Anda di halaman 1dari 6

HUKUM PERLINDUNGAN KONSUMEN

ANALISIS PERJANJIAN BAKU


“THE SHINE WEDDING”

Dikerjakan oleh
Kelompok 2 :
1. MOHAMMAD HABIB RAMDHANI 180111100052
2. HUWAIDATURROHMAH 180111100056
3. FIFI KUMALA DEWI 180111100059
4. KARTIKA PURNANING WULAN 180111100062
5. BAGUS TRI HANDOYO 180111100064

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
FAKULTAS HUKUM
2021
I. Beberapa bagian-bagian dari anatomi kontrak perjanjian baku

1. Adanya sub pendahuluan terbagi menjadi 3 :


- Bagian pembukaan terdiri dari Nama Kontrak, tanggal serta tempat dan
ditandatanganinya kontrak yang terdapat pada barisan pertama;
- Bagian Pencantuman identitas yang terikat pihak I dengan pihak II pada
suatu kontrak dengan jelas;
- Bagian Penjelasan, alasan mengadakan kontrak.

Bagian Pembukaan

Bagian Pencantuman
Identitas

Bagian Penjelasan

Klausul Definis

2. Adanya sub bagian Isi terbagi menjadi 4 :


- Klausul definisi, menjelaskan suatu kesepakatan kontrak dalam
pelaksanaannya. Tertera pada pasal 1, pada gambar diatas;
- Klausul Transaksi, mengenai terjadinya transaksi dalam kontrak yang
terdapat pada pasal 2 mengenai pelunasan transaksi perjanjian; (contoh
dibawah)
- Klausul Spesifik, mengatur hal-hal spesifik dalam suatu transaksi yang
terdapat pasal 3 - 5; (contoh dibawah)
- Klausul Ketentuan Umum, mengatur domisili hukum, penyelesaian sengketa,
pilihan hukum, keseluruhan perjanjian, dll. Terletak pasal 6. (contoh
dibawah)

 (Klausul Transaksi)
(pasal 3 – 5 termasuk Klausul Spesifik)

3. Adanya bagian penutup terdiri 2:


- Bagian kata penutup, dimana perjanjian tersebut dibuat dan ditandatangani
oleh pihak-pihak yang tertera dalam kontrak perjanjian; (contoh dibawah)
- Bagian penetapan tanda tangan yang disetujui kontrak perjanjian baku dari
para pihak terkait dengan pasal 6 dan 7. (contoh dibawah)
Bagian Kata Penutup

Bagian Tandatangan para pihak

II. Bagian analisis Klausula Eksonerasi

Klausula Eksonerasi merupakan bentuk perjanjian baku yang menimbulkan


kerugian pada pihak tertanggung, dikarenakan adanya penafsiran pemahaman isi
kesepakatan pada hubungan kontraktual para pihak. Maka perjanjian dapat dibatalkan
dan batal demi hukum, karena tidak memenuhi syarat kesepakatan. Klausul tersebut
merupakan klausul yang sangat merugikan konsumen yang umumnya memiliki posisi
lemah jika dibandingkan dengan produsen, karena beban yang seharusnya dipikul oleh
produsen, dengan adanya klausul tersebut menjadi beban konsumen.

Diperjanjian “the shine wedding” tidak terdapat klausula eksonerasi. Dikarenakan


dalam perjanjiannya sudah jelas dan sudah sesuai dengan yang diperjanjikan. Dimana
dalam perjanjian tersebut telah memuat syarat – syarat sah perjanjian sebagaimana diatur
dalam pasal 1320 Burgerlijk Wetboek (BW) yaitu:

a) Sepakat mereka yang mengikat mengikat dirinya


b) Kecakapan untuk membuat suatu perjanjian
c) Terdapat suatu hal tertentu
d) Kausa (suatu sebab) yang halal (diperbolehkan)

Maka disitu pelaku usaha tidak dapat mengalihkan tanggungjawabnya.


Begitupun sebaliknya, konsumen juga harus mendapatkan haknya sesuai dengan
perjanjian itu.

Sehingga, berdasarkan hasil diskusi kami, dalam perjanjian tersebut konsumen telah
mendapatkan perlindungan yang cukup. Karena terdapat kasadaran antara konsumen dan
produsen tentang hak – haknya yang terdapat dalam pasal 4 perjanjian ini, telah
disebutkan apabila salah satu pihak membatalkan, maka pihak yang membatalkan
dikenakan sanksi, dan apabila menurut salah satu pihak perjanjian tidak memiliki
kekuatan hukum yang cukup, maka akan diselesaikan dalam kepaniteraan.