Anda di halaman 1dari 8

KEPERAWATAN GERONTIK

PERTEMUAN KE : I TANGGAL 21 FEBRUARI 2020

I. Latar Belakang
Proses menua adalah suatu proses alami yang akan terjadi pada setiap
makhluk hidup, menurut laglet (Sudirman, 2011). Menyatakan bahwa semua
makhluk hidup memiliki siklus kehidupan menuju tua yang diawali dengan
proses kelahiran, tumbuh menjadi dewasa, berkembang biak, menjadi tua dan
akhirnya tutup usia.
Penduduk Lanjut Usia merupakan bagian dari anggota keluarga dan
anggota masyarakat yang semakin bertambah jumlahnya sejalan dengan
peningkatan usia harapan hidup. Pada tahun 1980 penduduk lanjut usia baru
berjumlah 7,7 juta jiwa atau 5,2 persen dari seluruh jumlah penduduk. Pada
tahun 1990 jumlah penduduk lanjut usia meningkat menjadi 11,3 juta orang
atau 8,9 persen. Jumlah ini meningkat di seluruh Indonesia menjadi 15,1 juta
jiwa pada tahun 2000 atau 7,2 persen dari seluruh penduduk. Dan diperkirakan
pada tahun 2020 akan menjadi 29 juta orang atau 11,4 persen. Hal ini
menunjukkan bahwa penduduk lanjut usia meningkat secara konsisten dari
waktu ke waktu. Angka harapan hidup penduduk Indonesia berdasarkan data
Biro Pusat Statistik pada tahun 1968 adalah 45,7 tahun, pada tahun 1980 :
55.30 tahun, pada tahun 1985 : 58,19 tahun, pada tahun 1990 : 61,12 tahun,
dan tahun 1995 : 60,05 tahun serta tahun 2000 : 64.05 tahun (BPS.2000)
Dengan makin meningkatnya harapan hidup penduduk Indonesia, maka
dapat diperkirakan bahwa insidensi penyakit degeneratif akan meningkat pula.
Salah satu penyakit degeneratif yang mempunyai tingkat morbiditas dan
mortalitas tinggi adalah hipertensi. Hipertensi pada usia lanjut menjadi lebih
penting lagi mengingat bahwa patogenesis, perjalanan penyakit dan
penatalaksanaannya tidak seluruhnya sama dengan hipertensi pada usia
dewasa muda. Pada umumnya tekanan darah akan bertambah tinggi dengan
bertambahnya usia pasien, dimana tekanan darah diastolik akan sedikit
menurun sedangkan tekanan sistolik akan terus meningkat.
Penyakit degeneratif dan penyakit tidak menular mengalami peningkatan
resiko penyebab kematian, dimana pada tahun 1990, kematian penyakit tidak
menular 48 % dari seluruh kematian di dunia, sedangkan kematian akibat
penyakit jantung dan pembuluh darah, gagal ginjal dan stroke sebanyak 43%
dari seluruh kamatian di dunia dan meningkat pada tahun 2000 kematian
akibat penyakit tidak menular yaitu 64 % dari seluruh kematian dimana 60%
disebabkan karena penyakit jantung dan pembuluh darah, stroke dan gagal
ginjal. Pada tahun 2020, diperkirakan kematian akibat penyakit tidak menular
sebesar 73% dari seluruh kematian di dunia dan sebanyak 66% diakibatkan
penyakit jantung dan pembuluh darah, gagal ginjal dan stroke, dimana faktor
resiko utama penyakit tersebut adalah hipertensi. (Zamhir, 2006).
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyebab kematian dan
kesakitan yang tinggi. Darah tinggi sering diberi gelar The Silent Killer karena
hipertensi merupakan pembunuh tersembunyi karena disamping karena
prevalensinya yang tinggi dan cenderung meningkat di masa yang akan
datang, juga karena tingkat keganasannya yang tinggi berupa kecacatan
permanen dan kematian mendadak. Sehingga kehadiran hipertensi pada
kelompok dewasa muda akan sangat membebani perekonomian keluarga,
karena biaya pengobatan yang mahal dan membutuhkan waktu yang panjang,
bahkan seumur hidup. (Bahrianwar, 2009)

II. Rencana Keperawatan


1. Diagnosa Keperawatan :
Belum dapat ditegakkan karena belum dilakukan pengkajian.
2. Tujuan umum :
Untuk memperoleh data dan informasi mengenai kondisi lansia melalui
pendekatan.
3. Tujuan khusus :
Setelah 50 menit interaksi yang diharapkan
a. Dapat membina hubungan saling percaya antara perawat dan lansia
b. Mendapatkan informasi tentang lansia secara umum
c. Mendapatkan data tentang kemampuan yang dimiliki oleh lansia
III. Rencangan Kegiatan
1. Topik : Mengkaji Biodata Pasien
2. Metode : Wawancara Tanya jawab dan observasi
3. Media : Format pengkajian gerontik, Tensi Meter, dan Temometer
4. Waktu : 50 menit
5. Strategi pelaksanaan (fase orientasi kerja dan terminasi)
NO Alokasi Waktu Kegiatan
1 Pukul 12.00- 12.50 WIB Fase orientasi
1. Mengucapkan salam
2. Memperkenalkan diri dan berkenalan
dengan pasien
3. Menanyakan kabar dan perasaan pasien
pada hari ini
4. Membuat kontrak waktu
5. Menjelaskan tujuan dan topic yang ingin
dilakukan

Fase Kerja
1. Menulis data umum lansia
2. Riwayat keluarga
3. Riwayat pekerjaan
4. Lingkungan hidup
5. Rekreasi dan hiburan
6. Sumber/ sistem pendukung yang
digunakan
7. Status kesehatan saat ini
8. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda
vital

Fase Terminasi
1. Membuat kontrak waktu, topic
2. Mengucapkan salam
IV. Kriteria Evaluasi (Kegiatan hari ini)
1. Kriteria Struktur : Tercapai keseluruhan pengkajian
2. Kriteria proses : Lansia comperatif dan pengkajian lancar
3. Kriteria Hasil : Lancar (100 %)

KEPERAWATAN GERONTIK
PERTEMUAN KE : II TANGGAL 22 FEBRUARI 2020

I. Latar Belakang
Pada pertemuan ke II, perawat melanjutkan pengkajian dari panduan
format pengkajian gerontik, disini perawat telah melakukan pengkajian dari
poin 1-7 Selanjutnya perawat melanjutkan pengkajian dari poin 8-15.

II. Rencana Keperawatan


1. Diagnosa keperawatan
Belum ditegakkan karena belum dilakukan pengkajian secara menyeluruh.
2. Tujuan umum
Untuk mendapt data umum maupun informasi mengenai kondisi kesahatan
melalui lansia
3. Tujuan khusus
Setelah 45 menit interaksi, diharapkan:
a. Dapat membina hubungan saling percaya antara perawat dengan lansia
b. Mendapatkan data pengkajian fisik tentang lansia
c. Mendapatkan data tentang kemampuan lansia

III. Rencana Kegiatan


1. Topik : Lanjut pengkajian sebelumnya
2. Metode : Wawancara, tanya jawab dan observasi
3. Media : Format Pengkajian Gerontik,Tensi Meter, dan Temometer
4. Waktu : 45 Menit
5. Strategi Pelaksaan (fase orientasi kerja dan terminasi)
NO Alokasi Waktu Kegiatan
1 Pukul 15.00- 15.45 WIB Fase Orientasi
1. Mengucapkan salam
2. Menanyakan kabar dan perasaan pasien
pada hari ini
3. Membuat kontrak waktu
4. Menjelaskan tujuan dan topik yang ingin
dilakukan
Fase Kerja
1. Memeriksa tanda-tanda vital
2. Menanyakan status kesehatan
masalalu
3. Riwayat penggunaan obat-obatan
4. Riwayat keluarga
5. Pola kebiasaan
6. Pengkajian fisik
7. Faktor resiko jatuh
8. Spritual
9. Psikososial

Fase Terminasi
1. Membuat kontrak waktu, topic
2. Mengucapkan salam

IV. Kriteria Evaluasi (Kegiatan hari ini)


1. Kriteria Struktur : Tercapai keseluruhan pengkajian
2. Kriteria proses : Lansia comperatif dan pengkajian lancar
3. Kriteria Hasil : Lancar (100 %)

KEPERAWATAN GERONTIK
PERTEMUAN KE : III TANGGAL 24 FEBRUARI 2020
I. Latar Belakang
Pada pertemuan ke II, perawat melanjutkan pengkajian dari panduan
format pengkajian gerontik, disini perawat telah melakukan pengkajian dari
poin 1-15 Selanjutnya perawat melanjutkan pengkajian tentang keseimbangan
lansia,pengkajian fungsional klien dan aspek kognitif.

II. Rencana Keperawatan


1. Diagnosa keperawatan
Belum ditegakkan karena belum dilakukan pengkajian secara menyeluruh.
2. Tujuan umum
Untuk mendapat data umum maupun informasi mengenai kondisi
kesahatan melalui lansia
3. Tujuan khusus
Setelah 45 menit interaksi, diharapkan:
a. Dapat membina hubungan saling percaya antara perawat dengan
lansia
b. Mendapatkan data pengkajian fisik tentang lansia
c. Mendapatkan data tentang kemampuan lansia

III. Rencana Kegiatan


1. Topik : Lanjut pengkajian sebelumnya
2. Metode : Wawancara, tanya jawab dan observasi
3. Media : Format Pengkajian Gerontik,Tensi Meter, dan Temometer
4. Waktu : 45 Menit
5. Strategi Pelaksaan (fase orientasi kerja dan terminasi)
NO Alokasi Waktu Kegiatan
1 Pukul 12.05- 12.50 WIB Fase orientasi
1. Mengucapkan salam
2. Menanyakan kabar dan perasaan pasien
pada hari ini
3. Membuat kontrak waktu
4. Menjelaskan tujuan dan topik yang ingin
dilakukan
Fase Kerja
1. Melakukan pemeriksaan TTV
2. Mengkaji keseimbangan klien
3. Melakukan tes uji keseimbangan
4. Melakukan pengkajian uji fungsional
klien
5. Melakukan identifikasi aspek kognitif
dan fungsi mental

Fase Terminasi
1. Menulis skor
2. Membuat kontrak waktu, topic
3. Mengucapkan salam

IV. Kriteria Evaluasi (Kegiatan hari ini)


1. Kriteria Struktur
a. Tersedianya media berupa format pengkajian dan nursing kit
b. Tersedia kertas untuk uji kognitif
c. Tersedianya tempat pertemuan
d. Adanya kontrak waktu selama 45 menit
2. Kriteria proses
a. Mengikuti tes uji perubahan posisi dan gerak keseimbangan
b. Klien mengikuti tes uji suatu kondisi
c. Mengikuti tes aspek kognitif dan fungsional
d. Mengikuti tes fungsional
3. Kriteria Hasil
a. Mampu melakukan tes keseimbangan
b. Mampu mengikuti keseimbangan komponen
c. Mampu melakukan tes aspek kognitif dan fungsional
d. Mampu mengikuti tes fungsional.