TOPIK 1
DESIGN THINKING
KONEKSI ANTAR MATERI
Oleh:
SYARFIATI BURHAN
23345644
Dosen Pengampu Mata Kuliah:
Drs. Suib Awrus, M.Pd
Program Studi Seni Budaya
PENDIDIKAN PROFESI GURU PRA JABATAN
PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2023
Design Thinking, Social-Emotional Learning (SEL), dan pemahaman murid serta
pembelajarannya memiliki keterkaitan yang erat dalam konteks pendidikan.
1. Design Thinking (Pemikiran Desain):
Design Thinking adalah suatu pendekatan untuk pemecahan masalah yang berfokus
pada kebutuhan pengguna. Ini melibatkan serangkaian langkah, seperti pemahaman
masalah, perancangan solusi, dan pengujian. Dalam konteks pendidikan, Design
Thinking dapat digunakan oleh pendidik untuk merancang pengalaman belajar yang
lebih efektif dan menarik untuk murid.
2. Social-Emotional Learning (SEL) (Pembelajaran Sosial-Emosional):
SEL adalah pendekatan pendidikan yang bertujuan mengembangkan keterampilan
sosial dan emosional murid. Ini mencakup aspek-aspek seperti kesadaran emosional,
pengelolaan konflik, kerja tim, empati, dan lain-lain. Pembelajaran sosial-emosional
membantu murid mengembangkan keterampilan yang penting untuk sukses dalam
kehidupan sehari-hari dan pembelajaran yang efektif.
3. Pemahaman Murid dan Pembelajarannya:
Pemahaman yang mendalam tentang murid adalah kunci untuk merancang
pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Ini mencakup pemahaman
terhadap kebutuhan akademik dan non-akademik, seperti kebutuhan sosial-emosional
murid. Pemahaman ini memungkinkan pendidik untuk merancang strategi
pembelajaran yang lebih efektif dan relevan.
Keterkaitan antara ketiga konsep ini adalah sebagai berikut:
- Pemahaman Murid: Design Thinking dapat digunakan oleh pendidik untuk mendekati
pemahaman murid dengan cara yang lebih mendalam. Ini termasuk merancang
penelitian untuk memahami kebutuhan sosial-emosional murid dan bagaimana itu
memengaruhi pembelajaran mereka.
- Pembelajaran yang Dirancang dengan Empati: Design Thinking mengajarkan empati
terhadap pengguna (dalam hal ini, murid). Dengan menggunakan empati ini, pendidik
dapat merancang pengalaman pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan sosial-
emosional murid, membantu mereka tumbuh sebagai individu yang lebih baik.
- Pembelajaran Sosial-Emosional melalui Desain: Pendidik dapat menggunakan
pendekatan Design Thinking untuk merancang aktivitas pembelajaran yang membantu
murid mengembangkan keterampilan sosial-emosional. Misalnya, mereka dapat
merancang proyek kolaboratif yang mempromosikan kerja tim, empati, dan
penyelesaian konflik.
- Efektivitas Pembelajaran: Integrasi Design Thinking dan pembelajaran sosial-
emosional dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran karena mereka mengacu pada
pemahaman yang lebih baik tentang murid dan kebutuhan mereka.
Dengan menggabungkan Design Thinking, pembelajaran sosial-emosional, dan
pemahaman yang mendalam tentang murid, pendidik dapat menciptakan lingkungan
pembelajaran yang lebih baik, memungkinkan murid untuk berkembang tidak hanya
secara akademik, tetapi juga secara sosial dan emosional.