ATOMIC HABITS
Penulis: James Clear
Latar belakang penulis :
Penulis buku ini ialah James Clear. James Clear lahir pada tanggal 25 November 1985, di
Amerika Serikat dan dibesarkan di Ohio. Ia dikenal sebagai seorang wirausahawan dan
pembicara yang dikenal karyanya karena biasa mengangkat topik kebiasaan, pengambilan
keputusan dan peningkatan berkelanjutan.
Pada hari terakhirnya pada tahun kedua di SMA, sebuah tngkat bisbol menghantam mukanya
pada saat seorang temannya mendapat giliran untuk memukul bola. Singkat cerita ia dilarikan
ke rumah sakit dengan menggunakan helikopter, namun pada akhirnya pada keesokan
harinya ia pun sadar, namun ada beberapa gangguan yang ia alami yaitu dimana tulang
hidngnya patah, bola matanya keluar dari rongga orbitalnya. Ia menjalani masa pemulihan
selama berbulan-bulan. Oleh karena gangguan kesehatan yang ia alami ia sempat merasa
kehilangna rasa percaya diri selama setahun. Terlepas dari kecelakaan yang ia alami saat
bermain bisbol namun ia tetap memounyai mimpi yang besar untuk menjadi atlet bisbol.
Namun pada enam tahun berikutnya ia kembali bangkit dimana ia terpilih kembali menjasi
seorang altet bisbol, dan terpilih menjadi altet putra terbaik di Denison University. Oleh
karena ia bangkit dari keterpurukannya, ia ingin mengajarkan kepada kita sekalian bahwa
beberapa perubahan yang kecil saja yang pernah ia lakukan selama masa pemuliahan dapat
membuatnya bangkit kembali.Begitu pula kegemaran dan ketekunannya dalam menulis
mejadikan ia seorang penulis buku, dan berbagi pengalaman hidupnya kepada kita semua.
Isi Buku :
Pada buku tersebut James Clear sebagai penulis buku tersebut, ingin mengajak kita sekalian
untuk percaya bahwa perubahan yang kecil akan membawa hasil yang luar biasa, ia berulang
kali menegaskan bahwa dengan membuat sebuah perubahan 1% saja dapat membawa
perubahan yang begitu dahsyatnya. Perubahan dari suatu perbaikan sangat kecil tapi berlanjut
dalam waktu lama bisa sangat dahsyat. Berikurt penjelasan matematikanya :
Jika anda bisa menjadi 1% lebih baik setiap harinya dalam setahun, akhirnya
anda akan 37 lebih baik pada penghujung tahun. Sebaliknya jika anda 1% lebih
buruk setiap harinya dalam setahun, anda akan menurun hampir menjadi nol. Yang
berawal dari satu kemenangan kecil dapat terakumulasi menjadi lebih besar.
Dalam bukunya tersebut ia mengatakan seperti berikut” LUPAKAN SASARAN,
BERFOKUSLAH PADA SISTEM” Contohnya:
Bila anda seorang pelatih, sasaran anda mungkin memenangkan kejuaraan. Sistem
anda terdiri atas merekrut pemain, mengatur asusten peltaih dan menyelenggarakan
latihan -pelatih.
Bila anda seorang pengusaha, sasaran anda mungkin membangun perusahaan senilai
sejuta dolar. Sistem anda adalah bagaimana menguji gagsan-gagasan tentang produk,
merekrut karyawan, dan menjalankan iklan pemasaran.
Bila anda seorang pemusik, sasaran anda mungkin memainkan gubahan baru. Sistem
anda adalah seberapa seringkah anda berlatih , bagaimana anda memecahkan serta
mengatasi kesulitan, dan metode anda adalah menerima umpan balik dari instruktur.
Adapun beberapa masalah yang dihadapi yaitu:
1. Pemenang dan pecundang memiliki sasaran yang sama.
2. Meraih sasaran hanya gubahan sesaat.
3. Sasaran membatasi kebahagiaan anda.
4. Sasaran tidak bersesuaian dengan kemajuan jangka panjang.
Berfokus pada sistem keseluruhan, bukan sasaran tunggal, adalah salah satu tema pokok buku
ini. Ini juga salah satu makna lebih dalam dibalik makna kata atomic.Anda sekarang mungkin
sadar bahwa atomic habit merujuk ke suatu perubahan sangat kecil, peralihan sangat remeh,
perbaikan hanya 1%. Namun atomic habit bukan hanya kebiasaan-kebiasaan kecil yang
merupakan bagian dari sistem yang lebih besar. Sama seperti atom-atom yang membentuk
molekul, atomic habit adalah unsur pembentuk hasil-hasil yang luar biasa.Proses membangun
kebiasaan dapat dibagi menjadi 4 bagian sederhana: mendapatkan petunjuk(cue),
menumbuhkan gairah(craving), menanggapi(response), dan menikmati hasil(reward).
Menguraikan sesuatu ke dalam komponen-komponen mendasar ini dapat memudahkan kita
memahami apa keadaan itu, bagaimana cara kerjanya, dan bagaimana meningkatkannya.
Tanggapan akan menghasilkan imbalan.Ganjaran adalah hasil dari setiap kebiasaan. Petunjuk
terkait dengan melihat imbalan. Gairah berkaitan dengan hasrat terhadap ganjaran.
Tanggapan terkait dengan mendapaatkan ganjaran.Kita mencari ganjaran karena ada dua hal
yang dapat dipenuhi: (1). Ganjaran membuat kita puas dan (2). Ganjaran mengajarkan
sesuatu kepada kita.
Tiap awal tahun kita pasti punya resolusi atau cita-cita yang harus kita capai di akhir
tahun nanti. Sebagian orang ingin lebih banyak membaca buku dan berolah raga
secara teratur, sebagian lain ingin memiliki skill untuk bermain piano ataupun gitar.
Namun pertanyaannya adalah, berapa banyak orang yang akhirnya bisa membangun
kebiasaan baik yang mereka telah tetapkan ataupun mendapatkan skill yang mereka
idamkan di penghujung tahun? Tanpa saya beritahu jawabannya pun kalian pasti
sudah tahu jawabannya, berkaca dari apa yang telah kita alami selama ini.
Membangun kebiasaan baik memang sulit untuk dilakukan, apalagi jika lingkungan
sekitar kita tidak mendukung atas perubahan yang kita inginkan. James Clear, penulis
asal Amerika Serikat, dalam bukunya yang berjudul Atomic Habits memberitahukan
cara-cara jitu untuk melakukan hal itu. Ini mungkin bukan hasil ringkasan terbaik, but
I will try my best.
1. Hukum 1%
Sebagian besar dari kita mungkin sudah ter-doktrin dengan ajaran dimana kita harus
memiliki mimpi besar untuk menjadi "orang besar". Statement itu tidak salah. Namun
jika mimpi kita terlalu besar, pada satu titik di perjalanan, kita akan merasa lelah dan
mulai muncul pemikiran bahwa mimpi itu tidak mungkin diraih.
Agar hal tersebut tidak terjadi, James Clear menyarankan kita untuk melakukan
perubahan positif dalam keseharian kita dengan porsi kecil secara bertahap. 1,01^365
= 37 (ini adalah rumusan sederhana yang beliau tuliskan). Jika kita berubah menjadi
lebih baik 1% saja dalam menjalani keseharian kita dalam sehari, maka kita akan
menjadi versi diri kita yang lebih baik sebesar 37 kali pada 365 hari kemudian.
Namun di dunia yang semuanya serba cepat ini, kita ingin melihat perubahan dari apa
yang kita lakukan secara instan. Kita sangat sulit untuk melihat sesuatu yang memiliki
manfaat secara jangka panjang. Hal ini yang terkadang membuat kita lebih mudah
untuk tergelincir pada kebiasaan buruk.
(Lihat grafik pertama untuk pemahaman lebih jelas)
2. "Abaikan Tujuan", Fokus Perbaiki Sistem
Misalkan Si X, sebagai mahasiswa dengan kemampuan rata-rata, ingin mendapatkan
nilai A di ujian akhir dari satu mata kuliah tertentu. Tetapi Si X memiliki cara belajar
yang kurang baik dan hanya memanfaatkan sistem kebut semalam untuk mempelajari
semua materi yang akan diujikan. Berapa besarkah kemungkinan Si X akan
mendapatkan nilai A dengan metode tersebut?
Bandingkan dengan Si Y yang memiliki kemampuan setara, namun menerapkan sistem
belajar yang lebih baik. Dia memiliki kebiasaan untuk meringkas apa-apa yang telah
dipelajari dalam tiap sesi dan membaca ulang ringkasan tersebut di setiap minggunya. Si Y
tidak berfokus pada nilai, namun dia mencoba untuk menciptakan sistem yang akan
membantu dia untuk meraih tujuan itu.
Hal ini juga yang diungkapkan James Clear. Empat masalah yang ada jika kita
mempunyai obsesi yang berlebih pada tujuan: a) pemenang dan pecundang memiliki
tujuan yang sama, b) meraih tujuan tidak mengubah cara kerjamu menjadi lebih baik
(bahkan mungkin dapat memacu kita untuk memanfaatkan cara-cara "cepat" untuk
meraih tujuan itu), c) tujuan membatasi kebahagian kita (kita hanya akan bahagia
ketika tujuan telah diraih) & d) tujuan hampir selalu bertolak belakang dengan hal-hal
yang memiliki manfaat jangka panjang (masih berhubungan dengan poin b).
3. Mulailah Perubahan Dari Dalam (Definisikan Siapa Dirimu)
Sekarang ini jogging dan bersepeda sedang menjadi kegiatan yang banyak orang
lakukan. Tetapi siapakah yang akhirnya dapat melakukan dua hal menyehatkan
tersebut secara konsisten? Apakah orang yang ingin dianggap "kekinian" ataukah
orang yang mendefinisikan dirinya sebagai manusia sehat yang akan bertahan? Orang
yang mendefinisikan dirinya sebagai manusia sehat tidak akan peduli jika jogging
atau bersepeda adalah hal yang sedang menjadi trend karena mereka telah merasakan
manfaatnya pada kesehatan mereka.
“The ultimate form of intrinsic motivation is when a habit becomes part of our
identity.” - James Clear.
4. Bagaimanakah Caranya untuk Mempertahankan Kebiasaan Baik?
Terdapat empat komponen yang diperlukan untuk membangun kebiasaan.
Komponen pertama adalah cue (atau tanda). Cue memberi sinyal kepada otak kita
bahwa ini adalah saatnya untuk melakukan kebiasaanmu. Misal, kamu ingin
mempunyai kebiasaan untuk menulis jurnal tentang keseharian mu. Jika kamu
menaruh buku dan alat tulismu di dalam tas, besar kemungkinannya kamu akan lupa
untuk menulisnya. Akan tetapi, jika kamu menaruh buku dan alat tulismu di atas meja
kamarmu di mana kamu bisa melihatnya dengan jelas, setidaknya kamu akan teringat
bahwa kamu harus menulis jurnal setiap hari. Jadi kunci pertama untuk membangun
kebiasaan adalah make the cue obvious (buat jelas tanda-tanda untuk memulai
kebiasaan itu).
Komponen kedua adalah craving (atau keinginan menggebu). Jika kamu sudah
teringat untuk menulis jurnal tapi kamu merasa malas dan tidak mempunyai motivasi,
kamu harus membuat kebiasaan itu menjadi atraktif. Misal untuk membuat journaling
lebih atraktif, kamu bisa menulis sambil mendengarkan musik yang kamu suka atau
jika kamu suka dengan wewangian, kamu bisa menaruh aroma terapi di meja tempat
kamu menulis. Dengan begitu kamu akan merasa lebih bersemangat. Kunci keduanya
adalah make the habit attractive.
Komponen ketiga adalah response (atau reaksi atau kebiasaan yang akhirnya kita
lakukan). Terkadang ada saja hal-hal yang dapat membuat kita kehilangan fokus pada
saat kita melakukan habit. Sebagai contoh, notifikasi yang muncul tanpa henti pada
layar ponsel dapat mengalihkan perhatian kita pada saat menulis jurnal. Untuk
mempermudah proses penulisan jurnal, kita harus menghilangkan gangguan tersebut
dengan mematikan ponsel untuk sementara. Kunci ketiganya adalah make the habit
easy.
Komponen keempat adalah reward (atau ganjaran). Kita akan cenderung mengulangi
kebiasaan tertentu jika kita mendapatkan ganjaran setelah kita selesai melakukannya,
walaupun ganjaran itu terlihat kecil dan sederhana. Dalam contoh journaling ini,
mungkin reward langsung yang bisa kita dapatkan adalah kemampuan kita untuk
melihat seberapa signifikan perubahan yang terjadi pada diri kita dengan melihat
catatan-catatan harian yang telah kita tuliskan sebelumnya dan bersyukur atas
perubahan positif yang telah kamu dapatkan. Jadi kata kunci terakhir dari ringkasan
ini adalah make the habit immediately satisfying.