Anda di halaman 1dari 3

ARTRITIS REUMATOID

No Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
UKP Halaman :

PUSKESMAS H. Herfan, S.Sos


ORONG NIP. 19680505 198903 1 019
TELU
1. Pengertian Artritis Reumatoid adalah Penyakit autoimun yang ditandai dengan terdapatnya
sinovitis erosif simetrik yang walaupun terutama mengenai jaringan persendian,
seringkali juga melibatkan organ tubuh lainnya.
2. Tujuan Sebagai acuan dalam mendiagnosa dan menangani kasus Artritis Reumatoid.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas orong Telu nomor : ............. tentang Pelayanan Klinis
4. Referensi Permenkes no.514 tahun 2015 tentang Paduan Praktik Klinis bagi Dokter di
Fasyankes Primer.
5. Langkah- ANAMNESA
Langkah Gejala pada awal onset
 Gejala prodromal: lelah (malaise), anoreksia, seluruh tubuh terasa lemah yang
berlangsung berminggu-minggu atau berbulan-bulan.
 Gejala spesifik pada banyak sendi (poliartrikular) secara simetris, dapat mengenai
seluruh sendi terutama sendi PIP (proximal interphalangeal), sendi MCP
(metacarpophalangeal) atau MTP (metatarsophalangeal), pergelangan tangan,
bahu, lutut, dan kaki. Sendi DIP (distal interphalangeal) umumnya tidak terkena.
 Gejala sinovitis pada sendi yang terkena: bengkak, nyeri yang diperburuk dengan
gerakan sehingga gerakan menjadi terbatas, kekakuan pada pagi hari > 1 jam.
 Gejala ekstraartikular: mata (episkleritis), kardiovaskular (nyeri dada pada
perikarditis), hematologi (anemia).
Faktor Resiko
1. Wanita,
2. Faktor genetik.
3. Hormon seks.
4. Infeksi
5. Merokok

PEMERIKSAAN FISIK
1. Manifestasi artikular:
Bengkak/efusi sendi, nyeri tekan sendi, sendi teraba hangat, deformotas (swan
neck, boutonniere, deviasi ulnar)
2. Manifestasi ekstraartikular:
1. Kulit: terdapat nodul rheumatoid pada daerah yg banyak menerima penekanan,
vaskulitis.
2. Soft tissue rheumatism, seperti carpal tunnel syndrome atau frozen shoulder.
3. Mata dapat ditemukan kerato-konjungtivitis sicca yang merupakan manifestasi
sindrom Sjorgen, episkleritis/ skleritis. Konjungtiva tampak anemia akibat

1
penyakit kronik.
4. Sistem respiratorik dapat ditemukan adanya radang sendi krikoaritenoid,
pneumonitis interstitial, efusi pleura, atau fibrosis paru luas.
5. Sistem kardiovaskuler dapat ditemukan perikarditis konstriktif, disfungsi katup,
fenomena embolisasi, gangguan konduksi, aortritis, kardiomiopati

PEMERIKSAAN PENUNJANG
LED (laju endap darah)

PENEGAKAN DIAGNOSIS
Diagnosis RA biasanya didasarkan pada gambaran klinis dan radiografis.
Dibuat skor dari beberapa poin dibawah ini :
1. Jumlah sendi yang terlibat
a. 1 sendi besar : 0
b. 2-10 sendi besar : 1
c. 1-3 sendi kecil (dengan atau tanpa sendi besar) : 2
d. 4-10 sendi kecil (dengan atau tanpa sendi besar) : 3
e. >10 sendi dengan minimal 1 sendi kecil : 5
Sendi DIP, MTP I, carpometacarpal I tidak termasuk dalam kriteria
Yang dimaksud sendi kecil adalah MCP, PIP, MTP II-V, ibu jari, dan pergelangan
tangan. Yang dimaksud sendi besar adalah bahu, siku, lutut, pangkal paha, dan
pergelangan kaki.
2. Acute phase reactants: LED dan CRP
LED atau CRP naik : 1
3. RF atau anti CCP
a. RF dan anti CCp (-) : 0
b. RF atau anti CCP naik < 3 batas atas normal (BAN): 2
c. RF atau anti CCP naik >3 BAN: 3
4. Durasi
a. Lebih dari 6 Minggu : 1
b. Kurang dari 6 Minggu : 0
Skor 6 atau lebih dapat dibuat diagnosis Artritis Reumatoid.

DIAGNOSIS BANDING
Spondiloartropati seronegatif, SLE, Sindrom Sjogren.

PENATALAKSANAAN KOMPREHENSIF
1. Pasien diberikan informasi untuk memproteksi sendi, terutama pada stadium akut
dengan menggunakan decker.
2. Pemberian obat anti inflamasi non-steroid, seperti: diklofenak 50- 100 mg 2x/hari,
meloksikam 7,5–15 mg/hari, celecoxib 200-400 mg/sehari.
3. Pemberian golongan steroid, seperti: prednison atau metil prednisolon dosis rendah
(sebagai bridging therapy).
2
4. Fisioterapi, tatalaksana okupasi, bila perlu dapat diberikan ortosis.

KOMPLIKASI
1. Deformitas sendi
2. Sindrom terowongan karpal (TCS)
3. Sindrom Felty

KRITERIA RUJUKAN
1. Tidak membaik dengan pemberian obat anti inflamasi dan steroid dosis rendah.
2. RA dengan komplikasi.
3. Rujukan pembedahan jika terjadi deformitas.

KONSELING DAN EDUKASI


-
6. Unit Terkait Poli Umum, Apotik