Anda di halaman 1dari 2

Nama : Reza Nurlatifah

Kelas : 18M2A

NIM : 11181033

Jawaban :

1. Keuangan syariah adalah bentuk keuangan yang didasarkan pada syariah atau bangunan
hukum Islam. Syariah, berarti “jalan menuju sumber air”, dipenuhi dengan tujuan moral dan
pelajaran tentang kebenaran. Karena itu syariah lebih dari sekedar seperangkat aturan-
aturan hukum. Sejatinya syariah mewakili gagasan bahwa semua manusia dan pemerintah
tunduk pada keadilan di bawah hukum. Ini adalah satu istilah yang meringkaskan cara hidup
yang diajarkan Allah SWT kepada hamba-hamba Nya dan mencakup segala sesuatu mulai
kontrak bisnis dan pernikahan hingga azab dan ibadah.
2. Perbedaan antara keuangan syariah dengan keuangan konvensional. Tidak seperti keuangan
konvensional yang telah dikenal oleh sebagian besar kita, keuangan syariah mempunyai satu
persyaratan utama, setiap transaksi keuangan harus sesuai dengan syariah. Untuk menjamin
kepatuhan terhadap syariah ada lima prinsip utama yang harus diikuti secara ketat.
a. .Keyakinan pada tuntunan ilahi.
b.Tidak ada bunga.
c.Tidak ada investasi haram.
d.Berbagi resiko dianjurkan.
e.Pembiayaan didasarkan pada asset riil.

3. Tujuan ekonomi syariah adalah kecukupan dan kedamaian, yang bisa diwujudkan dengan
pemberantasan kelaparan dan ketakutan di masyarakat. Juga dengan menjamin bahwa
setiap kebutuhan dasar seseorang dipenuhi. Kebutuhan dasar tersebut mencakup makanan,
rumah, layanan kesehatan, pendidikan, dan semua yang dianggap perlu sesuai dengan adat
istiadat. Selain itu dalam sistem ekonomi syariah, tujuan-tujuan non ekonomi juga harus
dipertimbangkan, seperti pemenuhan kebutuhan spiritual. Jadi ada perbedaan antara hal
yang wajib dan yang diinginkan oleh individu. Yang wajib ditegakan secara hukum dan yang
diinginkan oleh individu-individu dijamin lewat pendidikan. Segala kekurangan dalam
pencapaian tujuan kemudian dikompensasi oleh negara dengan menegakkan apa yang
diinginkan seraya mengambil tindakan-tindakan perlu lainnya. Dengan cara inilah alokasi
sumberdaya dan distribusi pendapatan yang diinginkan terjadi.
4. Larangan mendasar keuangan syariah. Ada tiga larangan mendasar dalam sistem keuangan
syariah. Ketiga larangan mendasar itu masing-masing adalah:
(a) Mendapatkan suku bunga dari debitor, berarti uang debitor diambil tanpa memberikan
apapun sebagai imbalan. Ini tidak hanya menjadikan kreditor kian buruk keadaannya, tetapi
juga gagal menciptakan kerjasama saling menguntungkan dan iktikad baik antara kreditor
dengan debitor.
(b) Kreditor disisi lain, mendapatkan uang tanpa bekerja. Atau menanggung resiko apa pun.
Ini jelas idak adil. Satu pihak dalam kontrak finansial hanya berhak mendapatkan imbal hasil
jika pihak itu turut menanggung resiko.
(c) Pembiayaan berbasis bunga cendrung menciptakan kesenjangan kekayaan antara si kaya
dan si miskin. Bank-bank konvensional biasanya menuntut agunan atau jaminan dalam
bentuk asset bagi pinjaman bisnis. Ini membuat mereka memfokuskan pinjaman pada bisnis
yang sudah mapan dan debitor yang dapat mengembalikan pinjaman.
5. Riba adalah penetapan bunga atau melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian
berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok yang dibebankan kepada
peminjam. Riba secara bahasa bermakna ziyadah. Dalam pengertian lain, secara linguistik
riba juga berarti tumbuh dan membesar. 

1.Riba yang muncul dari utang

2.Riba yang muncul dari penjualan.

a.Gharar

b.Maisir (Judi)