Anda di halaman 1dari 2

Calon Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah (kanan) memperlihatkan surat suara pada pencoblosan Pemilihan Gubernur di TPS

V Kubil, Kecamatan Ciposok, Serang, Banten, Sabtu (22/10).

TERKAIT :
Bila Terbukti tidak Netral dalam Pilkada, Mendagri akan Tindak Sekprov Banten Atut-Rano Karno Siap Meladeni Gugatan Curang di MK Keok di Pilkada Banten, Calon PKS Bilang Gara-Gara Politik Uang Di TPSnya Sendiri Jazuli Dikalahkan Pasangan Atut-Rano Sejumlah TPS di Banten Tetap Gunakan Formulir Rekapitulasi Salah Cetak

Softwar e Rekapitulasi Suar a Gelembungkan Per olehan Ratu Atut-Rano Kar no


Selasa, 25 Oktober 2011 18:07 WIB REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Panwaslu Banten menemukan kejanggalan pada perangkat lunak rekapitulasi suara yang digunakan KPU Banten. Software berisi aplikasi excel tersebut digunakan di tingkat kecamatan. Ketua Divisi Pengawasan dan Humas Panwaslu Banten, Sabihis, mengatakan, ada ketidaksesuaian angka hasil penghitungan digital menggunakan software tersebut dengan perhitungan secara manual. Setiap kali diinput data angka perhitungan suara ketiga calon gubernur Banten ke dalam program tersebut, maka perolehan suara untuk calon nomor urut satu selalu bertambah menjadi dua kali lipat. "Ketika diinput 200 suara untuk nomor urut 1, menjadi 400 suara setelah ditotal. Ajaib," kata Sabihis, Senin (25/10). Kasus ini, kata Sabihis, ditemukan di empat kecamatan di Kota Tangerang. Yakni di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Cipondoh, PPK Benda, PPK Karang Tengah, dan PPK Larangan. Meski tidak mengubah atau mengurangi perolehan suara pasangan calon lain, namun prosentase untuk pasangan calon gubernur nomor urut 1, Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno, selalu bertambah setiap kali diinput. "Jika menggunakan rumus excel biasa, angka itu harusnya sama, kata Sabihis. Atas temuan tersebut, Panwaslu Banten akan melakukan kroscek di semua PPK se-Banten, melalui pengawas kecamatan untuk memastikan apakah hal itu hanya terjadi di Kota Tangerang, atau di seluruh wilayah Banten. Jika memang kasus ini terjadi di seluruh wilayah Banten, maka Panwaslu Banten akan memberikan rekomendasi kepada KPU Banten agar menggunakan sistem manual saja dalam merekapitulasi hasil perhitungan suara. Software ini, kata Sabihis, juga pernah digunakan KPU Kota Tangerang Selatan ketika Pemilihan Wali Kota Tangerang Selatan yang memenangkan Airin Rachmi Diany itu. Sebab, masih ada judul 'Hasil Rekapitulasi Suara Pemilihan Wali Kota Tangerang Selatan' pada tabel excel yang ditemukan di PPK Larangan, Kota Tangerang.

Ketua Pokja Pemungutan dan Penghitungan Suara KPU Banten, Nasrulloh, membantah jika menggunakan software khusus untuk rekapitulasi perhitungan suara. Yang ada, kata Nasrulloh, penyeragaman aplikasi excel berdasarkan pengalaman di Pemilukada Tangerang Selatan. "Kita menerima dari KPU Tangsel. Kita pleno ternyata ada yang menerima dan tidak," kata Nasrulloh. Menurut Nasrulloh aplikasi excel yang digunakan KPU Banten hanya untuk penyeragaman data saja. "Dalam merekapitulasi suara di tingkat TPS, PPK, kota, dan provinsi kita lebih pada mekanisme manual dan konvensional," kata Nasrulloh. Redaktur: Johar Arif Reporter: Muhammad Fakhruddin STMIK AMIKOM

Shar e

604

23

5030 reads

wildanajmi, Kamis, 27 Oktober 2011, 17:47 Ruang Khusus Buat Orang Yang Curang adalah neraka jahanam. kalo cuma jalur hukum kan bisa di beli pake uang...! Balas

abdul malik, Kamis, 27 Oktober 2011, 13:54 ada ruang khusus jika ada kecurangan dan pelanggaran pilgub. laporkan dan proses secara hukum yang berlaku......jangan hanya bisanya menghujat dan caci maki.... Balas

Deni sanjaya, Rabu, 26 Oktober 2011, 19:39 jangan selalu salahkan atut, SEMUA CURANG... hanya saja tim atut lebih JAGO dari tim WH dan Jazuli.... 1 Balasan

TA-BLO_ID, Kamis, 27 Oktober 2011, 16:01 Ah, sudah biasa, namanya juga Indonesia.