Anda di halaman 1dari 16

AUDIT ATAS SALDO KAS

MAKALAH
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
Pengauditan II
yang dibina oleh Ibu Yuli Widi Astuti

Oleh :
Kelompok 10
Fatimatuz Zahro Fi Ramadhan

[120422425912]

Kiki Eka Yunisari

[120422425794]

Rheva Lucky Argha Dianza

[120422425934]

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI
September 2014

TUJUAN PEMBELAJARAN

1.
2.
3.
4.

Menunjukkan hubungan antara kas di bank dan berbagai siklus transaksi.


Mengidentifikasi jenis-jenis akun kas utama yang digunakan oleh entitas bisnis.
Mendesain dan melakukan pengujian audit atas akun kas umum.
Mengetahui waktu dilakukannya perluasan pengujian audit atas akun bank penggajian
impres.
5. Mendesain dan melakukan pengujian audit atas kas kecil impres.

PEMBAHASAN

Kas adalah satu-satunya akun yang masuk dalam semua siklus, kecuali dalam siklus
prsediaan dan pergudangan. Sehingga, masuk akal jika kita mempelajari area audit ini di bagian
akhir karena akumulasi bukti atas saldo kas sangat bergantung pada hasil pengujian pada siklus
lainnya. Misalnya, jika pemahaman auditor terhadap pengendalian internal dan pengujian
pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi dalam siklus akuisisi dan pembayaran
membuat mereka yakin dapat mengurangi penilaian risiko pengendalian, maka mereka dapat
mengurangi perincian saldo akhir kas. Jika auditor menyimpulkan bahwa penilaian risiko
pengendalian seharusnya lebih tinggi, maka diperlukan perluasan pengujian pada akhir tahun.
Kas penting bagi auditor terutama karena memiliki potensi kecurangan.

Kas Di Bank Siklus Transaksi


Pembahasan sebelumnya mengenai hubungan antara kas di bank dan siklus transaksi lainnya
memiliki dua fungsi, yaitu :
1. Menunjukan pentingnya pengujian audit atas berbagai siklus transaksi pada audit kas
2. Membantu memahami lebih lanjut atas integrasi antara siklus transaksi yang berbeda
Mengenai tujuan pembelajaran yang pertama yang mengilustrasikan antara berbagai siklus
transaksi, dengan fokusutama pada akun kas umum penting dalam hampir seluruhaudit, bahkan
ketika saldo akhirnya tidak material. Jumlah aliran kas ke dan dari akun kas biasanya lebih besar
dari akun dibandingkan jenis aset lainnya karena kebanyakan aset harus dikonversikan terlebih
dulu ke kas dapat digunakan.
Dapat audit atas kas, auditor harus membedakan antara verifikasi rekonsiliasi klien ke saldo akun
bank dan buku besar lebih mudah, tetapi bagian terpenting dalam total audit dalam perusahaan
adalah adanya verifikasi bahwa pencatatan transaksi kas dilakukan dengan benar. Misalnya,
setiap salah saji berikut ini menghasilkan kesalahan dalam pembayaran atau menyebabkan

kesalahan dalam penerimaan kas, tetapi tak satu pun dapatditemukan dalam audit atas
rekonsiliasi bank :
-

Kesalahan dalam menagih konsumen

Pencurian kas dengan melambat pembayaran kas dari konsumen sebelum dicatat,d engan
akun dianggap sebagai piutang tak tertagih

Duplikasi pembayaran faktur vendor

Pembayaran tidak benar atas biaya pribadi pejabat perusahaan

Pembayaran atas bahan baku yang tidak pernah diterima

Pembayaran atas karyawan lebih besar daripada jam kerja aktualnya

Pembayaran atas bunga kepeda pihak luar jumlahnya lebih besar dibandingkan tingakt
bunga sebenarnya

Jika salah saji ini tidak ditemukan dalam audit, maka penemuan ini harus diperoleh
melalui pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi, yang telah kita bahas
pada awal bab ini. Kedua salah saji yang pertama dianggap sebagai bagian dari siklus penjualan
dan penagihan, tiga salah saji berikutnya dalam audit siklus akuisisi dan pembayaran dan dua
salah saji terakhir dalam pengujian siklus penggajian dan personalia dan siklus akuisisi modal
dan pembayaran kembali.

Seluruh jenis salah saji biasanya ditemukan sebagai bagian dari pengujian atas
rekonsiliasi bank. Hal ini meliputi :
-

Kesalahan dalam memasukan cek yang tidak dicairkan di dalam daftar cek beredar,
meskipun telah tercatat dalam jurnal pengeluaran kas

Kas yang diterima dari klien masih dalam perjalanan pada tanggal neraca, tetapi sudah
dicatat sebagai penerimaan kas padatahun berjalan.

Setoran dicatat sebagai penerimaan kas mendekati akhir tahun, disetorkan ke bank pada
bulan yang sama, dan dimasukkan dalam rekonsiliasi bank sebagai setoran dalam
perjalanan.

Pembayaran atas wesel bayar didebet langsun dari saldo bank oleh bank, tetapi tidak
dimasukkan dalam catatan klien.

Jenis-jenis Akun Kas


Sebelum membicarakan pengujian auditatas rekonsiliasi bank klien, akan lebih
memudahkan bila terlebih dahulu kita memebahas tentang jenis akun kas yang biasa digunakan
oleh banyak perusahaan karena pendekatan audit bisa berbeda untuk setiap jenis akun. Auditor
cenderung mempelajari jenis-jenis saldo kas saat memperoleh pemahaman mengenai bisnis
klien. Jenis-jenis utama akun kas :
-

Akun Kas Umum


Adalah titik fokus bagi banyak perusahaan karena semestinya seluruh penerimaan kas
dan pengeluaran kas mengalir melalui akun ini.Misalnya, pengeluaran dalam siklus
akuisisi dan pembayaran biasanya dibayar melalui akun kas umum, dan penerimaan kas
dalam siklus penjualan dan penagihan juga disetorkan ke dalam akun tersebut.

Akun Impres
Seperti yang telah dbahas dalam bab-bab sebelumnya, banyak perusahaan memebuat
akun penggajian impres terpisah untuk meningkatkan pengendalian internal atas
pembayaran gaji. Saldo tetap, misalnya Rp 5.000.000, dibuat dalam akun bank untuk
penggajian. Segera sebelum setiap periode pembayaran, suatu cek atas transfer elektronik
ditarik pada akun kas umum untuk menyetorkan total jumalh penggajian bersih ke akun
penggajian. Setelah cek untuk gaji dilakuakn pada akun penggajian impres, akun bank
seharusnya memiliki saldo Rp 5.000.000. Satu-satunya setoran ke dalam akun adalah
pembayaran cek kepada karyawan. Terdapat jenis akun impres lain yang terdiri atas satu
akun bank untuk penerimaan dan satu lagi untuk pengeluaran. Perusahaan bisa saja
memiliki beberapa akun ini untuk divisi yang berbeda. Seluruh penerimaan disetorkan
dalam akun impres dan totalnya dipindahkan ke akun umum secara periodik. Akun
pengeluaran dibentuk berbasis impres, tetapi dengan cara yang berebeda dengan akun
penggajian impres. Saldo tetap dibuat dalam akun impres, dan orang yang
berwenangmenggunakan dana tersebut untuk pengeluaran atas dasar kebijakjan mereka
selama pembayaran sejalan dengan kebijakan perusahaan. Saat saldo kas berkurang,
pengeluaran kas dibuat ke dalam akun pengeluaran impres dari akun umum setelah

pengeluaran ini disetujui, biasanya melalui pengiriman online. Penggunaan akun impres
meningkatkan pengendalian atas penerimaan dan pengeluaran kas.
-

Akun Bank Cabang


Perusahaan yang beroperasi di banyak lokasi biasanya memiliki saldo bank terpisah di
setiap lokasi. Akun bank cabang berguna untuk membangun relasi dengan bank dalam
komunitas lokal dan emungkinkan sentralisasi operasional pada tingkat cabang. Dalam
bebrapa perusahaan, penyetoran dan pengeluaran untuk setiap cabang dibuat dalam akun
yang berbeda, dan kelebihan kas secara periodik dikirimkan ke akun bank umum pada
kantor pusat. Akun cabang dalam hal ini seperti akun umum, tetapi pada tingkat cabang.

Dana Kas Kecil Impres


Dana kas kecil impres bukan merupakan akun bank, tetapi hanpir sama dengan kas pada
bank. Akun kas kecil biasanya merupakan akun kas yang simpel untuk keperluan biaya
yang mendadak. Akun ini digunakan untuk pengeluaran kas berjumlah kecil yang lebih
mudah dibayarkan jika menggunakan uang tunai dibandingkan cek, atau untuk
memudahkan karyawan dalam mencairkan cagi cek gaji atau pribadi. Kaun kas impres
dibentuk dengan dasar yang sama dengan akun bank cabang impres, tetapi untuk
pengeluaran yang lebih kecil, misalnya seperti untuk peralatan kecil kantor, stempel, dan
donasi berjumlah kecil. Akun kas kecil biasanya tidak melebihi beberapa ratus rupiah dan
hanya diisi kembali sekali atau dua akli dalam sebulan.

Setara Kas
Perusahaan biasanya menginvestasikan kelebihan akumulasi kas dalam bagian tertentu
dari suatu siklus, di mana kas tersebut akan diperlukan dalam waktu dekat, dan biasa
disebut setara kas yang sangat likuid. Setara kas meliputi deposito berjangak, sertifikat
deposito, dan dana pasar uang. Setara kas bisa sangat meterial dan dimasukkan dalam
laporan keuangan sebagai bagian dari akun kas jika merupakan investasi jangka pendek
yang siap dikonversikan menjadi kas dalam jumlah yang pasti, dan tidak terdapat risiko
signifikan atas perusahaan nilai dari perubahan tingakt bunga. Sekuritas yang dapat
diperdagangkan dan investasi berbunga dengan jangka waktu lebih panjang bukan
merupakan setara kas.

Audit Atas Akun Kas Umum

Pada pengujian saldo akhir tahun dalam akun kas umum, auditor harus
mengakumulasikan bukti yang cukup memadai untuk mengevaluasi apakah kas, sebagaimana
dinyatakan dalam neraca, dinyatakan dan diungkaokan dengan wajar sesuai lima dari keenam
tujuan audit-terkait saldo untuk seluruh pengujian perincian saldo (keberadaan, kelengkapan,
akurasi, pisah batas, dan kecocokan perincian). Hak atas kas umum, klasifikasinya dalam neraca,
dan nilai realisasi kas tidak diaplikasikan. Metodologi untuk audit kas akhir tahun sama dengan
saldo akun neraca lainnya. Metodologi ditunjukan dalam tujuan pembelajaran ketiga bab ini
yang sudah dibahas secara rinci.
-

Mengidentifikasikan Risiko Bisnis Klien yang Memengaruhi Kas (Tahap I)


Banyak perusahaan tidak memiliki risiko bisnis yang cukup signifikan dalam
memengaruhi saldo kas. Risiko bisnis klien dapat muncul dari kebijakan manajemen kas
yang tidak memadai atau penanganan dana yang dilakukan pihak luar. Risiko bisnis klien
lebih banyak muncul dari setara kas dan jenis investasi lainnya. Beberapa perusahaan
yang menyediakan jasa keuangan mengalami kerugian besar akibat aktifitas perdagangan
oleh perorangan yang disembunyikan dengan salah menyajikan saldo investasi dan kas.
Auditor harus memahami risiko dan kebijakan dan strategi investasi klien, sama halnya
dengan pengendalian manajemen yang dapat memperburuk risiko tersebut.

Menetapkan Salah Saji yang Dapat Diterima dan Menilai Risiko Bawaan (Tahap I)
Saldo kas tidak material dalam kebanyakan audit, tetapi transaksi kas yangmemengaruhi
saldo ini sifatnya hampir selalu sangat material. Oleh karena itu, sering muncul potensi
salah saji material dalam kas. Oleh karena kas lebih dicuri dibandingkan aset lainnya,
terdapat risiko bawaan cukup tinggi untuk tujuan keberadaan, kelengkapan dan akurasi.
Tujuan ini biasanya akan berfokus pada audit saldo kas. Risiko bawaan relatif kecil untuk
tujuan lainnya.

Menilai Risiko Pengendalian (Tahap I)


Pengendalian internal atas saldo akhir tahun dalam akun umum dapat dibagi menjadi dua
kategori, yaitu :
a. Pengendalian atas siklus transaksi yang mempengaruhi pencatatan penerimaan kas
dan pengeluaran kas
b. Rekonsiliasi bank independen

Mendesain dan Melakukan Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif atas


Transaksi (Tahap II)
Oleh karena saldo kas dipengaruhi oleh seluruh siklus, kecuali persediaan dan pergudangan,
maka sejumlah besar transaksi akan memengaruhi kas. Transaksi kas diaudit melalui pengujian
siklus transaksi.
Mendesain dan Melakukan Prosedur Analitis (Tahap III)
Dalam audit, rekonsiliasi bank pada akhir tahun diaudit secara luas. Auditor biasanya
membandingkan saldo akhir pada rekonsiliasi bank, setoran dalam perjalanan, cek beredar, dan
jenis rekonsiliasi lainnya dengan rekonsiliasi yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.
Prosedur analitis ini dapat menemukan salah saji pada kas.
Mendesain Pengujian Perincian Saldo Kas (Tahap III)
Titik awal verifikasi saldo dalam akun bank umum adalah dengan mendapatkan rekonsiliasi bank
dari klien dengan memasukkan dokumentasi auditor. Untuk mengaudit kas di bank, auditor
melakukan verifikasi apakah rekonsiliasi bank yang diterima klien sudah benar. Tujuan yang
paling penting adalah kebenaran, kelengkapan, dan akurasi, oleh karena itu harus diperhatikan.
Ketiga prosedur berikut ini harus ditambahkan dalam pembahasan karena permintaan konfirmasi
bank sangat penting dan kompleks: laporan bank atas pisah batas dan pengujian rekonsiliasi
bank.
1. Permintaan atas Konfirmasi Bank
Auditor biasanya meminta konfirmasi dari setiap bank atau institusi keuangan lainnya
yang berbisnis dengan klien. Pentingnya konfirmasi bank dalam audit lebih dari
sekedar verifikasi saldo kas aktual. Setelah auditor menerima konfirmasi bank secara
lengkap, saldo dalamakun bank yang dikonfirmasi oleh bank harus ditelusuri ke saldo
yang disebutkan dalam konfirmasi bank. Sama halnya dengan informasi lain dalam
konfirmasi, juga harus ditelusuri ke skedul audit lainnya. Jika konfirmasi bank tidak
sesuai dengan skedul audit, maka auditor harus memeriksa selisihnya.
2. Permintaan atas Laporan Bank Pisah Batas

Perrmintaan atas Laporan Bank Pisah Batas adalah laporan bank pada periode
tertentu dan pembatalan cek terkait, duplikat cek setoran, dan dokumen lain yang
termasuk dalam laporan bank, dikirimkan oleh bank ke kantor KAP. Auditor
melakukan verifikasi berikut ini dalam bentuk bulan setelah tanggal neraca:

Memeriksa saldo seluruh cek yang dibatalkan, memo debet, setoran, dan
memo kredit.

Melakukan verifikasi saldo laporan bank saat total penjumlahan dilakukan

Menelaah bagian dari penjumlahan untuk memastikan sudah dibatalkan oleh


bank pada periode yang tepat dan tidak ada penghapusan atau penggantian.

3. Pengujian Rekonsiliasi Bank


Aditor menguji rekonsiliasi bank untuk menentukan apakah pihak klien sudah
menyiapkan rekonsiliasi dengan hati-hati dan melakukan verifikasi apakah saldo bank
yang dicatat klien sama jumlahnya dengan kas di bank, kecuali jika ada setoran dalam
perjalanan, cek beredar, jenis rekonsiliasi lainnya. Verifikasi auditor dalam
rekonsiliasi meliputi beberapa prosedur:

Melakukan verifikasi bahwa rekonsiliasi bank klien akurat secara sistematis.

Menelusuri saldo konfirmasi bank dan/atau saldo awal pada laporan pisah
batas ke saldo per bank pada rekonsiliasi bank untuk memastikan jumlahnya
sama.

Menelusuri cek yang ditulis dan dicatat sebelum akhir tahun dan dimasukkan
ke laporan bank atas pisah batas ke daftar cek beredar pada rekonsiliasi bank
dan juga ke jurnal pengeluaran kas dalam periode neraca atau periode
sebelumnya.

Memeriksa seluruh cek yangjumlahnya besar dan termasuk dalam daftar cek
beredar yang belum dikliring oleh bank pada laporan pisah batas.

Menelusuri setoran dalam perjalanan ke laporan bank atas pisah batas.

Memperhatikan jenis rekonsiliasi lain ke laporan bank dan rekonsiliasi bank.

Prosedur Berorientasi-Kecurangan

Pertimbangan utama dalam audit atas saldo kas umum adalah kemungkinan terjadinya
kecurangan. Auditor harus memperluas prosedur dalam audit atas kas akhir tahun dengan
menentukan kemungkinan adanya kecurangan material yang terjadi karena kurangnya
pengendalian internal. Prosedur yang dapat menemukan kecurangan penerimaan kas meliputi:

Konfirmasi piutang dagang

Pengujian yang dilakukan untuk menemukan pencurian uang

Penelaahan aktivitas buku besar dalam akun kas atas transaksi yang tidak lazim

Perbandingan pesanan konsumen atas penjualan dan penerimaan kas

Pemeriksaan persetujuan dan dokumen pendukung untuk piutang tidak tertagih dan retur
dan cadangan penjualan.

Perluasan Pengujian atas Rekonsiliasi Bank


Saat Auditor yakin bahwa rekonsiliasi bank dapat dengan sengaja salah saji, maka perlu
melakukan perluasan pengujian atas rekonsiliasi bank akhir tahun. Menggunakan pendekatan
biasa, Auditor akan:
1. Memulai Rekonsiliasi bank untuk bulan November dan membandingkan seluruh bagian
rekonsiliasi dengan cek yang dibatalkan dan dokumen lainnya dalam laporan bank bulan
Desember.
2. Membandingkan sisa cek yang dibatalkan dan slip setoran dalam laporan bank bulan
Desember dengan jurnal pengeluaran dan penerimaan kas bulan Desember.
3. Menelusuri seluruh bagian yang tidak jelas dalam rekonsiliasi bank bulan November dan
jurnal penerimaan dan pengeluaran kas bulan Desember ke rekonsiliasi bank klien
tanggal 31 Desember untuk memastikan semua sudah dimasukkan.
4. Melakukan verifikasi seliruh bagian rekonsiliasi dalam rekonsiliasi bank 31 Desember
dari jurnal untuk rekonsiliasi bank bulan November dan Desember yang belum dikliring
ke bank.
Pembuktian Kas

Auditor kadang-kadang membuat pembuktian kas saat klien memilik kelemahan material atas
pengendalian internal untuk kas. Auditor menggunakan pembuktian kas untuk menentukan
apakah hal-hal berikut ini telah terpenuhi:

Seluruh penerimaan kas yang tercatat telah disetor

Seluruh setoran ke bank dicatat dalam pencatatan akuntansi

Seluruh pengeluaran kas dibayarkan oleh bank

Seluruh jumlah yang dibayarkan oleh bank sudah dicatat.

Pembuktian kas meliputi empat rekonsiliasi berikut :


1. Rekonsiliasi saldo pada laporan bank dengan saldo buku besar pada awal periode
pembuktian kas.
2. Rekonsiliasi penerimaan kas yang disetorkan ke bank dengan penerimaan yang tercatat
dalam jurnal penerimaan kas pada periode tertentu.
3. Rekkonsiliasi cek yang dibatalkan yang dikliring ke bank dengan yang dicatat dalam
jurnal pengeuaran kas untuk periode tertentu.
4. Rekonsiliasi saldo laporan bank dengan saldo buku besar pada akhir periode pembuktian
kas.

Pembuktian kas pada kondisi ini biasa disebut pembuktian kas empat kololm yang berisi
satu kolom untuk setiap jenis informasi diatas. Pembuktian kas dapat dilakukan untuk satu atau
lebih daari satu bulan ekstrim sepanjang tahun, atau bulan terakhir tahun tertentu.
Saat melakukan pembuktian kas, auditor menggabungkan pengujian substantif atas
transaksi dan pengujian perincian saldo. Pembuktian kas adalah pengujian atas transaksi tercatat,
di mana rekonsiliasi bank merupakan pengujian atas saldo kas pada suatu titik waktu.
Pembuktian kas merupakan metode yang sangat baik dalam membandingkan pencatatan
penerimaan dan pengeluaran kas dengan akun bank dan dengan rekonsiliasi bank. Pembuktian
atas pengeluaran kas tidak efektif untuk menemukan cek yang ditulis dengan jumlah yang tidak
benar, kecurangan cek, atau salah saji lainnya dimana jumlah uang yang salah muncul pada
pencatatan pengeluaran kas. Sama halnya bahwa pembuktian penerimaan kas tidak dapat
digunakan untuk menemukan pencurian penerimaan kas atau pencatatan dan setoran kas dalam
jumlah yang tidak benar.

Pengujian Transfer Antarbank


Orang yang melakukan kecurangan menutupi pencurian kas dengan suatu praktik yang
disebut kiting; yaitu memindahkan uang dari suatu bank ke bank lainnya dan tidak mencatat
transaksi itu dengan benar. Mendekati tanggal neraca cek ditarik atas suatu akun bank dan
dengan segera disetor kea kun kedua sebelum periode akuntansi berakhir. Dalam melakukan
pemindahan tersebut, si pencuri dengan hati- hati memastikan bahwa cek terlambat disetorkan
sehingga tidak dpat dikliring di bank pertama hingga periode berakhir. Jika transfer antar bank
tidak dicatat sampai setelah tanggal neraca, maka jumlah pemindahan uang dicatat sebagai aset
di kedua bank. Meskipun ada cara lain untuk melakukan kecurangan masing- masing
meningkatkan saldo bank untuk menutupi kekurangan dengan menggunakan transfer antarbank.
Untuk menguji adanya praktik kiting, seperti halnya kesalahan yang tidak disengaja
dalam pencatatan transfer antarbank, auditor dapat mendaftar semua transfer antarbank yang
dilakukan beberapa hari sebelum dan sesudah tanggal neraca dan menelusuri masing- masing ke
pencatatan akuntansi agar dicatat dengan benar. Ada beberapa hal yang perlu diaudit atas skedul
transfer antarbank, yaitu sebagai berikut:

Keakuratan informasi pada skedul transfer antarbank harus diverifikasi. Auditor


harus membandingkan informasi pengeluaran dan menerimaan pada skedul ke
pencatatan pengeluaran dan penerimaan kas untuk memastikan akurasinya. Sama
halnya dengan tanggal pada skedul transfer yang diterima dan dikeluarkan harus
dibandingkan dengan laporan bank. Pada akhirnya, pencatatan pengeluaran dan
penerimaan kas harus diperiksa untuk memastikan bahwa seluruh transfer sudah
dimasukkan dalam skedul beberapa hari sebelum dan sesudah tanggal neraca.

Transfer antarbank harus dicatat, baik di bank penerima maupun bank pengirim.

Tanggal pencatatan pengeluaran dan penerimaan untuk setiap transfer harus


dilakukan di tahun fiskal yang sama.jika penerimaan kas dicatat pada tahun fiskal
berjalan dan pengeluaran kas dicatat setelah tanggal neraca, maka hal tersebut
bisa saja dilakukan untuk menutupi berkurangnya kas.

Pengurangan pada skedul transfer antarbank harus dimasukkan atau dikeluarkan


dengan benar dari rekonsiliasi bank akhir tahun sebagai cek beredar.

Skedul transfer antarbank harus diasukkan atau dikeluarkan dengan benar dari
rekonsiliasi bank akhir tahun sebagai setoran dalam perjalanan. Lebih saji atas
setoran dalam perjalanan pada rekonsiliasi bank mengindikasikan adanya
kemungkinan kiting.

Meskipun pengujian audit atas transfer antarbank biasanya dimaksudkan untuk


menemukan kecurangan, tindakan ini juga biasa dilakukan pada banyak transfer antarbank tanpa
memperhatikan pengendalian internal. Bila ada kemungkinan kiting, salah menangani transfer
dapat mengakibatkan salah perhitungan antara kas dan utang dagang. Materialitas transfer dan
kemudahan dalam melakukan pengujian membuat auditor yakin bahwa hal ini harus dilakukan.

AUDIT ATAS AKUN BANK PENGGAJIAN IMPRES

Pengujian atas rekonsiliasi bank untuk penggajian tidak akan memakan waktu jika
terdapat akun impres untuk penggajian dan rekonsiliasi independen atas akun bank, seperti yang
dijelaskan pada akun umum. Biasanya, satu- satu bagian yang direkonsiliasi adalah cek beredar.
Dalam audit, cek beredar tersebut akan langsung jelas ketika diterbitkan. Dalam pengujian saldo
akun bank untuk penggajian, auditor harus mendapatkan rekonsiliasi bank, konfirmasi bank, dan
laporan bank atas pisah batas. Prosedur rekonsiliasi dilakukan dengan cara yang sama dengan
yang dijelaskan pada kas umum, kecuali pengujian pada cek beredar yang biasanya terbatas
untuk pengujian kewajarannya. Biasanya, diperlukan perluasan prosedur bila pengendalian tidak
memadai atau jika akun bank tidak direkonsiliasi dengan saldo kas impres pada buku besar.

AUDIT ATAS KAS KECIL IMPRES

Kas kecil adalah akun yang unik. Meskipun jumlahnya tidak material, banyak auditor
melakukan verifikasi kas kecil karena terdapat potensi kecurangan dank lien mengharapkan
auditor memeriksa akun tersebut meski jumlahnya tidak material.

Pengendalian Internal atas Kas Kecil

Pengendalian internal yang paling penting dalam kas kecil adalah penggunaan dana
impress yang merupakan tanggung jawab perorangan. Dana untuk kas kecil tidak dapat
digabungkan dengan penerimaan lainnya, dan dana harus disimpan terpisah dari aktivitas
lainnya. Pembatasan juga harus dilakukan atas pengeluaran dari kas kecil, sama halnya dengan
jumlah total dana. Jenis pengeluaran yang dilakukan dari transaksi kas kecil harus jelas
didefinisikan sesuai kebijakan perusahaan.
Saat pengeluaran kas dilakukan dari kas kecil, pengendalian internal yang memadahi
mensyaratkan adanya tanda tangan personel yang berwenang pada formulir kas kecil yang
bernomor urut. Total dari kas aktual dan cek dananya; ditambah total formulir kas kecil yang
belum dicairkan sebagai pengeluaran, harus sama dengan total jumlah dana kas kecil yang
disebutkan dalam buku besar. Penghitungan mendadak secara periodik dan rekonsiliasi dana kas
kecil harus dilakukan oleh auditor internal atau personel lain yang berwenang.
Saat saldo kas kecil tinggal sedikit, cek dari akun kas umum harus dibuat untuk mengisi
kas kecil. Cek harus ditulis dengan jumlah yang sama dengan voucher bernomor urut yang
dijadikan bukti pengeluaran aktual sebelumnya. Voucher ini harus diverifikasi oleh petugas
utang dagang dan dibatalkan agar tidak digunakan kembali.

Pengujian Audit atas Kas Kecil


Penekanan dilakukan pada verifikasi kas kecil atas pengujian transaksi kas kecil
dibandingkan saldo akhir tahun. Bahwa jika dana kas kecil jumlahnya kecil, terdapat potensi
kecurangan transaksi jika dana sering dikeluarkan atau digunakan.
Dalam pengujian kas kecil, auditor pertama kali harus menentukan prosedur klien dalam
menangani dana. Hal ini dilakukan dengan mendiskusikan pengendalian internal bersama
pemegang kas kecil dan memeriksa dokumen atas beberapa transaksi. Saat hasil penilaian risiko
pengendalian adalah rendah dan hanya sedikit pengeluaran dilakukan selama tahun berjalan,
biasanya auditor tidak melakukan pengujian lebih lanjut karena tidak material. Ketika auditor
menguji kas kecil, dua prosedur utamanya adalah menghitung saldo kas kecil dan melanjutkan
dengan pengujian terperinci atas satu atau dua transaksi pengeluaran. Prosedur utamanya harus
meliputi:

Menjumlahkan voucher pendukung kas kecil yang menunjukkan jumlah pengeluaran

Memperhatikan urutan voucher kas kecil

Memeriksa otorisasi dan pembatalan voucher kas kecil

Memeriksa kewajaran dokumen pendukung, biasanya terdiri atas gulungan register kas,
faktur, dan bukti penerimaan.

Pengujian kas kecil dapat dilakukan sewaktu- waktu selama tahun berjalan tetapi agar
memudahkan, biasanya dilakukan pada tanggal interim. Jika saldo dana kas kecil
diperkirakan material, hal ini jarang terjadi, maka saldo tersebut harus diperhitungkan pada
akhir tahun. Pengeluaran yang belum diganti harus diperiksa sebagai bagian dari penentuan
apakah biaya yang belum tercatat jumlahnya material.

KESIMPULAN

Kas adalah satu-satunya akun yang masuk dalam semua siklus, kecuali dalam siklus
prsediaan dan pergudangan. Sehingga, masuk akal jika kita mempelajari area audit ini di bagian
akhir karena akumulasi bukti atas saldo kas sangat bergantung pada hasil pengujian pada siklus
lainnya. Misalnya, jika pemahaman auditor terhadap pengendalian internal dan pengujian
pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi dalam siklus akuisisi dan pembayaran
membuat mereka yakin dapat mengurangi penilaian risiko pengendalian, maka mereka dapat
mengurangi perincian saldo akhir kas. Jika auditor menyimpulkan bahwa penilaian risiko
pengendalian seharusnya lebih tinggi, maka diperlukan perluasan pengujian pada akhir tahun.
Kas penting bagi auditor terutama karena memiliki potensi kecurangan.
Dapat audit atas kas, auditor harus membedakan antara verifikasi rekonsiliasi klien ke
saldo akun bank dan buku besar lebih mudah, tetapi bagian terpenting dalam total audit dalam
perusahaan adalah adanya verifikasi bahwa pencatatan transaksi kas dilakukan dengan benar.
Pada pengujian saldo akhir tahun dalam akun kas umum, auditor harus mengakumulasikan bukti
yang cukup memadai untuk mengevaluasi apakah kas, sebagaimana dinyatakan dalam neraca,
dinyatakan dan diungkaokan dengan wajar sesuai lima dari keenam tujuan audit-terkait saldo
untuk seluruh pengujian perincian saldo (keberadaan, kelengkapan, akurasi, pisah batas, dan
kecocokan perincian).