0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan5 halaman

Pembangunan Akses Air Bersih Pasca COVID-19

Dokumen ini membahas tentang pentingnya air bersih dan dampak krisis air bersih, serta upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan akses air bersih pasca pandemi Covid-19, seperti peningkatan infrastruktur, sumber air alternatif, pendidikan masyarakat, inovasi teknologi, dan kerjasama publik-swasta.

Diunggah oleh

Nazliyatun Nada
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan5 halaman

Pembangunan Akses Air Bersih Pasca COVID-19

Dokumen ini membahas tentang pentingnya air bersih dan dampak krisis air bersih, serta upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan akses air bersih pasca pandemi Covid-19, seperti peningkatan infrastruktur, sumber air alternatif, pendidikan masyarakat, inovasi teknologi, dan kerjasama publik-swasta.

Diunggah oleh

Nazliyatun Nada
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PAPER PENGELOLAAN AIR

PEMBANGUNAN AKSES AIR BERSIH PASCA KRISIS COVID-19

Dosen Pengampu : Vivi Filia Elfira S.KM., M.Kes

Disusun Oleh :
Nur Nazliyatun Nada 2111016023
Amelia Yunita Wardhani 2111016028
Lia Windani 2111016052
A. Review ENVISHA
- Peran air untuk kehidupan
air merupakan kebutuhan pokok bagi manusia untuk melangsungkan berbagai
kegiatan, seperti keperluan rumah tangga (minum, masak, mandi, mencuci)
keperluan industri, keperluan perdagangan, keperluan pertanian dan peternakan,
keperluan pelayaran dan lain sebagainya
- Ciri Air Bersih dan Layak Minum
1. Air kebutuhan sanitasi  tidak berbau, tidak berasa, tidak keruh, tidak
mengandung bakteri e.coli, kadar kimiawi rendah PH, zat besi, deterjen,
sianida, pestisida, timbal, seng, dan lain-lain.
2. Air minum  terlindung dari sumber pencemaran, binatang yang
membawa penyakit, dan tempat perkembangbiakan hewan atau bakteri.
Secara fisik air bersih untuk layak minum yaitu tidak berbau, warnanya
jernih, rasanya tawar, dan tidak terpapar secara langsung dengan sinar
matahari atau memiliki suhu sejuk sekitar 10–25 derajat Celcius, dan tidak
memiliki endapan di bagian bawah air
- Kondisi krisis air saat ini
Menurut PBB 2019 2,2 miliar orang atau seperempat populasi dunia masih
kekurangan air minum yang aman dikonsumsi 4,2 miliar orang tidak memiliki
layanan sanitasi yang aman dan 3 miliar tidak memiliki fasilitas cuci tangan dasar.
Di Indonesia ketersediaan air di sebagian besar wilayah Pulau Jawa dan Bali saat
ini sudah tergolong langka hingga kritis di Sumatera Selatan, Nusa Tenggara
Barat, dan Sulawesi Selatan diproyeksikan akan menjadi langka atau kritis pada
tahun 2045.
- Penyebab krisis air bersih
kerusakan hutan, akan menjadi pemicu terjadinya kelangkaan air baku. Penyebab
krisis air lainnya yaitu pengambilan air tanah secara berlebihan, tingginya tingkat
pencemaran terhadap sumber-sumber air, adanya konflik kepentingan ekonomi
yang didukung oleh kebijakan yang kurang tepat, serta perusakan lingkungan dan
sumber-sumber mata air
- Dampak krisis air bersih
terjadinya gagal bercocok tanam dan panen yang menyebabkan terganggunya
persediaan bahan pangan, sanitasi yang buruk dan kelaparan yang berdampak
pada munculnya penyakit akibat kurang pangan dan gizi buruk.
- Upaya menjaga dan melestarikan ketersediaan air bersih

1. Melaksanakan program hemat air di lingkungan


2. Membuat penampungan air seperti waduk, dam, dan embung

3. Tidak membuang sampah atau limbah di Sungai, dan lainnya.

B. Review Krisis air Bersih


Kejadian Pandemi Covid-19 yang terjadi pada tahun 2020 sangat banyak
merugikan kehidupan orang di seluruh dunia, menyebabkan penyakit parah dan
kematian, terutama di antara populasi yang rentan seperti orang tua, mereka
dengan kondisi medis yang sudah ada, dan individu dengan sistem kekebalan
yang lemah. Selain itu, dampaknya juga meluas ke bidang ekonomi dengan
kehilangan pekerjaan, penutupan bisnis, dan ketidakstabilan pasar keuangan.
Pada kasus ini ternyata pada selama COVID-19, menurut Indonesia Water
institute (IWI) yang dilakukan pada 15 Oktober 2020-12 November 2020,
aktivitas masyarakat seperti mandi menjadi 3 kali lipat dari sehari dari kondisi
normal bagi 65 persen responden.
Selain itu aktivitas mencuci tangan masyarakat menjadi meningkat
sebanyak 10 kali dalam sehari, atau 5 kali lipat dari kondisi normal. Hal ini
bertujuan karna penggunaan air bersih salama COVID-19 merupakan sebagian
pengendalian risiko penyebaran virus.
Selain itu kelangkaan air pada beberapa besar wilayah Pulau Jawa, Bali,
dan Nusa Tenggara menurut Bappenas kelangkaan air ini dapat diakibatkan oleh
kerusakan tutupan hutan, dimana pulau-pulau yang memiliki tutupan hutan
tersebut sangat rendah.
C. Review Jurnal 4 Pembangunan Akses Air Bersih Pasca Krisis Covid-19
Kehadiran pandemi Covid-19 telah mengubah berbagai aspek kehidupan
masyarakat. Namun, dampak langsungnya terhadap sektor air bersih nasional
belum sepenuhnya terlihat. Demikian, krisis ini sebenarnya dapat menjadi
kesempatan untuk menempatkan air bersih sebagai prioritas yang lebih tinggi,
mengingat peranannya yang krusial dalam menghentikan penyebaran Covid-19.

Harapannya, krisis Covid-19 dapat mendorong peningkatan alokasi


anggaran di sektor air bersih serta melakukan restrukturisasi kelembagaan dalam
sektor tersebut. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi
dalam penyediaan layanan air bersih kepada masyarakat. Dengan memperhatikan
perlunya upaya pencegahan penyebaran penyakit melalui air bersih, peningkatan
anggaran dan penataan kembali kelembagaan di sektor ini diharapkan dapat
mengoptimalkan upaya pemenuhan akses air minum aman.
Jadi, pandemi Covid-19 seharusnya menjadi momentum untuk
memberikan perhatian lebih kepada sektor air bersih, mengingat perannya yang
penting dalam melindungi kesehatan masyarakat. Adapun solusi yang dapat
dilakukan yaitu

1. Pemulihan dan Perbaikan Infrastruktur:


Salah satu solusi utama adalah meningkatkan investasi dalam
pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur air bersih. Hal ini
meliputi pembangunan sumur, instalasi pengolahan air, jaringan pipa
distribusi, dan fasilitas penyimpanan air. Investasi yang berkelanjutan
akan memastikan bahwa infrastruktur tersebut tetap berfungsi dengan
baik dan dapat mengakomodasi pertumbuhan populasi serta perubahan
lingkungan.
2. Pembangunan Sumur Bor dan Sumber Air Alternatif:
Di daerah yang belum terlayani dengan baik oleh sistem distribusi air
bersih, pembangunan sumur bor dan pengembangan sumber air
alternatif seperti desalinasi air laut atau penampungan air hujan dapat
menjadi solusi yang efektif. Hal ini akan membantu menyediakan
akses air bersih kepada komunitas yang membutuhkan, terutama di
daerah pedesaan atau terpencil.
3. Peningkatan Kesadaran dan Pendidikan Masyarakat:
Edukasi mengenai pentingnya kebersihan air, praktik penghematan air,
dan sanitasi yang baik perlu ditingkatkan. Kampanye informasi dan
pendidikan dapat membantu masyarakat memahami cara-cara untuk
menjaga kebersihan air dan mencegah penyebaran penyakit melalui air
yang terkontaminasi.
4. Inovasi Teknologi dalam Pengolahan Air:
Pengembangan teknologi pengolahan air yang lebih efisien dan ramah
lingkungan dapat membantu meningkatkan ketersediaan air bersih
secara signifikan. Contohnya adalah penggunaan teknologi membran
untuk penyaringan air atau sistem pengolahan air berbasis energi
terbarukan.
5. Kemitraan Publik-Swasta:
Kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, dan organisasi non-profit
dapat membantu mempercepat pembangunan infrastruktur air bersih.
Hal ini meliputi investasi modal, pengelolaan operasional, dan transfer
teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyediaan
layanan air bersih.
6. Pemantauan dan Pengawasan Kualitas Air:
Penting untuk memiliki sistem pemantauan dan pengawasan yang
efektif terhadap kualitas air. Penggunaan teknologi sensor dan jaringan
dapat membantu dalam mendeteksi kontaminasi atau pencemaran air
secara dini, sehingga tindakan korektif dapat segera dilakukan.
7. Konservasi Air dan Pengelolaan Sumber Daya:
Promosi praktik konservasi air di rumah tangga, industri, dan sektor
pertanian dapat membantu mengurangi tekanan terhadap sumber daya
air yang terbatas. Pengelolaan yang bijaksana terhadap sumber daya air
juga perlu ditingkatkan untuk memastikan keberlanjutan penggunaan
air bersih.

D.

Kesimpulan :
Nur Nazliyatun Nada :
Amelia Yunita Wardhani :
Part 1 : Air sendiri merupakan sumber daya alam yang sangat penting untuk
kehidupan manusia dalam keberlangsungan aktivitas manusia. Adapun pemakaian
air pada masing-masing individu sudah ditetapkan dengan standar kebutuhan air
departemen pekerjaan umum. Dampak krisis air bersih yang terjadi
Lia Windani :

Anda mungkin juga menyukai