0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
77 tayangan16 halaman

Tugas Tutorial PKNI4317: Hak Asasi Manusia

Dokumen tersebut merupakan jawaban tugas tutorial 3 mata kuliah PKNI4317 Hak Asasi Manusia yang berisi pembahasan lima soal dan diakhiri dengan kata pengantar. Pembahasan soal membahas hubungan hukum dan HAM, perkembangan HAM di berbagai negara, reformasi konstitusi terkait HAM, proses pengadilan pelanggaran HAM internasional, serta peraturan perundang-undangan terkait perlindungan anak di Indonesia.

Diunggah oleh

los dol
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
77 tayangan16 halaman

Tugas Tutorial PKNI4317: Hak Asasi Manusia

Dokumen tersebut merupakan jawaban tugas tutorial 3 mata kuliah PKNI4317 Hak Asasi Manusia yang berisi pembahasan lima soal dan diakhiri dengan kata pengantar. Pembahasan soal membahas hubungan hukum dan HAM, perkembangan HAM di berbagai negara, reformasi konstitusi terkait HAM, proses pengadilan pelanggaran HAM internasional, serta peraturan perundang-undangan terkait perlindungan anak di Indonesia.

Diunggah oleh

los dol
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

FORMAT JAWABAN TUGAS TUTON

Tugas Tutorial 3

PKNI4317 Hak Asasi Manusia

Miftakhul Munir

858848195

PGSD

UPBJJ UT Malang

POKJAR Kab. Kediri


Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Terbuka

2023

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan yang maha esa atas limpahan Rahmat dan
karunia-nya sehingga saya bisa menyelesaikan tugas tutorial 3 ini sebagai bukti
bahwa saya telah menyelesaikan tugas tutorial 3 dalam sesi ke tiga ini , Tugas
Tutorial 3 ini saya kerjakan secara mandiri yang bersumber dari modul PKNI4317
Hak Asasi Manusia, situs resmi BPKRI, situs resmi DPRRI dan apabila terdapat salah
kata atau ejaan saya mohon maaf yang sebesar besarnya.
Kediri, 23 November 2023

Miftakhul Munir
PEMBAHASAN

Soal -soal :

1. Hubungan antara hukum dan HAM , dimaksud setiap negara yang


menghormati HAM merupakan negara hukum dalam arti materiil atau
substansial. Apa maksudnya? Jelaskan argumen saudara!
2. Dinamika perkembangan HAM baik dalam ranah internasional dan nasional
merupakan perjalanan penting bagaimana HAM ditegakkan dan diterima
sebagai perlindungan bagi setiap individu diseluruh dunia tanpa terkecuali.
Jelaskan perkembangan HAM yang anda ketahui di beberapa negara di dunia!
3. Reformasi konstitusi khususnya mengenai HAM menegaskan secara eksplisit
bahwa Indonesia adalah negara hukum. Di dalamnya diatur pengakuan
terhadap prinsip supremasi hukum dan konstitusi serta adanya jaminan-
jaminan hak asasi manusia. Jelaskan pendapat saudara!
4. Penyelesaian kasus atau sebuah pelanggaran internasional hingga pada
proses pengadilan yaitu melalui beberapa tahapan. Tahapan ini harus diikuti
oleh pihak-pihak yang terlibat dalam peradilan HAM Internasional. Demikian
juga, Beberapa pihak berhak mengadukan kasus pelanggaran HAM
internasional. Pihak-pihak mana yang dianggap memiliki hak? Jelaskan
pendapat saudara!
5. Indonesia telah banyak menetapkan peraturan perundangan yang berspektif
HAM dan dilakukan ratifikasi instrumen HAM internasional yaitu berupa
undang-undang, keputusan dan instruksi presiden. Salah satunya adalah
ratifikasi Undang-undang perlindungan untuk anak. Undang-undang apa saja
yang memberi perlindungan anak? Bagaimana isi Undang-undang ini
mengatur?

Jawaban

1. Pertama kali konsep negara hukum muncul adalah konsep negara hukum
formil (negara hukum dalam arti sempit), artinya negara yang membatasi
ruang geraknya dan bersifat pasif terhadap kepentingan rakkyat negara.
Negara tidak campur tangan secara banyak terhadap urusan dan kepentingan
rakyat negara. Negara tidak ikut campur secara banyak dalam urusan dan
kepentingan rakyat negara. Urusan ekonomi di serahkan kepada warga
dengan dalil Laissez faire,yang artinya bahwa warga dibiarkan mengurus
kepentingan ekonominya sendirimaka dengan sendirinya ekonomi negara
akan sehat. Namun setelah terjadinya perang dunia ke 2 terjadi kesenjangan
ekonomi yang sangat parah. Sehingga lambat laun gagasan pemerintah
dilarang ikut campur dalam urusan warga negara baik dalam bidang ekonomi
maupun social berubah menjadi gagasan bahwa pemerintah bertanggung
jawab atas kesejahteraan rakyat dan karenannya harus aktif
mengaturkehidupan ekonomi dan social (Mirriam Budiarjo) maka dari itu
pemerintah dilarang bersifat pasif dan harus aktif dalam melakukan Upaya
Upaya membangun kesejahteraaan rakyat.

Gagasan baru ini di sebut dengan Welfare State atau negara kesejahteraan .
sebagai konsep hukum, negara yang muncul adalah negara hukum materiiil
atau negara negara hukum dalam arti luas . dalam negara hukum materiil
atau biasa disebut negara hukum modern. Pemerintah memiliki tugas
membangunn kesejahteraan umum di berbagai lapangan kehhidupan. Untuk
menjalankan tugas tersebut pemerintah di berikan kewenangan untuk ikut
campur dalam urusan warga negara.

Konsep negara hukum materiil (modern) berbeda dengan konsep hukum


formiil (klasik) pemrintah dalam negara hukum materiil bisa bertindak lebih
luas dalam dalam urusan dan kepentingan public jauh melebihi batas-batas
yang diatung dengan gagasan hukum formil. Bahkan pemerintah (eksekutif)
dapat memiliki kewenangan legislatif. Kewenangan ini meliputi tiga hal yaitu
1) hak mengajukan RUU bahkan menciptakan peraturan perundang undangan
yang setara dengan undang undang tanpa persetujuan parlemen meskipu di
Batasi dalam kurun waktu tertentu. 2) hak delegasi yaitu membbuat peraturan
perundang undnnagan dibawah undang undang dan yang terakhir 3) droit
ermesen ( menafsirkan sendiri aturan – aturan yang masih enunsiatif)
(Mahfud M, 1993

Jadi kesimpulannya Negara hukum materiil (modern) atau dapat disebut


welfare state adalah negara yang pemerintahanya memiliiki keleluasaan untuk
ikut camput dalam urusan warga negaranya dengan dasar bahwa pemerintah
ikut bertanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyat. Negara bersifat aktif
dan mandiri dalam Upaya membangun kesejahteraan rakyat

Secara substansial negara Indonesia sebagai negara hukumm telah


mengkonversi perjanjian intternasional terkait HAM sebagai bentuk
penghormatan terhadap Hak Asasi [Link] pasal 1 ayat 3 UUD 1945
menyatakan bahwa negara Indonesia adalah negara Hukum salah satu ciri
dari negara hukum adalah adanya hak asasi manusia (HAM) dalam
penyelenggaraan negara Indonesia. Pada tanggal 17 Agustus 1945 Negara
Indonesia telah menegaskan pembelaannya terhadap Hak Asasi Manusia
sebagaimana ternyata daalam klausul pembukaan UUD 1945 dan dalam
batang tubuh UUD 1945 yakni pasal 27-34. Presiden dan DPR meratifikasi
konvensi PBB yang menentang penyiksaan dan perlakuan atau
penghukuman lain yang kejam, tidak manusiawi , atau merendahkan harkat
dan martabat manusia kedalam UU No 5 Tahun 1998. Kemudian MPR juga
mengeluarkan ketetapan MPR No. XVII/MPR/1998 tentang HAM, yang
ditindaklanjuti dengan keluarnya UU No. 39 tahunn 1999 tentang HAM.
Secara materiil negara menjunjung tinggi hak – hak warga negaranya dan
memberikan perlindungan hukum atas pemenuhan hak – hak warga negara
sebagaimana diatur dalam konstitusi yaitu antara lain:

a) Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.


b) Hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui
perkawinan yang sah
c) Hak atas keberlangsungan hidup
d) Hak untuk mengembangkan diri dan melalui pemenuhan kebutuhan
dasarnya dan berhak mendapatkan Pendidikan, ilmu pengetahhuan
dan tekhnologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya
demi kesejahteraan hidup manusia.
e) Hak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara
kolektif untuk membangun Masyarakat, bangsa, dan negaranya
f) Hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang
adil serta perlakuan yang sama di depan hukum
g) Hak untuk mempunyai hak milik pribadi, hak untuk hidup, hak untuk
tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati Nurani, hak Beragama,
hak untuk tidak dituutut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah
hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalamkeadaan apapun.

2. Sejarah Perkembangan HAM

a) Hak Asasi Manusia di Yunani

Filosof Yunani, seperti Socrates (470 – 399 SM) dan Plato ( 428- 348
SM) meletakkan dasar bagi perlindunngan dan jaminan diakui nya Hak
– hak asasi manusia. Konsepsinya menganjurkan Masyarakat untuk
melakukan social control kepada penguasa yang zalim da tidak
mengakui nilai nilai keadilan dan kebenaran. Aristoteles ( 348- 332 SM )
mengajarkan pemerintah harus mendasarkan kekuasaan nya pada
kemauan dan kehendak warga negaranya

b) Hak Asasi Manusia di Inggris

Negara Inggris sering disebut sebagai negara pertama di dunia yang


memperjuangkan Hak Asasi Manusia. Perjuanagn tersebut tampak
dengan adannya berbagai dokumen kenegaraan yang berhasil disusun
dan disahkan dokumen tersebut adalah sebagai berikut:

a. MAGNA CHARTA
MAGNA CHARTA di cetuskan pada 15 juni 1215 yang prinsip
dasarnya memuat pembatasan kekuasaan raja dan hak asasi
manusia lebih penting dari kedaulatan raja. Tak seorangpun
warga negara merdeka dapat ditahan atau dirampas harta
kekayaannya atau diasingkan atau dengan cara aapun dirampas
hak – haknya, kecuali berdasarkan pertimbangan hukum.
Piagam magna charta itu menandakan kemenangan telah
diraihsebab hak hak tertentu yang prinsip telah diakui dan
dijamin oleh pemerintah. Piagam tersebut menjadi lambang
munculnya perlindungan hak hak asasi karena ia mengajarkan
bahwa hukum dan undnag undang derajatnya lebih tinggi dari
kekuasan raja.

Isi Magna Charta ialah sebagai berikut:

- Raja beserta keturunannnya berjanji akan menghormati


kemerdekaan, hak , dan kebebasan gereja inggris
- Raja berjanji kepada penduduk kerajaan yang bebas untuk
memberikan hak – hak sebagai berikut :
- Para petuga skeamanan dan pemungut pajak akan
menghormati hak – hak penduduk
- Polisi atau pun jaksa tidak dapat menuntutu seseorang
tanpa bukti dan saksi yang sah
- Seseorang yang bukan budak tidak akan ditahan, ditangkap,
dinyatalkan bersalah tanpa perlindungan negara dan tanpa
alasan huku sebagai dasar tindakannya
- Apabila seseorang tanpa perlindungann hukum sudah
terlanjur di tahan, raja berjanji akan mengkoreksi
kesalahannya.

b. PETITION OF RIGHTS

Pada dasarnya Petition of rights berisi pertanyaan pertanyaan


mengenaio hak –hak rakyat beserta jaminannya. Petisi ini
diajukan oleh para bangsawan kjepada rtaja di depan parlemen
pada tahun 1628. Isisnya secara garis besar sebagai berikut :

- Pajak dan pungutan istimewa harus disertai persetujuan


- Warga negara tidak boleh di paksakan menerima tentara di
rumahnya
- Tentara tidak boleh menggunakan hukum perang dalam
keadaan damai
c. HODEAS CORPUS ACT

Hobeas Corpus Act adalah undnag undang yang mengatur


tentang penahanan seseorang, di buat pada tahun 1679. Isinya
adalah sebagai berikut :

- Seseorang yang ditahan segera di periksa dalam waktu 2


hari setelah penahanan.
- Alasan penahanan seseorang harus disertai bukti yang sah
menurut hukum.

d. BILL OF RIGHTS

Bill of Rights merupakan undang – undang yang di cetuskan


pada tahun 1689 dan diterima parlemen inggris, yang isinya
mengatur tentang :

- Kebebasan dalam pemilihan anggota parlemen


- Kebebasan berbicarta dan mengeluarkan pendapat
- Pajak, undang undang dan pembentukan tentara tetap harus
seizin parlemen
- Hak warga negara untuk memeluk agama menurut
kepercayaan masing masing
- Parlemen berhak merubah keputusan raja.

c) Hak Asasi Manusia di Amerika Serikat

Pemikiran filsuf john locke (1633-1704) yang merumuskan hak hak


alam, seperti hak atas hidup, kebebasan, dan milik ( life, liberty and
property) mengilhamiu sekaligus menjadi pegangan bagi rakyat
amerika sewaktu memberontak melawan penguasa inggris pada tahun
1776. Pemikiran john locke mengenai hak hak daasar ini terlihat jelas
dalam deklarasi kemerdekaan amerika serikat yang dikenal dengan
Declaration of independence of the united states.

Revolusi amerika dengan Declaration of independence nya tanggal 4


juli 1776, suatu deklarasi kemerdekaan yang diumumkan secara
aklamasi oleh 13 negara bagian, merupakan pula piagam hak hak asasi
manusia karena mengandung pernyataan “ bahwa sesungguhnya
semua bangsa diciptakan sama derajat oleh maha pencipta. Bahwa
semua manusia dianugrahi penciptanya hak hidup, kemerdekaan, dan
kebebasan untuk menikmati kebahagiaan.
Declaration of independence di amerika seriokat menempatkan
amerika sebagai negara yang memberi perlindungan dan jaminan hak
hak asasi manusia dalam konstitusinya, kendatipun secara resmi
rakyat prancis sudah lebih dulu memulainya sejak masa rousseau
kesemuanya atas kjasa presioden Thomas Jefferson presiden AS
lainnya yang terkenal sebagai pendekar HAM adalah Abraham Lincoln,
Woodrow Wilson dan Jimmy Carter

Amanat presiden Franklin D. Roosevelt tentang “empat kebebasan


“ yang di ucapkannya dalam kongres Amerika Serikat tanggal 6 januari
1941 yakni:

- Kebebasan untuk berbicara dan melahirkan pikiran


- Kebebasan meilih agama sesuai dengan keyakinan dan
kepercayaannya.
- Kebebasan dari rasa takut
- Kebebasan dari kekurangan dan kelaparan.

Kebebasan – kebebasan tersebut dimaksudkan sebagai kebalikan dari


keekjaman dan penindasan melawan fasisme di bawah totalirisme
Hitler ( jerman), jepang, dan italia.

d) Hak Asasi Manusia di Prancis.

Perjuangan hak asasi manusia di prancis dirumuskan dalam suatu


naskah pada awal Revolusi [Link] itu di lakukan untuk
melawan kesewenang- wenangan rezim lama. Naskah tersebut di
kenal dengan Declaration Des Droits De L’homme et Du Citoyen yaitu
pernyataan mengenai hak hak manusia dan warga nnegara .
pernyataan yang di cetuskan pada tahun 1789 ini mencanangkan hak
dana kebebasan, kesamaan,dan persaudaraan atau
ketidaksetiakawanan. (liberte,egalite,fraternite)

Lafayette merupakan seorang pelopor penegakan HAM Masyarakat


Prancis ynag berada di Amerika Ketika Revolusi Amerika mletus dan
mengakibatkan tersusunnya Declaration Des Droits De L’homme et Du
Citoyen. Kemudia pada tahun 1791, seluruh hak – hak asasi manusia
di cantumkan seluruhnya di dalam konstitusi Prancis yang kemudia
ditambah dan diiperluas lagi tahun 1793 dan 1848. Juga dalam
konstitusi tahun 1793 dan 1795, revolusi ini di prakarsai pemikir -
pemikir hebat seperti :J.J. Roussseau, Voltaire, serta Montesquieu.
Hak asasi yang tersimpul dalam deklarasi itu antara lain:

Manusia dilahirkan Merdeka dan tetap Merdeka.


Manusia mempunyai Hak yang sama
Manusia Merdeka berbuat sesuatu tanpa merugikan pihak lain
Warga negara mempunyai hak yang sama dan mempunyai
kedudukan serta pekerjaan umum.
Manusia tidak boleh dituduh dan ditangkap selain menurut
uundang – undang.
Manusia mempunyai kemerdekaan agama dan kepercayaan
Menusia Merdeka mengeluarkan pikiran
Adanya kemerdekaan surat kabar
Adanya kemerdekaan Bersatu dan berapat
Adanya kemerdekaan berserikat dan berkumpul
Adanya kemerdekaan bekerja, berdagang dan melaksanakan
kerajinan.
Adanya kemerdekaan rumah tangga
Adanya kemerdekaan hak milik
Adanya kemerdekaan lalu lintas.
Adanya hak hidup dan mencari nafkah.

e) Hak Asasi Manusia Oleh PBB

Pada tahun 1946, setelah perang dunia kedua, disususnlah rancangan


piagam hak hak asasi manusia oleh organisasi kerja sama untuk social
ekonomi PBB yang terdiri dari 18 anggota, PBB mulai membentuk
komisi hak asasi manusia (Commission of Human Rights). Sidangnya
dimulai pada bulan januari 1947 di awah pimpinan Ny. Eleanor
Rossevelt. Baru 2 tahuun kemudian , pada tanggal 10 Desember 1948
Sidang umum PBB di selenggarakan di istana Chaillot , paris menerima
baik hasil kerja panitia tersebut. Karya itu berupa Universal Declaration
Of Human Rights atau pernyatan sedunia tentang hak – hak asasi
manusia,terdiri dari 30 pasal. Dari 58 negara 48 menyatakan
persetujuannya , 8 negara abstain, dan 2 negara absen. Oleh karena itu
setiap tanggal 10 Desember diperingati sebagai Hak Asasi Manusia.

Universal Declaration of human rights antara lain mencantumkan,


bahwa setiap orang mempunyai Hak :
Hidup
Kemerdekaan dan keamanan badan
Diakui kepribadiannya
Memperoleh pengakuan yang sama dengan orang lain menurut
hukum untuk mendapat jaminan hukumn dalam perkara pidana,
seperti di periksa dimuka umum dan dianggap tidak bersalah
kecuali ada bukti yang sah.
Masuk dan keluar wilayah suatu negara
Mendapatkan asylum
Mendapatkan suatu kebangsaan
Mendapat hak milik atas benda
Bebas mengutarakan pikiran dan perasaan
Bebas memeluk agama
Mengeluarkan pendapat
Berapat dan berkumpul
Mendapat jaminan social
Mendapattkan pekerjaan
Berdagang
Mendapatkan Pendidikan
Turut serta dalam kegiatan kebudayaaan Masyarakat
Menikmati kesennian dan turut serta daam kemajuan keilmuan

f) Hak Asasi Manusia di Indonesia.

Hak Asasi Manusia di Indonesia bersumber dan bermuara pada


Pancasila. Negara Republik Indonesia mengakui dan Indonesia
mengakui dan menjunjung tinggi hak asasi manusia dan kebebasan
dasar manusia sebagai hak yang secara kodraati melekat dan tidak
terpisah dari manusia yang harus dilindungi, di hormati, dan di
tegakkan demi peningkatan mastabat kemanusiaan, kesejahteraan,
kebahagiaan, kecerdasan serta keadilan.

Berbagai instrument HAM yang dimiliki negara Republik Indonesia,


yakni:

Undang – Undang Dasar 1945


Ketetapan MPR Nomor XVII/MPR/1998 tentang HAM
Undang – Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM
Di Indonesia secara garis besar disimpulkan, hak -hak asasi manusia
itu di beda-bedakan menjadi sebagai berikut:

Hak – hak Asasi Pribadi (personal rights) yang meliputi


kebebasan menyatakan pendapat, kebebasan memluk agama
dan kebebasan bergerak
Hak - hak asasi ekonomi (property rights) yang meliputi hak
untuk memiliki sesuatu , hak untuk membeli dan menjual serta
memanfaatkan nya.
Hak -hak asasi politik ( political rights) yaitu hak untuk ikut serta
dalam pemerintahan, hak pilih (dipilih dan memilih dalampemilu )
dan hakk untuk mendirikan partai politik.
Hak asasi untuk mendapatakan perlakuan yang sama dalam
hukum dan pemerintahan (rights of legal equality)
Hak hak asasi social dan kebudayaan ( social dan culture rights)
. misalnya hak untuk memilih Pendidikan dan hak untuk
mengembangkan kebudayaan.
Hak asasi untuk mendapatkan perlakuan tata cara peradilan dan
perlindungan (procedural rights) misalnya peraturan dalam hal
penahanan,penangkapan, penggeledahan, dan peradilan

Sejarah perkembangan HAM diinsonesia dari masa ke masa

Sebelum kemerdekaan, pada masa ini banyak muncul


pemikiran tentang HAM dari beberapaorganisasi yang berdiri
pada saat itu terutama organisasi BUDI OETOMO pada tahun
1908. Budi utomo merupakan organisasi pertama yang
menyuarakan kesadaran berserikat dan mengeluarkan
pendapat melalui petisi – petisi yang ditujukan
kepadapemerintah colonial.
Tahun 1945-1950, pemikiran HAM pada periode ini
menekankan wacana untuk Merdeka , hak kebebasan untuk
berserikat melalui organisasi politik, serta hak untuk
menyatakan pendapat dalam parlemen.
Tahun 1950-1959, dikenal sebagai periode parlementer,
banyak munculnya partai politik dengan berbagai ideologi,
adanya kebebasan pers
Tahun 1959-1966, pada masa ini menggunakan demokrasi
terpimpin menggantikan demokrasi liberal yang sebelumnya
karena presiden Soekarno menganggap demokrasi liberal
sebagai produk bangsa barat.
Tahun 1966 – 1998, pada awalnnya ordebaru menjanjikan
banyak harapan penegakan HAM di Indonesia , namun janji
janji tersebut banyak mengalami kemunduran pada tahun 70
an hingga 1980 hingga berujung penolakan HAM dengan
alas an HAM dan Demkorasi merupakan produk barat dann
tidak sesuai dengan Indonesia karena dinilai individualistic
dan militeristik.
Pada tahun 1998 merupakan era paling penting dalaam
Sejarah perkembangan HAM di Indonesia seperti munculnya
Ketetapan MPR Nomor XVII/MPR/1998 tentang HAM
sevagai tonggak awal dalam perkembangan HAM di
Indonesia secara pesat.

3. Salah satu indikasi untuk disebut sebagai negara hukum, antara lain harus di
tegakkannya Hak Asasi Manusia (HAM). Setiap Negara yang menyatakan
dirinya sebagi negara hukum mengakui supremasi hukum (suprmacy of law)
artinya tentu negara itu menjamin secara hukum hak asasi manusia.

Tentunya setiap negara yang menghormati HAM merupakan negara hukum


dalam arti materiil atau [Link] suatu negara yang dijalankan itu
tidak memperhatiikan nilai substansi yang ada berarti negara tersebut di
jalankan secara regresif, sehingga kecenderungannya akan mempertahankan
status quo. Dengan demikian dalam negara hukum seharusnya HAM diatur
berdasarkan hukum, sehingga penghormatan dan penegakkannya HAM itu
dapat ditegakkan secara pasti.

Pada saat pemerintahan reformasi, Presiden B.J Habibie, isu, dan masalah
masalah HAM semakin menguat. Pemerintahan Habibie meratifikasi
berbagai instrumen HAM internasional. [pemerintahan BJ Habibie juga
mengeluarka undang undang no 39 tahun 1999 tentang HAM.

Dalam perlkembangannya sebagi buah hasil dari reformasi 1998. UUD 1945
mengalami empat kali amandemen, sehingga menghasilkan undang undang
yang memuat lebih banyak tentang HAM dari pada undnag undang dasar
sebelumnya.

Konsep universal HAM diinterpretasikan sesuai dengan Pancsila da undnag


undang dasar [Link] dengan begitu akan berkaitan dengan
falsafah,doktrin,dan wawasan bangsa indonesia baik secara individu maupun
secra kolektif. Konsepsi mengenai Universal HAM bagi bangsa indonesia
haruslah tidak hanya terhadap hak hak yang dasar saja tetapi harus lebih
relevan,termasuk menyangkut kewajiban dasar manusia sebagai warga
negara untuk mematuhi peraturan perundnag undangan , termasuk adanya
kewajiban menghormati Hak asasi orang lain dan membela NKRI.

4. Cara kerja komisi PBB untuk Hak Asasi Manusia untuk sampai pada proses
peradilan internasional dapat digambarkan sebagai berikut. Langkah pertama
melakukan pengkajian (studies) terhadap pelanggaran –pelanggaran yang
terjadi, baik dalam suatu negara tertentu maupun secara global. Terhadap
kasus –kasus pelanggaran yang terjadi, kegiatan komisi terbatas pada
himbauan serta persuasi. Kekuatan himbauan dan persuasi terletak pada
tekanan pini dunia internasinal terhadap pemeriuntah yang berangkutan.

Untuk siapa saja yang berhak mengadukan kasus pelanggaran HAM


internasinal, tentu pada prinsipnya setiasp warga negara dan atau negara
anggota PBB berhak mengadu pada komisi ini. Untuk warga negara
perseorangan di persyaratkan agar terlebih dahulu ditempuh secara
musyawarah di negara asalnya, sebelum pengaduan di bahas. Mahkamah
internasional sesuai dengan tugasnya, segera menindak lanjuti baik
pengaduan oleh anggota maupun warga negara anggota PBB serta hasil
pengkajian dan temuan komisi Hak Asasi Manusia PBB untuk diadakan
penyidikan,penahanan,dan proses pengadilan.

Dari penjelasan diatas jelas bahwa pihak pihak yang berhak mengadukan
adalah :1).warga negara dan atau negara anggota sah PBB, 2) negara
perseorangan(dengan catatan harus melalui langkah langkah seperti yang di
jelaskan diatas).

5. UU NO. 23, LN 2002 / NO. 109, TLN. NO. 4235, LL SETKAB : 44 HLM

UNDANG-UNDANG TENTANG PERLINDUNGAN ANAK

Agar setiap anak kelak mampu memikul tanggung jawab tersebut, maka ia
perlu mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan
berkembang secara optimal, baik fisik, mental maupun sosial, dan berakhlak
mulia, perlu dilakukan upaya perlindungan serta untuk mewujudkan
kesejahteraan anak dengan memberikan jaminan terhadap pemenuhan hak-
haknya serta adanya perlakuan tanpa diskriminasi. Untuk mewujudkan
perlindungan dan kesejahteraan anak diperlukan dukungan kelembagaan dan
peraturan perundang-undangan yang dapat menjamin pelaksanaannya.
Berbagai undang-undang hanya mengatur hal-hal tertentu mengenai anak dan
secara khusus belum mengatur keseluruhan aspek yang berkaitan dengan
perlindungan anak. Atas dasar pertimbangan tersebut, perlu ditetapkan
Undang-undang tentang Perlindungan Anak;

 Dasar hukum undang-undang ini adalah : Pasal 20, Pasal 20A ayat (1),
Pasal 21, Pasal 28B ayat (2), dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945; Undang-undang Nomor 4
Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak; Undang-undang Nomor 7
Tahun 1984 tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi
terhadap Perempuan; Undang-undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang
Pengadilan Anak; Undang-undang Nomor 4 Tahun 1997 tentang
Penyandang Cacat; Undang-undang Nomor 20 Tahun 1999 tentang
Pengesahan ILO Convention No. 138 Concerning Minimum Age for
Admission to Employment (Konvensi ILO mengenai Usia Minimum
untuk Diperbolehkan Bekerja); Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999
tentang Hak Asasi Manusia; dan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2000
tentang Pengesahan ILO Convention No. 182 Concerning The
Prohibition and Immediate Action for The Elimination of The Worst
Forms of Child Labour (Konvensi ILO No. 182 mengenai Pelarangan
dan Tindakan Segera Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk
untuk Anak).

 Dalam Undang-Undang ini diatur tentang : pertanggungjawaban orang


tua, keluarga, masyarakat, pemerintah dan negara merupakan
rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara terus-menerus demi
terlindunginya hak-hak anak. Rangkaian kegiatan tersebut harus
berkelanjutan dan terarah guna menjamin pertumbuhan dan
perkembangan anak, baik fisik, mental, spiritual maupun sosial.
Tindakan ini dimaksudkan untuk mewujudkan kehidupan terbaik bagi
anak yang diharapkan sebagai penerus bangsa yang potensial, tangguh,
memiliki nasionalisme yang dijiwai oleh akhlak mulia dan nilai
Pancasila, serta berkemauan keras menjaga kesatuan dan persatuan
bangsa dan negara. Upaya perlindungan anak perlu dilaksanakan sedini
mungkin, yakni sejak dari janin dalam kandungan sampai anak berumur
18 (delapan belas) tahun. Bertitik tolak dari konsepsi perlindungan
anak yang utuh, menyeluruh, dan komprehensif, undang-undang ini
meletakkan kewajiban memberikan perlindungan kepada anak
berdasarkan asas-asas sebagai berikut : a. nondiskriminasi; b.
kepentingan yang terbaik bagi anak; c. hak untuk hidup, kelangsungan
hidup, dan perkembangan; dan d. penghargaan terhadap pendapat
anak. Dalam melakukan pembinaan, pengembangan dan perlindungan
anak, perlu peran masyarakat, baik melalui lembaga perlindungan anak,
lembaga keagamaan, lembaga swadaya masyarakat, organisasi
kemasyarakatan, organisasi sosial, dunia usaha, media massa, atau
lembaga pendidikan.

UU NOMOR 35 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN UNDANG UNDANG


NO 23 TAHUN 2002

Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan


Anak juga mempertegas tentang perlunya pemberatan sanksi pidana dan
denda bagi pelaku kejahatan terhadap Anak, untuk memberikan efek jera,
serta mendorong adanya langkah konkret untuk memulihkan kembali fisik,
psikis dan sosial Anak korban dan/atau Anak pelaku kejahatan. Hal
tersebut perlu dilakukan untuk mengantisipasi Anak korban dan/atau Anak
pelaku kejahatan di kemudian hari tidak menjadi pelaku kejahatan yang
sama.

Anda mungkin juga menyukai