Anda di halaman 1dari 5

Terapi Keluarga Pada Klien Waham

1.1 Latar Belakang


Waham merupakan salah satu jenis gangguan jiwa. Waham sering ditemui pada
gangguan jiwa berat dan beberapa bentuk waham yang spesifik sering ditemukan pada
penderita skizofrenia. Semakin akut psikosis semakin sering ditemui waham
disorganisasi dan waham tidak sistematis. Kebanyakan pasien skizofrenia daya tiliknya
berkurang dimana pasien tidak menyadari penyakitnya serta kebutuhannya terhadap
pengobatan, meskipun gangguan pada dirinya dapat dilihat oleh orang lain (Tomb,
2003 dalam Purba, 2008).
Waham merupakan salah satu gangguan orientasi realitas. Gangguan orientasi
realitas adalah ketidakmampuan klien menilai dan berespons pada realitas. Klien tidak
dapat membedakan rangsangan internal dan eksternal, tidak dapat membedakan
lamunan dan kenyataan. Klien tidak mampu memberi respons secara akurat, sehingga
tampak perilaku yang sukar dimengerti dan mungkin menakutkan.
Gangguan orientasi realitas disebabkan oleh fungsi otak yang terganggu yaitu
fungsi kognitif dan isi fikir; fungsi persepsi, fungsi emosi, fungsi motorik dan fungsi
sosial. Gangguan pada fungsi kognitif dan persepsi mengakibatkan kemampuan menilai
dan menilik terganggu. Gangguan fungsi emosi, motorik dan sosial mengakibatkan
kemampuan berespons terganggu yang tampak dari perilaku non verbal (ekspresi muka,
gerakan tubuh) dan perilaku verbal (penampilan hubungan sosial). Oleh karena
gangguan orientasi realitas terkait dengan fungsi otak maka gangguan atau respons
yang timbul disebut pula respons neurobiologi.

1.2 Tujuan
1. Tujuan Umum :
2. Tujuan Khusus : keluarga mampu :
a. Mengidentifikasi waham pasien
b. Memfasilitasi pasien untuk memenuhi kebutuhannya
c. Mempertahankan program pengobatan pasien secara optimal
3. Tujuan Hari ini : untuk mendiskusikan mengenai waham kebesaran yang di alami
Nn. I.
A. Klien
1. Karakteristik
a. Klien waham yang tidak realistis
b. Klien waham yang tidak logis
c. Klien waham egosentrik
d. Klien mengangap atau meyakini hal tersebut benar adanya
e. Tidak dapat dikoreksi
f. klien meyakini hal tersebut sebagai hal yang nyata

2. Proses Seleksi

a. Hasil observasi sehari-hari


b. Hasil diskusi kelompok
c. Dilihat dari tanda dan gejala

B. Pengorganisasian
a. Hari/tanggal : selasa, 15 Januari 2018
b. Tim Terapis : Kelompok
c. Metode : Dinamika Kelompok , Diskusi dan Tanya jawab
d. Media : Spidol, papan tulis buku, kertas
C. Proses Pelaksanaan
a. Orientasi
Perawat : “assalamualaikum, selamat siang perkenalkan nama saya
perawat L ibu bisa panggil saya perawat lilis, bu saya yang akan merawat
Nn. I . apakah benar ini dengan ibu nurmala penanggung jawab dari Nn I ? “
Keluarga : “ iya benar sus “
Perawat : “oh iya bu ibu senang nya di panggil apa? “
Keluarga : “ panggil saya ibu nurmala saja “
Perawat : “ baik bu, ibu saya akan berbincang-bincang mengenai apa
yang di alami Nn. I dan cara merawatnya di rumah waktunya kurang lebih 20
menit ya bu bagaimana bu apakah ibu bersedia ?
Keluarga : “ baik sus kalau begitu saya bersedia “
Perawat : “ bu dimana kita akan berbincang ? disini saja atau ibu mau
dimana ? “
Keluarga : “ disini saja sus, disini juga cukup nyaman “
Perawat : “ oh oke bu kalau begitu “
b. Kerja
Perawat : “ Bu masalah apa ya yang ibu rasaka dalam merawat Nn I ?
Keluarga : “ saya bingung sus apa yang di alami anak saya, anak saya suka
berbicara sendiri ketawa sendiri, menari-nari sendiri bahkan dia sering
mengaku bahwa dirinya Cinderella dan banyak sekali foto-foto Cinderella di
kamarnya
Perawat : “ ibu , ibu sebelumnya tahu tidak apa yang di alami anak ibu ? “
Keluarga : “ iya saya tahu anak saya mengalami waham tapi saya kurang
paham apa itu waham ? “
Perawat : “ bu anak ibu kan mengaku sebagai Cinderella tetapi nyatanya
bukan Cinderella, nah ini namanya waham bu, waham itu gangguan proses
pikir yang tidak dapat membedakan lamunan dan kenyataan sebenarnya
waham itu banyak jenisnya ada waham agama, waham erotomatik waham
somatic, waham kebesaran nah anak ibu termasuk dalam waham kebesaran
dimana klien meyakini memiliki bakat/ wawasan yang luar biasa, anak ibu
mengaku sebagai Cinderella dari tanda-tanda nya juga waham kebesaran itu
waham tinggi kemampuan, kekuatan, pengetahuan, identitas hubungan khusu
dengan orang terkenal
Keluarga : “ oh begitu ya sus sekarang saya paham, lalu bagaimana tindakan
seharusnya yang harus saya lakukan dan bagaimana cara merawatnya “
Perawat : “ sekarang anggap saja saya anak ibu yang sedang mengaku
sebagai Cinderella, coba ibu praktekan cara ibu bicara yang ibu biasa lakukan
bila Nn.i sedang dalam keadaan mengaku sebagai Cinderella
Keluarga : “(mempraktekan), kak kenapa kakak mengaku sebagai Cinderella
?“
Perawat : “ nah cara ibu bertanya itu sudah benar, sekarang coba praktekan
cara memberikan pujian atas kemampuan yang di miliki Nn. I “
Keluarga : “ih kak kamu ternyata bagus lebih hebat lebih cantik dari
Cinderella . “
Perawat : “ Ibu seharusnya ibu memberikan pujian, memuji tapi tidak
berlebihan kalau sp 1 itu ibu seperti mendukung dia akan semakin tergila-gila

Keluarga : “ oh begitu ya sus boleh suster mencontohkan pada saya “
Perawat : “ misalkan anak ibu sedang memperlihatkan tanda dan gejala dari
waham ibu dengarkan terlebih dahulu, tapi jangan sampai ibu seperti
mendukung ibu boleh menanggapi nya dengan tersenyum dan ibu beri tahu
atau gali kelebihan yang di miliki oleh anak ibu dan yakinkan kelebihan itu
akan lebih bermanfaat. “
Keluarga : “ oh iyaa sus kalau begitu “
Perawat : “iya bu dengan teknik ini akan berhasil menyadarkan realita yang
ada “
Keluarga : “ oh iya “
Perawat : “ bagaimana cara ibu mempertahankan pengobatan untuk anak
ibu”
Keluarga : “ saya terus memotivasi dan memodifikasi obat itu agar obat ibu
masuk dan dia meminum obat “
Perawat : “ tapi obat itu bisa masuk bu ? dan ibu selalu yakin bahwa obat itu
masuk ? “
Keluarga : “ya saya yakin sus obat itu masuk, karena saya ingin anak saya
sembuh .
Pasien : “oke cara ibu seperti itu baik ya bu “.

c. Terminasi
Perawat : “ bu bagaimana perasaan ibu setelah kita berbincang-bincang cara
merawat Nn. I di rumah ?
Keluarga : “saya senang dan lebih mengerti sekarang
Perawat : “ sekarang coba ibu jelaskan kembali apa yang saya tadi sudah
jelaskan ? “
Keluarga : “ ya jadi intinya saya tidak boleh mendukung apa yang anak saya
lakukan , saya juga tidak boleh memuji terlalu berlebihan saya juga harus terus
memotivasi dan memodifikasi supaya anak saya masuk dan mau untuk minum
obat dengan teknik ini akan berhasil menyadarkan realita yang ada . “
Perawat : “jadi kesimpulannya benar ya bu apa yang ibu katakan tidak boleh
terlalu memuji terlalu berlebihan dan tidak boleh mendukung apa yang dia
lakukan waham itu klien tidak dapat membedakan rangsangan internal dan
eksternal, tidak dapat membedakan lamunan dan kenyataan, dan anak ibu
termasuk kedalam waham kebesaran tanda-tanda waham kebesaran itu
waham tinggi kemampuan, kekuatan, pengetahuan, identitas hubungan khusus
dengan orang terkenal

Perawat : “ baik lah , bagaimana kalau 3 hari yang akan datang saya akan
datang kembali kesini dan kita akan berbincang-bincang kembali mengenai
Nn. I
Keluarga : “baik sus “
Perawat : “ kira- kira jam berapa ibu bisa bertemu saya kembali ? “
Keluarga : “sesuai sama hari ini aja sus “.
Perawat : “oke baik kalau begitu bu saya permisi assalamualaikum
Keluarga : “waalaikumsalam . “