SFAC No.3 dengan jelas
membedakan antara beban dan kerugian. Hanya beban berkaitan dengan operasi utama dan
operasi perusahaan berkaitan dengan atau insidental bagi kegiatan perusahaan

✓ Pengukuran beban
1. Biaya Historis

Merupakan jumlah kas yang dikorbankan untuk memperoleh aktiva (gedung, peralatan).
Metode konvensional untuk mengukur beban adalah harga perolehan historis bagi perusahaan.
Alasan utama untuk menganut harga perolehan historis adalah biaya historis diasumsikan dapat
diverifikasi karena menggambarkan pengeluaran tunai perusahaan. Tapi juga dianggap
menunjukan nilai tukar barang dan jasa pada waktu diperoleh perusahaan. Kelemahan utama
biaya historis adalah tidak menggambarkan pengukuran yang relevan atas barang dan jasa yang
digunakan dalam usaha mencapai tujuan para pemakai ekternal laporan keungan, biaya itu
tidak memungkinkan pemisahan kegiatan operasi dari keuntungan & kerugian yang timbul dari
pembelian secara kebetulan / perubahan harga yang tidak dapat diramalkan

2. Nilai Berjalan

Merupakan jumlah harga pertukaran yang harus dikorbankan sekarang oleh suatu entitas untuk
memperoleh aktiva yang sejenis dalam kondisi yang sama. Contohnya seperti penilaian untuk
persediaanm gedung dan tanah. Pengukuran beban berdasarkan harga berlaku memiliki
keunggulan karena membedakan: (1) laba yang timbul dari transaksi, dan (2) keuntungan/
kerugian yang timbul dari peyimpangan aktiva sebelum dipakai

3. Ekivalen Kas

Jumlah kas yang dapat direalisasi dengan cara menjual setiap jenis aktiva di pasa beban dalam
kondisi entitas normal. Biasanya didasarkan pada catatan harga pasar barang bebas yang sejenis
dalam kondisi yang sama. Biasa pos aktiva berwujud menggunakan dasar penilaian ini
✓ Konsep Penanding

Konsep Penanding adalah proses pelaporan beban berdasarkan hubungan sebab akibat yang
layak dengan pendapatan yang dilaporkan. Pengakuan beban memerlukan kaitan dengan
pendapatan dan pelaporan dalam periode yang sama pada saat pendapatan yang berkaitan
dilaporkan

Perbandingan langsung atau produk

Dalam hal ini pemakaian barang dan jasa dikaitkan dengan produk tertentu dan produk tersebut
kemudian dihubungkan dengan pendapatan pada saat hal tersebut dilaporkan. Penggunaan
barang dan jasa dikaitkan dengan produk tertentu, dan kemudian produk itu dikaitkan dengan
pendapatan pada saat pendapatan dilaporkan. Penandingan harga pokok produk dengan
pendapatan menimbulkan beberapa masalah yang rumit, yaitu:

1. Identifikasi harga pokok produk ( Product Costs )

Biaya biaya atas produk yang masih ada dalam perusahaan baik sebagai barang jadi yang belum
terjual ataupun barang-barang setengah jadi harus dimasukkan sebagai persedian / aktiva dan
simpanan sampai saat terjadinya penjualan atau melaporkan pendapatan. Biaya-biaya produksi
yang secara langsung dikaitkan dengan produksi produk-produk tertentu. Misalnya, apabila
bahan baku digunakan bersama dengan pembuatan dua jenis atau lebih produk, maka tidak
mungkin diperoleh prosedur alokasi yang bermanfaat. Alokasi tidak usah dilakukan kecuali
jika alokasi itu menghasilkan pengukuran yang bermanfaat bagi para pemakai laporan
akuntansi. Sedangkan biaya-biaya produksi tidak langsung merupakan barang-barang dan jasa-
jasa yang dipakai dalam proses yang tidak dapat diidentifikasikan dengan produk tertentu.

2. Expense yang berkaitan langsung dengan pendapatan yang akan datang tetapi tidak
termasuk dalam biaya produk.

Biaya-biaya yang dapat dikaitkan dengan pendapatan pada masa yang akan datang tidak dapat
dibebankan secara langsung kepada produk perusahaan karena tidak memberikan nilai tambah
pada produk mana pun. Biaya-biaya tersebut pada umumnya merupakan biaya-biaya
administrasi dan penjualan yang secara jelas dapat dihubungkan dengan pendapatan masa yang
akan datang. Contoh umumnya adalah kompensasi ke depan (carrying forward) biaya
organisasi yang tidak dapat dikaitkan dengan produk, biasanya karena tidak ada produk pada
waktu biaya tersebut terjadi.

3. Beban langsung yang timbul sesudah pelaporan pendapatan yang berkaitan.

Kadang-kadang beban langsung akan terjadi sesudah pelaporan pendapatan yang berkaitan.
Bilamana pendapatan dilaporkan terlebih dahulu sebelum pengiriman terakhir barng-barang
yang dijual maka akan sangat mungkin ada biaya-biaya tambahan untuk penjualan dan
pengiriman barang tersebut. Dimana dalam hal seperti ini mana mungkin pantas untuk
mencatat jumlah pendapatan sebesar harga penjualan dikurangi dengan biaya-biaya tambahan
yang diperkirakan.

Pembanding tidak langsung atau pembanding disuatu periode

Laporan expense dalam periode dimana barang dan jasa dipakai dalam proses produksi adalah
suatu proses matching pengukuran barang dan jasa dengan periode pemakaiannya,
penandingan tidak langsung ini seringkali dibenarkan sebagai pembandingan beban dengan
pendapatan atau sebagai pengecualian.

Hal-hal berikut ini sering kali digunakan sebagai pembenaran / mendukung penandingan tak
langsung:

1. Banyak expense periode secara tidak langsung dikaitkan dengan pendapatan yang
dihasilkan pada periode berjalan, jadi tidak ada penyimpangan yang material dari
prinsip matching apabila expense dilaporkan pada saat barang atau jasa dipakai diproses
produksi.
2. Dalam banyak hal, tidak dapat ditemukan kaitan antara expense dengan pendapatan,
tetapi apabila expense diperlukan untuk keseluruhan proses produksi, maka ini berarti
bahwa expense tersebut harus dibebankan kepada periode berjalan.

Langkah-langkah dalam proses membebankan expense kedalam suatu periode:

- Penentuan saat terjadinya ekspirasi barang dan jasa


- Mengklasifikasikan expense menurut aktivitas utama perusahaan.

Masalah biaya Joint Cost juga menimbulkan masalah alokasi bukan saja ke periode yang
berbeda tetapi juga terhadap klasifikasi yang berbeda. Di dalam realitasya, seluruh kegiatan
perusahaan dapat di klasifikasikan entah sebagai usaha yang berkaitan dengan fungsi produksi
atau dengan fungsi penjualan. Kegiatan yang sekaligus membantu produksi dan penjualan di
kelompokkan sebagai fungsi administratif. Pimpinan puncak perusahaan harus mengerahkan
tenaganya untuk mengarahkan seluruh fungsi perusahaan. Demikian juga banyak departemen
jasa dan staf seperti akuntansi dan personalia mengeluarkan biaya yang sulit dialokasikan ke
fungsi produksi dan penjualan. Karena kesulitan ini seringkali tidak dapat diatasi, maka
biasanya beban ini diklasifikasikan sebagai beban periode.

KONSEP ALOKASI

Dalam bidang akuntansi, alokasi adalah suatu proses pembagian atau pemisahan sekumpulan
atau sejumlah penilaian serta membebankan hasil-hasil yang diperoleh kedalam klasifikasi atau
periode yang terpisah. Alokasi meliputi baik pembebanan aktiva ke beban dan pembebanan
kewajiban atau aktiva kontra ke pendapatan beberapa periode. Contohnya adalah penyusutan
dan metode persentasi penyelesaian untuk kontrak jangka panjang.

Sesuai dengan pendekatan structural tradisional terhadap akuntansi, alokasi terjadi karena
penerapan ketentuan-ketentuan tertentu untuk membebankan biaya ( cost ) ke produk atau
beban periode dan pembebanan nilai produk perusahaan ke beberapa periode tertentu sebagai
pendapatan.

Athur L. Thomas dalam tulisannya “The Allocation Problem in Financial Accounting Theory”
mengatakan bahwa untuk dijustifikasi secara teoritis, maka alokasi harus dapat memenuhi tiga
kriteria yaitu:

✓ Additive (dapat ditambahkan)


Alokasi harus membagi total jumlah sehingga jumlah dari bagian-bagian sama
dengan jumlah keseluruhan.
✓ Unambiguity (tidak membingungkan)
Agar tidak samar samar, prosedur alokasi harus menghasilkan hanya satu
himpunan bagian.
✓ Defensibity (dapat dipertahankan)
Menyiaratkan bahwa metode alokasi yang dipilih harus terbukti lebih unggul
dari semua metode alokasi lainnya,lebih kompeten.

GAINS DAN LOSSES

Gains and Losses merupakan kejadian yang menguntungkan dan tidak menguntungkan, yang
tidak berkaitan langsung dengan kegiatan normal perusahaan yang menghasilkan pendapatan.
Menetapkan apa yang normal dan tidak normal, istilah kegiatan normal yang menghasilkan
pendapatan mengacu pada maksud perusahaan melakukan kegiatan yang berkaitan dengan
kegiatan utama. Tujuan klasifikasi yang terpisah adalah untuk mengungkapkan kepada
pembaca laporan keuangan hasil kegiatan periode berjalan perusahaan supaya dapat
dibandingkan dengan kegiatan perusahaan pada waktu yang lalu dan waktu mendatang, dan
dengan demikian menjadi dasar peramalan untuk hasil yang akan datang.

✓ Pengertian Gains

Pemberian (gifts) yang diberikan kepada perusahaan dapat diklasifikasikan baik sebagai
kapital/modal maupun income, tergantung kepada maksud sipemberi serta suasana yang
menyertai pemberian tersebut. Sebagian besar gains yang lain dihasilkan dari adanya
pertukaran sehingga dengan demikian dibutuhkan matching antara aspek-aspek positif dari
pertukaran tersebut. Dalam beberapa kasus, maksud pemberian hadiah mungkin adalah untuk
menaikkan laba perusahaan, sebagaimana dalam “pembayaran kejujuran “(conscience
payments) atau pembayaran extra untuk menyatakan terima kasih atas pelayanan istimewa
yang diterima. Namun dalam kasus sumbangan (contribution) untuk pembangunan diperlukan
sebelum jasa dapat diberikan kepada para pelanggan jasa umum, dan sedangkan dalam kasus
sumbangan (donations) khusus untuk menarik perusahaan berinvestasi di suatu daerah,
maksudnya adalah untuk menyediakan modal tetap.

Pemberian harus diukur seperti pendapatan yaitu menurut nilai berjalan (nilai saat ini) dari
aktiva yang diterima. Sebagian besar keuntungan lainnya berasal dari pertukaran, sehingga
diperlukan penandingan antara aspek yang menguntungkan dan tidak menguntungkan.
Pengukuran aspek yang menguntungkan serupa dengan pengukuran pendapatan yaitu menurut
nilai saat ini dari aktiva yang diterima atau diakui berdasarkan nilai saat ini dari pengurangan
hutang. Aspek yang tidak menguntungkan harus diukur sama dengan beban yaitu menurut nilai
barang dan jasa yang digunakan atau dipertukarkan dalam transaksi.

Saat pengakuan keuntungan sama dengan pengakuan pendapatan, kecuali bahwa umumnya
para akuntan berparang lebih erat pada konsep realisasi. Artinya, keuntungan umumnya tidak
diakui sampai pertukaran atau penjualan terjadi. Akan tetapi, pertambahan dalam nilai pasar
surat berharga, dalam keadaan tertentu, mungkin sudah merupakan bukti yang cukup untuk
mengetahui keuntungan.

Pada dasarnya, keengganan para akuntan mencatat kenaikan nilai (appresiasi) berpangkal pada
dua sumber:
1. Pertambahan nilai bersifat tidak pasti dan sementara

2. Peningkatan nilai tidaklah menambah sumber-sumber likuid yang dapat digunakan untuk
membayar deviden.

✓ Pengertian Losses

Istilah “loss” digunakan oleh akuntan untuk menggambarkan kelebihan expense atau
pendapatan dalam satu periode, jadi hal ini merupakan kebalikan dari income, tetapi disisni
pengertian tersebut dipergunakan sebagai lawan dari pengertian gains.

Bagian terpenting dari pengertian losses adalah bahwa hal tersebut menggambarkan habisnya
nilai yang tidak berhubungan dengan operasi-operasi normal perusahaan disetiap periode
manapun. Jadi kerugian terjadi karena kejadian-kejadian diluar perusahaan, yang tidak
berulang dan tidak diharapkan akan terjadi dalam proses menghasilkan pendapatan.
Pengukuran losses sama dengan pengukuran expense kecuali semua jumlah penghasilan harus
dikurangi secara langsung untuk menunjukkan jumlah bersih dari kerugian itu. Kriteria
pengakuan kerugian sama dengan kriteria pengakua beban periode. Kerugian tidak dapat
ditandingkan dengan pendapatan, sehingga harus di akui pada periode dimana kerugian itu
cukup pasti bahwa aktiva tertentu akan memberikan manfaat yang lebih sedikit bagi
perusahaan dibangingkan dengan yang dinyatakan oleh nilai yang tercatat.

Kriteria pengakuan kerugian sama dengan kriteria pengakuan beban periode. Kerugian tidak
dapat ditandingkan dengan pendapatan,sehingga harus diakui pada periode di mana kerugian
itu cukup pasti bahwa aktiva tertentu akan memberikan manfaat yang lebih sedikit bagi
perusahaan dibandingkan dengan yang dinyatakan oleh nilai yang tercatat.
Daftar Pustaka

▪ Teori akuntansi jilid I / Eldon S. Hendriksen; editor Marianus Sinaga. Edisi 4th .

▪ Richard G. Schroeder, Myrtle W Clark; & Jack M Cathey (2017) Financial Accounting
Theory and Analysis, 12th Edition.