PROPOSAL PENELITIAN
PENGARUH TERAPI AIR REBUSAN DAUN SALAM TERHADAP PERUBAHAN
TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA KEROBOKAN
OLEH
NAMA KELOMPOK 1
NI PUTU AYUNI TRRISNA DEWI (C1118074)
NI KADEK TRAI INDRAYANTI ( C1118080)
DESAK PUTU MULIANI PURNAMA DEWI (C1118081)
NI PUTU AYUK CHANDRA VERGHINIA (C1118084)
NI PUTU MITA ANANDA PERTIWI (C1118089)
I MADE RISKA PRADNYATANA (C1118100)
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
BINA USADA BALI
2021
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Penuaan merupakan hal normal yang terjadi pada setiap orang. Menua adalah suatu proses
menghilangnya secara perlahan - lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri dan
mempertahankan struktur dan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan tehadap infeksi dan
memperbaiki kerusakan fungsi yang diderita.. Hipertensi seringkali disebut sebagai pembunuh gelap,
karena termasuk penyakit yang mematikan, tanpa disertai dengan gejala gejalanya lebih dahulu sebagai
peringatan bagi korbannya. Kalaupun muncul, gejala tersebut seringkali dianggap gangguan biasa,
sehingga korbannya terlambat menyadari akan datangnya penyakit, (Asih, 2018) Hipertensi atau
penyakit tekanan darah tinggi yaitu bila tekanan darah yang terukur dengan alat sphygmomanometer
baik manual maupun digital lebih dari nilai normal yaitu 120/80 mmHg (milimeter air raksa). Sering
juga disebut sebagai silent killer (pembunuh diamdiam) karena tidak bergejala. Tanda pasti dari
hiepertensi dapat diketahui dengan mengukur tekanan darah secara rutin. Keluhan penyerta yang juga
bisa dirasakan klien yaitu sakit kepala, rasa berat ditengkuk dan sering emosi , (Dafriani, 2016)
Hipertensi pada lanjut usia sebagian besar merupakan hipertensi sistolik terisolasi (HST), meningkatnya
tekanan sistolik menyebabkan besarnya kemungkinan timbulnya kejadian stroke dan infark myocard
bahkan walaupun tekanan diastoliknya dalam batas normal (isolated systolic hypertension). Isolated
systolic hypertension adalah bentuk hipertensi yang paling sering terjadi pada lansia, (Asih, 2018)
Pada Studi pendahuluan pada 21 mei 2021 didapatkan lansia hipertensi di Desa Kerobokan 87%
kasus pada orang yang berumur 50 sampai 59 tahun mengalami hipertensi, HST maupun kombinasi
sistolik dan diastolik merupakan faktor risiko morbiditas dan mortalitas untuk orang lanjut usia.
Hipertensi masih merupakan faktor risiko utama untuk stroke, gagal jantung penyakit koroner, dimana
peranannya diperkirakan lebih besar dibandingkan pada orang yang lebih . Berbagai cara dapat
dilakukan untuk mengurangi nyeri dari gejala yang ditimbulkan, salah satunya adalah dengan
menggunakan terapi herbal seperti daun salam. Daun salam merupakan salah satu daun yang biasa
digunakan oleh para Ibu rumah tangga untuk penyedap dan pengharum masakan. Manfaat daun salam
tidak hanya digunakan untuk menambah cita rasa pada masakan saja, namun juga dapat dijadikan obat
tradisional mencegah sekaligus menyembuhkan beberapa penyakit yang ada di tubuh. Kandungan
vitamin dan mineral yang ada pada daun salam sangat baik untuk kesehatan tubuh. Daun salam untuk
obat herbal ini sudah dikenal sejak dulu, namun sayangnya belum terkenal seperti obat herbal lainnya,
Menurut Penelitian, Asih, (2018) yang berjudul pengaruh rebusan daun salam terhadap
penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di wisma seruni upt pslu jember, didapatkan
bahwa air rebusan daun salam berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan tidak
berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah diastolik lansia dengan hipertensi. Oleh karenanya,
daun salam dapat digunakan sebagai salah satu terapi herbal untuk menurunkan tekanan darah pada
lansia dengan hipertensi.
Menurut Penelitian, Cumayunaro, (2017) yang berjudul rebusan daun salam untuk penurunan
kadar asam urat dan intensitas nyeri arthritis gout di puskesmas andalas padang didapatkan perbedaan
rata-rata kadar asam urat dan intensitas nyeri sebelum dan sesudah pemberian air rebusan daun salam.
Dari hasil analisa data dengan menggunakan paired sample t-test didapatkan p value0,000, sehingga
dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian air rebusan daun salam terhadap kadar asam urat dan
intensitas nyeri pada pasien dengan arthritis gout. Untuk itu, dibutuhkan penelitianlebih lanjut tentang
manfaat lain dari air rebusan daun salam.
B. RUMUSAN MASALAH
Permasalahan yang terjadi di desa Kerobokan cukup luas, sehingga dapat di angkat suatu
rumusan masalah. Adapun rumusan masalah yang diajukan adalah “apakah ada pengaruh terapi air
rebusan daun salam terhadap perubahan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di desa
Kerobokan ?”
C. TUJUAN
1. Tujuan Umum :
Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi air rebusan daun salam
terhadap perubahan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Desa Kerobokan.
2. Tujuan Khusus :
a. Mengidentifikasi pengaruh terapi air rebusan daun salam terhadap lansia penderita hipertensi di Desa
Kerobokan
b. Mengidentifikasi perubahan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Desa Kerobokan.
c. Menganalisis pengaruh terapi air rebusan daun salam terhadap perubahan tekanan darah pada lansia
penderita hipertensi di Desa Kerobokan.
D. MANFAAT PENELITIAN
1. Pelayanan Keperawatan
Penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebegai masukan bagi lansia di desa Kerobokan dalam
pemberian promosi Kesehatan di wilayah Desa Kerobokan.
2. Masyarakat
Pebelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi kepada masyarakat khususnya para
lansia di Desa Kerobokan sehingga lebih optimal dalam pemeberian air rebusan daun salam.
3. Institusi Pendidikan
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai refrensi dan bahan masukan dalam kegiatan proses
pemebelajaran.
4. Pengembangan Ilmu Keperawatan
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pengembangan ilmu pengetahuan dalam
bidang keperawatan.
E. KEASLIAN PENELITIAN
Menurut penelitian Asih, (2018) yang berjudul pengaruh rebusan daun salam terhadap
penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di wisma seruni upt pslu jember. Metode
penelitian ini pre eksperimental dengan pendekatan one group pre post test design. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh lansia dengan hipertensi yang tinggal di UPT PSTW Jember sejumlah 45
orang. Responden diambil dengan teknik total sampling. Responden diberi air rebusan daun salam
sebanyak 1 gelas, dua kali sehari selama 2 minggu. Tekanan darah responden diukur dengan
menggunakan sphygmomanometer. Analisis statistik menunjukkan uji t test untuk tekanan darah
sistolik adalah 0,000 dan 0,087 untuk tekanan darah diastolik. Di dapatkan bahwa air rebusan daun
salam berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan tidak berpengaruh terhadap
penurunan tekanan darah diastolik lansia dengan hipertensi. Oleh karenanya, daun salam dapat
digunakan sebagai salah satu terapi herbal untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dengan
hipertensi.
Menurut penelitian Cumayunaro, (2017) yang berjudul rebusan daun salam untuk penurunan
kadar asam urat dan intensitas nyeri arthritis gout di puskesmas andalas padang. Metode penelitian ini
Pre-Experiment denganpendekatan one grouppretest-postest menggunakan teknik purposive sampling
dengan jumlah sampel sebanyak 16 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur kadar asam
urat menggunakan blood uric acid dan intensitas nyeri menggunakan numeric rating scale.Perlakuan
diberikan 2 kali sehari selama 7 hari, penelitian dilakukan pada tanggal 25 Agustus-4 September 2016.
Di dapatkan perbedaan rata-rata kadar asam urat dan intensitas nyeri sebelum dan sesudah pemberian
air rebusan daun salam. Dari hasil analisa data dengan menggunakan paired sample t-test didapatkan p
value0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian air rebusan daun salam
terhadap kadar asam urat dan intensitas nyeri pada pasien dengan arthritis gout. Untuk itu, dibutuhkan
penelitianlebih lanjut tentang manfaat lain dari air rebusan daun salam.
Menurut penelitian Dafriani, (2016), yang berjudul pengaruh rebusan daun salam (syzigium
polyanthum wight walp) terhadap tekanan darah pasien hipertensi di sungai bungkal, kerinci 2016.
Metode penelitian ini eksperimen semu. Pelajaran ini menggunakan 20 pasien yang menderita
hipertensi. pasien dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing dengan sekitar 10 orang. kelompok
perlakuan diberi rebusan daun 2 kali sehari sebanyak 1 kali minggu. Tekanan darah diukur setiap hari.
Efek daun salam pada tekanan darah telah diuji dengan uji-t. Hasil diperoleh bahwa rata-rata tekanan
darah pre-test di kelompok intervensi yaitu 161/96 mmHg yang dikolompokkan kontrol sebesar 154/95
mmHg. Hasil Uji-t berpasangan didapatkan p-value 0,000 pada tekanan darah sistolik dan diastolik
pada kelompok kontrol dengan rata-rata 40.00 mmHg di sistolik dan 20 mmHg di diastolik, sedangkan
kelompok kontrol hasil Paired t-test diperoleh p-value 0.678 pada 0081 sistolik dan diastolik dengan
nilai rata-rata -1000 mmHg dalam sistolik dan diastolik 3.000. Itu Kesimpulan dari hasil penelitian ini
yaitu ada pengaruh air daun terhadap tanaman tekanan darah pada pasien hipertensi di kelompok
intervensi Puskesmas Sungai Bungkal di Kerinci pada tahun 2016 dan tidak ada perubahan tekanan
darah yang signifikan di kelompok kontrol. Kami berharap tenaga kesehatan dapat menyarankan pasien
untuk menggunakan daun salam untuk mengatasi hipertensi.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Konsep Air Rebusan Daun Salam
1. Pengertian Daun Salam
Daun salam (Syzigium Polyanythum (Wight) Walp.) merupakan daun yang hampir selalu ada
dalam masakan Indonesia. Daun ini juga banyak digunakan dalam kuliner Asia seperti di Malaysia,
Thailand dan Vietnam, Daun salam bisa digunakan dalam keadaan segar atau kering. Selain sebagai
bumbu masak, daun salam sebenarnya memilki khasiat bagi kesehatan tubuh yaitu untuk penyakit
diabetes, radang lambung, stroke dan penyumbatan pembuluh darah . Salam (Eugenia polyantha),
bagian daunnya berkhasiat guna mengatasi antihipertensi, imunomodulator, dan diabetes,(Dafriani,
2016) Daun salam dapat menurunkan kadar trigliserida serum karena daun salam mengandung
beberapa senyawa seperti saponin, flavonoid, tanin dan niasin. Flavonoid dalam daun salam berfungsi
sebagai antioksidan yang mampu mencegah terjadinya oksidasi sel tubuh. Semakin tinggi oksidasi
semakin tinggi prevalensi terjadinya penyakit degeneratif, jadi kandungan flavonoid daun salam dapat
mencegah terjadinya hipertensi dan menurunkan kolesterol darah ,(Asih, 2018)
2. Kandungan Air Rebusan Daun Salam
Kandungan mineral yang ada pada daun salam membuat peredaran darah menjadi lebih lancar dan
mengurangi tekanan darah tinggi Daun salam juga mengandung minyak esensial eugenol dan metal
kavikol, serta etanol yang berperan aktif sebagai anti jamur dan bakteri. Minyak atsiri (seskuiterpen,
lakton,dan fenol), yang dapat digunakan untuk mengobati diare, diabetes, maag, hipertensi, kolesterol,
migren, gatal- gatal (pruritis), kudis, eksim, dan menghilangkan mabuk alkohol Quarcertin yang
terkandung dalam flavonoid memberikan pengaruh sebagai vasodilator, antipletelet dan antipoliferative
dan menurunkan tekanan darah, hasil dari oksidasi dan perbaikan terhadap organ tubuh yang sudah
rusak akibat dari hipertensi. Dengan demikian disimpulkan bahwa flavonoid yang banyak terkandung
dalam sayur dan buah dapat digunakan untuk menekan resiko terjadinya miokardiak infark dan stroke,
(Dafriani, 2016)
3.Manfaat pemberian air rebusan daun salam
Menurut penelitian Reny, (2013) :
a. Menurunkan Tekanan DarahTinggi
Manfaat lain daun salam menurunkan tekanan darah karena mengadung flavonoid yang mampu
berfungsi sebagai anti oksidan yang mampu mencegah terjadinya oksidasi sel tubuh. Semakin tinggi
oksida sel dalam tubuh, maka semakin tinggi sesorang untuk menderita penyakit darah tinggi. Dengan
mengkonsumsi air rebusan daun salam sehari 2 kali ½ gelas rutin setiap hari dapat membantu
mengurangi hormon stress, mengendurkan otot arteri. Selain itu kandungan mineral yang ada pada daun
salam membuat peredaran darah semakin lancar dan juga dapat mengurangi tekanan darah tinggi.
b. Daun salam untuk menurunkan kolestrol
Kolestrol merupakan salah satu penyebab penyakit yang akhir-akhir ini banyak dialami
masyarakat. Kolestrol sering diidentifikasi dengan adanya penumpukan lemak yang akhirnya
menyumbat pembuluh darah. Pasti banyak yang tidak ingin jika kolestrolnya naik. Maka dari itu, rutin
mengkonsumsi rebusan daun salam akan membantu untuk membersihkan pembuluh darah dari kolestrol
kandungan flavonoid dapat mencegahnya.
c. Daun salam untuk mengobati diabetes
Kandungan flavonoid dalam daun salam dapat menurunkan kadar gula darah Gaya hidup yang
serba instan, makanan dan minuman yang banyak mengandung bahan pemanis , bahan pengawet
menjadi penyebab semakin berkembangnya penderita diabetes. Maka untuk langkah pencegahan
sebaiknya kita rutin minum hasil rebusan daun salam setiap hari.
d. Daun salam untuk asam urat
Asam urat merupakan salah satu gangguan persendian. Penderitaannya akan mengalami sakit
pada bagian sendi kaki bahkan sering disertai pembengkakan. Biasanya terjadi pada orang diatas umur
40 tahun. Rutin mengkonsumsi air rebusan daun salam yang mengandung flavonoid akan membantu
kamu untuk menurunkan asam urat dan kurangi asupan emping .
B. Konsep Lansia
1. Pengertian Lansia
Lanjut usia (Lansia) adalah seorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas. (Kemetrian
Kesehatan RI, 2014) lansia adalah sebuah konsep yang luas, tidak hanya meliputi terjadinya perubahan
fisik pada tubuh setelah melewati kehidupan dewasa, tetapi juga meliputi perubahan psikologis dalam
semangat atau ingatan dan dalam kemampuan mental serta perubahan sosial dalam hidupnya.(Miko,
2012)
Penduduk lanjut usia terus mengalami peningkatan seiring kemajuan di bidang kesehatan yang
ditandai dengan meningkatnya angka harapan hidup dan menurunnya angka kematian. Perkembangan
demografi ini dapat membawa dampak di bidang kesehatan, ekonomi, dan sosial. Untuk itu diperlukan
data terkait kelanjutusiaan sebagai bahan pemetaan dan strategi kebijakan sehingga pertumbuhan
jumlah penduduk lansia menjadi potensi yang turut membangun bangsa. (Triwibowo, 2020)
2. Klasifikasi Lansia
Ada beberapa teori yang menunjukan batasan usia pada lansia, antara lain sebagai berikut:
a. Menurut WHO dalam (Aplin, 2016) , klasifikasi pada lansia adalah sebagai berikut:
1) Usia pertengahan (Middle age) : 45-59 tahun
2) Lanjut usia (Elderly) : 60-74 tahun
3) Lanjut usia tua (Old) : 75-90 tahun
4) Usia sangat tua (Very old) : Diatas 90 tahun
Menurut statistik penduduk lanjut usia (Pradana, 2017) batasan lansia adalah sebagai
berikut:
1. Lansia muda: 60-69 tahun
2. Lansia lansia madya :70-79 tahun
3. Kelompok lansia tua : 80± dengan masalah kesehatan
b. Menurut Undang-undang Republik Indonesia 1998 Nomor 13 tentang kesejahteraan lansia
dalam bab 1 pasal 1 ayat 2: lansia adalah seseorang yang usianya telah mencapai 60 tahun
keatas (UU No.23.1992).
3. Perubahan yang terjadi pada lansia
Adanya proses penuaan dapat menyebabkan kehilangan banyak sel tubuh dan penurunan
metabolisme pada sel. Sehingga proses ini menyebabkan adanya penurunan fungsi tubuh dan
komposisi tubuh. Selain itu akan terjadi perubahan pada mental, dan psikologis.
1. Perubahan fisik
Perubahan fisik pada lansia biasanya terjadi pada beberapa sistem tubuh seperti nutrisi,
kulit, rambut, mata dan penglihatan, telinga dan pendengaran. Selain itu, perubahan pada
sistem pernapasan, kardiovaskular, gastrointestinal, ginjal, reproduksi, saraf, imun,
muskuloskeletal, dan sistem endokrin.
2. Perubahan mental
Perubahan mental pada lansia meliputi adanya sikap pesimis, timbulnya perasaan tidak
aman dan cemas, ada kekacauan metal akut, merasa terancam akan timbulnya suatu penyakit,
takut ditelantarkan karena merasa tidak berguna lagi, serta munculnya perasaan kurang mampu
untuk mandiri, serta cenderung entrover.
3. Perubahan Psikososial
Masalah psikososial yang sering muncul pada lansia yaitu, stress, kecemasan dan
ketakutan, mudah tersinggung, kesepian, kehilangan rasa kepercayaan diri, dan egois.
4. Perubahan spiritual
Menurut maslow semakin tua lansia maka agama dan kepercayaan makin terintergrasi
dalam kehidupanya.
5. Perubahan kognitif
Perubahan kognitif pada lansia meliputi adanya penurunan memory atau daya ingat, IQ
(intellegent quocient), penurunan kemampuan belajar, sulit untuk memahami, sulit dalam
memecahkan masalah dan pengambilan keputusan, dan biasanya lansia mengalami low
motivasi (Sunaryo et al., 2016).
C. Konsep Tekanan Darah
BAB III
KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESA PENELITIAN
3.1 Kerangka Konsep
Konsep adalah suatu abstraksi yang dibentuk dengan menggeneralisasikan
suatu pengertian. Kerangka konsep adalah suatu uraian dan visualisasi hubungan
atau kaitan antar konsep satu terhadap konsep lainnya, atau antara variabel yang
satu dengan variabel yang lain dari masalah yang ingin diteliti (Notoatmojdo,
2012).
Faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan darah :
Usia
Stress
Ras
Jenis kelamin
Kelebihan berat badan
Kebiasaan merokok
Medikasi : 1. Rosella
Bawang putih
Mengkudu
Daun seledri
Buah timun
6. Terapi air rebusan daun salam
Tekanan darah
Keterangan :
: Diteliti : Berpengaruh
: Tidak diteliti
Gambar 3.1 Kerangka Konsep Terapi Air Rebusan Daun Salam Terhadap
Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi
Hipertensi dipengaruhi beberapa faktor yaitu usia, stress, ras, medikasi,
jenis kelamin, kelebihan berat badan, kebiasaan merokok. Daun salam (syzgium
polyanthum) merupakan salah satu dari jenis terapi herbal untuk menangani
penyakit hipertensi. Tumbuhan ini mengandung minyak asiri khususnya tanin
dan flavonoid. Selain mudah didapat dan murah, daun salam ternyata banyak
khasiat, yaitu sebagai obat maag, diare, menurunkan gula darah (diabetes
mellitus), efek samping alkohol (mabuk), menurunkan asam urat dan masih
banyak lagi.
3.2 Hipotesis
Hasil suatu penelitian pada hakikatnya adalah suatu jawaban atas pertanyaan
penelitian yang telah di rumuskan dalam perencanaan penelitian. Untuk
mengarahkan kepada hasil tersebut maka dalam perencanaan penelitian
dirumuskan jawaban sementara.
Hipotesis adalah jawaban sementara penelitian, patokan duga, atau dalil
sementara, tentang kebenaranya akan dibuktikan dalam penelitian tersebut
(Notoatmodjo,2012).
Ha : Ada pengaruh terapi air rebusan daun salam terhadap perubahan
tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Katipugal Kecamatan
Kebonagung Kabupaten Pacitan.
Ho : Tidak ada pengaruh terapi air rebusan daun salam terhadap perubahan
tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Katipugal Kecamatan
Kebonagung Kabupaten Pacitan.
BAB 4
METODOLOGI PENELITIAN
Metode penelitian merupakan cara yang digunakan oleh peneliti dalam
mengumpulkan data penelitiannya. Cara penelitian meliputi desain penelitian,
kerangka kerja, populasi, sampel, teknik sampling, identifikasi variabel, definisi
operasional, teknik pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data, etika
penelitian dan keterbatasan penelitian (Arikunto, 2010).
4.1 Rancangan Penelitian
Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan penelitian yang
digunakan adalah pre-eksperimen dengan one group pre-test design. Ciri dari
tipe penelitian ini adalah mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan cara
melibatkan satu kelompok subjek. Kelompok subjek diobservasi sebelum
dilakukan intervensi, kemudian diobservasi lagi setelah intervensi (Nursalam,
2013). Dalam penelitian ini dipilih penderita hipertensi yang diawali dengan
observasi melakukan tekanan darah (pretest), kemudian diberikan perlakuan
terapi air rebusan daun salam 2x/hari selama 1 minggu. Setelah diberikan
perlakuan dilakukan observasi lagi terhadap tekanan darah (posttest). Adapun
desain dalam penelitian ini dapat dijalaskan pada skema berikut (Nursalam,
2014).
Tabel 4.1 Skema Desain Penelitian
Subjek Pra Perlakuan Post
K O X O1
Keterangan :
K : Subjek
O : Observasi sebelum perlakuan
X : Intervensi
O1 : Observasi setelah perlakuan
4.2 Populasi dan Sampel
4.2.1 Populasi
Populasi adalah keseluruhan suatu variabel menyangkut masalah yang
diteliti berupa orang, kejadian, perilaku atau sesuatu lain yang akan dilakukan
peneliti (Nursalam, 2013). Populasi dalam penelitian ini adalah semua penderita
hipertensi di Desa Katipugal Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan.
Jumlah populasi sebesar 70 orang didasarkan pada laporan kunjungan setiap
tahun pada tahun 2016 Di Puskesmas Kebonagung Kabupaten Pacitan.
4.2.2 Sampel
Sampel merupakan bagian populasi yang terjangkau yang dapat
dipergunakan sebagai subjek penelitian melalui sampling (Nursalam, 2013).
Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah penderita hipertensi di Desa
Katipugal Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan.
Penentuan jumlah sampel ditentukan dengan rumus Slovin dalam
bukunya sugiono (2013) tentang Statistik untuk Keperawatan :
n= N
1+N
(d)2
Keterangan :
n : Besar sampel
N : Besar populasi
d : Tingkat signifiansi p(0,1)
n= 70
(1+70 (0,01)2
= 70
(1+70(0,01)
= 70
1.7
= 41
4.2.3 Kriteria Sampel
1. Kriteria inklusi
Kriteria inklusi adalah karakteristik umum subjek penelitian dari suatu populasi
target yang terjangkau dan akan diteliti (Nursalam, 2014).
Kriteria dalam penelitian ini adalah :
a. Penderita tekanan darah tinggi
b.Usia lebih 35 tahun
c. Penderita yang kooperatif
d. Bersedia ikut dalam penelitan
2. Kriteria Eksklusi
Kriteria eksklusi adalah menghilangkan/mengeluarkan subjek yang memenuhi
kriteria inklusi dari studi karena berbagai sebab (Nursalam, 2014).
Kriteria eksklusi dalam penelitian adalah :
a. Dalam keadaan kritis atau sakit keras
b. Sedang mengkonsumsi obat anti hipertensi
4.3 Teknik Sampling
Sampling adalah proses menyeleksi porsi dari populasi untuk dapat
mewakili populasi. Teknik sampling merupakan cara-cara yang ditempuh dalam
penganbilan sampel, agar memperoleh sampel yang bener-bener sesuai dengan
keseluruhan subjek penelitian (Sastroasmoro & Ismail, 1995 & Nursalam, 2008).
Pengambilan sampel dilakukan dengan Probability Sampling bahwa setiap
subjek populasi mempunyai kesempatan untuk terpilih atau tidak terpilih sebagai
sampel. Setiap bagian populasi mungkin berbeda satu dengan yang lainnya tetapi
menyediakan populasi parameter, mempunyai kesempatan menjadi sampel yang
representatif, dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan simple
Random sampling yaitu suatu teknik setiap elemen diseleksi acak. Jika sampling
frame kecil, nama bisa ditulis pada secarik kertas, diletakkan di kotak, diaduk,
dan diambil secara acak setelah semuanya terkumpul (Nursalam, 2014).
Pada data puskesmas penderita tekanan darah tinggi Desa Katipugal
Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan terdapat 70 warga penderita teknan
darah tinggi peneliti mengambil sampel 41 warga dengan cara mengambil lotre
secara acak. Proses randomisasi yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Mendata populasi penelitian dan membuat kode/ nomor mulai dari
1- 70.
2. Memasukkan kertas gulungan yang sudah diberi kode/nomor ke dalam
kotak dengan sebaik-baiknya.
3. Mengundi gulungan kertas sampai memperoleh 41 nama sebagai
sampel penelitian, sedangkan sisanya yang tidak terpilih tidak di jadikan
sampel.
4. Mendata dan mengunjungi subjek penelitian yang diperoleh dari
hasil pengambilan lotre.
5. Apabila subjek tidak memenuhi kriteria inklusi maka dilakukan pengambilan
lotre kembali sampai memperoleh subjek yang memenuhi kriteria inklusi.
4.4 Kerangka Kerja Penelitian
Kerangka kerja merupakan bagian kerja terhadap rancangan kegiatan
penelitian yang akan dilakukan, meliputi siapa yang akan diteliti (subjek
penelitian), variabel yang akan diteliti dan variabel yang mempengaruhi dalam
penelitian (Hidayat, 2007).
Populasi
Semua penderita hipertensi di Desa Katipugal Kecamatan Kebonagung
Editing, Coding, Tabulating, Data entry, Clening
Kabupaten Pacitan sebesar 70 orang
Sampel
Pengolahan data :
Sebagian penderita hipertensi yang sesuai kriteria inklusi yang mengalami
hipetensi di Desa Katipugal Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan
Sampling : Non Probability sampling
Desain Penelitian :
Dependent Variabel
Eksperimen dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah pre-
Tekanan darah
Pengumpulan Data :
Mengukur tekanan darah sebelum dan sesudah
Independent Variabel
berikan perlakuan
Terapi air rebusan daun
Analisis :
Uji Wilcoxon
Hasil dan kesimpulan
Pelaporan
4.1 : Kerangka kerja penelitian pengaruh terapi air rebusan daun salam terhadap
perubahan tekanan darah pada pender
DAFTAR PUSTAKA
Asih, S. W. (2018). Pengaruh Rebusan Daun Salam Terhadap Penurunan Tekanan
Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Wisma Seruni Upt Pslu Jember.
The Indonesian Journal of Health Science, September, 169.
https://doi.org/10.32528/ijhs.v0i0.1543
Cumayunaro, A. (2017). Rebusan Daun Salam Untuk Penurunan Kadar Asam
Urat dan Intensitas Nyeri Arthritis Gout di Puskesmas Andalas Padang.
Menara Ilmu, XI(75), 177–181.
Dafriani, P. (2016). Pengaruh Rebusan Daun Salam (Syzigium Polyanthum Wight
Walp) terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi di Sungai Bungkal, Kerinci
2016. Jurnal Kesehatan Medika Saintika, 7(2), 25–34.
Kemetrian Kesehatan RI. (2014). Infodatin “Situasi dan Analisis Lanjut Usia.”
Geriatric, 8.
Miko, A. (2012). Isu-Isu , Teori Dan Penelitian Penduduk Lansia. Aging, Family,
Social Change, XII(2), 44.
Triwibowo, C. (2020). statistik penduduk lanjut usia. 68.