LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI
PRODUK INTELIJEN
MODUL
12 JP (540 menit)
Pendahuluan
Badan Intelijen Keamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia
merupakan unsur pelaksana tugas pokok Kepolisian Negara Republik
Indonesia dalam membina dan menyelenggarakan fungsi intelijen
keamanan bagi kepentingan pelaksanaan tugas dan manajemen
Kepolisian Negara Republik Indonesia secara umum guna mendukung
pelaksanaan tugas pemerintahan dalam mewujudkan keamanan dalam
negeri.
Dalam menyelenggarakan fungsi intelijen keamanan yang tergelar
mulai tingkat pusat sampai dengan kewilayahan, perlu didukung dengan
berbagai sarana dan prasarana, salah satunya melalui
penyelenggaraan administrasi dan pembuatan produk intelijen yang
digunakan sebagai bahan pengambilan kebijakan dan keputusan bagi
pimpinan.
Produk intelijen secara khusus berisi fakta dan keterangan yang
menggambarkan perkembangan terkini situasi dan kondisi keamanan
dalam negeri yang bersifat rahasia dengan akses yang terbatas,
sehingga diperlukan mekanisme penyusunan, pengadministrasian dan
pendistribusian yang teliti, cermat dan tertib, guna kelancaran
pelaksanaan tugas dan menghindari penyalahgunaan oleh pihak yang
tidak berwenang.
Dalam penyelenggaraan produk intelijen berpedoman kepada
peraturan Kepala Badan Intelijen Keamanan Polri (Perkabik) Nomor 02
Tahun 2012 tentang Produk Intelijen Polri dan Nomor 04 Tahun 2013
tanggal 24 Mei 2013 tentang Penyelenggaraan Produk Intelijen di
Lingkungan Intelkam Polri.
Untuk memberikan kemampuan pembuatan produk intelijen maka
dalam modul Produk Intelijen ini akan dibahas materi: pengertian
produk intelijen, bentuk-bentuk produk intelijen, kegunaan produk
intelijen, pendistribusian dan pembuatan produk intelijen.
Standar Kompetensi
Terampil membuat produk intelijen dalam pelaksanaan kegiatan dan
operasi intelijen.
PRODUK INTELIJEN 1
DIKBANGSPES HARKAMTIBMAS FUNGSI TEKNIS INTELIJEN KEAMANAN
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI
Kompetensi Dasar
1. Memahami konsep produk Intelijen.
Indikator Hasil Belajar :
a. Menjelaskan pengertian produk intelijen.
b. Menjelaskan tahapan pengolahan produk intelijen.
c. Menjelaskan jenis, kegunaan dan format produk intelijen
dalam menunjang pelaksanaan kegiatan dan operasi
intelijen.
2. Membuat produk intelijen dalam pelaksanaan kegiatan dan
operasi intelijen.
Indikator Hasil Belajar:
a. Mempraktikkan pembuatan produk intelijen strategis
berupa intel dasar dan perkiraan intelijen (Kirka Intel).
b. Mempraktikkan pembuatan produk intelijen taktis berupa
laporan informasi (LI), Informasi Khusus (Infosus), laporan
atensia (LA) dan perkiraan intelijen khusus (Kirsus).
Materi Pelajaran
Pokok Bahasan :
Konsep Produk Intelijen.
Sub Pokok Bahasan :
1. Pengertian produk intelijen.
2. Tahapan pengolahan produk intelijen.
3. Jenis, kegunaan dan format produk intelijen dalam menunjang
pelaksanaan kegiatan dan operasi intelijen.
Metode Pembelajaran
1. Metode ceramah
Metode ini digunakan untuk menjelaskan materi tentang
pengertian produk intelijen, tahapan pengolahan produk intelijen
dalam pengamananan kegiatan masyarakat dan jenis-jenis,
format, dan kegunaan produk intelijen.
PRODUK INTELIJEN 1
DIKBANGSPES HARKAMTIBMAS FUNGSI TEKNIS INTELIJEN KEAMANAN
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI
2. Metode tanya jawab
Metode ini digunakan untuk tanya jawab tentang materi yang
disampaikan.
3. Metode Curah Pendapat
Metode ini digunakan untuk memberikan kesempatan kepada
peserta pelatihan untuk mengemukakan pendapat tentang materi
yang disampaikan.
4. Metode Praktik
Metode ini digunakan untuk melatih keterampilan membuat
produk intelijen.
Alat, Media, Bahan dan Sumber Belajar
1. Alat, Media dan Bahan :
a. Whiteboard.
b. Flipchart.
c. Komputer/laptop.
d. LCD dan secaraeen.
e. Kertas flipchart.
f. Alat tulis.
2. Sumber Belajar :
a. Perkabik nomor 2 Tahun 2012 tentang penyelenggaraan
produk Intelijen.
b. Peraturan Kabaintelkam Polri nomor 04 Tahun 2013 tentang
perubahan penyelenggaraan produk Intelijen.
Kegiatan Pembelajaran
1. Tahap awal : 10 menit
a. Pendidik melaksanakan apersepsi:
1) Perkenalan.
2) Menyampaikan tujuan pembelajaran.
3) Menyampaikan tugas yang harus diselesaikan perserta
didik selama pembelajaran.
b. Peserta didik menyimak, menanggapi dan melaksanakan
instruksi pendidik.
PRODUK INTELIJEN 1
DIKBANGSPES HARKAMTIBMAS FUNGSI TEKNIS INTELIJEN KEAMANAN
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI
2. Tahap Inti : 425 menit
Tahap Inti 1 : penyampaian materi: 90 menit
a. Pendidik menggali pemahaman peserta didik tentang materi
produk intelijen.
b. Pendidik menyampaikan materi dan memberikan contoh cara
pembuatan produk intelijen;
c. Peserta didik memperhatikan, mencatat hal-hal yang penting,
menaggapi materi dan bertanya materi yang belum dipahami.
Tahap Inti 2 : praktik membuat produk intelijen: 335 menit
a. Peserta didik mempraktikkan pembuatan jenis-jenis produk
intelijen.
b. Pendidik memfasilitasi dan membimbing jalannya praktik.
c. Peserta didik menggumpulkan hasil praktik produk intelijen.
d. Pendidik membahas hasil praktik peserta didik.
3. Tahap akhir : 15 menit
a. Pendidik memberikan ulasan dan penguatan materi secara
umum.
b. Pendidik mengecek penguasaan materi dengan bertanya
secara lisan dan acak kepada peserta didik.
c. Pendidik menggali manfaat yang bisa di ambil dari materi
yang di sampaikan.
d. Pendidik menutup kelas.
4. Tes capaian kompetensi: 90 menit
Tagihan/Tugas
Peserta pelatihan diminta secara berkelompok mengumpulkan laporan
hasil praktik dalam bentuk tertulis meliputi : LI, Infosus, laporan atensia
dan perkiraan khusus intelijen.
PRODUK INTELIJEN 1
DIKBANGSPES HARKAMTIBMAS FUNGSI TEKNIS INTELIJEN KEAMANAN
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI
Lembar Kegiatan
SKENARIO
Diindikasikan jaringan teroris jihad merencanakan suatu kegiatan
teror. Dari indikasi tersebut, bahan keterangan yang sudah dikumpulkan
sebagai berikut :
1. Dari PPATK, pada hari Rabu, tanggal 17 februari 2016 dicurigai
adanya transaksi keuangan sejumlah Rp. 100 juta pada nomor
rekening 0089731 Bank Asia Afrika atas nama Jack Nicholson.
Sebelumnya Jack Nicholson telah mendapatkan konfirmasi
transfer dari nomor 08153247689 pada pukul 13.30 Wita dan
15.45 Wita dari nomor rekening 55500768 Bank Sulawesi Utara.
Jack Nicholson juga diketahui telah mengirimkan dana ke rekening
nomor 4810006, sebanyak Rp. 15 juta.
2. Hasil pendataan intelijen didaerah Bandung Jawa Barat, muncul
kelompok-kelompok pengajian yang mengajarkan faham jihad,
salah satu diantaranya adalah kelompok pengajian Ar-Raudhah
yang setelah ditelusuri memiliki rekening bank mandiri dengan
nomor 4810006 atas nama Siswoyo. Di Sekolah Menengah Atas
Yohannes III ada ekstrakurikuler yang dipimpin oleh ketua OSIS
dan mendapatkan dana kegiatan dari Siswoyo pada tanggal 15
Januari 2016, dimana ekstrakurikuler tersebut adalah bidang seni
yang mengajarkan teaterikal tentang tentara langit yang
menumpas kemaksiatan.
3. informasikan dari Aceh pada bulan November 2015 dari gudang
senjata milik TNI tentang kehilangan 8 pucuk senjata laras
panjang jenis AK-47 dan 5 pucuk pistol jenis FN kaliber 45. Disisi
lain didapatkan informasi didaerah Papua ada satu kegiatan yang
dilakukan oleh Pondok Pesantren SEJAHTERA yang melatihkan
bela negara dalam bentuk latihan militer yang salah satu
kegiatannya adalah menembak. Salah satu pelatihnya adalah
Kuncoro. Dan juga didapatkan informasi, bahwa pria yang
bernama Hendri.K, (asli Manado) melakukan kegiatan penjualan
Narkoba jenis Sabu-sabu dan memasukan uang ke nomor
rekening 55500768, sebanyak Rp. 65 juta.
4. Informasi adanya penangkapan didaerah Solo terhadap kelompok
spesialis pencurian kendaraan bermotor roda 4 pada tanggal 3
Maret 2016 yang didalangi oleh Saputra. Setelah dilakukan
pemeriksaan oleh petugas Kepolisian Jawa Tengah, didapatkan
informasi, bahwa kelompok tersebut telah mendapatkan hasil
curian sebanyak 4 unit kendaraan bermotor roda 4, yang dijual
seharga 15 juta rupiah per-unit. Sebagian hasil curian di gunakan
pelaku beserta komplotan untuk berfoya – foya dan sisanya
disimpan di rekening nomor rekening 0089731 Bank Asia Afrika
sebanyak Rp. 35 juta. Adapun nomor telepon seluler yang
digunakan oleh Saputra yaitu 08153247689.
5. Pada pertengahan Agustus 2015, Website VOA internasional
menginformasikan pergerakan kelompok jihad yang akan
PRODUK INTELIJEN 1
DIKBANGSPES HARKAMTIBMAS FUNGSI TEKNIS INTELIJEN KEAMANAN
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI
merambah dunia internasional dengan cara melalui kelompok-
kelompok keagamaan dan generasi muda pada sekolah-sekolah.
Kelompok dan sekolah di berikan biaya dengan mengikuti pola-
pola yang diberikan antara lain : memberikan penjelasan tentang
makna Jihad, cara berlatih militer dan menjadi tentara Tuhan.
Website tersebut juga mengekspos nama-nama Napi dan eks-
Napi teroris sebagai berikut :
a. Nama-nama Napi yang masih ditahan :
1) Jiteng ( bebas dalam 5 bulan) dari Rutan Cipinang.
2) Maskuri ( bebas dalam 2 bulan) dari Rutan Cipinang.
3) Hendri Karamoy ( akan bebas dalam 3 tahun) dari
Rutan Salemba.
4) J. Nicholson (seumur hidup) dari Rutan
Nusakambangan.
5) Nababan (bebas dalam 7 bulan) dari Rutan Salemba.
6) Franky Junaidin ( Seumur Hidup) dari Rutan Cipinang.
b. Nama – nama eks- Napi teroris yang sudah bebas :
1) Jamaludin.
2) Bernadus Solihin.
3) Kuncoro.
4) I Gde prisma.
5) Santoso Suryaningrat.
6. Berita harian yang dikutip dari media cetak yang tersedia.
KEGIATAN YANG DILAKUKAN
1. Instruktur/pelatih memberikan penugasan membuat Laporan
Informasi berdasarkan skenario yang telah diberikan kepada
peserta pelatihan.
2. Peserta pelatihan membuat Produk Infosus berdasarkan Laporan
Informasi yang telah dibuat.
3. Peserta pelatihan membuat Laporan Atensia.
4. Peserta membuat Laphar dengan dasar Berita harian dari media
cetak yang disediakan.
Bahan Bacaan
PRODUK INTELIJEN 1
DIKBANGSPES HARKAMTIBMAS FUNGSI TEKNIS INTELIJEN KEAMANAN
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI
POKOK BAHASAN
PRODUK INTELIJEN
1. Pengertian Produk Intelijen
Produk intelijen adalah suatu bentuk pelaporan hasil dari kegiatan
operasional Intelijen, setelah melalaui proses pengolahan yang
meliputi pencatatan, penilaian dan penafsiran atau tulisan dinas
yang dibuat dan dikeluarkan oleh badan Intelijen sebagai hasil
kegiatan/operasional Intelijen, melalui proses pengolahan dan
administrasi yang disusun sesuai dengan bentuk-bentuk yang telah
ditentukan dan erat hubungannya dengan tugas tugas keamanan
dan ketertiban masyarakat.
2. Tahapan Pengolahan Produk Intelijen
Produk intelijen sebagai suatu perwujudan akhir dari hasil
kegiatan operasional Intelijen dibuat setelah melalui suatu proses
pengolahan yang meliputi pencatatan, penilaian dan penafsiran.
a. Pencatatan
1) Pencatatan ialah perumusan keterangan dalam
bentuk tulisan atau menggambarkannya dalam bentuk
grafik dan mempersatukan persoalan-persoalan yang
ada hubungannya antara yang satu dengan yang lain.
Pencatatan mempermudah analisa serta penyiapan
penyusunan laporan-laporan Intelijen menjadi suatu
persoalan tertentu dalam bentuk yang teratur.
2) Pencatatan memerlukan alat-alat serta teknik yang
memungkinkan penyampaian keterangan dan Intelijen
secara teratur dan tepat. Pada umumnya alat-alat yang
digunakan dalam pencatatan adalah sebagai berikut:
a) Buku harian informasi
Buku harian adalah suatu daftar kronologis tentang
kegiatan Intelijen dalam waktu yang tertentu. Buku
harian merupakan buku induk laporan dan berita yang
telah diterima atau dikirimkan tentang hal-hal yang
penting dan yang telah dilakukan.
b) Lembaran kerja
Lembaran kerja adalah bentuk pencatatan dalam
lembaran-lembaran lepas yang disusun menurut jenis
persoalannya dan dilakukan secara terus menerus.
c) Peta situasi
Peta situasi adalah suatu pencatatan grafis yang
PRODUK INTELIJEN 1
DIKBANGSPES HARKAMTIBMAS FUNGSI TEKNIS INTELIJEN KEAMANAN
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI
memperlihatkan keadaan yang lampau, sedang
dan diperkirakan kedudukan dan kegiatan
sasaran.
d) Kartu Tik
Kartu Tik adalah sistem pencatatan dengan
menggunakan kartu/formulir yang memuat hal-
hal dan catatan singkat mengenai biodata
perorangan, perkumpulan/organisasi dan
permasalahan.
e) File
File adalah kumpulan bahan-bahan keterangan
yang disusun secara teratur berupa berkas tata
naskah untuk membantu dalam waktu singkat
menemukan kembali berkas keterangan yang
diperlukan sewaktu waktu untuk kepentingan
operasional atau analisis Intelijen.
b. Penilaian
Penilaian adalah suatu kegiatan untuk menentukan
hubungan tingkat kepentingan dan urgensi serta tingkat
kepercayaan dan kebenaran bahan keterangan.
1) Penilaian hubungan, tingkat kepentingan atau urgensi:
a) Apakah bahan keterangan itu berhubungan
dengan sasaran, daerah operasi atau suatu
masalah yang dihadapi.
b) Apakah bahan keterangan itu segera
dibutuhkan dan dari siapa diperoleh.
c) Apakah bahan keterangan itu berharga untuk
waktu sekarang atau nanti dan untuk siapa
diajukan.
2) Penilaian tingkat kepercayaan terhadap sumber
Sumber bahan keterangan dan badan pengumpul
dinilai sampai dimana dapat dipercaya dan kemudian
ditentukan tingkat kepercayaan tersebut. Penilaian
tingkat kepercayaan terhadap sumber atau badan
pengumpul diterangkan sebagai berikut:
a) Nilai A yang artinya dapat dipercaya
sepenuhnya.
b) Nilai B yang berarti biasanya dapat
dipercaya.
c) Nilai C yang berarti agak dapat dipercaya.
d) Nilai D yang berarti biasanya tidak dapat
dipercaya.
PRODUK INTELIJEN 1
DIKBANGSPES HARKAMTIBMAS FUNGSI TEKNIS INTELIJEN KEAMANAN
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI
3) Penilaian atas tingkat kebenaran suatu bahan
keterangan dinyatakan sebagai berikut :
a) Nilai 1 yang berarti dibenarkan sumber lain.
b) Nilai 2 yang berarti sangat mungkin benar.
c) Nilai 3 yang berarti mungkin benar.
d) Nilai 4 yang berarti tidak dibenarkan oleh
sumber lain.
Walaupun angka dan huruf digunakan untuk
menyatakan penilaian terhadap suatu bahan
keterangan, angka dan huruf itu tidak tergantung
antara satu dengan yang lainnya karena masing-
masing mempunyai kriteria sendiri. Suatu sumber
bahan keterangan yang dapat dipercaya sepenuhnya
mungkin saja melaporkan bahan keterangan yang
tidak dapat dipercaya sehingga nilainya A-4.
Sebaliknya pada suatu bahan keterangan yang
pelaporannya dibenarkan oleh sumber lain dan
diperoleh dari sumber yang tidak dapat dipercaya
sehingga nilainya D-1.
c. Penafsiran
Penafsiran adalah menentukan arti dari pada suatu
bahan keterangan dalam hubungannya dengan sesuatu
persoalan yang diketahui sebelumnya dan mengambil
kesimpulan mengenai artinya.
Dalam kaitannya penafsiran untuk mengolah bahan
keterangan dapat ditempuh melalui 3 cara berpikir sebagai
pendekatan yaitu :
1) Berpikir secara intuitif
Berpikir secara intuitif yaitu suatu cara yang
dapat ditempuh untuk melaksanakan penafsiran bahan
keterangan. Penafsiran dengan cara berpikir intuitif
ini biasanya berdasarkan pada filling yang banyak
dipengaruhi oleh pengalaman dan berproses melalui
4 (empat) tahap:
a) Tahap akumulasi
Dalam tahap ini digunakan fakta-fakta yang
tersimpan di dalam otak sendiri untuk
menafsirkan informasi yang diterima. Fakta-fakta
tersebut pada dasarnya merupakan asumsi
sehingga makin banyak pengalaman maka
semakin banyak pula asumsi yang diperoleh dan
akan mempermudah pekerjaan penafsiran.
PRODUK INTELIJEN 1
DIKBANGSPES HARKAMTIBMAS FUNGSI TEKNIS INTELIJEN KEAMANAN
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI
b) Tahap inkubasi
Dalam tahap ini dilakukan penelaahan lebih lanjut
terhadap fakta-fakta (asumsi) untuk menentukan
fakta mana yang dapat digunakan untuk
penafsiran. Dalam hal ini diusahakan untuk
mendapatkan gambaran yang logis.
c) Tahap iluminasi
Dalam tahap ini seolah-olah otak menjadi
semakin terang sehingga mampu menemukan
arti dalam bahan keterangan untuk menemukan
jawaban sementara yang diinginkan atau berupa
hypotesa-hypotesa.
d) Tahap verifikasi
Dalam tahap ini hypotesa yang telah diperoleh
pada tahap sebelumnya (iluminasi) diuji
kebenarannya dengan mencari fakta-fakta
tambahan ataupun membandingkan dengan
pengalaman yang dimiliki yang kemudian dapat
ditarik suatu kesimpulan.
2) Berpikir secara ilmiah
Kegiatan penafsiran dalam rangka pengolahan bahan
keterangan dapat juga dilaksanakan dengan
pendekatan berpikir secara ilmiah yang didasarkan
pada data yang sudah pasti kebenarannya, misalnya
dengan menggunakan data statistik. Dengan
demikian kegiatan penafsiran dengan cara ini akan
memerlukan waktu yang relatif sama dengan
pendekatan berpikir secara intuitif.
3) Berpikir secara logis
Kegiatan penafsiran dalam rangka pengolahan
bahan keterangan dapat dilakukan dengan pendekatan
berpikir secara logika. Penafsiran menurut cara ini
pada dasarnya adalah merupakan proses mental untuk
memperoleh suatu kesimpulan dengan penafsiran
merupakan hasil pertimbangan yang kritis melalui
proses analisa, integrasi dan kesimpulan. Penafsiran
dengan pendekatan ini adalah suatu cara yang lazim
digunakan dalam proses pengolahan bahan
keterangan di bidang Intelijen.
a) Analisa
Ialah pemilihan dan penyaringan bahan-
bahan keterangan yang lain sesuai dengan
kepentingan persoalan yang dihadapi ataupun
PRODUK INTELIJEN 1
DIKBANGSPES HARKAMTIBMAS FUNGSI TEKNIS INTELIJEN KEAMANAN
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI
operasi dan tugas yang akan dilaksanakan.
Dalam pelaksanaan analisa diperlukan adanya
pertimbangan-pertimbangan yang baik dan
pengetahuan yang menyeluruh tentang bidang-
bidang atau hal-hal yang berkaitan dengan
masalah yang dihadapi baik yang menyangkut
keadaan daerah operasi, termasuk faktor-faktor
yang berpengaruh dalam bidang Kamtibmas.
b) Integrasi
Integrasi adalah kegiatan penggabungan
(komplikasi) dari bahan keterangan yang telah
berhasil dipecah-pecahkan pada waktu kegiatan
analisa dan dihimpun kembali dengan bahan
keterangan yang sudah diketahui sehingga
terbentuk suatu gambaran yang logis dan
hasilnya merupakan suatu hypotesa tentang
suatu persoalan yang dihadapi, baik yang
menyangkut keadaan sasaran dan daerah
operasi termasuk faktor-faktor lain yang
mempengaruhi situasi Kamtibmas serta tugas
pokok polri.
Pengembangan hypotesa menghendaki
diperlukan pertimbangan pada tahap analisa.
Selanjutnya hypotesa yang diperoleh dianalisa
dan diuji. Analisa suatu hypotesa juga meliputi
penentuan indikasi-indikasi yang mungkin timbul
jika sekiranya hypotesa tersebut benar-benar
berlaku sedang proses penyajiannya akan
mencakup pembuktian ada atau tidaknya
indikasi-indikasi tersebut dalam kaitannya
dengan batas waktu tertentu.
c) Kesimpulan
Langkah terakhir dalam pengolahan bahan
keterangan ialah merumuskan kesimpulan atas
dasar hypotesa yang dikembangkan dianalisa
dan diuji serta dianggap yang berlaku bagi hasil
integrasi. Kesimpulan merupakan jawaban atas
pertanyaan “Apa arti bahan keterangan yang
diperoleh dalam hubungannya dengan keadaan
sasaran dan keadaan daerah operasi serta
pelaksanaan tugas”.
d) Peramalan (forecasting)
Dari hasil penafsiran bahan keterangan
yang didapat dari pelaksanaan kegiatan
operasional Intelijen, kita mengetahui apa yang
PRODUK INTELIJEN 1
DIKBANGSPES HARKAMTIBMAS FUNGSI TEKNIS INTELIJEN KEAMANAN
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI
sebenarnya telah terjadi termasuk yang melatar
belakanginya. Dari hasil penafsiran ini kemudian
kita dapat meramalkan (forecasting) tentang apa
yang mungkin/akan terjadi dan bagaimana cara
penanggulangannya.
Untuk meramalkan sesuatu yang sekali terjadi,
dipergunakan :
(1) Causative forecasting (ramalan
sebagai hasil sebab akibat).
(2) Analogy forecasting (ramalan yang
didasarkan adanya unsur-unsur yang
hampir sama dengan yang sudah terjadi).
(3) Probability forecasting (ramalan yang
didasarkan atas kemungkinan-kemungkinan
yang mungkin terjadi.
Untuk meramalkan perkembangan situasi
dipengaruhi :
(1) Presistance forecasting (ramalan
berdasarkan ketahanan dari sasaran).
(2) Trayectory forecasting (ramalan yang
didasarkan pada lintasan keadaan yang
ada).
(3) Cyclic forecasting (ramalan yang
didasarkan pada urut-urutan yang sudah
pasti).
3. Jenis, Kegunaan dan Format Produk Intelijen dalam
Pelaksanaan Kegiatan dan Operasi Intelijen
a. Intel Dasar
1) Pengertian Intelijen Dasar
Intelijen dasar adalah produk Intelijen berisi bahan
keterangan semua aspek kehidupan dalam suatu
daerah/tempat tertentu mencakup bidang bidang yang
luas, umum dan bersifat statis yang dapat digunakan
sebagai pengetahuan dasar tentang potensi situasi dan
kondisi daerah untuk kepentingan penyelenggaraan
tugas Polri.
2) Prinsip dalam Penyelenggaraan Intelijen Dasar
KERAHASIAN : produk intelijen dasar dilakukan oleh
pers yang berkompeten dengan akses terbatas hanya
kepada pejabat tertentu untuk menginhadri kebocoran
PRODUK INTELIJEN 1
DIKBANGSPES HARKAMTIBMAS FUNGSI TEKNIS INTELIJEN KEAMANAN
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI
dan penyalahgunaan.
PROSEDURAL : penyelenggaraan intelijen dasar
dilaksanakan sesuai mekanisme, arahan dan ketentuan
yang telah di tetapkan.
AKUNTABILITAS : penyelenggaraan intelijen dasar
dapat di pertanggung jawabkan oleh personel yang di
tunjuk mulai dari proses, pengadministrasian dan
pendistribusian.
3) Kegunaan Intelijen Dasar
Intelijen dasar digunakan untuk memberikan gambaran,
catatan dan pengetahuan bagi pimpinan dalam
mendeteksi gejala dan perubahan di wilayah/daerahnya
sehingga dapat mengambil langkah-langkah yang tepat.
4) Materi Intelijen Dasar
Intelijen dasar mencakup bidang-bidang yang luas,
umum dan bersifat statis.
a) Bab I, memuat pendahuluan yang berisi:
(1) Gambaran umum.
(2) Maksud dan tujuan dari pembuatan
intelijen dasar.
b) Bab II, memuat materi yang menguraikan data-
data mengenai Tri Gatra (geografi, demografi dan
sumber daya alam) dan Panca Gatra
(Poleksosbudkam) baik yang bersifat statis maupun
dinamis yang berpotensi menjadi potensi gangguan,
ambang gangguan dan gangguan nyata.
c) Bab III, memuat penutup yang berisi tentang
kesimpulan.
Materi penyusunan produk perkiraan intelijen keamanan
terdiri dari:
a) Tingkat Mabes Polri dan Polda:
(1) Bab I, memuat pendahuluan yang berisi
gambaran umum pokok persoalan dari
peristiwa/permasalahan yang dilaporkan.
(2) Bab II, memuat pra anggapan yang berisi
asumsi terhadap perkembangan situasi yang
akan terjadi mencakup Ipoleksosbudkam.
(3) Bab III, memuat perkembangan lingkungan
strategis baik dari luar negeri maupun dalam
negeri.
(4) Bab IV, memuat perkiraan ancaman meliputi:
PRODUK INTELIJEN 1
DIKBANGSPES HARKAMTIBMAS FUNGSI TEKNIS INTELIJEN KEAMANAN
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI
(a) Kecenderungan lingkungan strategis
luar negeri.
(b) Kecenderungan lingkungan strategis
dalam negeri.
(c) Hakikat ancaman.
(d) Kerawanan daerah (wilayah hukum
Polda).
(5) Bab V memuat penutup yang berisi tentang
kesimpulan.
b) Tingkat Polres:
(1) Bab I, memuat pendahuluan yang berisi
gambaran umum pokok persoalan dari
peristiwa/permasalahan yang dilaporkan.
(2) Bab II, memuat pra anggapan yang berisi
asumsi terhadap perkembangan situasi yang
akan terjadi mencakup Ipoleksosbudkam.
(3) Bab III, memuat perkembangan lingkungan
strategis (mencakup Tri Gatra dan Panca
Gatra) diantaranya nasional dan daerah serta
lokal.
(4) Bab IV, memuat perkiraan ancaman yang
berisi :
(a) Kecenderungan lingkungan strategis
dalam negeri.
(b) Hakikat ancaman meliputi:
- Potensi gangguan.
- Ambang gangguan.
- Gangguan nyata/meliputi
kejahatan konvensional,
transnasional crime, kejahatan
terhadap kekayaan negara,
kejahatan yang berimplikasi
kontinjensi, dan bencana alam.
(c) Kerawanan daerah (sesuai wilayah
hukum masing-masing).
(5) Bab V, memuat penutup yang berisi tentang
kesimpulan.
5) Penyusunan Intelijen Dasar
Produk Intelijen dasar disusun dengan format sebagai
berikut:
PRODUK INTELIJEN 1
DIKBANGSPES HARKAMTIBMAS FUNGSI TEKNIS INTELIJEN KEAMANAN
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI
a) Judul dan isi BAB.
b) Tulisan ”terbatas” di bagian atas dan bawah
pada setiap halaman.
c) Memuat tempat dan waktu pembuatan.
d) Mencantumkan alamat distribusi yang telah
ditentukan.
e) Sampul berwarna kuning dengan logo
tribrata yang memuat kepala surat, nama produk,
dan registrasi.
f) Menggunakan kertas A4 atau folio.
6) Format Intelijen Dasar
b. Perkiraan Intelijen (Kirka Intel)
1) Pengertian Perkiraan Intelijen Keamanan
Suatu produk intelijen yang berisi mengenai lingkungan
strategis tentang berbagai bidang yang meliputi aspek
Astagatra dan perkembangannya yang dijadikan
sebagai dasar acuan untuk menyusun perencanaan
PRODUK INTELIJEN 1
DIKBANGSPES HARKAMTIBMAS FUNGSI TEKNIS INTELIJEN KEAMANAN
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI
kerja Polri.
2) Kegunaan Perkiraan Intelijen Keamanan
Perkiraan intelijen keamanan digunakan untuk:
a) Menggambarkan perkembangan pengaruh
lingkungan strategis luar negeri, baik yang bersifat
global maupun regional, terhadap situasi
keamanan dalam negeri.
b) Merumuskan perkiraan bentuk ancaman
potensial, dari tingkatan kejahatan tradisional
sampai kepada ancaman kontinjensi.
c) Memperkirakan ancaman yang mungkin
terjadi dalam satu tahun, dua tahun sampai
dengan lima tahun, termasuk membuat ranking
gangguan Kamtibmas maupun ranking kerawanan
daerah.
d) Memprediksi sedini mungkin perkembangan
situasi keamanan dalam negeri pada jangka
pendek, menengah dan panjang serta
merumuskan bentuk-bentuk ancaman yang paling
mungkin terjadi serta merekomendasikan cara
bertindak yang dipilih dalam upaya mengantisipasi
perkembangan situasi tersebut.
3) Materi Perkiraan Intelijen Keamanan
Produk perkiraan intelijen keamanan disusun dengan
format sebagai berikut:
a) Judul dan isi BAB.
b) Tulisan ”RAHASIA” di bagian atas dan
bawah pada setiap halaman.
c) Memuat tahun pembuatan.
d) Autentikasi oleh pimpinan intelijen tanpa
mencantumkan nama dan jabatan.
e) Mencantumkan alamat distribusi yang telah
ditentukan.
f) Sampul berwarna merah dengan logo
Tribrata yang memuat kepala surat, nama produk,
tulisan ”RAHASIA” pada bagian atas dan bawah,
serta registrasi.
g) Menggunakan kertas A4.
4) Penyusunan Perkiraan Intelijen Keamanan
PRODUK INTELIJEN 1
DIKBANGSPES HARKAMTIBMAS FUNGSI TEKNIS INTELIJEN KEAMANAN
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI
Perkiraan intelijen keamanan bersifat telaahan dan
dibuat secara berkala serta berkelanjutan untuk masa
berlaku:
a) 1 (satu) tahunan.
b) 2 (dua) tahunan.
c) 5 (lima) tahunan.
Masa berlaku perkiraan intelijen keamanan dapat
direvisi apabila perkembangan situasi yang
mengharuskan dilakukannya perubahan perkiraan.
5) Format Perkiraan Intelijen Keamanan
c. Laporan Informasi
Laporan dari personil Intelijen/Polri tentang apa yang
dilihat, didengar, dirasakan langsung maupun tidak langsung
yang meliputi satu bidang dan/atau satu masalah, disusun
secara sistematis dan analisa singkatnya atas materi laporan
tersebut.
PRODUK INTELIJEN 1
DIKBANGSPES HARKAMTIBMAS FUNGSI TEKNIS INTELIJEN KEAMANAN
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI
Laporan dari petugas Intelijen yang hanya meliputi satu
bidang dan satu masalah, fakta dipisahkan dari pendapat
pelapor, disusun secara kronologis sistematis, sumber dan
cara mendapatkan harus jelas dan dibuatkan juga nilai
kebenaran bahan keterangan. Laporan Informasi dapat dikatan
juga suatu fakta penting yang masih berdiri sendiri dan belum
dikaitkan dengan fakta lainnya, sehingga masih merupakan
bahan mentah (raw material).
Dalam suatu kegiatan penyelidikan Intelijen. Laporan
Informasi merupakan pencatatan bahan keterangan yang
didapat dan merupakan bukti kegiatan penyelidikan sudah
dilaksanakan ke dalam suatu laporan yang ringkas dan jelas
yang memuat bahan keterangan yang diperoleh dari sumber
tertutup maupun terbuka.
Adapun syarat-syarat pembuatan Laporan Informasi
adalah sebagai berikut:
1) Hanya meliputi satu bidang
dan satu masalah.
2) Fakta dipisahkan dari pendapat
pelapor.
3) Disusun secara kronologis
sistematika.
4) Sumber, waktu dan cara
mendapatkan harus jelas.
5) Dibuat juga nilai kebenaran
Informasi.
Tujuan pembuatan Laporan Informasi adalah untuk
membantu pimpinan memperoleh informasi sebanyak mungkin
dan sedini mungkin secara cepat dan akurat, sehingga
pimpinan dapat mengambil tindakan segera guna mencegah
gangguan kamtibmas yang lebih besar.
Adapun kegunaannya Laporan Informasi adalah :
1) Sebagai bahan informasi dan peringatan kepada
kesatuan.
2) Sebagai bahan arahan bagi pelaksanaan tindakan
lanjut.
Materi penyusunan produk laporan informasi terdiri dari:
1) Bab I, memuat pendahuluan yang berisi tentang:
a) Sumber informasi.
b) Hubungan pelapor dengan sumber.
PRODUK INTELIJEN 1
DIKBANGSPES HARKAMTIBMAS FUNGSI TEKNIS INTELIJEN KEAMANAN
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI
c) Cara mendapatkan informasi.
d) Waktu mendapatkan informasi.
e) Nilai/bobot informasi.
2) Bab II, memuat fakta-fakta yang berisi tentang:
a) Semua informasi yang meliputi Ipoleksosbudkam,
baik peristiwa/ kejadian atau suatu gejala yang
dapat mengarah kepada gangguan kamtibmas, baik
yang diperoleh dari sumber intelijen atau diketahui
sendiri.
b) Berisi uraian fakta-fakta secara sistematis dan
mendetail tentang semua yang berhubungan
dengan informasi.
c) Mencakup/memenuhi Apa, Bilamana, Dimana,
Siapa, Bagaimana dan Mengapa (ABIDISIBAME)
atau yang disebut 5 W + 1 H.
3) Bab III, memuat pendapat pelapor yang berisi
tentang:
a) Analisa.
b) Prediksi yang akan terjadi.
c) Langkah-langkah intelijen, fungsi kepolisian dan
instansi terkait yang telah dilakukan.
d) Rekomendasi.
PRODUK INTELIJEN 1
DIKBANGSPES HARKAMTIBMAS FUNGSI TEKNIS INTELIJEN KEAMANAN
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI
d. Informasi Khusus
Informasi Khusus adalah tulisan atau keterangan yang
berisi masalah atau kasus yang perlu diketahui satuan atas,
samping atau bawah yang bersifat informatif dan juga dapat
dijadikan sebagai bahan keterangan dan diperkirakan akan
berkembang pada daerah lain, sehingga perlu diketahui dan
diwaspadai oleh satuan atas, samping maupun bawah.
Syarat-syarat informasi khusus adalah sebagai berikut :
1) Informasi berkaitan dengan satu atau beberapa
kasus/ masalah (fakta aktual) yang biasanya berasal
dari satuan atas, satuan samping atau satuan bawah
dan perlu untuk diketahui oleh satuan atas, samping dan
bawah.
2) Materi informasi menunjukkan kerawanan-
PRODUK INTELIJEN 1
DIKBANGSPES HARKAMTIBMAS FUNGSI TEKNIS INTELIJEN KEAMANAN
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI
kerawanan yang bakal timbul dan berpengaruh dengan
memuat fakta-fakta lain yang bersifat melengkapi atau
memperkuat masalah yang dikemukakan yaitu sumber
dari dokumentasi Intel atau Intelijen dasar.
3) Tujuan dari informasi khusus adalah untuk
memberikan informasi yang bersifat khusus untuk
segera diketahui oleh satuan atas, samping dan bawah
tentang masalah atau kasus yang terjadi, sebagai bahan
pengambilan langkah antisipatif terutama bagi satuan
yang menerima informasi.
Adapun kegunaan dari Informasi Khusus adalah:
1) Sebagai warning dan informatif peringatan bagi satuan
atas, samping atau bawah.
2) Sebagai bahan arahan bagi pelaksanaan tindakan
lanjut.
Materi penyusunan produk Informasi Khusus terdiri dari:
1) Bab I, memuat perihal yang berisi hal-hal bersifat
khusus tentang permasalahan yang akan disampaikan.
2) Bab II, memuat fakta-fakta berisi tentang fakta-fakta
yang tersusun secara sistematis, singkat, jelas dari
suatu masalah atau kasus yang terjadi dan berkembang
(hindari sikap untuk memasukkan pandangan atau
pendapat sendiri dari fakta-fakta yang dilaporkan).
3) Bab III, memuat catatan berisi tentang:
a) Analisa.
b) Prediksi yang akan terjadi.
c) Langkah-langkah intelijen, fungsi kepolisian dan
instansi terkait yang telah dilakukan.
d) Rekomendasi.
4) Contoh laporan informasi khusus:
PRODUK INTELIJEN 1
DIKBANGSPES HARKAMTIBMAS FUNGSI TEKNIS INTELIJEN KEAMANAN
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI
e. Laporan Atensia
1) Laporan Atensia berisikan mengenai suatu peristiwa
atau masalah menonjol yang terus berkembang dan
diperkirakan dapat berubah menjadi sumber
ancaman/ganguan kamtibmas atau berpengaruh
terhadap kebijaksanaan kegiatan, dengan disertai
fakta-fakta pendukung.
2) Laporan Atensia digunakan memberikan informasi
tentang fakta, gejala, atau masalah yang sedang
berkembang disertai saran tindakan, agar mendapat
atensi pimpinan sebagai bahan pertimbangan
pengambilan keputusan dan mengantisipasi sesuatu
masalah/fakta berupa langkah-langkah pencegahan
atau mengeliminir/melokalisir peristiwa, sehingga tidak
terjadi suatu pendadakan atau kebobolan.
PRODUK INTELIJEN 1
DIKBANGSPES HARKAMTIBMAS FUNGSI TEKNIS INTELIJEN KEAMANAN
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI
3) Laporan Atensia bersifat telaahan dan berklasifikasi
rahasi dibuat atas inisiatif pejabat/unsur Intelkam
sebagai wujud kepekaan terhadap perkembangan
situasi masalah tertentu dengan disertai perkiraan
ancaman yang mungkin timbul dan saran tindak yang
perlu diambil.
4) Contoh format laporan atensia:
f. Perkiraan intelijen khusus
1) Perkiraan intelijen khusus berisikan kepentingan
suatu operasi khusus kepolisian, yang menelaah
secara komprehensif tentang kondisi sasaran operasi
baik terhadap cuaca, kondisi lapangan dan kondisi
social, disertai kemungkinan cara bertindak sasaran
maupun cara bertindak sendiri dan penilaian pengaruh
kemampuan dan kelemahan sasaran terhadap cara
PRODUK INTELIJEN 1
DIKBANGSPES HARKAMTIBMAS FUNGSI TEKNIS INTELIJEN KEAMANAN
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI
bertindak sendiri yang akan diambil.
2) Perkiraan intelijen khusus digunakan memberikan
masukan kepada pimpinan tentang rumusan sasaran
operasi khusus kepolisian yang akan dilaksanakan dan
menggambarkan tentang perkembangan kondisi
sasaran tertentu yang akan ditanggulangi dalam suatu
operasi khusus kepolisian, sehingga berguna dalam
menyusun perencanaan operasi yang lebih tepat dan
efektif serta berdaya guna.
3) Perkiraan intelijen khusus bersifat khusus dan dibuat
secara insidentil.
4) Contoh format laporan Intelsus:
PRODUK INTELIJEN 1
DIKBANGSPES HARKAMTIBMAS FUNGSI TEKNIS INTELIJEN KEAMANAN
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLRI
Rangkuman
1. Produk intelijen adalah suatu bentuk pelaporan hasil dari kegiatan
operasional Intelijen, setelah melalaui proses pengolahan yang
meliputi pencatatan, penilaian dan penafsiran atau tulisan dinas
yang dibuat dan dikeluarkan oleh badan Intelijen sebagai hasil
kegiatan/operasional intelijen, melalui proses pengolahan dan
administrasi yang disusun sesuai dengan bentuk-bentuk yang
telah ditentukan dan erat hubungannya dengan tugas tugas
keamanan dan ketertiban masyarakat.
2. Tahapan pengolahan produk intelijen:
a. Pencatatan.
b. Penilaian.
c. Penafsiran.
3. Jenis produk intelijen dalam menunjang pelaksanaan kegiatan
dan operasi intelijen (penyelidikan):
b. Laporan Informasi.
c. Informasi khusus.
d. Laporan Atensia.
e. Perkiraan khusus intelijen.
Soal Latihan
1. Jelaskan pengertian produk intelijen !
2. Jelaskan tahapan pengolahan produk intelijen !
3. Jelaskan jenis-jenis produk intelijen intelijen dalam menunjang
pelaksanaan kegiatan dan operasi intelijen !
4. Sebutkan kegunaan produk intelijen !
5. Buatlah format pencatatan (administrasi) dalam membuat produk !
PRODUK INTELIJEN 1
DIKBANGSPES HARKAMTIBMAS FUNGSI TEKNIS INTELIJEN KEAMANAN