Anda di halaman 1dari 4

BIOFLUIDA Urutan udara masuk : dipompa ke paru-paru melalui arteri

pulmonalis.
Fluida adalah zat yang dapat mengalir, yang Hidung  Tenggorokan (Faring  epiglotis  9. Di paru-paru CO2 akan dikeluarkan dari
terdiri dari zat cair dan gas. Ada fluida yang tak laring  trakea)  Bronkus Bronkiolus  tubuh melalui ekspirasi
mengalir dan ada fluida yang mengalir. Alveolus
Sisa Reproduksi : Komponen non-cerna, Co2, air
Ilmu dibagi 2 : Hidrostatik (tidak mengalir) dan dan panas
Hidrodinamika (mengalir)
BIOAKUISTIK
 ilmu yg mempelajari tentang gelombang
suara/bunyi

Gelombang  getaran yang merambat

1. Gelombang Mekanik (membutuhkan


medium)
Tekanan : gaya yang bekerja tegak lurus pada
Ex : suara, gempa, dawau
suatu bidang persatuan luas bidang\
Syarat : usikan, medium dan mekanisme
Pascal : Tekanan adalah sama pada setiap titik penjalaran
pada kedalaman yang sama 2. Gelombang Elektromagnetik (tidak
Tahanan tergantung pada: Alveolus memiliki O2 lebih tinggi dari pada O2 memerlukan medium
Sifat Aliran Fluida : 1. Panjang pembuluh : ↑ panjang, ↑ tahanan Ex : cahaya, sinar x, radio
di dalam darah.
1. Laminer  fluida bergerak dalam lapisan 2. Diameter pembuluh : ↑ diameter, ↑ kecepatan
lancar 3. Viskositas/kekentalan : ↑ Visikositas, ↑ 1. O2 masuk ke dalam darah melalui difusi Karakteristik Gelombang
2. Turbulen  fluida bergerak acak dan tahanan melewati membran alveolus
4. Tekanan a. Panjang Gelombang (λ) = jarak minimum
bertubrukan 2. Di dalam darah, O2 sebagian besar (98%)
antara dua titik pada gelombang yang berlaku
3. Transisi  peralihan laminer ke turbulen Hukum Poiseuille : Cairan yang mengalir melalui
diikat oleh Hb yang terdapat pada Eritrosit
identik
menjadi Oksihemoglobin (HbO2).
suatu pipa kecepatannya berbanding langsung b. Frekuensi (f) = Jumlah pengulangan usikan
Kardiovaskular 3. Selain diikat oleh Hb, sebagian kecil O2 larut
dengan penurunan tekanan sepanjang pipa dan persatuan waktu
di dalam plasma darah (2%).
pangkat empat jari-jari pipa. c. Cepat ramabt (v) = jarak penjalaran usikan
4. Setelah berada di dalam darah, O2 kemudian
yang ditempush dalam satuan waktu
masuk ke jantung melalui vena pulmonalis
Pulmonary
untuk diedarkan ke seluruh tubuh yang Tipe Gelombang
membutuhkan melalui jaringan sel untuk
proses oksidasi 1. Transversal Gerak partikel terusik tegak lurus
5. Di jaringan, CO2 lebih tinggi dibandingkan arah penjalaran
yang ada di dalam darah. Ketika O2 di dalam 2. Longitudinal  Gerak partikel terusik sejajar
darah berdifusi ke jaringan, maka CO2 di arah penjalaran. Ex : bunyi
jaringan akan segera masuk ke dalam darah.
Urutan aliran darah : 6. Ketika CO2 berada di dalam darah sebagian
besar (70%) CO2 akan diubah menjadi ion
[Peredaran darah kecil] Ventrikel kanan  bikarbonat(HCO3–)
Arteri Pulmonalis  paru paru (kapiler 7. 20% CO2 akan terikat oleh Hb pada Eritrosit.
pulmonalis ; pergantian CO2 ke O2)  Vena Sedangkan 10% CO2 lainnya larut dalam
Pulmonalis  [Peredaran darah besar]  plasma darah.
Ventrikel kiri  Aorta  arteri  Organ 8. Di dalam darah, CO2 di bawa ke jantung,
(kapiler ; pergatian O2 ke CO2)  vena kava kemudian oleh jantung CO2 dalam darah
interior / vena kava superior  Atrium kanan .
Gelombang Bunyi rumah siput mengirim informasi bunyi nada
Komponen : rendah dan sel rambut pada ujung lain
1. Sumber Bunyi  Benda yang bergetar mengirim informasi bunyi nada tinggi.
2. Energi Bunyi  Gelombang longitudinal 6. Saraf auditori mengirim sinyal ke otak di Isyarat Listrik :
3. Detektor Bunyi  Telinga mana sinyal ditafsirkan sebagai bunyi.
 EMG (Elektromiogram)  Pencatatan
Pembagian suara berdasarkan frekuensi : BIOLISTRIK potensial otot/biolistrik selama pergerakan otot
a. Infrasonic : < 20 hertz ex : Gajah, paus, badak  EGG (Elektrogastrogram)  berkaitan gerakan
b. Audiosonic : 20 hertz – 20.000 hertz (20 kHz) Arus Listrik  Banyaknya muatan listrik yang peristaltik traktus gastrointestinalis.
c. Ultrasonic : > 20.000 hertz ex : kelelawar, mengalir dalam suatu penghantar dalam satuan  ENG (Elektroneurogram)  mengetahui
lumba lumba, ngenat waktu kecepatan konduksi saraf motoris dan sensoris
 EEG (Elektroensefalogram)  Pencatatan
Intensitas yang dapat didengar = 10-121 Konduktor (penghantar)  terdapat elektron
potensial listrik otak
W/m2 bergerak bebas berlawanan dengan proton yang
 ERG (Elektroretionogram)  pencatan bentuk
menimbulkan arus listrik searah dengan proton
Efek Doppler : Fenomena frekuensi yang kompleks potensial biolistrik yang ada pada
didengar (f’) berbeda dengan frekuensi sumber Hukum Ohm  Beda potensial di antara dua retina mata
(f) saat terjadi pergerakan. ujung konduktor berbanding lurus dengan arus Dendrit  menerima dan mengantar  EKG (Elektrokardiogram)
listrik yang melewatinya. rangsang  badan sel  menerima inpuls  EOG (Elektrookulogram)  pengukuran
Telinga /pencatatan berbagai potensaial pada kornea-
dan meneruskan ke akson  inti sel 
Hukum joule (VIT)  arus listrik melalui suatu retina
konduktor dengan tegangan, dalam satuan waktu
mengatur sifat turunan  akson 
akan menghasilkan kalor. meneruskan impuls  selubung maelin  BIOLOGI FISIK RADIOAKTIVITAS
isolator  sel schawn  mempercepat
Sel dan Saraf : impuls  nodur ranvier  mempercepat
impuls
Potensial aksi  aliran ionik positif dan negatif
yang bergerak di membran sel. Proses :
Jantung
Polarisasi : membran negatif sebesar -90 mV fase
istirahat  Depolarisasi : stimulus sampai
ambang datang, permeable membran meningkat,
Na masuk, dalam sel jadi positive 
Repolarisasi : Na dipompa keluar, dalam sel
negatif.

Faktor : Listrik, kimia, mekanik, panas


1. Bunyi masuk ke liang telinga dan
menyebabkan gendang telinga bergetar.
Jenis Neuron :
2. Getaran ditangkap oleh malleus dan
ditransmisikan melalui incus ke stapes
3. Getaran bunyi bergerak melalui osikula ke
rumah siput.
4. Getaran bunyi menyebabkan cairan di dalam
rumah siput bergetar.
5. Getaran cairan menyebabkan sel rambut
melengkung. Sel rambut menciptakan sinyal
saraf yang kemudian ditangkap oleh saraf
auditori. Sel rambut pada salah satu ujung
Inti Atom 2. Analisis Ekskreta  Analisis terhadap zat-zat 1. Sklera  mempertahankan bentuk bulbus
 Neutron: partikel penyusun inti yang tidak ekskreta tubuh, seperti darah, urine dan okuli
bermuatan, netral faeces 2. Kornea  membiaskan cahaya agar tidak
 Proton: partikel bermuatan listrik positf
Interaksi Radiasi dengan Biologi tubuh memencar
Nomor Atom dan Masa 1. Tahap Fisik  arbsorbsi radiasi pengion 3. Choroid  melanin mencegah pamantulan
a
zX dimana X = simbol unsur, A = nomor
2. Tahap Fisikokimia  reaksi atom hingga cahaya
massa ( jumlah proton + neutron), Z = terbentuk radikal bebas 4. Aqueous Humor  cairan pendukung lensa
3. Tahap kimia dan biologi  penyebaran
nomor ato ( jumlah elektron = jumlah 5. Lensa Kristalina  memfokuskan cahay
kontaminasi hingga mempengaruhi gen,
proton) protein dll) 6. Vitrous Humor  cairan mikoprotein pengisi
Hukum Pantul :
4. Tahap Biologik  efek rusaknya protein dan  Sinar datang, garis normal dan sinar pantul
ruang antar retina dan lensa
 Radioaktivitas  gejala perubahan keadaan gen ke jaringan ataupun sistem organ 7. Retina  reseptor peka cahaya
inti atomsecara spontan yang disertai radiasi terletak pada satu bidang datar.
 Sudut datang = sudut pantul  Sel batang  bayangan hitam putih
berupa partikel atau gelombang Efek stokastik  efek yang kebolehjadian
elektromagnetik timbulnya merupakan fungsi dosis radiasi dan  Sel kerucut  bayangan berwarna
 disintegrasi inti  perubahan inti atom tidak mengenal dosis ambang. Contoh : kanker, Macam pantulan : 8. Iris  pigmen mata
 Ion  atom yang bermuatan leukimia, dan penyakit keturunan (genetik dan 1. Datar  maya, tegak, sama besar 9. Pupil  otot pengatur masuk cahaya
 Radio Pengion Radiasi penyebab ion somatik). 2. Cekung  bayangan di ruang IV saja yang
bersifat maya dan tegak, selebihnya bersifat RESUME
EFEK RADIASI PADA SISTEM BIOLOGI Efek non stokastik  efek yang kualitas
keparahannya bervariasi menurut dosis dan nyata dan terbalik
Judul : Pengaruh Medan Listrik Terhadap Gerak
Penyinaran Luar hanya timbul bila dosis ambang dilampaui. 3. Cembung  maya, tegak, dan diperkecil
Acak dan Viabilitas Spermatozoa Mencit (Mus
Radiasi pengion : sinar x, radioaktif (α,β  tidak Contohnya : luka bakar, sterilitas, katarak,
tembus, β > 65 keV ,γ,neutron  tembus kulit), (somatik) Mata musculus)
ultra violet (>100 nm).
Efek teratogenik  timbulnya cacat bawaan Pengarang : Nurmasyitah
Efek  menggandakan tumbukan elastik atom H karena penyinaran yang terjadi sewaktu janin
dan merusak proses transfer energi dalam berada dalam kandungan Terbitan : Program Studi Pendidikan Fisika
jaringan FKIP Universitas Samudra Langsa, Aceh, (JIPI)
BIOOPTIK Jurnal IPA dan Pembelajaran IPA, Vol. 02, No.
Penyinaran dalam 02, hlm 75-82, 2018
Faktor  radionuklida melalui pernafasan, Katagori
pencernaan dan kulit 1. Optika geometri (cahaya sebagai berkas sinar,
Abstrak : Radiasi gelombang
berkaitan dengan lensa,sifat optis mata dapat
Dosis serap, yang ditentukan oleh: dijelaskan melalui pendekatan optika lektromagnetik mempengaruhi kualitas
1. Aktivitas sumber radiasi geometri) sperma, yaitu menurunkan motilitas (daya
2. Jenis dan tenaga/energi radiasi 2. Aspek gelombang (gel. Elektromagnetik,
3. Jarak dari sumber radiasi pendekatan transmisi cahaya melewati
gerak) dan viabilitas (daya tahan). Tujuan
4. Lama penyinaran medium, dikaitkan dengan penglihatan, aspek dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
5. Media pelemah (attenuating media) ini berguna untuk membahas ketajaman pengaruh medan listrik statis terhadap
penglihatan, membedakan warna)
Distribusi Penyinaran dalam Tubuh : 3. Mekanika kuantum (cahaya sebagai paket
gerak acak dan daya tahan sperma mencit
1. Penyinaran total (uniform dan tidak uniform) energy-foton) dalam keadaan ex vivo. Sperma mencit yang
2. Penyinaran parsial
telah diencerkan dengan larutan fisiologis
Dualisme cahaya  sifat gelombang dan
Radiasi Radionuklida dalam Tubuh : partikel
NaCl 0,9% dimasukkan ke dalam
1. Whole Body Counter  analisa dengan hemasitometer yang diletakkan diantara
mengukur kekuatan radiasi
Fungsi dua plat besi yang dihubungkan dengan
sumber tegangan DC. Jarak antara kedua 6. Pergerakan sperma direkam dengan
plat adalah d = 7,5 cm dan besar tegangan menggunakan software NIS element
sumber (ΔV = 0 V dan ΔV = 12,5 V). selama 60 sekon.
Pergerakan sperma diamati menggunakan 7. Software kinovea digunakan untuk
mikroskop flouresensi kemudian direkam memotong video pergerakan sperma
dengan menggunakan software NIS menjadi beberapa bagian dengan
elements. Sperma tanpa medan listrik (ΔV = kapasitas yang lebih kecil berukuran 10-
0) memiliki daya tahan selama 60 menit 150 MB.
lebih lama dibandingkan sperma yang
dipengaruhi medan listrik (ΔV = 12,5 V), Kesimpulan :
hanya memiliki daya tahan selama 30 menit. Sperma tanpa medan listrik (ΔV = 0) yang
Sperma bergerak acak ke segala arah dianggap normal memiliki viabilitas t = 45
apabila tanpa pengaruh medan listrik, akan menit (45,6 %), sedangkan sperma yang
tetapi sperma bergerak acak dan cenderung dipengaruhi medan listrik (ΔV = 12,5 V)
bergerak ke plat positif apabila berada memiliki viabilitas t = 30 meni (44,0 %).
dalam pengaruh medan listrik. Kualitas Sperma bergerak acak ke segala arah
sperma normal dicirikan memiliki sperma apabila tanpa pengaruh medan listrik, akan
yang bergerak zig-zag dan cepat sebesar tetapi sperma cenderung bergerak ke plat
(+) apabila berada dalam pengaruh medan
25%.
listrik. Sperma tanpa pengaruh medan listrik
Perlakuan : yang bergerak ke plat (+) pada t = 1 menit
1. Sediakan Suspensi sperma 20 µL (28,3 %), t = 15 menit (53,0 %) dan t = 30
diencerkan dengan larutan NaCl 0,9 % menit (50,0 %), dipengaruhi medan listrik
180 µL di dalam eppendorf. (ΔV = 12,5 V) pada t = 1 menit (80,0 %), t =
2. Pengenceran sperma dilakukan 10 kali. 15 menit (69,0 %) dan t = 30 menit (77,3 %)
3. Dua plat besi dihubungkan ke catudaya
dengan menggunakan kabel penghubung
dan masing-masing plat diletakkan
diantara meja object pada mikroskop.
4. Cairan sperma yang sudah diencerkan
dimasukkan ke dalam hemasitometer
sebesar 20-30 µL, kemudian
hemasitometer diletakkan di meja object
mikroskop di antara kedua plat.
5. Amati menggunakan mikroskop
fluoresensi dengan perbesaran 400 kali.