0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
203 tayangan9 halaman

Design Thinking Framework

Diunggah oleh

Sandri Justiana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
203 tayangan9 halaman

Design Thinking Framework

Diunggah oleh

Sandri Justiana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Design Thinking

Framework
Menurut Tim Brown, CEO IDEO, Design
Thinking adalah cara berpikir untuk
menciptakan inovasi yang berasal dari
kebutuhan manusia, kemajuan teknologi,
dan hal-hal yang menunjang keberhasilan
bisnis.

Proses Design Thinking bertujuan


untuk memenuhi tiga kriteria.

Kelayakan
Keterjangkauan
Keberlanjutan

Sumber: Interaction Design Foundation


Mengapa Design
Thinking itu penting?
Karena Design Thinking memiliki banyak
keunggulan, baik secara finansial maupun
nonfinansial.

1. Memahami kebutuhan user dengan lebih baik

2. Membuat proses desain lebih efisien

3. Menciptakan inovasi yang berkelanjutan

4. Mengurangi risiko kegagalan produk

5. Menghemat anggaran perusahaan

6. Meningkatkan pendapatan

7. Meningkatkan ROI (Return on Investment)

8. Meningkatkan keterlibatan karyawan


Gimana cara kerjanya?
Design Thinking bisa diterapkan dengan
mengikuti lima langkah berikut ini.

Lima Tahapan
Design Thinking

Geser kanan untuk cari tahu keterangan selengkapnya

Sumber: Interaction Design Foundation


1 Empathize (Berempati)
Mencari tahu apa saja kebutuhan,
masalah, dan keinginan user. Dilakukan
dengan cara wawancara, observasi,
atau market research.

2 Define (Mendefinisikan)
Menetapkan kebutuhan, masalah, dan
keinginan user. Di tahap ini, ide bisnis
ditetapkan dan dikaitkan dengan
kebutuhan pasar.

3 Ideate (Menghasilkan Ide)


Mencari solusi untuk menyelesaikan
kebutuhan, masalah, dan keinginan user.
Dilakukan dengan melibatkan anggota
tim yang beragam dari berbagai latar
belakang dan pemikiran.

Sumber: Interaction Design Foundation


4 Prototype (Membuat Purwarupa)
Menciptakan purwarupa produk atau
layanan yang dapat diuji oleh user.

Dengan menerima umpan balik dari


pengguna, produk/jasa bisnis dapat
diperbaiki dan dikembangkan agar
lebih sesuai dengan kebutuhan dan
keinginan user.

5 Test (Menguji)
Melakukan pengujian terhadap
purwarupa produk/jasa yang telah
dibuat untuk mendapatkan feedback.

Feedback dari user berguna untuk


memperbaiki dan mengembangkan
produk/jasa agar lebih sesuai dengan
kebutuhan dan keinginan user.

Sumber: Interaction Design Foundation


Namun, Design Thinking
bukanlah proses yang satu arah.

Dari test, dapat


insight tentang user

Dari test, tercipta


ide project baru
Empati jadi
langkah awal
menentukan
masalah

Dari purwarupa,
dapat ide baru

Dari test, diketahui


masalah sebenarnya

Sumber: Interaction Design Foundation


Yakin menguntungkan?

Menurut Forbes, perusahaan


riset Forrester mengamati
bahwa perusahaan-
perusahaan yang sudah
matang dalam mempraktikan
Design Thinking mampu
mencapai ROI sekitar 71%
hingga 107% secara konsisten.

Design thinking relies on our ability to be intuitive,
to recognize patterns, to construct ideas that
have emotional meaning as well as functionality,
to express ourselves in media other than words or
symbols. Nobody wants to run a business based
on feeling, intuition, and inspiration, but an
overreliance on the rational and the analytical
can be just as dangerous. The integrated

approach at the core of the design process
suggests a ‘third way.

Tim Brown
Pengarang buku Change by Design

Anda mungkin juga menyukai