Anda di halaman 1dari 1

Tn.S 39 tahun, masuk melalui instalasi UGD RS.

Y oleh karena
kecelakaan lalu lintas, pada saat kejadian, klien mengendarai sepeda
motor mengalami kecelakaan sendiri di jalan yang berbelok dan
menanjak, klien jatuh ke sisi kanan terseret motor. Klien jatuh, pingsang,
tidak ingat apa-apa, tidak muntah. Setelah kejadian kedua kaki lemah
tidak bisa digerakkan, hanya terasa sakit, kesemutan, klien di bawah ke
rumah sakit dekat tempat kejadian kemudian dirujuk ke RS Y. kondisi di
IGD : keadaan umum lemah, kesadaran kompos mentis, TD 110/70
mmHg, nadi 88x/menit, pernafasan 20x/menit, suhu 36,5 derajat celcius.
Telah di lakukan pemeriksaan foto rontgen, MRI dan CT Scan
thoracolumbal dan di diagnose fraktur kompresi vertebra lumbal III
dengan stenosis spinal, klien memperoleh terapi : oksigen nasal kanul 3 L/
menit, infus aserin 20 tetes/menit, somerol 3x 250 mg, torasic drip 3x1
ampul, rantin 2x1 ampul, ceftriaxone 2x1 gram. Tanggal 2 April 2017
pukul 16:35 pasien masuk rawat inap ortopedi kelas 3, klien mengeluh
nyeri pada punggung ke bokong sampai ke kaki skala 8, bertambah saat
berubah posisi dan kaki digerakkan. Terdapat luka eksoriasi pada dagu,
lutut kanan, mata kaki kanan, hematom pada perut sebelah kanan. Kedua
ekstremitas bawah tidak dapat digerakkan, kekuatan motoric 0. Klien
dilakukan operasi dekompresi dan posterior stabilisasi tulang belakang
tanggal 5 April 2017 dengan pedicle screw+ Rod fixation. Kemudian
setelah operasi dirawat di ICU selama 3 hari. klien keluar ICU tanggal 8
April 2017 pindah ke ruang rehabilitasi lantai 4 tanggal 11 April 2017.