Anda di halaman 1dari 4

PENATALAKSAAN PERAWATAN LUKA

No. Revisi : Halaman :

0 1/4

Tanggal Terbit
SPO
26 Juni 2019
PENGERTIAN Memberikan tinadakan pertolongan pada luka baru dengan cepat
dan tepat
TUJUAN Agar luka tidak terjadi infeksi lanjut

KEBIJAKAN
Persiapan Alat
Streril :
1. Bak instrumen bensi
PROSEDUR a. Spurt irigasi 50 cc
b. Soft koteker / tobe feeding
c. Pinset anatomis
d. Pinset chirrugis
e. Gunting jaringan
f. Arteri klem
g. Knop sonde
h. Container untuk cairan irigasi
2. Korentang dengan tempatnya
3. Kassa dan depres dalam tromol
4. Handschone / gloves steril
5. Neerbeken (bengkok)
6. Kom kecil/ sedang
7. Pembalut sesuai kebutuhan
a. Kasa
b. Kasa gulung
8. Topical terapi
a. Betadine sol
PENATALAKSAAN PERAWATAN LUKA

No. Revisi Halaman

0 2/4

b. Sutratol
9. Cairan pencuci luka dan disinfektan
a. Cairan NS / RL hangat sesuai suhu tubuh 34 0 -37 0 C
b. Alkohol 70 %
Non Streril :
1. Schort/gown
PROSEDUR 2. Perlak + alas perlak/underpad
3. Handschone/gloves bersih
4. Sketse/tirai
5. Gunting verband
6. Neerbeken/bengkok
7. Plester (adhesive) atau hipafix micropone
8. Tas plastik kotoran/tempat sampah
9. Alat tulis
10. Form inform consern
11. Form UGD
Penatalaksaan
1. Menjelaskan prosedur yang akan dilaksanakan kepada klien +inform
concern
2. Meletakakan perlak + alas dibawah tubuh klien
3. Menempatkan bengkok dibawah luka untuk menopang cairan irigasi
luka
4. Membantu mengatur posisi klien agar cairan irigasi dapat mengalir
dari ujung atas ke ujung bawah luka
5. Membuka dan menempatkan tas plastik kotoran didekat area kerja
6. Mencuci tangan dengan sabun
7. Mengenakan schort / gown plastik
8. Bila plester kotor, mengenkan gloves non steril,menyemprotkan
alkohol 70 % pada plester yang menempel dikulit klien untuk
melepaskannya.
PENATALAKSAAN PERAWATAN LUKA

No. Revisi Halaman

0 3/4

9. Melepaskan / mengangkat pembalut kotor bila pembalut lengket pada


luka, basahi dengan ns / rl steril sampai balutan dapat dilepas dengan
mudah
10. Membuang pembalut lama / kotor kedalam tas plastik, kemudian
lepaskan gloves (bagian luar berada didalam) dan buang kedalam tas
plastik
PROSEDUR 11. Mengkaji jumlah , jenis dan bau cairan luka, observasi kondisi luka
(warna dasar luka, ukur dalamnya goa luka, jaringan nekrotik,
granulasi dan epitel, kontraksi luka, kulit sekitar luka)
12. Menuangkan solution irigasi steril yang hangat kedalam kom steril 
200 – 500 ml atau tergantung luas dan kedalaman luka
13. Mengenakan hndschone steril
14. Menghisap solution irigasi RL/ NS hangat kedalam spuit 30 cc
(sambungkan dengan soft koteler / baby feeding tube bila dipakai
mengirigasi luka berongga dalam)
15. Jika luka berongga dalam masukan soft kateler / baby feeding tube
kedalam luka sampai menyentuh dasar luka paling dalam
16. Menyemprotkan solution irigasi langsung kedalam luka secara
perlatton. Jika luka tidak berongga, semprotkan cairan irigasi dan
pertahankan ujung spuit  2,5 cm diatas luka
17. Melakukan irigasi beberapa kali sampai cairan irigasi tampak bening
dan bersih
18. Mengeringkan sekitar luka dengan betadine sampai radius 4-5 cm dari
tepi luka
19. Menutup luka dengan pembalut / topical terapi :
20. Menutup luka dengan kasa (ketebalan kassa disesuiakan dengan
kebutuhan) dan rekatkan denga plester ( adhesive dan hipafix/ micrope
untuk memfiksasi
21. Meletakan pinset dan gunting dalam bengkok yang berisi cairan
desinfektan
PENATALAKSAAN PERAWATAN LUKA

No. Revisi Halaman

0 4/4

22. Melepaskan gloves dengan bagian luar , kemudian buang kedalam tas
PROSEDUR plastik
23. Membereskan peralatan dan memberikan kenyamanan bagi klien
24. Mencuci tangan
25. Mengecek pembalut dan area luka tiap shift, mencatat di chart tentang
penggantian pembalut, penamilan luka dan gambaran cairan luka
1. UGD
UNIT TERKAIT 2. Rawat Inap