Anda di halaman 1dari 17

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

“Teori Dan Konsep Penganggaran Sektor Publik”

Disusun Oleh Kelompok 5 :


Firmansyah Abdul Hakim 1810091510698
Muhammad Aidil Fitrah 1810091510709
Muhammad Ikhsan 1810091510710

Dibimbing Oleh :
Wahyu Wadri, SE, M.Ak

Prodi Akuntansi IV A

STIE BANGKINANG
2019/2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan yang maha Esa yang telah memberikan kita
nikmat, baik itu nikmat islam maupun nikmat iman.Kedua kalinya tak lupa kita
haturkan salawat serta salam kepada junjungan alam Nabi besar
Muhamamad  SAW.Yang telah menunjukkan kita jalan yang menuju kebenaran,
seperti yang kita rasakan pada saat ini.
Tidak lupa pula kami haturkan terima kasih kepada dosen yang telah
membimbing  kami dalam menyelesaikan makalah yang berjudul “TEORI DAN
KONSEP PENGANGGARAN SEKTOR PUBLIK” kami sadar bahwa makalah
ini sangat jauh dari kesempurnaan, untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan
saran dari teman-teman yang bersifat membangun kami untuk dijadikan pelajaran
ke depannya.
Akhir kata kami sebagai penyusun mengucapkan, semoga makalah ini
bermanfaat untuk kita semua.

i
DAFTAR ISI

Kata Pengatar ...........................................................................................................i


Daftar Isi .................................................................................................................ii
Latar Belakang .......................................................................................................iii
Rumusan Masalah ..................................................................................................iii
Tujuan ....................................................................................................................iii
Pembahasan .............................................................................................................1
A.Pengertian Anggaran Sektor Publik..........................................................................1
B.Fungsi Anggaran Sektor Publik............................................................................1
C.Tujuan Dan Karakteristik Sektor Publik ..............................................................3
D.Jenis – Jenis Anggaran Sektor Publik .................................................................4
E. Prinsip-Prinsip Dalam Penganggaran Sektor Publik ...........................................9
F.Prinsip - Prinsip Pokok Dalam Siklus Anggaran ...............................................11
Kesimpulan ...........................................................................................................12
Daftar Pustaka .......................................................................................................13

ii
A. Latar Belakang Masalah
Sistem anggaran sektor publik dalam perkembangannya telah menjadi
instrumen kebijakan multifungsi yang digunakan sebagai alat untuk mencapai
tujuan organisasi. Hal tersebut tercermin pada komposisi dan besarnya
anggaran secara langsung merefleksikan arah dan tujuan pelayanan
masyarakat yang diharapkan. Sejak pertengahan tahun 1980-an telah terjadi
perubahan manajemen sektor publik yang cukup signifikan dari sistem
manajemen tradisional yang terkesan kaku, birokratis, dan hierarki menjadi
model manajemen sektor publik yang fleksibel dan lebih mengakomodasi
pasar.
Sebagai sebuah sistem, perencanaan anggaran sektor publik juga telah
mengalami banyak perkembangan. Sistem perencanaan anggaran publik
berkembang dan berubah sesuai dengan dinamika perkembangan tuntutan
yang muncul di masyarakat. Anggaran sektor publik di buat untuk
menentukan tingkat kebutuhan masyarakat, seperti air bersih, kualitas
kesehatan, pendidikan , dan sebagainya agar terjamin secara layak. Anggaran
juga merupakan alat bagi pemerintah untuk mengarahkan pembangunan
sosial ekonomi, menjamin kesinambungan, dan meningkatkan kualitas hidup
masyarakat. Anggaran diperlukan untuk meyakinkan bahwa pemerintah telah
bertanggung jawab terhadap rakyat. dalam hal ini anggaran publik merupakan
instrumen pelaksanaan akuntabilitas publik oleh lembaga-lembaga publik
yang ada. Oleh sebab itu, makalah ini akan membahas tentang Penganggaran
Sektor Publik yang ada di Indonesia. Apa saja fungsi anggaran sektor publik,
tujuan, karakteristik, serta bagaimana penyusunannya.

B. Rumusan Masalah
1. Menjelaskan apakah yang dimaksud dengan penganggaran sektor publik?
2. Menjelaskan apa sajakah fungsi, tujuan,karakteristik, jenis jenis,prinsip-
prinsip ,dan prinsip -prinsip pokok dalam siklus anggaran sektor publik ?

C. Tujuan
1. Mengetahui tentang apa yang dimaksud dengan penganggaran sektor
publik ?
2. Mengetahui tentang fungsi, tujuan,karakteristik, jenis jenis,prinsip-
prinsip ,dan Prinsip -prinsip pokok dalam siklus anggaran sektor publik ?

iii
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN ANGGARAN SEKTOR PUBLIK


Anggaran sektor publik adalah sebuah rencana kerja yang berisikan
penerimaan dan pengeluaran dana sebuah perusahaan. Perencanaan tersebut
biasanya berdasarkan menyertakan perhitungan masa lalu sebagai bahan
pertimbangan masa yang akan datang.
Anggaran sektor publik berisikan data mengenai pendapatan, aktivitas,
belanja dan pembiayaan yang di kemas dalam satuan moneter.

B. FUNGSI ANGGARAN SEKTOR PUBLIK


Anggaran dalam akuntansi berada di dalam lingkup akuntansi manajemen.
Mardiasmo ( 2009 ) mengidentifikasi beberapa fungsi anggaran dalam
manajemen sektor publik sebagai berikut :
1. Anggaran sebagai Alat Perencanaan
Anggaran merupakan alat perencanaan manajemen untuk mencapai
tujuan organisasi sehingga organisasi akan mengetahui apa yang harus
dilakukan dan ke arah mana kebijakan akan dibuat. Anggaran sektor
publik dibuat untuk merencanakan tindakan apa yang akan dilakukan oleh
pemerintah, berapa biaya yang dibutuhkan, dan berapa hasil yang
diperoleh dari belanja pemerintah tersebut. Anggaran sebagai alat
perencanaan digunkan untuk :
 Merumuskan tujuan serta sasaran kebijakan agar sesuai dengan visi
dan misi yang diterapkan
 Merencanakan berbagai program dan kegiatan untuk mencapai tujuan
organisasi serta alternatif pembiayaannya
 Mengalokasikan dana pada berbagai program dan kegiatan yang telah
disusun
 Menentukan indikator kinerja dan tingkat pencapaian strategi
2. Anggaran sebagai Alat Pengendalian
Anggaran sebagai instrumen pengendalian digunakan untuk
menghindari adanya pengeluaran yang terlalu besar, terlalu rendah, salah
sasaran, atau adanya penggunaan yang tidak semestinya. Sebagai alat
pengendalian manajerial, anggaran sektor publik digunakan untuk
meyakinkan bahwa pemerintah mempunyai uang yang cukup untuk
memenuhi kebutuhannya. Pengendalian anggaran sektor publik dapat
dilakukan dengan empat cara, yaitu :
 Membandingkan kinerja akrual dengan kinerja yang dianggarkan
 Menghitung selisih anggaran

1
 Menemukan penyebab yang dapat dikendalikan dan tidak dapat
dikendalikan atas suatu varians
 Merevisi standar biaya atau target anggaran untuk tahun berikutnya
3. Anggaran sebagai Alat Kebijakan Fiskal
Anggaran sebagai kebijakan fiskal pemerintah, digunakan untuk
menstabilkan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Melalui
anggaran sektor publik dapat diketahui arah kebijakan fiskal pemerintah,
sehingga dapat dilakukan prediksi dan estimasi ekonomi.
4. Anggaran sebagai Alat Politik
Anggaran digunakan untuk memutuskan prioritas-prioritas dan
kebutuhan keuangan terhadap prioritas tertentu. Anggaran tidak sekedar
masalah teknik, melainkan diperlukan keterampilan berpolitik,
membangun koalisi, keahlian bernegosiasi, dan pemahaman tentang
manajemen keuangan sektor publik yang memadai oleh para manajer
publik.
5. Anggaran sebagai alat Koordinasi dan Komunikasi
Melalui dokumen anggaran yang komprehensif, sebuah bagian atau
unit kerja atau departemen yang merupakan sub-organisasi dapat
mengetahui apa yang harus dilakukan dan apa yang akan dilakukan oleh
bagian/unit kerja lainnya. Oleh karena, anggaran dapat digunakan sebagai
alat koordinasi dan komunikasi antara dan seluruh bagian dalam
pemerintahan. 
6. Anggaran sebagai Alat Penilaian Kinerja
Kinerja eksekutif dinilai berdasarkan pencapaian target anggaran,
efektivitas dan efisiensi pelaksanaan anggaran. Kinerja manajer public
dinilai berdasarkan berapa hasil yang dicapai dikaitkan dengan anggaran
yang telah ditetapkan. Anggaran merupakan alat yang efektif untuk
pengendalian dan penilain kerja.
7. Anggaran sebagai Alat Motivasi
Anggaran dapat digunakan sebagai alat untuk memotivasi manajer
dan stafnya agar dapat bekerja secara ekonomis, efektif, dan efisien dalam
mencapai target dan tujuan organisasi yang ditetapkan. Agar dapat
memotivasi pegawai, anggaran hendaknya bersifat challenging but
attainable atau demanding but achieveable. Maksudnya adalah target
anggaran hendaknya jangan terlalu tinggi sehingga tidak dapat dipenuhi,
namun jangan terlalu rendah sehingga terlalu mudah untuk dicapai. 
8. Anggaran sebagai Alat untuk Menciptakan Ruang Publik
Masyarakat dan elemen masyarakat lainnya non pemerintah,
seperti LSM, Perguruan Tinggi, Organisasi Keagamaan, dan Organisasi
Masyarakat lainnya harus terlibat dalam proses penganggaran publik.

2
Keterlibatan mereka dapat bersifat langsung dan tidak langsung.
Keterlibatan langsung masyarakat dalam proses penganggaran dalam
proses penganggaran dapat dilakukan mulai dari proses penyusunan
perencanaan pembangun maupun rencana kerja pemerintah (daerah),
sedangkan keterlibatan secara tidak langsung dapat melalui perwakilan
mereka di lembaga legislative (DPR/DPRD).

C. TUJUAN DAN KARAKTERISTIK SEKTOR PUBLIK


Anggaran bagi sektor public adalah alat untuk mencapai tujuan dalam
rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat/rakyat yang tujuannya
adalah untuk meningkatkan pelayanan public dan kesejahteraan masyarakat.
Perencanaan dan penggaran merupakan proses yang terintegrasi, karena
output dari perencanaan adalah penganggaran. Berdasarka definisi di atas dan
tujuan dari anggaran sektor public, maka anggaran sektor public memiliki
karakteristik sebagai berikut :
a. Anggaran dinyatakan dalam satuan keuangan
b. Anggaran umumnya mencakup jangkauan tertentu, satu atau beberapa
tahun, jangka pendek, dan menengah atau panjang.
c. Anggaran berisi komitmen atau kesanggupan manajemen untuk
mencapai sasaran yang ditetapkan.
d. Usulan anggaran ditelaah dan disetujui oleh pihak berwenang yang lebih
tinggi dari penyusun anggaran
e. Sekali disusun, anggaran hanya dapat diubah dalam kondisi tertentu.
Anggaran sektor public mencakup semua aspek kehidupan masyarakat
namun ada beberapa aspek yang tidak tersentuh oleh anggaran sektor public
baik nasional maupun lokal. Oleh karena itu, dengan adanya anggaran sektor
publik ini dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan masyarakat misalnya
air bersih, listrik, kesehatan, dan pendidikan. Keputusan pemerintah
berpengaruh melalui anggaran sangat berpengaruh dalam kesejahteraan
masyarakat. Maka, anggaran sektor public menjadi penting karena :
o Sebagai alat bagi pemerintah untuk mengarahkan pembangunan,
menjalin kesinambungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
o Adanya kebutuhan dan keinginan masyarakat yang tidak terbatas dan
terus berkembang, sedangkan sumber daya yang ada terbatas.
o Untuk menyakinkan bahwa pemerintah telah bertanggung jawab terhadap
rakyat, dalam hal ini anggaran berperan sebagai instrument akuntabilitas

3
D. JENIS – JENIS ANGGARAN SEKTOR PUBLIK
a. PERKEMBANGAN ANGGARAN SEKTOR PUBLIK
Melalui komposisi dan besarnya anggaran yang secara langsung
mencerminkan arah dan tujuan pelayanan masyarakat yang diharapkan, kita
dapat mengetahui bahwa anggaran sector public telah digunakan sebagai alat
untuk mencapai tujuan organisasi, dan anggaran sebagai alat perencanaan
kegiatan public dapat pula digunakan sebagai alat pengendalian.      System
perencanaan anggaran public berkembang sesuai dengan perkembangan
manajemen sector public dan perkembangan tuntutan yang muncul di
masyarakat. Secara garis besar terdapat dua pendekatan utama dalam
perencanaan dan penyususnan anggaran sector public yang memiliki
perbedaan mendasar, yaitu:
1. Anggaran tradisional atau anggaran konvensional.
2. Pendekatan baru yang sering dikenal dengan pendekatan New Public
Management

b. ANGGARAN TRADISIONAL
Terdapat beberapa ciri utama dari pendekatan anggaran tradisional,
yaitu:
 Cara penyusunan anggaran yang didasarkan atas pendekatan
incrementalism.
Anggaran tradisional bersifat incrementalisn berarti hanya
menambah atau mengurangi jumlah rupiah pada item-item anggaran
yang sudah ada sebelumnya dengan menggunakan data tahun
sebelumnya sebagai dasar untuk menyesuaikan besarnya penambahan
atau pengurangan tanpa dilakukan kajian yang mendalam.
 Struktur dan susunan anggaran yang bersifat line-item
Struktur anggaran ini didasarkan atas dasar sifat (nature) dari
penerimaan dan pengeluaran. Metode line-item budget tidak
memungkinkan untuk menghilangkan item-item penerimaan atau
pengeluaran yang telah ada dalam struktur anggaran.
 Cenderung sentralistis
 Bersifat spesifikasi
 Tahunan
 Menggunakan prinsip anggaran bruto
 Kelemahan Anggaran Tradisional
Metode anggaran tradisional memiliki beberapa kelemahan, antara lain:
 Hubungan yang tidak memadai antara anggaran tahunan dengan
rencana pembangunan jangka panjang.
 Pendekatan incremental menyebabkan sejumlah besar pengeluaran
tidak pernah diteliti secara menyeluruh efektifitasnya

4
 Lebih berorientasi pada input daripada output, yang menyebabkan
anggaran tradisional tidak dapat dijadikan sebagai alat untuk
membuat kebijakan dan pilihan sumber daya, atau memonitor
kinerja.
 Sekat-sekat antar departemen yang kaku membuat tujuan nasional
secara keseluruhan sulit dicapai, sehingga berpeluang menimbulkan
konflik, overlapping, kesenjangan dan persaingan antar departemen.
 Proses anggaran terpisah untuk pengeluaran rutin dan pengeluaran
modal/investasi.

c. ANGGARAN PUBLIK DENGAN PENDEKATAN NPM


Era New Public Management
Anggaran publik dengan pendekatan New Publik Management
(NPM) mulai dikenal sejak tahun 1980-an yang mulai merubah sistem
anggaran tradisional yang terkesan kaku, birokratis, dan hierarkis menjadi
lebih fleksibel dan mementingkan pasar. Model NPM berfokus pada
manajemen  sektor  publik  yang  berorientasi pada kinerja, bukan
berorientasi kebijakan. Salah satu model pemerintahan di era NPM adalah
model pemerintahan yang diajukan oleh Osborne dan Gaebler (1992)
dalam Mardiasmo (2002), yang tertuang  dalam  pandangannya  yang
dikenal dengan konsep ‘reinventing government”. Perspektif baru
pemerintah menurut Osborne dan Gaebler tersebut adalah :
 Pemerintahan   katalis, fokus pada  pemberian  pengarahan,  bukan
produksi pelayanan publik.
 Pemerintahan milik masyarakat, memberdayakan  masyarakat 
daripada melayani.
 Pemerintah yang kompetitif, menyuntikkan semangat kompetisi
dalam pemberian pelayanan publik.
 Pemerintah  yang  digerakkan oleh misi, mengubah organisasi yang
digerakkan  oleh  peraturan  menjadi organisasi yang digerakkan oleh
misi.
 Pemerintah  yang  berorientasi hasil, membiayai hasil bukan
masukan.
 Pemerintah  berorientasi  pada pelanggan, memenuhi    kebutuhan
pelanggan, bukan birokrasi.
 Pemerintahan wirausaha, mampu menciptakan pendapatan dan
tidak sekedar  membelanjakan.
 Pemerintah antisipatif, pemerintah wirausaha tidak hanya mencoba
untuk mencegah masalah, tetapi juga berupaya  keras  untuk 
mengantisipasi masa depan.

5
 Pemerintah desentralisasi, dari hierarki  menuju  partisipatif  dan 
tim kerja.
 Pemerintah berorientasi  pada mekanisme pasar, mengadakan
perubahan  dengan  mekanisme  pasar dan bukan dengan mekanisme
administratif.

d. PERUBAHAN PENDEKATAN ANGGARAN


Reformasi sektor public yang salah satunya ditandai dengan
munculnya era New Public Management telah mendorong usaha untuk
mengembangkan pendekatan yang lebih sistematis dalam perencanaan
anggaran sektor public. Seiring dengan perkembangan tersebut, muncul
beberapa teknik penganggaran sektor public, misalnya teknik anggaran
kinerja (Performance budgeting), Zero Based Budgeting (ZBB), dan
Planning, Programming, and Budgeting System (PPBS).
Pendekatan baru dalam sistem anggaran public cenderung
memiliki karakteristik umum sebagai berikut:
 Komprehensif/ komparatif
 Terintegrasi dan lintas departemen
 Proses pengambilan keputusan yang rasional
 Berjangka panjang
 Spesifikasi tujuan dan perangkingan prioritas
 Analisis total cost dan  benefit (termasuk opportunity cost)
 Berorientasi input, output, dan outcome, bukan sekedar input.
 Adanya pengawasan kinerja.

e. ANGGARAN KINERJA
Pendekatan kinerja disusun untuk mengatasi berbagai kelemahan
yang terdapat dalam anggaran tradisional, khususnya kelemahan yang
disebabkan oleh tidak adanya tolok ukur yang dapat digunakan untuk
mengukur kinerja dalam pencapaian tujuan dan sasaran pelayan publik.
Anggaran dengan pendekatan kinerja sangat menekankan pada konsep
value for money dan pengawasan atas kinerja output. Pendekatan ini juga
mengutamakan mekanisme penentuan dan pembuatan prioritas tujuan
serta pendekatan yang sistematik dan rasional dalam proses pengambilan
keputusan.
Anggaran kinerja didasarkan pada tujuan dan sasaran kinerja. Oleh
karena itu, anggaran digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan.
Penilaian kinerja didasarkan pada pelaksanaan value for money dan
efektivitas anggaran. Pendekatan ini cenderung menolak pandangan
anggaran tradisional yang menganggap bahwa tanpa adanya arahan dan

6
campur tangan, pemerintah akan menyalahgunakan kedudukan mereka
dan cenderung boros (overspending).

f. ZERO BASED BUDGETING (ZBB)


Konsep Zero Based Budgeting dimaksudkan untuk mengatasi
kelemahan yang ada pada sistem anggara tradisional. Penyusunan
anggaran dengan menggunakan konsep Zero Based Budgeting dapat
menghilangkan incrementalism dan line-item karena anggaran
diasumsikan mulai dari nol (zero-base). ZBB tidak berpatokan pada
anggaran tahun lalu untuk menyusun anggaran tahun ini, namun
penentuan anggaran didasarkan pada kebutuhan saat ini.
1. Proses Implementasi ZBB
Proses implementasi ZBB terdiri dari tiga tahap, yaitu:
 Identifikasi unit-unit keputusan
Struktur organisasi pada dasarnya terdiri dari pusat-pusat
pertanggungjawaban (responsibility center). Zero Based Budgeting
merupakan sistem anggaran yang berbasis pusat
pertanggungjawaban sebagai dasar perencanaan dan pengendalian
anggaran.
 Penentuan paket-paket keputusan
Paket keputusan merupakan gambaran komprehensif
mengenai bagian dari aktivitas organisasi atau fungsi yang dapat
dievaluasi secara individual. Paket keputusan dibuat oleh manajer
pusat pertanggungjawaban dan harus menunjukkan secara detail
estimasi biaya dan pendapatan yang dinyatakan dalam bentuk
pencapaian tugas dan perolehan manfaat. Terdapat dua jenis paket
keputusan, yaitu:
a. Paket keputusan mutually-exclusive.
b. Paket keputusan incremental.
c. Meranking dan mengevaluasi paket keputusan
Jika paket keputusan telah disiapkan, tahap berikutnya
adalah meranking semua paket berdasarkan manfaatnya terhadap
organisasi.
2. Keunggulan ZBB
 Jika ZBB dilaksanakan dengan baik maka dapat menghasilkan
alokasi sumber daya secara lebih efisien
 ZBB berfokus pada value for money
 Mempermudah untuk mengidentifikasi terjadinya inefisiensi  dan
ketidakefektivan biaya
 Meningkatkan pengetahuan dan motivasi staf dan manajer

7
3. Kelemahan ZBB
 Prosesnya memakan waktu lama, terlalu teoritis, dan tidak
praktis
 ZBB cenderung menekankan manfaat jangka pendek
 Implementasi ZBB membutuhkan teknologi yang maju
 Masalah besar yang dihadapi ZBB adalah pada proses
meranking dan mereview paket keputusan

Planning, Programming, And Budgeting System (Ppbs)


PBBS merupakan teknik penganggaran yang didasarkan pada teori sistem
yang berorientasi pada output dan tujuan dengan penekanan utamanya adalah
alokasi sumber daya berdasarkan analisis ekonomi. PBBS ini ditujukan untuk
membantu manajemen pemerintah dalam membuat keputusan alokasi sumber
daya secara lebih baik.
 Proses implementasi PPBS, meliputi:
1. Menentukan tujuan umum organisasi dan tujuan unit organisasi
dengan jelas
2. Mengidentifikasi program-program dan kegiatan untuk mencapai
tujuan yang elah ditetapkan
3. Mengevaluasi berbagai alternatif program dengan menghitung cost-
benefit dari masing-masing program
4. Pemilihan program yang memiliki manfaat besar dengan biaya yang
kecil
5. Alokasi sumber daya ke masing-masing program yang disetujui
 Karakteristik PPBS
1. Berfokus pada tujuan dan aktivitas untuk mencapai tujuan
2. PBBS berorientasi pada masa depan
3. Mempertimbangkan semua biaya yang terjadi
4. Dilakukan analisis secara sistematik atas berbagai alternatif dan
program yaitu identifikasi tujuan, identifikasi secara sistematik
alternatif program untuk mencapai tujuan, estimasi biaya total dari
masing-masing alternatif program, dan estimasi manfaat yang ingin
diperoleh dari masing-masing alternatif program.
 Kelebihan PBBS
1. Memudahkan dalam pendelegasian tanggung jawab dari manajemen
puncak ke manajemen menengah.
2. Dalam jangka panjang dapat mengurangi beban kerja
3. Memperbaiki kualitas pelayanan melalui pendekatan sadar biaya
dalam perencanaan program.

8
4. Lintas departemen sehingga dapat meningkatkan komunikasi,
koordinasi, dan kerja sama antar departemen.

 Kelemahan PBBS
1. PBBS membutuhkan sistem informasi yang canggih, ketersediaan
data, dan staf yang memiliki kapabilitas tinggi.
2. Implementasi PBBS membutuhkan biaya yang besar.
3. PBBS sulit untuk diimplementasikan.
4. PBBS mengabaikan realitas politik dan realitas organisasi sebagai
kumpulan manusia yang kompleks.
 Masalah utama penggunaan ZBB dan PBBS
1. Bounded rationality, keterbatasan dalam menganalisis semua alternatif
untuk melakukan aktivitas.
2. Kurangnya data untuk membandingkan semua alternatif, terutama
untuk mengukur output
3. Masalah ketidakpastian sumber daya, pola kebutuhan di masa depan,
perubahan politik, dan ekonomi
4. Pelaksanaan teknik tersebut menimbulkan beban pekerjaan yang berat
5. Kesulitan dalam menentukan tujuan dan perankingan program
terutama ketika terdapat pertentangan kepentingan

E. PRINSIP-PRINSIP DALAM PENGANGGARAN SEKTOR PUBLIK


Mengingat begitu pentingnya peranan dan fungsi anggaran, di perlukan
prinsip-rinsip yang menjadi pedoman bagi organisasi public atau pemerintah
dalam penyusunannya. Beberapa prinsip tersebut adalah sebagai berikut
(Mardiasmo, 2009 : 67 – 68 ) :
1. Otorisasi oleh legislative.
Anggaran public harus mendapatkan otorisasi dari legislative
sebelum eksekutif dapat menggunakan anggaran tersebut.
2. Komprehensif / menyeluruh
Anggaran harus menunjukan semua menerimaan dan pengeluaran
pemerintah. Oleh karena itu, adanya dana nonbudgetair pada dasarnya
menyalahi prinsip anggaran yang bersifat komprehensif.
3. Keutuhan anggaran
Semua penerimaan dan mengeluaran pemerintah tercakup dalam
dana umum
4. Nondiscretionary uppropriation

9
Jumlah yang di setujui oleh dewan legislative harus termanfaatkan
secara ekonomis, efisiensi, dan efektif.
5. Periodik
Anggaran merupakan suatu proses yang periodik, dapat bersifat
tahunan atau multitahunan

6. Akurat
Estimasi anggaran hendaknya tidak memasukan cadangan yang
tersembunyi yang dapat menyebabkan terjadinya pemborosan dan ketidak
efisienan anggaran, serta dapat mengakibatkan munculnya underestimate
pendapatan dan oferestimate pengeluaran.
7. Jelas
Anggaran hendaknya sederhana, dapat di pahami oleh masyarakat,
dan tidak membingungkan.
8. Transparan
Anggaran harus di informasikan kepada masyarakat luas.

10
F. PRINSIP - PRINSIP POKOK DALAM SIKLUS ANGGARAN
Prinsip - prinsip pokok siklus anggaran perlu diketahui dan dikuasai
dengan baik oleh penyelengara pemerintahan. Pada dasarnya prinsip-prinsip
dan mekanisme penganggaran relatif berbeda antara sektor swasta dan sektor.
Siklus anggaran meliputi empat tahap yang terdiri atas :
a. Tahap persiapan anggaran preparation Pada tahap persiapan anggaran
dilakukan taksiran pengeluaran atas dasar taksiran pendapatan yang
tersedia. Yang perlu diperhatikan adalah sebelum menyetujui taksiran
pengeluaran, hendaknya penaksiran pendapatan secara lebih akurat.
b. Tahap ratifikasi approval ratification Tahap ini merupakan tahap yang
melibatkan proses politik yang cukup rumit dan cukup berat. Pimpinan
eksekutif dituntut tidak hanya memiliki manajerial skill namun juga
harus mempunyai political skill, salesmenship dan coalition building
yang memadai. Pada tahap ini pimpinan eksekutif harus mempunyai
kemampuan untuk menjawab dan memberikan argumentasi yang
rasional atas segala pertanyaan-pertanyaan dan bantahan-bantahan dari
pihak legeslatif. Universitas Sumatera Utara
c. Tahap implementasi implementation Setelah anggaran disetujui oleh
legeslatif, tahap berikutnya adalah pelaksanaan anggaran. Dalam tahap
pelaksanaan anggaran, hal terpenting yang harus diperhatikan oleh
manajer keuangan publik adalah dimilikinya sistem informasi akuntansi
dan sistem pengendalian manajemen. Sistem akuntansi yang baik
meliputi pula di buatnya sistem pengendalian intern yang memadai.
d. Tahap pelaporan dan evaluasi reporting evaluation Tahap terakhir dari
siklus anggaran adalah pelaporan dan evaluasi anggaran. Tahap
persiapan, ratifikasi, dan implementasi anggaran terkait dengan aspek
operasioanal anggaran, sedangkan tahap pelaporan dan evaluasi terkait
dengan aspek akuntabilitas. Jika tahap implementasi telah didukung
dengan sistem akuntansi dan sistem pengendalian menejemen yang
baik, maka diharapkan tahap budget reporting and evaluation tidak akan
menemui banyak masalah.

11
Kesimpulan

Penganggaran sektor publik merupakan proses yang sangat vital bagi


organisasisektor publik. Anggaran publik penting sebab anggaran membantu
menentukan tingkat kebutuhan masyarakat. Anggaran merupakan instrumen
kebijakan fiskal pemerintah untuk mempengaruhi keadaan ekonomi melalui
kebijakan pengeluaran dan perpajakan. Dengan anggaran, pemerintah dapat
mengalokasikan sumber daya yang langka untuk menggerakan pembangunan
sosial ekonomi, menjamin kesinambungan, dan meningkatkan kualitas hidup
masyarakat. Dan yang penting lagi, anggaran merupakan sarana untuk
menunjukan akuntanbilitas pemerintah terhadap publik. Anggaran publik terdiri
dari anggaran operasional dan anggaran modal. Anggaran operasional adalah
pengeluaran yang dilakukan secara rutin dan tidak menambah kekayaan serta
manfaatnya hanya untuk satu tahun anggaran. Sedangkan anggaran modal (aset)
manfaatnya lebih dari satu tahun anggaran dan menambah kekayaan.
Penganggaran sector public merupakan proses yang sangat vital bagi organisasi
sector public. Anggaraan public penting sabab anggaran membantu menentukan
tingkat kebutuhan masyarakat. Anggaran merupakan instrument kebijakan viskal
pemerintah untuk mempengaruhi keadaan ekonomi melalui kebijakan pengeluaran
dan perajakan. Dengan anggaran, pemerintah dapat mengalokasikan sumber daya
yang langka untuk menggerakkan pembangunan social ekonomi, menjamin
kesinambungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dan yang penting
lagi, anggaran merupakan sarana untuk menunjukkan akuntabilitas pemerintah
terhadap public

12
Daftar Pustaka

https://proposalusahaku.com/

http://elanurlaela433.blogspot.com/2016/04/makalah-penganggaran-sektor-
publik.html

https://blog.ub.ac.id/wawanzious/ilmu-administrasi-publik-3/mkp-manajemen-keuangan-
publik/jenis-jenis-anggaran-sektor-publik/

https://text-id.123dok.com/document/6zkwwdjez-prinsip-prinsip-pokok-dalam-siklus-
anggaran.html

13