Anda di halaman 1dari 2

HOME | DOWNLOAD LAUNCHER | INDEX

19:19 - PSSI Mengemis ke Nirwan Bakrie

Kamis, 09 Juni 2011 , 05:28:00 Politik

Awasi Ver ifikasi Pemilih Pilgub Banten Panwaslukada Ancam Pidanakan KPU Banten

SERANG - Koordinator Jaringan Pemilih Banten (JPB), Gandung Ismanto mengaku pesimis jika verifikasi Daftar Penduduk Pemilih Potensial (DP4) yang dilakukan KPUD Provinsi Banten akurat. Pasalnya, DP4 merupakan gerbang penggelembungan suara jika tidak benar-benar diawasi ketat berbagai pihak. Apalagi, banyaknya pemilih ganda di DP4 bukti lemahnya proses pendataan. Proses DP4 harus dikawal semua elemen masyaraka. Karena bermula dari DP4 inilah pelanggaran penggelembungan DPT (daftar pemilih tetap, Red) terjadi, tandasnya saat dihubungi Rabu (8/6). Menurutnya Gandung, KPUD Provinsi Banten harus bekerja ekstra memperbaiki DP4 yang datanya amburadul. Baik dengan metode scaning, pencocokan dan penelitian (coklit). Agar data pemilih dalam Pemilukada Banten valid. Selanjutnya, Panwaslukada Provinsi Banten harus melakukan tugasnya mengawal serius proses verifikasi DP4 menjadi daftar pemilih sementara (DPS) dan DPT. Jika di kemudian hari masih ditemukan pemilih ganda, saya sarankan masyarakat mempidanakan lembaga bersangkutan (maksudnya KPUD Provinsi Banten dan Panwaslukada Provinsi Banten, Red), cetusnya. Seperti diberitakan sebelumnya, KPUD Kabupaten Serang menemukan 21 ribu pemilih ganda dalam DP4 yang diterima dari KPUD Provinsi Banten. Jumlah itu diperkirakan bertambah, setelah proses scaning pencocokan dan penelitian (coklit). Sementara itu, KPUD Kota Serang juga menemukan data pemilih ganda walau sedikit. Dari 440.223 pemilih di DP4 kami baru menemuka 3 nama ganda, terang M Ikbal, ketua KPUD Kota Serang. Dia juga mengatakan, jumlah nama ganda akan diketahui setelah KPUD Kota Serang menyelesaikan proses coklit seluruh data DP4 yang diterimanya dari KPUD Provinsi Banten. Coklit DP4 akan digelar selama sebulan atau hingga 27 Juni mendatang di seluruh Kota Serang. Setelah coklit selesai, DP4 lantas diubah menjadi DPS sebelum disahkan menjadi DPT Pemilihan Gubenur (Pilgub) Banten. Selain potensi pemilih ganda, KPUD Kota Serang juga konsen terkait perbedaan data dalam DP4 antara data dari KPUD Provinsi Banten dengan data kependudukan Disdukcapil Kota Serang. Pasalnya, berdasarkan Disdukcapil Kota Serang jumlah penduduk kota itu 466.591 orang, sementara DP4 dari KPUD Provinsi Banten 440.223 orang. Selisihnya 26.000-an orang, cetusnya. Di bagian lain, Panwaslukada Banten mengaku sudah melayangkan surat terkait temuan potensi pemilih ganda sebagaimana tertera dalam DP4 yang diberikan KPUD

Provinsi Banten. Mereka juga meminta agar KPUD Provinsi Banten segera menindaklanjuti temuan calon pemilih ganda di beberapa daerah. Jangan dianggap remeh temuan itu. Ini bisa menjadi awal polemik Pilgub Banten, terang Ketua Panwaslukada Provinsi Banten, Surya Bagya. Surya juga mensinyalir, potensi temuan pemilih ganda merata di seluruh KPUD kabupaten/kota se-Provinsi Banten. Surya juga mengancam jika surat ultimatum yang disampaikan ke KPUD Banten tak diindahkan, maka pihaknya akan memproses KPUD Provinsi Banten sesuai ketentuan yang berlaku. Pasti kami menindak sesuai aturan yang berlaku (secara pidana, Red), tegasnya. Sementara itu, Ketua KPUD Provinsi Banten, Hambali saat dikonfirmasi koran ini enggan berkomentar banyak. Dia hanya mengatakan akan segera menindaklanjuti temuan-temuan KPUD kabupaten/kota se-Banten selama terkait nama ganda setelah proses scaning dan coklit DP4 selesai. Pasti kami akan tindaklanjuti. Itu memang tugas kami kok, ungkapnya singkat. (bud)

Share On Facebook Share On Twitter


RELATED NEWS Logistik Pilgub Papua Barat Mulai Didistribusi Calon Gubernur Papua Barat Mulai Tebar Janji Yeny Yakini PKBN Lolos Verifikasi Bawaslu Ragukan Keaslian Rekap Suara TPS di Pilgub Banten Ical Sudah Selamati Atut JSI: Selamat untuk Atut-Rano Komentar (0)

Nama Email Komentar


Kirim

*)Form harus diisi semua Back to Top View Desktop Version