0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
344 tayangan18 halaman

Alat Pendeteksi Banjir Berbasis IoT

Alat ini memberikan ringkuman singkat tentang proposal alat pendeteksi banjir otomatis berbasis Internet of Things (IoT). Proposal ini dibuat oleh tiga siswa SMAN 13 Semarang untuk lomba IoT tahun 2023, dan membahas sistem kerja alat yang dapat mendeteksi banjir secara real-time dan memberikan peringatan kepada masyarakat.

Diunggah oleh

Meutia Jaladewi F.Q
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
344 tayangan18 halaman

Alat Pendeteksi Banjir Berbasis IoT

Alat ini memberikan ringkuman singkat tentang proposal alat pendeteksi banjir otomatis berbasis Internet of Things (IoT). Proposal ini dibuat oleh tiga siswa SMAN 13 Semarang untuk lomba IoT tahun 2023, dan membahas sistem kerja alat yang dapat mendeteksi banjir secara real-time dan memberikan peringatan kepada masyarakat.

Diunggah oleh

Meutia Jaladewi F.Q
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ALAT PENDETEKSI

BANJIR OTOMATIS
Proposal ini dibuat dalam rangka Lomba Internet
of Things (IoT) GWSHM 2023

Dibuat oleh:

1. Dellaneira Okta Ramadhani


2. Meutia Jaladewi Filaili Qodari
3. Rassi Aulia Aisyah

AMBALAN DYAH PITALOKA


SMAN 13 SEMARANG
Tahun 2023/2024
BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pemanasan global merupakan proses meningkatnya suhu rata rata atmosfer,
laut dan daratan bumi yang dapat mempengaruhi aktivitas di bumi. Salah satu
gejala dari Pemanasan global adalah meningkatnya intensitas curah hujan dibumi
yang berakibat pada bencana alam, banjir. Intensitas curah hujan yang tinggi
memproduksi air yang berlebihan yang pada akhirnya air tersebut tidak dapat
tertampung oleh saluran air. Minimnya daya tampung saluran air dipengaruhi oleh
beralihnya fungsi daerah resapan air menjadi daerah pemukiman padat penduduk.
Sehingga banjir sendiri menjadi sebuah boomerang yang kemudian menimbulkan
permasalahan baru di masyarakat seperti timbulnya berbagai macam penyakit,
kerugian ekonomi, sulit mendapatkan air bersih, rusaknya sarana dan prasarana
warga, dan dapat menimbulkan korban jiwa. Bencana banjir kerap terjadi hampir
di semua daerah kota ataupun kabupaten, namun belum ada pencegahan secara
efektif untuk kerugian yang ditimbulkan dari adanya banjir.
Disamping itu, Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi berperan dalam
mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih baik. Salah satunya adalah
kemajuan teknologi elektronika yang melekat dalam kehidupan manusia. Berbagai
alat elektronika praktis dan fleksibel yang telah banyak dikembangkan dan
diciptakan sehingga membantu memudahkan manusia dalam memenuhi
kebutuhannya. Peralatan yang diciptakan dirancang semaksimal mungkin agar
dapat digunakan secara tepat guna dan efisien.
Maka dari itu, dibuatlah Alat Pendeteksi banjir berbasis Internet of Things
dengan maksud sebagai sarana antisipasi kerugian yang lebih besar yang terjadi di
masyarakat. Penggunaan Teknologi Internet of Things dalam alat ini berguna agar
informasi dapat dikirimkan secara real time supaya masyarakat dapat lebih waspada
akan datangnya bencana banjir yang bisa datang kapan saja.

2
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana sistem kerja alat pendeteksi banjir?
2. Apa saja komponen yang dibutuhkan pada Alat Pendeteksi Banjir?
3. Bagaimana pengaruh alat pendeteksi banjir di masyarakat?

C.Tujuan

a. Menciptakan alat pendeteksi banjir untuk memberikan kewaspadaan di


masyarakat.
b. Sebagai bentuk pencegahan terjadinya kerugian lebih di masyarakat akibat
bencana banjir.
c. Sebagai sarana untuk mengontrol ketinggian air sehingga dapat mencegah
banjir.

3
BAB II
ISI

A. Deskripsi Alat
Alat pendeteksi Banjir berbasis IoT adalah sebuah teknologi
antisipasi dalam meminimalisir kerugian akibat bencanan alam banjir.
Sistem yang berbasis IoT (Internet of Things) mengacu pada perangkat
fisik yang terhubung ke jaringan internet maupun jaringan wireless
untuk bisa bekerja secara fungsional. Dalam Alat pendeteksi ini
menggunakan Arduino Uno sebagai komponen utama yang berfungsi
untuk mengontrol rangkaian berdasarkan intruksi yang diberikan oleh
Arduino yang diinput oleh Sensor Ultrasonik. Intruksi tersebut berupa
informasi status deteksi banjir melalui bunyi dari Buzzer, Nyalanya
lampu LED merah sebagai tanda bahaya, lampu LED kuning sebagai
tanda waspada, dan lampu LED hijau sebagai tanda aman beserta
informasi status pada LCD. Penggunaan Node MCU sebagai
komponen tambahan untuk membaca data dan mengirimkannya
melalui internet dan bekerja secara otomatis mengirimkan informasi
status deteksi banjir ke Smartphone yang tersambung dengan Wifi.
Pendeteksi banjir berbasis IoT memudahkan pemerintah juga
masyarakat yang berada di daerah rawan banjir untuk melakukan
pengawasan dan peringatan dini. Alat Pendeteksi Banjir ini sangat
berguna untuk meminimalisir kerugian juga korban akibat meluapnya
air di daerah rawan, karena alat ini memiliki sistem yang dapat
membantu pemerintah juga masyarakat dalam mengetahui apakah air
yang terdeteksi berpotensi banjir atau tidak. Masyarakat juga dapat
mengamati status dimana saja karena menggunakan smartphone,
sehingga tidak menimbulkan kecemasan yang berlebihan pada kondisi
yang tidak bagus.

4
B. Metode
Metode yang digunakan adalah metode penelitian yaitu cara ilmiah
untuk mendapatkan data dengan tujuan dapat dideskripsikan,
dibuktikan, dikembangkan dan ditemukan pengetahuan, teori, untuk
memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah dalam
kehidupan manusia.

Gambar 1. Proses dalam Metode Penelitian

1. Tahap Analisis Masalah


Banjir merupakan peristiwa atau keadaan dimana
terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang
meningkat. Banjir dapat terjadi akibat beberapa 3 faktor,
diantaranya adalah Faktor Alam, Faktor Sarana dan Prasarana dan
Faktor Manusia. Banjir sering terjadi terutama pada saat musim
hujan yang akhirnya membawa kerugian di setiap tahunnya.
Kerugian berdampak pada beberapa aspek seperti kesehatan,
lingkungan, sosial hingga ekonomi.
Berikut adalah bentuk kerugian yang terjadi akibat bencana Banjir:
a. Masalah Kesehatan yang menimbulkan munculnya banyak
penyakit

5
b. Timbulnya korban jiwa akibat teseret arus atau terjangkit
penyakit
c. Kesulitan Air Bersih yang pada akhirnya masyarakat harus
mengandalkan bantuan air dari daerah lain
d. Rusaknya Lahan Pertanian yang mengakibatkan para petani
gagal panen
e. Limbah tersebar yang kemudian meracuni makhluk hidup
karena ekosistemnya rusak
f. Melumpuhkan Aktivitas Masyarakat yang mengharuskan
masyarakat korban untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman

Secara ilmiah, banjir dapat diprediksi tergantung pada


ketersediaan data dan metode yang digunakan. Prediksi tersebut
sangat berguna karena dapat meminimalisir kerugian, serta dapat
meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap banjir.

2. Pengembangan Alat

Pengembangan Alat merupakan proses menciptakan alat


sebagai bentuk hasil dari masalah berupa antisipasi terhadap masalah
yang terjadi. Untuk meminimalisir kerugian akibat bencana Banjir
dibuatlah alat pendeteksi banjir berbasis IoT yang memanfaatkan
teknologi internet sebagai perangkat penghubung antara perangkat
keras (Hardware) dengan perangkat lunak (Software)

Perangkat keras berupa Arduino Uno, sensor ultrasonik,


LCD I2C, NodeMCU ESP 8266, resistor, kabel jumper, breadboard,
lampu led dan buzzer. Sedangkan perangkat lunak berupa program
yang akan menjalankan fungsional sistem sehingga data dapat terbaca
melalui alat LCD I2C dan akan dikirimkan ke IoT (Internet of Thing).
Pembuatan sistem peringatan bahaya banjir ini melalui beberapa tahap
pembuatan. Langkah pertama adalah mempersiapkan alat dan bahan

6
yang akan digunakan, seperti Arduino uno, sensor ultrasonik dan
buzzer. Langkah kedua adalah meletakkan komponen-komponen
eletronika agar dapat memudahkan dan penyesuaian sistem dalam
penggunaannya. Proses berikutnya adalah membuat rangkaian
skematik elektronik sistem peringatan banjir dimana pada
mikrokontroler Arduino uno dihubungkan ke beberapa komponen
lainnya seperti Sensor Ultrasonik, LCD I2C, resistor, kabel jumper,
breadboard, lampu led dan buzzer.

Gambar 2. Perancangan Perangkat Keras Sistem Deteksi Banjir.

Gambar 3. Sistem Alat Deteksi Banjir

7
Kondisi Lampu

Aman Lampu hijau

Waspada Lampu kuning

Bahaya Lampu Merah

Tabel 1. Status Ketinggian Air

2.1 Perancangan Seluruh rangkaian Alat

1) Langkah pertama dalam pembuatan alat ini adalah


membuat desain rangkaian yang akan dirangkai. Desain
rangkaian ini untuk penempatan tata letak komponen
dan jalur kelistrikan elektronika.
2) Selanjutnya mengkoneksikan 4 kaki pada LCD I2C ke
arduino uno dengan kabel jumper jenis female to male.
Dimana pada rangkaian ini dari VCC dihubungkan ke
pin (+) pada breadboard, SDA ke pin A4 arduino, SCL
dihubungkan pada pin A5 arduino dan ground ke ground
dari breadboard.
3) Pada 4 kaki sensor ultrasonik kita hubungkan dimana
pada rangkaian dari VCC dihubungkan ke pin (+) pada
breadboard, Trig ke pin digital 6 pada arduino, Echo
dihubungkan ke pin digital 7 pada arduino, ground ke
ground dari breadboard.
4) Kemudian mengkoneksikan Node MCU ESP8266
dihubungkan pada rangkaian dari RX dihubungkan ke
pin RX0 pada Arduino, TX ke pin TX1 arduino, 3V
dihubungkan pada pin 3.3V arduino dan ground ke
ground dari Arduino uno.

8
5) Tahap selanjutnya tancapkan LED merah, kuning, dan
hijau kemudian tancapkan resistor tepat dibelakang LED
(-), tambahkan kabel jumper pada LED merah dengan
jenis male to male sejajar dengan LED (+) hubungkan
ke pin digital 4 arduino uno, tambahkan kabel jumper
pada LED kuning dengan jenis male to male sejajar
dengan LED (+) hubungkan ke pin digital 3 arduino uno,
dan tambahkan kabel jumper pada LED hijau dengan
jenis male to male sejajar dengan LED (+) hubungkan
ke pin digital 2 arduino uno.
6) Pada resistor (+) LED merah tambahkan kabel jumper
dengan jenis male to male letakkan sejajar dengan
resistor tersebut dan hubungkan ke (-) breadboard,
resistor (+) LED kuning tambahkan kabel jumper
dengan jenis male to male letakkan sejajar dengan
resistor tersebut dan hubungkan ke (-) breadboard, dan
resistor (+) LED hijau tambahkan kabel jumper dengan
jenis male to male letakkan sejajar dengan resistor
tersebut dan hubungkan ke (-) breadboard.
7) Tambahkan kabel jumper dengan jenis male to male
pada (-) breadboard dihubungkan ke ground pada
arduino uno dan tambahkan kabel jumper dengan jenis
male to male pada (+) braedboard dihubungkan ke 5V
pda arduino uno.
8) Tancapkan buzzer ke breadboard kemudian tambahkan
kabel jumper dengan jenis male to male letakkan sejajar
dengan (+) hubungkan ke pin digital 5 pada arduino uno
dan tambahkan kabel jumper dengan jenis male to male
letakkan sejajar dengan (-) hubungkan (-) pada
breadboard.
9) Kemudian ujilah rangkaian tersebut.

9
2.2 Coding

Dari tahap hasil perancangan menggunakan arduino nano


sebagai papan kontrol dan IoT (Internet of Thing) di gunakan
untuk menyampaikan informasi. Perancangan sistem terdiri
dari dua yaitu perancangan hardware dan software. Dalam
perancangan hardware yaitu meliputi konfigurasi sistem yaitu
dimana sistem arduino akan di integrasikan dengan sensor dan
output seperti monitoring data ke smartphone warga.

2.3 Peran Setiap Komponen


1) BreadBoard
Breadboard atau disebut juga dengan project
board adalah papan yang digunakan untuk membuat
prototype rangkaian elektronik yang berfungsi
sebagai konduktor listrik sekaligus tempat
melekatnya kabel jumper agar arus listrik dari
komponen yang satu ke komponen lainnya bisa saling
terdistribusi dengan baik sesuai keinginan tanpa harus
merepotkan pengguna untuk melakukan penyolderan
atau melakukan bongkar pasang.

Gambar 4. BreadBoard

10
2) Arduino Uno

Arduino Uno adalah board mikrokontroler


berbasis Atmega328 (datasheet) memiliki pin input
dari output digital dimana 6 pin output tersebut dapat
digunakan sebagai output PWM dan 6 pin input
analog, 16 MHz osilator kristal, koneksi USB, jack
power, ICSP header, dan tombol reset. Untuk
mendukung mikrokontroler agar dapat digunakan,
cukup hanya menghubungkan Board Arduino Uno ke
komputer dengan menggunakan kabel USB atau
listrik dengan AC yang-ke adaptor-DC atau baterai
untuk menjalankannya.

Gambar 5. Arduino Uno

3) LCD 12C
LCD (Liquid Crystal Display) adalah Media
tampilan yang dipergunakan untuk menampilkan data
yang berupa tulisan maupun gambar.

11
Gambar 6. CD 12C
4) Sensor Ultrasonik
Sensor Ultrasonik adalah sebuah sensor yang
berfungsi untuk mengubah besaran fisis (bunyi)
menjadi besaran listrik dan sebaliknya. Cara kerja
sensor ini didasarkan pada prinsip dari pantulan suatu
gelombang suara sehingga dapat dipakai untuk
menafsirkan eksistensi (jarak) suatu benda dengan
frekuensi tertentu.

Gambar 7. Sensor Ultrasonik


5) Node MCU ESP8266
Node MCU ESP8266 adalah sebuah board
pengembangan IOT (Internet of Things) yang
didasarkan pada chip WIFI ESP 8266 untuk
mengembangkan dan memprogram perangkat –
perangkat IOT dengan menggunakan bahasa
pemrograman atau Arduino IDE.

12
Gambar 8. Node MCU ESP 8266
6) Buzzer
Buzzer adalah sebuah komponen elektronik
yang dapat mengubah sinyal listrik menjadi getaran
suara. Buzzer ini biasa dipakai pada sistem alarm
juga bisa digunakan sebagai indikasi suara yang
mempunyai 2 buah kaki yaitu positive dan negative.

Gambar 9. Buzzer
7) LED (Light Emitting Diodes)
LED (Light Emitting Diodes) adalah salah
satu komponen elekstronika yang menguah energi
listrik menjadi energi cahaya yang dapat
mengeluarkan perpaduan warna.

Gambar 10. LED

13
8) Resistor
Resistor (hambatan) adalah pembatasan aliran
arus disuatu rangkaian elektronika yang bersifat
menghambat arus listrik.

Gambar 11. Resistor


9) Kabel Jumper
Kabel Jumper adalah kabel elektrik yang
dapat menghubungkan komponen yang melibatkan
Arduino tanpa memerlukan solder. Kabel Jumper
terdiri atas dua jenis yaitu kabel jumper female to
male dan kabel jumper male to male.

Gambar 12. Kabel Jumper Female to Male

Gambar 13. Kabel Jumper Male to Male

3. Pengujian Alat

Pengujian sistem dilakukan secara menyeluruh baik


perangkat lunak sebagai prototipe maupun perangkat kerasnya.
Metode pengujian sistem tersebut menggunakan metode blackbox,
dimana pada pengujian ini hanya berfokus pada hasil output sistem.

14
Sehingga, ketika sensor mendeteksi air, sistem akan mengirimkan
status bahaya secara otomatis melalui smartphone.

Gambar 14. Uji Alat Pendeteksi Banjir Otomatis

Gambar 15. Uji Alat saat status aman

15
Gambar 16. Uji alat saat status waspada

Gambar 17. Uji Alat saat status bahaya

4. Implementasi
Alat pendeteksi banjir ini dapat diterapkan pada tempat yang
digunakan sebagai penampungan air atau mengalirnya air. Yang
mana tempat tersebut akan menjadi rawan saat datangnya musim
hujan, dimana intensitas air yang sangat tinggi yang dapat memicu
meluapnya air ke daratan. Tempat tersebut seperti jembatan, sungai,
selokan, dll.

16
C. Rincian Anggaran

NO. JENIS PENGELUARAN BIAYA


PENGELUARAN
1. Breadboard atau Project Board Rp15.000,00
2. Arduino Uno Rp200.000,00
3. LCD 12C Rp25.000,00
4. Sensor Ultrasonik Rp17.000,00
5. Node MCU ESP 8266 Rp50.000,00
6. Buzzer Rp4.000,00
7. LED (Light Emitting Diodes) Rp1.000,000
8. Resistor 220 Ohm Rp1.000,00
9. Kabel Jumper Rp24.000,00
Jumlah Rp337.000,00

17
BAB III
PENUTUPAN

A. Simpulan
Penulis telah berhasil mencoba menciptakan sebuah alat
pendeteksi ketinggian banjir yang secara otomatis sebagai wujud
kemajuan teknologi untuk masyarakat. Pembuatan alat ini bertujuan
untuk mengembangkan sebuah sistem alat yang dapat digunakan untuk
pemantauan ketinggian air berbasis IoT.

Metode yang akan diterapkan dalam kegiatan ini adalah dengan


membuat kerangka kerja, dimana kerangka kerja tersebut akan
menjelaskan secara garis besar urutan yang akan dilaksanakan. Pada
metode ini terdapat beberapa tahap yaitu tahap pembuatan desain
rancangan, tahap persiapan alat dan komponen, tahap pembuatan alat dan
tahap pengujian di lapangan. Alat ini akan menampilkan kondisi air
pada ketinggian tertentu dengan indikator LED dan sirine. Sehingga
penulis berharap dengan adanya sistem ini akan membantu masyarakat
agar lebih waspada.

B. Saran
Penelitian dan pembuatan alat elektronika berbasis IoT ini harus
disempurnakan agar dapat meningkatkan efektivitas dan pemanfaatan
teknologi saat digunakan oleh masyarakat, serta sistem ini dirancang dan
diciptakan untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat agar lebih
waspada dan siaga terhadap bahaya yang mengancam.

18

Anda mungkin juga menyukai