KATA PENGANTAR
Puji syukur berkat rahmat, taufik, hidayah, dan inayah dari Allah SWT,
akhirnya penulis dapat menyelesaikan penyusunan modul yang berjudul “MODUL
PAI dan Budi Pekerti IX/Ganjil (Raihlah Kesuksesan dengan berperilaku Optimis,
Ikhtiar, dan Tawakkal)”. Modul ini merupakan upaya penulis untuk menumbuhkan
keterampilan mengasah otak dan pikiran pada peserta didik kelas IX SMP ……..
Surabaya melalui mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Selain
itu, modul tersebut diharapkan mampu mengasah keterampilan dan kreativitas
peserta didik dalam meningkatkan kualitas pengetahuan peserta didik.
Penulis menyadari banyak kendala dalam penulisan bahan ajar yang berupa
modul siswa ini. Untuk itu, penulis mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan
dalam bentuk apapun dari berbagai pihak. Bantuan tersebut penulis anggap sebagai
cara dalam penyempurnaan modul ini. Penulis mengharapkan agar hasilnya mampu
memberikan informasi yang berguna tentang upaya peningkatan mutu
pembelajaran PAI dan Budi Pekerti.
Saran dan kritik konstruktif tetap penulis harapkan agar karya modul ini
dapat berkelanjutan sehingga mendapatkan hasil yang maksimal untuk
keberhasilan pembelajaran sekarang dan selanjutnya serta dapat memberikan bekal
ilmu yang berguna terhadap peserta didik.
Surabaya, ….Juli 2020
Penulis
Modul PAI dan Budi Pekerti Kelas IX Ganjil 1
PERSETUJUAN
Yang bertanda tangan di bawah ini, Menyetujui Penyusunan Bahan Ajar
dengan berjudul:
MODUL PAI DAN BUDI PEKERTI IX/GANJIL
(Raihlah Kesuksesan dengan berperilaku Optimis,
Ikhtiar, dan Tawakkal)
Yang dibuat oleh penulis:
…………………………………….
Direkomendasikan untuk digunakan dalam proses belajar mengajar
di SMP ………. Surabaya Tahun pelajaran 2019/2020
Surabaya, …Juli 2020
Yang menyetujui,
Kepala SMP ……………………..
………………………………….
NIP ……………………………….
Modul PAI dan Budi Pekerti Kelas IX Ganjil 2
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ......................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR ..................................................................................................................... ii
HALAMAN PERSETUJUAN ....................................................................................................... iii
DAFTAR ISI ..................................................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ..................................................................................................... 4
B. Deskripsi Singkat ................................................................................................ 4
C. Tujuan Pembelajaran ........................................................................................ 4
D. Peta Kompetensi ...................................................................................................5
E. Petunjuk penggunaan modul ..........................................................................6
BAB II MATERI POKOK
RAIHLAH KESUKSESAN DENGAN BERPERILAKU OPTIMIS, IKHTIAR,
DAN TAWAKKAL
A. Indikator Keberhasilan .................................................................................... 7
B. Uraian Materi ....................................................................................................... 7
C. Latihan..................................................................................................................... 13
D. Rangkuman ..............................................................................................................15
E. Evaluasi Materi Pokok .......................................................................................16
F. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ...................................................................16
BAB III PENUTUP
A. Evaluasi kegiatan belajar......................................................................................17
B. Kunci Jawaban Evaluasi........................................................................................17
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................................................19
Modul PAI dan Budi Pekerti Kelas IX Ganjil 3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan suatu keharusan bagi manusia dan berlangsung
sepanjang hayat. Sejak lahir kedunia anak memiliki hak untuk memperoleh
pendidikan. Pendidikan juga sangat dibutuhkan oleh setiap manusia agar dapat
melakukan aktifitas sosial dimasyarakat tempat mereka berada. Anak sebagai
makhluk yang belum dewasa harus ditolong,dibantu,dibimbing serta diarahkan agar
dapat mengembangkan potensinya secara optimal salah satu upaya yang dapat
dilakukan adalah melalui pendidikan formal disekolah. Pendidikan PAI disini
memegang peranan penting dalam membentuk generasi islam yang berkualitas, taat
dan patuh terhadap perintah allah.
Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan mata pelajaran yang
memfokuskan pada pembentukan kepribadian yang utuh meliputi spiritual, sosial,
pengetahuan, dan ketrampilan yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan
sehari-hari.
Modul ini terdiri dari beberapa topik yang disesuaikan dengan kompetensi
inti dan kompetensi dasar yang terdapat dalam Standar Isi Kurikulum tahun 2013.
Modul yang sedang saudara baca ini secara spesifik membahas tema tentang Raihlah
Kesuksesan dengan berperilaku Optimis, Ikhtiar, dan Tawakkal.
B. Deskripsi Singkat
Modul ini diawali dengan pembahasan tentang konsep perilaku optimis,
ikhtiar, dan tawakkal, dalil naqlinya serta contoh perilaku optimis, ikhtiar, dan
tawakkal.
C. Tujuan Pembelajaran
1. Kompetensi Dasar
Setelah mempelajari modul ini diharapkan peserta didik mampu :
a. Memahami konsep perilaku optimis, ikhtiar, dan tawakkal.
Modul PAI dan Budi Pekerti Kelas IX Ganjil 4
b. Memahami dalil naqli perilaku optimis, ikhtiar, dan tawakkal.
c. Memahami contoh perilaku optimis, ikhtiar, dan tawakkal.
2. Indikator Keberhasilan
a. Memahami konsep perilaku optimis, ikhtiar, dan tawakkal.
b. Memahami dalil naqli perilaku optimis, ikhtiar, dan tawakkal.
c. Memahami contoh perilaku optimis, ikhtiar, dan tawakkal.
D. Peta Kompetensi
Raihlah Kesuksesan dengan berperilaku
Optimis, Ikhtiar, dan Tawakkal.
Optimis Ikhtiar Tawakkal
DALIL NAQLI
Contoh Berperilaku Optimis, Ikhtiar, Dan
Tawakkal.
SIKAP
MULIA
Memiliki mental tangguh dan tidak mudah putus
asa
Senang berusaha dan mencoba.
Tidak takut gagal
Saat sukses disikapi dengan rasa syukur, tidak
bersikap sombong
Saat belum sukses tetap sabar, tetap berusaha dan
tidak putus asa
Modul PAI dan Budi Pekerti Kelas IX Ganjil 5
E. Petunjuk Penggunaan Modul
Untuk lebih memudahkan dalam memahami dan mempelajari modul ini,
maka ikutilah beberapa petunjuk/langkah-langkahnya terlebih dahulu. Adapun
langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Bacalah terlebih dahulu daftar isi modul ini, dan baca pula pokok-pokok isi
modul untuk mengetahui seluruh isi modul secara global.
2. Pelajari dengan cermat kompetensi dasar, uraian materi dalam masing-
masing tema.
3. Selesaikan bab demi bab sesuai dengan substansinya, janganlah melanjutkan
bab berikutnya sebelum benar-benar kamu memahami bab yang saudara
baca.
4. Kerjakan latihan/tugas dan tes mandiri, dan jangan melihat kunci jawaban
terlebih dahulu.
Jika kamu mengalami kesulitan baik dalam memahami maupun
mengaplikasikan isi materi maupun metodenya, berdiskusilah dengan teman
sejawat, atau tanyakan langsung kepada instruktur baik melalui ponsel secara
langsung atau WhatsApp
Modul PAI dan Budi Pekerti Kelas IX Ganjil 6
BAB II
MATERI POKOK
RAIHLAH KESUKSESAN DENGAN BERPERILAKU
OPTIMIS, IKHTIAR, DAN TAWAKKAL
A. Indikator Keberhasilan
Selama dan setelah mempelajari materi pokok peserta didik diharapkan
mampu memahami konsep perilaku optimis, ikhtiar, dan tawakkal, dalil naqlinya
serta contoh perilaku optimis, ikhtiar, dan tawakkal.
B. Uraian Materi
1. Konsep , Dalil naqli, dan Contoh Perilaku Optimis.
Sifat optimis adalah sifat orang yang memiliki harapan positif dalam
menghadapi segala hal atau persoalan. Kebalikan dari optimis adalah pesimis. Orang
yang memiliki sifat pesimis selalu berpandangan negatif dalam menghadapi
persoalan. Sebagai seorang muslim sudah seharusnya kita memiliki sifat optimis.
Sifat itu memicu seseorang menjadi bersemangat dalam menyelesaikan pekerjaan
dan memberi kekuatan dalam menghadapi suatu masalah. Sebaliknya sifat pesimis
menjadi penyebab seseorang menjadi terpuruk tidak bersemangat. Sifat optimis
termasuk perilaku terpuji (akhlak karimah) yang harus dimiliki seorang muslim.
Seorang muslim yang memiliki sifat optimis akan selalu berpikiran positif dan
berprasangka baik kepada Allah Swt.
Adapun dalil naqli yang memberi pesan-pesan mulia terkait dengan berperilaku
optimis diantaranya Q.S. az-Zumar/39:53 sebagai berikut:
هّٰللا هّٰللا ٓ
َ ْي الَّ ِذ ْينَ اَ ْس َرفُوْ ا" ع َٰلى اَ ْنفُ ِس ِه ْم اَل تَ ْقنَطُوْ ا" ِم ْن رَّحْ َم ِة ِ ۗاِ َّن َ يَ ْغفِ ُر ال ُّذنُو
ب َج ِم ْيعًا َ ﴿ ۞ قُلْ ٰي ِعبَا ِد
﴾ ٥٣ ۗاِنَّهٗ ه َُو ْال َغفُوْ ُر ال َّر ِح ْي ُم
Artinya :
“Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka
sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah
mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun,
Maha Penyayang”.
Modul PAI dan Budi Pekerti Kelas IX Ganjil 7
Di dalam ayat ini Allah Swt. menyeru hamba-hamba-Nya yang melampaui batas
agar tidak berputus asa dari rahmat Allah Swt. Perbuatan yang melampaui batas
artinya adalah perbuatan dosa, perbuatan yang melanggar hukum-hukum Allah Swt.
Hukum dan ketentuan Allah sudah tertulis di dalam al-Qur’ā n dan al-Hadis. Jadi,
setiap perbuatan yang bertentangan dengan al-Qur’ā n dan al-Hadis adalah
perbuatan melampaui batas atau perbuatan dosa. Dosa kecil ataupun dosa besar
yang pernah dilakukan seseorang harus segera dimintakan ampunan (maghfirah)
kepada Allah Swt. Allah Swt. memiliki sifat Maha Pengampun dan Maha Penyayang.
Berputus asa dari rahmat Allah Swt. termasuk sikap tercela. Sebagai seorang
mukmin kita harus selalu optimis akan mendapat rahmat Allah Swt. Rahmat Allah
Swt. akan diberikan kepada mereka yang bersungguh-sungguh mendekatkan diri
kepada-Nya. Setiap manusia pasti pernah melakukan dosa dan salah, kecuali para
Nabi dan Rasul. Dosa dan kesalahan tersebut jangan sampai membuat kita putus asa
dari rahmat Allah Swt.
Salah satu ciri orang yang optimis adalah ia memiliki harapan yang baik pada
saat sebelum melakukan suatu pekerjaan. Melakukannya dengan sepenuh hati dan
perasaan senang serta Pada saat melaksanakan suatu pekerjaan. orang yang optimis
mensyukuri keberhasilannya dan mengevaluasi kekurangannya, setelah selesai
melakukan suatu pekerjaan. Ciri lain dari orang yang optimis adalah melihat segala
sesuatu sebagai sebuah kesempatan, peluang, dan kemungkinan. Sebaliknya orang
yang pesimis melihat segala sesuatu sebagai kegagalan dan ketidakmungkinan.
Dalam situasi yang sulit orang yang optimis akan selalu bilang, “Meskipun sulit,
namun masih ada kesempatan untuk berhasil.” Sebaliknya, dalam situasi yang
mudah orang yang pesimis masih mengatakan, “Sebenarnya itu hal yang mudah
bagiku, namun aku khawatir kalau nantinya akan gagal.”
2. Konsep , Dalil Naqli, dan Contoh Perilaku Ikhtiar.
Ikhtiar adalah berusaha bersungguh - sungguh untuk mencapai harapan,
keinginan, atau cita-cita. Ketika seseorang menginginkan sesuatu maka ia harus mau
Modul PAI dan Budi Pekerti Kelas IX Ganjil 8
berusaha atau berupaya untuk meraihnya. Usaha-usaha tersebut merupakan bagian
penting yang harus dilakukan oleh manusia. Dengan demikian tidak dibenarkan
orang yang mempunyai keinginan itu hanya berdiam diri tanpa ada upaya sama
sekali. Selanjutnya usaha tersebut diikuti dengan doa, memohon kepada Allah Swt.
agar keinginan tersebut dapat terwujud.
Allah Swt. mengajarkan mengenai pentingnya ikhtiar, sabagaimana firman-Nya
Q.S. anNajm/53:39-42 berikut.
﴾ ﴿ ثُ َّم يُجْ ٰزى"هُ ْال َج""زَ ۤا َء٤٠ ف يُ" ٰ"ر ۖى َ ﴿ َواَ ْن لَّي
"َ ْ ﴾﴿ َواَ َّن َس" ْعيَهٗ َس"و٣٩ ْۙس لِاْل ِ ْن َس"ا ِن اِاَّل َم""ا َس" ٰعى
٤٢ ۙ ﴾﴿ َواَ َّن اِ ٰلى َربِّكَ ْال ُم ْنتَ ٰهى٤١ ااْل َوْ ٰف ۙ"ى
Artinya:
39. dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya,
40. dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya),
41. kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling
sempurna,
42. dan sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahannya (segala sesuatu),
Melalui ayat ini Allah Swt. berjanji akan memberi balasan sempurna kepada
orang yang mau berusaha keras. Setiap usaha atau ikhtiar untuk memenuhi
kebutuhan hidup hendaknya diawali dengan niat karena Allah Swt. semata. Seorang
pedagang menjajakan dagangannya di pasar dengan penuh harap akan
mendapatkan rezeki banyak. Petani mencangkul di sawah berharap hasil panennya
melimpah. Tukang becak mengayuh becaknya sekuat tenaga untuk mengantarkan
penumpang menuju tujuan. Karyawan bekerja di kantor agar pekerjaannya segera
selesai. Pedagang, petani, tukang becak, karyawan atau profesi lainnya, bekerja
sesuai keahliannya masing-masing. Mereka bekerja keras mencari nafkah, tanpa
mau berpangku tangan. Mereka enggan dikasihani, dan tidak mau menjadi beban
orang lain. Sungguh mereka adalah orang-orang mulia karena telah bekerja keras
menafkahi keluarga dengan cara halal.
Untuk meraih surga seorang hamba perlu ikhtiar sekuat tenaga. Di antaranya
melaksanakan perintah Allah Swt. dan menjauhi laranganNya. Salat, zakat, puasa
dan ibadah lainnya juga merupakan sarana meraih surga. Ibadah-ibadah tersebut
harus dikerjakan dengan penuh ikhlas dan sungguh-sungguh.
Modul PAI dan Budi Pekerti Kelas IX Ganjil 9
Demikian pula kalian, jika ingin meraih cita-cita maka harus berikhtiar sekuat
tenaga dan berdoa kepada Allah Swt. Segala usaha kalian dalam meraih cita-cita
akan bernilai ibadah jika niatnya lurus karena Allah Swt. Dengan ikhtiar sekuat
tenaga dan niat yang benar, serta berdoa kepada Allah Swt. maka kesuksesan hidup
akan mudah dicapai.
Adapun contoh-contoh berperilaku ikhtiar adalah sebagai berikut.
1) Orang yang ingin pandai harus berusaha dengan rajin belajar.
2) Orang yang ingin hidup berkecukupan harus berusaha dengan rajin bekerja.
3) Orang yang ingin memiliki tabungan harus berusaha hidup hemat atau
mengurangi pengeluaran.
4) Orang yang ingin sehat harus berusaha dengan rajin menjaga kebersihan dan
berolah raga.
5) Orang yang sedang sakit dan ingin sembuh harus berobat.
Usaha-usaha tersebut merupakan bagian penting yang harus dilakukan oleh
manusia. Dengan demikian tidak dibenarkan orang yang mempunyai keinginan itu
hanya berdiam diri tanpa ada upaya sama sekali. Selanjutnya usaha tersebut diikuti
dengan doa, memohon kepada Allah Swt. agar keinginan tersebut dapat terwujud.
3. Konsep , Dalil Naqli, dan Contoh Perilaku Tawakkal.
Tawakal artinya berserah diri kepada Allah Swt. atas hasil usaha kita setelah
berusaha dengan sungguh-sungguh dan berdoa. Misalnya, saat menghadapi ulangan
kamu sudah belajar dengan sungguh-sungguh dan menyelesaikan soal-soal dengan
cermat dan teliti. Setelah itu kamu pasrah dan menyerahkan keputusan atas hasil
usaha kamu kepada Allah Swt. Contoh lain misalnya seseorang telah bekerja
mencari nafkah dengan sungguh-sungguh. Berapa pun hasilnya ia pasrahkan
sepenuhnya kepada Allah Swt. Ia meyakini bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha
Pemberi Rezeki, Maha Pemurah, dan Maha Kaya.
Seseorang yang menyertakan tawakal dalam setiap tindakan dan usahanya
akan berdampak positif terhadap kepribadiannya. Dampak positif ini terlihat tidak
hanya ketika usahanya berhasil. Namun juga terlihat ketika usahanya tidak berhasil.
Orang yang tawakal tetap menanggapinya dengan positif. 1) Kalau usahanya sukses,
orang yang tawakal meyakini bahwa kesuksesan itu merupakan karunia Allah Swt.
yang harus disyukuri dan tidak perlu menjadi tinggi hati. 2) Kalau usaha tidak
Modul PAI dan Budi Pekerti Kelas IX Ganjil 10
sukses, orang yang tawakal tidak berputus asa dan tetap berusaha. Bahkan dia
melakukan introspeksi diri mengapa usahanya tersebut belum berhasil. Apakah ada
sesuatu yang kurang atau ada yang ia kerjakan dengan tidak sungguh-sungguh.
Orang yang tawakal tetap meyakini bahwa kegagalan merupakan keberha-silan
yang tertunda.
Adapun dalil naqli yang memberi pesan-pesan mulia terkait dengan berperilaku
optimis diantaranya Q.S. aliImron/3:159 sebagai berikut:
هّٰللا
ض"وْ ا" ِم ْن َحوْ لِ""كَ ۖ فَ""اعْفُ َع ْنهُ ْم ُّ َب اَل ْنف ِ ﴿ فَبِ َما َرحْ َم" ٍة ِّمنَ ِ لِ ْنتَ لَهُ ْم ۚ َولَ""وْ ُك ْنتَ فَظًّ""ا َغلِ ْي"ظَ ْالقَ ْل
﴾ ١٥٩ َاورْ هُ ْم فِى ااْل َ ْم ۚ ِر فَاِ َذا َع َز ْمتَ فَت ََو َّكلْ َعلَى هّٰللا ِ ۗ اِ َّن هّٰللا َ ي ُِحبُّ ْال ُمت ََو ِّكلِ ْين ِ َوا ْستَ ْغفِ ْ"ر لَهُ ْم َو َش
Artinya:
“ Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap
mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka
menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah
ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.
Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah.
Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal” .
Ayat ini mengandung pesan-pesan mulia bagi umat Nabi Muhammad saw.
Melalui ayat ini Allah Swt. menyatakan bahwa Rasulullah saw. memiliki kepribadian
yang lemah lembut, santun, dan berbudi pekerti luhur. Akhlak mulia Rasulullah saw.
tersebut merupakan rahmat dari Allah Swt. Rahmat Allah Swt. merupakan karunia
sangat berharga bagi kehidupan seorang manusia. Kita harus berusaha dan berdoa
supaya mendapat rahmat dari Allah Swt. Usaha-usaha untuk mendapatkan rahmat
Allah Swt. diantaranya dengan selalu mendekatkan diri kepada-Nya, melaksanakan
semua perintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya.
Melalui ayat ini Allah Swt. memerintahkan Nabi Muhammad saw. untuk
memaafkan dan memohonkan ampun atas dosa dan kesalahan orang lain, terutama
sahabat-sahabat Nabi Muhammad saw. Demikian pula dengan kita, sebelum
seseorang meminta maaf kepada kita hendaknya kita memberi maaf terlebih dahulu.
Dengan saling memaafkan maka hidup menjadi tenang, harmonis dan tercipta
kerukunan. Nabi Muhammad saw. adalah manusia paling sempurna di muka bumi
dan tentu bisa menyelesaikan semua masalah dengan petunjuk Allah Swt. Meski
demikian, Nabi Muhammad saw. bermusyawarah dengan para sahabat untuk
Modul PAI dan Budi Pekerti Kelas IX Ganjil 11
menyelesaikan masalah. Nabi Muhammad saw. mengajak para sahabat untuk ikut
memikirkan solusi atas masalah yang dihadapi ketika itu. Musyawawah bertujuan
mencari solusi terbaik atas sebuah masalah. Agar tujuan ini tercapai, perlu dijunjung
tinggi etika bermusyawarah.
Hasil musyawarah dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan bertawakal
kepada Allah Swt. Allah Swt. mencintai orang-orang yang bertawakal. Tawakal
artinya menyerahkan hasil usaha kepada Allah Swt. Manusia wajib berusaha sekuat
tenaga, setelah itu pasrahkan hasilnya kepada Allah Swt.
Seseorang yang menyertakan tawakal dalam setiap tindakan dan usahanya
akan berdampak positif terhadap kepribadiannya. Dampak positif ini terlihat tidak
hanya ketika usahanya berhasil.
Namun juga terlihat ketika usahanya tidak berhasil. Orang yang tawakal tetap
menanggapinya dengan positif.
1) Kalau usahanya sukses, orang yang tawakal meyakini bahwa kesuksesan itu
merupakan karunia Allah Swt. yang harus disyukuri dan tidak perlu menjadi
tinggi hati.
2) Kalau usaha tidak sukses, orang yang tawakal tidak berputus asa dan tetap
berusaha.
Bahkan dia melakukan introspeksi diri mengapa usahanya tersebut belum
berhasil. Apakah ada sesuatu yang kurang atau ada yang ia kerjakan dengan tidak
sungguh-sungguh. Orang yang tawakal tetap meyakini bahwa kegagalan merupakan
keberhasilan yang tertunda.
C. Latihan
Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D sebagai jawaban
yang paling tepat!
1. Perhatikan dengan seksama QS. Az Zumar/39:53 berikut!
Modul PAI dan Budi Pekerti Kelas IX Ganjil 12
Kandungan dari QS. Az Zumar/39:53 adalah larangan… .
A. berzina
B. durhaka
C. berputus asa
D. berjudi
2. Perhatikan terjamahan QS. an-Najm/53:39 berikut!
Artinya: “dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa
yang telah diusahakannya”.
Perilaku yang mencerminkan pengamalan sikap sesuai dengan ayat
tersebut adalah... .
A. Pengemis dengan sabar tetap bertahan duduk meminta-minta di
tengah terik matahari.
B. Seorang pedagang beristighfar saat menyadari barang yang dijualnya
sudah kadaluwarsa.
C. Ketekunan Anita dalam menghafal al-Quran mengantarkannya
menjadi hafizhah.
D. Pengendara motor memaafkan sopir bis yang menabrak motornya
walaupun tanpa diminta.
3. Perhatikan terjamahan QS. Ali imron/3:159 berikut!
هّٰللا
ۖ َب اَل ْنفَضُّ وْ ا" ِم ْن َحوْ لِكِ ﴿ فَبِ َما َرحْ َم ٍة ِّمنَ ِ لِ ْنتَ لَهُ ْم ۚ َولَوْ ُك ْنتَ فَظًّا َغلِ ْيظَ ْالقَ ْل
ۗ ِ اورْ هُ ْم فِى ااْل َ ْم ۚ ِر فَاِ َذا َعزَ ْمتَ فَت ََو َّكلْ َعلَى هّٰللا
ِ فَاعْفُ َع ْنهُ ْم َوا ْستَ ْغفِ ْ"ر لَهُ ْم َو َش
﴾ ١٥٩ َاِ َّن هّٰللا َ يُ ِحبُّ ْال ُمت ََو ِّكلِ ْين
Artinya:
“ Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut
terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar,
Modul PAI dan Budi Pekerti Kelas IX Ganjil 13
tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah
mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah
dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah
membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah
mencintai orang yang bertawakal” .
Perilaku yang mencerminkan pengamalan sikap dari ayat tersebut
adalah ...
A. Sidqy tidak berani menyontek ketika ulangan.
B. Rendy sangat pandai menyelesaikan masalah.
C. Risma optimis akan berhasil dalam ujian nasional.
D. Andi tetap bersyukur walaupun nilai ulangannya kecil.
4. Perhatikan beberapa pernyataan berikut ini!
(1)Dinda anak yang jujur, sehingga ia dipercaya oleh teman-temannya.
(2)Fatimah ingin sehat, sehingga ia rajin berolahraga setiap hari.
(3)Choirun Nisa’ selalu menjaga penampilannya, karena itu ia
rajin facial dan diet.
(4)Fatma memiliki butik yang buka setiap hari, kecuali hari libur dan
hari besar.
Pernyataan tersebut sesuai dengan QS. An-Najm/53: 39 tentang ikhtiar
terdapat pada nomor ....
A. (1) dan (2)
B. (2) dan (3)
C. (3) dan (4)
D. (4) dan (1)
5. Perhatikan kutipan QS. az-Zumar/39:53 berikut!
2 1
Kata yang bergaris bawah artinya….
A. (1) wahai hamba-hambaku, (2) atas diri mereka sendiri
B. (1) mereka telah melampui,(2) kalian berputus asa
Modul PAI dan Budi Pekerti Kelas IX Ganjil 14
C. (1) atas diri mereka sendiri, (2) kalian berputus asa
D. (1) jangan kalian berputus asa, (2) dari rahmat Allah
D. Rangkuman
1. Sifat optimis adalah sifat orang yang memiliki harapan positif dalam
menghadapi segala hal atau persoalan
2. Dalil naqli dari perilaku optimis adalah Q.S. az-Zumar/39:53.
3. Pada Q.S. az-Zumar/39:53 Allah Swt. menyeru hamba-hamba-Nya
yang melampaui batas agar tidak berputus asa dari rahmat Allah Swt.
4. Ikhtiar adalah berusaha bersungguh - sungguh untuk mencapai
harapan, keinginan, atau cita-cita.
5. Dalil naqli dari perilaku optimis adalah Q.S. anNajm/53:39-42
6. Melalui Q.S. anNajm/53:39-42ini Allah Swt. berjanji akan memberi
balasan sempurna kepada orang yang mau berusaha keras.
7. Tawakal artinya berserah diri kepada Allah Swt. atas hasil usaha kita
setelah berusaha dengan sungguh-sungguh dan berdoa.
8. Dalil naqli dari perilaku optimis adalah Q.S. aliImron/3:159
9. Pada Q.S. aliImron/3:159 Ayat ini mengandung pesan-pesan mulia
bagi umat Nabi Muhammad saw. Melalui ayat ini Allah Swt. menyatakan bahwa
Rasulullah saw. memiliki kepribadian yang lemah lembut, santun, dan berbudi
pekerti luhur dan bertawakkal kepada Allah setelah ikhtiar.
10. Orang yang tawakal tetap menanggapinya dengan positif, Jika
usahanya sukses, orang yang tawakal meyakini bahwa kesuksesan itu
merupakan karunia Allah Swt. yang harus disyukuri dan tidak perlu menjadi
tinggi hati dan jika usaha tidak sukses, orang yang tawakal tidak berputus asa
dan tetap berusaha.
E. Evaluasi
Jawablah soal-soal berikut ini sesuai dengan pernyataan!
1. Jelaskan pentingnya ikhtiar bagi kehidupan manusia !
2. Jelaskan pengertian tawakal!
3. Sebutkan 3 contoh sikap optimis!
4. Jelaskan manfaat bersifat optimis!
Modul PAI dan Budi Pekerti Kelas IX Ganjil 15
5. Jelaskan manfaat orang yang berikhtiar dan bertawakal!
F. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Anak-anak telah menyelesaikan bab ini dengan memberikan jawaban pada
soal evaluasi. Cocokkan jawaban kamu dengan kunci jawaban di akhir modul.
Hitung dengan benar dan gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat
penguasaan Saudara terhadap isi bab ini.
Tingkat Jumlah jawaban yang benar
100 %
Penguasaan = Jumlah soal
Arti tingkat penguasaan:
90 – 100% = baik sekali
80 – 89% = baik
70 – 79% = cukup
< 70% = kurang
Jika tingkat penguasaan kamu minimal mencapai skor 80 %, maka kamu
dapat melanjutkan pembelajaran ke bab berikutnya. Jika masih belum
mencapai angka tersebut sebaiknya kamu mengulang kembali pembelajaran
pada bab ini. Pahami indikator keberhasilan kamu, pelajari kembali rangkuman
yang ada dan sesuaikan dengan jawaban yang kamu berikan.
Kunci Jawaban
Kunci Latihan:
1. C
2. C
3. D
4. B
5. A
Kunci Evaluasi:
1. Pentingnya ikhtiar bagi kehidupan manusia adalah dengan ikhtiar
sekuat tenaga dan niat yang benar, serta berdoa kepada Allah Swt. maka
kesuksesan hidup akan mudah dicapai.
Modul PAI dan Budi Pekerti Kelas IX Ganjil 16
2. Pengertian Tawakal artinya berserah diri kepada Allah Swt. atas hasil
usaha kita setelah berusaha dengan sungguh-sungguh dan berdoa.
3. Tiga contoh sikap optimis:
a. Seseorang akan memiliki harapan yang baik pada saat sebelum
melakukan suatu pekerjaan.
b. orang yang optimis mensyukuri keberhasilannya dan mengevaluasi
kekurangannya, setelah selesai melakukan suatu pekerjaan.
c. Orang yang optimis akan melihat segala sesuatu sebagai sebuah
kesempatan, peluang, dan kemungkinan.
4. Manfaat optimis
a. Hidup bahagia dan terhindar dari sikap putus asa.
b. Optimis sepanjang hidupnya.
c. Sukses dalam mencapai cita-citanya
5. Manfaat ikhtiar dan tawakal
a. Selalu mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah Swt.
b. Hati menjadi tentram dan tenang.
c. Menghilangkan rasa malas dan sifat keluh kesah.
BAB III
PENUTUP
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan melalui modul ini
hendaknya seorang peserta didik dalam pembelajaran haruslah
berpedoman pada petunjuk modul ini terlebih dahulu terkait dengan
materi yang akan dipelajarinya.
Modul PAI dan Budi Pekerti Kelas IX Ganjil 17
1.
Modul PAI dan Budi Pekerti Kelas IX Ganjil 18
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Agama RI, 2004, Al-Qur’an dan terjemahnya, Jakarta, Karya insan
Indonesia
Muhammad taufik,2007, Fiqih kelas I,semarang, Aneka Ilmu.
H.Sulaiman Rasjid,1996, Fiqih islam, Bandung, Sinar Baru Algensindo.
Al-Ghazali, Imam. tt. Pengembangan Pribadi pada Akhlak. Surabaya: Bina Ilmu.
_______ t.t. Ihya’ Ulumuddin. Beirut : Dar Ihya al-Kutub al-Ilmiyah,. Juz ke-3
Ahmad bin Hambal, Al Imam. t.t. Musnad. Beirut: Darul Kutub al Ilmiyah. Juz ke-2
Arifin, H.M. 2003. Ilmu Pendidikan Islam: Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan
Pendekatan Indisipliner. Jakarta: Bumi Aksara.
Albarry, M, Dahlan. 2001. Kamus Ilmiah Populer. Surabaya: Arkola
Azra, Azyumardi. 2006. Paradigma Baru Pendidikan Nasional: Rekonstruksi dan
Demokratisasi. Jakarta: Buku Kompas.
Djatnika, Rahmat. 1994: Sistem Ethika Islami (Akhlak Mulia), Jakarta : Balai Pustaka.
Depdiknas. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Forum Bina Guru PAI Madrasah Aliyah, 2009, Surabaya:Bina Ilmu
Hamalik, Umar. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta: Bumi Aksara
Iskandar, Sofwan, dkk. 2009. Penuntun Aqidah Akhlak. Bandung: CV. Askindo
Ismail Bustamam, dalam http://hbis.wordpress.com/category/aqidah/
Nasir, Husein, Prof. dalam http://arisandi.com/manfaat-ridho
Sagala, syaiful, 2006. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta
Suharno, Nur, Imam, H MpdI dalam http://www.republika.co.id/berita/dunia-
islam/hikmah/11/12/10/lvyuxh-balasan-amal-shaleh
Uno, B, Hamzah. 2008. Model pembelajaran: Menciptakan PBM yang Kreatif dan
Efektif, Jakarta: Bumi Aksara
Yamin, Martinis. 2007. Profesionalisasi Guru & Implementasi KTSP, Jakarta: Gaung
Persada
Modul PAI dan Budi Pekerti Kelas IX Ganjil 19
Yamin, Martinis. 2008. Desain Pembelajaran Berbasis Tingkat Satuan Pendidikan,
Jakarta: Gaung Persada
Zain, Aswan, dan Djamara, Bahri, Syaiful. 2006. Strategi Belajar Mengajar, Jakarta:
Rineka Cipta
Zaini, Hisyam, dkk. 2008. Strategi Pembelajaran Aktif, Yogyakarta: Insan Madani
http://acziezchzhiva.blogspot.com/2011/11/akhlak-berhias-menurut-islam.html
http://alhijroh.com/aqidah/syarat-diterimanya-ibadah/
http://asno-dharmasraya.blogspot.com/2011/11/akhlak-dalam-perjalanan.html
http://www.alsofwah.or.id/cetaksakinah.php?
http://chamzawi.wordpress.com/2008/07/26/adil-keadilan-dalam-pandangan-
yusuf-qardhawi
http://ciebad.wordpress.com/2011/06/19/akhlak-dan-metode-peningkatan-
kualitas-akhlak/
http://dita8.wordpress.com/2010/04/06/adab-menerima-tamu-dalam-islam/
http://hbis.wordpress.com/2008/12/11/adab-berpakaian-bertamu-dan-berhias
http://hikmahsmile-smile.blogspot.com/2009/10/kelompok-6-akhlak-berpakaian-
berhias.html
Modul PAI dan Budi Pekerti Kelas IX Ganjil 20