Anda di halaman 1dari 17

Pembahasan Teori

-Lensa atau sering disebut kanta adalah sebuah alat untuk mengumpulkan atau menyebarkan
cahaya, biasanya dibentuk dari sepotong gelas yang dibentuk.

OPTIK
pengertian optik adalah suatu alat yang bekerja dengan prinsip cahaya. Alat optik memudahkan
hidup manusia dalam melihat atau mengabadikan segala sesuatu. Melalui alat optic, kamu bisa
menikmati keindahan alam, mengabadikan momen-momen terbaik, dan memperjelas objek-
objek kecil.

Jenis-jenis Alat Optik dan Fungsinya


Berikut adalah jenis-jenis alat optik beserta fungsi yang ada di dalamnya:
1. Mata
Mata adalah salah satu organ tubuh yang berperan sebagai indera penglihatan. Mata dapat
menangkap perubahan cahaya. Dan perubahan spektrum cahaya membuat mata dapat melihat
warna.
Memhutip buku Pocket Book SMA/MA Fisika (2020), mata bekerja dengan cara menerima,
memfokuskan, dan mentransmisikan cahaya melalui lensa mata, sehingga menghasilkan
bayangan objek yang ditangkap retina mata. Bayangan objek tersebut selanjutnya dikirm ke otak
melalui untuk diolah menjadi gambar yang dapat dilihat secara nyata.

1. Lensa mata
Lensa mata merupakan benda bening berbentuk cembung yang terdapat di dalam bola mata dan
terletak persis di belakang iris. Lensa mata berfungsi memfokuskan agar cahaya atau bayangan
yang masuk jatuh di retina. Lensa mata dapat memipih dan mencembung. Kemampuan ini
disebut daya akomodasi mata. Mata akan mencembung jika melihat benda-benda yang dekat dan
memipih jika melihat benda yang letaknya jauh.

2. Kornea
Kornea merupakan selaput luar mata yang tidak berwarna (bening). Kornea berfungsi
melindungi bagian-bagian mata yang berada di dalamnya. Selain itu, juga berfungsi menerima
rangsangan cahaya dan meneruskannya sampai ke mata bagian dalam. Kornea selalu bersih
karena dibasahi oleh air mata yang dihasilkan kelenjar air mata.

3. Pupil
Pupil adalah bagian mata yang berupa sebuah lubang kecil yang berfungsi mengatur jumlah
cahaya yang masuk ke bola mata. Besar kecilnya pupil diatur oleh iris. Ketika cahaya yang
datang terlalu terang, pupil akan mengecil. Sedangkan saat cahaya yang datang terlalu redup,
pupil akan membesar. Mekanisme kerja pupil ini membantu mata agar dapat menerima cahaya
dalam jumlah tepat.

4. Iris
Iris adalah lapisan di depan lensa yang dapat memberikan warna pada mata. Misalnya, warna
coklat, hitam, hijau, dan biru. Iris berfungsi mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke mata.
Jika cahaya yang masuk mata terlalu terang, iris akan menyipit. Penyipitan ini menyebabkan
pupil mengecil. Akibatnya, cahaya yang masuk mata sedikit. Jika cahaya terlalu redup, iris akan
melebar sehingga pupil akan membesar dan mengakibatkan cahaya yang masuk mata lebih
banyak.

5. Retina
Retina merupakan lapisan paling dalam dari bola mata. Retina berfungsi menerima cahaya dan
tempat jatuhnya bayangan benda. Retina terdiri atas serangkaian saraf dan alat penerima
(reseptor) yang rumit, dinamakan dengan sel batang (rods) dan sel kerucut (cones) yang
berfungsi untuk mengubah energi cahaya menjadi sinyal listrik yang berjalan di sepanjang
serabut saraf.

6. Otot Akomodasi (Otot Siliar)


Otot akomodasi atau otot siliar atau otot lensa adalah otot yang menempel pada lensa mata.
Bagian ini berfungsi mengatur kelengkungan lensa mata. Pengaturan kelengkungan ini
diperlukan agar bayangan benda jatuh tepat di retina.
7. Aqueous humor
Aqueous humour merupakan cairan di depan lensa mata untuk membiaskan cahaya ke dalam
mata.

8. Vitreus humor
Vitreous humour adalah cairan di dalam bola mata yang berfungsi untuk meneruskan cahaya dari
lensa ke retina. Bersama dengan Aqueous humour, vitreous humour berfungsi memberi bentuk
pada mata serta mengukuhkan mata.

9. Bintik kuning
Bintik kuning adalah bagian mata yang paling sensitif terhadap cahaya. Saat bayangan benda
jatuh pada bagian mata ini, benda tersebut akan sangat terlihat jelas, sementara jika bayangan
benda jatuh sebelum atau sesudah bintik kuning, maka benda tersebut tidak terlihat jelas (lamur).

10. Bintik buta


Bintik buta atau blind spot adalah bagian mata yang tidak sensitif terhadap cahaya.
Jika bayangan benda jatuh tepat pada bagian ini, maka benda tampak tidak jelas/kabur atau
bahkan tidak dapat terlihat oleh mata.

11. Saraf Optik


Syaraf optik adalah bagian mata yang berfungsi meneruskan informasi bayangan benda yang
diterima retina menuju otak. Melalui saraf inilah sebetulnya kita dapat menentukan bagaimana
bentuk suatu benda yang kita lihat. Jika syaraf optik ini rusak, itu berarti kita tidak dapat melihat
alias buta.

12. Sklera
Sklera adalah bagian dinding putih mata. Bagian ini memiliki ketebalan rata-rata sekitar 1 mm,
akan tetapi ia juga dapat menebal hingga 3 mm karena adanya otot irensi. Sklera berfungsi untuk
melindungi bola mata terhadap ganguan luar yang bersifat mekanis (ex. benturan) serta berfungsi
untuk menjaga bentuk bola mata.

13. Koroid
Koroid merupakan sebuah membran yang terdiri atas pigmen dan pembuluh darah. Koroid
berfungsi untuk memelihara retina dan mencegah terjadinya pemantulan cahaya di dalam ruang
internal mata dengan cara menyerap cahaya yang tidak diperlukan.

14. Konjungtiva
Konjungtiva adalah lapisan epidermis lanjutan dari kulit. Konjungtiva berfungsi untuk
melindungi kornea mata di bagian depan bola mata terhadap gesekan.

15. Fovea sentralis


Fovea sentralis adalah daerah kecil yang terletak di pusat retina mata dengan diameter 0,25 mm.
Pada bagian ini terdapat sel-sel fotoreseptor kerucut dengan bentuk hampir menyerupai sel
batang. Fovea sentralis merupakan area yang terspesialisasi untuk penglihatan warna dan
visualisasi bayangan secara mendetail.

16. Bulu mata


Bulu mata berfungsi untuk menjaga mata dari masuknya benda-benda asing berukuran kecil
seperti debu atau pasir.

17. Alis
Alis berfungsi menahan air keringat atau air yang jatuh dari kening (dahi) agar tidak masuk ke
dalam mata. Beberapa orang mencukur alisnya, padahal secara logika mencukur alis sebetulnya
tidak baik.
18. Kelopak mata
Kelopak mata berfungsi untuk menjaga bola mata dari masuknya benda asing dari luar mata
seperti debu, goresan, pasir, atau asap. Selain itu, bagian mata ini juga berfungsi untuk menyapu
bola mata dengan cairan dan mengatur jumlah cahaya yang masuk menuju mata. Fungsi-fungsi
dari kelopak mata ini ditunjang oleh mekanisme buka tutup (berkedip) oleh otot kelopak.

19. Kelenjar lakrima


Kelenjar lakrima atau kelenjar air mata adalah bagian mata yang berfungsi menghasilkan air
mata. Air mata bermanfaat untuk melembabkan mata, membersihkan mata dari debu, serta
mematikan kuman yang masuk ke mata.

20. Saluran air mata


Bagian ini merupakan tempat mengalirnya air mata yang terjadi ketika kita mengalami perasaan
sedih, menangis, marah dan juga ketika mata kemasukan benda dari luar serta ketika mata kita
sedang lelah.

2. Kacamata
Kacamata adalah alat optik yang berfungsi untuk membantu orang yang mempunyai kelainan
cacat mata agar dapat melihat secara jelas. Ada kacamata yang menggunakan lensa cembung dan
ada juga yang lensa cekung. Penggunaan kacamata disesuaikan dengan jenis cacat matanya.

3. Kamera
Kamera adalah alat yang berfungsi untuk menghasilkan foto. Cara kerja kamera hampir sama
dengan mata kita, yakni dengan memfokuskan cahaya yang masuk menggunakan lensa dan
selanjutnya ditangkap oleh sensor pada kamera

4. Mikroskop
Pengertian optik mikroskop yaitu sebuah alat yang digunakan untuk mengamati objek-objek
yang sangat kecil dan tidak bisa dilihat dengan mata biasa. Cara kerja mikroskop yaitu dengan
memperbesar bayangan hingga tampak lebih jelas dan besar dari aslinya.
5. Teropong
Teropong adalah alat optik yang dimanfaatkan untuk mengamati berbagai benda yang berada
jauh dari jangkauan, sehingga dapat terlihat lebih jelas. Teropong terdiri dari dua jenis yaitu
teropong bintang dan teropong bumi.
Teropong bintang digunakan untuk mengamati benda-benda angkasa, sedangkan teropong bumi
untuk mengamati benda-benda di bumi.
Itulah pengertian optik lengkap dengan jenis-jenis beserta fungsi yang dimilikinya. Berbagai alat
optik tersebut memudahkan manusia dalam melakukan pengamatan, khususnya yang
menggunakan indera penglihatan.

Jenis Jenis Cermin

Cermin Datar

Cermin datar adalah cermin yang biasa kita gunakan ketika bercermin. Sesuai namanya, cermin
tersebut bentuk permukaannya datar. Bayangan hasil pemantulan pada cermin datar adalah
maya, sama tegak dengan benda aslinya dan sama besar dengan benda aslinya.
Cermin datar memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
– Jarak bayangan ke cermin = jarak benda ke cermin.
– Tinggi bayangan yang berbentuk sama dengan tinggi bendanya.
– Bayangan bersifat maya.
Di dalam cermin datar terdapat empat sifat bayangan, yaitu :
– Maya.
– Sama besar dengan bidangnya.
– Sama tegak dan menghadap berlawanan arah terhadap bendanya.
– Jarak benda terhadap cermin sama dengan jarak bayangan terhadap cermin.

Contoh Soal dan Pembahasan


Beberapa contoh soal di bawah dapat sobat idschool gunakan sebagai latihan untuk mengukur
kemampuan bahawan di atas. Contoh soal yang diberikan telah dilengkapi pembahasan sehingga
dapat digunakan sebagai tolak ukur dalam menjawab soal. Selamat berlatih!

Contoh 1 – Banyak Bayangan Benda oleh 2 Cermin yang Membentuk Suatu Sudut

Dua buah cermin datar dipasang membentuk sudut 60o. Sebuah benda diletakkan di antara dua
cermin tersebut. Jumlah bayangan benda yang akan terbentuk pada kedua cermin adalah ….
A.     5 buah
B.     6 buah
C.     7 buah
D.     8 buah

Pembahasan:

Mencari jumlah bayangan benda yang akan terbentuk pada kedua cermin:

n = 360/α ‒ 1
n = 360/60 ‒ 1 = 6 ‒ 1 = 5 buah

Jadi, jumlah bayangan benda yang akan terbentuk pada kedua cermin adalah 5 buah.

Jawaban: A

Contoh 2 – Soal Tinggi Minimum Cermin Datar yang Dibutuhkan

Seseorang dengan tinggi badan 178 cm berdiri di depan cermin. Tinggi cermin minimal yang
dibutuhkan agar ia bisa melihat seluruh badannya di dalam cermin adalah ….
A.     63 cm
B.     65 cm
C.     67 cm
D.     69 cm

Pembahasan:

Tinggi minimum cermin datar yang dibutuhkan untuk menangkap seluruh benda yang ada di
depannya adalah ½ tinggi benda. Jadi, tinggi minimum cermin datar yang dibutuhkan untuk
menangkap semua badannya adalah

tcermin = ½ × 178 cm
tcermin = 69 cm

Jawaban: D

Contoh 3 – Jaral pada Cermin Datar

Rudi berdiri 60 cm di depan cermin dengan permukaan datar. Kemudian Ratna datang dan
berdiri 1 m di belakang Rudi. Jarak bayangan Rudi dari posisi Ratna berdiri adalah ….
A. 60 cm
B. 120 cm
C. 160 cm
D. 220 cm

Pembahasan:

Dikethaui bahwa jarak Rudi ke cermin sama dengan 60 cm, jarak tersebut sama dengan jarak
bayangan Rudi ke cermin. Jarak Ratna ke cermin sama dengan jarak Ratna ke Rudi ditambah
jarak Rudi ke cermin yaitu 1 m + 60 cm = 100 cm + 60 cm = 160 cm.

Sehingga, jarak bayangan Rudi ke posisi ratna dapat dihitung seperti cara berikut.

Jarak bayangan Rudi ke posisi Ratna


= jarak bayangan Rudi ke cermin + jarak Ratna ke cermin
= 60 cm + 160 cm
= 220 cm

Jarak bayangan Rudi dari posisi Ratna berdiri adalah 220 cm.

Jawaban: D
Cermin Cembung

cerrmin cembung adalah cermin yang permukaannya cembung dan bersifat divergen
(menyebarkan sinar). Pada cermin cembung, bagian mukanya berbentuk seperti kulit bola, tetapi
bagian muka cermin cembung melengkung ke luar.
Cermin cembung hanya dapat membentuk bayangan maya dari sebuah benda. Cermin cembung
digunakan untuk spion kendaraan dan cermin pengawas di toko swalayan. Cermin cembung
mempunyai sifat memperkecil bayangan benda dan menyebarkan sinar (divergen).

Sifat Cermin Cembung

Setelah ngerti pengertian cermin cembung dan gambarannya di atas, terus apa aja sifat-sifat
cermin cembung?

1. Menyebarkan cahaya

Dalam dunia pemantulan cahaya pada cermin, ada sinar datang dan sinar pantul yang disebut
sebagai sinar istimewa. Pada cermin cembung, ada tiga sinar istimewa yang terlibat.

2. Sifat bayangan cermin cembung: nyata, tegak diperkecil

Sebelum mengetahui sifat bayangan cermin cembung, elo perlu paham dulu tentang Dalil
Esbach, hukum alam pada cermin. Dalil Esbach berbunyi:

1) Jumlah nomor ruang benda dan bayangan sama dengan lima.

2) Untuk setiap benda nyata dan tegak, bayangan di depan cermin sifatnya nyata dan terbalik,
sedangkan bayangan di belakang cermin sifatnya maya dan tegak.

3) Kalau nomor ruang bayangan lebih besar daripada nomor ruang benda, ukuran bayangan lebih
besar daripada bendanya. Sebaliknya, kalau nomor ruang bayangan lebih kecil daripada nomor
ruang benda, ukuran bayangan lebih kecil daripada bendanya.

Fungsi Cermin Cembung

Setelah elo mengenali sifat bayangan cermin cembung, elo bisa tahu apa fungsi cermin cembung.
Fungsi cermin cembung yaitu:

1. Menyebarkan cahaya.

2. Membentuk bayangan benda yang maya.

3. Membentuk bayangan benda yang tegak.

4. Membentuk bayangan benda dengan ukuran yang lebih kecil.

Rumus Cermin Cembung

Sekarang, kalau elo nemu pertanyaan matematis tentang cermin cembung, gimana cara
ngitungnya?

Oke, kita misalkan jarak benda nyata ke permukaan cermin cembung sebagai S, dan jarak
bayangan benda ke permukaan cermin cembung adalah S’.

Hubungan antara S, S’, dan titik fokus diwujudkan dalam rumus cermin cembung berikut
Apa Itu Cermin Cekung?

Nah, sebelum gue membahas lebih jauh mengenai rumus cermin cekung dan sifat-sifatnya. 

Ada baiknya elo mempelajari dulu nih pengertian cermin cekung. Jadi, cermin cekung adalah
cermin memantulkan cahaya pada cekungan bagian dalam. 

Sebelum gua tunjukin gambar cermin cekung yang bakalan ditemuin dalam soal fisika, gua
pengen bahas dikit dulu fungsi-fungsi cermin cekung.

Sadar atau ga sadar, elo memanfaatkan cermin cekung dalam kehidupan sehari-hari lho. Berikut
ini adalah daftar dari fungsi cermin cekung di kehidupan sehari-hari:

 Pada cermin kosmetik yang digunakan untuk memperbesar refleksi wajah dan membantu
mencari komedo atau jerawat di wajah. 

 Pada senter genggam.

 Pada lampu senter mobil. 

 Pada antena parabola sebagai penerima sinyal. 

 Pada teleskop bintang. 

 Cermin gigi.

 Mikroskop.

berikut ini daftar sifat cermin cekung:

 Cermin cekung adalah cermin konvergen (pengumpul cahaya).

 Fokusnya selalu bernilai positif.

 Jika cermin cekung diletakkan sangat dekat dengan benda, diperoleh bayangan yang
diperbesar dan maya.

 Namun, jarak antara benda dan cermin diperbesar, maka ukuran bayangan berkurang dan
bayangan nyata.

 Bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung bisa besar atau kecil atau bisa nyata atau
maya.

Rumus Cermin Cekung


Untuk mengetahui rumus cermin cekung kita membutuhkan persamaan umum pembentukan
bayangan, yaitu:

Keterangan:

f: fokus
s: jarak benda
s’: jarak bayangan

Setelah itu, rumus lain yang dapat membantu dalam cermin cekung adalah rumus perbesaran
bayangan, yaitu:

Keterangan

M: perbesaran bayangan
s: jarak benda
s’: jarak bayangan
h’: tinggi bayangan
h: tinggi benda
Nomer 6

Anda mungkin juga menyukai