Anda di halaman 1dari 19

UNIVERSITAS BOSOWA RAHASIA

LAPORAN PRAKTIKUM KONSELING

Tujuan pemeriksaan : Praktikum Konseling


Tanggal pemeriksaan : 19 November 2010
Tempat pemeriksaan : Gedung 2, lantai 8
Pemeriksa : Nur Hartini Ramdani
NIM : 4517091017
Pembimbing : XXXXXXX

I. IDENTITAS
Nama : N
Jenis kelamin : Perempuan
Tempat dan tanggal lahir : Gorontalo, 18 Desembr 2002
Suku Bangsa : Gororntalo
Agama : Islam
Anak ke : 1 dari 2 bersaudara
Pekerjaan : Mahasiswi
Pendidikan : SMA
Alamat : Jl. P I Kota Makassar

Nama Ayah : A
Usia Ayah : 52 Thn
Suku Bangsa : XXXX
Agama : Islam
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Jl. A Kota XXX

Nama Ibu : Y. R

1
UNIVERSITAS BOSOWA RAHASIA

Usia Ibu : 46 Thn


Suku Bangsa : XXXX
Agama : Islam
Pendidikan terakhir : Sarjana
Pekerjaan : Guru
Alamat : Jl. A Kota XXX

II. STATUS PRAESENS


S merupakan seorang mahasiswi perempuan yang berumur 18 tahun

dan sedang kuliah jurusan psikologi . S memiliki postur tubuh yang agak

kecil dengan tinggi badan sekitar 154 cm dan berat badan sekitar 46 kg. S

memiliki kulit berwarna sawo matang, memiliki bentuk wajah bulat, dan

memiliki mata yang lebar. S memakai jilbab berwarna hitam, juga

mengenakan kemeja berwarna kuning dengan bawahan jeans yang selaras

dengan warna kudungnya.


S terkesan ramah, hal ini dilihat dari S yang tersenyum kepada

konselor, ketika konselor mengajaknya untuk masuk ke ruangan. S

berjalan agak pelan-pelan saat memasuki ruangan. Kemudian S duduk

berhadapan dengan konselor. Pada saat konselor memberikan prolog, S

mendengarkan sambil menatap kearah konselor dan sesekali terlihat

menganggukkan kepalanya. S meletakkan kedua tangannya diatas meja

dan meletakkan kakinya di pijakan kursi ketika bercerita.


S berbicara dengan intonasi suara yang keras. S duduk dengan

posisi agak condong ke depan, tetapi S menunjukkan sikap yang

baik dan sopan selama pemeriksaan, dilihat dari S yang tidak

2
UNIVERSITAS BOSOWA RAHASIA

melakukan gerakan yang membuat kebisingan atau yang

membuat orang disekitar terganggu.

III. Latar Belakang Konseling/Keluhan


S mengeluhkan masalah sehari-hari yang dihadapinya, kenapa teman-
temannya menceritakan S kepada orang lain sebagai cowok playboy dan di depan
S temannya bersikap baik, padahal selama ini S sangat baik kepada teman-
temanny dan S juga mengeluhkan hubungannya dengan pacarnya.

IV. Asesmen Singkat Mengenai Kondisi Klien


ATTENTION SPAN
Dalam hal atensi klien terhadap sesi konseling sangat memperhatikan
semua pernyataan yang di ajukan oleh konselor.

CITRA DIRI
S memiliki persepsi terhadap dirinya kurang, S merasa selama ini S selalu
berbuat baik kepada teman-temannya akan tetapi dibelakang S, teman-teman S
menceritakan kepada orang lain tentang diri S yang katanya seorang cowok
playboy. S merasa apa yang menjadi kekurangannya sehingga orang lainnya
sampai berkata demikian.

TAMPILAN FISIK
S terlihat sangat memperhatikan penampilan fisiknya. S terlihat bersih
dan rapi dalam berpenampilan (dibuat lebih detail).

KECAKAPAN VERBAL
Dalam berbicara S memiliki suara yang cukup jelas. Dalam bertutur kata S
terlihat santun dan terkadang S menganggukkan kepalanya apa yang dikatakan
oleh konselor. (melampirkan data verbatim).

3
UNIVERSITAS BOSOWA RAHASIA

FUNGSI AFEKTIF
Secara fungsi afektif S mampu mengekspresikan perasaannya kepada
orang lain.

FUNGSI INTERPERSONAL
S dalam fungsi afektifnya mampu mengekspresikan perasaannya dan hal
ini berpengaruh kepada hubungan interpersonal, S memiliki minat yang besar
terhadap orang lain sehingga apa yang teman S butuhkan, S biasanya membantu
temannya.

V. Sekilas Tampilan Awal Klien


 Menarik
 Terlibat
 Bersahabat
 Sosial
 Termotivasi

Konselor yang meng’intake’ : Disposisi :


Klien disarankan untuk
Bertemu konselor :

xxxxxxxxx
______________________ _________________________
Tt dan nama jelas Tanggal: 19 November 2010

4
UNIVERSITAS BOSOWA RAHASIA

Percakapan Keterangan (Teknik Konseling, data


observasi).
Konselor : Assalamu Alaikum Wr.Wb, Selamat siang
Klien : Waalaikum Salam Wr.Wb
Konselor :Perkenalkan nama saya Nur Hartini Ramdani,
Mahasiswa psikologi. Semester 5. Pada hari ini kita
akan melakukan praktikum mata kuliah konseling,
namun sebelum itu saya minta anda terlebih dahulu
untuk mengisi IC dan juga lembar RH.
Klien : Baiklah
Konselor : sebelum kita mulai, kita berkenalan terlebih dahulu,
boleh saya tahu namanya lengkap?
Klien : jadi nama saya Nurfadhila Linggile
Konselor : Tempat tanggal lahirnya dimana ?
Klien : saya lahir di Gorontalo, tanggal 18 desember
Konselor : Jadi kita ini orang Gorontalo?
Klien : Iya kak
Konselor : Kenapa bisa mau kuliah di Makassar, padahal ada
banyak universitas di Gorontalo?
Klien : sebenarnya anunya lebih, lebih…. maksudnya kalau
lulusan dari luar itu saat melamar kerja di Gorontalo,
kayak lebih diutamakan yang lulusan dari luar begitu,
dari luar daerah
Konselor : jadi langsung ke makassar
Klien : iya, terus juga psikologi kan tidak ada di Gorontalo,
jadi..
Konselor : ooo, jadi itu yang membuat mu ke Makassar?
Klien : iya
Konselor : sejak kapan, darimana dapat informasi itu?
Klien : Psikologi?
Konselor : iya
Klien : ehhh…, nanti pas kelas 3 SMA

5
UNIVERSITAS BOSOWA RAHASIA

Konselor : baru-baru?
Klien : iya
Konselor :jadi.. ehh.. Pas ke Makassar ini kan tidak langsung di
sinilah, di universitas mana dulu?
Klien : Di UNM
Konselor : ambil Psikologi ?
Klien : Psikologi juga
Konselor : Jadi..mmm psikologi, selain psikologi apa lagi di
daftar di sana?
Klien : ehhhh…… yang apa? Yang…
Konselor : selain psikologi, jurusan apa lagi yang di daftar?
Klien : ndak ada, psikologi ji
Konselor : psikologi ji?, ndak mendaftar di unhas begitu?
Klien : ehhh…di unhas itu jalur SBMPTN, SBMPTN, yang
ehhh….SBMPTN kan dua pilihan, yang pertama saya
pilih unhas psikologi, terus….terus yang kedua saya
ambll universitas negeri Gorontalo biologi, terus
lulusnya cuma biologi, dan saya kan ehh.. saya pilih
biologi itu karna, kayak cuma untuk cadangan
begitu..terus lolosnya disitu nah. Ambil UNM jalur
mandiri
Konselor : oooo, jalur mandiri UNM, jadi pas mendaftar ke
bosowa ini, dari mana dapat informasi?
Klien : dari kakak, karena pas pengumuman itu.. mandiri
UNM,kan ndak lulus, terus, ehh… cari-cari kalau yang
anak psikologi di mana?, di sini ada, ada fakultas
psikologinya, terus di bilang bosowa ada
Konselor : hmmmm…, jadi orang tua itu setuju ji
Klien : setuju
Konselor : karna biayanya di sini mahal apalagi jauh dari
orangtua
Klien : lebih mahal UNM, 8,5 per semester
Konselor : sekarang tinggal disini dimana? kost?
Klien : kost, di jalan Pampang
Konselor : Sendiri?
Klien : sendiri
Konselor : ehhh….orang tua itu sering telpon-telponan begitu?
Klien : sering, tiap hari pasti,, lebih dari tiga kali (tertawa)
Konselor : ehh.. bagaimana keadaanya hari ini?
Klien : Alhamdulillah baik-baik
Konselor : baik-baik ji, ndak ada apa-apa begitu?

6
UNIVERSITAS BOSOWA RAHASIA

Klien : ndak ada


Konselor : ehh…ada, kendala-kendala selama berkuliah di sini
Kline : ehhh…., kendala….., mungkin….belum ada, mungkin
belum ada (tertawa)
Konselor : kalau kendala-kendala di luar, di luar selain di dunia
kampus begitu?
Klien : oooo, kalau itu, kalau misalnya mau kerja tugas,
terus kalau misalnya ada yang janjian, misalnya di
café begitu terus,jam malam, kayak ndak bisa ikut,
karena….
Konselor : dilarang begitu?
Klien : iya, karena takut keluar toh kan Makassar itu,
terkenalnya karena rawan yang begitu-begitu
Konselor : orang tua juga larang ki?
Klien : ndak, orang tua tidak larang, tapi, maksudnya
pulangnya jangan terlalu malam begitu, atau di
sarankan kalau kerja tugas begitu di kostnya saya saja
begitu , jadi saya ndak keluar
Konselor : ehhhh… jadi,nah jadi di sini kita itu boleh
menceritakan masalah tentang apa saja, tentang
masalah sekarang atau masa lalu, atau bagaimana
nanti kedepannya , ceritakan mi apa saja
Klien : tentang apa? (tertawa)
Konselor : terserah
Klien : apa saja?
Konselor : iya
Klien : ehhhh….
Konselor : adakah masalahnya sekarang, atau masalah yang
lalu-lalu , dulu
Klien : oooo, itu ada, tentang biaya, yaaaaa, namanya jauh
dari orang tua kan, biaya pasti itu.. tinggi sekali, terus
kost, maksudnya untuk tiap bulan itu, kayak banyak
sekali pengeluaran begitu, terus di gorontalo juga,
eh… ada adik, ada adik yang di…. Biaya iii kan , jadi
kayak pasti sering-sering masalah biaya-masalah
biaya begitu-begitu ji
Konselor : ehhh, ndak ada yang lain begitu , masalah yang
selain masalah financial atau masalah keluarga
begitu
Klien : ndak ada sih, klau ini baik-baik saja
Konselor : yakin?

7
UNIVERSITAS BOSOWA RAHASIA

Klien : iya
Konselor : atau maslah ke hubungan-hubungan gitu?
Klien : ihhhh, ndak, belum
Konselor : ceritakan mi apa lagi, ehh… bagaimana cara mu
hadapi masalah finansial, yang tadi itu ?
Kiien : kalua saya sih lebih ke sholatnya, lebih ke tuhan
begitu, tifak yang………. Begitulah (tertawa), susah
diceritakan kak (mata mulai berkaca-kaca)
Konselor : kenapa ?
Klien : karena toh, ada bawaan sama orang tua begitu (suara
bergetar)
Konselor : ndak apa-apa
Klien : ndak ji
Konselor : ndak apa-apa, di sini mi yang bisa dikeluarkan,
keluarkan mi
Klien : ndak biasa menangis di depannya orang (sambil
tertawa)
Konselor : ndak apa-apa ji
Klien : iii baru mau cerita, mau menangis (menangis sambil
tertawa), Astagaaaa
Konselor : di sini mi nanti, kita kayak, kita cari sam-sama jalan
keluarnya
Klien : ndak bisa ka cerita (menangis sambil tertawa)
Konselor : menangis mi dulu
Klien : (menangis) mmmm…. Itu kan soal masalah biaya,
(tertawa sambil menangis), ndak bisa ka
Konselor : tenangkan mi dulu
Klien : (menangis) , itu sampai orang tua, kayak mama
dengap papa itu (menangis)
Konselor : ndak apa-apa, ndak apa-apa, pelan-pelan
Klien : (masih menangis, sesekali tertawa), sedikit-sedikit
berkelahi begitu terus….(suara bergertar), sampai-
sampai papa itu toh, kayak mengeluarkan
(menangis), kayak apa begitu, kayak, papa itu toh
kerjanya bisnis begitu, kayak wirausaha, banyak itu
kerjanya, terus kan kayak cari-cari partner bisnis
begitu toh, terus beberapa kali ditipu orang
Konselor : di tipu orang?
Klien : kayak, uang begitu beberapa kali diipu orang, di
bawa lari orang begitu (masih menangis), terus kalau
misalnya ehh… rekan-rekan bisnisnya ini toh datang

8
UNIVERSITAS BOSOWA RAHASIA

kerumah pinjam uang dengan sejumlah begini, pasti


langsung dikasih, tapi kalau soal, kayak anak-anaknya
begitu, kayak….kayak di…. di apa begitu dih, kayak…
Konselor : diurusan belakang kan begitu ?
Klien : kayak diperhitungkan begitu kalau dengan anak
(masih menangis), terus ehh… kan sekarang saya
sudah ada adik angkat, masih kecil, terus kayak lebih
diutamakan ini adik kecil ini ketimbang anak
kadungnya dua sekolah, terus kalau misalnya
berkelahi soal biaya begitu, pasti sedikit-sedikit na
bilang ke mama ku eh…. Mau di ceraikan begitu
(suara bergetar), jadi saya di sini toh berpikiran bgitu
jadi (menangis), jadi sekarang itu toh , cari-cari kalau
ada yang buka anu, kalau ada yang buka lowongan
pekerjaan itu untuk mahasiswa, biar toh, bisa anu
masalah biayanya, biar ndak, ndak anu di sana
Konselor : ndak menyusahkan, mencoba membantu begitu
Klien : tapi setelah dicari-cari katanya kalau di Makassar itu
ndakada yang buka perkerja part time malam
Konselor : iya memang ndak ada, susahhh sekali, berapa kali
biasa yang sering dikatakan ayah ke ibu kata cerai,
sering-sering begitu?
Klien : ndak, tidak tau mi juga, karena baru satu kali di kasih
tau mama ku (suara bergetar) di saya, baru satu kali
di kasih tau. Tetapi tidak tau sudah berapa kali
ngomomg begitu
Konselor : pernah bertengkar keras itu di depan ta begitu?
Klien : ndak
Konselor : ooooo, ini bentuk, bentuk apa yah, bentuk kasih
sayang ke anak angkatnya , maksudnya kayak
bagaimana?
Klien : kayak, lebih diutamakan begitu anak angkat ini,
maksudnya kalau mengeluarkan uang untuk anak
angkanya ini, kayak boros sekali begitu, biar ndak ada
gunanya, dibeli begini begitu, terus kayak anak-
anaknya yang sekolah diperhitungkan sekali
Konselor : kayak dibilang, disuruh hemat begitu?
Klien : iya, kayak di bilang terlalu boros lah ini itu , padahal
biasanya, contoh untuk beli buku, begitu-begitu di
bilang boros ini itu, di bilang eh…, di bilang-bilang
ehh….”bohong ini beli buku bohong”

9
UNIVERSITAS BOSOWA RAHASIA

Konselor : pernah di bilang begitu ?


Klien : iya
Konselor : bagaimana perasaan nya?
Klien : (menangis), saya itu kalau dibilang begitu , yahhh
diam-diam mi, ndak mungkin juga melawan, pasti
diam.
Konselor : ini kapan na angkat orang tua ta?
Klien : ehhh….. sekarang dia 2 tahun, dari umur 6 bulan di
angkat
Konselor : di angkat karena kenapa?
Klien : ini ini adik angkat, eh.. saudara tiri, eh.., iya,
anaknya saudara tiri mamaku, jadi mamanya si adik
ini satu umuran sama saya begitu, terus itu mama
toh ndak tahu, belum tau urus anak begitu, anak
kecil di kasih minum kopi, jadi kita yang ambil.
Konselor : sampai sekarang masih dirawat gitu?
Klien : iya
Konselor : ehh…bagaiman cara mu, apa yah, adakah cara lain
untuk membantu orang tua selain mencari kerja?
Klien : ndak ada Cuma itu, pokoknya sekarang itu cari-cari
ehhh… atau pekerjaan apa
Konselor : oooo, jadi pernah, mungkin pernah orang tua ta
adu mulut ki pas mau ki kuliah di sini, kan di sini
mahal, swasta
Klien : hmmmm…. Pernah tapi bukan orang tua, tapi antar
saya dengan papa, tapi itu, ehh… karna kan satu
minggu sebelum kesini ada perkemahan, terus saya
kan apa, panitianya di situ , terus ndak di kasih ijin
ikut karna adik saya, anu, eh.., apa ini, masuk,
pertama masuk SMA, kayak ada…, ehh....LDK-nya
begitu, ehh… tiga hari LDKnya, terus kebetulan
bertabrakan dengan kegiatan saya, terus dirumah
yang di..kan, rumah yang di kota sama rumah yang di
kampung, terus ki adik saya ini, dirumah di kota,
karena sekolah kan disitu, terus saya disuruh jaga
adik saya ini yang LDK, karna ndak ada yang jaga di
rumah itu, dan saya tidak mau karena mau ikut itu
perkemahan kan, terus terjadi percekcokan, dia
bilang kalo ndak mau menjaga adik kata, dia bilang
ndak usah kuliah,dia bilang sudah susah-suah beli
rumah di kota tapi kuliah tetap ndak di situ,

10
UNIVERSITAS BOSOWA RAHASIA

maksudnya ndak di Gorontalo, maksudnya sengaja


sudah dibeli di situ supaya dekat kampus, dekat
sekolah
Konselor : kayak menghemat lagi?
Klien : iya, terus , terus eh… itu bercekcok, saya bilang eh…
biar ndak usah kuliah buang-buang juga kuliah,
pokoknya terjadi adu mulut
Konselor : sampai berapa hari adu mulutnya?
Klien : satu, ehhh…, dua hari, dua hari saya ndak bicara
dengan papa ku, sebenarnya sudah di ajak bicara
sorenya, papa ku sudah ajak saya bicara, tapi saya
yang ndak mau bicara
Konselor : jadi bagaimana bisa dapat izin untuk bisa berkuliah
sini?
Klien : ndak, maksudnya orang tua mungkin karna di
pikirnya , itu apah, emosinya sesaat ji , cuma saat itu,
begitu, kayak papa saya itu, begitu cuma pas nya itu
dianya emosi, tapi setelah ini mungkin satu jam dua
jam sudah kembali lagi seperti biasa begitu, tidak
yang anu..
Konselor : jadi agak berat juga yah, eh… kalau biaya hidup di
sini berapa ?
Klien : kalau biaya hidup di sini perbulannya?
Konselor : iya , berapa di kasih ki ortu ta?
Klien : nah itu lagi, kalau kost tiap bulan itu 1,5, diluar air
Konselor : di luar listrik?
Klien : iya, diluar listrik tanggung sendiri, karena pake
token, terus belum jajan , belum ini itu, banyak
makanya , itu toh saya mau , saya menawarkan,
sudah beberapa kali saya tawarkan, saya bilang saya
mau cari kost yan dibawah harganya , tapi ndak di
kasih, karena kan waktu saya pertama sini kan
mereka ikut, jadi dilihat ini kondisi lingkungan,
situasi, kayak aman sekali di kost, di kost situ, jadi
ndak dikasih, ndak di kasih keluar, tapi klau ndak
keluar , itu yang jadi masalahnya selalu itu itu itu,
begitu kayak masalahnya disitu-situ saja, terus kalau
saya mau ini, mau pindah kost, tidak diizinkan,jadi
saya juga bingung, makanya sekarang itu cari-cari
Konselor : kost yang murah?
Klien iya cari-cari yang anu , yang bisa dikerjakan

11
UNIVERSITAS BOSOWA RAHASIA

Konselor : hmmm, jadi pas cari-cari kost ini toh, eh…. Apa…,
kenapa pilih kost …
Klien : kenapa pilih kost yang itu ?
Konselor : iya
Klien : karena saya toh , karena saya sudah keliling di samping
kampus sudah liat tapi tidak memungkin kan sekali,
maksudnya ruangannya iya bagus, kamarnya bagus,
tapi dak ada ventilasi satu pun jadi udara lewat,
Cuma lewat,pintu , terus saya kan ndak bisa kena
kipas angin, pasti sesak napas kalau kena kipas angin
Konselor : ada penyakit ta
Klien : ndak penyakit, cuma ndak tau kenapa, kayak bukan
sesak napas juga,kayak tersumbat hidung
Konselor : langsung tersumbat hidung
Klien : iya, biar Cuma ujung kaki yang kena kipas angin itu,
langsung (tertawa), terus memasaknya juga , bukan,
ndak disediakan dapur, terus cuci piringnya di kamar
mandi, jadi saya itu yang, saya mau hidup empat
tahun di tempat seperti ini kan tidak mungkin, terus
saya pergi kebelakang kampus, baru-baru jalan itu
apa, selokannya bau sekali , jadi ndak terus, kita cari
yang di depan, nyebrang ada beberapa kost tapi full
semua , jadi tinggal itu yang kosong
Konselor : adakah masalah lain selain masalah finansial gitu?
Klien : masalah seperti ?
Konselor : seperti kayak, pasti lah ada masalah ketika lagi,
selama hidup di sini lah
Klien di sini? Ehh…. Belum ada sih sejauh ini, belum ada
Konselor : okeee, yakin ? kalaumasalah pertemanan/pergaulan?
Kan masih maba ya
Klien : ndak ada sih, aman-aman saja pertemanan
Konselor : ehhh. Oiya, bagaimana, kan disini tadi , ada ka,
kayak sudah mi pernah cerita kan rencananya untuk
mau pindah kost itu ke orang tua?
Klien : iya sering
Konselor : tapi?
Klien : itu, tapi selalu di bilang jangan di situ aman, begitu-
begitu, selalu begitu
Konselor : adek sekarang SMP le? SMP apakah di sini? SMA?
Klien SMA, kenapa?
Konselor : masih apa yah, masih aman-aman ji hubungan ta

12
UNIVERSITAS BOSOWA RAHASIA

dengan adektan begitu?


Klien : aman, aman-aman
Konselor : hubungan ta dengan adek angkat ta , ndak ada?
Klien : ndak ada, ndak pernah cari-cari masalah dengan ..
Konselor :saat ini eh…apa ada, kalau masalah yang apa? Ada
lagi, bagaimana , bisa ceritakan bagaimana nanti ke
masa depannya kan memang dari psikologi toh,
bagaimana rencana masa depannya?
Klien : nah kalau untuk itu, saya masih…masih berpikir sekali
mau… setelah insya allah amin lulus S1 mau…mau
lanjut S2 aminn (tertawa), mau langsung lanjut S2
atau masih mau cari kerja dulu, terus kuliah S2-nya
pake biaya sendiri begitu, kan kayak sekarang itu
masih dipertimbangkan sekali, terus sudah dapat
dorongan dari….orang tua dia bilang kalau S2 ambil
kedokteran, ambil kedokteran, kayak di paksa sekali
begitu, terus saya bilang, saya bilang iya papa ini
baru semester 1 saya bilang begitu, banyak sekali dia
bilang, dia bilang pokoknya ambil kedokteran karena
toh di daerah kita itu kayak butuhb sekali tenaga-
tenaga begitu , jadi kalau ada, maksudnya kalau yang
begitu-begitu yang jarang-jarang di sana toh, pasti
langsung diterima kalau soal pekerjaan , begitu
Konselor : kalau orang tua pengen kau jadi psikologi?
Klien : tidak, psikologi maunya saya
Konselor : maunya kamu ?
Klien : iya
Konselor : tapi oarng tua mu maunya kedokteran?
Klien : iya
Konselor : jadi, jadi pernah adu cekcok begitu pas
Klien : ndak, belum, karena itu di kasih tau kuliah S2-nya
kedokteran itu nanti saya di sini, nanti kalau misalnya
menelpon atau video call pasti, pasti itu dibahas,
begitu
Konselor : pernah merasa risih begitu?
Klien : ehh.. tidak, pokok nya yang saya jawab saya bilang
ehhh… iya papa baru semester 1ini
Konselor : jadi rencana nanti S2, itu apa tadi? S2 mau..
Klien : pokoknya rencana kalau misalnya insya allah lulus
s1 ini mau kerja dulu atau langsung lanjut, itu ji yang
masih jadi pertimbangan sekarang, di piker-pikir

13
UNIVERSITAS BOSOWA RAHASIA

Konselor :biaya yah?


Klien : iya, iya karena selalu masalah, maksudnya yang
membuat orang tua selalu cekcok ini cuma masalah
biaya ini, begitu
Konselor : ibu kerja apa?
Klien : ndak ad
Konselor : ibu rumah tanggan
Klien : (menganggukkan kepalanya)
Konselor : kan mau jadi psikolog yah, apa , ada merasa
kesulitan ketika belajar psikologi?
Klien :psikilogi?
Konselor : iya
Klien : hmmmm.. belum ada sih sejauh ini, masih, masih
hal-hal wajar
Konselor : kan masih baru yah
Klien : iya
Konselor : belum mengenal namanya psikologi, kan pas
masih SMA kelas 3 iya toh baru kenal psikologi ,
bagaimana cara mu kayak memahami, semua materi
yang baru mu tau begitu?
Klien : kan sudah ada bukunya, jadi sudah di baca-baca
Konselor : jadi, jadi merasa kesulitan ji toh?
Klien : Alhamdulillah sejauh ini belum (tertawa)
Konselor : ehh….. jadi ini masalah lebih ke anu leh lebih ke
masalah finansial , jadi kalu masalah keluarga tidak
pernah ji terlalu, apa yah terlalu kayak sampai apa
gitu eh..
Klien : ohhh, ndak
Konselor : ndak ji?
Klien : ndak, itu saja adu mulut, Cuma begitu ji ,Cuma karna
saya memaksakan kehendak biar ikut itu apa,
perkemahan , akhirnya jadi cekcok begitu
Konselor : ini baru-baru kah adu cekcok begitu?
Klien : iya , satu minggu sebelum ke sini (tertawa)
Konselor : jadi satu minggu sebelum ke sini?
Klien : iya
Konselor :Jadi dulu-dulu itu ndak pernah pi liat?
Klien : ndak ada, jarang sekali
Konselor : eh…pas pemilihan apa ya, pemilihan jurusan ini,
bagaimana cara mu bisa menyakinkan orang tua mu
untuk bisa pilih psikologi ini?, kan dia dari dulu

14
UNIVERSITAS BOSOWA RAHASIA

pengen banget kedokteran


Klien : kalau… orang tu asaya itu , yang memang dari dulunya
apapun keputusan yang ini itu, diserahkan langsung
kepada saya begitu
Konselor :ndak memaksa?
Klien : iya , jadi mereka tidak pernah mengikut campur,
misalnya keputusan saya begini, jadi dia biarkan, apa
misalnya contoh , kalau misalnya saya bertanya atau
meminta saran begitu, lebih bagusnya di sini atau di
sini, pasti di bilang terserah karna yang menjalani
saya, bilang begitu, jadi kayak dari dulu memang di
ini , terserah saya begitu, jadi saya menyakinkan saja
bilang, saya mau psikologi in, karena di Gorontalo
belum ada psikologi , begitu
Konselor : psikologi ndak ada memang jurusan psikologi di
sana?
Klien : ndak ada sama sekali tidak ada
Konselor :begitu…., tapi kenapa kan , tapi kan katany semua
apa itu, semua urusan ta itu dari kita toh, tapi
kenapa sampai sekarang..
Klien : apa, soal kedokteran itu?
Konselor : iya
Klien : mungkin karena papa sekarang, kayak sedikit-sedikt
liat , liat berita atau liat apa begitu yang, yang ada
sangku pautnya dengan ini, dengan kesehatan-
kesehatan ini, memang sebelum saya dipaksa untuk
masuk anu, eh… farmasi, sama apa…, keperawaatan,
tapi saya bilang saya lulusan ips, jadi saya akan
sangat-sangat sangat, susah kalau masuk jurusan
yang ipa , yang kesehatan begitu, kan lulusan ipa,
juruan khusus ipa, bukan khusus juga, maksudnya
lebih dominannya , jadi saya bilang susah ka nanti
saya, terus , pokoknya semua keluarga itu,
pengennya saya keperawatan, farmasi, pokoknya
berbau kesehatan
Konselor :oooo, jangan dulu, di keluarga ta ada yang ,apa itu,
yang
Klien : yang dari kesehatan begitu?
Konselor : hmmm, iya
Klien : ada, tapi keluarga jauh, kalau yang dekta-dekat
banyak yang guru , terus kayak semua bilang ambil

15
UNIVERSITAS BOSOWA RAHASIA

mi kesehatan, keperawatan, begini, begini, terus saya


diam ji, saya diam ji, terus ada tante ku, karena
mungkin sudah pengalaman di anaknya , dia bilang
jangan dipaksa ini contoh anak ku dipaksa di jrusan
ini yang dia tidak mau , akhrnya putus di tengah jalan
Konselor : pernah merasa terbebani sebagai anak pertama
gitu?
Klien : tidak
Konselor : ndak dari tuntutan orang tua gitu ?
Klien : mungkin ada tapi tidak yang membuat saya
terbebani, tidak yang terbebani, tidak terbebani
(tertawa)
Konselor : eh. Apa lagi, ehh..pernah kayak merasa terbebni
begitu dengan masalah-masalah mu yang kayak
masalah beban finansial yah, secara emosional gitu?
Pernah sampai ndak bisa tidur
Klien : ohhh, tidak
Konselor : kan ini, banyak biaya buku yang mau di anu toh
dibayar ?
Klien : iya
Konselor :bagaimana cara mu minta ki?
Klien :saya tidak pernah minta
Lonselor : lalu?
Klien : jadi saya tunggu nanti dikirim begitu, maksudnya
kalau misalnya ehh… pokoknya kalau saya sudah mau
habis uang ku di sini, saya tidak perah mak kirim
uang gitu, pak kirim uang , uang sudah habis , ndak
pernah, jadi saya tunggu mereka mengirim begitu,
tetapi untuk bayar kost sudah ada tanggalnya, setiap
tanggal 20, jadi setiap tanggal 20 uang kost pasti di
kirim begitu
Konselor : jadi kalau anggap tiba-tiba habis uang jajan gitu
Klien : na, saya cukup-cukup pi , karna toh ada jatahnya,
ehh… beberapa hari begini, berapa hari begini gitu,
tapi biasanya kan kalau misalnya sabun cuci pakaian
habis, jadi saya harus pakai uang jajan ku, jadi
kucukup-cukup pi mi , Cuma tidak pernah itu kayak
mengeluh , habis uang pak kirim saja hari ini ndak
ada
Konselor :untuk mengurangi beban orang tua gitu
Klien : iya

16
UNIVERSITAS BOSOWA RAHASIA

Konselor : ehhh… pernah, kayak merasa iri ketika melihat


teman-teman , kau orangnya suka keluar jalan gitu?
Klien : tidak, sama sekali tidak sangat tidak suka , teman-
teman ku di sini yang ini, kalau ajak ayo dillah nonton
, pasti saya bilang ndak deh , ndak ad uang ku pasti
begitu , padahal toh, sebenarnya bagaimana yah,
memang dari dulu memang saya kan 9 tahun tidak
tinggal dengan orang tua dengan tante ku, saya itu
sudah dibiasakan kayak, jangan mi boros-boros
jangan mi buang yang tidak betul-betul diperlukan ,
jadi tidak pernah itu merasa iri , kalau misalnya
mereka nonton ini, saya biasa aja begitu, ndak
pernah merasa ihh saya belum nonton itu, saya juga
harus nonton
Konselor : jadi apa yah, kalau pergi-pergi teman mu gitu
Klien : kalau pergi-pergi, pergi mi saja
Konselor : ngumpul-ngumpul gitu ndak ikut?
Klien : ehh… paling banyak sih kalau sekarang kumpulnya
di kost ku jadi tidak yang bagaimana
Konselor : adakah teman yang tidak mu sukai dikelas mu?
Klien : ndak ad sih semua baik
Konselor : yakin
Klien : iya , asik semua, tidak ada yang maksudnya kalau
misalnya mau tanya tugas atau apa, pasti cepat
mereka respon tidak ada yang
Konselor : masih baru
Klien : mungkin masih baru

17
UNIVERSITAS BOSOWA RAHASIA

TUGAS MATA KULIAH KONSELING


DOSEN PEMBIMBING : XXXXXXXX

LAPORAN PRAKTIKUM KONSELING

OLEH :
xxxxxxxx 20050009003

18
UNIVERSITAS BOSOWA RAHASIA

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI


xxxxxxxxxxx
2010

19