Anda di halaman 1dari 3

ANALISIS JURNAL TERKAIT

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN


KEBUTUHAN AMAN DAN NYAMAN NYERI DENGAN DIAGNOSA MEDIK
ABSES LEHER

Disusun Oleh :

Linda Safiitri S.Tr.Kep

NIM: 2014901068

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNG KARANG
JURUSAN KEPERAWATAN TANJUNGKARANG
PRODI PROFESI NERS
2020/2021
Abses leher dalam merupakan salah satu kegawatdaruratan di bidang Telinga, Hidung
dan Tenggorokan (THT). Penyebab terbanyak abses leher dalah adalah odontogenik. Infeksi
pada leher dalam disebabkan oleh bakteri aoerob, anaerob dan anaerob fakultatif. Abses leher
dalam jika tidak ditangani akan menyebabkan komplikasi yang serius. Nyeri menjadi salah
satu keluhan utama yang sering dialami oleh pasien, demikian juga pada pasiendengan
diagnose medis Abses Leher. Pada asuhan keperawatan yang penulis berikan kepada klien
terkait, didapatkan keluhan utama keperawatan yang ada pada klien yaitu nyeri pada leher.
Ketidaknyamanan atau nyeri bagaimanapun keadaannya harus diatasi dengan menejemen
nyeri, karena kenyamanan merupakan kebutuhan dasar manusia. Nyeri merupakan sensasi
yang sangat baik menyenangkan dan bervariasi pada setiap individu. Penanganan nyeri
dengan melakukan tekik relaksasi merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan untuk
mengurangi nyeri (Sehono, 2010).

Relaksasi adalah sebuah keadaan dimana seseorang terbebas dari tekanan dan
kecemasan atau kembalinya keseimbangan setelah terjadinya gangguan. Tujuan dari teknik
relaksasi adalah mencapai keadaan relaksasi adalah mencapai keadaan relaksasi menyeluruh,
mencakup keadaan relaksasi secara fisiologis, secara kognitif. Secara fisiologis, keadaan
relaksasi ditandai dengan penurunan kadar epinefrin dan non epinefrin dalam darah,
penurunan frekuensi denyut jantung, penurunan tekanan darah, penurunan frekuensi napas,
penurunan ketegangan otot, peningkatan tempteratur (Rahmayati, 2010).

Diantara jurnal yang menjadi rujukan peulis yaitu penelitian yang dilakukan oleh Evi
Hanifah tentang asuhan keperawatan pada klein post operasi apendiktomi denga masalah
nyeri akut yitu menjelaskan bahwa pada penatalaksaan nyeri melakukan pengkajian nyeri
menggunakan PQRST, menggali bersama pasien faktor-faktor yang dapat menurunkan dan
memperberat nyeri, mengajarkan metode teknik reaksasi dan distrkasi, berkolabrasi
pemberian analgetik.

Sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh satrio agung memberikan hasil
penelitian terkait terapi nonfarmaklologis dalam asuhan keperawatan pada pasien dengan
nyeri post operasi dengan anstesi umum dengan teknik relaksasi napas dalam memiliki
pengaruh signifikan pemberian teknik relaksasi napas dalam terhadap tingkat nyeri paisen
post operasi dari skala nyeri 6 menurun menjadi skala nyeri 3. Demikian juga penelitian yang
dilakukan oleh Zulfia Samiun (2019) didapatkan hasil bahwa teknik nonfarmakologis
relaksasi nafas dalam dan distraksi mampu mengurangi rasa nyeri pada pasien degan rupture
perineum.

Dari asuhan keperawatan yang dilakukan oleh perawat dan berdasarkan jurnal/ artikel
terkait, penulis dapat menyimpulkan bahwa tindakan nonfarmakologis berupa terapi relaksasi
nafas dalam dapat membantu meringankan rasa nyeri pada klien dengan gangguan aman
nyaman nyeri.