Anda di halaman 1dari 2

SOP Pre Eklampsia Berat

No. :
Dokumen
No. Revisi :
SPO Tanggal :
Terbit
Halaman :

UPT Acu Suhendar, SKM, MM


PUSKESMAS ttd NIP. 19660909 198902 1
SINGAJAYA 001

Pre-eklamsia merupakan kondisi spesifik pada kehamilan diatas


20 minggu yang ditandai dengan adanya difungsi plasenta dan
respon maternal terhadap adanya inflamasi spesifik dengan
aktivasi endotel dan koagulasi. Tanda utama penyakit ini
adanya hypertensi dan protein urea. Pre-eklamsia merupakan
1 Pengertian
masalah kedokteran yang serius dan memiliki tingkat
kompleksitas yang tinggi. Besarnya masalah ini bukan hanya
karena pre-eklamsia berdampak pada ibu saat hamil dan
melahirkan, namun juga menimbulkan masalah paska
persalinan.
2 Tujuan Pasien terlayani sesuai dengan kebutuhan
3 Kebijakan Surat keputusan tentang layanan klinis Nomor
Permenkes No 5 tahun 2011 tentang panduan praktek klinik
4 Referensi
dokter
1. Obat oral: metildopa, nifedipine
5 Prosedur 2. Infus set, abocat, cairan infus (RL), MgSO4 20%-40%, spuit
10cc, poly catheter, urine bag. Sarung tangan. Kapas alkohol
6 Langka- 1. Petugas melaksanakan anamnesa
langkah 2. Petugas melakukan pemeriksaan fisik
3. Penatalaksanaan:
a. Tata laksana pre-eklamsi ringan.
1. Pantau keadaan klinis ibu tiap kunjungan
antenatal: tekanan darah, berat badan, tinggi
badan, indeks masa tubuh, ukuruan uterus, dan
gerakan janin.
2. Rawat jalan (ambulatoir)
- ibu hamil banyak istirahat (berbaring/tidur miring)
- konsumsi susu dan air buah
- obat antihipertensi: indikasi utama pemberian
anti hipertensi pada kehamilan adalah untuk
keselamatan ibu dalam mencegah penyakit
cerebrovaskular. Meskipun demikian, penurunan
tekanan darah dilakukan secara bertahap tidak
lebih dari 25% penurunan dalam waktu 1 jam. Hal
ini untuk mencegah terjadinyan penuruna aliran
darah utero plasenter.

Obat antihipertensi yang dapat diberikan :


a. Metildopa, biasanya dimulai pada dosis 250-
500 mg per oral 2 atau 3 kali sehari, dengan
dosis maksimum 3 gram perhari, atau
b. Nifedipine 10 mg kapsul peroral di ulang tiap
15-30 menit, dengan dosis maksimal 30 mg
b. Tata laksana pre-eklamsi berat. Pemberian MgSO4
dosis awal dengan cara: ambil 4 mg MgSO4 (10 ml
larutan MgSO4 40%) dan larutkan dalam 10 ml
aquades. Berikan secara perlahan IV selama 20
menit. Jika akses IV sulit berikan masing-masing 5
mg MgSO4 (12,5 ml larutan MgSO4 40%) IM
dibokong kiri dan kanan.

4. kriteria rujukan
Rujuk bila ada satu atau lebih gejala dan tanda-tanda
pre-eklamsia berat ke fasilitas pelayanan kesehatan
sekunder yang memiliki dokter spesialis obstetri dan
ginekologi setelah dilakukan tata laksana pada pre-
eklamsia berat.
7 Bagan Alir
Hal-hal yang
8 perlu Keadaan umum ibu (TTV)
diperhatikan
Unit terkait 1. KIA
9
2. Poned
1 Dokumen
Rekam Medis
0 terkait

TANGGAL
YANG DI
NO ISI PERUBAHAN MULAI
UBAH
DIBERLAKUKAN
1
1