DAERAH PERIKANAN DAN
SUMBERDAYA IKAN
Muhammad Dafikri, S.Pi., G.r
Guru Bidang Studi Hukum Maritim dan
Peraturan Perikanan
PENGANTAR
DAERAH PERIKANAN
WILAYAH PENGELOLAAN
PERIKANAN
Daerah Penangkapan Ikan (DPI)
Daerah penangkapan ikan adalah suatu
daerah perairan dimana populasi organisme
dimanfaatkan sebagai penghasilan perikanan.
Dimana ikan yang menjadi sasaran
penangkapan dapat tertangkap dalam jumlah
yang maksimal dan alat penangkap ikan dapat
dioperasikan didaerah tersebut.
Karakteristik DPI
1. Daerah tersebut harus
memiliki kondisi dimana ikan
dengan mudahnya datang
bersama-sama dalam
kelompoknya, dan tempat
yang baik untuk dijadikan
habitat ikan tersebut.
Lanjutan . . .
2. Daerah tersebut harus
merupakan tempat dimana
mudah menggunakan peralatan
penangkapan ikan bagi nelayan.
Lanjutan . . .
3. Daerah tersebut harus
bertempat di lokasi yang bernilai
ekonomis.
???
Wilayah Pengelolaan Perikanan
Pembagian daerah perairan Indonesia menjadi
sembilan Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP),
pembagian wilayah ini didasarkan pada daerah
tempat ikan hasil tangkapan didaratkan di
pelabuhan.
1. WPP-RI 571 (Perairan Selat Malaka dan Laut
Andaman)
2. WPP-RI 572 (Perairan Samudera Hindia
sebelah Barat Sumatera dan Selat Sunda)
3. WPP-RI 573 (Perairan Samudera Hindia sebelah Selatan Jawa hingga
sebelah Selatan Nusa Tenggara, Laut Sawu dan Laut Timor bagian Barat)
4. WPP-RI 711 (Perairan Selat Karimata, Laut
Natuna dan Laut Cina Selatan)
5. WPP-RI 712 (Perairan Laut Jawa)
6. WPP-RI 713 (Perairan Selat Makassar, Teluk
Bone, Laut Flores dan Laut Bali)
7. WPP-RI 714 (Perairan Teluk Tolo dan Laut
Banda)
8. WPP-RI 715 (Perairan Teluk Tolo Tomini, Laut
Maluku, Laut Halmahera, Laut Seram dan Teluk Berau)
9. WPP-RI 716 (Perairan Laut Sulawesi dan Sebelah
Utara Pulau Halmahera)
10. WPP-RI 717 (Perairan Teluk Cendrawasih dan
Samudera Pasifik)
11. WPP-RI 718 (Perairan Teluk Cendrawasih dan
Samudera Pasifik)
Sumberdaya Ikan
Sumberdaya ikan yang
hidup di wilayah perairan
Indonesia dinilai memiliki tingkat
keragaman hayati (bio-diversity)
paling tinggi. Sumberdaya
tersebut paling tidak mencakup
37% dari spesies ikan di dunia
(Kantor Menteri Negara
Lingkungan Hidup, 1994).
Lanjutan . . .
Di wilayah perairan laut
Indonesia terdapat beberapa jenis
ikan bernilai ekonomis tinggi antara
lain : tuna, cakalang, udang,
tongkol, tenggiri, kakap, cumi-cumi,
ikan-ikan karang (kerapu, baronang,
udang barong/lobster), ikan hias
dan kekerangan termasuk rumput
laut (Barani, 2004).
Lanjutan . . .
Lanjutan . . .
Lanjutan . . .
Dalam periode 2003-2007, produksi perikanan tangkap
mengalami peningkatan rata–rata per tahun sebesar 1.32%, yakni
dari 4.691.796 ton pada tahun 2003 menjadi 4.942.430 ton pada
tahun 2007. Konstribusinya masih didominasi oleh penangkapan
ikan di laut. Dalam periode yang sama, produksi perikanan tangkap
di laut meningkat sekitar 1.49% yakni dari 4.383.103 ton pada tahun
2003 menjadi 4.647.730 ton pada tahun 2007, meskipun pada tahun
2004 pernah mengalami penurunan menjadi 4.320.241 ton.
Sedangkan produksi perikanan perairan umum mengalami
penurunan rata-rata sebesar 0.96%, yakni dari 308.693 ton pada
tahun 2003 menjadi 294.700 ton pada tahun 2007.
ADA PERTANYAAN ? ? ?
REFLEKSI
1. Carilah artikel mengenai informasi Pembagian
Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia
(WPP-RI), lalu paparkan keterangan dan karakteristik
dari masing-masing wilayah tersebut!
2. Tugas dikerjakan dalam selembar kertas lalu akan di
presentasi kan oleh masing-masing kelompok secara
bergiliran di depan kelas secara berkelompok!
ADA PERTANYAAN ? ? ?
Temukan Istilah Perikanan
Pada Gambar di Bawah ini
LET’S DISCUSS!
PRESENTASE
KESIMPULAN ! ! !
REFLEKSI 1
REFLEKSI 2
TERIMA KASIH
PERTEMUAN SELANJUTNYA . . .
Sejarah Wilayah Perairan
Indonesia