Anda di halaman 1dari 4

Topic: How New Normal Changes Social Behaviors

Pola hidup konsumtif sebagai salah satu bentuk perubahan sosial masyarakat dalam New
Normal
Perubahan Sosial Masyarakat Sabagai Adaptasi dalam New Normal
Terhitung pada bulan Maret 2020, WHO menetapkan bahwa COVID-19 ini menjadi pandemi
yang menimbulkan dampak besar pada seluruh sektor didunia. Pada bulai Mei lalu, WHO
menganjurkan agar masyarakat mulai merubah perilaku sehari hari atau yang disebut dengan The
New Normal. Dengan New Normal ini, manusia dituntut untuk dapat beradaptasi dengan kondisi
pandemi dan hidup berdampingan dengan pandemi COVID-19.
Beradaptasi dengan kondisi pandemi COVID-19 saat ini memang tidak mudah, terlebih ini
berkaitan dengan perubahan pada pola hidup dan gaya hidup. Ditahun 2003 Labarre mengulas
pendapat Roger McNamee yang menyebutkan bahwa sejatinya New Normal akan selalu terjadi
sapanjang hidup manusia. Sehingga manusia perlu untuk beradaptasi dalam menghadapi tuntutan
perubahan hidup. McNamee juga menyebutkan bahwa “normal” dalam konteks New Normal
memiliki kaitan dengan waktu, yang mana manusia akan terus berusaha untuk merubah atau
beradaptasi terhadap prilaku yang sesuai dengan tuntutan kondisi sehingga membuat kehidupan
dimasa mendatang menjadi lebih baik. Sedangkan “New” sendiri memiliki kaitan yang erat
dengan perkembanagn teknologi, yang mana merujuk pada proses serta prilaku bisnis yang
terkena dampak adanya perkembangan teknologi digital.
Didalam New Normal sendiri, akan muncul suatau kondisi dimana terdapat sejumlah hal yang
sebelumnya terkesan tidak normal atau tidak menjadi kebiasaan manusia, kemudian menjadi
standart kenormalan baru sebagai bentuk adaptasi dengan sejumlah situasi mendesak seperti
halnya pandemic COVID-19 ini. Beberapa bentuk sikap beradapatasi dalam ketentuan New
Normal diantaranya adalah menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan menggunkaan sabun
setiap saat dan lain-lain. Dan hal-hal tersebut sejatinya perlu dilakukan sebagai bentuk
kedaruratan terhadap kondisi pandemi yang bersifat jangka pendek. Namun tidak menutup
kemungkinan adaptasi dalam bentuk New Normal tersebut juga bersifat jangka panjang yang
merupah prilaku manusia.
Dengan ditetapkannya New Normal ini tentu saja akan mengakibatkan munculnya perubahan
prilaku sosial dari kebisaan normal sebelumnya. Perubahan prilaku yang sangat terlihat jelas
sebagai respon adaptasi dan berusaha untuk dapat tetap hidup ditengah pandemi ini adalah pola
hidup sehat. Pola hidup sehat ini dilakukan baik dengan lebih memeprhatikan makanan,
olahraga, menjaga imun tubuh, menjaga kebersiah diri dengan mencucui tangan dan lain
sebagainya.
Selain itu perilaku konsumtif masyarakat ditengah pandemi COVID-19 juga merupakan salah
satu bentuk dari perubahan prilaku sosial dalam New Normal. Pada awal merebaknyaCOVID-
19, terjadi panic buying di hampir seluruh dunia yang terdapat penderita COVID-19. Pada
umumnya mereka yang mengalami panic buying berusaha membeli seluruh kebutuhan pokok
pakangan dan kebutuhn primer lainnya yang sangat krusial bagi kiehidupan manusia. Kondisi ini
mengakibatakn menusia melakukan pola hidup konsumtif ditengah pandemic yang mana hampir
seluruh keuangan berada dikondisi yang tidak stabil. Dan di era New Normal ini, masyarakat
lebih menunjukkan polah hidup yang konsumtif meskipun tidak panic buying.
Pola hidup konsumtif masyarakat di indoneisa lebih banyak dilakukan dengan berbelanja online
yang merupakan salah satu alternatif ditengan kondisi seperti ini. Berdasarkan hasil penelitian
Center for Digital Society / CfDS menunjukkan bahwa selama pandemi COVID-19 ini terjadi
peningkatan transaksi belanja digital sebesar 30 persen. Masyarakat menilai belaja digital ini
menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kegitan diluar rumah dan ditengah kebijkan
Pembatasan Sosisal Bersekala Besar di sejumlah wilayah di Indonesia. Selain itu, pola hidup
konsumtif juga ditunjukkan dengan uforia masyarakat Indonesia untuk memebli sepeda untuk
menunjang polahidup sehat, serta pembelian produl elektronik yang diperuntukkan sebagai alat
pendukung pembelajran daring.
Sebagai kesimpulan, dengan diterapkannya New Normal ini tentu saja mempengaruhi pola
prilaku sosial masyarakat, baik sebagai bentuk adaptasi ataupun usaha untuk dapat hidup
berdampingan dengan adanya pandemic COVID-19. Dengan adanaya penerapan New Normal
tentu memiliki dampak baik seperti perubahan gaya hidup sehat, serta lebih peduli pada
kesehatan dirisendiri. Namun disamping itu juga muncul dampak buruk bagi masyarakat dengan
pola hidup konsumtif dari belanja online. Pada dasarnya belanja online ini merupakan bentuk
alternatif agar masyarakat dapat tetap belanja kebutuhan pokok tanpa harus berkerumun ataupun
keluar rumah, namun tidak untuk belanja berlebihan diluar dari kebutuhan pokok. Ada baiknya
menggunakan fasilitas belanja online sewajarnya atau sesuai kebutuhan. Sejumlah lembaga
keuangan menilai kondisi seperti ini adalah momen yang tepat untuk melakuakn saving pada
keuangan. Sehingga akan muncul prilaku sosial masyarakat yang lebih Life Simplifiers, tidak
hanya untuk perubahan jangka pendek saja, namun juga dapat menjadi perubahan jangakan
pandangan sebagai pola hidup normal yang baru.

Topic: How New Normal Changes Social Behaviors

Consumptive lifestyle as one of the social changes in society in the New Normal

Social Change in the society as an Adaptation in the New Normal

As of March 2020, WHO set COVID-19 to be a pandemic that has a big impact on all sectors of

the world. At the last May, WHO requested that people changed the habit or called as The New

Normal. With this New Normal, humans are required to be able to help with pandemic

conditions and coexist with the COVID-19 pandemic.


Adapting to the current condition of the COVID-19 pandemic is not easy, previously it was

related to changes in lifestyle . In 2003 Labarre reviewed the opinion of Roger McNamee, that

actually New Normal will always happen along the human life. For humans. McNamee also said

"normal" in the context of New Normal having a related to time, in which humans will continue

to try to change or fight against behavior that is in line with making life better. While "New" has

its own related to development technology, which changes the business processes and behavior

related to the development of digital technology.

In New Normal itself, there will be a condition where it is an estimate of what was previously

considered to be abnormal or not a human habit, then becomes the new standard of normaly as

an adaptation according to what was requested in accordance with the request of this COVID-19

pandemic. Some forms of adaptation in the New Normal are considered to use mask, keep a

distance, wash hands with soap at any time and others. And these things need to be done as a

form of emergency for the short-term conditions of the pandemic. However, it does not rule out

the adaptation in the form of New Normal, which also opposes the long-term human behavior.

Because of implementation of New Normal, this will have the effect of changes in social

behavior from previous normal habits. Changes in behavior that are clearly seen as a response to

adaptation and trying to stay alive in the midst of this pandemic is a healthy lifestyle. This

healthy lifestyle is done well by paying more attention to food, exercise, keep the body's

immunity, keep the body health by washing hands and so on.

Besides that, the consumptive behavior of the people in the midst of the COVID-19 pandemic is

also a form of social behavior change in New Normal. At the beginning of COVID-19, there

was panic buying in almost all of the world with COVID-19 sufferers. In general, those who

experience panic buying are trying to buy all the basic needs and other primary needs that are

crucial for human life. This condition has resulted in people doing consumptive life in the midst
of a pandemic in which almost all finances are in an unstable condition. And in this New Normal

era, people show more consumptive life patterns even though they are not panic buying.

Consumptive lifestyles of people in Indonesia are mostly done by shopping online, which is an

alternative in this condition. Based on research by the Center for Digital Society / CfDS, it shows

that during the COVID-19 pandemic there was an increase in digital shopping transactions by 30

percent. Society considers digital learning to be one of the solutions to reduce activity outside the

home and in the midst of the policy of large-scale social borders in a number of regions in

Indonesia. In addition, the consumptive lifestyle is also shown by the Indonesian people's uforia

to buy bicycles to support a healthy lifestyle, as well as the purchase of electronic product

intended to support online learning.

In conclusion, the implementation of New Normal certainly affects the social behavior patterns

of the community, both as a form of adaptation or an to be able to coexist with the existence of a

COVID-19 pandemic. With the application of New Normal certainly has good effects such as

changes in healthy lifestyles, as well as more concerned with their own health. But besides that

also appears a bad impact for the people with a consumptive lifestyle from online shopping.

Basically online shopping is an alternative form so that people can continue to shop for basic

necessities without having to crowd or leave the house, but not for excessive shopping outside of

basic needs. It is better to use online shopping facilities as appropriate or as needed. A number of

financial institutions consider this condition to be the right moment for saving money. So that

social behavior will emerge that is more Life Simplifiers, not only for short-term changes, but

can also be a change in the outlook as a new normal lifestyle