JARAK TITIK, GARIS dan BIDANG
Jarak dari Titik ke Titik, Titik ke Garis, dan Titik ke Bidang
Jarak adalah panjang ruas garis penghubung kedua bangun itu yang terpendek
dan bernilai positif.
Jarak antara titik dan titik
Jarak antara titik A dan titik B adalah panjang ruas garis AB.
Jarak antara titik dan garis
Jarak antara titik A dan garis g (titik A terletak di luar garis g) adalah panjang
ruas garis AA’, dengan titik A’ merupakan proyeksi titik A pada garis g. Dengan
perkataan lain jarak antara titik A dan garis g ditentukan dengan cara menarik
garis dari titik A tegak lurus garis g sehingga memotong garis g dititik A’, maka
garis AA’ adalah jarak antara titik A dan garis g. (lihat gambar 11 (a) ).
Jika garis g terletak pada suatu bidang dan titik A berada di luar bidang
tersebut, maka untuk menentukan jarak antara titik A dan garis g ditempuh
dengan membuat garis AB yang tegak lurus bidang, kemudian tariklah garis BC
yang tegak lurus garis g, sehingga diperoleh panjang ruas garis AC yang
merupakan jarak antara titik A dan garis g. (lihat gambar 11 (b) ).
Jarak antara titik dan bidang
Jarak antara titik A dan bidang α adalah panjang ruas garis AA’. Dengan titik A’
merupakan proyeksi titik A pada bidang α .
Karena AA’ ⊥ a dan AA’ b maka hasilnya adalah AA’ bidang α
Jarak Dua Garis Sejajar, Jarak Garis dan Bidang Yang Sejajar, Jarak Dua
Bidang Sejajar
Jarak Dua Garis Sejajar
Jarak antara garis g dan h yang sejajar adalah garis AB, dengan titik A adalah
sebarang titik pada garis g dan titik B merupakan proyeksi titik A pada garis h.
Jarak antara garis dan bidang yang sejajar
Jarak antara garis g dan bidang α = panjang ruas garis AB ( AB tegak lurus
bidang α dan garis g).
Jarak dua bidang yang saling sejajar
Bidang α sejajar dengan bidang β maka jarak kedua bidang = panjang ruas garis
AB ( AB tegak lurus dengan kedua bidang).
CONTOH SOAL 1
Perhatikan gambar berikut!
Jika titik P berada pada tengah-tengah garis BF. Tentukan jarak antara titik A dan
P?
Pembahasan:
Perhatikan gambar di bawah!
Panjang dengan menggunakan rumus phytagoras, kita akan
peroleh nilai AP seperti terlihat pada cara berikut.
CONTOH SOAL 2
Diketahui kubus ABCD EFGH dengan panjang rusuk 6 cm. tentukan jarak titik C
ke garis FH?
Pembahasan:
Perhatikan gambar berikut!
Dengan mudah kita dapat mengetahui bahwa CH, CF, dan FH merupakan diagonal
sisi. Sehingga dapat disimpulkan bahawa:
CH = CF = FH = diagonal sisi = cm
Selanjutnya, perhatikan segitiga CFH yang terdapat pada bangun ruang diatas, jika
segitiga CFH digambar ulang akan terlihat seperti gambar berikut.
Jarak C ke FH = CC’ adalah
Jadi, jarak titik C ke garis FH pada kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 6
cm adalah cm.
CONTOH SOAL 3
Sebuah kubus ABCD.EFGH mempunyai panjang rusuk 6 cm. Hitunglah jarak titik
D terhadap bidang ACH?
Pembahasan:
Berdasarkan keterangan pada soal, dapat diperoleh gambar di bawah.
Jarak titik D terhadap bidang ACH sama dengan jarak DD’ di mana D’ merupakan
titik proyeksi D pada bidang ACH yang terletak pada garis HH’.
BD = diagonal bidang = cm
Sehingga,
Selanjutnya,
Untuk langkah selanjutnya perhatikan segitiga HDH’ (siku-siku di D)!
Berdasarkan luas segitiga HDH’ akan diperoleh
Jadi, jarak D ke bidang ACH adalah cm.
LATIHAN
1. Kamar Bagas berbentuk kubus dengan panjang rusuk 4 m. Bagas
memasang lampu di tengah-tengah salah satu rusuk pertemuan
dinding dengan langit-langit kamar. Tentukan jarak sinar lampu
terjauh di kamar Bagas ?
2. Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 10 cm. Titik K,
L dan M berturut-turut terletak pada pertengahan garis GH, AE
dan BF. Hitunglah jarak titik K ke garis LM?
3. Diketahui kubus KLMN.PQRS dengan panjang rusuk 8 cm. Jika
titik C terletak pada pertengahan garis KP, tentukanlah jarak titik
K ke bidang LCN?
4. Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 15 cm, hitung
jarak titik C ke bidang BDG ?
5. Diketahui limas beraturan T.ABCD dengan panjang rusuk 10 cm.
Titik P pada garis BT sehinggan TP : PB = 3 : 2. Tentukanlah jarak
titik P ke bidang ATC ?