0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan8 halaman

Pentingnya Gaya Belajar Siswa

Dokumen ini membahas pentingnya mengenali gaya belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran. Ada tiga jenis gaya belajar yaitu visual, auditorial, dan kinestetik. Mengenali gaya belajar memudahkan guru memilih metode pembelajaran dan memudahkan siswa belajar.

Diunggah oleh

Uci Suci
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan8 halaman

Pentingnya Gaya Belajar Siswa

Dokumen ini membahas pentingnya mengenali gaya belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran. Ada tiga jenis gaya belajar yaitu visual, auditorial, dan kinestetik. Mengenali gaya belajar memudahkan guru memilih metode pembelajaran dan memudahkan siswa belajar.

Diunggah oleh

Uci Suci
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENTINGNYA MENGENALI GAYA BELAJAR SISWA DALAM

KEGIATAN PEMBELAJARAN

DOSEN PENGAMPUH : WINDI MAWARDANI, M.PD


Jamila 21.1.1.0624.0017
Kartini 21.1.1.0624.0048

PRODI Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, FAKULTAS Tarbiyah dan Ilmu Keguruan,
Institut Agama Islam DDI Polewali Mandar
milmila200902@gamil.com
tini23646@gmail.com

Abstrak
Penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pentingnya mengenali gaya belajar
siswa dalam kegiatan pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka
(library research). Pustaka yang digunakan berupa buku, jurnal, dan skripsi. Gaya belajar
siswa penting dalam proses pembelajaran. Guru harus memahami gaya belajar siswa.
Mengenali gaya belajar siswa akan memudahkan guru untuk memilih kegiatan pembelajaran
yang sesuai dan memudahkan siswa dalam menerima informasi. Ada tiga jenis gaya belajar,
yaitu gaya belajar visual, gaya belajar auditorial, dan gaya belajar kinestetik. Gaya belajar
visual belajar melalui apa yang mereka lihat. Gaya belajar auditorial belajar melalui apa yang
didengar. Gaya belajar kinestetik belajar melalui gerakan.
Kata kunci: gaya belajar, visual, auditorial, kinestetik, dan pembelajaran

THE IMPORTANCE OF KNOWING LEARNING STYLES IN LEARNING ACTIVITIES

Abstract

This study was aimed at finding the importance of knowing learning styles in learning
activities. Data were collected from library research in the form of books, journals, and ?.
Teacher must know the students learning styles. Recognize the students learning styles will
make it easier for teachers to apply the appropriate learning activities and make it easy for
students to receive information. There are three types of learning styles: visual learning
styles, auditorial learning styles, and kinesthetic learning styles. The visual learning style
learn through what they see. The auditorial learning styles learn through what they hear. The
kinesthetic learning style learn through touch and movement.
Keywords: learning styles, visual, auditorial, kinesthetic, and learning
PENDAHULUAN ini disebut keunikan,yang
membedakan individu satu dengan
Setiap individu mempunyai individu lainnya. Seperti yang dijelaskan
kelebihan dan kekurangannya Ghufron dan Risnawita, (2014:8) bahwa
masingmasing. Kelebihan dan kekurangan individu adalah satu kesatuan yang
masing-masing mempunyai ciri khas, oleh mereka melakukan kegiatan belajar akan
karenanya tidak ada individu yang sama. memberikan dampak positif, seperti dapat
Satu individu dengan individu lainnya meningkatkan prestasi belajar mereka.
berbeda. Perbedaan individu dapat dilihat Barbara Prashnig juga mengatakan bahwa
dari dua segi yaitu horizontal dan vertikal. peran guru dalam proses belajar siswa
Perbedaan horizontal adalah perbedaan sangat mempengaruhi kesuksesan siswa.
setiap individu dalam aspek psikologis Munif Chatib menyatakan bahwa
seperti tingkat kecerdasan, minat, banyaknya kegagalan siswa dalam
bakat,ingatan, emosi, kepribadian, dan menerima informasi disebabkan
sebagainya. Sedangkan perbedaan dari segi ketidaksesuaian gaya mengajar guru
vertikal adalah perbedaan individu dalam
dengan gaya belajar siswa. hal ini sesuai
aspek jasmani seperti bentuk, ukuran,
dengan pendapat S. Nasution yang
kekuatan, dan daya tahan. Antara siswa
mengatakan bahwa setiap metode
satu dengan yang lainnya memiliki
mengajar tergantung pada cara atau gaya
kepribadian, inteligensi, jasmani, sosial,
siswa belajar, pribadi, dan
dan emosi yang berbeda. Ada yang lambat
kesanggupannya. Oleh karena itu, guru
dan ada yang cepat dalam menangkap
dalam mengajar harus memperhatikan
informasi atau belajar. Ada yang sesuai
gaya belajar siswa. Dengan mengenali
dengan gaya belajar tertentu dan ada yang
gaya belajar siswa, guru dapat merancang
tidak sesuai dengan gaya belajar tersebut.
kegiatan pembelajaran dengan beragam
Hal ini menunjukkan bahwa setiap siswa
model, strategi, dan metode yang sesuai.
mempunyai kemampuan dan cara belajar
Beragam kegiatan pembelajaran ini akan
yang berbeda-beda. Seperti yang dijelaskan
menciptakan suasana belajar yang
Hamzah B.Uno, bahwa pepatah kondusif,menyenangkan, dan sesuai
mengatakan lain ladang, lain ikannya. dengan kebutuhan serta kemampuan siswa.
Lain orang, lain pula gaya belajarnya. Tentunya juga memudahkan siswa dalam
menyerap informasi sehingga
Peribahasa tersebut pas untuk menjelaskan meningkatkan minat dan prestasi
bahwa tidak semua individu mempunyai belajarnya.
gaya belajar yang sama. Termasuk jika
mereka tumbuh dalam lingkungan yang Fenomena yang terjadi di Indonesia
sama, sekolah yang sama atau bahkan di memperlihatkan penggunaan teori gaya
kelas yang sama. belajar di sekolah belum diterapkan.
Sebagian besar guru masih menerapkan
Gaya belajar merupakan cara metode ceramah dalam kegiatan
tercepat dan terbaik yang dimiliki individu pembelajaran. Meskipun sudah ada
dalam menerima, menyerap, mengatur, dan perubahan dalam kurikulum 2013 yaitu
mengolah informasi yang diterimanya. menggunakan student centered, tetapi
Menurut De Porter dan Hernacki secara dalam penerapannya di sekolah belum
umum gaya belajar dibedakan dalam tiga sepenuhnya dilaksanakan. Banyak yang
kelompok yaitu gaya belajar visual, gaya masih berpusat pada guru dan
belajar auditorial, dan gaya belajar menggunakan metode klasik seperti
kinestetik. Gaya belajar mempunyai peran ceramah dan hanya menggunakan buku
penting dalam pendidikan, terutama dalam sebagai sumber belajar. Akibatnya saat
proses kegiatan belajar mengajar. Barbara guru hanya menggunakan metode ceramah
Prashnig mengungkapkan bahwa gaya ada siswa yang mendengarkan dan ada
belajar siswa yang sesuai dengan cara siswa yang tidak mendengarkan, sibuk
sendiri, atau bahkan jalan-jalan. Hal itu HASIL DAN PEMBAHASAN
karena gaya belajarnya yang tidak sesuai Gaya Belajar adalah cara tercepat
dengan cara guru mengajar. dan terbaik yang dimiliki individu dalam
Selain itu, ada juga guru yang menerima, menyerap, mengatur, dan
mungkin tidak mengenali atau memahami mengolah informasi.Setiap individu
karakter siswanya. Tidak mengenali gaya mempunyai gaya belajar yang berbeda.
belajar masing-masing siswa, bahkan tidak Menurut De Porter dan Hernacki,
tahu cara mengajar yang tepat sesuai
karakteristik dan gaya belajar mereka. “gaya belajar merupakan suatu kombinasi
Padahal memahami gaya belajar siswa dari bagaimana ia menyerap, dan
merupakan hal yang sangat penting dan
kemudian mengatur serta mengolah
berpengaruh dalam siswa menerima
informasi dari guru. informasi”.
Berdasarkan masalah diatas dapat Willing mendefinisikan gaya
ditarik rumusan masalah yaitu apakah
pentingnya mengenali gaya belajar siswa, belajar sebagai kebiasaan belajar yang
bagaimana cara mengetahui gaya belajar disenangi oleh pembelajar. Keefe
siswa, dan bagaimana cara mengajar sesuai memandang gaya belajar sebagai cara
dengan gaya belajar siswa. Berkaitan
dengan permasalahan gaya belajar siswa, seseorang dalam menerima, berinteraksi,
penulis mengambil judul “Pentingnya dan memandang lingkungannya.
Mengenali Gaya Belajar Siswa dalam
Menurut Sukadi, gaya belajar
Kegiatan Pembelajaran”.
adalah kombinasi antara cara seseorang
METODE PENULISAN dalam menyerap pengetahuan dan cara
Sumber data yang digunakan dalam mengatur serta mengolah informasi atau
jurnal ini berupa pustaka-pustaka yang ada, penegtahuan yang ia dapat. Sedangkan
baik berupa buku-buku yang bersangkutan, menurut S. Nasution, gaya belajar adalah
artikel maupun jurnal-jurnal yang cara yang konsisten yang dilakukan oleh
mempunyai keterkaitan dengan seorang siswa dlama menangkap informasi
pembahasan masalah. Di samping itu juga atau stimulus, cara mengingat, berpikir,
beberapa informasi dari berbagai sumber dan memecahkan soal.
media, seperti media elektronik. Jenis data Menurut Bobbi De Poter & Mike
yang digunakan dalam jurnal ini Hernacki secara umum gaya belajar
menggunakan data sekunder yang bersifat dibedakan dalam tiga kelompok yaitu gaya
kualitatif dan kuantitatif. belajar visual, gaya belajar auditorial, dan
Penulis menggunakan library gaya belajar kinestetik. Dari hasil survei
research (studi pustaka) dalam teknik diketahui bahwa terdapat 29% orang
pengumpulan data. Studi pustaka mempunyai gaya belajar visual, 34% gaya
merupakan metode penulisan dengan belajar auditorial, dan 37% gaya belajar
menggunakan objek kajian penelitian yang kinestetik.
berfokus pada pustaka. Pustaka tersebut Gaya Belajar Visual
dapat berupa media cetak maupun
elektronik yang valid, berhubungan, dan Gaya belajar visual adalah gaya
relevan dengan kajian tulisan serta belajar dengan cara melihat, mengamati,
mendukung uraian atau analisis memandang, dan sejenisnya. Kekuatan
pembahasan. gaya belajar ini terletak pada indera
penglihatan. Bagi orang yang memiliki konsentrasinya dengan hal-hal yang
gaya ini, mata adalah alat yang paling peka
sifatnya visual.
untuk menangkap setiap gejala atau
stimulus (rangsangan) belajar. Ciri-ciri 6. Pastikan buku catatan mereka lengkap
siswa dengan gaya belajar visual yaitu dan tidak ketinggalan mencatat. Anak
mempunyai nada suara yang tinggi,
berbicara dengan cepat dan tidak suka belajar terutama dari bahan tertulis,
mendengarkan orang lain, lebih suka seperti catatan.
bebricara dengan bertatap muka,
7. Visualisasikan apa yang sedang
berpakaian rapi dan teratur, suka membaca
mereka ingin ingat. Saat siswa
dan dapat membaca dengan cepat, teliti,
sering melupakan sesuatu, saat marah mempelajari sesuatu, doronglah
cenderung diam, dan sebagainya. mereka untuk membayangkan
Terdapat beberapa strategi atau kejadiannya, tidak hanya mengingat
cara dalam mengajar yang sesuai dengan
teksnya saja.
gaya belajar visual, yaitu sebagai berikut.
1. Berikanlah buku-buku yang banyak 8. Mencatat kembali bahan pelajaran.
ilustrasi gambar dan warnanya. Seorang visual learners cenderung rapi
2. Perbanyak menggunakan materi visual dan suka hal yang singkat dan jelas.
seperti, gambar-gambar, diagram dan 9. Warna adalah rangsangan utama bagi
peta, dan memanfaatkan multimedia tipe visual, jadi gunakan sebanyak
atau teknologi seperti komputer, OHP, mungkin warna untuk menandai
kamera video, live video feed / sirkuit tugas/pekerjaan peserta didik.
tertutup TV, fotografi, internet, dll. 10. Ajak siswa untuk mencoba
mengilustrasikan ide-idenya ke dalam
3. Dorong siswa untuk menggunakan
gambar ataupun tulisan.
highlighter atau menggarisbawahi
11. Menggunakan Mind Map.
bagian-bagian yang penting dari
Gaya Belajar Auditorial
catatan atau buku cetaknya.
Gaya belajar auditorial atau aural learner
4. Memperhatikan penerangan tempat adalah gaya belajar yang cenderung
belajar. Tipe visual sangat dominan menerima informasi paling baik dan efektif
dengan menggunakan indra pendengaran
menggunakan indra penglihatan. Oleh (audio). Ciri-ciri siswa dengan gaya belajar
sebab itu, penerangan tempat anak auditorial adalah mempunyai suara yang
jelas dan kuat, lebih suka berbicara melalui
belajar perlu diperhatikan.
perantara seperti telepon, suka
5. Hindarkan “polusi visual” di sekitar mendengarkan orang lain, sering berbicara
sendiri atau menggumam, banyak bicara,
tempat mereka belajar. Tipe visual
tidak suka membaca, saat marah mereka
sangat mudah terganggu cenderung mengekspresikannya dengan
marah, suka mendengarkan musik, suka suka berjalan-jalan, menyukai permainan,
dengan diskusi kelompok, dan lain-lain. olahraga atau kegiatan yang melibatkan
fisik, dan sebagainya.
Strategi atau cara mengajar untuk
Adapun cara mengajar untuk orang
orang dengan gaya belajar auditorial
dengan gaya belajar kinestetik adalah
adalah sebagai berikut.
sebagai berikut.
1. Guru dapat mengajak siswa untuk ikut
1. Memperbanyak praktik lapangan (field
berpartisipasi dalam diskusi.
trip).
2. Mendorong anak untuk membaca 2. Melakukan demonstrasi atau
materi pelajaran dengan keras. pertunjukan langsung terhadap suatu
proses.
3. Menggunakan musik atau dilagukan.
3. Membuat model atau contoh-contoh.
4. Guru dapat menggunakan rekaman dan
4. Belajar tidak harus duduk secara
biarkan anak merekam materi
formal, bisa dilakukan dengan duduk
pelajarannya ke dalam kaset dan
dalam posisi yang nyaman, walaupun
dorong anak untuk mendengarkannya
tidak biasa dilakukan oleh muridmurid
sebelum tidur.
yang lain.
5. Menggunakan audio dalam
pembelajaran (musik, radio, dll), saat 5. Memperbanyak praktik dilaboratorium.
belajar. 6. Boleh menghafal sesuatu sambil
6. Sering memberi pertanyaan. bergerak, berjalan atau mondarmandir.
7. Biarkan anak menjelaskan dengan 7. Perbanyak simulasi dan role playing.
kata-kata dari pada tulisan.
8. Biarkan anak berdiri atau bergerak
8. Menghindarkan “polusi suara”. Anak
menggunakan tubuh saat menjelaskan
akan sangat peka terhadap suara dan
sesuatu.
bunyi sehingga dapat mengganggu
9. Jangan paksakan anak untuk belajar
konsentrasi belajarnya.
lama sampai berjam-jam.
Gaya Belajar Kinestetik
10. Izinkan anak untuk mengunyah permen
Gaya belajar kinestetik adalah gaya karet pada saat belajar.
belajar dengan cara bergerak, bekerja, dan
11. Dorong siswa menggunakan warna
menyentuh. Maksudnya ialah belajar
dengan mengutamakan indera perasa dan terang untuk menghighlight hal-hal
gerak-gerakan fisik. Orang dengan gaya penting dalam bacaan.
belajar ini lebih mudah menangkap
pelajaran apabila ia bergerak, meraba, atau Terdapat satu lagi gaya belajar yaitu
mengambil tindakan. Ciri-ciri gaya belajar taktil yaitu belajar atau menerima
kinestetik yaitu suaranya cenderung berat, informasi dengan mudah melalui sentuhan
sering menggunakan bahasa tubuh atau langsung atau dengan benda atau objek
gerakan, berbicara lambat, tidak bisa nyata. Cara yang sesuai untuk siswa yang
duduk dalam waktu yang lama, saat belajar
mempunyai gaya belajar taktil dapat cahaya seperti cahaya matahari atau dari
menggunakan demonstrasi, proyek, jendela, dll; dan temperatur atau suhu.
bermain peran, permainan, dan percobaan Dalam kegiatan pembelajaran,
atau praktik. melibatkan gaya belajar anak dalam
Setiap guru harus mengetahui gaya merancang proses pembelajaran sangatlah
belajar semua siswanya. Gaya belajar penting. Dengan mengenali gaya belajar
mempunyai peran penting dalam proses setiap siswa, guru diharapkan akan
pembelajaran, prestasi, dan hasil belajar menetapkan tujuan yang dapat
siswa. Ada berbagai cara untuk mengenali diaplikasikan kepada semua siswa,
gaya belajar siswa, yaitu dengan memilih materi sesuai kemampuan dan
pengamatan langsung, observasi secara pengetahuan siswa, menggunakan metode
mendetail, atau dengan memberikan pembelajaran yang memungkinkan untuk
angket kepada siswa tetapi untuk kelas menerapkan semua gaya belajar.
tinggi saja. Observasi secara mendetail Metode pembelajaran ini menyangkut
terhadap siswa bisa dilakukan dengan tiga aspek penting yaitu cara penyampaian
melalui penggunaan berbagai metode oleh guru, aksi dan ekspresi siswa, serta
pembelajaran di kelas. keterlibatan siswa.
Cara penyampaian oleh guru dapat
Pertama menggunakan metode
menggunakan berbagai cara seperti
ceramah, guru dapat memperhatikan siswa
memberikan contoh yang sesuai dengan
yang mendengarkan dengan tekun. Siswa
kenyataan, menggarisbawahi atau
yang antusias atau kuat mendengarkan ini
menekankan bagian yang penting,
merupakan gaya pembelajar auditorial.
menyajikan materi dengan berbagai format
Kedua dengan memutarkan film atau
(gambar, grafik, video, dll), dan
menggunakan video, menunjukkan
melakukan apersepsi untuk menarik minat
gambar atau poster, menunjukkan grafik, siswa dalam belajar dan menjembatani
diagram, dan sejenisnya. Dengan ini guru pengetahuan yang sudah dimiliki siswa
dapat melihat siswa yang mempunyai dengan materi yang akan dipelajari.
kecenderungan belajar secara visual. Yang Penyajian materi dapat berupa ceramah,
ketiga dengan menggunakan praktik atau diskusi, tanya jawab, membaca dengan
simulasi. Siswa dengan gaya belajar keras, menulis di papan tulis, demosntrasi,
kinestetik akan sangat antusias dalam menggunakan alat peraga, menggunakan
kegiatan pembelajaran yang seperti ini. objek nyata, modelling, dan sebagainya.
Selain itu guru juga dapat memberikan Aksi dan ekspresi meliputi berbagai
tugas yang memungkinkan siswa dapat kegiatan yang dilakukan siswa seperti
memilih cara mengerjakannya sesuai dengan kelompok, berpasangan atau
dengan gaya belajar mereka. individual. Guru dapat memberikan umpan
Selain perlu mengetahui gaya belajar balik atau feedback kepada siswa atas apa
visual, auditori, dan kinestetik, perlu juga yang sudah siswa kerjakan atau lakukan.
guru mengetahui gaya belajar lingkungan Dapat secara lisan atau menggunakan
yang disukai siswa. lingkungan tersebut hadiah, dan bentuk lainnya. Serta
berupa suara yang tenang, ribut, musik, memberikan alternatif atau pilihan kepada
atau orang berbicara; posisi tubuh yaitu siswa untuk mengekspresikan atau
duduk di kursi, di lantai, berbaring, atau mendemonstrasikan hasil belajar.
bebas; interaksinya dengan orang lain; Sedangkan partisipasi atau keterlibatan
pencahayaan yang terang, redup, atau jenis siswa, guru dapat memberikan pilihan
materi, sumber dan media belajar. Guru Model Pembelajaran MGBS(Mengenali
dapat meberikan pilihan kepada siswa Gaya Belajar Siswa)
untuk memperoleh materi dengan berbagai
PENUTUP KESIMPULAN
cara sesuai minta dan gaya belajar mereka.
Selain itu, guru juga dapat Kesimpulan yang dapat ditarik dari
mengelompokkan siswa dengan beragam. pembahasan diatas adalah gaya belajar
Kelompok kecil, kelompok besar, merupakan cara seseorang dalam
heterogen atau homogen. menerima dan mengolah informasi yang
diterimanya. Gaya belajar setiap individu
Gambar dan Tabel berbdea dengan yang lainnya.
Gaya belajar dikelompokkan menjadi
tiga, yaitu gya
belajar visual, gaya belajar auditorial, dan
gaya belajar kinestetik. Gaya belajar
sangat
penting dalam proses pembelajaran.
Pembelajaran yang sesuai dengan minat
dan gaya belajar siswa akan meningkatkan
pemahaman siswa terhadap materi atau
informasi yang dipilih serta dapat
menciptakan pembelajaran yang kondusif
dan menyenangkan bagi guru maupun
siswa.
Saran bagi pendidik yaitu agar guru
menggunakan berbagai metode dalam
kegiatan pembelajaran yang dapat
mengakomodasi semua gaya belajar siswa.
DAFTAR PUSTAKA
B. Uno, Hamzah. 2010. Orientasi Baru
dalam Psikologi Pembelajaran.
Jakarta: Bumi Aksara.
Bire, A. L., Geradus, U., dan Bire, J. 2014.

“Pengaruh Gaya Belajar Visual,

Auditorial, Dan Kinestetik

Terhadap Prestasi Belajar Siswa”.


Jurnal Kependidikan, 44(2).
Cruickshank, D. R., Jenkins, D. B., dan
Metcalf, K.K. 2014. Perilaku
Mengajar Edisi 6. (Terjemahan
Singkatan dan Akronim Gisella Tani Pratiwi). Jakarta:
Salemba Humanika.
De Porter, Bobbi, dan Mike Hernacki. Belajarnya. (Terjemahan Nina
2013. Quantum Learning: Fauziah). Bandung: Mizan.
Membiasakan Belajar Nyaman dan Rosidah, N. S. 2014. Analisis Gaya Belajar
Siswa Berprestasi (Studi Siswa
Menyenangkan. Bandung: KAIFA.
Berprestasi pada SMA N 1 dan
Dwi Siswoyo, dkk. 2013. Ilmu Pendidikan. MAN 1 Yogyakarta Kelas XI).
Yogyakarta: UNY Press Skripsi, dipublikasikan. Universitas
Gunawan, A.W. 2006. Genius Learning Islam Negeri Sunan Kalijaga.
Strategy. Petunjuk Praktis untuk Sitepu, B. P. 2016. Pedoman Menulis
Menerapkan Accelerated Learning. Jurnal. Bandung: Remaja
Jakarta: Gramedia Rosdakarya.
Ghufron, M. N. Dan Risnawita, R. 2014. Sukadi. 2008. Progressive Learning
Gaya Belajar Kajian Teoretik. “Learning by Spirit”. Bandung:
Yogyakarta: Pustaka Pelajar. MQS Publishing.
Julistiani, Yunita. 2013. Pengaruh gaya
Belajar Terhadap Prestasi Belajar Sutanto Windura. 2008. Brain
Siswa Kelas XI Kompetensi Management Series For Learning
keahlian Teknik Gambar Bangunan Strategy: Be An Absolute Genius.
di SMK Negeri 5 Bandung. Jakarta:Elex Media Komputindo.
Skripsi, dipublikasikan. Universitas
Pendidikan Indonesia. Widayanti, F. D. 2013.
Pentingnya Mengetahui Gaya
Nasution, S. 2013. Berbagai Pendekatan Belajar Siswa dalam Kegiatan
dalam Proses Belajar dan Pembelajaran di Kelas. Jurnal LP3,
2(1).
Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Novianto, A., & Mustadi, A. (2015).
Analisis Buku Teks Muatan
Tematik Integratif, Scientific
Approach, dan Authentic
Assessment Sekolah Dasar. Jurnal
Kependidikan: Penelitian Inovasi
Pembelajaran, 45(1). Retrieved
from
https://journal.uny.ac.id/index.php/
jk/article/view/7181
Prashig, B. 2007. The Power of Learning
Styles: Memacu Anak Melejitkan
Prestasi dengan Mengenali Gaya

Anda mungkin juga menyukai