0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
110 tayangan19 halaman

Sejarah dan Tujuan Upacara Bendera

Ringkasan dokumen tersebut adalah sebagai berikut: Upacara bendera lahir bersamaan dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Upacara bendera dilaksanakan untuk membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan siswa."

Diunggah oleh

nathasha
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
110 tayangan19 halaman

Sejarah dan Tujuan Upacara Bendera

Ringkasan dokumen tersebut adalah sebagai berikut: Upacara bendera lahir bersamaan dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Upacara bendera dilaksanakan untuk membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan siswa."

Diunggah oleh

nathasha
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

7

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Upacara Bendera

1. Sejarah Singkat Upacara Bendera

Upacara bendera dalam sejarahnya menurut peraturan Menteri

Pemuda dan Olahraga (2015 : 1) “Lahir bersamaan dengan Proklamasi

Kemerdekaan Republik Indonesia”. Proklamasi pertama kali

dikumandangkan di pada Jumat, 17 Agustus 1945 tepat pukul 10.00 pagi,

untuk pertama kali secara resmi diperdengarkan, Bendera Kebangsaan

Merah Putih dikibarkan oleh dua orang yang dipimpin oleh Latief

Hendradiningrat. Bendera yang dijahit tangan oleh Fatmawati Soekarno

inilah yang kemudian disebut “Bendera Pusaka”. Menumbuhkan rasa

persatuan bangsa, melaui pengibaran Bendera Pusaka dilakukan oleh para

pemuda Indonesia.

Asal usul dan sejarah bendera merah putih serta awal mula
dilaksanakannya upacara bendera menurut Purnama (2016) adalah
“Bendera merah putih dikibarkan tahun 1292 oleh tentara
Jayakatawang ketika berperang melawan kekuasaan Kertanegara.
Bendera Merah Putih kembali dihidupkan oleh para pelajar
nasionalis di awal abad ke 20 sebagai bentuk protes dan ekspresi
nasionalisme melawan Belanda. Pada tahun 1940 Jepang
menginvasi Indonesia dan serentak mengusir belanda dari seluruh
pelosok negeri. Baru pada bulan Maret tahun 1942, seluruh
pasukan Belanda diusir dari Indonesia.Sejarah bendera Merah
Putih berlanjut dengan kalahnya Jepang dan proklamasi
kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno pada 17 agustus. Bendera
pusaka ini terus diikut sertakan setiap ada upacara kemerdekaan. “

Berdasarkan uraian tentang sejarah upacara dapat disimpulkan

bahwa Bendera merah putih dikibarkan tahun 1292 sejarah upacara lahir

Peran Upacara Bendera..., Indri Primavera, FKIP UMP, 2017


8

bersamaan dengan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 17

agustus 1945. Bendera yang dijahit tangan oleh Fatmawati Soekarno inilah

yang kemudian disebut “Bendera Pusaka”. Menumbuhkan rasa persatuan

bangsa, melaui pengibaran Bendera Pusaka sebaiknya dilakukan oleh para

pemuda Indonesia. Bendera pusaka ini terus diikut sertakan setiap ada

upacara kemerdekaan.

2. Pengertian Upacara Bendera

Upacara menurut Suhadi (2015 :78) adalah “serangkaian perbuatan

yang dalam suatu ketentuan peraturan yang wajib dilaksanakan dengan

khidmat, sehingga merupakan kegiatan yang teratur dan tertib, untuk

membentuk suatu tradisi dan budi pekerti yang baik”. Upacara Bendera

Menurut Geetz dalam Sholehah (2014:7) “upacara adalah Suatu adat atau

kebiasaan yang diadakan secara rutin menurut waktu dan tempat, peristiwa

atau keperluan tertentu”. Pendapat lain mengenai pengertian upacar juga

dijelaskan oleh Depdiknas (1997 :1) upacara adalah “kegiatan

pengibaran/penurunan bendera kebangsaan Republik Indonesia Sang

Merah Putih, dilaksanakan pada saat-saat tertentu atau saat yang telah

ditentukan, dihadiri oleh peserta didik, aparat sekolah, diselenggarakan

secara tertib dan khidmat.

Berdasarkan uraian pendapat para ahli tentang pengertian upacara

bendera dapat disimpulkan upacara bendera merupakan kegiatan yang

dilaksanakan secara rutin pada Hari Senin atau pada saat yang telah

ditentukan, seperti upacara peringatan hari-hari besar nasional. Upacara


dilaksanakan dilapangan atau tempat terbuka. Dihadiri oleh peserta didik,

aparat sekolah. Dilaksanakan dengan tertib dan khidmad oleh seluruh

peserta upacara bendera untuk membentuk budi pekerti yang baik.

3. Tujuan Upacara Bendera

Tujuan merupakan sasaran yang hendak dicapai dalam

melaksanakan kegiatannya. Dilaksanakannya upacara bendera di sekolah

menurut Suhadi (2015 : 79) bahwa upacara bendera memiliki tujuan

sebagai berikut :

a) Memiliki rasa cinta tanah kepada tanah air, bangsa, dan


agama, b) Memiliki rasa tanggung jawab dan disiplin pribadi,
c) Selalu tertib didalam hidup sehari-hari, d) Memiliki jiwa
gotong royong dan percaya kepada orang lain, e) Dapat
memimpin dan dipimpin, f) Dapat melaksanakan upacara
dengan khidmat dan tertib, g) Meningkatkan ketakwaan kepada
Tuhan Yang Maha Esa.

Pendapat lain tujuan dilaksanakannya upacara bendera di sekolah

menurut Depdikbud (1997 : 4) sebagai berikut :

a) Membiasakan bersikap tertib dan disiplin, b) Membiasakan


berpenampilan rapi, c) Meningkatkan kemampuan memimpin,
d) Membiasakan kesediaan dipimpin, e) Membina kekompakan
dan kerjasama, f) Mempertebal semangat kebangsaan.

Berdasarkan uraian tentang tujuan Upacara bendera dapat

disimpulkan bahwa upacara menjadikan peserta didik memiliki jiwa

gotong royong dan percaya diri. Meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan

yang Maha Esa dan dilaksanakan dengan khidmat. Upacara bendera juga

membantuk karakter disiplin, tanggung jawab dan semangat kebangsaan.


4. Urutan Upacara Bendera

Urutan merupakan tata acara atau langkah-langkah yang disusun

secara teratur yang akan dilakukan dalan melakukan sesuatu. Urutan

upacara bendera di sekolah menurut Depdikbud (1997 : 25-26) adalah :

a) Pembina upacara memasuki lapangan upacara, b) Penghormatan


umum c) Laporan pemimpin upacara, d) Pengibaran bendera sang
merah putih, e) Mengheningkan cipta, f) Pembacaan teks
pembukaan UUD 1945, g) Pembacaan teks Pancasila, h) Amanat
Pembina upacara, i) Menyanyikan salah satu lagu wajib nasional,
j) Pembacaan doa, k) Laporan pemimpin upacara, l) Penghormatan
umum, m) Pembina upacara meninggalkan lapangan upacara,
n) Upacara selesai, barisan dibubarkan, o) Penghormatan
pemimpin upacara.

Berdasarkan uraian tentang urutan upacara bendera dapat

disimpulkan bahwa urutan upacara harus dilaksanakan sesuai tata upacara

yang sudah ada. Urutan yang dilakukan mulai dari Pembina memasuki

lapangan upacara sampai penghormatan pemimpin upacara. Dan

dilaksanakan secara tertib dan khidmat.

5. Unsur Pelaksana Upacara Bendera

Unsur pelaksana merupakan petugas yang akan melaksanakan

tugas dalam suatu kegiatan. Upacara bendera memiliki unsur pelaksana

menurut Depdikbud (1997:5-8) antara lain :

a) Pembina Upacara, b) Pemimpin Upacara, c) Pengatur Upacara,


d) Pembawa acara, e) Pembawa naskah Pancasila, f) pembaca teks
Pembukaan UUD 1945, g) Pembaca do‟a, h) Pemimpin
lagu/dirigen, i) Kelompok pengibar/penurun bendera, j) Kelompok
pembawa lagu/paduan suara.
Jalannya upacara dipandu oleh pembawa acara dan dipimpin oleh

pemimpin upacara. Amanat upacara disampaikan oleh Pembina dan

biasanya berisi nasihat-nasihat. Pemimpin upacara bertugas sebagai

pengatur upacara agar upacara berjalan dengan baik dan tertib.

6. Upacara hari besar Nasional

Upacara hari besar nasional menurut Depdikbud (1997 :25) antara

lain:

Tabel 2.1 Upacara Hari Besar Nasional


Tanggal Hari Besar Nasional
21 April Hari Kartini
2 Mei Hari Pendidikan Nasional
20 Mei Hari Kebangkitan Nasional
17 Agustus Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila
28 Oktober Hari Sumpah Pemuda
10 Nopember Hari Pahlawan
22 Desember Hari Ibu

B. Karakter

1. Pengertian Karakter

Karakter menurut Saptono, (2011: 18) dalam bahasa Yunani

karasso, yang berarti “cetak biru‟‟, „„format dasar‟‟, atau „„sidik‟‟ seperti

dalam sidik jari. Pendapat lain menyatakan bahwa istilah karakter berasal

dari bahasa Yunani charassein, yang berarti „„membuat

tajam‟‟,

„„membuat dalam‟‟. Deskripsi karakter menurut Kemendiknas (2010: 3)

karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang


terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebijakan (virtues), yang

diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir,

bersikap, dan bertindak.

Pengertian karakter juga dijelaskan oleh Zubaendi (2011: 19) yaitu

segala upaya yang dilakukan guru, yang mampu memengaruhi karakter

peserta didik. Guru membantu membentuk watak peserta didik. Hal ini

mencangkup keteladanan bagaimana perilaku guru, cara guru berbicara

atau menyampaikan materi, bagaimana guru bertoleransi dan berbagai hal

terkait lainnya. Karakter adalah usaha yang sungguh-sungguh untuk

memahami, membentuk, memupuk nilai-nilai etika, baik untuk diri sendiri

maupun untuk semua warga masyarakat atau warga negara secara

keseluruhan.

Berdasarkan uraian tentang pengertian karakter dapat disimpulkan

bahwa karakter watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang

menjadikan seseorang mempunyai ciri khas tersendiri dan membedakan

dirinya dengan orang lain. Karakter juga merupakan cerminan dari sikap

dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Prinsip Pendidikan Karakter

Prinsip pendidikan karakter menurut Saptono (2011: 25) perlu

memperhatikan sebelas prinsip pendidikan karakter dalam menerapkan ke

peserta didik, meliputi:

1) Sekolah harus berkomitmen pada nilai–nilai etis inti.


2) Karakter harus dipahami secara utuh, mencakup pengetahuan
atau pemikiran, perasaan, dan tindakan.
3) Sekolah harus bersikap proaktif dan bertindak sistematis dalam
pembelajaran karakter dan tidak sekedar menunggu datangnya
kesempatan.
4) Sekolah harus membangun sarana saling memperhatikan satu
sama lain dan menjadi dunia kecil (mikrokosmos) mengenai
masyarakat yang saling peduli.
5) Kesempatan untuk mempraktikkan tindakan moral harus
bervariasi dan tersedia bagi semua.
6) Studi akademis harus menjadi hal yang utama.
7) Sekolah perlu mengembangkan cara–cara meningkatkan
motivasi interistik peserta didik yang mencakup nilai–nilai inti.
8) Sekolah perlu bekerja sama dan mendialogkan norma mengenai
pendidikan karakter.
9) Guru dan peserta didik harus berbagi dalam kepemimpinan
moral sekolah.
10) Orang tua dan masyarakat harus menjadi rekan kerja dalam
pendidikan karakter disekolah.
11) Harus dilakukan evaluasi mengenai efektivitas pendidikan
karakter disekolah, terutama terhadap guru dan karyawan, serta
peserta didik.

Berdasarkan penjelasan tersebut, prinsip pendidikan karakter dapat

disimpulkan bahwa kepala sekolah, pendidik dan pengurus sekolah

berperan penting dalam terlaksananya pendidikan karakter di sekolah.

Sekolah harus bersikap proaktif dan bertindak sistematis dalam

pembelajaran karakter. Sekolah perlu mengembangkan cara–cara

meningkatkan motivasi agar terbentuk keselarasan antar semua warga

sekolah dalam pembentukan karakter peserta didik.

3. Tujuan Pendidikan Karakter

Tujuan pendidikan karakter harus dipahami terlebih dahulu sebelum

memberikan pembelajaran karakter pada peserta didik, tujuan

dilaksanakan dengan sungguh-sungguh agar dapat tercapai karakter yang

diharapkan. Tujuan dari pendidikan karakter menurut salahudin dan

alkrienciehie (2013 :43) yang sesungguhnya jika dihubungkan dengan


falsafah Negara Republik Indonesia adalah mengembangkan karakter

peserta didik agar mampu mewujudkan nilai-nilai luhur Pancasila. Ada 3

tujuan pendidikan karakter, yaitu :

a. Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta


didik sebagai penerus bangsa
b. Mengembangkan keampuan peserta didik menjadi manusia yang
mandiri, kreatif, berwawasan kebagsaan
c. Mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai
lingkungan belajar yang aman, jujur, penuh kretivitas dan
persahabatan, serta dengan rasa kebangsaan yang tinggi dan
penuh kekuatan.

Pendidikan berkarakter dalam setting sekolah Kesuma, dkk (2012: 9)

memiliki tujuan sebagai berikut:

a. Menguatkan dan mengembangkan nilai-nilai kehidupan yang


dianggap penting dan perlu sehingga menjadi kepribadian/
kepemilikan peserta didik yang khas sebagaimana nilai-nilai yang
dikembangkan;
b. Mengoreksi perilaku peserta didik yang tidak bersesuaian dengan
nilai-nilai yang dikembangkan oleh sekolah;
c. Membangun koneksi yang harmoni dengan keluarga dan
masyarakat dalam memerankan tanggungjawab pendidikan
karakter secara bersama.

Berdasarkan penjelasan tujuan pendidikan karakter dapat diambil

kesimpulan bahwa tujuan–tujuan karakter adalah mengembangkan nilai–

nilai kehidupan yang yang sesuia dengan kepribadian peserta didik. Agar

tertanam jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab pada peserta didik.

Memiliki nilai-nilai yang baik sesuai aturan di sekolah maupun di

masyarakat.

4. Indikator Pendidikan Karakter

Karakter sangat penting diterapkan di sekolah, indikator dari

pendidikan karakter yang menjadi acuan dalam penerapan karakter yang


diterapkan di sekolah. Keberhasilan program pendidikan karakter menurut

Mu‟in (2011:161) memiliki ciri-ciri antara lain:

1) Karakter adalah “siapakah dan apakah kamu pada saat orang lain
sedang melihat kamu.”
2) Karakter merupakan hasil nilai-nilai keyakinan.
3) Karakter adalah sebuah kebiasaan yang menjadi sifat alamiah kedua.
4) Karakter bukanlah reputasi atau apa yang dipikirkan oleh orang lain
terhadapmu.
5) Karakter bukanlah seberapa baik kamu dari pada orang lain.
6) Karakter tidaklah relatif.

Berdasarkan penjelasan tentang indikator pendidikan karakter, dapat

disimpulkan ciri–ciri atau indikator karakter terdiri dari nilai-nilai keyakinan

sebuah kebiasaan, reputasi, seberapa baik kamu dan tidak relatif. Terbentuk

dari sikap dalam kehidupannya sehari-hari. Memerlukan waktu yang lama

dalam pembentukan karakter.

Indikator terkait nilai-nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa

juga harus dibangun, menurut Yaumi (2014: 58) dapat dibangun melalui

proses pembelajaran mencakup 18 karakter, yaitu religius, jujur, toleransi,

disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat

kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif,

cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, dan peduli sosial, serta

tanggungjawab. Penelitian ini terfokus pada pembentukan karakter disiplin,

tanggung jawab dan semangat kebangsaan.

5. Karakter Disiplin

Pengertian disiplin menurut Yaumi (2014 :60) menyatan disiplin

adalah tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai

ketentuan dan peraturan. Pendapat lain mengenai pengertian disiplin juga


dijelaskan oleh Samani (2012 :121) disiplin adalah sikap dan perilaku yang

muncul akibat dari pelatihan atau kebiasaan menaati aturan, hukum atau

perintah. Elfindri (2012:102) disiplin menunjukkan ketaatan atau kepatuhan

terhadap peraturan, waktu, serta tata tertib.

Nilai karakter akan dikatakan berhasil terbentuk pada peserta didik

apabila memenuhi indikator keberhasilan yang telah ada. Berikut ini

terdapat beberapa indikator keberhasilan disiplin menurut beberapa sumber .

Tabel 2.2 Indikator Keberhasilan pendidikan karakter Disiplin


No Nilai Indikator
1 Disiplin a) Guru dan Siswa hadir tepat waktu
b) Menegakkan prinsip dengan memberikan
punishment bagi yang melanggar dan reward bagi
yang berprestasi
c) Menjalankan tata tertib sekolah
Sumber: Fitri (2012:41)
Tabel 2.3 Indikator keberhasilan karakter disiplin Untuk Sekolah Dasar
Nilai Indikator
1-3 4-6
Disiplin a) Datang ke sekolah dan a) Menyelesaikan tugas pada
masuk kelas pada waktunya
waktunya
b) Melaksanakan tugas- b) Saling menjaga dengan
tugas kelas yang teman agar semua tugas-
menjadi tugas kelas terlaksana
tanggungjawabnya dengan baik
c) Duduk pada tempat c) Selalu mengajak teman
yang telah ditempatkan menjaga etertiban kelas
d) Menaati peraturan d) Mengingatkan teman yang
sekolah dan kelas melanggar peraturan dengan
kata-kata sopan dan tidak
menyinggung
e) Berpakaian rapi e) Berpakaian sopan dan rapi
f) Mematuhi aturan f) Mematuhi aturan sekolah
permainan
Kemendikas (2010:34)
Berdasarkan pendapat tentang pengertian disiplin dapat disimpulkan

bahwa disiplin merupakan tindakan tertib dan patuh pada ketentuan dan

peraturan. Muncul akibat dari pelatihan atau kebiasaan menaati aturan,

hukum atau perintah dan dilaksanakan dengan penuh kesadaran.

6. Karakter Tanggung Jawab

Tanggung jawab menurut Fitri (2012 : 112) adalah pertanggungan

perbuatan sendiri, orang yang memiliki tanggung jawab akan menghadapi

persoalan dengan menelaah dan mencari solusi terbaik dengan melihat

berbagai sudut pandang dalam penyelesaiannya. Seseorang dengan rasa

tanggung jawab akan memiliki karakter berbuat baik dan tidak menyalahkan

orang lain ketika berbuat kesalahan. Pengertian tanggung jawab juga

dikemukakan oleh Yaumi (2014 : 72) yaitu suatu tugas atau kewajiban

untuk melakukan atau menyelesaikan tugas dengan penuh kepuasaan yang

harus dipenuhi seseorang, dan memiliki konsekuen hukuman terhadap

kegagalan.

Pengertian tanggung jawab juga dikemukakan oleh Kemendiknas

(2010 :10) bahwa tanggung jawab adalah sikap dan perilaku seseorang

untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yag seharusnya dilakukan,


terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan, (alam, sosial, dan budaya),

negara dan Tuhan Yang Maha Esa. Nilai karakter akan dikatakan berhasil

terbentuk pada peserta didik apabila memenuhi indikator keberhasilan yang

telah ada. Berikut ini terdapat beberapa indikator keberhasilan tanggung

jawab menurut beberapa sumber .

Tabel 2.4. Indikator Keberhasilan Karakter Tanggung Jawab


No Nilai Indikator
1 Tanggung a) Mengerjakan tugas dan pekerjaan rumah dengan
Jawab baik
b) Beranggung jawab pada setiap perbuatan
c) Melakukan piket sesuai dengan jadwal yang
ditetapkan
d) Mengerjakan tugas kelompok secara bersama-sama
Sumber : Fitri (2012 :43)

Tabel 2.5 Indikator keberhasilan karakter tanggung jawab Untuk Sekolah


Dasar
Nilai Indikator
Sekolah Kelas
Tanggung Jawab a) Membuat laporan setiap a) Pelaksanaan tugas
kegiatan yang dilakukan piket secara teratur.
dalam bentuk lisan b) Peran serta aktif
maupun tertulis. dalam kegiatan
b) Melakukan tugas tanpa sekolah.
disuruh. c) Mengajukan usul
c) Menunjukkan prakarsa pemecahan
untuk mengatasi masalah.
masalah dalam lingkup
terdekat.
d) Menghindarkan
kecurangan dalam
pelaksanaan tugas.
Kemendiknas (2010: 31)
Berdasarkan pendapat tentang pengertian tanggung jawab dapat

disimpulkan bahwa tanggung jawab merupakan sikap seseorang yang

menyadari penuh akan kewajiban dan tugasnya. Melakukan dan

menyelesaikan tugas dengan penuh kepuasan dan tidak menyalahkan orang

lain ketika mengalami kegagalan.

7. Karakter Semangat Kebangsaan

Pengertian Semangat kebangsaan menrut Yaumi (2014 : 103)

mengatakan bahwa peserta didik harus diarahkan untuk memiliki semangat

kebangsaan agar dapat mencintai negaranya sehingga dapat mengabdi

kepada bangsa dan negara selain mengabdi pada agama yang dianut.

Semangat kebangsaan menurut Elfindri (2012 :148), rasa kebangsaan berisi

cinta bangsa dan tanah air, ingin membela bangsa, ingin memajukan bangsa,

ingin memandu bangsa ke jalan yang tepat dengan berani berkorban (harta

dan jiwa) demi membela bangsa.

Semangat kebangsaan menurut Salahudin dan Alkrienciehie (2013 :

111) mendefinisikan semangat kebangsaan sebagai cara berpikir, bertindak,

dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas

kepentingan diri dan kelompoknya. Nilai karakter akan dikatakan berhasil

terbentuk pada peserta didik apabila memenuhi indikator keberhasilan yang

telah ada. Berikut ini terdapat beberapa indikator keberhasilan semangat

kebangsaan menurut beberapa sumber .


Tabel 2.6 Indikator keberhasilan karakter semangat kebangsaan
No Nilai Indikator
1 Semangat a) Memperingati hari-hari besar nasional
Kebangsaan b) Meneladani para pahlawan masional
c) Berkunjung ke tempat-tempat bersejarah
d) Melaksanakan upacara rutin sekolah
e) Mengikutsertakan dalam kegiatan-kegiatan
kebangsaan
f) Memajang gambar tokoh-tokoh bangsa
Sumber : Fitri (2012:41)
Tabel 2.7 Indikator keberhasilan karakter semangat kebangsaan Untuk
Sekolah Dasar
Nilai Indikator
1-3 4-6
Disiplin a) Turut serta dalam upacara a) Turut serta dalam panitia
peringatan hari pahlawan peringatan hari pahlawan
dan proklamasi dan proklamasi
kemerdekaan kemerdekaan
b) Menggunakan Bahasa b) Menggunakan bahasa
Indonesia ketika ada teman Indonesia ketika berbicara
dari suku lain di kelas.
c) Menyanyikan lagu c) Menyanyikan lagu-lagu
Indonesia raya dan lagu- perjuangan
lagu wajib d) Menyukai berbagai upacara
d) Mengagumi banyaknya adat di nusantara.
keragaman Bahasa di e) Bekerja sama dengan
Indonesia teman dari suku, etnis,
e) Mengakui persamaan hak budaya lain berdasarkan
antara dirinya dan teman persamaan hak dan
sebangsa dari suku, etnis, kewajiban.
budaya lain f) Menyadari bahwa setiap
f) Membaca buku-buku perjuangan
mengenai suku bangsa dan mempertahankan
etnis yang berjuang kemerdekaan dilakukan
bersama dalam bersama oleh berbagai
mempertahankan suku, etnis yang ada di
kemerdekaan Indonesia.
Kemendiknas (2010:36)
Berdasarkan pendapat para tentang pengertian semangat

kebangsaan, maka dapat disimpulkan mengabdi kepada bangsa dan

menepatkan kepentingan bangsa diatas kepentingan kelompoknya.

memajukan bangsa dan ingin memandu bangsa ke jalan yang tepat dengan

berani berkorban (harta dan jiwa) demi membela bangsa. memajukan

bangsa, ingin memandu bangsa ke jalan yang tepat dengan berani berkorban

(harta dan jiwa) demi membela bangsa.

8. Hubungan Upacara Bendera dalam Pembentukan Karakter

Pengembangan diri menurut Kemendiknas (2010 : 15) merupakan

kegiatan yang dilakukan melalui pengintegrasian ke dalam kegiatan sehari-

hari sekolah yang dilakukan peserta didik secara terus menerus dan

konsisten setiap saat. Contoh kegiatan ini adalah upacara pada hari besar

kenegaraan, upacara hari senin, pemeriksaan kebersihan badan (kuku,

telinga, rambut, dan lain-lain), beribadah bersama atau shalat bersama setiap

dhuhur (bagi yang beragama islam), berdoa waktu memulai dan selesai

pelajaran, mengucap salam bila bertemu guru, tenaga kependidikan atau

teman.
Upacara bendera merupakan salah satu hal yang berperan dalam

pembentukan karakter peserta didik, upacara bendera dilaksanakan setiap

hari senin atau untuk memperingati hari-hari besar nasional memiliki tujuan

yang dapat mengembangkan karakter peserta didik, tujuan tersebut

diantaranya membiasakan bersikap tertib dan disiplin, membiasakan

berpenampilan rapi, meningkatkan kemampuan memimpin, membiasakan

kesediaan dipimpin, membina kekompakan dan kerjasama, mempertebal

semangat kebangsaan. Upacara dilaksanakan dengan khidmat, sehingga

merupakan kegiatan yang teratur dan tertib, untuk membentuk suatu tradisi

dan budi pekerti yang baik peserta upacara.

Pembentukan karakter tidak bisa dilakukan dalam waktu yang

singkat dengan memberikan nasihat, perintah, atau intruksi, namun lebih

dari hal tersebut. Pembentukan karakter memerlukan teladan/role, model,

keabaran, pembiasaan, dan pengulangan. Proses pendidikan karakter

merupakan proses pendidikan yang dialami oleh peserta didik dalam

pembentukan kepribadian melalui mengalami sendiri nilai-nilai kehidupan,

agama dan moral.

C. Penelitian yang Relevan

Beberapa penelitian terkait upacara bendera dan karakter disilin,

tanggung jawab dan semangat kebangsaan peserta didik.

1. Sholehah. (2014). Penanaman nilai nasionalisme melalui kegiatan

upacara hari senin untuk memperkuat karakter peserta didik. FKIP PKN

UMS.
Hasil Penelitian tentang menanamkan nilai nasionalisme melalui kegiatan

upacara hari senin untuk memperkuat karakter peserta didik diketahui

bahwa penanaman nilai nasionalisme di kalangan peserta didik dapat

diawali melalui kegiatan upacara hari senin.

2. Ayu dan Suwanda (2013). Pembentukan karakter peserta didik SMP

Negeri 6 Mojokerto Melalui Kegiatan Upacara Bendera. FKIP

Universitas Negeri Surabaya. Hasil Penelitian tentang pembentukan

karakter diketahui bahwa upacara bendera sangat berpengaruh besar

dalam pembentukan karakter peserta didik. Karakter yang dapat dibentuk

yaitu disiplin, tanggung jawab, percaya diri dan semangat kebangsaan.

3. Pala, Aynur. 2011. The Need For Character Education. Celal Bayar

University. Vol 3, No 2. Penelitian ini mengungkapkan bahwa

Pendidikan karakter adalah suatu gerakan nasional menciptakan sekolah

yang mampu membina etika, bertanggung jawab dan peduli terhadap

orang lain. Pengajaran karakter yang baik melalui penekanan pada nilai-

nilai universal/umum yang kita semua tahu. Nilai-nilai etika seperti

kepedulian, kejujuran, keadilan, tanggung jawab dan menghormati diri

sendiri dan orang lain. Karakter tidak terbentuk secara otomatis

melainkan dikembangkan dari waktu ke waktu melalui proses

berkelanjutan misalnya dengan belajar dan juga dipraktekkan.

4. Tannir. 2013. Effects of Character Education on the Self-Esteem of

Intellectually Able and Less Able Elementary Students in Kuwait.

International Journal of Special Education, v28 n2 p47-59 2013

Penelitian ini meneliti efek dari kegiatan pendidikan karakter pada diri

peserta didik secara intelektual mampu dan kurang mampu di tingkat SD


lebih rendah di Kuwait. Peserta 39 peserta didik kelas tiga dengan usia

rata-rata berusia delapan tahun. Peserta didik pertama kali dibagi menjadi

dua sub kelompok kemampuan (intelektual mampu vs intelektual kurang

mampu), berdasarkan skor IQ mereka di Kuwait Raven Standard

Progressive Matrices (RSPM). The Rosenberg Self-Esteem Scale (RSS)

juga diberikan sebelum dan setelah pelaksanaan lima minggu program.

Kelompok eksperimen menerima pendidikan karakter, dan kelompok

kontrol menerima pelajaran tradisional Inggris tanpa pendidikan karakter

tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik intelektual

mampu yang menerima pendidikan karakter menunjukkan tinggi rating

harga diri daripada intelektual kurang mampu. Program pendidikan

karakter telah mendapat manfaat intelektual mampu lebih dari peserta

didik intelektual kurang mampu.

Penelitian tentang upacara bendera relevan karena fokus dalam

penelitian ini sama-sama membahas terkait upacara dan pembentukan

karakter peserta didik di sekolah dasar. Penelitian ini mencari tahu peran

upacara bendera dalam pembentukan karakter peserta didik. Karakter yang

akan dibentuk dalam penelitian ini adalah disiplin, tanggung jawan dan

semangt kebangsaan.

D. Kerangka Pikir

Sekolah merupakan salah satu lembaga yang digunakan dalam

menumbuhkan disiplin, tanggung jawab dan semangat kebangsaan kepada

generasi muda. Salah satu kegiatan yang dapat membentuk karakter salah

satunya melalui upacara bemdera. Upacara bendera merupakan serangkaian


perbuatan yang dalam suatu ketentuan peraturan yang wajib dilaksanakan

dengan khidmat, sehingga merupakan kegiatan yang teratur dan tertib, untuk

membentuk suatu tradisi dan budi pekerti yang baik. Upacara mempunyai

peran dalam pembentukan karakter peserta didik Karena dalam upacara

mengandung tujuan yang dapat membentuk karakter disiplin, tanggung jawab

dan semangat kebangsaan yang penting dimiliki peserta didik

Adapun alur dari kerangka pikir penelitian ini sebagai berikut

Rendahnya karakter peserta didik

Pelaksanaan Upacara Bendera dalam Pembentukan karakter Peserta didik

Peran upacara bendera dalam pembentukan karakter peserta didik.

Mengetahui peran Upacara Bendera dalam membentuk karakter peserta didik


kendala dan solusi dalam pelaksanaan upacara bendera

Gambar 2.1 Kerangka pikir

Anda mungkin juga menyukai