Purposive Sampling
Purposive Sampling
No : 1, 2019
Andreas Dewantoro
Program Manajemen Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Kristen Petra
Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya
E-mail: andreaddewantoro13@[Link]
Abstrak- Optimisme adalah pemikiran untuk (Ardichvili et al., 2003). Oleh karena itu, kemampuan
mendorong seorang pebisnis dalam menjalankan usahanya dalam identifikasi peluang bisnis adalah hal yang penting
untuk mencari tahu sesuatu atau informasi yang tepat, agar untuk dibahas.
bisa mengidentifikasi sebuah peluang dalam bisnisnya. Sejumlah penelitian terdahulu membuktikan
Maka itu, seorang pebisnis yang baik atau bagus harus bahwa identifikasi peluang bisnis dapat dipengaruhi
selalu memiliki pemikiran yang positif dalam bisnisnya. beberapa variabel, seperti HQWUHSUHQHXU¶V SHUVRQDOLW\ WUDLWV
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya (kreativitas & optimisme), jaringan sosial, dan prior
pengaruh optimisme terhadap kemampuan identifikasi knowledge (Ardichvili et al., 2003), pengetahuan (Shane,
peluang mahasiswa strata satu pada perguruan tinggi di 2000), imbalan finansial (Shepherd dan DeTienne, 2005),
Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan bersifat kausal jaringan (Hills et al, 1997), kreativitas (Hills et al, 1998),
dan metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. curiosity (Jeraj, 2010), dan optimisme (Jeraj, 2014). Dalam
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdapat tiga variabel yang akan dibahas yaitu
penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik optimisme, curiosity, dan identifikasi peluang bisnis.
purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor optimisme berkaitan dengan kegigihan,
optimisme secara parsial dan simultan memiliki pengaruh pemecahan masalah yang efektif, berbagai macam bentuk
signifikan terhadap identifikasi peluang. keberhasilan, dan faktor-faktor penting lainnya maka wajar
Kata kunci- Optimisme, Identifikasi Peluang. untuk mengatakan dan memprediksi bahwa optimisme juga
dapat dihubungkan dengan entrepreneurship (Jeraj, 2014).
PENDAHULUAN Dalam ilmu psikologi, optimisme didefinisikan sebagai
suatu pandangan secara menyeluruh, melihat hal yang baik,
berpikir positif, dan mudah memberikan makna bagi diri
Entrepreneurship atau kewirausahaan
sendiri (Seligman, 1991). Sebuah studi di Inggris terhadap
merupakan suatu proses dalam memulai bisnis yang baru
576 entrepreneur, menemukan bahwa mereka jauh lebih
umumnya dalam menanggapi peluang yang ada,
mungkin menemukan keberhasilan daripada entrepreneur
entrepreneur mengejar peluang dengan mengubah,
yang menyerah setelah kegagalan pertama mereka. Rasa
mentransformasi atau memperkenalkan produk atau
optimis itulah yang membuat seorang entrepreneur merasa
layanan baru (Robbin & Coulter, 2012, p. 537). Stevenson
bahwa gagal adalah kondisi permanen. Berlaku sebaliknya,
et al. (1985) mengatakan bahwa identifikasi peluang dalam
mereka cenderung melihat setiap kegagalan sebagai
suatu bisnis adalah hal yang penting bagi seorang
dinding penghalang yang perlu dirobohkan untuk menuju
entrepreneur (dalam Ardichvili, Cardozo, & Ray, 2003).
kesuksesan tertinggi. Bagi mereka, kegagalan adalah
Bila seorang entrepreneur tidak dapat mengidentifikasi
sebuah pembelajaran ([Link], 2017).
peluang bisnis maka tidak akan dapat bisa memulai suatu
Optimisme juga dibutuhkan untuk menunjukkan keung-
bisnis. Menurut Carrier (2005) dan Corbett (2007), proses
gulan bersaing. Bahkan sekalipun kalah dalam bersaing,
identifikasi peluang merupakan titik awal yang harus
optimisme tetap dibutuhkan agar seseorang dapat bangkit
dilalui oleh seorang entrepreneur (dalam Muñoz, Mosey, &
untuk kembali bersaing. Seorang entrepreneur tanpa
Binks, 2011). Muñoz, Mosey, & Binks (2011)
optimisme, tidak dapat berpikiran positif dan terbuka untuk
menyimpulkan bahwa Ardichvili, Cardozo, dan Ray (2003)
menciptakan visi, misi, serta strategi usaha yang baik, tidak
menganggap bahwa identifikasi peluang adalah sifat
akan berani untuk menghadapi tantangan dalam dunia
mendasar bagi seorang yang menjadi entrepreneurship.
usaha, tidak akan memiliki semangat untuk maju
Identifikasi peluang yang dimaksud adalah investigasi dan
berkompetisi, dan juga tidak memiliki keberanian untuk
sensifitas terhadap kebutuhan pasar, dan kemampuan
bangkit dari kegagalan.
melihat adanya penggunaan sumberdaya alam yang tidak
Penjelasan mengenai optimisme terhadap ke-
optimal yang dapat dijadikan menjadi peluang bisnis
mampuan mengidentifikasi peluang, dapat kita lihat pada
AGORA: Volume 7. No : 1, 2019
salah satu orang yang bernama Mark Zuckerberg owner bahwa mahasiswa adalah salah satu sasaran yang
dari Facebook. Salah satu contoh program komuter yang berpengaruh untuk menaikkan rasio entrepreneurship di
berhasil dibuat adalah sebuah plug-in (sebuah program Indonesia (Humas Kementerian Koperasi dan UKM, Maret
komputer yang bisa berinteraksi dengan aplikasi host se- 22, 2017). Menaikkan rasio tersebut, pemerintah
perti web browser atau email untuk keperluan tertentu) menunjukkan dukungannya terhadap entrepreneurship
untuk MP3 player Winamp, pada saat sekola menengah di mahasiswa dengan meluncurkan berbagai program
Phillips Exeter Academy. Saat melanjutkan ke perguruan entrepreneurship, yang diharapkan bisa mengembangkan
tinggi Mark masuk ke perguruan tinggi Harvard, di sinilah kemampuan entrepreneurship seorang mahasiswa
Mark menemukan ide membuat sebuah buku direktori (Direktorat Jenderal Pembelajaran & Kemahasiswaan,
mahasiswa online. Karena perguruan tinggi Harvard ini 2017; Hardum, Oktober 29, 2016). Hal tersebut diinginkan
tidak membagikan facebook (buku mahasiswa yang agar dapat mengubah pola pikir mahasiswa dari pencari
memuat foto dan identitas mahasiswa di perguruan tinggi kerja (job seeker) menjadi pencipta lapangan pekerjaan
itu) kepada mahasiswa baru sebagai ajang pertemanan di (job creator), sehingga dapat berkontribusi terhadap
antara mereka. Tetapi, setiap kali Mark menawarkan diri perekonomian dan dapat mengurangi jumlah
untuk membuat direktori tersebut, Harvard menolaknya. pengangguran. Tingkat pengangguran terbuka di Indonesia
Meski sering ditolak, Mark selalu mencari cara untuk menurut Badan Pusat Statistik pada tahun 2015 cukup
mewujudkannya. Tahun kedua Mark mensabotase data tinggi (1.008.660 orang) dengan jumlah pengangguran
mahasiswa Harvard dan memasukkan data tersebut keda- 6,40% berasal dari lulusan S1. Tahun 2018 sendiri
lam website yang telah ia buat yaitu Facemash. Karena diperkirakan oleh Presiden Joko Widodo perkembangan
masalah mensabotase tersebut Mark diperkarakan oleh ekonomi Indonesia akan naik sebesar 5,4 persen, atau
Harvard dan harus meminta maaf terhadap mahasiswa yang meningkat 0,3 persen dari target tahun 2017.
ia masukkan datanya di Facemash. Alih-alih tidak membuat Perkembangan tersebut akan dipengaruhi oleh mahasiswa
ulah lagi atau jera, Mark malah membuat Facebook. yang sudah lulus untuk melihat atau menidentifikasi sebuah
Website ini ia luncurkan pada tahun Februari 2004, peluang bisnis baru ataupun yang sudah ada ([Link],
Facebook sendiri adalah penyempurnaan dari Facemash. 2018). Apabila mahasiswa bisa menciptakan sebuah
Mark melihat ada sebuah peluang yaitu komunikasi yang peluang dalam berbisnis maka secara tidak langsung
lebih efisien, yang bisa ditawarkan kepada para mahasiswa masalah pengangguran dapat terselesaikan (Direktorat
untuk berkomunikasi baik rekan mahasiswa, keluarga, Jenderal Pembelajaran & Kemahasiswaan, 2017).
ataupun rekan kerja. Facebook inilah sebuah bisnis yang Berdasarkan pembahasan pada latar belakang
membuat Mark bisa menjadi terkenal dan pemuda terkaya masalah yang ada, maka rumusan masalah dalam penelitian
di dunia (dalam El-Mira, 2018, pp. 29±57). ini adalah: Apakah terdapat pengaruh antara optimisme
Fenomena serupa dapat kita lihat dalam pada mahasiswa yang memiliki bisnis terhadap kemampuan
kehidupan seorang entrepreneur dari Amerika, yaitu Bill identifikasi peluang bisnis?
Gates seorang pendiri Microsoft. Bill Gates sama seperti Berdasarkan rumusan masalah yang ada, maka
fenomena diatas yaitu Mark Zuckenberg, sama-sama tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui terdapat
berkuliah di Harvard pada tahun 1973. Tetapi saat Bill pengaruh antara optimisme yang dimiliki mahasiswa pe-
mengambil kuliah ia tidak mengambil jurusan yang sesuai milik bisnis terhadap kemampuan identifikasi peluang
dengan minatnya, seperti ketertarikannya pada komputer. bisnis.
Tetapi berawal pada tahun 1975, Bill memberanikan diri
untuk menghubungi MITS (pencipta Altair 8800 (cikal METODE PENELITIAN
bakal dari PC)) bahwa ia memiliki sistem yang cocok
dengan Altair 8800. Padahal saat itu Bill belum memiliki Jenis penelitian yang digunakan adalah
sistem tersebut. Namun karena Bill yakin dengan kuantitatif dengan desain kausal.
kemampuannya, ia dan sahabatnya Allen berhasil membuat Populasi yang akan digunakan dalam penelitian
sistem operasi berbasis basic dalam waktu hanya delapan ini adalah mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia yang
minggu dan berhasil mendemonstrasikannya di depan memiliki bisnis dimanapun.
petinggi MITS. Setelah sukses dengan hal tersebut. Setelah Teknik pengambilan sampel yang digunakan
sukses dengan sistem operasi tersebut Bill merasa adalah non-probability sampling. Jenis non-probability
penasaran dengan dunia bisnis, sehingga pada tahun sampling yang digunakan adalah gabungan antara
ketiganya saat berkuliah ia memutuskan untuk berhenti dan insidental sampling dan purposive sampling. Insidental
mendirikan Microsoft bersama Paul Allen. Microsoft Sampling adalah teknik penentuan sampel berdasarkan
menjadi sebuah bisnis atau perusahaan yang sukses karena kebetulan (Sugiyono, 2018, p. 138). Sedangkan purposive
memiliki Windows dan oleh karena itu Bill Gates sempat sampling adalah pengambilan sampel dengan pertimbangan
menjadi salah satu 100 tokoh paling berpengaruh pada abad tertentu (Sugiyono, 2018, p. 138). Kriteria responden yang
ke 20 (Rahmawati, 2018, pp 156±164). dapat menjadi sampel dalam penelitian ini adalah:
Penelitian tentang pengaruh optimisme 1. Mahasiswa strata satu pada perguruan tinggi di
terhadap kemampuan identifikasi peluang mahasiswa strata Surabaya.
satu pada perguruan tinggi di Surabaya akan memiliki 2. Sedang menjalankan bisnis sendiri.
objek pada mahasiswa. Alasan mengapa mengambil
mahasiswa karena menurut Menteri Koperasi dan UKM,
Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan
AGORA: Volume 7. No : 1, 2019
Jumlah sampel minimum dalam penelitian ini Uji Linieritas
menggunakan panduan yang ditulis oleh Ferdinand (2006), Tabel 4
yaitu: Uji Linieritas
n minimum = 5 X jumlah indikator variabel Sum of Mean
= 5 X 20 Y*X Df F Sig.
Squares Square
= 100 Combined 6,964 18 0,387 0,018
Proses pengambilan sampel menggunakan teknik Linearity 2,866 1 2,867 0,000
sampling jenuh sehingga pada penelitian ini terdapat 60 Between
Deviation 4,097 17 0,241 0,254
responden yang diteliti (Sugiyono, 2016, p.85). Groups
from
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini Linearity
adalah dengan menyebarkan angket. Within Groups 19,553 100 0,196
Analisis data dilakukan dengan analisis regresi Total 26,517 118
linier sederhana. Sumber: Data primer, diolah
Analisis Pengaruh
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Tabel 5
Uji Regresi Linier Sederhana
Uji Validitas Unstandarized Standarized
Tabel 1 Coefficients Coeffiecients
Uji Validitas Model
B Std. Beta
Identifi Error
Optimis r
Indikator kasi Keterangan (Constant) 2,086 0,511
me Tabel
Peluang Optimisme 0,457 0,121 0,329
X1.1 0,429 0 0,195 Valid Sumber: Data primer, diolah
X1.2 0,353 0 0,195 Valid Uji Hipotesis
X1.3 0,657 0 0,195 Valid Tabel 6
Uji t
X1.4 0,323 0 0.195 Valid
Model T Sig.
X1.5 0,543 0 0.195 Valid (Constant) 5,059 0,029
X1.6 0,586 0 0.195 Valid Optimisme 5,152 0,000
X1.7 0,534 0 0,195 Valid Sumber: Data primer, diolah
X1.8 0,619 0 0,195 Valid Pembahasan
Pengaruh Optimisme Terhadap Identifikasi Peluang
X1.9 0,160 0 0,195 Tidak Valid
X1.10 0,606 0 0,195 Valid
X1.11 0,454 0 0,195 Valid
Y1.1 0 0,501 0,195 Valid
Y1.2 0 0,531 0,195 Valid
Y1.3 0 0,502 0,195 Valid
Y1.4 0 0,510 0,195 Valid
Y1.5 0 0,581 0,195 Valid
Sumber: Data primer, diolah
Uji Reliabilitas Gambar 1 Kurva Distribusi Uji t Pengaruh Optimisme
Tabel 2 (X) terhadap Identifikasi Peluang (Y)
Uji Reliabilitas Hasil penelitian di atas dapat diketahui bahwa
Variabel Cronbach N of nilai t tabel sebesar 1,98405, sedangkan nilai uji t pada
Kesimpulan
Alpha items optimisme terhadap identifikasi peluang adalah sebesar
Optimisme 0,758 11 Reliabel 5,059 yang dapat disimpulkan bahwa optimisme memiliki
Identifikasi pengaruh yang signifikan terhadap identifikasi peluang
0,787 5 Reliabel
peluang mahasiswa. Dalam suatu bisnis seseorang dapat
Sumber: Data primer, diolah mempercyai peluang yang didapatkan untuk dijadikan
Uji Normalitas sebuah peluang dalam berbisnis. Dengan kemampuan
Tabel 3 optimisme ini seorang akan percaya pada setiap peluang
Uji Normalitas yang dimiliki saat berbisnis.
Unstandardized Residual Hal itu dapat kita lihat dari penelitian Segerstrom
Asymp. Sig. (2 tailed) 0,240 dan Solberg Nes (2006), sikap optimis cenderung membuat
Sumber: Data primer, diolah entrepreneur dapat mengidentifikasi sebuah peluang baru
di mana mereka berada. Peluang usaha adalah kesempatan
yang pasti bisa didapatkan seseorang atau lebih dengan
AGORA: Volume 7. No : 1, 2019
mengandalkan potensi diri yang ada. Juga dengan Arikunto & Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian Suatu
memanfaatkan berbagai kesempatan baik itu peluang usaha Pendekatan Praktek, Jakarta: Penerbit Rineka
apapun, yang bisa dengan sigap kita ambil (Marnie, 2013). Cipta.
Menurut Schumpeter (dalam Alma, 2011), entrepreneur Barringer, B. R. & Ireland, R. D. (2008). Entrepreneurship:
adalah individu yang mendobrak sistem ekonomi yang ada Successfully Launching New Ventures (2nd ed.).
dengan memperkenalkan barang dan jasa baru, dengan Upper Saddle River, NJ: Pearson/Prentice Hall.
menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan Berlyne, D. E. (1954). A Theory of Human Curiosity.
baku baru. Selain itu menurut James dan Gudmundson British Journal of Psychology, 45(3), pp. 180±191.
(dalam Jeraj, 2014), emosi psikologis yang positif seperti Brown, J. D., & Marshall, M. A. (2001). Self-Esteem and
optimisme bermanfaat dalam memberikan perilaku Emotion: Some Thoughts About Feelings.
memotivasi yang memungkinkan entrepreneur dapat Personality and Social Psychology Bulletin, 27, pp.
berjuang dalam mengidentifikasi sebuah peluang usaha, 575±584.
evaluasi dan mengeksploitasi proses dalam usaha. Byman, R. (2005). Curiosity and Sensation Seeking: A
Conceptual and Empirical Examination.
KESIMPULAN DAN SARAN Personality and Individual Differences, 38, pp.
1365±1379.
Kesimpulan Carland - : +R\ ) &DUODQG - $ & ³:KR
Hasil analisis yang telah dilakukan maka peneliti Is An Entrepreneur?" Is A Question Worth Asking.
dapat menarik kesimpulan sebagai berikut: Optimisme (X1) American Journal of Small Business, 12(4), pp. 33±
berpengaruh signifikan terhadap Identifikasi Peluang (Y). 39.
Saran Carver, C. S. (2007). Optimisme. Retrieved from:
Hasil penelitan yang telah dilakukan maka peneliti [Link]
dapat memberikan saran sebagai berikut: positional_optimisme/disposition_optimis.pdf.
1. Bagi Peneliti Selanjutnya Churchill Jr, G. A. (1979). A Paradigm for Developing
Diharapkan dapat melanjutkan penelitian mengenai Better Measures of Marketing Constructs. Journal
identifikasi peluang bisnis dengan variabel-variabel lain of Marketing Research, 16(1), pp. 64±73.
diluar variabel yang sudah diteliti seperti optimisme Cronbach, L. J., (1951): Coefficient Alpha and The Internal
dan curiosity agar dapat mengetahui faktor apa saja Structure of Tests. Psychometrika, 16(3), pp. 297±
yang dapat mempengaruhi identifikasi peluang bisnis 334.
mahasiswa strata satu pada perguruan tinggi di Dawis, R. V. (1987). Scale Construction. Journal of
Surabaya. Counseling Psychology, 34(4), pp. 481±489.
2. Bagi Mahasiswa DeVellis, R. F. (2003). Scale development: theory and
Berdasarkan penelitian ini, variabel optimisme lebih applications, California: Sage Publications.
rendah dibandingkan variabel curiosity. Saran dari Drucker, P.F. (1985). The Practice of Entrepreneurship:
penulis kepada mahasiswa yang sedang menjalankan Innovation and Entrepreneurship Practice and
bisnis adalah untuk meningkatkan pemikiran-pemikiran Principles. Harper & Row, New York, pp. 141±
positif baik kepada diri sendiri dan bisnis yang sedang 188.
dijalankan, sebab dengan memiliki pikiran yang positif El-Mira, I. (2018). Jatuh-Bangun Mark Zuckerberg. Edisi
tersebut maka seorang pebisnis akan lebih mudah Pertama. Yogyakarta: Checklist.
mendapatkan hal-hal yang bermanfaat pada bisnisnya. Farmer, S. M., Yao, X. & Kung-McIntyre, K. (2009). The
3. Bagi Lembaga Pendidikan Behavioral Impact of Entrepreneur Identity
Diharapkan dapat mendukung program pemerintah Aspiration and Prior Entrepreneurial Experience.
dalam mengembangkan entrepreneurship dengan Entrepreneurship Theory and Practice, 35(2), pp.
mengadakan kegiatan yang dapat menambahkan sikap 245±273, Retrieved from: [Link]
percaya diri dan kemampuan mahasiswa dalam mencari 11/j.1540-6520.2009.00358.x.
sebuah informasi. Contoh seperti memberikan seminar Ghozali, I. (2012). Aplikasi analisis multivariate dengan
tentang cara berkomunikasi dengan orang lain. program IBM SPSS. Semarang: Badan Penerbit
Universitas Dipenogoro.
DAFTAR REFERENSI Gonzalez-Alvarez, N., & Solis-Rodriguez, V. (2011).
Discovery of Entrepreneurial Opportunities: A
Alma, B. (2011). Kewirausahaan (17th ed.). Bandung: Gender Perspective. Industrial Management &
Alfabeta. Retrieved from Data System, 111(5), pp. 755±775.
[Link] Grossnickle, E. M. (2016). Disentangling Curiosity:
free-books-pdf. Dimensionality, Definitions, and Distinctions from
Ardichvili, A., Cardozo, R. & Ray, S. (2003). A Theory of Interest in Educational Contexts. Educational
Entrepreneurial Opportunity Edentification and Psychology Review, 28(1), pp. 23±60. Retrieved
Development. Journal of Business Venturing, 18, from: [Link]
pp. 105±123. Handriyani, A. (2011). Analisis Pengaruh Motivasi, Stress,
dan Rekan Kerja Terhadap Kinerja Auditor Di
Kantor Akuntan Publik (KAP). Jurnal Keuangan &
Bisnis. 3(1).
AGORA: Volume 7. No : 1, 2019
Harimurti, A. (2018). Cara Gila Meniru Sukses Jack Ma. Karwowski, M. (2012). Did Curiosity Kill the Cat?
Edisi Pertama. Yogyakarta: Araska. Relationship Between Trait Curiosity, Creative
Hechavarria, D. M., Renko, M. & Matthews, C. H. (2012). Self-Efficacy and Creative Personal Identity.
The Nascent Entrepreneurship Hub: Goals, Europe's Journal of Psychology, 8(4), pp. 547±558,
Entrepreneurial Self-Efficacy and Startup doi:10.5964/ejop.v8i4.513.
Outcomes. Small Business Economics, 39(3), pp. Kashdan 7 % 5REHUWV - ( 6RFLDO $Q[LHW\¶V
685±701, [Link] Impact on Affect, Curiosity, and Socialself-
9355-2. Efficacy During a High Selffocus Social Threat
Heinrichs, S., & Walter, S. (2009). Who becomes an Situation. Cognitive Therapy and Research, 28, pp.
entrepreneur? A 30-years-review of individual- 119±141.
level research and an agenda for future research. Kashdan, T. B., Gallagher, M. W., Silvia, P. J., Winterstein,
Retrieved from [Link] B. P., Breen, W. E., Terhar, D., & Steger, M. F.
Hery. (2017). Kewirausahaan. Jakarta: Grasindo. (2009). The Curiosity and Exploration Inventory-II:
Development, Factor Structure, and Psychometrics.
Hinkin, T. R. (1995). A Review of Scale Development
Journal of Research in Personality, 43, pp. 987±
Practices In The Study of Organizations. Journal
998.
of Management, 21(5), pp. 967±988.
Kashdan, T. B., DeWall, C. N., Pond, R. S., Silvia, P. J.,
Hmieleski, K., & Baron, R.A. (2009). (QWUHSUHQHXUV¶
Lambert, N. M., Fincham, F. D., Savostyanova, A.
optimisme and new venture performance: A social
A. & Keller, P. S. (2013). Curiosity Protects
cognitive perspective. Academy of Management
Against Interpersonal Aggression: Cross±Sectional,
Journal, 5, pp. 473±488.
Daily Process, and Behavioral Evidence. Journal of
Ihsanuddin. (2017, Desember 6). Jokowi Optimistis
Personality, 81(1), pp. 87±102,
Pertumbuhan Ekonomi pada 2018 Capai 5,4
[Link]
Persen. Kompas. Retrieved August 25, 2018, from
6494.2012.00783.x.
[Link]
Kerley, D. C. (2006). The optimist. Retrieved August 23,
ad/2017/12/06/173750926/jokowi-optimistis-
2010, From D. Craig Kerley. Psy. D: Licensed
pertumbuhan-ekonomi-pada-2018-capai-54-persen.
Psychologist 1(1). [Link]
Izedonmi, F. & Okafor, C. (2007). Assessment Of The
[Link]/files/[Link].
Entrepreneurial Characteristics And Intentions
Key, S. (2013). One Simple Idea for Startups and
Among Academics, 12 930, pp. 96±127.
Entrepreneurs. USA: The McGraw-Hill
Jeraj, M., & Prodan, I. (2010). Conceptualization of
Companies.
Entrepreneurial [Link] in Business-
Krueger, A. B. (2003). Economic Consideration Abd Class
Related Scientific Research Conference, Olbia:
Size. Economic Journal, 113(485), pp. 34±63.
ABSRJ.
Latan, H., & Ghozali, I. (2012). Partial Least Square:
-HUDM 0 $QWRQþLþ % $ &RQFHSWXDOL]DWLRQ RI
konsep, metode, dan aplikasi menggunakan
Entrepreneurial Curiosity and Construct
program WarpPLS 2.0. Semarang: Badan Penerbit
Development: A Multi-Country Empirical
Universitas Dipenogoro.
Validation, Creativity Research Journal, 25(4), pp.
Liang, C. L., & Dunn, P. (2010). Entrepreneurial
426±435, Retrieved from: [Link]
Characteristics, Optimisme, Realism and
80/10400419.2013.843350.
Pessimism: Correlation or Collision?. Journal of
-HUDM 0 0DULþ 0 D 5HODWLRQ EHWZHHQ
Business and Entrepreneurship, 22, pp. 1±22.
Entrepreneurial Curiosity and Entrepreneurial Self-
Litman, J. A., & Spielberger, C. D. (2003). Measuring
Efficacy: A Multi-Country Empirical Validation.
Epistemic Curiosity and Its Diversive and Specific
Organizacija, 46(6), pp. 264±273, Retrieved from:
Components. Journal of Personality Assessment,
[Link]
80(1), pp. 75±86.
Jeraj 0 0DULþ 0 E (QWUHSUHQHXULDO &XULRVLW\-
Litman, J. A., Collins, R. P., Spielberger, C. D., (2005):
The New Construct. In High potentials, lean
The Nature and Measurement of Sensory Curiosity.
organization, internet of things: proceedings of the
Personality and Individual Differences, 39(6), pp.
32nd International Conference on Organizational
1123±1133.
Science Development, Kranj: Moderna organi-
Lopez & Snyder, C.R. (2003). Positive Psychological
zacija.
Assessment a Handbook of Models
Jeraj M. (2014). The Relationship between Optimisme, Pre-
&[Link]. DC: APA.
Entrepreneurial Curiosity and Entrepreneurial
Luthans, F., & Youssef, C. M. (2004). Human, Social, and
Curiosity. Organizacija, 47(3), pp. 199±209. doi:
Now Positive Psychological Capital Management:
10.2478/orga-20140018.
Investing in People for Competitive Advanta-
Jeraj 0 3HOMNR = 6 YRLX * 0DULþ 0 $Q
ge. Organizational Dynamics, 33(2), pp. 143±160.
Empirical Study of The Relationship Between
McMullen, J. S., & Shepherd, D. A. 2006. Entrepreneurial
Entrepreneurial Curiosity and Innovativeness.
action and the role of uncertainty in the
Organizacija, 49(3), pp. 172±182. doi:
theory of the entrepreneur. Academy of
10.1515/orga-2016-0016.
Management Review, 36, pp. 132±152.
AGORA: Volume 7. No : 1, 2019
Meredith, N. P., Horne, R. B., Iles, R. H. A., Thorne, R. well-being. In E. C. Chang (Ed.), Optimisme &
M., Heynderickx, D., & Anderson, R. R. (2002a). pessimism: Implications for theory, research, and
Outer zone relativistic electron acceleration practice, pp. 189±216. Washington, DC: American
associated with substorm-enhanced whistler-mode Psychological Association.
chorus, J. Geophys. Res, 107(A7), pp. 11±44. Segerstrom, S.C., & Solberg Nes, L. (2006). When Goals
doi:10.1029/2001JA900146. Conflict But People Prosper: The Case of
Muñoz, K. A., Mosey, S., & Binks, M. (2011). Developing Dispositional Optimisme. Journal of Research in
Opportunity-Identification Capabilities in The Personality, 40, pp. 675±693.
Classroom: Visual Evidence for Changing Mental Seligman, M.E.P. (1991). Learned Optimisme: How to
Frames. Academy of Management Learning & Change Your Mind and Your Life. NY: Pocket
Education, 10(2), pp. 277±295. Books.
Mussel, P. (2010). Epistemic Curiosity and Related Seligman, M. E. P. (1995). The Optimistic Child. Boston-
Constructs: Lacking Evidence of Discriminant New York: Houghton Mifflin Company.
Validity. Personality and Individual Differences, Seligman, M. E. P. (2008). Menginstal optimisme.
49, pp. 506±510. Bandung: Momentum.
Mussel, P. (2013). Introducing The Construct Curiosity for Shane, S., Locke, E. A., & Collins, C. J. (2003).
Predicting Job Performance. Journal of Entrepreneurial motivation. Human Resource
Organizational Behavior, 34, pp. 453±472. doi: Management Review, 13(2), pp. 257±279,
10.1002/job.1809. Retrieved from: [Link]
Octavia, S. (2017, July 15). 8 Cara Orang Cerdas 534822(03)00017-2.
Menggunakan Kegagalan sebagai Keuntungan Sholihin, M., & Ratmono, D. (2013). Analisis SEM-PLS
Bagi Mereka. Retrieved August 24, 2018, from dengan WarpPLS 3.0 untuk hubungan non liner
[Link] dalam penelitian sosial dan bisnis. Yogyakarta:
menggunakan-kegagalan-sebagai-keuntungan-bagi- Andi.
mereka/. Siagian, C. M. (2011). Pengaruh Motif Berprestasi
Peterson, C., & Bossio, L. M. (2001). Optimisme and Terhadap Kecenderungan Bewirausaha Pada
physical well-being. In E. C. Chang (Ed.), Mahasiswa Psikologi Universitas Sumatera Utara.
Optimisme & pessimism: Implications for theory, Retrieved from [Link]
research, and practice. pp. 127±145. Washington, [Link]/handle/123456789/23570.
DC: American Psychological Association. Silvia, P. J. (2006). Exploring the psychology of interest.
Peterson, C., & Seligman, M. E. P. (2004). Assessment and Oxford: Oxford University Press.
Applications. In C. Peterson & M. E. P. Siregar, S.S. (2012). Statistik Parametrik untuk penelitian
Seligman (Eds.). Character strengths and virtues: a kuantitatif. Jakarta: Bumi Aksara
handbook and classification, pp. 625±644. New Sobel, R.S. (2008). "Entrepreneurship" the concise
York: Oxford University Press. encyclopedia of economics, Library of Economics
Reiss, S. (2000). Who Am I? The 16 Basic Desires That and Liberty, Retrieved from: [Link]
Motivate our Actions and Define our Personalities. [Link]/library/Enc/[Link].
New York: Tarcher/Putnam. Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung:
Riyanti, B. P. D. (2003). Kewirausahaan dari sudut CV. Alfabeta.
pandang psikologi kepribadian. Jakarta: Grasindo. Sulistyowati, E. (2012). Implementasi Kurikulum
Robbins, S.P., & Coulter. M. (2012). Management (11th Pendidikan Karakter. Yogyakarta: Citra Aji
Edition). NJ: Prentice Hall. Parama.
Sarwono, J. (2006). Metode penelitian kuantitatif dan Tujuh Kegagalan Bisnis dan Startup (Bukan Karena Ide!).
kuantitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu. (2017, May 15). Retrieved August 28, 2018, from
Scheier, M.F., & Carver, C. S. (1985). Optimisme, Coping, [Link]
and Health: Assessment and implications of dan-startup-bukan-karena-ide/.
generalized outcome expectancies. Health Van Stel, A., Carree, M. & Thurik, R. (2005). The Effect of
Psychology, 4, pp. 219±247. Entrepreneurial Activityon National Economic
Scheier, M. F., Carver, C. S., & Bridges, M. W. (1993). Growth. Small Business Economics, 24(3), pp.
Distinguishing Optimisme from Neuroticism (and 311±321, [Link]
trait anxiety, self-mastery, and self-esteem): A re 1996-6.
evaluation of the Life Orientation Test. Journal of Waspada, I. (2004). Sukses usaha sukses profit. Media
Personalityand Social Psychology,67(6), pp. 1063± Komunikasi dan Informasi Pengabdian kepada
1078. [Link] Masyarakat. Retreived from:
3514.67.6.1063. [Link]
Scheier, M. F., Carver, C. S., & Bridges, M. W. (2001). Winardi. (2003). Entrepreneur dan Entrepreneurship.
Optimisme, pessimism, and psychological Jakarta: CV. Kencana.