Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH SOSIOLOGI HUKUM

HUKUM DALAM MASYARAKAT SUATU TINJAUAN SOSIOLOGI HUKUM

KASUS KENAKALAN REMAJA

M. HAKAM KARIM ZAIN


(2017-2000-77)

JURUSAN HUKUM

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

2018

1
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan
bimbinganNya Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan segala kemampuan
yang ada.
Makalah ini merupakan tugas, untuk memenuhi tugas individu pada mata kuliah
sosiologi hukum dalam masyarakat.Makalah ini ditulis dengan kalimat yang efektif dan
sederhana sehingga diharapkan dapat memudahkan para pembaca.
Dalam makalah ini kami menyadari masih banyak terdapat kekurangan dan
kesalahan,untuk itu dengan senang hati kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun dari pembaca atau saran dosen demi kesempurnaan makalah ini.
Dengan harapan agar makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua terutama bagi
mahasiswa dan pribadi kami yang menyusun makalah ini.

Jakarta, 11 Januari 2018

Penulis

DAFTAR ISI

2
KATA PENGANTAR …………..…………………………………………………………..2
DAFTAR ISI …………………….......……………………………………………………...3
BAB I PENDAHULUAN ....………………………………………………………………..4
A. Latar Belakang …..…...........………………………………………………….….4
B. Perumusan Masalah .….……………………………………………………….....5
C. Tujuan ……………..….....……………………………………………………….5
D. Manfaat …………………………………………………………………………..5
BAB II PEMBAHASAN..............................................................................................……..6
A. Obyek sosiologi Hukum………………………………………………………….6
B. Ruang Lingkup Sosiologi Hukum …………………………………….…………6
C. Karakteristik Sosilogi Hukum …………………………………………………...7
D. Prinsip dasar Sosiologi hukum …………………………………………………..7
E. Contoh Kasus: Kenakalan Remaja………………………………………………..9
BAB III Penutup ……………………………………………………………………….…..12
A. Kesimpulan ……………………………………………………………………..12
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………....13

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sosiologi hukum merupakan disiplin ilmu yang sudah sangat berkembang dewasa
ini.Bahkan, kebanyakan penelitian hukum sekarang di Indonesia dilakukan dengan
menggunakan metode yang berkaitan dengan sosialisasi hukum.
3
Pada prinsipnya, sosiologi hukum ( sosiologi of Law ) merupakan derifatif atau cabang dari
ilmu sosiologi, bukan cabang dari ilmu hukum. Memang, ada study tentang hukum yang
berkeanan dengan masyarakat yang merupakan cabang dari ilmu hukum, tetapi tidak disebut
sebagai sosiologi hukum, melainkan disebut sebagai sociological jurispudence.
Disamping itu, ada kekhawatiran dari ahli sosiologi terhadap perkembangan sosiologi hukum
mengingat sosiologi bertugas hanya untuk mendeskrisipkan fakta-fakta.Sedangkan ilmu
hukum berbicara tentang nilai-nilai dimana nilai-nilai ini memang ingin dihindari oleh ilmu
sosiologi sejak semula.Kekhawatiran tersebut adalah berkenaan dengan kemungkinan
dijerumuskannya ilmu sosiologi oleh sosiologi hukum untuk membahas nilai-nilai.
Sebagaimana diketahui, bahwa pembahasan tentang nilai-nilai sama sekali bukan urusan ilmu
sosiologi. Meskipun begitu, terdapat juga aliran dalam sosiologi hukum, seperti
aliran Berkeley, yang menyatakan bahwa mau tiak mau, suka tidak suka, sosiologi
hukum meruapakan juga derifatif dari ilmu hukum sehingga harus juga menelaah masalah-
masalah normatif yang sarat dengan nilai-nilai.
Fungsi hukum dalam masyarakat sangat beraneka ragam, bergantung dari berbagai
faktor dan keadaan masyarakat.Disamping itu.fungsi hukum dalam masyarakat yang belum
maju juga akan berbeda dengan yang terdapat dalam masyarakat maju.
Dalam setiap masyarakat, hukum lebih berfungsi untuk menjamin keamanan dalam
masyarakat dan jaminan pencapaian struktur sosial yang diharapkan oleh masyarakat.Namun
dalam masyarakat yang sudah maju, hukum menjadi lebih umum, abstrak dan lebih berjarak
dengan konteksnya.

B. Rumusan Masalah
Dari uraian diatas dapat dirumuskan beberapa masalah :
1. Bagaimana Fungsi hukum dalam masyarakat ?
2. Contoh Kasus dari Kenakalan remaja dalam sudut pandang sosiologi hukum ?

C. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Mengetahui fungsi hukum dalam masyarakat yang sudah maju yang dapat dilihat
dari dua sisi. Yaitu sisi pertama, dimana kemajuan masayarakat dalam berbagai bidang
membutuhkan aturan hukum untuk mengaturnya.Dan sisi yang kedua, adalah dimana hukum

4
yang baik dapat mengembangkan masyarakat atau mengarahkan perkembangan
masyarakat.Bagaimanapun, fungsi hukum dalam masyarakat sangat beraneka ragam,
bergantung dari berbagai faktor dan keadaan masyarakat.Disamping itu.fungsi hukum dalam
masyarakat yang belum maju juga akan berbeda dengan yang terdapat dalam masyarakat
maju.
2. Contoh kasus dari kenakalan remaja dalam sudut pandang sosiologi hukum?

D. Manfaat
Penulisan makalah ini dimaksudkan :
1. Menjelaskan kepada masyarakat manfaat dan fungsi hukum , agar mengetahui
kemajuan suatu masyarakat diikuti oleh perkembangan hukum dalam masyarakat itu sendiri.
Semakin maju sebuah masyatakat maka semakin beragam hukum yang muncul dan
dibutuhkan oleh masyarakat itu sendiri.2. Mengetahui pendapat para ahli tentunya akan lebih
bermanfaat untuk pengambilan keputusan hukum yang berhubungan dengan kepentingan
masyarakat banyak.
2. Untuk mengetahui contoh kasus yang sering terjadi dalam sudut pandang sosiologi
hukum

BAB II
PEMBAHASAN

A. Obyek sosiologi Hukum


. Objek Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan mempunyai beberapa objek;
• Objek Material sosiologi adalah kehidupan sosial, gejala-gejala dan proses hubungan
antara manusia yang memengaruhi kesatuan manusia itu sendiri.
• Objek Formal sosiologi lebih ditekankan pada manusia sebagai makhluk sosial atau
masyarakat. Dengan demikian objek formal sosiologi adalah hubungan manusia antara
manusia serta proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.
• Objek budaya salah satu faktor yang dapat memengaruhi hubungan satu dengan
yang lain.
• Objek Agama pengaruh dari objek dari agama ini dapat menjadi pemicu dalam
5
hubungan sosial masyarakat, dan banyak juga hal-hal ataupun dampak yang memengaruhi
hubungan manusia

B. Ruang Lingkup Sosiologi Hukum


Terdiri dari dari dasar-dasar sosial dari hukum atau basis sosial dari hukum misalnya
hukum nasional di Indonesia, dasa sosialnya adalah pancasila dengan ciri-ciri adalah
musyawarh/mufakat dan kekeluargaan. Sedangkan Efek-efek hukum terhadap gejala sosial
adalah UU anti rokok, UU Narkoba , UU Hak asasi manusia dan lain-lain sebagainya.
Dengan tidak terlepas dari pendekatan instrumental dengan bertujuan untuk mendapatkan
prinsip-prinsip hukum dan ketertiban yang didasari secara rasional dan dogmatis dan
Pendekatan Hukum Alam dan kritik terhadap pendekatan positivistik

C. Karakteristik Sosilogi Hukum


Adalah fenomena hukum didalam masyarakat dalam mewujudkan deskripsi,
penjelasan, pengungkapan (revealing) dan prediksi.Karakteristik kajian adalah dimana
sosiologi hukum berusaha untuk memberikan deskripsi terhadap praktek-praktek hukum yang
dibedakan kedalam pembuatan undang-undang, penerapan dalam pengadilan, mempelajari
dan bagaimana praktek yang terjadi pada masing-masing kegiatan hukum.Sosiologi hukum
bertujuan untuk menjelaskan mengapa sosial masyarakat itu terjadi, sebab-sebab, faktor-
faktor yang berpengaruh dan sebagainya.Kemudian sosiologi hukum untuk menguji
kesahihan empiris dari sautu peraturan atau pernyataan hukum sehingga mampu memprediksi
suatu hukum yang sesuai atau tidak sesuai di masyarakat tertentu.

D. Prinsip dasar Sosiologi hukum


Prinsip dasar Sosiologi hukum menurut Emile Durkheim adalah sebagai fenomena
sosial yang terjadi pada masyarakat dan hukum simbol merupakan wujud yang paling nyata
( Visible Symbol ) dari masyarakat. Dia mengkaji hukum secara sosiligis, lebih-lebih dalam
bidang ilmu sosiologi, bahkan ilmu sosial pada umumnya.
Bahkan dari ajaran dan methodologi yang digunkannya telah banyak meninggalkan

6
perdebatan dikalangan ahli dalam berbagai ilmu hukum, misalnya perdebatan dalam ilmu
antropologi tentang hukum primitif atau perdebatan dalam ilmu kriminologi tentang hakikat
dari kejahatan. Pengkajian Durkheim, pengaruh paham positivisme sangat dominan. Karena
perkembangan ilmu-ilmu sosial pada saat itu dilatar belakangi oleh semangat untuk menelaah
masyarakat secara logik, scientafic dan methodologis. Akan tetapi perkembangan selanjutnya
dari ilmu-ilmu social menunjukkan bahwa dalam mempelajari masyarakat, telaah-telaah yang
bersifat kesadaran manuasia ( human consciousness) .
Sosiologi hukum menurut Max Weber, tidak berurusan dengan karekteristik internal dari
suatu ketertiban hukum, tetapi sosiologi hukum berkepentingan dengan analisis tentang
hubungan antara sistim hukum dan sistim sosial lainnya. Dihubungkan dengan konsepnya
tentang dominasi hukum, maka hukum bukan hanya merupakan bentuk khusus dari
ketertiban politik, melainkan juga merupakan suatu ketertiban sentral yang bersifat mengatur
secara independen.
Perkembangan sosiologi hukum ( Law Sociology ) suatu disiplin ilmu yang relatif
muda, maka masih belum banyak mengungkapkan pengertian-pengertian yang masuk dalam
bahasan sosiologi hukum. Wignyosoebroto berpendapat bahwa sosiologi hukum adalah salah
satu cabang kajian sosiologi yang termasuk pada keluarga ilmu pengetahuan sosial, cabang
kajian tentang kehidupan bermasyarakat manusia pada umumnya, yang memberikan
perhatian kepada upaya-upaya manusia menegakkan dan mensejahterakan kehidupannya,
serta mempunyai kekhususan yang berbeda dengan kajian pada cabang-cabang sosiologi
yang lain. Sosiologi hukum berfokus pada masalah otoritas dan kontrol yang mungkin
kehidupan kolektif manusia itu selalu berada dalam keadaan yang relatif tertib
berketeraturan.Kekuatan kontrol dan otoritas pemerintah sebagai pengembangan kekuasaan
negara yang mendasari kontrol itulah yang disebut hukum.
Objek kajian sosiologi adalah masyarakat yang dilihat dari sudut hubungan
antarmanusia tersebut didalam masyarakat. Jadi pada dasarnya sosiologi mempelajari
masyarakat dan perilaku sosial manusia dengan meneliti kelompok yang dibangunnya.
Sosiologi mempelajari perilaku dan interaksi kelompok, menelusuri asal-usul
pertumbuhannya serta menganalisis pengaruh kegiatan kelompok terhadap anggotannya
Hukum sebagai sarana perubahan sosial yang dalam hubungannya dengan sektor hukum
merupakan salah satu kajian penting dari disiplin sosiologi hukum. Hubungan antara
perubahan sosial dan sektor hukum tersebut merupakan hubungan interaksi, dalam arti
terdapat pengaruh perubahan sosial terhadap sektor hukum sementara dipihak lain perubahan
hukum juga berpengaruh terhadap suatu perubahan sosial. Perubahan kekuasaan yang dapat
7
mempengaruhi perubahan sosial sejalan dengan salahsatu fungsi hukum, yakni hukum
sebagai sarana perubahan sosial atau sarana rekayasa masyarakat ( social engineering ).
Fungsi hukum dalam masyarakat sangat beraneka ragam, bergantung pada berbagai
faktor dan keadaan masyarakat. Disamping itu, fungsi hukum dalam masyarakat yang belum
maju juga akan berbeda dengan yang terdapat dalam masyarakat maju. Dalam setiap
masyarakat hukum lebih berfungsi untuk menjamin keamanan dalam masyarakat dan jaminan
pencapaian struktur sosial yang diharapkan oleh masyarakat.Namun, dalam masyarakat yang
sudah maju hukum, hukum menjadi lebih umum, abstrak, dan lebih berjarak dengan
konteksnya.

Secara umum dapat dikatakan bahwa ada beberapa fungsi hukum dalam
masyarakat.Yaitu ;
1. Fungsi Menfasilitasi dalam hal ini termasuk menfasilitasi antara pihak-pihak
tertentu sehinggga tercapai suatu ketertiban.
2. Fungsi Represif dalam hal ini termasuk penggunaan hukum sebagai alat bagi elite
penguasa untuk mencapai tujuan-tujuannya.
3. Fungsi Ideologis fungsi ini termasuk menjamin pencapaian legitimasi, hegemoni,
dominasi, kebebasan, kemerdekaan, keadilan dan lain-lain.
4. Fungsi Reflektif dalam hal ini hukum merefleksi keinginan bersama dalam
masyarakat sehingga mestinya hukum bersifat netral.
Fungsi hukum menurut masyarakat yaitu, hukum merupakan sarana perubahan
sosial.Dalam hal ini, hukum hanyalah berfungsi sebagai ratifikasi dan legitimasi saja
sehingga dalam kasus seperti ini bukan hukum yang mengubah masyarakat, melainkan
perkembangan masyarakat yang mengubah hukum.
Kemudian dalam suatu masyarakat terdapat aspek positif dan negatif dari suatu gaya
pemerintahan yang superaktif. Negatifnya adalah kecenderungan menjadi pemerintahan tirani
dan totaliter. Sedangkan positifnya adalah bahwa gaya pemerintahan yang superaktif tersebut
biasanya menyebabkan banyak dilakukannya perubahan hukum dan perundang-undangan
yang dapat mempercepat terjadinya perubahan dan perkembangan dalam masyarakat.
Perkembangan masyarakat seperti ini bisa kearah positif, tetapi bisa juga kearah yang
negative.
8
E. Contoh Kasus: Kenakalan Remaja
Pembunuhan Siswa SMA Pangadiluhur Jakarta Dalam Perspektif Sosiologi Hukum
Dalam kajian yag akan diangkat dalam makalah ini adalah analisis tentang kenakalan
remaja di kalangan pelajar SMA yaitu kasus pembunuhan pelajar SMA PANGUDILUHUR.
Hal ini menjadi sorotan banyak pihak ketika nilai-nilai dan norma hukum telah luntur jelas
dikalangan remaja sekarang ini. Dalam hal ini terjadi karena adanya diintegrasi antat pihak
satu dengan pihak yang lain sehingga terjadi ketidaksepahaman tujuan. Kondisi psikis remaja
yang liar dan kurang labil merupakan salah factor pemicu terjadinya kekerasan pada remaja.
Masalah hubungan antara bentuk masyarakat dan jenis-jenis hokum “Lambang
kesetiakawanan social yang tampak dianggap sebagai kesetiakawanan yang sungguh,yakni
sebagai suatu bentuk kemasyarakatn) itu hokum (Durkheim :Division du Travail Sosial
1893). Dalam kasus ini,fenomena kenakalan remaja merupakan permasalahan yang kompleks
dan perlu adanya solusi yang tepat dari masyarakat.Dalam kasus ini adalah jenis kejahatan
criminal pembunuhan, Sudarsono (2004). Kejahatan pembunuhan dusebut pula dalam istilah
bahasa Belanda “Doodslag”. KHUP buu II Bab XIX pasal 338 merumuskan bahwa
pembunuhan : “Barang siapa yang sengaja merampas nyawa orang lain diancam karena
pembunuhan dengan pidana paling lama penjara 15 Tahun”.
A. Kenakalan remaja dan tingginya tingkat kriminalitas.
B. Perilaku Individu sebagai masalah sosial yang bersumber dari faktor Individual
C. Disorganisasi sebagai sumber masalah
D. Solusi dan tahapan- tahapan
Kenakalan remaja dan tingginya tingkat kriminalitas Kenakalan remaja merupakan
salah satu permasalahn yang sangat komplek terjadi saat ini. Karena dalam permasalahn ini
menyangkut institusi lembaga yang berperan penting dalam pola pendidikan seorang
anak.yaitu lembaga keluarga dan lembaga pendidikan serta pengaruh pola sosialisasi yang
disorganisasi.Keluarga adalah merupakan suatu yang terbentuk karena ikatan perkawinan
(Pola Komunikasi Orang Tua dan Anak Dalam Keluarga,2006). Hilangnya kontrol sosial
yang terdapat jiwa remaja seringkali memnjadikan boomerang untuk mereka .
Contoh kasus Raafi adalah siswa SMA kelas III Pangudi Luhur. Pemuda 17 tahun
tersebut tewas setelah ditusuk orang tak dikenal saat berada di klub Shy Rooftop,
Kemang.Pavilion, Kemang, Jakarta Selatan. Sebelum sempat dirawat di rumah
sakit,nyawanya sudah melayang tak tertolong. Kejadian penusukan tersebut terjadi pada
Sabtu, 5 November 2011 dini hari.Ini merupakan
9
contoh lunturnya nilai nilai dan norma norma sosial yang tak dipegang serta dan
kurangnya penanaman nilai nilai dan norma hokum yang disampaikan oleh keluarga sejak
dini. Dalam hal ini peran sentarl keluarga yang merupakan penerapan pola pendidikan
primer (pertama kali) saat ini dinilai kurang memperhatikan aspek nilai nilai agama.

Solusi dan tahapan-tahapan Solusi dengan 4 tahapan Identifikasi masalah


- Kenakalan remaja dan kaitanya dengan kriminalitas
- Kasus pembunuhan pelajar SMA Pangudiluhur Diagnosis (pendekatan, personable approach
,system blame approach)
- Teori Konflik Sosial
- Teori Stratifikasi Fungsional
- Teori Per anan Sosial
- Teori Hobbes
- Teori Tindakan Treatme ( pemecahan masalah) cara yang dilakukan rehabilitation,
preventip
(antisipasi), development(usaha mengembangkan individu)

A. Potensi preventif terhadap remaja


1. Penyuluhan kesadaran hokum terhadap anak remaja
- Pengetahuan hokum
- Pemahaman kaidah-kaidah hokum
- Sikap terhadap norma- norma hokum
- Perilaku hokum

B. Motivasi anak
untuk mematuhi hokum Jika dipikirkan lebih lanjut,tampaknya ada beberapa faktor
pendorong yang dipatuhi remaja untuk sdar hokum dalam masyarakat yaitu:
a. Dorongan bersifat psikologis
b. Dorongan untuk memelihara nilai-nilai yang luhur dalam masyarakat
c. Dorongan untuk menghindari sanksi hukum.
.
10
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari pembahasan diatas maka kami dapat mengambil beberapa kesimpulan :
1. Sosiologi hukum adalah disiplin ilmu yang sudah berkembang dewasa ini bahkan
banyak penelitian hukum di Indonesia mempergunakan metode yang berkaitan dengan
sosiologi hukum. Ilmu ini juga merupakan cabang dari ilmu sosiologi.Walaupun sebagian
berpendapat bahwa ilmu ini cabang dari ilmu hukum.
2. Fungsi hukum dalam masyarakat tergantung dari berbagai faktor dan keadaan
masyarakat. Masyarakat yang sudah maju berbeda kebutuhan hukumnya dengan masyarakat
yang belum maju.Sehingga fungsi hukumnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan
masyarakat tersebut.
Setelah dipahami dan di paparkan secara lebih dalam dapat disimpulkan bahwa ada
suatu fenomena dan fakta tentang kenakalan remaja saat ini yang mengarah pada kriminalitas
sosial.Seharusnya keluarga yang merupakan lenbaga keluarga yang pertama kali seorang
mendapatkan sosialisasi pertama perlu ditanamkanya nilai-nilai dan aspek-aspek agama yang
sangat aplikatif sehingga nilai nilai itu akan terbawa saat si anak akan menginjak pada
kedewasaan

11
DAFTAR PUSTAKA

Ali, Zainuddin. Sosiologi Hukum. Jakarta. Sinar Grafika. 2008


https://sosiologi-hukum-dalam-masyarakat-suatu-tinjauan-sosiologi-hukum
https://kenakalan-remaja-pembunuhan-siswa-SMA-pengadiluhur-jakarta-dalam-perspektif-
sosiologi-hukum

12

Anda mungkin juga menyukai