Jemaah jum’at yang dimuliakan Allah. “Allah mempergantikan malam dan siang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu, pasti
Pertama-tama, marilah kita senantiasa
terdapat pelajaran bagi orang-orang yang
meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah
mempunyai penglihatan (yang tajam).” (QS. An-
Ta’ala. Karena dengan ketakwaan inilah, kita
Nur: 44)
bisa meraih rida Rabb kita dan dengannya pula
kita akan mendapatkan kehidupan yang mulia. Alangkah senangnya bagi siapa saja yang
Orang yang bertakwa dicap oleh Allah Ta’ala mengisi hari-harinya dengan mengerjakan
sebagai makhluk-Nya yang paling baik. Allah perintah Allah, memenuhi bulan-bulannya
Ta’ala berfirman, dengan menjawab panggilan salat, dan
َّ ٰ وا ٱل
mengorbankan tahun-tahun kehidupannya di
ِ صلِ ٰ َح
ت ْ ُوا َو َع ِمل ْ ُين َءا َمن
َ ِإ َّن ٱلَّ ِذ dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala disertai
ۡ ۡ َ ٓ ٰ ُأ dengan keikhlasan dan kesadaran bahwa inilah
ك هُمۡ َخي ُر ٱلبَ ِريَّ ِة َ ْولِئ tujuan diciptakannya manusia di bumi ini
sebagaimana firman Allah Ta’ala,
َ ت ۡٱل ِج َّن َوٱِإۡل
ِ نس ِإاَّل لِيَ ۡعبُ ُد ُ َو َما َخلَ ۡق
“Sungguh, orang-orang yang beriman dan
mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah ون
sebaik-baik makhluk.” (QS. Al-Bayyinah: 7)
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia,
Sungguh, waktu ini sangatlah cepat berlalu. melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”
Rasanya belum lama kita bertemu dengan tahun (QS. Az-Zariyat: 56)
1443 Hijriyyah. Namun, ternyata tahun 1443
sudah berlalu dan tak akan kembali. Berlalu juga Jemaah jum’at yang dimuliakan Allah.
semua kesempatan ibadah di dalamnya. Di antara hak Allah Ta’ala atas hamba-Nya yang
Ramadan yang telah kita lewati dan musim haji. telah Allah berikan begitu banyak kenikmatan,
Sungguh, waktu sangatlah cepat berlalu, dan itu yang telah Allah berikan kesempatan hidup
tidaklah mengherankan, karena cepatnya waktu hingga detik ini dalam keadaan yang baik adalah
adalah salah satu karakteristik kehidupan di akhir mensyukuri segala nikmat-Nya serta memuji-Nya
zaman. atas segala kemulian-Nya. Karena rasa syukur
Singkatnya waktu yang kita rasakan merupakan menyebabkan bertambahnya kenikmatan dan
salah satu tanda-tanda kecil dekatnya hari mencegah dari penderitaan. Alangkah baiknya
kiamat sebagaimana yang pernah Nabiullah manusia selalu meresapi dan mematri dengan
Muhammad SAW bersabda : kuat di dalam hatinya firman Allah Ta’ala,
“Tidak akan terjadi kiamat hingga zaman ۖ َۡوِإ ۡذ تَ@@@َأ َّذ َن َربُّ ُكمۡ لَِئن َش@@@ َك ۡرتُمۡ َأَل ِزي@@@ َدنَّ ُكم
berdekatan. Setahun bagaikan sebulan. Sebulan
bagaikan sepekan. Sepekan bagaikan sehari. يدٞ َولَِئن َكفَ ۡرتُمۡ ِإ َّن َع َذابِي لَ َش ِد
Sehari bagaikan sejam. Dan sejam bagaikan
terbakarnya pelepah pohon kurma.” (HR. “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan,
Ahmad) ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya
Aku akan menambah (nikmat) kepadamu. Tetapi
Alangkah bahagianya bagi siapa saja yang telah jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti
memperbanyak ketaatan, berlomba-lomba dalam azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim: 7)
kebaikan, berusaha mengangkat derajat
pahalanya, dan berusaha agar Allah Ta’ala ۡ َولَقَ@ ۡ@د َءاتَ ۡينَ@@ا لُ ۡق ٰ َم َن ۡٱل ِح ۡك َم@ ةَ َأ ِن
ِ ۚ ٱش @ ُك ۡر هَّلِل
mengampuni dosa-dosanya pada tahun ini, serta
bisa mengambil pelajaran dari setiap hal yang
telah Allah takdirkan. Allah Ta’ala berfirman,
َو َمن يَ ۡش ُك ۡر فَِإنَّ َما يَ ۡش ُك ُر ِلنَ ۡف ِس ِۖۦه َو َمن َكفَ @ َر
يدٞ فَِإ َّن ٱهَّلل َ َغنِ ٌّي َح ِم
َ ِيُقَلِّبُ ٱهَّلل ُ ٱلَّ ۡي َل َوٱلنَّهَا ۚ َر ِإ َّن فِي ٰ َذل
ك لَ ِع ۡب َر ٗة
“Dan barangsiapa bersyukur (kepada Allah),
َ ٰ ُأِّل ْولِي ٱَأۡل ۡب
ص ِر maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya
sendiri. Dan barangsiapa tidak bersyukur (kufur),
maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Beliau juga bersabda
Terpuji.” (QS. Luqman: 12) “Bersegeralah melakukan amalan saleh sebelum
datang fitnah (musibah) seperti potongan malam
Jemaah jum’at yang dimuliakan Allah.
yang gelap. Yaitu, seseorang pada waktu pagi
Sesungguhnya di antara kemuliaan seseorang, dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam
saat ia sudah di penghujung sebuah waktu keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam
adalah meluangkan waktunya seorang diri, untuk keadaan beriman dan di pagi hari dalam
mengintrospeksi dan mengoreksi dirinya atas keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena
amalan apa yang telah diperbuat dan amalan sedikit dari keuntungan dunia.” (HR. Muslim)
apa yang telah terlewat. Demikian juga dengan
waktu yang telah Allah berikan, sudahkah ia
manfaatkan ataukah ia sia-siakan. Karena Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Orang yang cerdas adalah orang yang
mempersiapkan dirinya dan beramal untuk hari
setelah kematian, sedangkan orang yang bodoh
adalah orang jiwanya mengikuti hawa nafsunya
dan berangan angan kepada Allah.” (HR.
Tirmidzi)
Aqulu kauli hasa wastagfirullahu innahu
huwalgafurrurrahim’
Khutbah ke 2
Nabiullah Muhammad SAW bersabda :
“Manfaatkan dengan baik lima perkara sebelum
(datangnya) 5 perkara, yaitu:
1. Masa mudamu sebelum (datang) masa tua.
2. Masa sehatmu, sebelum (datang) masa sakit.
3. Masa mampumu sebelum datang masa fakir.
4. Masa luangmu, sebelum datang masa sibuk.
5. Masa hidupmu sebelum (datang) kematian.”
(HR. Al-Hakim)