0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan1 halaman

PUISI Hujan Bulan Juni

Puisi ini memuji hujan bulan Juni yang dianggap paling tabah, bijak, dan arif dibanding hujan lainnya karena mampu menyembunyikan kerinduan dan menghapus jejak yang ragu serta menyerap makna tak terucapkan ke akar pohon bunga.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan1 halaman

PUISI Hujan Bulan Juni

Puisi ini memuji hujan bulan Juni yang dianggap paling tabah, bijak, dan arif dibanding hujan lainnya karena mampu menyembunyikan kerinduan dan menghapus jejak yang ragu serta menyerap makna tak terucapkan ke akar pohon bunga.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

“Hujan Bulan Juni” “Hujan Bulan Juni”

Karya: Sapardi Djoko Damono Karya: Sapardi Djoko Damono

Hujan Bulan Juni, Hujan Bulan Juni,

tak ada yang lebih tabah tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni, dari hujan bulan Juni,
dirahasiakannya rintik rindunya dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu, kepada pohon berbunga itu,

tak ada yang lebih bijak tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni, dari hujan bulan Juni,
dihapusnya jejak-jejak kakinya dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu, yang ragu-ragu di jalan itu,

tak ada yang lebih arif tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni, dari hujan bulan Juni,
dibiarkannya yang tak dibiarkannya yang tak
terucapkan terucapkan
diserap akar pohon bunga itu… diserap akar pohon bunga itu…

Anda mungkin juga menyukai