BERFIKIR SEBELUM BERTINDAK
ِ فَقِّرْ قَ ْب َل اَ ْن تَع yang akan berkaitan dengan surat Al-Mulk Ayat 10.
ْز َم
ِ فَقِّرْ قَ ْب َل اَ ْن تَع , berfikir sebelum bertindak. Sebagai manusia yang telah dikaruniai akal
ْز َم
oleh Allah SWT. sebaiknya kita gunakan akal kita untuk berfikir. Berfikir Tentang Apa ?....
Tentunya berfikir tentang segala hal yang mana pastinya terdapat kebenaran serta
kesalahan, lalu kemudian kita akan menemukan jawabannya yang haq (benar).
Dengan kita menggunakan akal kita untuk berfikir maka kita tidak akan celaka
nantinya, kita tidak akan ceroboh melakukan segala hal, dimana ketika kita sudah celaka dan
ceroboh maka penyesalan akan datang. Seperti yang telah kita ketehaui, penyesalan itu tidak
dapat mengulang segala kejadian yang telah membuat kita celaka, karena penyesalan itu
datangnya diakhir bukan diawal.
Rasulallah Saw bersabda “sesungguhnya seorang hamba yang berbicara mengucapkan kata-
kata tanpa dipikirkan dapat menyebabkan dia tergelincir kedalam neraka yang jaraknya lebih
jauh dari jarak antara timur dan barat (H.R. Bukhori Muslim).
Karena itu sebelum kita menyesal, alangkah baiknya kita fikirkan, kita telusuri, kita
fahami, kita tela’ah serta kita renungkan terlebih dahulu apa yang kita dengarkan dari orang
lain. Bisa jadi itu adalah sebuah tanda, isyarat atau peringatan untuk kita agar kita tidak
celaka nantinya.
Seperti halnya orang kafir yang menyesal karena tidak memikirkan apa yang telah di
dengarnya tentang peringatan dari Rasulullah SAW.
بِس ِْم هللاِ الرَّحْ َم ِن ال َّر ِحي ِْم. َأ ُعوْ ُذ بِا هللاِ ِمنَ ال َّس ْيطَا ِن ال َّر ِجي ِْم. قَا َل هللاُ تَ َعا لَي فِي ْالقُرْ َأ ِن ْال َك ِري ِْم.
ِ َوقَالُوْ ا لَوْ ُك َّن نَ ْس َم ُع َأوْ نَ ْعقِ ُل َما ُك َّن فِي َأصْ َحا
10 : الملك . ب ال َّس ِعي ِْر
Artinya : “Dan mereka berkata : ‘sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan
(peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-
nyala’.”
Pada ayat sebelumnya, menjelaskan tentang orang kafir yang ingkar kepada
Tuhannya, lalu mereka tidak mendengarkan peringatan Rasul tentang adzab neraka, sampai
ketika mereka berada di tempat kembali (akhirat), mereka menjadi penghuni neraka yang
menyala-nyala. Setiap kali mereka dimasukkan kedalam api neraka, api itu meledak seolah
marah. Lalu penjaga-penjaga neraka menyindir mereka (orang-orang kafir) dengan sebuah
pertanyaan “Apakah belum pernah ada orang yang datang memberi peringatan kepadamu
(di dunia) ?”. mereka pun menjawab : “Benar, sungguh, seorang pemberi peringatan telah
datang kepada kami, tetapi kami mendustakannya”. “sekiranya (dahulu) kami mendengarkan
atau memikirkan dengan maksud (memikirkan apa yang mereka dengarkan dari peringatan
Rasul yang telah Rasul sampaikan kepada mereka waktu di dunia), niscaya tidaklah kami
termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala”.
Jelaslah bahwa pada ayat tersebut menggambarkan tentang penyesalan dari orang-
orang kafir yang tidak menggunakan akalnya untuk berfikir tentang apa yang telah mereka
dengar dari peringatan Rasul tentang adzab di neraka.
Ayat ini, selain berlaku untuk orang-orang kafir. Berlaku pula untuk mu’min fasik,
pelaku maksiat dan pelanggar hukum Allah di alam dunia. Ketika di akhirat kelak, semua
mu’min fasik akan menyesal saat melihat kobaran api neraka yang menyala-nyala. Maka kita
selaku orang yang beriman (mu’minin dan mu’minat) harus selalu melakukan amal shaleh
(amalan-amalan yang baik dan terpuji) dan mudah-mudahan kita semua sebagai orang yang
beriman diberikan pengampunan di hari kiamat kelak oleh Allah SWT.
Sebagai manusia yang mulia, makhluk sempurna dengan akal yang telah Allah
karuniakan kepada kita semua. Gunakanlah akal kita untuk berfikir dari apa yang telah kita
dengarkan, dari apa yang telah kita ketahui dan kita dapatkan di dunia. Agar kelak kita tidak
termasuk golongan penhuni neraka yang menyala-menyala.
Semoga kita termasuk orang yang selalu berfikir sebelum bertindak, menjadi mu’min
yang shaleh dan mu’min yang termasuk golongan ahli surga di akhirat nanti.
BERPIKIR DAHULU SEBELUM BERBICARA
Tadi kita dengarkan firman Allah:
ُ َوقُلْ لِ ِعبَا ِدى يَقُولُوا الَّتِى ِه َي َأحْ َسنُ ِإ َّن ال َّش ْيطَانَ يَ ْن َز
ِ غ بَ ْينَهُ ْم ِإ َّن ال َّش ْيطَانَ َكانَ لِِإْل ْن َس
ان َع ُد ًّوا ُمبِينًا
“Katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: “Ucapkanlah kata-kata yang terbaik. Karena setan
mengadu-domba di antara manusia. Dan setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.’”
(QS. Al-Isra'[17]: 53)
Dalam ayat ini Allah memerintahkan kepada NabiNya untuk menyampaikan kepada hamba-
hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala agar ketika berbicara hendaknya mereka mikir terlebih
dahulu. Dan ini adalah sifat orang yang beriman, mereka sebelum ngomong mikir dulu,
bukan ceplas-ceplos dalam berbicara, bukan apa saja yang terbetik di hati langsung
ditorehkan dalam tulisan/status, sebelum ngomong mikir dulu.
Makanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
ْ َم ْن َكانَ يُْؤ ِمنُ بِاهللِ َو ْاليَوْ ِم اآل ِخ ِر فَ ْليَقُلْ خَ يْراً ًأوْ لِيَصْ ُم
ت
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, ucapkan yang baik atau diam.”
Ini menunjukkan harus mikir dulu sebelum ngomong.
Kalau seandainya hamba-hamba Allah melakukan perintah Allah ini, tentunya banyak
permasalahan yang tidak terjadi. Banyak permasalahan timbul karena banyak orang
berbicara/berkomentar asal ngomong, apa yang terbetik di hatinya langsung dia lepaskan,
apa yang terbetik di otaknya langsung dia lontarkan. Padahal setan mudah sekali mengadu-
domba di antara manusia.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
ِ ََّوقُولُوا لِلن
اس ُح ْسنًا
“Ucapkanlah kepada manusia kata-kata yang baik.” (QS. Al-Baqarah[2]: 83)
Dan yang menakjubkan dalam ayat ini, Allah mengatakan:
َُوقُلْ لِ ِعبَا ِدى يَقُولُوا الَّتِى ِه َي َأحْ َسن
“Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku untuk mengucapkan kata-kata yang terbaik.”
أحسنitu isim tafdhil, artinya adalah yang terbaik. Artinya kalau di depan kita ada 2, atau 3,
atau 4 ungkapan yang bisa kita ungkapkan, kita memilih yang terbaik. Dan ini mengharuskan
kita lebih banyak berpikir daripada banyak komentar.
Seandainya di depan kita ada 4 komentar yang mungkin kita ungkapkan dan kita punya
kemampuan untuk mengungkapkan dengan berbagai macam ungkapan, pilihlah ungkapan
yang terbaik. Dan ini adalah ibadah kepada Allah.
Ibadah bukan cuma baca Al-Qur’an, shalat, dalam berucap kepada orang lain pun kalau kita
jalankan karena perintah Allah, maka kita mendapatkan pahala.
Oleh karenanya masing-masing kita melatih diri untuk sebelum berbicara dia mikir dulu.
Terutama kepada orang-orang terdekat kita. Sebelum ngomong sama ibu/bapak kita, kita
mikir dulu. Sebelum ngomong sama istri/suami kita, kita mikir dulu. Sebelum ngomong sama
anak/tetangga/teman, kita mikir dulu.
Seandainya setiap kita mau berbicara kita mikir dulu, banyak pahala yang kita dapatkan,
karena kita menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala.
BERPIKIR SEBELUM BERTINDAK AGAR TIDAK MENYESAL
“Apabila engkau hendak mengerjakan suatu perkara, maka pikirkanlah dahulu akibat-nya,
apabila akibatnya baik kerjakanlah, apabila akibatnya buruk tinggalkanlah.” Riwayat Ibnu
Mubarok
Aktivitas adalah sesuatu yang lazim bagi setiap manusia baik bermain, belajar, beribadah
maupun bekerja. Akan tetapi dari sekian banyaknya aktivitas yang dilakukan oleh setiap
manusia pasti menimbulkan efek, baik efek positif maupun negatif.
Kedua efek ini dapat ditinjau dengan tinjauan agama, dunia, ataupun akhirat. Apabila
menurut ketiganya sudah selaras maka sudah bisa dijadikan tanda bahwa aktivitasnya
bernilai positif. Karena ketiga hal di atas adalah tolak ukur yang tidak boleh diabaikan oleh
setiap manusia yang menginginkan kebahagiaan dan keselamatan.
Setiap manusia mempunyai kesenangan masing-masing dalam beraktivitas. Kesenangan
yang berbeda di dalam beraktivitas karena dipengaruhi adanya akal yang berfungsi untuk
membedakan dan hati untuk merasakan apa yang diterima oleh nya.
Akal dan hati merupakan bagian dari panca indra yang paling urgen untuk kehidupan. Ibarat
akal, selain berfungsi sebagai pembeda juga masih banyak fungsi-fungsi yang terdapat di
dalam akal.
Seperti sebagai penyaring informasi, memikirkan yang baik dan yang buruk, yang benar dan
yang salah, yang berbahaya dan yang bermanfaat, dan lain sebagainya. Ibarat hati, selain
berfungsi sebagai perasa juga berfungsi sebagai pusat pengaturan peredaran darah, sebagai
pusat keputusan keinginan untuk
melakukan suatu perkara, sebagai pusat penyaringan setiap perkara yang diterima dari
panca indra lain nya, dan sebagai pusat penggerak anggota badan manusia.
Pada dasarnya manusia hidup tidak dapat mengabaikan semua aktivitas karena aktivitas
adalah sesuatu yang lazim baginya. Akan tetapi setiap manusia dapat mengabaikan aktivitas
yang tidak disenanginya baik itu yang bersifat mainan, pekerjaan, ataupun yang lain nya.
Alasan-alasan penting dibalik perilaku Berfikir sebelum bertindak
1. Mengurangi resiko bersikap ceroboh diwaktu yang tidak tepat
2. Tindakan yang dilakukan cenderung diterima orang banyak
3. Tujuan dari tindakan yang dilakukan lebih jelas dan beralasan
4. Melakukan tindakan dengan hasil yang sesuai dengan ekspektasi
5. Memaksimalkan kinerja otak