Perbedaan Mesin Karburator dan Injeksi (EFI)
pada Motor yang Perlu Diketahui
By Admin Friday, May 28, 2021 Add Comment
Dalam proses kerja motor/mesin perlu mencapai langkah pembakaran dalam proses
kerjanya. Langkah pembakaran bahan bakar dan udara tersebut yang kemudian akan
dirubah menjadi tenaga mekanis gerak, sehingga kendaraan bermotor dapat berjalan.
Dari sistem kerja tersebut terdapat salah satu komponen yang berperan sangat penting
dalam proses pembakaran mesin bensin, yaitu karburator dan injeksi. Karburator atau
injeksi dipakai beberapa motor dari salah satu dari kedua jenis tersebut. Kedua jenis
tersebut memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai penyuplai bahan bakar ke dalam
ruang bakar.
Walaupun keduanya memiliki fungsi yang sama tetapi sebenarnya karburator dan
injeksi memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Berikut ini kita akan membahas
mengenai perbedaan antara sistem karburator dengan sistem injeksi dari berbagai
aspek, serta keuntungan dan kerugian dari kedua jenis tersebut.
PERBEDAAN KOMPONEN SISTEM KARBURATOR DAN SISTEM INJEKSI
Baca Juga
Begini Ciri-ciri Roller CVT Motor Matic Sudah Aus dan Peyang
Valve Body Matic: Pengertian dan Ciri-ciri Apabila Rusak Bermasalah
Kenali Apa Itu Body Valve Matic dan Cara Kerjanya
Berikut ini perbedaan dari kedua jenis sistem ditinjau dari komponen pada kerja agar
dapat menyuplai bahan bakar ke dalam mesin.
Komponen Karburator
Pada karburator terdapat komponen yang berbeda dengan sistem injeksi yang memiliki
fungsi masing-masing dalam mengoptimalkan suplai bahan bakar ke ruang bakar.
Berikut ini adalah beberapa komponen-komponen pada sistem karburator dan
fungsinya:
1. Inlet hose
Berfungsi untuk mengalirkan bensin dari ujung selang tangki bahan bakar menuju ke
ruang pelampung.
2. Jarum pelampung
Befungsi untuk membuka dan atau menutup inlet hose. Sehingga sering juga disebut
dengan katub bensin. Bentuk dari jarum pelampung seperti peluru atau seperti pensil
yang meruncing ke bawah.
3. Pelampung
Berfungsi untuk mengontrol posisi jarum pelampung sesuai dengan volume bensin
dalam ruang pelampung agar tetap stabil. Untuk cara kerjanya persis seperti
pelampung yang mengapung di atas bensin
4. Ruang/bak pelampung
Berfungsi untuk menampung bahan bakar sebelum disalurkan ke ruang bakar.
5. Needle jet
Sering juga disebut dengan jarum skep berfungsi untuk mengatur dari besar kecilnya
bahan bakar yang keluar dari saluran utama main jet.
6. Main Jet
Berfungsi penting dalam menyuplai bahan bakar dan mengontrol kebutuhan bahan
bakar sesuai dari kecepatan mesin.
7. Throttle valve
Berfungsi untuk mengatur besar kecilnya udara bersih yang masuk dalam ruang bakar.
Untuk cara kerjanya menyatu dengan main jet. Saat thorttle valve membuka maka main
jet juga terbuka, sehingga bahan bakar dan udara dapat tercampur dalam ruang bakar.
8. Main Nnozle
Berfungsi untuk mengabutkan bahan bakar karena terdapat lubang-lubang kecil.
9. Slow jet
Berfungsi untuk mengalirkan bahan bakar yang sudah bercampur udara ke dalam
ruang bakar saat mesin kondisi idle.
10. Venturi
Berfungsi untuk mempercepat dari aliran udara.
11. Choke valve
Berfungsi untuk menambah campuran bahan bakar dengan cara kerja apabila saat
mesin dingin katup choke akan menutup saluran udara dan saat piston langkah hisap
bahan bakar yang masuk akan lebih banyak.
12. Screw control
Terdapat dua buah sekrup yang berfungsi mengatur besar kecil bahan bakar dan
udara, yaitu piston valve screw dan pilot screw. Sehingga besar dan kecilnya daya
hisap bahan bakar dan udara yang masuk bergantung dari kedua sekrup ini.
Komponen Injeksi
Berbeda dengan karburator, pada sistem injeksi memiliki komponen yang lebih modern
dan kompleks dengan umumnya komponen injeksi berbasis sensor.
Dengan komponen tersebut injeksi diklaim lebih efektif dan efisien dalam menyuplai
bahan bakar ke dalam ruang bakar.
Berikut ini adalah beberapa komponen-komponen pada sistem injeksi dan fungsinya:
1. ECU (Electronic Control Unit)
Berfungsi untuk mengatur, menerima ,dan menghitung seluruh informasi dari seluruh
kerja sensor pada mesin agar kerja dari kendaraan sesuai dengan kondisi mesin.
2. MAP (Manifold Absolute Pressure)
Berfungsi untuk memberikan sinyal informasi tentang tekanan udara yang masuk ke
dalam intake manifold.
3. IAT (Engine Air Temperature) Sensor
Berfungsi untuk memberikan informasi dari suhu udara yang masuk ke intake manifold.
4. TP (Throttle Position) Sensor
Berfungsi untuk memberikan informasi mengenai letak atau posisi katup gas (throttle).
5. EOT (Engine Oil Temperatur)
Berfungsi untuk memberikan informasi tentang temperatur oli.
6. BAS (Bank Angle Sensor)
Pada sepeda motor berfungsi untuk memberikan informasi mengenai sudut kemiringan
dari kendaraan. Dengan cara kerja apabila kendaraan melewati batas kemiringan maka
ECU memerintahkan mematikan sistem kerja mesin.
7. WTS (Water Temperatur)
Berfungsi untuk mendeteksi kondisi cairan pendingin pada mesin.
PERBEDAAN CARA KERJA SISTEM KARBURATOR DAN SISTEM INJEKSI
Untuk perbedaan dari cara kerjanya untuk kedua sistem berbeda antar lain walaupun
fungsi utamanya sama. Baik sistem karburator maupun sistem injeksi masing-masing
memiliki cara kerja sendiri. Berikut ini adalah perbedaan dari cara kerja dari kedua
sistem ini:
1. Karburator
Prinsip kerja karburator secara umum bekerja berdasarkan dari hukum bernouli
(perbedaan tekanan). Untuk cara kerja dari karburator terdiri dari beberapa langkah.
Langkah pertama adalah langkah hisap, dimana piston bergerak dari TMA (Titik Mati
Atas) ke TMB (Titik Mati Bawah). Akibat dari langkah tersebut adalah udara dari luar
masuk ke dalam karburator melalui thorttle valve.
Dikarenakan memiliki tekanan yang rendah, bahan bakar yang ada pada ruang
pelampung ikut terhisap keluar melalui main jet karena memiliki tekanan yang lebih
besar dan ikut bercampur dengan udara. Bahan bakar dan udara kemudian mengalami
proses pengkabutan pada ruang bakar.
2. Injeksi
Berdasarkan dari komponennya, cara kerja dari sistem injeksi adalah dengan
memanfaatkan sensor atau dilakukan secara elektronik untuk mengetahui dari kondisi
mesin. Dari mulai awal bahan bakar dalam tangki bahan bakar hingga masuk ke ruang
bakar.
Cara kerjanya adalah saat kunci kontak berada diposisi “ON” pompa bahan bakar akan
bekerja dengan memberi tekanan pada selang bahan bakar. Saat kendaraan dalam
posisi start maka sensor-sensor mulai bekerja memberikan informasi pada ECU dari
data kerja mesin. Setelah motor hidup dan di-start pompa bahan bakar akan terus
bekerja dan injektor menyemprotkan bahan bakar dalam bentuk kabut ke dalam ruang
bakar.
Secara umum, perbedaan dari sistem karburator dan injeksi berdasarkan dari cara
kerjanya yang terletak pada proses suplai bahan bakar hingga ke ruang bakar. Kerja
dari karburator masih mengandalkan gerakan langkah hisap piston. Sedangkan pada
sistem injeksi sudah mengandalkan alat elektronik berupa injektor.
CAMPURAN BENSIN SISTEM EFI LEBIH IDEAL, SISTEM KARBURATOR BISA
IDEAL/TIDAK
Hal ini terjadi karena sistem EFI menggunakan perhitungan real time, dimana data
diperoleh dari sensor, dan sensor tersebut akan mengirimkan data secara akurat.
Selanjutnya, data ini akan dihitung bersama dengan data sensor lainnya, kemudian
timming pembukaan injektor dan lamanya waktu injektor terbuka untuk menentukan
jumlah bensin yang benar. Melalui skema ini, sistem injeksi idealnya dapat menyuplai
bensin dalam segala kondisi.
Sementara di karburator, masih memungkinkan untuk menghasilkan campuran yang
kaya atau kurus. Campuran kaya mengacu pada situasi di mana bensin mengandung
lebih kecil 14: 1, dan campuran kaya mengacu pada situasi di mana bensin
mengandung lebih dari 14: 1 (14 molekul bensin banding 1 molekul bensin). Kedua
situasi tersebut terjadi karena parameter yang digunakan pada karburator hanya
bergantung pada kecepatan aliran udara di venturi.
PERBEDAAN KONSUMSI BAHAN BAKAR
Campuran yang kaya berdampak dari bahan bakar yang keluar itu lebih banyak.
Sehingga pemakaian dari bahan bakar akan lebih cepat habis atau boros. Hal ini akan
menyebabkan mesin dengan sistem karburator dalam pemakaian bahan bakar yang
boros walaupun kapasitas dari mesinnya kecil.
Berbeda dengan sistem EFI, pada sistem ini mampu menyuplai bahan bakar yang ideal
pada segala kondisi mesin. Hasilnya adalah campuran kaya tidak terjadi dan
pemborosan pemakaian bensin juga tidak akan terjadi, inilah yang akan membuat
pemakaian bahan bakar pada mesin injeksi lebih ekonomis.
PERBEDAAN DALAM PERAWATAN
Jika perawatan tidak dilakukan pada sistem, tidak peduli teknologi apa yang digunakan
pada mesin dampaknya kendaraan pasti akan cepat rusak. Ini juga berlaku untuk
sistem injeksi pada mesin.
Mesin EFI yang melakukan penyemprotan bahan bakar elektronik memerlukan
perawatan rutin. Dari mengganti filter udara hingga membersihkan injektor bahan bakar,
jaraknya sekitar 10.000 KM. Jika tidak demikian, maka kotoran yang mengendap di
saluran bahan bakar akan menghambat kinerja injektor. Bensin akan tersumbat,
sehingga mesin akan brebet dan bisa mengalami mogok.
Namun berbeda dengan sistem karburator. Skema kerja secara konvensional akan
lebih diperhatikan dalam perawatan. Walaupun terkadang terjadi masalah, cukup
dengan membersihkan saringan udara dan mengatur sekrup karburator, kita sudah
merawat agar performa karburator sesuai dengan yang dharapkan.
Khusus pada sepeda motor, skema karburator sepeda motor sangat mudah dipahami,
sehingga siapapun dapat melepasnya untuk dibersihkan.
PERBEDAAN PENYETELAN DALAM PERAWATAN
Sistem karburator dapat dengan mudah disetel, sedangkan injeksi memerlukan alat
khusus. Dalam karburator terdapat dua sekrup penyetel. Sekrup ini digunakan untuk
mengatur perbandingan udara dan bahan bakar yang masuk ke mesin hanya diatur
dengan obeng min dengan sesuka hati.
Tapi apa yang akan dilakukan pada sistem EFI bila perlu penyetelan? Seperti yang kita
ketahui bahwa semua yang ada di sistem EFI diatur secara otomatis. Tapi kita bisa
mengaturnya, tapi kita membutuhkan alat khusus atau memodifikasi kabel EFI. Setting
ini akan menggunakan scanner untuk mereset data ECU. Cara kedua adalah dengan
menambahkan modul khusus pada kabel sensor untuk merubah sinyal. Tetapi menyetel
ulang tanpa perhitungan sama saja dengan mempercepat kerusakan mesin, jadi harap
susuai dengan pengaturan pabrikan agar semua aspek keawetan mesin dan
penghematan bahan bakar dapat tercapai.