Anda di halaman 1dari 2

HOME | DOWNLOAD LAUNCHER | INDEX

20:02 - Mourinho-Casillas Ogah Bertegur Sapa


Senin, 24 Oktober 2011 , 07:17:00 Politik

Bawaslu Ragukan Keaslian Rekap Suar a TPS di Pilgub Banten

SERANG - Sakralitas Pemilihan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Banten pada 22 Oktober 2011 lalu ternoda. Sebab, form C1 KWK yang diketahui menyalahi peraturan KPU No 15 tahun 2010 masih tersebar di sejumlahTPS. Padahal, sebelumnya, KPU Banten mengaku sudah menarik seluruh form dan siap menggantikan dengan yang baru. "Berdasarkan pantauan kami, form C1 dan C2 plano masih terdapat di sejumlah TPS. Potensi memanipulasi hasil penghitungan suara akibat kesalahan ini sangat besar. Artinya, form C1 dan C2 itu dokumen otentik hasil perhitungan suara. Kalau ini sudah dimanipulasi, maka esensi Pilgub ini sudah tidak ada lagi," kata Wahidah Suaib, anggota Bawaslu, Minggu (23/10). Lebih tegas Wahidah menyatakan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meragukan keaslian rekapitulasi hasil perhitungan suara Pemilihan Gubernur Banten. Pasalnya, sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) tetap menggunakan kertas rekapitulasi surat suara atau form C1 KWK (kepala daerah dan wakil kepala daerah) yang dicetak tidak sesuai aturan. "Formulir C1 dan C2 plano terindikasi salah cetak. Tidak ada tanda tangan saksi dan KPPS," katanya. Di TPS 5 dan TPS 8, kata dia, yang terletak di Jalan Bhayangkara, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, misalnya. Kedua TPS yang tidak jauh dari Kantor KPU Banten itu tetap menggunakan formulir C1 dan C2 plano yang salah cetak tersebut. Menurut Wahidah, formulir rekapitulasi yang disebar KPU Banten tersebut melanggar Peraturan KPU No 15 Tahun 2010 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara. Pada lembar pertama form C1 dan C2 yang dibuat KPU Banten, tidak ada kolom untuk paraf anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) maupun saksi. Akibatnya, kertas rekapitulasi perhitungan suara tersebut mudah dimanipulasi atau diganti angka dan kertasnya. Sebab, paraf saksi dan KPPS diletakkan di lembar terpisah dengan kolom hasil perhitungan. "Kesalahan ini bisa berakibat fatal," tandas Wahidah. Sebelumnya, Ketua Pokja Logistik KPU Banten, Lukman Hakim, mengaku sudah menarik dan mengganti form C1 yang berjumlah 16.805 lembar. Itu pun setelah mendapat masukan dari Panwaslu Banten serta masukan dari sejumlah tim sukses pasangan calon. "Seratus persen sudah diganti semua," kata Lukman. Namun, saat dikonfirmasi, Lukman Hakim tidak bisa dihubungi. Begitupun Ketua KPU Banten Hambali yang juga memastikan seluruh logistik sudah siap, termasuk form C1 KWK sudah diganti dengan yang baru. Berdasarkan Peraturan KPU No 15 Tahun 2010, form C1 seharusnya dibuat dua lembar. Lembar pertama, memuat kolom nama pasangan calon dan hasil perolehan suara yang disertai kolom paraf dari anggota KPPS dan saksi. Kemudian di lembar kedua, terdapat total surat suara, baik yang sah maupun tidak sah serta tanda tangan KPPS dan saksi. Pengamat Politik Untirta Banten, Gandung Ismanto, berpendapat, kesalahan fom C1 KWK dan C2 plano merupakan kecelakaan demokrasi yang cukup fatal di Pilgub Banten. "Kesalahan ini saya kira sangat fatal. Tak ada solusi, karena semua sudah terjadi. Saya kira proses hukum yang bisa menyelesaikan ini," kata Gandung saat dimintai pendapatnya kemarin. (bud)

Share On Facebook

Share On Twitter
RELATED NEWS Bawaslu Fokus Awasi Pemilukada Aceh dan Papua Ical Sudah Selamati Atut JSI: Selamat untuk Atut-Rano Disaksikan Wiranto, Atut Janji Majukan Banten Pendukung Atut Mendominasi Kampanye Damai Atut-Rano Usung Pembaruan Komentar (0)

Nama Email Komentar


Kirim

*)Form harus diisi semua Back to Top View Desktop Version


SEARCH
Go!