0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
443 tayangan8 halaman

Materi Paskibra-1

1. Lambang Garuda Pancasila melambangkan kekuatan dan kejayaan bangsa Indonesia, dengan unsur-unsur seperti burung garuda, perisai, dan simbol-simbol Pancasila. 2. Sejarah berdirinya Paskibra dimulai pada 1946 untuk mengibarkan bendera pusaka di hari proklamasi, dan berkembang menjadi tradisi pengibaran bendera oleh pemuda. 3. Materi Paskibra mencakup motto, semboyan, lambang, dan

Diunggah oleh

hohe01
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
443 tayangan8 halaman

Materi Paskibra-1

1. Lambang Garuda Pancasila melambangkan kekuatan dan kejayaan bangsa Indonesia, dengan unsur-unsur seperti burung garuda, perisai, dan simbol-simbol Pancasila. 2. Sejarah berdirinya Paskibra dimulai pada 1946 untuk mengibarkan bendera pusaka di hari proklamasi, dan berkembang menjadi tradisi pengibaran bendera oleh pemuda. 3. Materi Paskibra mencakup motto, semboyan, lambang, dan

Diunggah oleh

hohe01
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ARTI DAN MAKNA LAMBANG BURUNG GARUDA

Penggunaan Garuda Pancasila sebagai Lambang Negara juga diatur dalam UU No. 24
Tahun 2009 yang menyatakan bahwa: “Lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia
berbentuk Garuda Pancasila yang kepalanya menoleh lurus ke sebelah kanan, perisai
berupa jantung yang digantung dengan rantai pada leher Garuda, dan Semboyan Bhinneka
Tunggal Ika ditulis diatas pita yang dicengkeram oleh Garuda”.

Burung Garuda berwarna kuning emas mengepakkan sayapnya dengan gagah menoleh ke
kanan. Dalam tubuhnya mengemas kelima dasar dari Pancasila. Di tengah tameng yang
bermakna benteng ketahanan filosofis, terbentang garis tebal yang bermakna garis
khatulistiwa, yang merupakan lambang geografis lokasi Indonesia.

Makna Lambang Garuda Pancasila :

1. Burung Garuda melambangkan kekuatan.Warna emas pada burung Garuda


melambangkan kejayaan.Perisai di tengah melambangkan pertahanan bangsa Indonesia.
Masing-masing simbol di dalam perisai melambangkan sila-sila dalam Pancasila, yaitu:

· Bintang melambangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa [sila ke-1].

· Rantai melambangkan sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab [sila ke-2].

· Pohon Beringin melambangkan sila Persatuan Indonesia [sila ke-3].

· Kepala banteng melambangkan sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat


Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan dan Perwakilan [sila ke-4].

· Padi dan Kapas melambangkan sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia [sila
ke-5].

2. Warna merah-putih melambangkan warna bendera nasional Indonesia. Merah berarti


berani dan putih berarti suci. Garis hitam tebal yang melintang di dalam perisai
melambangkan wilayah Indonesia yang dilintasi Garis Khatulistiwa.

3. Makna Jumlah Bulu pada Burung Garuda

Jumlah bulu melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945),
antara lain:

· Jumlah bulu pada masing-masing sayap berjumlah 17

· Jumlah bulu pada ekor berjumlah 8

· Jumlah bulu dibawah perisai/pangkal ekor berjumlah 19


· Jumlah bulu pada leher berjumlah 45

4. Pita yang dicengkeram oleh burung garuda bertuliskan semboyan negara Indonesia, yaitu
Bhinneka Tunggal Ika yang berarti “walaupun berbeda beda, tetapi tetap satu”.

PENGENALAN PASKIBRA

I. SEJARAH PASKIBRA

Gagasan Paskibraka lahir pada tahun 1946, pada saat ibukota Indonesia dipindahkan ke
Yogyakarta. Memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-1, Presiden Soekarno
memerintahkan salah satu ajudannya, Walikota (Laut) Husein Mutahar, untuk menyiapkan
pengibaran bendera pusaka di halaman Istana Gedung Agung Yogyakarta. Pada saat, di
benak Mutahar terlintas dalam suatu gagasan bahwa sebaiknya bendera pusaka dilakukan
oleh para pemuda dari seluruh penjuru Tanah Air, karena mereka adalah generasi penerus
perjuangan bangsa yang terhubung.
Tetapi, karena gagasan itu tidak mungkin terlaksana, maka Mutahar hanya dapat
menghadirkan lima orang pemuda yang berasal dari berbagai daerah dan kebetulan berada
di Yogyakarta. Lima orang tersebut melambangkan Pancasila. Sejak itu, sampai tahun 1949,
pengibaran bendera di Yogyakarta tetap dilaksanakan dengan cara yang sama.
Ketika Ibukota dikembalikan ke Jakarta pada tahun 1950, Mutahar tidak lagi dekat dengan
bendera pusaka. Pengibaran bendera pusaka pada setiap 17 Agustus di Istana Merdeka
dilaksanakan oleh Rumah Tangga Kepresidenan sampai tahun 1966. Selama periode itu,
para pengibar bendera diambil dari para pelajar dan mahasiswa yang ada di Jakarta.
Tahun 1967, Husein Mutahar dipanggil presiden itu, Soeharto, untuk masalah lagi masalah
pengibaran bendera pusaka. Dengan ide dasar dari pelaksanaan tahun 1946 di Yogyakarta,
dia kemudian mengembangkan lagi formasi pengibaran menjadi 3 kelompok yang dinamai
sesuai jumlah anggotanya, yaitu:
Pasukan 17 / pengiring (membawa),
Pasukan 8 / pembawa bendera (inti),
Pasukan 45 / pengawal.

Jumlah tersebut merupakan simbol dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus
1945 (17-8-45). Pada waktu itu dengan situasi kondisi yang ada, Mutahar hanya melibatkan
putra daerah yang ada di Jakarta dan menjadi anggota Pandu / Pramuka untuk
melaksanakan tugas pengibaran bendera pusaka. Rencana semula untuk kelompok 45
(pengawal) terdiri dari mahasiswa AKABRI (Generasi Muda ABRI) namun tidak dapat
dilaksanakan. Usul lain yang menggunakan anggota pasukan khusus ABRI (seperti RPKAD,
PGT, KKO, dan Brimob) juga tidak mudah. Akhirnya diambil dari Pasukan Pengawal
Presiden (PASWALPRES) yang mudah dihubungi karena mereka berada di lingkungan
Istana Kepresidenan Jakarta.
Mulai tanggal 17 Agustus 1968, petugas pengibar bendera pusaka adalah para pemuda
penjaga provinsi. Tetapi karena belum seluruh provinsi mengirimkan Utusan sehingga masih
harus ditambah oleh anggota pasukan tahun 1967.
Pada tanggal 5 Agustus 1969, di Istana Negara Jakarta berlangsung upacara penyerahan
duplikat Bendera Pusaka Merah Putih dan upacara Naskah Proklamasi oleh Suharto kepada
Gubernur / Kepala Daerah Tingkat I seluruh Indonesia. Bendera duplikat (yang terdiri dari 6
carik kain) mulai dikibarkan menggantikan Bendera Pusaka pada peringatan Hari Ulang
Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1969 di Istana Merdeka Jakarta,
sedangkan Bendera Pusaka sumber mengantar dan menjemput bendera duplikat yang
dikibar / diturunkan. Mulai tahun 1969 itu, anggota pengibar bendera pusaka adalah para
remaja siswa SLTA se-tanah air Indonesia yang merupakan Utusan dari seluruh provinsi di
Indonesia, dan tiap provinsi diwakili oleh remaja putra dan putri.
Istilah yang digunakan dari tahun 1967 sampai tahun 1972 masih Pasukan Pengerek
Bendera Pusaka. Baru pada tahun 1973, Idik Sulaeman melontarkan suatu nama untuk
Pengibar Bendera Pusaka dengan sebutan Paskibraka. PAS berasal dari PASukan, KIB
berasal dari KIBar mengandung pengertian pengibar, RA berarti bendeRA dan KA berarti
PusaKA. Mulai saat itu, anggota pengibar bendera pusaka disebut Paskibraka

II. Dasar dan Landasan

1.pancasila
2.UUD1945
3.Tap MPR no.II/ MPR/tentang GBHN
4.Kep.mentri pendidikan kebudayaan No.0451/U/1984/tentang pembinaan kesiswaan (18
oktober 1984)
5.surat keputusan direktorat jendral pendidikan dasar menengah DEPDIKBUD
No.261/C/B.1989 tentang pembinaan kesiswaan (pedoman).
6.surat keputusan direktorat jendral pendidikan dasar menengah No.226/D/O.1992 tentang
pembinaan kesiswaan atau organisasi kesiswaan
7.program kerja PPI tingkat lampung

III. MAKSUD DAN TUJUAN

​Maksud diadakan DIKLATSAR calon paskibra karena merupakan upaya pengenalan ilmu
yang telah di peroleh dalam rangka pengabdian sebagai kader penerus perjuangan bangsa
dan pembangunan nasional serta dalam rangka pembinaan dan pengembangan kesiswaan
untuk membentuk bangsa Indonesia seutuhnya .

Tujuan:
1.menanamkan serta mengembangkan rsa persaudaraan nasional serta kebangsaan
nadional .
2.merupakan kebanggaan , kecintaan , turut memiliki bangsa dan nera dikalangan generasi
muda
3.mewudkan kader kader patriot negara bangsa dan negara ketahanan nasional
pengembangan dan penerusan nilai cita cita proklamasi kemerdekan 17 agustus 1945.
4.mengembangkan sikap disiplin dan tertib serta mengikutsertakan pada peringatan hari hari
bersejarah.
5.mempersiapkan anggota paskibra sekolah dab kotamadya serta dua orang wakil terbaik
masing masing stu putra satu putri untuk mengikuti seleksi calon Paskibraka tingkat
kecamatan, kotamadya dan perovibsi pada tahun ke dua pendidikan dan latihan

Latihan pendidikan dasar:


1.pemberian materi dasar selama setahun
2.pemberian tugas penugasa
3.latihan PBB dan TUB
4.penanaman fisik dan mental serta kepribadian

MATERI PASKIBRA

MOTO PASKIBRA

Paskibra tidak pernah salah


Pakibra tidak pernah kalah
Paskibra tidak pernah jatuh

Takut mati jangan hidup


Takut Hidup mati sekalian

Jika ada seribu paskibra,paskibra ada satu


Jika ada seratus paskibra,paskibra tetap ada satu
Jika ada sepuluh paskibra,paskibra yakin tetap ada satu
Jika ada satu paskibra,ya itulah kami

SEMBOYAN PASKIBRA : SATOTEMA

SA : Salam artinya mengucapkan salam apabila bertemu


TO : Tolong artinya saling tolong menolong sesama capas atau kepada organisasi lain
TE : Terima kasih artinya mengucapkan terima kasih apabila di beri sesuatu oleh senior baik
hadiah maupun sangsi.
MA : Maaf artinya mengucapkan maaf apabila melakukan kesalahan peraturan dan tata
tertib yang ada pada Paskibra.

ARTI LAMBANG PASKIBRA :

Lambang berupa bunga teratai yang tumbuh dari lumpur (tanah) dan berkembang di atas
air, hal ini bermakna bahwa anggota Paskibra adalah pemuda yang tumbuh dari bawah
(orang biasa) dari tanah air yang sedang berkembang dan membangun Bangsa.
• Tiga kelopak mendatar yaitu tiga sikap yang harus dimiliki Paskibra :
1. Disiplin
2. Aktif
3. Gembira
• Tiga kelopak menjulang ke atas yaitu tiga jiwa yang dimiliki Paskibra :
1. Belajar
2. Bekerja
3. Berlatih
• Enam belas mata rantai lingkaran yaitu melambangkan putri
• Enam belas belah ketupat yaitu melambangkan putra
• Warna Hijau berarti Prinsip pemuda

PANCA PASKIBRA :

1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa


2. Menanamkan disiplin pribadi yang tinggi
3. Taat dan patuh terhadap peraturan dan tata tertib yang ada
4. Hormat menghormati dan sopan santun terhadap sesama
5. Cinta alam siap menjaga dan melestarikannya

PERATURAN BARIS – BERBARIS (PBB)

A. PENGERTIAN BARIS BERBARIS

Baris-berbaris adalah satu wujud latihan fisik yang diperlukan guna menanamkan disiplin,
mempertebal rasa dan semangat yang tinggi, patriotisme serta tanggung jawab tinggi bagi
para siswa sehingga diperoleh sikap lahir (ketegapan, ketangkasan kelincahan, kerapihan)
dan sikap batin (ketaatan, keikhlasan, disiplin) yang diharapkan.

B. MAKSUD DAN TUJUAN BARIS BERBARIS

1. Tujuan umum
Baris-berbaris adalah merupakan awal latihan bela Negara sesuai dengan hak dan
kewajiban setiap warga Indonesia seperti yang tercantum dalam UUD 1945.

2. Tujuan Khusus
Baris-berbaris adalah menanamkan rasa disiplin, mempertebal rasa dan semangat
kebangsaan dan patriotisme bagi siswa sehingga tumbuh tanggung jawab yang tinggi,
menumbuhkan sikap jasmani yang tegap serta menumbuhkan rasa senasib
sepenanggungan.

C. LANDASAN HUKUM PERATURAN BARIS BERBARIS

1. UUD 1945
2. Undang-undang Nomor 20 tahun 1982
3. Keputusan Mentri Pendidikan dan kebudayaan No. 0641/U/1984
4. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dalam OSIS
5. Surat Keputusan Panglima Angkatan Bersenjata Nomor : Skep/611/X/1985

D. MACAM MACAM ABA ABA DALAM BARIS BERBARIS


Aba-aba adalah perintah yang diberikan oleh seorang komandan atau pimpinan pada
pasukan untuk dilaksanakan serentak pada waktu yang sama dan dengan berurut.

Macam-macam Aba-aba :
1. Aba-aba Petunjuk
Adalah aba-aba yang dipergunakan jika perlu untuk menegaskan maksud dari aba-aba
peringatan dan pelaksana
Contoh : Kepada pembina upacara
Kepada bendera merah putih

2. Aba-aba Peringatan
Adalah aba-aba yang inti perintahnya sudah cukup jelas untuk dapat dilaksanakan (tidak
ragu)
Contoh : L e n c a n g k a n a n
Haluankanan

3. Aba-aba Pelaksanaan
Adalah Aba-aba yang dilaksnakan secra serentak berturut-turut atau saat pelaksanaan dari
aba-aba petunjuk dan peringatan.
• Aba-aba GERAK digunakan untuk gerak ditempat
• Aba-aba JALAN digunakan untuk meninggalkan tempat
• Aba-aba MULAI digunakan untuk pelaksanaan atau perintah yang harus dilaksanakan
secara berturut-turut.

APLIKASI/PENGGUNAAN ABA-ABA
•K
​ epada Pembina upacara – H o r m a t = GERAK
• Pasukan satu – L a n g k a h t e g a p m a j u = JALAN
• Semua pasukan – B e r h i t u n g = MULAI

E. MACAM MACAM GERAKAN DALAM BARIS BERBARIS

1.Gerak di tempat
1). Sikap sempurna 6). Hadap Kanan/kiri
2). Istirahat di tempat 7). Balik Kanan
3). Parade Istirahat 8). Hadap serong kanan/kiri
4). Lencang kanan/kiri 9). Jalan ditempat
5). Lencang depan 10). Hormat bendera/Pembina

2.Gerak meninggalkan tempat


1). Langkah tegap, langkah biasa, langkah parade
2). Langkah ke kanan/kiri/ke depan / ke belakang
3). Langkah lari
4). Haluan Kanan/kiri

4. Macam-macam Langkah
a. Langkah tegap panjangnya 70 cm tempo 96 tiap menit
b. Langkah biasa panjangnya 70 cm tempo 96 tiap menit
c. Laangkah perlahan panjangnya 40 cm tempo 80 tiap menit
d. Langkah ke depan panjangnya 60 cm tempo 70 tiap menit
e. Langkah ke belakang panjangnya 40 cm tempo 70 tiap menit
f. Langkah ke samping kanan/kiri panjangnya 40 cm tempo 70 tiap menit
g. Langkah diwaktu lari panjangnya 80 cm tempo 165 tiap menit

F. PENJELASAN GERAKAN DASAR

1. Sikap Sempurna
Aba-aba : S i a p = GERAK
Pelaksanaan : Badan berdiri tegap, kedua tumit rapat kedua kaki membentuk sudut 45o,
lutut lurus dan paha dirapatkan, perut ditarik sedikit dada dibusungkan, jari tangan
menggenggam, punggung ibu jari menghadap ke depan merapat pada jahitan celana, leher
lurus, mulut ditutup, mata memandang lurus ke depan.
2. Istirahat
Aba-aba : Istirahat – d i- t e m p a t = GERAK
Pelaksanaan : Kaki kiri dipindahkan ke samping kiri (± 30 cm), kedua belah lengan dibawa
ke belakang di bawah pinggang, punggung tangan kanan di atas telapak tangan kiri, tangan
kanan dikepalkan, tangan kiri memegang pergelangan tangan kanan di antara ibu jari dan
telunjuk.
Aba-aba terakhir : S i a p = GERAK
3. Jalan di tempat
Aba-aba : J a l a n d I t e m p a t = GERAK
Pelaksanaan : Gerakan dimulai dengan kaki kiri , lutut berganti-ganti diangkat sehingga
paha rata-rata air (horizontal). Badan tegap pandangan mata tetap ke depan, lengan
dirapatkan pada badan tidak dilenggangkan.
4. Lencang kanan/kiri (hanya dalam bentuk bersaf)
Aba-aba : L e n c a n g k a n a n / k i r i = GERAK
Pelaksanaan : Pasukan dalam keadaan sikap sempurna, , mengangkat lengan kanan/kiri ke
samping kanan/kiri , jari-jari tangan menggenggam, punggung tangan menghadap ke atas,
kepala dipalingkan ke kanan/kiri, kecuali penjuru kanan/kiri tetap ke depan.
Aba-aba terakhir : T e g a k = GERAK
5. Setengah Lencang Kanan/Kiri
Aba-aba : S e t e n g a n l e n c a n g K a n a n / K i r i = GERAK
Pelaksanaan : Pasukan dalam keadaan sikap sempurna, seperti lencang kakana/kiri tapi
tangan kanan/kiri dipinggang dengan siku menyentuh lengan disebelahnya, pergelangan
lurus, ibu jari disebelah belakang dan empat jarinya rapat satu dengan yang lainnya di
sebelah depan.
Aba-aba terakhir : T e g a k = GERAK
6. Lencang depan (hanya dalam bentuk berbanjar)
Aba-aba : L e n c a n g d e p a n = GERAK
Pelaksanaan : penjuru tetap sikap sempurna, banjar kanan nomor dua dan seterusnya
meluruskan ke depan dengan mengangkat tangan, Jika berbanjar tiga maka saf terdepan
mengambil satu lengan/ setengah lengan disamping kanan. Anggota yang berada di banjar
tengah dan kiri melaksanakan tanpa mengangkat tangan.
Aba-aba terakhir : T e g a k = GERAK
7. Hadap Kanan/kiri
Aba-aba : H a d a p k a n a n / k i r i = GERAK
Pelaksanaan : Kaki kiri/kanan diajukan melintang kedepan kaki kanan/kiri, lekuk kaki
kiri/kanan berada diujung kaki kanan. Tumit kaki kanan/kiri dengan badan diputar ke
kanan/kiri 90o, kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kanan/kiri seperti dalam keadaan sikap
sempurna
8. Hadap serong kanan/kiri
Aba-aba : H a d a p s e r o n g k a n a n / k i r i = GERAK
Pelaksanaan : Sama dengan hadap kanan/kiri, bedanya tumik kaki kanan/kiri dan badan
diputar 45o ke kanan/kiri
9. Balik Kanan
Aba-aba : B a l i k k a n a n = GERAK
Pelaksanaan : Kaki kiri diajukan melintang (lebih dalam dari hadap kanan) di depan kaki
kanan. Tumit kaki kanan beserta dengan badan diputar 180o. kaki kiri dirapatkan ke kaki
kanan seperti dalam keadaan sikap sempurna.
10. Hormat
Aba-aba : H o r m a t = GERAK
Aba-aba terakhir : T e g a k = GERAK
Pelaksanaan : Hormat pada Pembina posisi tangan merapat telapak tangan menutup ke
bawah, punggung tangan diperlihatkan, posisi sudut 450
Hormat pada bender merah putih, pelaksanaan sama dengan hormat pada Pembina, posisi
sudut 900.
11. Periksa Kerapihan
Aba-aba : P e r i k s a k e r a p i h a n = MULAI
Pelaksanaan : Pasukan dalam keadaan istirahat, Pada aba-aba peringatan , pasukan
serentak mengambil sikap sempurna, pada saat aba-aba pelaksanaan dengan serentak
membungkukkan badan dan mulai memeriksa atau membetulkan perlengkapannya dari
ujung kaki sanpai ke penutup kepala. Jika sudah rapi, komando memberikan
Aba-aba terakhir = SELESAI, pasukan dengan serentak mengambil sikap istirahat.

12. Cara Berhitung


Aba-aba : H i t u n g = MULAI
Pelaksanaan : Jika bersaf, aba-aba peringatan penjuru tetap menghadap ke depan,
sedangkan anggota lainnya pada saf depan memalingkan muka ke kanan , pada aba-aba
pelaksanaan berturut-turut dari penjuru kanan menyebut nomor sambil memalingkan muka
ke depan. Jika berbanjar maka semua dalam keadaan sikap sempurna Aba-aba terakhir
dikomandoi pasukan nomor terakhir S i a p = SELESAI

Anda mungkin juga menyukai