Truksop
Truksop
com Edisi
Trusted and Speed For Your Logistic Solution 2020-03-28
Medan – Jakarta – Surabaya – Makassar - Manado
Standard Operating
Procedure
DIVISI TRUCKING
Edisi 28 Maret 2020
Biasanya SOP itu lahir dari pengalaman-pengalaman, aturan-aturan, kesepakatan-kesepakatan para pihak ataupun
pola kerja yg sdh menjadi kebiasaan dlm melakukan suatu kegiatan tertentu sehingga di buatkan suatu standar utk
dijalankan dan dilaksanakan.
Dengan adanya instruksi kerja yang terstandarisasi maka semua kegiatan layanan akan dapat dilakukan secara
konsisten oleh siapapun yang sedang bertugas melakukan layanan. Layanan-layanan yang berbelit dan tidak jelas
prosedur operasinya akan semakin terminimalisir. Disamping konsistensi layanan hal lain yang akan dihasilkan adalah
efisiensi dan efektifitas kerja. Dengan prosedur yang terstandar setiap orang baik pengguna layanan maupun staf
yang memberi layanan akan dapat memanfaatkan ataupun melakukan layanan yang semakin hari semakin baik dan
semakin cepat karena terjadinya proses pembelajaran yang secara terus menerus terjadi selama proses layanan.
Dengan demikin dapat dipastikan melalui SOP ini akan dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja layanan.
Tujuannya yaitu untuk memberikan suatu konsep yang jelas, dipahami oleh semua orang dan dituangkan pada suatu
dokumen prosedural dalam setiap kegiatan.
I. Pendahuluan
PT. Transporindo Agung Sejahtera adalah perusahaan yang bergerak dibidang Ekspedisi Muatan Kapal Laut atau
biasa disebut dengan EMKL. Dalam mendukung bisnis EMKL PT. Transporindo Agung Sejahtera membentuk divisi
Trucking. Trucking merupakan layanan jasa pengiriman barang via darat yang menggunakan truk / trado untuk
mengankut container dengan metode Door to Port, Port to Door dan Door to Door.
Jasa yang dikerjakan Trucking PT.Transporindo Agung Sejahtera saat ini adalah pengangkutan container dalam kota
yang sama maupun lintas provinsi seperti Aceh ke Medan. Saat ini Trucking didukung oleh 190 Armada truck trailer
dan akan bertambah untuk meningkatkan efisensi waktu dan meningkatkan pelayanan kepada shipper.
A. Muatan Trucking
1. Mandor Mendapat Orderan Dari OPS EMKL
Proses pengangkutan container kosong dari depo ke gudang shipper dimulai ketika mandor mendapat orderan
dari opersional EMKL muatan. Dimana mandor menerima informasi tersebut melalui aplikasi whatsapp atau
aplikasi lain. Berikut contoh pemberitahuan orderan operasional emkl ke mandor trucking:
Dalam SP tersebut form standart (Kasus pada umumnya) yang harus diisi adalah:
1. Jenis surat pengantar (Estándar atau Long trip)
2. Nopol
3. Supir
4. Dari dan Tujuan
5. Jenis Container
6. Biaya Upah Supir dan Kenek (Akan terisi otomatis ketika memilih Dari dan Tujuan)
7. Shipper
8. Nama Shipper
9. EMKL (Nama EMKL yang memberikan job)
10. Jenis Orderan (Apakah Muatan, Bongkaran,Eksport, Import)
11.Tujuan
12.Gudang
13.Jenis container (Full atau Empty)
7. Supir Kembali dan Pihak Gudang Shipper Melakukan Muat (Khusus Cabang Medan)
Setelah Otobon ditandatangani, maka supir sudah bisa kembali dengan meninggalkan container beserta
gandengan tersebut di gudang shipper untuk dilakukan muat oleh pihak gudang shipper tersebut. Supir harus
menginformasikan kepada mandor, bahwa container sudah sampai ke gudang shipper, hal itu dibutuhkan untuk
proses tracing oleh pihak EMKL.
NB: Ada case dimana, supir tidak langsung pulang ke kantor tapi diberikan job atau penjemputan container full
yang posisinya dekat dengan tempat dia saat itu. Hal ini biasa disebut dengan Long Trip.
Untuk cabang lain supir akan menunggu pihak gudang selesai muat.
Kepala Gudang/Shipper). Setelah ditandatangani oleh kepala gudang, maka supir sudah bisa mengangkut
container tersebut dan mengantar ke pelabuhan.
B. Bongkaran Trucking
1. OPS EMKL Melakukan Order Kepada Mandor
Proses Bongkaran Trucking tidak berbeda jauh dengan pengantaran otobon empty, mandor menerima orderan
dari OPS EMKL beserta informasi mendetail tentang job yang diberikan seperti jenis container yang akan
diangkut, waktu pengangkutan, hingga nama shipper (Biasa dalam bentuk perusahaan).
Untuk cabang lain supir akan tunggu pihak gudang selesai bongkar.
C. Penggajian Supir
1. Supir Mengumpulkan Otobon Full dan Empty
Supir akan gajian 2 hari sekali, sebagai contoh di cabang medan, supir akan gajian senin, rabu, sabtu. Ketika ingin
gajian, supir wajib membawa otobon yang diperoleh ketika mengangkut container. Kemudian, supir harus mengisi
form gaji dan memberikannya kepada admin trucking beserta otobon yang telah dikumpulkan sebelumnya.
Admin stok menerima daftar permintaan sparepart, admin melakukan pembelian untuk sparepart yang tidak ada
stock dan mengentri SPK pada program Adjusment Stok. Pada program, admin gudang harus memilih Nopol trado
yang ingin menggunakan sparepart tersebut, kemudian Jenis kerusakan pada stok yang lama, serta memo. Pada
saat mengentri sparepart biasanya yang diinput adalah kode barang, kuantitas dan keterangan, dan sebagian
lainnya muncul otomatis dari master saat kita memilih kode barang.
4. Admin Gudang Melakukan Order Untuk Stok Yang Mencapai Batas Minimum
Ketika stok digunakan oleh mekanik, maka stok akan berkurang digudang. Pada saat admin mengeluarkan SPK,
maka sistem akan otomatis mengurangkan stok sesuai barang yang ingin digunakan. Kemudian, status stok
dibawah minimum akan terupdate otomatis di halaman utama program seperti pada gambar berikut:
Stok yang berlatar merah pada bagian Stok Minimum QTY adalah sparepart yang sudah mencapai batas minimum
dan harus dilakukan pengadaan. Hal ini adalah pemicu dilakukannya pengadaan sparepart.
Pada saat admin memilih PO, maka detail barang atau sparepart akan muncul secara otomatis sesuai dengan PO
yang sudah diisi sebelumnya. Admin hanya perlu, memilih vendor, mengisi no faktur dan menyesuaikan harga
serta diskon jika ada. Kemudian, pada program akan otomatis dijumlahkan.
E. Vulkanisir
1. Mekanik Memeriksa Ban
Setiap trado memiliki jadwal rutin untuk service, jika tidak masuk jadwal service maka supir yang wajib lapor ke
mekanik jika ada ban yang bermasalah, ketika melakukan service atau menerima laporan dari supir maka mekanik
akan memeriksa trado secara keseluruhan termasuk ban. Ban yang sudah tipis sesuai kriteria mekanik akan
dilaporkan ke admin untuk di vulkanisir.
8. Admin Mengubah Status Ban Yang Tidak Bisa diVulkan Menjadi Afkir
Ban yang tidak bisa divulkanisir akan dibuat statusnya menjadi Afkir (tidak dapat digunakan lagi). Admin
mengentri daftar status Afkir pada program Status Afkir, pada program dientri Tanggal, Kode Stok, Status
Ban, dan keterangn Afkir.
NB : sebelum dibuat status afkir harus di cek status ban, bila status ban mentah dan vulkanisir 1 wajib
dibuat PJT.
TUJUAN
Mengatur tata tertib administrasi dan prosedur pembukuan untuk direksi.
RUANG LINGKUP
Kebijakan dan Prosedur ini hanya mencakup proses-proses keuangan perusahaan yang dimulai dari pengeluaran kas /
bank (giro) dan penerimaan kas / bank (giro).
DEFINISI
Dokumen adalah semua bukti transaksi pengeluaran dan penerimaan perusahaan yang sudah diperiksa oleh Kepala
Keuangan dan Kepala Cabang.
URAIAN PROSEDUR
Jadwal Pengiriman Dokumen berupa Bon/Bukti/Kwitansi dan File dari cabang ke Kantor Pusat sebagai berikut :
1. Jadwal Pengiriman Dokumen berupa Bon/Bukti/Kwitansi dan File dari cabang ke Ktr Pusat (Kecuali
cabang Manado)
2. Jadwal Pengiriman Dokumen berupa Bon/Bukti/Kwitansi dan File dari cabang ke Ktr Pusat (Khusus
cabang Manado)
TUJUAN
Mengatur tata tertib administrasi dan prosedur dana operasional dan omset cabang.
RUANG LINGKUP
Kebijakan dan Prosedur ini hanya mencakup proses-proses keuangan dan omset cabang yang dimulai dari permintaaan
dana ke kantor pusat dan pengembalian dana melalui omset cabang.
DEFINISI
Dana Operasional Cabang adalah keuangan cabang yang di danain oleh kantor pusat.
URAIAN PROSEDUR
1. Semua sumber dana cabang untuk operasional dan untuk biaya – biaya lainya adalah berasal dari Kantor Pusat
Trucking, sebaliknya semua pendapatan di cabang juga harus di setor ke Kantor Pusat Trucking.
2. Dana Operasional Cabang di berikan oleh Kantor Pusat Trucking, dengan cara pemberian mingguan dan tambahan
dana yaitu setiap hari rabu dan jumat, Dana yang di berikan sebagai berikut :
- Cabang Medan : Rp. 90.000.000,-/minggu, setiap hari rabu, di luar tambahan – tambahan lain jika dana
mingguan tidak mencukupi.
- Cabang Jakarta : Rp. 200.000.000,-/minggu, setiap hari rabu Rp.100.000.000,- dan setiap hari jumat
Rp.100.000.000,-, di luar tambahan – tambahan lain jika dana mingguan tidak mencukupi.
- Cabang Surabaya : Rp. 130.000.000,-/minggu, setiap hari rabu Rp.100.000.000,- dan setiap hari jumat
Rp.30.000.000,-, di luar tambahan – tambahan lain jika dana mingguan tidak mencukupi.
- Cabang Makassar : Rp. 70.000.000,-/minggu, setiap hari rabu Rp.40.000.000,- dan setiap hari jumat
Rp.30.000.000,-, di luar tambahan – tambahan lain jika dana mingguan tidak mencukupi.
- Cabang Manado (Trucking) : Rp. 15.000.000,-/minggu, setiap hari rabu Rp. 7.500.000,- dan setiap hari jumat
Rp. 7.500.000,-, di luar tambahan – tambahan lain jika dana mingguan tidak mencukupi.
3. Semua omset cabang harus di setor ke Kantor Pusat Trucking setiap hari kamis dengan jatuh tempo 1 bulan dari
job di hitung mingguan.
4. Khusus Cabang Manado (EMKL) yang wajib di setorkan ke Kantor Pusat Trucking adalah laba dan di hitung
triwulan, jika kekurangan dana maka akan di hitung pinjaman ke Kantor Pusat Trucking dan di kenakan bunga
sesuai dengan suku bunga yang berjalan (saat ini 6%/thn).
5. Khusus PT. Trans Nusa Logistik omset dan laba tidak di setorkan ke Kantor Pusat Trucking karena modal TNL
sudah bagian terpisah dari TAS.
Standard Operating Procedure – Divisi Trucking Page. 26 of 74
PT. Transporindo Agung Sejahtera | www.transporindo.com Edisi
Trusted and Speed For Your Logistic Solution 2020-03-28
Medan – Jakarta – Surabaya – Makassar - Manado
6. Tambahan Dana (Trucking) dari cabang di Fax/email ke Kantor Pusat selambatlambatnya Pukul 16:00 WIB (Senin
s/d Jumat) dan Pukul 11:00 WIB (sabtu).
7. Pengeluaran uang di Ktr Pusat hanya pada hari Rabu dan Jumat.
8. Kantor Pusat hanya melakukan pembayaran/pengeluaran pada setiap hari Rabu dan Jumat, Contoh:
- Permintaan Pinjaman/tambahan dana pd hari Jumat s/d Selasa akan di realisasikan pada hari Rabu.
- Permintaan Pinjaman/tambahan dana pd hari Rabu s/d Kamis akan di realisasikan pada hari Jumat.
9. Kacab wajib konfirmasi ke Kantor Pusat apabila tidak menanda-tangani Tambahan Dana (Trucking) krn sedang
tidak berada di tempat.
TUJUAN
Mengatur tata tertib administrasi dan prosedur aktiva tetap.
RUANG LINGKUP
Kebijakan dan Prosedur ini hanya mencakup proses-proses pencatatan aktiva tetap yang ada di kantor cabang.
DEFINISI
Aktiva Tetap adalah kekayaan perusahaan yang memiliki wujud dan mempunya manfaat ekonomi lebih dari satu tahun.
URAIAN PROSEDUR
1. Semua Aktiva Tetap / Aset di cabang kecuali TNL berupa Trado, Tanah, Bangunan, Inventaris Kantor dan
Inventaris Kendaraan adalah milik Kantor Pusat Trucking.
2. Biaya penyusutan di bebankan ke masing – masing cabang karena aset tersebut di pakai di cabang bersangkutan.
3. Lama penyusutan untuk aset jenis trado adalah 84 bulan (7 tahun), nilai penyusutan adalah nilai beli trado,
ongkos kirim, perbaikan dan sparepart di kurangi nilai sisa buku kemudian dibagikan 84 bulan hingga mendapat
nilai penyusutan per bulan.
4. Untuk aset jenis trado yang mau di mutasikan dari cabang satu ke cabang lainnya, di buat penilaian ulang nilai
trado jika masa penyusutan trado melebihi 50 bulan atau sudah habis penyusutan.
5. Harga sementara untuk penilaian ulang trado tahun 1997 s.d 1999 adalah Rp.80jt, sementara gandengan 40”
Rp.60jt dan gandengan 20” Rp.40jt.
6. Untuk trado tahun diatasnya di hitung dari 60% dari harga perolehan trado.
8. Semua aktiva tetap yang Nilainya sudah habis karena penyusutan tetapi fisiknya masih ada wajib terdaftar di
Daftar Aktiva Tetap.
9. Barang berwujud yang tidak termasuk aktiva tetap (sudah dibiayakan) tetapi berdasarkan pertimbangan perlu
dikontrol keberadaannya dapat juga dimasukkan di Daftar Aktiva Tetap.
10. Semua pendaftaran aktiva tetap di Daftar Aktiva Tetap mulai dari penomoran Kode Aktiva, penamaan, pengisian
di kolom “BAGIAN” dan kolom “KETERANGAN” dilakukan oleh Bagian Keuangan.
11. Semua aktiva tetap yang terdaftar di Daftar Aktiva Tetap wajib memiliki Kode Aktiva.
Cara penomoran Kode Aktiva adalah sebagai berikut:
a. 2 digit pertama untuk tahun pembelian aktiva tetap.
b. 2 digit setelahnya untuk bulan pembelian aktiva tetap.
c. 4 huruf untuk jenis aktiva tetap.
d. 2 digit setelahnya untuk no urut aktiva tetap yang jenisnya sama.
Contoh untuk komputer pertama yang dibeli di bulan Juli 2018 maka Kode Aktivanya sebagai berikut:
1801KOMP01.
12. Semua aktiva tetap yang terdaftar di Daftar Aktiva Tetap wajib diberi identitas sesuai dengan Kode Aktiva.
13. Pemberian identitas Kode Aktiva dapat dilakukan dengan berbagai cara dengan mempertimbangkan Kode Aktiva
yang ditempel harus jelas dan tahan lama.
Terdapat beberapa pengecualian atas aktiva tetap yang wajib diberi Kode Aktiva yaitu:
a. Aktiva tetap yang sulit dijangkau seperti CCTV, AC dan lainnya.
b. Aktiva tetap yang sifatnya khusus seperti mobil, sepeda motor.
c. Aktiva tetap lainnya yang dengan alasan tertentu dianggap tidak memungkinkan untuk ditempel Kode Aktiva.
d. Aktiva tetap yang tidak ditempel Kode Aktiva wajib diberi keterangan “Tdk tempel Kode” di kolom
Keterangan.
14. Semua aktiva tetap yang terdaftar di Daftar Aktiva Tetap wajib diisi bagian yang bertanggung jawab atas
aktiva tetap tersebut di kolom “BAGIAN”. Contoh : untuk computer yang digunakan Keuangan maka diisi “KEU” di
kolom “BAGIAN”.
15. Untuk aktiva tetap yang digunakan bersama ditulis keterangan “UMUM” di kolom “BAGIAN”.
16. Untuk aktiva tetap yang dipindahkan secara permanen ke bagian lain, Daftar Aktiva Tetap wajib di update di
kolom “BAGIAN” dan di paraf oleh bagian yang menerima aktiva tetap tersebut disertai tanggal serah terima
aktiva tetap di kolom “KETERANGAN”.
17. Kolom “KETERANGAN” pada Daftar Aktiva Tetap dapat diisi informasi seperti tidak tempel kode, kondisi dari
aktiva tetap yang sudah afkir ataupun informasi tambahan lainnya.
18. Untuk aktiva tetap yang sudah diopname dapat diberi tanda √ pada kolom “PELAKSANAAN OPNAME AKTIVA
TETAP TAHUN Dan BULAN” sesuai dengan periode pelaksanaan opname aktiva tetap.
19. Semua penambahan aktiva tetap wajib diupdate di Daftar Aktiva Tetap dan discan email ke Pusat agar
diverifikasi oleh pusat.
Standard Operating Procedure – Divisi Trucking Page. 30 of 74
PT. Transporindo Agung Sejahtera | www.transporindo.com Edisi
Trusted and Speed For Your Logistic Solution 2020-03-28
Medan – Jakarta – Surabaya – Makassar - Manado
20. Aktiva tetap yang ada merupakan tanggung jawab dari bagian yang ditulis di kolom “BAGIAN” pada Daftar
Aktiva Tetap.
21. Aktiva tetap yg terdaftar di Daftar Aktiva Tetap wajib dilakukan opname dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Setiap bagian wajib melakukan opname aktiva tetap di bagiannya masing-masing sekali dalam 1 bulan.
Pelaksanaan opname aktiva tetap dapat dilakukan secara bergantian di antara staff di bagian masing-masing.
Contohnya apabila Bagian Keuangan mempunyai 4 karyawan, maka pelaksanaan opname aktiva tetap secara
bulanan dapat dilakukan secara bergantian diantara ke-4 karyawan tersebut. Bagian lain selain Keuangan
dapat meminjam atau memfotocopy Daftar Aktiva Tetap dari Bagian Keuangan untuk keperluan opname
aktiva tetap.
Hasil dari opname aktiva tetap dilaporkan setiap bulannya ke Pengurus Trucking.
2. Bagian Keuangan wajib melakukan opname aktiva tetap secara keseluruhan di semua bagian dan divisi sekali
dalam 3 bulan.
Hasil dari opname aktiva tetap ini dilaporkan ke Kacab, Pengurus Trucking dan Kantor Pusat Trucking.
22. Pengurus Trucking wajib melakukan pengontrolan atas pelaksanaan opname aktiva tetap sesuai jadwal yang
ditentukan.
23. Penghapusan aktiva tetap yang terdaftar di Daftar Aktiva Tetap, Penghapusan aktiva tetap dapat terjadi
karena:
1. Hilangnya aktiva tetap.
2. Adanya penjualan aktiva tetap.
24. Aktiva tetap yang sudah tidak digunakan lagi walaupun masih dalam kondisi bagus maupun aktiva tetap yang
sudah afkir (belum dijual) tetap harus terdaftar di Daftar Aktiva Tetap.
25. Aktiva tetap yang hilang atau rusak secara tidak wajar merupakan tanggung jawab dari karyawan atau bagian
yang bertanggung jawab atas aktiva tetap tersebut.
26. Penghapusan aktiva tetap harus disetujui oleh Kacab untuk Divisi EMKL atau Kepala Pengurus Trucking untuk
Divisi Trucking dan TAS-Pusat.
TUJUAN
Mengatur tata tertib administrasi dan prosedur pemberian komisi dan bonus.
RUANG LINGKUP
Kebijakan dan Prosedur ini hanya mencakup proses-proses perhitungan komisi pengurus trucking dan perhitungan
bonus staff.
DEFINISI
Komisi dan Bonus adalah penghargaan terhadap pencapaian target yang ditetapkan oleh direksi.
URAIAN PROSEDUR
1. Setiap Pembagian Komisi Pengurus Trucking dan Pembagian Bonus Staff harus atas Persetujuan Kantor Pusat
Trucking.
2. Komisi Pengurus Trucking di hitung oleh Kantor Pusat Trucking dan di bayarkan ke Pengurus Trucking jika
Piutang Mingguan dan Job Order Luar bulan tersebut semua sudah lunas dan sudah dibukukan oleh kantor pusat.
(dibukukan oleh kantor pusat maksudnya sudah menyelesaikan laporan keuangan secara komplit).
4. Perhitungan Komisi mengikuti aturan target yang telah disepakati antara Pengurus Trucking dan Pembina
Trucking.
5. Bonus Staff cabang di hitung oleh Kantor Pusat Trucking per triwulan dan boleh dibagikan ke staff cabang jika
semua piutang usaha bulan bagi bonus sudah lunas. Bonus diambil dari 3% laba bersih dan di kurangi dengan
alokasi biaya Kantor Pusat Trucking dan gaji direksi.
6. Bonus untuk Staff kantor pusat adalah 10% dari hasil perhitungan bonus staff cabang.
7. Persentase yang di dapat oleh masing – masing staff di tentukan oleh Pengurus Trucking masing – masing cabang,
dan untuk kantor pusat di tentukan oleh General Manager kantor pusat.
TUJUAN
Mengatur tata tertib administrasi dan prosedur pemberian komisi order luar.
RUANG LINGKUP
Kebijakan dan Prosedur ini hanya mencakup proses-proses perhitungan komisi order luar.
DEFINISI
Komisi order luar adalah komisi yang diberikan terhadap orderan luar.
URAIAN PROSEDUR
Komisi OL pengurus trucking di hitung oleh pusat, dan setelah di acc oleh kepala cabang masing- masing baru di
bagikan.
TUJUAN
Memperkuat motivasi untuk memacu diri agar mencapai target.
RUANG LINGKUP
Kebijakan dan Prosedur ini hanya mencakup proses-proses punish dan reward pengurus trucking.
DEFINISI
Punishment dan reward adalah sebuah cara untuk mengarahkan (memaksimalkan) jalannya trado dan sebuah bentuk
apresiasi kepada suatu prestasi tertentu.
URAIAN PROSEDUR
1. Punish dan Reward merupakan program yang di buat untuk merangsang pengurus trucking agar memaksimalkan
jalannya trado.
2. Trado yang tidak jalan karena tidak ada supir dan supir absen akan di punish sebesar Rp.20.000/ trado/hari,
sedangkan trado yang jalan akan di reward Rp.6.000/trado/hari.
3. Punish dan reward di hitung oleh keuangan cabang khusus cab medan, dan di bagi sekalian dengan gaji, sedangkan
khusus cab Surabaya di hitung oleh pusat dan di bagi sekalian saat pembagian komisi trucking.
4. Setiap trado yang mengalami kecelakaan kecil dan besar akan dikenakan denda Rp, 20.000 / hari sampai trado
siap operasi.
Khusus cabang Surabaya jika trado yang masuk bengkel perbaikan karena kecelakaan kecil dan besar
selain kena denda Rp. 20.000 / hari, jika tidak siap sesuai KPI, maka akan dikenakan tambahan denda Rp.
50.000 / hari sampai trado siap operasi.
TUJUAN
Membantu masyrakat yang tidak mampu.
RUANG LINGKUP
Kebijakan dan Prosedur ini hanya mencakup proses-proses sumbangan sosial.
DEFINISI
Sumbangan sosial adalah pemberian yang berupa uang dan atau barang dari oleh dan untuk masyarakat dalam rangka
pelayanan sosial.
URAIAN PROSEDUR
1. Sumbangan sosial untuk dana amal bulan berjalan wajib disetorkan setiap bulan berikutnya sebelum tanggal 10.
Perhitungannya sbb : peritasi adalah 20” @Rp 5.000,-, 40” & 2x20” @Rp 7.500,
2. Sumbangan sosial ini di kumpulkan ke rekening BCA atas Nama Harianto Acc. 022 2567 155 (rencana no rekenng
akan diganti setiap tahun).
TUJUAN
Sebagai sarana atau mekanisme pengalihan kemungkinan resiko / kerugian.
RUANG LINGKUP
Kebijakan dan Prosedur ini hanya mencakup proses-proses asuransi trado.
DEFINISI
Asuransi trado adalah pertanggungan atau perjanjian antara dua belah pihak, di mana pihak satu berkewajiban
membayar iuran/kontribusi/premi. Pihak yang lainnya memiliki kewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada
pembayar iuran/kontribusi/premi apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau trado miliknya sesuai
dengan perjanjian yang sudah dibuat.
URAIAN PROSEDUR
Asuransi Trado Cabang Sejak Oktober 2017 sudah dipegang oleh Asuransi sendiri PT. TAS Pusat, adapun
pelaksanaan Asuransi akan di buat sebagai berikut :
1. Premi jatuh tempo Okt 2017 di perpanjang dan jatuh tempo selanjutnya adalah OKt 2018.
2. Premi jatuh tempo mulai Jan 2018 di perpanjang hingga jatuh tempo Des 2018, dan akan di perpanjang dengan
polis baru mulai dari Jan 2020.
Contoh :
Polis No.INDOTS2018003 jatuh tempo tgl Apr 2019 Rp.66.262.500,- @ Rp. 5.521.875/bulan.
Akan di perpanjang mejadi jatuh tempo Des 2019 dengan total premi Rp.44.175.000/8 bulan.
Dan akan perpanganjan selanjutnya adalah Jan 2020.
SOP BPKB
TUJUAN
Mengatur tata tertib administrasi dan prosedur
RUANG LINGKUP
Kebijakan dan Prosedur ini hanya mencakup proses-proses pinjaman BPKB dan pengembalian BPKB ke kantor pusat.
DEFINISI
BPKB adalah buku yang dikeluarkan/diterbitkan oleh Satuan Lalu Lintas Polri Sebagai Bukti Kepemilikan Kendaraan
Bermotor.
URAIAN PROSEDUR
1. Setiap cabang melakukan pinjaman BPKB ke kantor pusat, permohonan pinjaman BPKB harus di email ke Ibu
Merry Su (m3rry_su@yahoo.com) dan di Cc kepada General Manager pusat, Auditor pusat, dan Kepala Cabang.
2. Setiap pengeluaran BPKB dari kantor pusat harus diketahui oleh General Manager.
3. Setiap BPKB yang sudah dikirim ke cabang harus dikonfirmasi ke cabang via email dengan lampiran bukti
pengiriman.
4. Setiap penerimaan BPKB di cabang harus dikonfirmasi penerimaan ke kantor pusat via email.
5. Setiap pengembalian BPKB dari cabang harus dikonfirmasi ke kantor pusat via email dengan lampiran bukti
pengiriman.
6. Setiap penerimaan kembali BPKB dari cabang harus dikonfirmasi ke cabang via email.
7. Setiap BPKB yang sudah diterima dari cabang harus langsung disimpan ke brangkas dan diketahui oleh General
Manager.
TUJUAN
Mengatur tata tertib administrasi dan prosedur kas dan bank.
RUANG LINGKUP
Kebijakan dan Prosedur ini hanya mencakup proses-proses kas dan bank.
DEFINISI
Kas dan bank adalah jumlah uang tunai yang disimpan di kas dan di bank berupa tabungan / simpanan dan giro yang
dapat ditarik setiap saat
URAIAN PROSEDUR
Semua penerimaan kas harus dilampirkan bukti penerimaan dan harus di tanda tangan oleh Kepala Keuangan dan
Pegurus Trucking.
Semua Penerimaan Kas dan bukti Penerimaan Kas harus dikirim ke Kantor Pusat sesuai jadwal yang telah di
tentukan.
Semua pengeluaran tunai harus dilampirkan bukti pengeluaran dan harus di tanda tangan oleh Kepala Keuangan
dan Pegurus Trucking.
Semua Pengeluaran Kas dan bukti Pengeluaran Kas harus dikirim ke Kantor Pusat sesuai jadwal yang telah di
tentukan.
Semua penerimaan Pelunasan melalui Giro wajib dicatatkan langsung melalui penerimaan giro (bukan dicatat pada
saat giro cair).
Semua Penerimaan Bank harus dilampirkan bukti penerimaan dan harus di tanda tangan oleh Kepala Keuangan dan
Pegurus Trucking.
Semua Penerimaan Bank dan bukti Penerimaan Bank harus dikirim ke Kantor Pusat sesuai jadwal yang telah di
tentukan.
Semua Pengeluaran Bank dan bukti Pengeluaran Bank harus dikirim ke Kantor Pusat sesuai jadwal yang telah di
tentukan.
Kas Gantung wajib di selesaikan dalam waktu max 2 hari dari tanggal pengeluaran kas kecuali kasus khusus yang
sudah mendapat persetujuan.
Adapun penyelesaian kas gantung disini adalah setiap kas gantung yg sudah selesai harus di catat kembali
menjadi penerimaan kas, kemudian baru di buat pengeluaran kas sesuai dengan biaya sebenarnya.
Selain mendapat borongan supir juga mendapat uang makan Rp.60.000/hari jika datang tepat waktu dan
bawa trado, Rp.100.000,-/hari jika bawa gerobak dan Rp.30.000/hari jika datang terlambat.
2. Cabang Jakarta
Uang jalan di berikan sesuai dengan borongan/ tujuan, sementara bbm adalah murni tanggungan dan tanggung
jawab supir.
Selain mendapat borongan supir juga mendapat komisi yang di ambil setiap akhir bulan, komisi di hitung dari
banyaknya ritasi yang diambil. Pada saat pengambilan komisi ini di potong pinjaman dan deposito
Rp.100.000/supir.
3. Cabang Surabaya
Uang jalan yang di berikan sudah hampir penuh dengan nilai borongan/tujuan, semua supir wajib mengisi bbm
di spbu langganan dengan menggunakan voucher bbm. Pada saat gajian supir maka akan di potong uang jalan,
bbm dan cicilan pinjaman atau deposito (bila ada).
Selain mendapat borongam supir juga mendapat uang extra, yang akan di bagi setelah uang jalan di
kembalikan oleh supir, dan mendapat uang makan bagi supir yg datang status stanby tidak ada oderan adalah
Rp.150.000/hari, dan bagi supir yang ada oderan Rp.30.000/hari.
4. Cabang Makassar
Uang jalan yang di berikan Rp.75.000 untuk tujuan dalam kota, semua supir wajib mengisi bbm di spbu
langganan. Pada saat gajian supir maka akan di potong uang jalan, bbm, cicilan pinjaman dan deposito (bila
ada).
Selain mendapat borongan supir juga mendapat uang makan, bagi supir yang standby Rp.20.000/hari.
5. Cabang Manado
Uang jalan yang di berikan Rp.50.000/hari, sementara BBM supir di isi dengan cara memberikan kas gantung
kepada mandor yg kemudian mandor menunggu pengisian bbm supir. Bbm supir di bayar secara cash kepada
SPBU. Pada saat gajian supir maka akan di potong uang jalan, bbm, cicilan pinjaman dan deposito (bila ada).
Transaksi Kas harus diperiksa dan di print setiap hari untuk di cocokan dengan saldo Fisik Kas.
Setiap hari Kepala keuangan harus melakukan Opname Kas antara Fisik Kas dan Laporan Kas yang tercatat
di Program.
TUJUAN
Mengatur tata tertib administrasi dan prosedur operasional trucking.
RUANG LINGKUP
Kebijakan dan Prosedur ini hanya mencakup proses-proses operasional trucking.
DEFINISI
Operasioanl trucking adalah kegiatan utama bisnis trucking
URAIAN PROSEDUR
Jika terjadi kelalaian lupa input absensi pada hari berjalan, maka cabang wajib membuat email permintaan
absensi ke kantor pusat untuk di tambahkan , begitu pula jika ada kasalahan penginputan absensi dan sudah
lewat jam 12.00 WIB esok harinya, maka cabang wajib membuat email ke kantor pusat agar di buka lock absensi
untuk mengedit.
Jika terjadi kesalahan input surat jalan dan sudah lewat jam 12.00 siang besok harinya, maka cabang wajib
membuat email permintaan pembukaan input surat jalan ke kantor pusat untuk di edit.
Dengan input surat jalan, maka akan terbentuk 1 nomor TRP (Trip/ritasi) di program.
Setiap hari Pengurus Trucking harus mengirim Laporan Ritasi di group BBM dengan format sebagai berikut :
Laporan Ritasi tanggal………
1. Total trado yang jalan 25 unit dari jumlah trado 28 unit.
Point ini berhubungan dengan laporan absensi di program.
Pada point 1 contoh kasus ini menerangkan jumlah trado di cabang sebanyak 28 unit dimana hanya 25 unit
yang beroperasi saja.
2. Trado yang tidak beroperasi 3 unit ( 2 unit standarisasi (sebut NOPOL), 1 unit supir absen (sebut NOPOL) ).
Point ini turunan dari point 1.
Pada point 2 contoh kasus ini menerangkan sebanyak 3 unit yang tidak beroperasi dengan rincian keterangan
NOPOL yang lengkap.
3. Total tidak ada supir 2 unit dari 3 unit yang tidak beroperasi.
NB : 1 supir absen (sebut nama dan bawa unit plat NOPOL berapa) & 2 unit tidak ada supir.
Point ini turunan dari point 2.
Pada Point 3 contoh kasus ini menerangkan ada 1 unit supir absen dan 2 unit tidak ada supir.
Kamudian setelah penginputan RIC akan di lanjutkan ke posting gaji supir (EBS), EBS disini maksudnya adalah
estimasi borongan yg akan di terima supir setelah potongan2 di RIC tadi, dan dari EBS akan di posting ke kas
untuk total borongan supir, penyelesaian kas gantung uang jalan supir, BBM supir, pinjaman dan deposito supir.
Jika penambahan master tujuan / borongan bersifat penurunan harga khusus shipper tertentu, maka harus ada
email persetujuan dari Pembina Trucking.
Semua penambahan master tujuan dan borongan baru harus di buat oleh bagian Accounting kantor pusat.
2. Pelunasan Piutang
Pelunasan piutang trucking dibedakan atas :
Standard Operating Procedure – Divisi Trucking Page. 44 of 74
PT. Transporindo Agung Sejahtera | www.transporindo.com Edisi
Trusted and Speed For Your Logistic Solution 2020-03-28
Medan – Jakarta – Surabaya – Makassar - Manado
a. Piutang Emkl Sendiri (TAS AP) harus di lunaskan ke trucking dengan jatuh tempo 1 bulan di hitung
mingguan, yaitu setiap hari Kamis .Pelunasan di anggap lunas jika sudah di terima trucking pusat. Jika
cabang bersangkutan tidak sanggup melakukan pelunasan maka cabang tersebut wajib pinjam dana ke
EMKL pusat untuk pelunasan ke trucking.
b. Piutang Order Luar (OL) harus di lunaskan sesuai dengan kesepakatan dengan shipper atau EMKL
luar atau maksimal 40 hari setelah invoice.Semua pelunasan piutang harus di setor ke kantor pusat.
Terhadap piutang yang tidak dapat dilunaskan akan menjadi tanggung jawab pengurus trucking.
c. Setiap pelunasan Order Luar (OL) harus menggunakan transfer ke rekening PT. Transporindo Agung
Sejahtera, tidak boleh pembayaran cash, dan kita harus tahu pemiliknya dan alamat kantornya,
proses penagihan harus ke kantor, sebelum angkat barang tersebut kita harus koordinasi ke
kantornya bahwasanya staf lapangan mereka mau menggunakan Armada kita dan kita harus tagihnya
di kantor bukan melalui orang Belawan.
Semua piutang yang timbul harus di lunasi dengan entry pelunasan penerimaan piutang (PPT) dan kemudian
pada saat di setor ke pusat harus melalui entry pelunasan pengembalian pusat (BPT).
Pembuatan master untuk shipper/emkl baru, harus di lengkapi dengan data2 yg sudah tersedia di program
dan di validasi oleh pengurus trucking, artinya pengurus trucking bertanggung jawab penuh atas data
shipper/emkl baru tersebut.
Pelunasan Hutang.
Semua hutang yg timbul baik dari SPB, SPB vulkan dan EHT harus di lunasi dengan entry pelunasan hutang (PPH),
PPH yang sudah di buat harus di approve oleh pengurus trucking / kacab baru kemudian bisa diposting ke
kas/bank sebagai pelunasan.
Jatuh tempo pembayaran hutang ini diatur sesuai dengan form supplier yang sudah di sepakati bersama , jika
melebihi batas TOP maka pph tidak dapat di posting.
Setiap ban yang telah di vulkanisir harus Meminta Garansi kepada Pabrik atas hasil Jasa Vulkanisir yang
terkelupas.
Setiap ban yang telah di vulkanisir harus Meminta Garansi kepada Pabrik atas hasil Jasa Vulkanisir yang masa
pemakaian tidak wajar karena ada campuran bahan karet oplosan.
Meminta Tanggung Jawab atas bahan Ban yang sudah di jemput untuk di vulkanisir.
NB :
1. Ban kondisi sisa 2 mm ( meskipun bagian lainnya masih diatas 2 mm ) WAJIB di Ganti & Vulkanisir.
2. Pada point 1, kalau diketemukan ketipisan yang tidak merata harap dilakukan pengecekan terhadap As,
Bearing/Lakher/Setelan As, Kanvas Rem, Velg, King Pen, Per dan juga Penyetelan Rem harus merata
fungsinya
H. SOP Sparepart
Alur pengimputan pembelian sparepart trucking sbb :
1. Pembelian sparepart baru
Order pembelian (PO)-Pembelian(SPB) termasuk di dalamnya peralatan bengkel dan alat non sparepart baik
cash atau kredit – Pembayaran hutang (PPH)- Approve Kacab – posting ke kas/bank keluar (KBT/BKT).
Jika dari kasus diatas ternyata sparepart yang mau diganti adalah sparepart reuse/ban, maka yang di lakukan
adalah admin menginput pindah gudang (PG) dari trado ke gd.sementara (pada saat sparepart/ban di lepaskan
dari trado), kemudian admin menginput SPK (pada saat pengambilan sparepart reuse/ban di gudang
kantor).Sparepart reuse/ban yg berada di gd.sementara akan di bawa ke gd.phk ke 3 tidak lebih dari 7 hari
(alur sudah di jelaskan di penjelasan perbaikan barang reuse).Sparepart reuse/ban yang berada di gudang phk
ke 3 juga tidak boleh melebihi 7 hari.
Semua Pemakaian Spare Part, Kepala Mekanik harus memastikan untuk meminta Spare Part bekas
tersebut dan menyerahkan ke divisi Gudang.
5. Opname Fisik
Wajib melakukan Opname Fisik minimal 1 (satu) bulan sekali dan laporan Opname harus dikirimkan ke kantor
pusat.
Sanksi tidak tertib admin untuk permintaan sparepart baru maupun bekas (Khusus cabang Surabaya).
Contohnya seperti permintaan untuk sparepart A (SPK sudah dibuat) tidak langsung dipasang tetapi barang
masih belum dikeluarkan dari gudang, maka pengaturan sanksi adalah sebagai berikut:
1. Pihak gudang yang mengeluarkan Rp. 500.000 (jika sparepartnya berada didalam ruangan kantor)
2. Mekanik yang bersagkutan Rp. 500.000 (jika sparepartnya berada didalam ruangan kantor)
3. Mekanik yang bersangkutan Rp. 1.000.000 (jika sparepartnya berada diluar ruangan kantor)
4. Terhadap Poin C Supervisor Trucking Rp. 500.000
I. SOP Supir
Kebijakan Umum Manajemen Rekrutmen Supir sebagai berikut :
1. Kepala Trucking bertanggung jawab dalam hal Manajemen Rekrutmen Supir.
2. Kepala Trucking bertanggung jawab dalam standarisasi seluruh formulir, proses rekrutmen, dan laporan yang
terkait dengan Manajemen Rekrutmen Supir.
3. Perusahaan akan merekrut berdasarkan kebutuhan dan pengalaman.
4. Perusahaan hanya menerima Supir yang dinyatakan lolos proses seleksi.
5. Kepala Trucking harus memastikan Supir yang di terima memiliki data lengkap dan di input ke program menu
master supir untuk mengaktifkan status Supir, data yang dimaksud sebagai berikut:
a. KTP.
b. Kartu Keluarga.
c. SIM B Umum yang masih berlaku.
d. Pas Foto.
e. SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian).
6. Penerimaan Kembali Supir hanya diperbolehkan dengan kondisi sebagai berikut :
a. Supir mengundurkan diri secara baik-baik.
b. Supir memiliki catatan kinerja yang baik.
c. Supir yang memiliki Pinjaman Posting dan Non Posting pada waktu keluar, harus bersedia pinjaman
tersebut kembali di aktifkan dan dibebankan kepada supir yang bersangkutan.
Perusahaan mengijinkan Rekrutmen Supir yang memiliki hubungan keluarga misalnya orang tua/mertua,
kakak/adik, anak/keponakan atau sepupu/ipar, selama terdapat pernyataan sebelumnya oleh kandidat.
Adapun format Surat “Kesepakatan Kerja Bagi Hasil”, Surat “Pernyataan”, Surat “ Kesepakatan Aturan
Manajement”, “Serah Terima Kendaraan Dinas” dan “Serah Terima Perlengkapan Mobil” terlampir dibawah ini.
Kewajiban – kewajiban supir yang di atur dalam SOP ini adalah sbb :
1. Deposito supir
Setiap supir wajib mendepositokan sebagian borongan yang di dapat ke perusahaan dengan rincian sebagai
berikut :
- Cabang Medan : minimal plafon deposito per supir adalah Rp. 4.600.000 (empat juta enam ratus ribu rupiah)
yang dipotong (didepositokan) per perincian Rp. 25.000 (dua puluh lima ribu rupiah) per supir.
- Cabang Jakarta : minimal plafon deposito per supir adalah Rp. 4.500.000 (empat juta lima ratus ribu rupiah)
yang dipotong (didepositokan) setiap bulan Rp. 100.000 (seratus ribu rupiah) per supir.
- Cabang Surabaya : minimal plafon deposito per supir adalah Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah) yang dipotong
(didepositokan) setiap minggu (potong uang kuli/extra) Rp. 75.000 (tujuh puluh lima ribu rupiah) per supir
setelah deposito sudah diatas Rp. 2.000.000 (dua juta rupiah) maka setiap minggu (potongan uang kuli/extra)
Rp. 50.000 (lima puluh ribu rupiah) per supir.
- Cabang Makassar : minimal plafon deposito per supir adalah Rp. 2.500.000 (dua juta lima ratus ribu rupiah)
yang dipotong (didepositokan) setiap gajian supir Rp. 20.000 (dua puluh ribu rupiah) per supir.
Standard Operating Procedure – Divisi Trucking Page. 57 of 74
PT. Transporindo Agung Sejahtera | www.transporindo.com Edisi
Trusted and Speed For Your Logistic Solution 2020-03-28
Medan – Jakarta – Surabaya – Makassar - Manado
- Cabang Manado : minimal plafon deposito per supir adalah Rp. 4.500.000 (empat juta lima ratus ribu rupiah)
yang dipotong (didepositokan) per perincian Rp. 10.000 (sepuluh ribu rupiah) per supir.
Deposito hanya bisa ditarik pada saat supir resign dan setelah dipotong pinjaman atau jika deposito sudah
melebihi plafon yang sudah ditentukan diatas.
Contoh plafon deposito Rp. 5.000.000 :
1. Supir resign : deposito Rp. 5.000.000, pinjaman Rp. 4.000.000 maka sisa deposito yang bisa ditarik sebesar
Rp. 1.000.000
2. Supir resign : deposito Rp. 5.000.000, pinjaman Rp 5.001.000 maka deposito tidak bisa ditarik
3. Supir masih kerja : deposito Rp. 6.000.000 maka deposito yang bisa ditarik sebesar Rp. 1.000.000
4. Supir masih kerja : deposito Rp. 5.000.000 atau lebih kecil dari plafon maka deposito tidak bisa ditarik
2. Pinjaman supir
Pinjaman supir di bagi atas 2 yaitu :
a. Pinjaman Posting
Pinjaman posting artinnya pinjaman yg timbul karena di setujui oleh Pengurus Trucking dengan adanya surat
pinjaman, atau bisa juga timbul karena perincian gaji minus yang diakibatkan kelalaian supir sendiri.Pinjaman
posting ini bersifat tercatat dan dipertanggung jawabkan sepenuhnya oleh pengurus trucking. Dalam hal ini
jika ada supir yang masih ada pinjaman non posting resign, setelah di kross dengan deposito supir masih ada
sisa saldo pinjaman, maka menjadi kewajiban Pengurus Trucking.
b. Pinjaman Non posting
Pinjaman non posting artinya pinjaman yang timbul akibat klaim sparepart/kecelakaan akibat kelalaian supir,
dimana pinjaman ini sebenarnya sudah di biayakan dalam pembukuan perusahaan.Pinjaman ini hanya bersifat
gantung keterangan dan tidak tercatat.Jika ada supir yang masih mempunyai pinjaman non posting resign,
setelah kros dengan deposito sisa saldo pinjaman supir boleh di ajukan melalui email ke Pembina untuk
pemutihan.
NB : jika Ban Mentah meledak maka PJT ditambahkan harga ban dalam dan selendang/lidah ban
2. Ban Vulkan1 yg tidak bisa di Vulkan perhitungan PJT nya Sisa ketebalan + Rp.500.000 (bahan Vulkan 2)
NB : jika Ban Vulkan 1 meledak maka PJT ditambahkan harga ban dalam dan selendang/lidah ban
Ketentuan pengenaan klaim ke supir khusus Aki, Umur Pemakaian Aki yang wajar adalah 2 X 365 = 730 hari
(mulai dihitung hari kerja trado dari saat awal pemakaian/buka SPK).
3. Cabang Makassar, supir yang hadir dan tidak telat akan mendapat uang makan Rp.20.000/hari untuk
dalam kota dan Rp.30.000/hari untuk luar kota, serta mendapat tambahan uang lembur Rp.10.000/hari
jika bekerja diatas jam 19.00.
4. Cab Manado, supir yang hadir akan mendapat uang makan Rp.15.000/hari.
f. Gaji supir
Khusus Cabang Jakarta supir mendapat uang gaji dengan nominal antara Rp. 200.000 s.d Rp. 400.000.
J. SOP Mekanik
Standard Operating Procedure – Divisi Trucking Page. 61 of 74
PT. Transporindo Agung Sejahtera | www.transporindo.com Edisi
Trusted and Speed For Your Logistic Solution 2020-03-28
Medan – Jakarta – Surabaya – Makassar - Manado
Khusus cabang Surabaya Mekanik mendapatkan insentif, diberikan kepada Mekanik per bulan Rp. 100.000 jika
kehadiran dianggap Full (tidak ada absen) selama 1 bulan penuh.
K. SOP Trado
1. Asuransi Trado.
Setiap unit trado wajib di asuransikan, untuk trado dengan tahun perakitan sebelum tahun 2015, hanya di
lindungi dengan asuransi TLO (Total Lost Only) dan TJH (pihak ke 3).Sementara untuk trado yang tahun
perakitan diatas tahun 2015 di lindungi dengan asuransi all risk.
Asuransi yang digunakan adalah asuransi dari kantor pusat, khusus Cab Medan menggunakan Asuransi Buana
Medan.
Aturan mainnya untuk point 2 adalah biaya borongan bukan dibebankan kepada Supervisor tetapi akan
dibebankan kepada Pak Asen :
1. Supervisor mekanik menginfokan di Group WA pada hari H di saat unit tsb. Keluar kota On the spot atau.
2. Kepala keuangan On the spot mengiinfokan di Group WA pada saat sewaktu mau menyetujui biaya
perincian supir.
NB : Akan diberikan 50% dari total pembebanan biaya uang borongan tsb. Kepada salah satu Supervisor yang
menginfokan di group.
Semua Trado yang distandarisai harus diketahui Pengurus Trucking dan disetujui Pembina Trucking.
Semua Trado yang distandarisasi harus dilakukan melalui Kepala Mekanik.
Semua Permintaan Spare Part untuk Trado yang Standarisasi harus sesuai kebijakan Perusahaan yang berlaku.
Standarisasi Trado hanya dapat dilakukan di bengkel Perusahaan.
Kepala Mekanik harus memastikan bahwa semua Trado Perusahaan yang sedang distandarisasi sudah benar
dikerjakan secara lengkap sebelum Trado siap distandarisasi.
Untuk Pergantian Spare Part, Kepala Mekanik harus memastikan untuk Meminta Spare Part Bekas tersebut dan
menyerahkan ke Divisi Gudang.
Jangka Waktu Maksimal untuk Standarisasi Trado adalah 2 (dua) bulan, dihitung dari tanggal masuk bengkel
Perusahaan. Alur Standarisasi Trado adalah sbb :
Semua permintaan Perbaikan dan Perawatan Trado harus sesuai dengan kebijakan Perusahaan yang berlaku.
Cabang Jakarta : setiap trado dilakukan service rutin 2 minggu sekali
Cabang Medan : setiap trado dilakukan service rutin 1 minggu sekali
Cabang Surabaya : setiap trado dilakukan service rutin 2 minggu sekali
Cabang Makassar : setiap trado dilakukan service rutin 2 minggu sekali
Kepala Mekanik harus memonitor jadwal pergantian Oli Mesin, Oli Gardan, Oli Persneling dan Saringan Hawa
dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Oli Mesin maksimal kilometer (KM) berjalan adalah 10.000 KM
2. Oli Gardan maksimal kilometer (KM) berjalan adalan 50.000 KM
3. Oli Persneling maksimal kilometer (KM) berjalan adalah 50.000 KM
4. Saringan Hawa maksimal kilometer (KM) berjalan adalah 20.000 KM
Setiap pergantian Oli Persneling dan Oli Gardan team Mekanik harus mengikuti alur Prosedur berikut :
1. Pemeriksaan oli Perneling yg diganti apakah ada mengandung Gram besi dalam oli bekas tersebut atau tidak,
jika ada Wajib dibongkar untuk pemeriksaan lebih lanjut.
2. Terhadap point 1 , jika Persneling sudah turun , Wajib lakukan pengecekan Bearing/Lakher As klos ,lakukan
grease ulang dengan grease bagus atau ganti saja jika sangsi dengan kondisi nya.
3. Pemeriksaan bekas oli Gardan yg diganti apakah ada mengandung Gram besi dalam oli tersebut atau tidak,
jika ada Wajib dibongkar untuk pemeriksaan lebih lanjut.
4. Pembukaan Dinamo Ampere untuk pengecekan Bearing/Lakher , lakukan grease ulang dengan grease bagus
atau ganti saja jika sangsi dengan kondisi nya.
5. Pembukaan Water pump pengecekan kondisi Bearing/Lakher , lakukan grease ulang dengan grease bagus
atau ganti saja jika sangsi dengan kondisi nya.
Kerusakan pada Trado Perusahaan harus segera diperbaiki untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.
Setiap pagi hari, SPV Mekanik harus melakukan pengecekan oli mesin pada setiap trodo yang ada di garasi, bila
terjadi kekurangan oli mesin maka harus dilakukan penambahan oli mesin.
Pemakaian oli mesin dibawah 10 liter maka dianggap sebagai penambahan oli mesin dan pemakaian diatas 10 liter
dianggap sebagai penggantian oli mesin.
Jika ada penambahan oli mesin, harus dilaporkan history pemakaian oli mesin kepada Pembina Trucking via
Whatsapp, untuk pengontrolan Trado supaya tidak rusak parah.
Setiap hari SPV Mekanik atau Pengurus Trucking harus mengirimkan Laporan Service Rutin Trado, Laporan
Standarisasi, Laporan penanganan diluar jadwal service, Laporan Oli Mesin via group BBM
Setiap hari Admin Trucking Kantor pusat harus melakukan pemeriksaan laporan yang dikirim SPV Mekanik atau
Pengurus Trucking via BBM sudah cocok dengan Program atau belum.
Standard Operating Procedure – Divisi Trucking Page. 64 of 74
PT. Transporindo Agung Sejahtera | www.transporindo.com Edisi
Trusted and Speed For Your Logistic Solution 2020-03-28
Medan – Jakarta – Surabaya – Makassar - Manado
Setiap Trado yang mengalami Kerusakan akibat kelalaian Mekanik, semua biaya yang timbul akibat kerusakan
tersebut menjadi tanggungan Kepala Mekanik.
1. Pengurasan & Pencucian Tangki Solar (supaya unit tidak terhambat operasional disarankan mempunyai
Tangki Solar Serap).
2. Pengecekan kondisi KING PEN.
3. Pembersihan Bearing /Lakher semua Roda Head & Trailler dengan mencabut Ban komplit (Tanpa buka baut
roda ) , Lakukan Grase Ulang dengan Grease khusus atau Ganti jika kondisi sudah dikhawatirkan.
4. Pengecekan Kanvas Rem, Jember Rem dan Stel Ulang pada Head & Trailler.
NB ; KHUSUS unit sistem Rem Minyak WAJIB ganti Karet Rem.
5. Pengecekan Fungsi kerja Handling Jack pada gandengan dan lakukan tambahan Grease biasa jika ada kurang
(buka bagian atas tutup).
6. Lakukan Pispot/nge Fat pada semua bagian Media lubang pispot pada Head & Trailler , jika ada media yang
gak ada harap dipasangkan kembali.
7. Pengolesan tambahan Grease biasa pada Tapak Gandengan.
8. Pengecekan bagian PER atas Daun Per, Boosing Per , Bohel & Baut As tengah Per.
9. Pengecekan & Pengikatan kembali Baut yang kendor dan pengadaan kembali baut yang hilang.
10. Pengecekan kelengkapan baut roda & Pengencangan kembali baut roda Head & Trailler.
11. Pengecekan Tekanan Angin semua Ban Head & Trailler termasuk Ban Serap
IV. BAGIAN KELISTRIKAN
1. Pengecekan Aki meliputi Penambahan Air Aki, Pengencangan ikatan Kabel +/-, Pembersihan jamur/karat
pada kepala Aki.
2. Pengecekan Sekring lampu Besar, lampu Sen, lampu Atrek mundur, lampu Rotary dan lampu gandengan
serta Sekring bagian Vital lainnya.
3. Pengecekan & Pembersihan Rumah Kunci Start.
4. Pengecekan kabel Relay Start.
5. Pengecekan Dinamo Starter, cek kondisi Karbon Brush dan Gigi Bendit.
6. Pengecekan Alternator/Dinamo Ampere sbb:
- Cek Indikator di Dashboard mobil apabila berkedip maka tidak ada pengisian aki dan bisa jadi
terdapat kerusakan pada komponen alternator.
- Jangan menambah beban listrik yang berlebihan pada mobil, karena dapat memperpendek umur
alternator dan juga umur aki.
- Segera perbaiki (Jangan Menunda) komponen alternator yang rusak supaya tidak menimbulkan
kerusakan pada komponen lainnya.
- Mengecek kabel pengisian listrik dari alternator ke aki mobil dikarenakan sangat rentan berkarat
oleh kotor dan air, akibatnya kabel menjadi getas dan korosi.
- Pengecekan Bearing/Lakher, lakukan Grease ulang dengan Grease kualitas baik , jika kondisi
menghawatirkan sebaiknya diganti bearing/lakher baru.
UNIT SETELAH SELESAI OPNAME SERVICE WAJIB DI TEST DRIVE DILAPANGAN UNTUK
PENGECEKAN LANJUTAN KHUSUSNYA BAGIAN REM YANG SUDAH DISETEL ULANG GUNA
MEMASTIKAN BERFUNGSI DENGAN BAIK
Setiap Trado Perusahaan yang melakukan opname service harus di buat :
Semua Supplier baru harus melalui proses pengajuan dan persetujuan Kepala Trucking.
Pengurus Trucking akan bertanggung jawab dalam mencari Supplier baru.
Semua Supplier yang menawarkan hadiah dalam bentuk apapun sebagai tanda balas jasa kepada karyawan
Perusahaan akan dikeluarkan sebagai mitra bisinis perusahaan tanpa ada pengecualian.
Setiap Supplier baru harus bersedia Tanda tangan Form Perusahaan melarang karyawan menerima imbalan.