Mollusca bereproduksi secara seksual dan masing masing organ seksual saling terpisah pada individu
lain. Fertilisasi dilakukan secara internal dan eksternal untuk menghasilkan telur. Telur berkembang
menjadi larva dan berkembang lagi menjadi individu dewasa.
Reproduksi dan siklus hidup Gastropoda ( Siput)
Siput berkembang biak dengan kawin dan bersifat hemafrodit. Tetapi tidak mampu melakukan
autofertilisasi. Alat reproduksinya disebut ovotestis, yaitu badan yang menghasilkan ovum dan
sperma. Walaupun Gastropoda atau siput merupakan organisme hemaprodit, untuk
bereproduksi juga membutuhkan dua individu. Daur hidupnya, Telur akan menetas lalu berubah
mejadi larva dan bentuk tubuhnya bersimetri birateral dan setelah dewasa mengalami
pembengkokkan sehingga menjadi tisa simetri atau asimetri.
Siklus hidup cephalopoda ( sefalopoda)
Cephalapoda bukan termasuk organisme hemafrodit karena mereka hanya memiliki satu
anatara ovum atau sperma sesuai kelaminnya. Setelah melakukan reproduksi ovum akan
tumbuh didalam tubuh dan berkembang. Induk cumi akan menetaskan anaknya dan jika dirasa
sudah cukup dewasa mereka akan keluar dan hidup dengan bebas.
Siklus hidup bilalvia (kerang-kerangan)
Bilvalvia ada yang bersifat hemafrodit tetapi kebanyakan hewan ini mempunyai alat kelamin
yang terpisah. Daur hidupnya yaitu Ovumnya akan tumbuh dan berkembang kemudian menetas
dan keluar larva yang disebut glokidium. Larva akan keluar dari tubuh betina dan menempal
pada insang atau sirip ikan dan larva akan dibungkus oleh lender kulit ikan. Karena larva ini
bersifak parasite selama 3 minggu lalu akan lepas dan bebas setelah tumbuh dewasa.
Siklus hidup Scaphopoda
Mememiliki kelamin terpisah dan fertilisasi eksternal. Daur hidupnya dari telur menetas
menjadi Larva trocophore hidup bebas yang berkembang menjadi larva veliger yang lebih mirip
dengan dewasa.