Anda di halaman 1dari 21

AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH 1

“Laporan Posisi Keuangan & Laporan Arus Kas”

Disusun oleh : Kelompok IV


 Firmansyah Abdul Hakim
 Wulan Hapsari
 Sonia Reza
 Alda Nur Arafah
 Merry Andani
 Indah Paramita

AKUNTANSI A

Dosen Pengampu :
Rani Munika SE,M.Ak.,Akt

PRODI AKUNTANSI
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI BANGKINANG
( 2018 – 2019 )
LAPORAN POSISI KEUANGAN DAN LAPORAN ARUS KAS

1. Laporan Posisi Keuangan


A. Definisi Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Arus Kas

Laporan posisi keuangan (neraca) yaitu memberikan informasi mengenai


sifat dan jumlah investasi dalam sumber-sumber ekonomi perusahaan, kewajiban
terhadap kreditur, dan hak pemilik terhadap aset bersih perusahaan. Informasi
yang tercantum dalam laporan posisi keuangan menjadi dasar :

a) Penentuan rate of return


b) Pengevaluasian struktur modal perusahaan
c) Penentuan likuiditas dan fleksibilitaskeuangan perusahaan

Kegunaan laporan posisi keuangan secara umum adalah untuk menilai


risiko-risiko entitas dan arus kas masa depan. Kegunaan laporan posisi keuangan
bagi pengguna laporan keuangan adalah sebagai berikut:

1. Mengevaluasi struktur pendanaan Menganalisis likuiditas Menilai


solvabilitas Menilai fleksibilitas keuangan
2. Sebagai Keterbatasan Pilihan pengukuran beberapa aset tertentu
berdasarkan biaya perolehan (historical cost) atau biaya perolehan
terdepresiasi, bukan pada nilai kininya, sehingga tidak mencerminkan nilai
wajar dari aset. Beberapa pengukuran nilai untuk beberapa unsur di laporan
posisi keuangan melibatkan pertimbangan dan estimasi. Rekayasa
keuangan yang sering kali memungkinkan dilakukan untuk menghasilkan
pembiayaan off-balance sheet.

B. Elemen Laporan posisi keuangan


Elemen laporan posisi keuangan terdiri atas :
1. Aset Laporan Posisi Keuangan Aset adalah sumber daya yang dikuasi oleh
entitas sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari manfaat ekonomi di
masa depan diharapkan akan diperoleh entitas.
2. Liabilitas merupakan kewajiban entitas masa kini yang timbul dari peristiwa
masa lalu, penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar sumber
daya entitas yang mengandung manfaat ekonomi.
3. Ekuitas adalah hak residual atas aset entitas setelah dikurangi semua
liabilitas : SAK (Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan
Keuangan)
Selanjutnya tiap elemen tersebut dibagi lagi menjadi beberapa subklas, sabagai berikut :

LAPORAN POSISI KEUANGAN


Aset Liabilitas dan Ekuitas
 Aset lancar  Liabilitas lancar (jangka panjang)
 Kas dan setara kas  Liabilitas bukan lancar
 Piutang dagang  Utang jangka panjang
 Sediaan barang  Ekuitas
 Aset bukan lancar  Modal saham
 Investasi jangka  Agio saham
panjang  Saldo laba
 Aset tetap  Laba komprehensif akumulasian
 Aset tak berujud  Kepentingan nonpengendali
 Aset lain-lain

1. Aset
Aset lancar (Current Asset)
Aset lancar adalah kas dan aset lain yang diharapkan dapat dikonversi menjadi kas,
dijual, atau dikonsumsi dalam satu perioda atau satu siklus operasi, tergantung mana
yang lebih lama.
 Kas (Cash)
Kas adalah uang tunai dan demand deposits. Ekuivalen kas adalah investasi
jangka pendek yang sangat liquid yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu tiga
bulan atau kurang.
 Investasi Jangka Pendek (Short- Term Investment)
Sekuritas ekuitas atau utang yang dimiliki untuk diperdagangkan dilaporkan
sebagai aset lancar. Sekuritas ekuitas diperdagangkan dan tidak diperdagangkan
dilaporkan sebesar nilai wajar.
 Piutang Dagang (Receivables)
Piutang adalah hak atau tuntutan atas aset pihak lain sebagai akibat transaksi
penjualan barang atau penyerahan jasa yang dilakukan secara kredit.
 Beban Dibayar di Muka (Prepaid Expenses)
Beban dibayar di muka adalah beban yang dibayarkan lebih awal sebelum
manfaatnya diterima. Contohnya adalah pembayaran iuran asuransi, pembayaran
dimuka untuk sewa, iklan, pajak, dan suplies operasi
 Sediaan (Inventories)
Sediaan adalah aset yang dimiliki untuk dijual kembali atau dikonsumsi dalam
pabrikasi. Perusahaan mengungkap informasi tentang dasar penilaian sediaan
(nilai terendah antara biaya (kos) dengan NRV) dan asumsi aliran biaya yang
digunakan (FIFO atau biaya rata-rata).

Aset Bukan Lancar (Noncurrent Assets)


Aset bukan lancar adalah aset bukan kas dan bukan juga aset lain yang diharapkan
dapat dikonversi menjadi tunai, dijual, atau dikonsumsi lebih dari satu tahun atau satu
siklus operasi, tergantung yang lebih lama.
 Investasi Jangka Panjang (Long Term Investment)
Investasi jangka panjang terdiri atas :
a) Investasi dalam surat berharga, seperti obligasi, saham biasa, wesel jangka
panjang
b) Investasi dalam aset tetap yang tidak digunakan saat ini, seperti tanah yang
dimiliki untuk spekulasi
c) Investasi dalam dana khusus, seperti sinking fund, dana pensiun, dana untuk
perluasan usaha
d) Investasi perusahaan afiliasi atau perusahaan anak tidak dikonsolidasi.

 Aset Tetap (Tangible Asset)


Aset tetap merupakan aset yang memiliki bentuk fisik, masa manfaat relatif
permanen, dan digunakan dalam operasi normal perusahaan, misalnya : tanah,
gedung, mesin, perabotan, dan aset sumber alam. Kebanyakan aset tetap memiliki
sifat dapat didepresiasikan dan dikonsumsi. Dasar penilaian aset tetap adalah kos
historik. Kecuali untuk tanah , entitas akan mendepresiasi aset tetap dan
mendeplesi aset sumber alam.
 Aset Tidak Berwujud (Intangible Asset)
Aset yang tidak memiliki bentuk fisik, tetapi memberikan hak ekonomi dan
keuntungan kepada perusahaan. Contoh aset tak berwujud adalah paten, franchise,
hak cipta (copyrights), goodwill, merek dagang, nama dagang dan daftar
pelanggan.
 Aset Lain-lain (Others Asset)
Aset lain-lain merupakan klasifikasi khusus untuk item-item yang tidak termasuk
dalam klasifikasi aset yang telah diuraikan diatas.
Klasifikasi akun tertentu akan berbeda pemanfaatannya tergantung sifat operasi
bisnisnya. Sebagai contoh :

Tanah bagi perusahaan estat real diklasifikasi sebagai sediaan tanah,


Tanah yang digunakan untuk pabrik dikalsifikasi aset tetap,
Tanah untuk spekulasi diklasifikasi sebagai investasi jangka panjang.

2. Liabilitas
 Liabilitas Lancar (Current Liabilities)
Liabilitas lancar adalah kewajiban yang secara beralasan diharapkan dapat
dilunasi melalui penyerahan aset atau penciptaan kewajiban yang baru dalam satu
tahun atau siklus operasi bisnis, tergantung mana yang lebih lama.
 Liabilitas Bukan Lancar (Noncurrent Liabilities)
Kewajiban yang tidak diharapkan dilunasi dalam satu siklus operasi normal
perusahaan, misal utang obligasi, utang wesel, pajak pendapatan ditangguhkan,
kewajiban sewa guna usaha, dan kewajiban pensiun. Utang jangka panjang yang
jatuh tempo dalam satu siklus operasi normal perusahaan diklasifikasikan sebagai
utang lancar.
3. Ekuitas
Ekuitas terdiri atas bagian modal dan lain-lain. Bagian modal terdiri atas dua bagian,
yaitu :
a) Modal disetor , berasal dari setoran modal dari pemilik berupa modal saham dan
agio saham (biasa dan preferen),
b) Modal dihasilakan, adalah modal yang berasal dari hasil operasi perusahaan,
seperti saldo laba.

C. Pengungkapan

Teknik-Teknik Pengungkapan
Ada beberapa teknik untuk mengungkapkan informasi tambahan, yaitu :
CONTOH :
a. Penjelasan dalam bentuk parentikal
Berikut ini contoh pengungkapkan akun Investasi Saham Biasa dalam laporan
posisi keuangan dengan menggunakan teknik parentikal :
Investasi Saham Biasa
(Diketahuai nilai terealisasi bersih (NRV) investasi sebesar Rp. 234.567)
dilaporkan sebesar biaya Rp. 198.987.
b. Catatan kaki ( footnotes)
Pengungkapan dalam laporan keuangan dapat dilakukan dengan metode lain,
yaitu catatan kaki, seperti pengungkapan terhadap sediaan perusahaan tahun
2012 sebagai berikut :

Dalam laporan posisi keuangan :


Sediaan (lihat catatan 1)
Produk selesai Rp 150.000.000
Material 80.000.000
Suplies 20.000.000
Total Sediaan Rp 250.000.000

c. Tabel pendukung
Jika dibutuhkan informasi yang lebih rinci, perlu dibuatkan skedul tersendiri
sebagai pendukung informasi yang dicantumkan dalam laporan keuangan.
Sebagai ilustrasi :
Aset Tetap
Tanah, Gedung, Peralatan-bersih Rp20.000
Tabel 6.2 Tanah, Gedung, dan Peralatan
Total Tanah Gedung Peralatan
Saldo awal 15.000 4.000 6.000 5.000
Tambahan 2013 25.000 5.000 5.000 15.000
Total 40.000 9.000 11.000 20.000
Dihentikan 2013 5.000 5.000 - -
Saldo 31 Desember 2013 35.000 4.000 - -
Akumulasi Depresiasi 15.000 - 5.000 10.000
Nilai buku Aset Rp 20.000 Rp 4.000 Rp6.000 Rp10.000

d. Kontra Referensi atau Referensi Silang


Berdasarkan teknik referensi silang akun aset , kewajiban, dan ekuitas
dikurangkan dengan rekening kontra tertentu. Contoh rekening kontra adalah
akumulasi depresiasi dan diskonto obligasi. Berdasarkan metoda referensi
silang, hubungan antara aset dan kewajiban ditunjukkan langsung dalam
laporan posisi keuangan. Sebagai contoh , pada tanggal 31 Desember 2013 aset
lain-lain tampak sebagai berikut :
Kas yang tersimpan dalam Sinking Fund untuk melunasi Utang Obligasi-
lihat liabilitas lancar Rp1.500.000
Dalam item liabilitas lancar jumlah utang obligasi yang akan dilunasi mengacu
pada akun utang obligasi yang akan dilunasi yang tampak dalam aset lain-lain
(referensi silang), akan tampak sebagai berikut :
Utang Obligasi yang akan Dilunasi tahun 2013-lihat aset lain-lain Rp
1.500.000

D. Format Laporan Posisi Keuangan


1. Laporan Laba Rugi
 Single Step
Bentuk laporan laba rugi single step lebih sederhana. Pada format ini
semua pendapatan dan keuntungan yang didapat ditempatkan di bagian
awal laporan laba rugi.
 Multiple Step
2. Laporan Perubahan Modal
Laporan perubahan modal adalah laporan yang menggambarkan perubahan baik
berupa peningkatan atau penurunan aktiva bersih selama satu periode.
3. Laporan Neraca
neraca atau balance sheet merupakan laporan keuangan yang menunjukan posisi
dan informasi keuangan sebuah perusahaan. Dalam laporan neraca, Anda akan
melihat informasi tentang aset, kewajiban dan modal perusahaan secara lengkap
dan rinci.
4. Laporan Arus Kas
enis laporan keuangan yang ke empat yakni laporan arus kas atau cash flow
statement. Laporan arus kas memberikan informasi tentang aliran kas perusahaan
yang masuk dan keluar. Laporan arus kas terdiri dari 3 aktivitas utamanya :
 Aktivitas Operasi (Operating Activities)
Aktivitas operasi merupakan laporan arus kas yang terdiri dari kegiatan
operasional perusahaan.
 Aktivitas Investasi (Investing Activities
Aktivitas investasi ini berkaitan dengan aktivitas arus kas yang dihasilkan
dari penjualan atau pun pembelian aktiva tetap.
 Aktivitas Pendanaan (Financing Activities)
aktivitas pendanaan merupakan aktivitas kas yang berasal dari
penambahan modal perusahaan. Untuk menghitung aktivitas ini, Anda
dapat memasukkan nilai penambahan atau pengurangan kas yang berasal
dari kewajiban jangka panjang dan ekuitas pemilik.

CONTOH LAPORAN ARUS KAS


E. Pengakuan Laporan Posisi Keuangan
Pengakuan unsur laporan keuangan merupkan proses pembentukan pos yang
memenuhi definisi unsur serta kriteria pengakuan dalam neraca laporan laba rugi.
Pengakuan dilakukan dengan menyatakan pos tersebut baik dalam kata-kata maupun
dalam jumlah uang dan mencantumkannya ke dalam neraca laporan laba rugi.

Pengakuan unsur utama laporan keuangan berupa pengakuan aset, kewajiban, dana
syirka temporer, penghasilan dan beban.

1. Pengakuan Aset,
Aset diakui dalam neraca jika besar kemungkinan bahwa manfaat ekonomi
dimasa depan diperoleh entitas syariah dan aset tersebut memiliki nilai atau biaya
yang dapat diukur dengan handal.

2. Pengakuan Kewajiban,
Kewajiban diakui dalam neraca jika besarkemungkinan bahwa pengeluaran
sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi akan dilakukan untuk
menyelesaikan kewajiban sekarangdan jumlah yang harus diselaikan dapat
diukur secara andal.

3. Pengakuan Dana Syirkah Temporer,


Pengakuan dana syirakah temporer dalam neraca hanya dilakukan jika entitas
syariah memilki kewajiban untuk mengembalikan dana yang diterima melalui
pengeluaran sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan jumlah yang
harus diselesaikan dapat diukur secara handal.

4. Pengukuran Penghasilan,
Pengukuran penghasilan diakuai dalam laporan laba rugi jika kenaikan manfaat
ekonomi masa depan yang berkaitan dengan peningkatan aset atau penurunan
kewajiban telah terjadi dan dapat diukur.

5. Pengakuan Beban,
Beban diakui dalam laporan laba rugi jika penurunan manfaat ekonomi masa
depan yang berkaitan dengan penurunan aset atau peningkatan kewajiban telah
terjadi dan dapat diakui andal.
2. LAPORAN ARUS KAS

Setara kas ( cash equivalent) adalah investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka
pendek, dan segera dapat dijadikan kas dalam jumlah yang dapat yang dapat
ditentukan dan memiliki resiko perubahan nilai yang tidak signifikan. Item setara kas
umumnya berjangka waktu tiga bulan tau kurang. Kas terdiri atas saldo kas (cash on
hand) dan rekening giro (demand deposits).

Tujuan penyusunan laporan arus kas adalah memberikan informasi yang relevan
tentang penerimaan dan pembayaran kas yang dilakukan perusahaan selama periode
tertentu. Untuk mencapai tujuan tersebut laporan arus kas melaporkan:

1. Informasi tentang jumlah kas yang diperoleh dari kegiatan operasi suatu entitas.
2. Informasi tentang jumlah kas yang diperoleh dari kegiatan investasi.
3. Informasi tentang jumlah kas yang diperoleh dari kegiatan pendanaan dan
kenaikan atau penurunan bersih kas selama periode waktu tertentu.

KEGIATAN
OPERASI

KEGIATAN CASH FLOW KEGIATAN


PEMBIAYAAN ALIRAN KAS INVESTASI

Laporan arus kas adalah laporan untuk :

a) Mengevaluasi perubahan dalam asset bersih entitas, struktur keuangan dan


kemampuan mempengaruhi jumlah serta waktu arus kas dalam rangka
penyesuaian terhadap keadaan dan peluang yang berubah.
b) Menilai kemampuan suatu entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas dan
memungkinkan para pengguna mengembangkan model untuk menilai dan
membandingkan nilai sekarang dari arus kas masa depan dari berbagai entitas.
c) Meningkatkan daya banding pelaporan kinerja operasi berbagai entitas.
d) Indikator dari jumlah,waktu , dan kepastian arus kas masa depan .
KLASIFIKASI INFORMASI DALAM LAPORAN ALIRAN KAS
Laporan arus kas berisi informasi penerimaan dan pengeluaran
kas.penerimaan dan pengeluaran kas diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok
kegiatan utama bisnis perusahaan,yaitu:
1. Kegiatan operasi.Klasifikasi ini meliputi semua transaksi yang
mempengaruhi kas yang berasal dari kegiatan bisnis perusahaan,
khususnya yang berpengaruh dalam penentuan laba bersih perusahaan.
2. Kegiatan investasi.Klasifikasi ini meliputi semua transaksi yang
mempengaruhi kas perubahan yang berasal dari penciptaan utang , dan
pengumpulan pinjaman, perolehan dan penghentian utang , instrumen
modal dan asset tetap.
3. Kegiatan perdanaan. Klasifikasi ini meliputi semua transaksi yang
mempengaruhi kas perusahaan yang berasal dari kewajiban dan modal
pemilik termasuk, (1) mendapatkan modal dari pemilik dan distribusi
pemilik dan (2) kegiatan peminjaman uang dari kreditur dan
pembayaran kembali jumlah pinjaman tersebut.

PENYUSUNAN LAPORAN ARUS KAS


Ada tiga sumber informasi untuk menyusun laporan arus kas,yaitu:
1. Neraca komparatif;
2. Laporan laba-rugi periode kini;
3. Data transaksi terseleksi.
Ada tiga tahapan penyusunan laporan arus kas,yaitu:
1. Penentuan perubahan dalam kas menggunakan neraca komparatif;
2. Penentuan arus kas bersih dari kegiatan operasi;
3. Penentuan arus kas bersih dari kegiatan investasi dan pendanaan.
aliran kas masuk dan keluar

Aliran Kas Masuk ( Cash Inflow)


Kegiatan Operasi Kegiatan Investasi Kegiatan
Pendanaan
 Penerimaan kas dari  Penerimaan kas dari  Penerimaan
penjualan barang dan penjualan kas dari
pemberian jasa. tanah,bangunan,peralatan, emisisaham
 Penerimaan kas dari asset tdk berwujud, dan asset atau
royalty,fees,komis, dan jangka panjang lainnya. instrument
pendapatan lain.  Kas yang diterima dari modal lainnya.
 Penerimaan kas oleh entitas penjualan instrument  Penerimaan
asuransi sehubungan utangdan instrument ekuitas kas dari emisi
dengan entitas lain dan kepemilikan obligasi,pinja
premi,klaim,anuitas, dan ventura bersama. man,wesel,hip
manfaat polis lainnya.  Penerimaan kas dari otek dan
 Penerimaan kas dari pelunasan uang muka dan pinjaman
kontrak yang dimiliki untuk pinjaman yang diberikan jangka pendek
tujuan diperdagangkan atau pada pihak lain. dan jangka
diperjanjikan (dealing).  Penerimaan kas dari futures panjang
 Penerimaan kembali contracts,forward lainnya.
(restitusi) pajak contacts,option contract, dan
penghasilan kecuali jika swap contracts keculi apa
dapat didentifikasikan bila kontrak tersebut dimiliki
secara khusus sebagai untuk tujuan
bagian dari kegiatan diperdagangkan atau
pendanaan dan investasi. diperjanjikan, atau apabila
pembayaran tersebut
diklasifikasi sebagai
kegiatan pendanaan.

TABUNGAN KAS
TABUNGAN KAS

Aliran Kas Keluar(Cash outflow)


Kegiatan operasi Kegiatan Investasi Kegiatan Pendanaan
 Membeli sediaan  Membeli asset tetap  Membayar
secara tunai. secara tunai. dividen tunai.
 Membayar gaji.  Membeli surat-surat  Melunasi utang.
 Membayar pajak. berharga secara tunai.  Memperoleh
 Membayar bunga.  Meminjamkan dana pada kembali saham.
 Membayar biaya entitas lain  Membayar tunai
lainnya.  Meminjamkan dana pada kepada pemilik.
 Membayar PP. entitas lain.  Membayar tunai
 Membayar tunai  Membayar tunai pada penyewa.
barang dan jasa kepada pembelian asset tetap,aset  Melunasi
pemasok. tidak berwujud dan aset pinjaman.
 Membayar tunai jangka pangjang.
kepada dan untuk  Uang muka dan pinjaman
kepentingan keryawan. yang diberikan kepada
 Menerima kas dari pihak lain.
entitas asuransi  Membayar tunai
sehubungan dengan pembelian futures
premi,klaim,anuitas, contracts, forword
dan manfaat polis contacts.
lainnya.

PENYAJIAN LAPORAN ARUS KAS

 Arus Kas dalam Mata Uang Asing


Arus kas berasal dari transaksi mata uang asing dicatat dalam mata uang
fungsional entitas dengan mengalihkan jumlah mata uang asing tersebut
dengan nilai tukar antara mata uang fungsional dan mata uang asing pada
tanggal transaksi arus kas. Arus kas dalam mata uang asing dilaporkan secara
konsisten berdasar PSAK No.10, transaksi dalam mata uang asing.
 Bunga dan Dividen
Jumlah bunga yang dibayar selama suatu periode diungkapkan dalam laporan
arus kas baik yang telah diakui sebagai beban dalam laporan luar laba rugi
maupun yang dikapitalisasi sesuai PSAK No.26, biaya pinjaman.Bunga yang
dibayarkan dan bunga serta dividen yang diterima dapat diklasifikasi sebagai
arus kas operasi karena mempengaruhi laba atau rugi.
 Pajak Penghasilan
Arus kas yang berkaitan dengan pajak penghasilan harus diungkapkan secara
terpisah dan diklasifikasi sebagai arus kas dari kegiatan operasi kecuali jika
secara spesifik dapat diidentifikasikan sebagai kegiatan pendanaan dan
investasi.
 Transaksi Bukan Kas
Transaksi invests dan pendanaan yang tidak memerlukan penggunaan kas atau
setara kas tidak termasuk dalam laporan arus kas. Beberapa contoh non-kas
adalah
a) Perolehan aset secara kredit atau melalui sewa pembiayaan (finance
lease)
b) Akuisisi entitas melalui emisi saham
c) Konversi utang menjadi modal.

Berikut ini ilustrasi untuk menyusun laporan arus kas yang lebih komprehensif:

 Perubahan kepemilikan dalam Entitas Anak dan Unit Bisnis Lainnya


Seluruh arus kas yang berasal dari perolehan dan hilangnya pengendalian atas
entitas anak atau unit bisnis lainnya harus disajikan secara terpisah dan
diklasifikasi sebagai aktivitas investasi. Dalam kondisi di atas hal-hal berikut
ini perlu diungkap:
1) Jumlah harga yang dibayar dan diterima;
2) Bagian harga berupa kas dan setara kas;
3) Jumlah kas dan setara kas pada entitas anak atau bisnis lainnya yang
kontrolnya diperoleh atau dilepaskan; dan
4) Jumlah aset dan liabilitas selain kas atau setara kas pada entitas anak
atau bisnis lainnya yang kendalinya diperoleh atau dilepaskan dan
diringkas berdasarkan kategori utamanya.

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

1. Pengertian Analisis Keuangan


Laporan keuangan merupakan hal penting yang wajib dimiliki dan dibuat oleh
berbagai macam bisnis atau perusahaan. Fungsi dari laporan keuangan adalah untuk
mengetahui cash flow serta keuntungan dan kerugian di dalam sebuah bisnis atau
perusahaan. Setelah dibuat, laporan keuangan tidak hanya dilihat dan dibiarkan begitu
saja. Melainkan harus dianalisis untuk mengetahui berbagai hal yang berhubungan
dengan kesehatan finansial perusahaan.

Ada beberapa teknik analisis laporan keuangan yang dapat digunakan untuk
berbagai jenis laporan keuangan. Beberapa teknik tersebut meliputi analisis common
size, analisis tren, analisis persentase perubahan, dan analisis industri. Meskipun
keempat teknik analisis laporan tersebut memiliki fungsi yang berbeda, namun
semuanya sama-sama dapat memberikan gambaran potensi finansial
perusahaan. Setiap bisnis atau perusahaan harus melakukan analisis laporan
keuangan yang tepat agar dapat mencapai tujuan.
2. Tujuan Analisis Laporan Keuangan
Laporan keuangan dapat diartikan sebagai proses menguraikan pos-pos
keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil. Dan untuk mengetahui
hubungan signifikan antara data kuantitatif dan non-kuantitatif. Tujuannya
adalah agar dapat diperoleh informasi mengenai kondisi keuangan yang lebih
jelas. Selain itu, paling tidak ada 9 tujuan dari analisis laporan keuangan yaitu:

1. Bahan pertimbangan bagi investor untuk berinvestasi di suatu


perusahaan.
2. Memberikan informasi mengenai kesanggupan perusahaan dalam
mengembalikan pinjaman serta bunganya.
3. Sebelum melakukan kerjasama dengan pemasok, perusahaan harus
melakukan analisis terhadap kondisi keuangan perusahaan, profitabilitas
pemasok serta kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban
melalui analisis laporan keuangan.
4. Digunakan untuk mengetahui informasi tentang kesanggupan pelanggan
dalam memenuhi kewajibannya.
5. Untuk mengetahui apakah perusahaan yang akan dimasuki tersebut
memiliki prospek yang bagus.
6. Bahan acuan oleh pemerintah untuk menentukan besarnya pajak
perusahaan yang harus dibayarkan.
7. Analisis laporan dibuat untuk menentukan perkembangan perusahaan,
karena pihak internal seperti seorang manajer dapat menjadikannya
sebagai acuan untuk menyusun strategi kedepannya.
8. Untuk mengetahui kondisi keuangan pesaing.
9. Dapat digunakan untuk mengetahui besarnya kerusakan yang dialami
perusahaan.

3. Jenis-Jenis Analisis Keuangan

Ada 2 jenis analisis laporan keuangan yang paling umum digunakan,


yaitu analisis horizontal & vertikal, dan analisis rasio.

a. Analisis Horizontal & Vertikal. Analisis horizontal terdiri dari


perbandingan data keuangan tahun terakhir dengan data keuangan di
tahun-tahun lainnya. Jenis analisis laporan keuangan ini juga dikenal
sebagai analisis trend, dan sering dinyatakan dalam istilah moneter atau
mata uang dan persentase. Perbandingan jumlah mata uang akan
memberikan analis wawasan tentang aspek-aspek yang mungkin
berkontribusi secara signifikan terhadap profitabilitas atau posisi
keuangan suatu bisnis atau perusahaan. Sedangkan analisis vertikal
merupakan analisis laporan yang dilakukan dengan cara
membandingkan hubungan setiap komponen dengan total akun di
dalam laporan keuangan tunggal. Analisis vertikal ini dapat diterapkan
pada akun untung dan rugi dengan merepresentasikan tajuk standar
sebagai persentase dari total omset tahunan. Hal ini akan memudahkan
untuk mendapatkan informasi jika pembagian biaya, pengeluaran, serta
laba yang berbeda. Selain itu juga memungkinkan untuk
membandingkan tahun-tahun berikutnya dan untuk mengidentifikasi
tren tertentu.
b. Analisis Rasio, dapat digunakan untuk mewakili hubungan antara
berbagai angka pada neraca, laba dan rugi atau catatan akuntansi
lainnya yang dibuat oleh akuntan. Pada analisis laporan berdasarkan
rasio, dapat dibandingkan antara 2 kuantitas. Rasio selalu mewakili
satu angka yang berkaitan dengan angka yang lainnya. Contoh rasio
yang paling umum digunakan diantaranya adalah rasio profitabilitas,
rasio likuiditas, rasio efisiensi, dan rasio solvabilitas.

Contoh Analisis Keuangan Sederhana


Sebagai contoh, kas sebesar Rp150.000.000 di dalam neraca tahun
berjalan dapat dibandingkan dengan kas sebesar Rp100.000.000 di dalam
neraca tahun sebelumnya. Kas periode tahun ini dapat dinyatakan sebagai 1,5
atau sebesar 150% dari jumlah tahun sebelumnya. Atau sebagai kenaikan
sebesar 50% atau Rp50.000.0000.

Prosedur analisis juga dapat digunakan secara luas untuk memeriksa


hubungan di laporan keuangan. Contohnya, asumsikan bahwa kas sebesar
Rp50.000.000 dan persediaan sebesar Rp250.000.000 dimasukkan di dalam
total aset senilai Rp1.000.000.000 dalam neraca. Dalam bentuk relatif, jumlah
saldo kas adalah sebesar 5% dari total aset. Dan jumlah persediaan adalah
sebesar 25% dari total aset.

Analisis laporan keuangan merupakan instrumen yang berguna dan


memiliki banyak keuntungan. Keuntungan yang pertama adalah dapat
memberikan investor informasi yang akan berimbas pada keputusan untuk
menginvestasikan dana mereka dalam suatu bisnis atau perusahaan yang Anda
kelola. Yang kedua, pemerintah dan pihak berwenang yang telah diberikan
informasi dapat menentukan apakah bisnis atau perusahaan telah memenuhi
prinsip-prinsip akuntansi dan standar akuntansi yang berlaku. Dengan begitu,
akhirnya lembaga pemerintah dapat menganalisa tentang besaran pajak yang
akan dikenakan.

Analisis laporan keuangan merupakan suatu laporan yang sangat


penting di dalam berjalannya suatu bisnis atau perusahaan. Bagi Anda yang
merasa kesulitan untuk membuat laporan keuangan, Anda dapat
menggunakan software akuntansi yang sudah teruji dan terbukti. Anda dapat
memilih software akuntansi online Jurnal. Dengan menggunakan Jurnal,
Anda akan lebih mudah dalam membuat laporan keuangan dengan cepat dan
tepat. Daftarkan bisnis Anda sekarang untuk mencobanya gratis selama 14
hari.
KASUS LAPORAN ARUS KAS

Berikut ini data berupa informasi tambahan yang relevan untuk penyusunan laporan
arus kas PT King untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2013.

a. Semua saham entitas anak diperoleh dengan harga Rp29.500. nilai wajar aset
yang diperoleh dan liabilitas diasumsikan sebagai berikut:
Persediaan Rp5.000 utang usaha Rp5.000
Piutang usaha Rp5.000 utang jangka panjang Rp10.000
Kas Rp2.000
Aset tetap Rp32.500
b. Rp12.500 diperoleh dari penerbitan modal saham dan Rp12.500 diperoleh dari
pinjaman jangka panjang.Beban bunga Rp20.000 dan telah dibayar sebesar Rp
8.500 selama perioda tersebut ,Rp 5.000 yang merupakan beban bunga perioda
sebelumnya juga dibayar selama perioda tersebut.
c. Dividen yang dibayarkan Rp 60.000
d. Utang pajak pada awal akhir perioda masing masing sebesar Rp.20.000 dan
Rp 50.000.Selama tahun 2013 disisihkan Rp 10.000 untuk tambahan pajak
.Pajak yang terutang dari dividen yang diterima bernilai Rp.5.000
e. Selama tahun 2013 ,entitas memperoleh asset tetap dengan harga Rp 62.500,
senilai Rp 45 000 diperoleh dengan sewa .Pembayar kas sebesar Rp 17.500
untuk pembelian asset tetap.
f. Pabrik dengan nilai buku Rp 4.000 dan akumulasi penyusutan Rp.3.000 dijual
dengan harga Rp.1.000
g. Piutang usaha pada akhir 2013 termasuk bunga piutang sebesar Rp.5.000
PT King

Laporan Laba Rugi Komprehenshif Konsolidasi

Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2013

Pendapatan Rp 1.535.500

Harga Pokok Penjualan (1.300.000)

Laba Bruto 232.500

Penyusutan (22.500)

Beban administrasi dan penjualan (45.500)

Beban Bunga (20.000)

Penghasilan Investasi 25.000

Kerugian selisih kurs (2.000)

Laba sebelum pajak 167.500

Pajak penghasilan (15.000)

Laba bersih Rp 152.500

Entitas bisnis tidak mengakui setiap komponen pendapatan kemprehenshif lain pada
tahun yang berakhir 2013.
PT King

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi ( Komparatif)

Per 31 Desember 2012 dan 2013

Aset 2012 2013

Kas dan setara kas Rp 11.500 Rp 8.000

Piutang usaha 95.000 60.000

Persediaan 50.000 97.500

Investasi surat berharga 125.000 125.000

Aset tetap (harga perolehan) 186.500 95.500

Akumulasi penyusutan (72.500) (53.000)

Aset tetap (bersih) 144.000 42.500

Aset Total Rp395.500 Rp333.000

Liabilitas

Utang usaha Rp12.500 Rp94.500

Utang bunga 11.000 5.000

Utang pajak penghasilan 20.000 50.000

Utang jangka panjang 115.000 52.000

Liabilitas Total 159.000 201.500

Ekuitas - -

Modal Saham 75.000 62.500

Saldo laba 161.500 69.000

Ekuitas Total 236.500 131.500

Liabilitas dan Ekuitas Total Rp395.500 Rp333.000

Berdasarkan data diatas dapat disusun laporan arus kas menggunakan metode
langsung dan tak langsung sebagai berikut :
PT King

Laporan Arus Kas

Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2013

(Metode Langsung)

Arus kas kegiatan operasi

Penerimaan kas dari pelanggan Rp. 1.507.500

Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan (1.380.000)

Kas yang dihasilkan operasi 127.500

Pembayaran bunga (13.500)

Pembayaran pajak penghasilan (45.000)

Arus kas bersih dari (untuk) aktivitas operasi Rp. 69.000

Arus kas kegiatan investasi

Akuisisi entitas anak X dengan kas (27.500)

Pembelian Aset tetap (17.500)

Hasil dari penjualan peralatan 1.000

Penerimaan bunga 10.000

Penerimaan deviden 10.000

Arus kas bersih aktivitas investasi Rp. 24.000

Arus kas dari aktivitas pendanaan

Hasil dari penerbitan modal saham 12.500

Hasil dari pinjaman jangka panjang 12.500

Pembayaran utang sewa pembiayaan (4.500)

Pembayaran deviden (60.000)

Arus kas bersih aktivitas pendanaan Rp. 39.500

Kenaikan bersih kas dan setara kas 5.500

Kas dan setara kas pada awal perioda 6.000

Kas dan setara kas pada akhir perioda Rp.11.500


PT King
Laporan Arus kas
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2013
(Metode tidak langsung)
Arus kas dari kegiatan operasi
Laba sebelum pajak Rp.165.500
Penyesuaian untuk : -
Penyusutan 22.500
Kerugian selisih kurs 2.000
Pendapatan investasi (25.000)
Beban bunga 20.000
Kenaikan piutang usaha dan piutang lain (25.000)
Penurunan persediaan 52.500
Penuruna utang usaha (87.000)
Kas yang dihasilkan kegiatan operasi 127.500
Pembayaran bunga (13.500)
Pembayaran pajak penghasilan (45.000)
Arus kas (bersih)kegiatan operasi Rp. 69.000
Arus kas untuk kegiatan investasi
Akuisisi entitas anak X dengan kas (27.500)
Pembelian asset tetapan (17.500)
Hasil dari penjualan peralatan 1.000
Penerimaan bunga 10.000
Penerimaan deviden 10.000
Arus kas bersih kegiatan investasi Rp. 24.000
Arus kas bersih kegiatan pendanaan
Hasil dari penerbitan modal saham 12.500
Hasil dari pinjaman jangka panjang 12.500
Pembayaran utang sewa pembiayaan (4.500)
Pembayaran deviden (60.000)
Arus kas bersih kegiatan pendanaan (Rp39.500)
Kenaikan bersih kas dan setara kas 5.500
Kas dan setara kas pada awal perioda 6.000
Kas dan setara kas pada akhir perioda Rp. 11.500
Referensi

Ikatan Akuntan Indonesia.Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 1,


Penyajian Laporan Keuangan ,2009
Ikatan Akuntan Indonesia .Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.2,
Penyajian Laporan Arus Kas ,2009
Ikatan Akuntan Indonesia.Pernyataan Standar Akuntansi No.10,Transaksi
dalam Mata Uang Asing ,2007
Kieso,Weygandt,and warfield .Intermediate Accounting :IFRS Edition.
Volume 1 .United States: John Wiley & Sons ,Inc .,2011
Purwantorodjati, Budhi .Bahan Kuliah Analisis Laporan Keuangan,
dimodifikasi.