SEJARAH PASKIBRA
SMP NEGERI 7 PEMULUTAN
NAMA : KOMARUDIN
KELAS : VIII. 3
ANGKATAN : VIII
ALAMAT : PEGAYUT
i
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya
menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa
pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup
menyelesaikan dengan baik.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu
tentang PASKIBRA (Pasukan Pengibar Bendera),yang kami sajikan
berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di
susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang
datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun
dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan
akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang
lebih luas kepada pembaca.Walaupun makalah ini memiliki
kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan
kritiknya. Terima kasih.
Pemulutan, 24 Mei 2019
Penulis
i
DAFTAR ISI
1. Judul .........................................................................................................
2. Kata Pengantar ......................................................................................
3. Daftar Isi ...................................................................................................
4. Bab 1 Sejarah Paskibraka ......................................................................
5. Bab 2 Sejarah terbentuknya Paskibra SMPN 7 Pemulutan...............
6. Bab 3 Kisah Perjalanan saya dalam mengikuti Paskibra SMP
Negeri 7 Pemulutan ...............................................................................
7. Bab 4 Materi-materi SMP Negeri 7 Pemulutan ...................................
ii
BAB I
SEJARAH PASKIBRAKA INA
A. Sejarah Paskibra
Gagasan Paskibraka lahir pada tahun 1946, pada saat ibukota
Indonesia dipindahkan ke Yogyakarta. Memperingati HUT
Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-1, Presiden Soekarno
memerintahkan salah satu ajudannya, Mayor (Laut) Husein
Mutahar, untuk menyiapkan pengibaran bendera pusaka di
halaman Istana Gedung Agung Yogyakarta. Pada saat itulah, di
benak Mutahar terlintas suatu gagasan bahwa sebaiknya
pengibaran bendera pusaka dilakukan oleh para pemuda dari
seluruh penjuru Tanah Air, karena mereka adalah generasi penerus
perjuangan bangsa yang bertugas.
Tetapi, karena gagasan itu tidak mungkin terlaksana, maka
Mutahar hanya bisa menghadirkan lima orang pemuda (3 putra
dan 2 putri) yang berasal dari berbagai daerah dan kebetulan
sedang berada di Yogyakarta. Lima orang tersebut
melambangkan Pancasila. Sejak itu, sampai tahun 1949,
pengibaran bendera di Yogyakarta tetap dilaksanakan dengan
cara yang sama.
1
Ketika Ibukota dikembalikan ke Jakarta pada tahun 1950, Mutahar
tidak lagi menangani pengibaran bendera pusaka. Pengibaran
bendera pusaka pada setiap 17 Agustus di Istana Merdeka
dilaksanakan oleh Rumah Tangga Kepresidenan sampai tahun
1966. Selama periode itu, para pengibar bendera diambil dari para
pelajar dan mahasiswa yang ada di Jakarta.
Tahun 1967, Husein Mutahar dipanggil presiden saat itu, Soeharto,
untuk menangani lagi masalah pengibaran bendera pusaka.
Dengan ide dasar dari pelaksanaan tahun 1946 di Yogyakarta, dia
kemudian mengembangkan lagi formasi pengibaran menjadi 3
kelompok yang dinamai sesuai jumlah anggotanya, yaitu:
Pasukan 17 / pengiring (pemandu),
Pasukan 8 / pembawa bendera (inti),
Pasukan 45/pengawal.
Jumlah tersebut merupakan simbol dari tanggal Proklamasi
Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945 (17-8-45). Pada waktu itu dengan
situasi kondisi yang ada, Mutahar hanya melibatkan putra daerah
yang ada di Jakarta dan menjadi anggota Pandu/Pramuka untuk
melaksanakan tugas pengibaran bendera pusaka. Rencana
semula, untuk kelompok 45 (pengawal) akan terdiri dari para
mahasiswa AKABRI (Generasi Muda ABRI) namun tidak dapat
dilaksanakan. Usul lain menggunakan anggota pasukan khusus
2
ABRI (seperti RPKAD, PGT, KKO, dan Brimob) juga tidak mudah.
Akhirnya diambil dari Pasukan Pengawal Presiden (PASWALPRES)
yang mudah dihubungi karena mereka bertugas di lingkungan
Istana Kepresidenan Jakarta.
Mulai tanggal 17 Agustus 1968, petugas pengibar bendera
pusaka adalah para pemuda utusan provinsi. Tetapi karena belum
seluruh provinsi mengirimkan utusan sehingga masih harus
ditambah oleh eks-anggota pasukan tahun 1967.
Pada tanggal 5 Agustus 1969, di Istana Negara Jakarta
berlangsung upacara penyerahan duplikat Bendera Pusaka Merah
Putih dan reproduksi Naskah Proklamasi oleh Suharto kepada
Gubernur/Kepala Daerah Tingkat I seluruh Indonesia. Bendera
duplikat (yang terdiri dari 6 carik kain) mulai dikibarkan
menggantikan Bendera Pusaka pada peringatan Hari Ulang Tahun
Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1969 di Istana
Merdeka Jakarta, sedangkan Bendera Pusaka bertugas mengantar
dan menjemput bendera duplikat yang dikibar/diturunkan. Mulai
tahun 1969 itu, anggota pengibar bendera pusaka adalah para
remaja siswa SLTA se-tanah air Indonesia yang merupakan utusan
dari seluruh provinsi di Indonesia, dan tiap provinsi diwakili oleh
sepasang remaja putra dan putri.
3
Istilah yang digunakan dari tahun 1967 sampai tahun 1972
masih Pasukan Pengerek Bendera Pusaka. Baru pada tahun 1973,
Idik Sulaeman melontarkan suatu nama untuk Pengibar Bendera
Pusaka dengan sebutan Paskibraka. PAS berasal dari PASukan, KIB
berasal dari KIBar mengandung pengertian pengibar, RA berarti
bendeRA dan KA berarti PusaKA. Mulai saat itu, anggota pengibar
bendera pusaka disebut Paskibraka.
B. Lambang Purna Paskibraka
Seorang Paskibraka sedang bertugas.
Dalam organisasi Paskibraka, ada dua lambang, yaitu lambang
Paskibraka/Paskibra yaitu bergambarkan dua pemuda/pemudi
paskibraka menengok kekanan dengan seragam PDU adalah
lambang aktif anggota paskibra/paskibraka yang sedang
bertugas, dan ada lambang kedua yaitu lambang Purna
Paskibraka Indonesia yang berlambangkan daun dan bunga
teratai. Penjelasan lambangnya sebagai berikut:
tiga helai daun yang tumbuh ke atas: artinya paskibraka
harus belajar, bekerja, dan berbakti
tiga helai daun yang tumbuh mendatar/samping: artinya
seorang pakibra harus aktif, disiplin, dan bergembira
4
Artinya adalah bahwa setiap anggota paskibraka memiliki
jiwa yang sangat mulia. dan mengapa Lambang Anggota
Paskibraka dilambangkan dengan Bunga Teratai. Karena Bunga
Teratai tumbuh di lumpur dan berkembang diatas air yang
bermakna bahwa anggota Paskibraka adalah pemuda dan
pemudi yang tumbuh dari (Orang Biasa) tanah air yang sedang
bermekar/berkembang dan membangun.
C. Makna Purna Paskibraka Indonesia (PPI), Paskibra, Paskibraka
dan Purna Paskibraka
Purna Paskibraka Indonesia, atau disingkat PPI, merupakan
organisasi yang beranggotakan mereka yang pernah bertugas
sebagai anggota Paskibraka pada peringatan Hari Kemerdekaan
Republik Indonesia, baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi atau
nasional.
Paskibra merupakan pasukan pengibar bendera yang tidak
bertugas sebagai pengibar bendera pusaka di tingkat kota,
provinsi, dan nasional, namun hanya bertugas di sekolah. Paskibra
merupakan anggota yang mengikuti ekstra kurikuler Paskibra di
sekolah tetapi tidak diutus untuk menjadi Paskibraka, anggota
Paskibra yang telah mengikuti seleksi Paskibraka tetapi tidak lolos,
5
dan/atau anggota yang mengikuti perlombaan baris-berbaris
paskibra yang tidak diutus menjadi Paskibraka.
Paskibraka merupakan pasukan pengibar bendera pusaka
yang di mana anggotanya melakukan tugas pengibaran dan/atau
penurunan bendera duplikat pusaka merah putih di tingkat kota,
provinsi, dan nasional.
Purna Paskibraka adalah sebutan bagi anggota Paskibraka yang
telah mengikuti pelatihan Pandu Ibu-Indonesia Berpancasila dan
selesai menjalankan tugas pengibaran bendera pusaka.
D. Latihan Dan Persiapan Paskibraka Sebelum 17 Agustus (Hut-RI)
Paskibraka diawali dengan seleksi dari tingkat Kota/Kabupaten
pada bulan Maret dan April. Yang berhasil lolos akan dikirim ke
seleksi tingkat Provinsi pada bulan Mei. Dari seleksi tingkat provinsi
akan dikirim dua pasang putra dan putri ke seleksi tingkat nasional
pada bulan Juni. Seleksi tingkat nasional akan menetapkan satu
pasangan putra dan putri terbaik dari setiap provinsi untuk mewakili
provinsi yang bersangkutan menjadi Anggota Paskibraka Nasional
yang bertugas mengibarkan bendera di Istana Merdeka.
Anggota Paskibraka tingkat Nasional biasanya memasuki
asrama Pelatihan pada minggu terakhir bulan Juli. Selama tiga
minggu mereka akan menjalani latihan baris berbaris dan formasi
6
pengibaran bendera di Pusat Pelatihan Paskibraka Cibubur. Setelah
melaksanakan gladi kotor dan gladi bersih pada tanggal 14 dan 15
Agustus, mereka akan mengikuti upacara Pangukuhan pada
tanggal 16 Agustus. Keesokan harinya, tanggal 17 Agustus,
anggota Paskibraka melaksanakan tugas utama pengibaran
bendera pusaka pada pagi hari dan penurunan bendera pada
sore hari.
Selain mengikuti latihan fisik baris berbaris, anggota Paskibraka
juga mengikuti latihan mental spiritual dan kepemimpinan yang
disebut Latihan Pandu Ibu-Indonesia Berpancasila. Latihan ini
bermaksud mempersiapkan anggota Paskibraka menjadi putra-
putri Indonesia terbaik yang akan menjadi generasi penerus dan
calon-calon pemimpin pada masa depan. Pelatihan ganda seperti
itu sudah ditradisikan sejak tahun 1968, namun untuk lebih
menyeragamkan pelatihan tersebut ke tingkat provinsi dan
kabupaten/kota, pemerintah telah mengeluarkan pedoman
berupa Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora)
No. 065 Tahun 2015.
7
E. Pembentukan Formasi Pasukan
Formasi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. Paling depan
adalah pasukan 17, dibelakangnya adalah pasukan 8, dan paling
belakang adalah pasukan 45 beranggotakan TNI/POLRI
Pada dasarnya Paskibraka terdiri dari 3 tingkatan, yaitu tingkat
Kota/Kabupaten, Provinsi, dan Nasional. Untuk tingkat
Kota/Kabupaten yaitu melaksanakan tugas di Kota asal Paskibraka
tersebut dengan inspektur upacara yaitu Wali Kota/setara.
Pembentukan Tingkat Provinsi yaitu diseleksi dari kota-kota pada
provinsi tersebut dan akan diutus ke ibukota provinsi dari kota-kota
di provinsi daerah asal, Paskibraka pada tingkat ini melaksanakan
tugas di ibukota Provinsi dengan inspektur upacara yaitu
Gubernur/setara. Dan yang akhir yaitu tingkat Nasional yaitu
Paskibraka yang diseleksi dari seluruh provinsi di Indonesia yang
tiap-tiap provinsi akan mengutus satu putra dan satu putri terbaik
dan tingkat ini melaksanakan tugas di Istana Merdeka Jakarta,
dengan inspektur upacara yaitu Presiden Republik Indonesia.
Paskibraka dibagi menjadi dua tim tugas yaitu pasukan yang
melakukan tugas pagi sebagai pengibar bendera dan tugas sore
sebagai pasukan penurunan bendera.
Formasi khusus Paskibraka yaitu:
8
1. Kelompok 17 berposisi di paling depan sebagai
pemandu/pengiring dengan dipimpin oleh suatu Komandan
Kelompok (Danpok). Kelompok 17 Ini seluruhnya merupakan
anggota Paskibraka.
2. Kelompok 8 berposisi di belakang kelompok 17 sebagai
pasukan inti dan pembawa bendera. Di kelompok ini
terdapat 4 anggota TNI atau POLRI sebagai pengawal dan 2
putri Paskibraka sebagai pembawa bendera (sekarang
hanya satu pembawa bendera), 3 putra Paskibraka
pengibar/penurun bendera, dan 3 putri Paskibraka di saf
belakang sebagai pelengkap/pagar.
3. Pasukan 45 berposisi di belakang kelompok 8 sebagai
pasukan pengawal/pengaman dan merupakan anggota
dari TNI atau POLRI dengan senjata lengkap. Untuk tingkat
nasional (di istana negara), pasukan 45 terdiri dari anggota
paspampres.
4. Pasukan yang melakukan pengibaran/penurunan bendera
dipimpin oleh Komandan Pasukan (Danpas) yang posisinya di
sebelah kanan Komandan Kelompok (Danpok) 17. Danpas
merupakan perwira TNI atau POLRI minimal berpangkat
letnan atau inspektur hingga kapten atau ajun komisaris polisi
(AKP).
9
F. Makna Merah Putih
Prosesi Pengibaran Sang Saka Merah Putih oleh Paskibraka
saat HUT RI 17 Agustus. Bendera Negara Republik Indonesia, yang
secara singkat disebut Bendera Negara, adalah Sang Saka Merah
Putih (bendera asli jahitan tangan ibu Fatmawati), Sang Merah
Putih, Merah Putih, atau kadang disebut Sang Dwiwarna (dua
warna). Bendera Negara Sang Merah Putih berbentuk empat
persegi panjang dengan ukuran lebar 2/3 (dua-pertiga) dari
panjang serta bagian atas berwarna merah dan bagian bawah
berwarna putih yang kedua bagiannya berukuran sama.
Makna merah putih
Warna merah-putih bendera negara diambil dari warna panji
atau pataka Kerajaan Majapahit yang berpusat di Jawa Timur
pada abad ke-13.[1] Akan tetapi ada pendapat bahwa pemuliaan
terhadap warna merah dan putih dapat ditelusuri akar asal-
mulanya dari mitologi bangsa Austronesia mengenai Bunda Bumi
dan Bapak Langit; keduanya dilambangkan dengan warna merah
(tanah) dan putih (langit). Karena hal inilah maka warna merah
dan putih kerap muncul dalam lambang-lambang Austronesia —
dari Tahiti, Indonesia, sampai Madagaskar. Merah dan putih
kemudian digunakan untuk melambangkan dualisme alam yang
saling berpasangan.[2] Catatan paling awal yang menyebut
10
penggunaan bendera merah putih dapat ditemukan dalam
Pararaton; menurut sumber ini disebutkan balatentara
Jayakatwang dari Gelang-gelang mengibarkan panji berwarna
merah dan putih saat menyerang Singhasari. Hal ini berarti sebelum
masa Majapahit pun warna merah dan putih telah digunakan
sebagai panji kerajaan, mungkin sejak masa Kerajaan Kediri.
Pembuatan panji merah putih pun sudah dimungkinkan dalam
teknik pewarnaan tekstil di Indonesia purba. Warna putih adalah
warna alami kapuk atau kapas katun yang ditenun menjadi
selembar kain, sementara zat pewarna merah alami diperoleh dari
daun pohon jati, bunga belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi), atau
dari kulit buah manggis.
Sebenarnya tidak hanya kerajaan Majapahit saja yang
memakai bendera merah putih sebagai lambang kebesaran.
Sebelum Majapahit, kerajaan Kediri telah memakai panji-panji
merah putih. Selain itu, bendera perang Sisingamangaraja IX dari
tanah Batak pun memakai warna merah putih sebagai warna
benderanya , bergambar pedang kembar warna putih dengan
dasar merah menyala dan putih. Warna merah dan putih ini adalah
bendera perang Sisingamangaraja XII. Dua pedang kembar
melambangkan piso gaja dompak, pusaka raja-raja
Sisingamangaraja I-XII.[3] Ketika terjadi perang di Aceh, pejuang –
11
pejuang Aceh telah menggunakan bendera perang berupa
umbul-umbul dengan warna merah dan putih, di bagian belakang
diaplikasikan gambar pedang, bulan sabit, matahari, dan bintang
serta beberapa ayat suci Al Quran.[4] Di zaman kerajaan Bugis
Bone,Sulawesi Selatan sebelum Arung Palakka, bendera Merah
Putih, adalah simbol kekuasaan dan kebesaran kerajaan
Bone.Bendera Bone itu dikenal dengan nama Woromporang.[5]
Panji kerajaan Badung yang berpusat di Puri Pamecutan juga
mengandung warna merah dan putih, panji mereka berwarna
merah, putih, dan hitam[6] yang mungkin juga berasal dari warna
Majapahit.
Pada waktu perang Jawa (1825-1830 M) Pangeran
Diponegoro memakai panji-panji berwarna merah putih dalam
perjuangannya melawan Belanda. Kemudian, warna-warna yang
dihidupkan kembali oleh para mahasiswa dan kemudian nasionalis
di awal abad 20 sebagai ekspresi nasionalisme terhadap Belanda.
Bendera merah putih digunakan untuk pertama kalinya di Jawa
pada tahun 1928. Di bawah pemerintahan kolonialisme, bendera
itu dilarang digunakan. Bendera ini resmi dijadikan sebagai
bendera nasional Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, ketika
kemerdekaan diumumkan dan resmi digunakan sejak saat itu pula.
12
BAB 4
MATERI-MATERI SMP NEGERI 7 PEMULUTAN
A. JANJI PASKIBRAKA
Kami putra putri bangsa Indonesia yang dilatih untuk berdisiplin,
berani, tegas dan bertanggung jawabm bersama berjuang dan
mempertahankan negara, mengharumkan nama bangsa, serta
mengibarkan bendera merah putih, merasa bersyukur telah
menjadi anggota Paskibra dan berjanji :
1. Percaya dan takwa kepada Tuhan YME
2. Menjaga nama baik Paskibra baik perkataan maupun
tingkah laku
3. Disiplin dalam latihan dan waktu
4. Rela meninggalkan kepentingan pribadi demi Paskibra
5. Tidak mengeluh dalam waktu latihan
6. Mentaati peraturan yang ada didalam Paskibra
7. Saling menghormati sesama anggota Paskibra
B. PASAL PASKIBRA
1. Senior tidak pernah salah
2. Jika senior salah kembali ke Pasal 1
3. Kepatuhan kepada senior
C. BERSATU DALAM PASKIBRA
Hari ini kami bersama-sama bersatu dalam Paskibra tetap jaya
untuk selamanya yang kudapat bukan iri dan dengki bukan
bersifat sombong sok jagoan dan juga sok hebat.
13
Maaf bukan Paskibra bila bersifat seperti itu tetapi kami
belajarbijak dan bukan sok hebat. Semoga Tuhan melindungi
kami dalam Pelantikan Paskibra dimalam hari ini. Mudah-
mudahan Paskibra tetap jaya bersatu. Selamanya salam
Paskibra bersatu selamanya.
D. LARANGAN DALAM PASKIBRA
No Larangan Paskibra Poin
Dilarang adanya permusuhan
1 30
sesama anggota Paskibra
Tidak boleh melakukan hal yang
2 30
memalukan nama Paskibra
3 Dilarang tidak mengikuti apel 25
Bagi laki-laki tidak boleh rambut
4 25
panjang
Bagi perempuan tidak boleh
5 25
memakai seragam terbuka
6 Dilarang memakai aksesoris 15
Dilarang membawa senjata tajam,
7 merokok, dan minuman keras, dan 50
obat’’an larang
8 Dilarang pacaran dalam Paskibra 50
Dilarang untuk mengubah
9 membantak perintah keputusan 15
senior
Saat upacara tidak boleh
10 berbicara bercanda dan gerak- 20
gerak
14
Saat bendera merah putih baik
11 15
diwajibkan hormat
Bagi perempuan kaos kaki
panjang minimal diatas dengkul
12 20
dan memakai jilbab memakai
lejing
Dilarang membawa HP, Senjata
13 30
tajam
Bagi perempuan diwajibkan
14 membawa alat shalat begitupun 30
laki-laki
15 Tidak boleh merokok 50
16 Bagi laki-laki baju dimasukkan 15
17 Terlambat masuk latihan 2x apel 20
18 Dilarang tidak membawa buku 15
19 Tidak memakai atribut lengkap 20
15
20 Tidak boleh berkuku panjang 10
21 Tidak boleh membawa make up 20
E. LAMBANG PASKIBRA
Lambang dari organisasi Paskibraka adalah bunga teratai :
1. Tiga helai daun yang tumbuh keatas artinya paskibraka
harus belajar, bekerja, dan berbakti.
2. Tiga helai daun yang tumbuh mendatar / samping artinya
seorang adalah bahwa setiap anggota Paskibra memiliki
jiwa yang sangat mulia, dan mengapa lambang paskibra
dilambangkan sebagai bunga teratao, karena bunga
teratai tumbuh di lumpur dan berkembang diatas air yang
bermakna bahwa setiap anggota paskibra adalah pemuda
dan pemudi yang tumbuh dari orang biasa ditanah air yang
bermekaran berkembang dan membangun.
F. UKURAN BENDERA DAN TIANG BENDERA
1. Ukuran bendera maksimal panjang 3 m dan lebar 2 m
2. Ukuran bendera minimal panjang 2 m lebar 1 m.
3. Ukuran tiang bendera maksimal 17 m minimal 7 m
4. Bendera merah putih terbuat dari kain sutra yang ditenun
Rakyat Sulawesi dan dijahit. Dijahit oleh Ibu Fatmawati (Istri
Soekarno)
5. Bendera merah putih pertama kali dikibarkan pada tanggal
17
16
G. SEJARAH BURUNG GARUDA
Garuda Pancasila adalah lambang negara Indonesia yang
digambarkan dengan seksor burung garuda yang menoleh ke
kanan dan memegang pita tertuliskan ‘’Bhineka Tunggal Ika’’.
Lambang negara ini dirancang oleh Sultan Hamid II dan
diresmikan pada tanggal 11 Februari 1950 saat berlangsungnya
sidang Kabinet Indonesia Serikat Garuda Pancasila sebagai
lambang negara diatur Pengamayi di dalam Peraturan
Pemerintah Bo, 43/1958 PPNo.43/1958 disebut terdiri dan isi pasal
dalam Pasar.
H. PASKIBRA
Jam datang ke SMP Negeri 7 Pemulutan : 13.30 WIB
Jam Apel dilapangan : 13.45 WIB
Jam Sholat Ashar : 15. 45 WIB
Jam Pulang ke rumah : 17.00 WIB
17