0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
352 tayangan9 halaman

Metode Pelaksanaan Dust Net

Diunggah oleh

Assiry Jsn
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
352 tayangan9 halaman

Metode Pelaksanaan Dust Net

Diunggah oleh

Assiry Jsn
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

PEMBUATAN DUST NET

PT. MILDA
Head office :Jalan Pelabuhan Tanjung Laut No. 30 RT. 1;Kel. Tanjung Laut Kec. Bontang Selatan;Kota
Bontang – Kalimantan Timur;Telp. +62548 28381, Faximile +62548 41536;Email :
pt.milda@gmail.com

[Type text]
METODE PELAKSANAAN
PEKERJAAN
PEMBUATAN DUST NET

MOBILISASI
Mobilisasi dilakukan di awal sebelum memulai pekerjaan, adapun hal yang harus di persiapkan di
antara lain:
1. Lingkup kegiatan mobilisasi ini meliputi mobilisasi personel dan alat yang menunjang
pelaksanaan pekerjaan.
2. Mobilisasi semua personil penyedia jasa sesuai dengan struktur organisasi
pelaksanaan yang telah disetujui oleh pengawas pekerjaan termasuk para tenaga kerja yang
diperlukan dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan.
3. Mobilisasi personil dan peralatan utama dilakukan secara bertahap sesuai dengan
kebutuhan lapangan yang disepakati dalam Rapat Persiapan Pelaksanaan (Pre
Construction Meeting).
4. Dalam waktu 14 hari setelah Rapat Persiapan Pelaksanaan, Penyedia Jasa harus
menyerahkan Program Mobilisasi dan Jadwal Kemajuan Pelaksanaan kepada
Pengawas Pekerjaan untuk dimintakan persetujuannya.
5. Mempersiapkan dokumen seperti Gambar kerja, Scadule pekerjaan, Job Safety Analysis dan
dokumen lainnya yang di butuhkan oleh pihak Pemberi pekerjaan.

PEKERJAAN PERSIAPAN LAHAN


Sebelum pekerjaan dust net dilakukan, pekerja perlu melakukan persiapan lahan. Persiapan ini
mencakup penggalian tanah untuk pondasi tiang dust net. Dari sini, akan diketahui bagaimana lokasi
dan kontur tanah di area pemasangan.

PEKERJAAN PEMBERSIHAN LOKASI


Tanah bagian atas serta tumbuhan tempat bangunan akan didirikan beserta jarak minimum 2
meter di sekeliling bangunan dibersihkan. Sisa-sisa hasil pembersihan tersebut kemudian ditumpuk
pada daerah yang tidak akan mengganggu proses pekerjaan. Area di sekeliling bangunan akan
diperlukan sebagai ruang bekerja pada saat konstruksi. Penting untuk menggali dan membuang akar-
akar pohon serta membersihkan tumbuhan-tumbuhan (vegetasi) yang berada pada sekitar tapak
bangunan yang akan dibangun.

PEMASANGAN BOWPLANK DAN PENGUKURAN


Setelah membersihkan lahan tapak dan menetapkan posisi bangunan, maka letak bangunan
harus diatur/ditata. Bowplank kayu dipasak pada setiap rencana sudut bangunan pada jarak sekitar 2
meter diluar area rencana bangunan. Bowplank terdiri dari dua bagian vertikal yang dipasak serta
bagian horizontal berupa papan kurang lebih 1.5 m yang dipaku pada bagian atas kedua tiang
vertikal dengan tinggi antara 50-80 cm. Bagian horizontal ini dibuat sesuai dengan ketinggian lantai
bangunan yang direncanakan. Posisi sudut bangunan bagian luar ditandai dengan menggunakan
benang/tali panjang, bagian ujungnya kemudian ditandai dengan menggunakan paku yang ditanam

METODE PEKERJAAN
pada bagian atas papan horizontal. Benang/tali kemudian diikatkan pada paku tersebut dan
dihubungkan ke sudut bangunan lainnya. Sebelum melakukan proses tata letak selanjutnya, adalah
penting sekali garis luar (outline) bangunan diperiksa sudutnya untuk membentuk sudut 90° yang
akurat. Cara paling mudah untuk melakukan hal ini adalah memeriksa diagonalnya. Bila sudut
bangunan sudah 90° maka perhitungan phytagorasnya akan tepat (32+42=52 ). Bila setelah diperiksa
sudutnya tidak tepat maka posisi tanda pada sudut tersebut harus diatur kembali sampai
perhitungan diagonal yang benar dan garis luar bangunan membentuk posisi sudut dengan tepat
90°. 12 Benang/tali yang terikat pada paku kemudian dapat digunakan sebagai tanda bagian luar
pondasi. Bowplank yang lain kemudian dapat diletakkan dengan perlakuan yang sama pada tiap
sudut. Bowplank diperlukan untuk pengerjaan pemancangan dan pondasi pilecap,

PEKERJAAN PEMANCANGAN
Persiapan
- Jalan masuk proyek untuk mobilisasi alat pancang tidak terhalang bidang kerja, tumpukan puing
bekas bangunan atau material proyek. Jalan tetap padat saat dilewati trailer yang membawa alat
pancang dan material dengan aman. Lebar pintu proyek minimal 8 meter.
- Lokasi pancang harus bersih dari semak, rumput, sampah atau material lainnya yang bisa
mengganggu proses pemancangan.
- Tanah dilokasi pancang dapat menahan beban kerja alat pancang.
- Ijin pemancangan pondasi harus diselesaikan oleh pemberi tugas sebelum mobilisasi
alat/material.
Mobilisasi Alat Pancang
- Alat pancang dikirim dalam beberapa bagian setelah persiapan lahan yang disebutkan selesai.
- Tiang pancang dikirim ke lokasi proyek menggunakan trailer dengan kapasitas ± 50 ton.
- Tiang pancang diturunkan dari trailer dengan service crane atau crane pada alat pancang.
- Tumpukan tiang pancang diletakkan sedekat mungkin dengan titik pancang untuk menghindari
resiko patah akibat terlalu banyak pemindahan.
- Tiang ditumpuk di lapangan datar dan padat.
- Penumpukan tiang maksimal 3 lapis dengan ganjal kayu (5/10) pada jarak 20% dari panjang
bentang yang diukur dari setiap ujung.
Penentuan Titik Pancang
- Penentuan titik-titik pancang dilakukan oleh tim surveyor pemberi tugas.
- Penentuan titik pancang dilaksanakan dengan patok kayu atau besi yang dibenamkan minimal 20
cm kedalam tanah padat.
- Akurasi titik pancang harus dijaga dari pergeseran akibat hantaman tiang, trailer atau terinjak kaki
alat pancang.
Prosedur Kerja Pemancangan
- Pile diangkat dan diposisikan sesuai rencana.
- Pile ditegakkan sehingga benar-benar mencapai posisi vertikal dari 2 sisi monitor, positioning
dibantu dengan Theodolite dan klem bawah dikunci supaya posisi Pile tidak berubah.
- Pile diletakan pada titik pancang dan dipandu oleh surveyor dari 2 arah.
- Setelah pile dalam posisi titik pancang, kemudian dilakukan pemancangan. Untuk lebih jelasnya
dapat dilihat pada ilustrasi dibawah ini .

METODE PEKERJAAN
Pemotongan Spun Pile
Selesai pemancangan tiang pancang harus dipotong sesuai ketinggian yang direncanakan,
pemotongan tiang pancang beton dipotong pada cutoff level + panjang stek, kemudian antara cut off
level sampai pemotongan dibongkar untuk mendapatkan stek. Untuk menghindari retak pada tiang
pancang akibat proses pemotongan tiang, maka pada level cut off tiang digerinda keliling (alat
potong) tetapi tidak boleh memutuskan besi tulangannya. Dilanjutkan dengan bongkaran sehingga
diperoleh stek besi yang mencukupi panjangnya.
Isian Tiang Pancang
Selesai pemotongan diperlukan penutupan lubang pipa dan penambahan stek besi (isian tiang
pancang) dengan plat sepatu 6 mm yang dilas besi tulangan untuk stek, selanjutnya dimasukkan
kedalam lubang pipa pancang dan di cor.

PEKERJAAN GALIAN PONDASI PILECAP


Lebar dan kedalaman galian lubang untuk pondasi ini disesuaikan dengan gambar, diukur dari
bagian papan horizontal pada bowplank. Sisi dari lubang pondasi dapat dipotong tegak lurus dan
bagian bawahnya rata. Galian pondasi dibuat dengan masing-masing lubang pondasi. Tumpuk sisa-
sisa tanah dari penggalian pondasi di dalam garis tapak, yang akan digunakan kemudian untuk
menimbun kembali di sekeliling lubang pondasi dan di bawah lantai. Pekerjaan galian ini bisa
menggunakan alat sederhana dan dilaksanakan secara manual atau menggunakan excavator.

PENGECORAN PONDASI PILECAP


Pekerjaan Tulangan
Mengukur panjang untuk masing-masing tipe tulangan yang dapat diketahui dari ukuran-ukuran
yang terdapat di dalam gambar. Mendesign bentuk atau dimensi dari tulangan-tulangan tersebut,
dengan memperhitungkan bentuk-bentuk tipe tulangan yang ada. Merakit satu per satu bentuk dari
tipe tulangan dengan kawat pengikat agar kokoh dan tulangan tidak terlepas. Untuk penggambaran
perakitan penulangan dapat dilihat pada gambar.
Pekerjaan Bekisting
Untuk mendapatkan bentuk penampang, ukuran dari beton seperti yang ditentukan dalam
gambar konstruksi, bekesting harus dikerjakan dengan baik, teliti dan kokoh. Bekesting untuk
pekerjaan beton, yaitu pondasi Lajur, kolom dan sloof dibuat dari papan yang berkwalitas baik dan
tidak pecah-pecah. Tahap-tahap pekerjaan bekisting:
1. Papan cetakan disusun/dibentuk secara rapih berdasarkan bentuk beton yang akan dicor.
2. Kemudian disambung dengan klem / kayu penguat / penjepit.
3. Paku diantara papan secara berselang-seling dan tidak segaris agar tidak terjadi retak
4. Papan cetakan dibentuk dengan baik dan ditunjang dengan tiang agar tegak lurus tidak
miring dengan bantuan alat waterpass.
5. Kedudukan bekisting harus kukuh dan kuat, periksa posisi tegak dan kerataan dari bekisting
yang terpasang
6. Periksa ketepatan posisi bekisting terhadap as bangunan (benang bouwplank)
7. Periksa skur-skur dan klem-klem pada bekisting dan pastikan tidak terdapat celah/lubang
yang dapat menimbulkan kebocoran.
8. Bersihkan bekisting dari kotoran seperti daun, tanah, bekas serbuk gergaji dll.

METODE PEKERJAAN
Pekerjaan Beton
Bahan-bahan pokok dalam pembuatan beton adalah: semen, pasir, kerikil/split serta air.
Kualitas/mutu beton tergantung dari kualitas bahan-bahan pembuat beton dan perbandingannya.
Bahan-bahan diperiksa terlebih dahulu sebelum dipakai untuk membuat beton dengan maksud
menguji apakah syarat-syarat mutu dipenuhi. Semen merupakan bahan pokok terpenting dalam
pembuatan beton karena mempersatukan butir-butir pasir dan kerikil/split menjadi satu kesatuan.
Agregat adalah butiran-butiran batuan yang dibagi menjadi bagian pokok ditinjau dari ukurannya
yaitu agregat halus yang disebut pasir dan agregat kasar yang disebut kerikil/split dan batu pecah.
Tahap-tahap pekerjaan pembuatan beton yaitu:
1. Mempersiapkan bahan-bahan material yang akan digunakan untuk membuat beton dan
ditempatkan di daerah yang tidak terlalu jauh dengan lokasi pekerjaan.
2. Perbandingan campuran yang akan digunakan dalam proyek ini adalah sebagaimana yang
tercantum dalam daftar analisa satuan pekerjaan beton mutu K-300. Bahan-bahan adukan
dimasukkan kedalam tabung molen/mixer dengan urutan pertama masukan air, kedua
semen, ketiga pasir dan kerikil/split kemudian tambahkan lagi air secukupnya sampai adukan
benar-benar bercampur merata, maka material tersebut berubah dalam bentuk pasta dan
segera digunakan untuk pengecoran.
3. Melakukan finishing permukaan beton dengan memberikan acian serta merapikan sudutan
beton dan memberikan perawatan beton selama proses perkerasan agar beton tidak terjadi
retak rambut.
Pekerjaan pembongkaran bekisting
Cetakan akan dibongkar setelah beton mencapai kekuatan yang cukup untuk memikul berat dan
bahan- bahan pelaksanaan lain yang bekerja padanya.

PEKERJAAN URUGAN KEMBALI BEKAS GALIAN


Yaitu pekerjaan yang menggunakan material tanah bekas galian untuk mengisi sisi pondasi yang
dikerjakan. Sisi pondasi yanhg akan di urug harus sudah bebas daro kotoran puing-puing atau kayu
serta bekisting yang masih menempel pada pondasi tersebut. Hal ini untuk menghindari keroposnya
tanah urug yang menyebabkan daya dukung tanah akan menurun. Keringkan sisa-sisa air yang
tertinggal di sekitar lubang pondasi. Kemudian timbunlah sisi-sisi dari pondasi dalam lubang galian
dengan tanah dari sisa galian. Timbun secara bertahap, setiap 15 cm lapisan dipadatkan hingga
mencapai kepadatan yang dipersyaratkan. Penimbunan harus dilakukan secara bersamaan pada
kedua sisinya. Pastikan untuk memadatkan setiap 15 cm timbunan sebelum mengerjakan lapisan
berikutnya. Sisa-sisa galian yang masih ada dapat digunakan untuk menimbun bagian bawah dari
lantai.

PEKERJAAN STUKTUR BAJA


Pasang plat tumpuan (Base Plat) tebal 28 mm
Plat baja 15 mm dipotong dengan ukuran 25 x 25 cm pada setiap dudukan tiang, kemudian
dilobangi dengan mesin bor ukuran baut diameter 19 mm sebanyak 4 lobang setiap base platnya.
Pasang angkur diameter 19 mm panjang 40 cm
Pekerjaan ini dilaksanakan pada saat pemasang tulangan pondasi pilecap. Pada tiap dudukan
tiang/baseplate diapasang 4 buah angkur diameter 19 mm dengan jarak pemasangan antara angkur
sesuai gambar rencana.

METODE PEKERJAAN
Pabrikasi pipa baja dan pengelasan
Pipa baja di pabrikasi sesuai dengan gambar kerja dan dilakukan pengelasan setiap sambungan,
pengelasan ini menggunakan mesin las dan dikerjakan oleh tenaga ahli tukang las yang telah
berpengalaman. Hasil pengelasan dirapikan dan diperiksa kembali.
Finishing dan pekerjaan pengecatan
Sebelum dicat terlebih dahulu seluruh permukaan besi diamplas dan bagian bekas pengelasan di
rapihkan, kemudian dicat dengan cat dasar anti karat. Setelah cat dasar diaplikasikan secara merata
pada permukaan besi, selanjutnya dilaksanakan cat finishing anti karat 3 x sapu sampai permukaan
cat benar-benar rata.

PEKERJAAN ERECTION / PENDIRIAN TIANG DUST NET


Tiang dust net yang sudah di pabrikasi akan dilakukan pemasangan atau pendirian tiang dust net.
pendirian tiang dust net di atas pilecap di angkat menggunakan crane. Setiap pendirian tiang dust
net di lakukan pengecekan alat survey untuk menentukan kelurusan tiang (verticalty). Jika tiang di
rasa sudah vertical lakukan pengikatan base plat dengan baut yang sudah tersambung/terpasang
pada angkur. Untuk memastikan pemasangan berjalan lancar, kondisi cuaca dan arah angin perlu
menjadi perhatian. Selain itu, setiap personel jasa pemasangan tiang dust net harus berada dalam
kondisi prima dan menggunakan APD atau Alat Pengaman Diri sesuai ketentuan.

PEKERJAAN PEMASANGAN JARING DUST NET


Sambungan/Jahitan Jaring Dust Net
Jaring dust net di sambung jika jarak antar tiang memerlukan untuk jaring dust net di
sambung/jahit. Jaring dust net di jahit menggunakan tali secara zigzag agar jika jaring di bentangkan
tidak terdapat lubang dan tersambung dengan rapi dan kuat. Pastikan sambungan/jahitan jaring dust
net dilakukan dengan baik agar jika jaring sudah terbentang antara tiang dan terkena hebusan angin
sambungan dan jahitan tidak lepas atau terbuka.
Perakitan dan Pembongkaran Scaffolding
Pembentangan jaring dust net pada tiang dilakukan secara manual dengan bantuan scaffolding.
Scaffolding didirikan di dekat tiang. Sebelum melakukan pekerjaan di atas scaffolding (pekerjaan
ketinggian) harus mempersiapkan izin bekerja pada ketinggian pastikan APD (alat pelindung diri)
digunakan dengan benar dan resiko bekerja pada ketinggian harus di persiapkan.
1. Perakitan Scaffolding
- Ratakan tanah tempat Anda akan memasang scaffolding. Pastikan area tersebut juga
kering sehingga scaffolding tidak berisiko tergelincir. Lihatlah sekeliling untuk memastikan
tidak ada bahaya di jalan atau hambatan yang akan menyulitkan pengamanan scaffolding.
- Tempatkan kaki scaffolding di atas satu per satu bantalan kaki. Hal ini sangat penting
terutama jika tanahnya lunak atau berpasir. Kayu lapis atau roda tidak seefisien goyangan
jika permukaan tanah tidak rata.
- Kunci bingkai vertikal di setiap bantalan kaki. Jika rangka tampak bergetar atau tidak
kokoh, Anda juga dapat menggunakan kawat pengikat untuk mengencangkannya.
- Tempatkan kayu kelas papan Anda ke scaffolding. Pastikan itu adalah kayu kelas papan
karena kayu lapis yang memiliki simpul dapat berbahaya. Simpul dan retakan adalah area
yang mungkin pecah jika diberi tekanan tambahan. Pastikan kayu menjangkau seluruh
scaffolding dengan tumpang tindih setidaknya 4 inci.
- Kunci lebih banyak balok vertikal ke perancah. Pasang penyangga diagonal yang
bersilangan di bagian depan dan belakang perancah. Hal ini membantu menguatkan
perancah dan juga menyediakan rel bagi para pekerja. Tempatkan sepotong kayu kelas
papan lainnya. Lanjutkan proses ini hingga scaffolding setinggi yang Anda perlukan.

METODE PEKERJAAN
2. Pembongkaran Scaffolding
- Buka klip atau buka kunci batang perancah atas. Anda bekerja secara terbalik dari
perakitan.
- Lepaskan klip atau tarik kawat gigi diagonal.
- Tarik ke bawah satu papan kayu. Anda mungkin memerlukan bantuan dalam langkah ini
karena kayunya akan berat.
- Buka kunci rangkaian perancah vertikal berikutnya. Lanjutkan mengerjakan perancah
hingga Anda mencapai bagian bawah.
- Tarik bantalan kaki dari bagian bawah perancah.
Pemasangan Jaring Dust Net Pada Tiang
Setelah jaring terjahit dan scaffolding telah didirikan. Jaring di bentangkan di antara kedua tiang.
Bagian pinggir jaring diberikan turnbuckle dan di kaitkan pada dust net hook yang terdapat pada
tiang. Tahap pengaitan jaring di urutkan dari bagian atas dahulu hingga ke bawah. Setelah jaring
terkait dan terbentang pada tiang kuatkan turnbuckle dan pastikan turnbuckle terpasang dengan
baik sehingg tidak terlepas saat jaring tertiup angin.

PEKERJAAN AKHIR
Pembersihan Lokasi
Seluruh area dan pekarangan bangunan dibersihkan dari segala macam bentuk kotoran dan
sampah - sampah. Segala macam sisa - sisa bahan bangunan, benda - benda bekas pelaksanaan
pekerjaan dibuang pada tempat yang ditentukan.
Pekerjaan Comissioning
Setelah bangunan telah 100% di dirikan. Pihak penerima pekerjaan dan pihak pemberi pekerjaan
melakukan bersama pengecekan pekerjaan dari struktur, verticalty tower, dan kekuatan pengikat
dust net. Pekerjaan comissioning dilakukan sebelum serah terima bangunan dari pihak pekerja
kepada pihak pemberi pekerjaan.

PENGGUNAAN BAHAN, PERALATAN DAN TENAGA KERJA

METODE PEKERJAAN
BAHAN
Pemilihan penggunaan bahan sangat berpengaruh pada kualitas pekerjaan dan biaya pekerjaan
suatu proyek. Bahan yang dipakai harus sesuai dengan spek yang telah ditentukan oleh pemilik
proyek dan telah disepakati bersama.

PERALATAN
Dalam menunjang keberhasilan pelaksanaan suatu proyek, peralatan merupakan salah satu
sumber daya terpenting yang harus ada pada suatu proyek. Penggunaan peralatan harus disesuaikan
dengan jenis pekerjaan, kebutuhan penggunaan, dan biaya yang dimiliki.

TENAGA KERJA
Tenaga kerja merupakan sumber daya yang sangat vital bagi pekerjaan proyek. Jumlah tenaga
kerja yang digunakan harus sesuai dengan volume pekerjaannya. Sistem yang diterapkan adalah
sebagai berikut :
A. Kriteria
1. Kemampuan kerja yang baik
2. Pengalaman yang cukup
3. Kedisiplinan kerja
4. Kemampuan koordinasi dan komunikasi yang baik
5. Loyalitas
B. Pengelompokan
Setiap jenis pekerjaan dilaksanakan oleh bagian yang mempunyai tenaga kerja dengan
kemampuan sesuai dengan jenis pekerjaan (spesialisasi). Didalam setiap bagian, dibagi
menjadi beberapa kelompok yang sesuai dengan pembagian wilayah kerja dengan
penanggung jawab kelompok Setiap penanggung jawab kelompok dipilih orang yang cukup
berkemampuan dan berpengalaman dalam hal tersebut, sehingga koordinasi dan komunikasi
untuk dan antar kelompok dapat berjalan sesuai yang diharapkan.
C. Kegiatan
o Penjadwalan mobilisasi tenaga kerja sesuai dengan jadwal utama pekerjaan
o Koordinasi lapangan secara rutin.
o Pelaksanaan setiap jenis pekerjaan yang diawasi oleh bagian kontrol.
o Laporan dari penanggung jawab pekerjaan secara rutin.

PENGENDALIAN
Didalam setiap pelaksanaan pekerjaan kami selalu melakukan pengendalian pekerjaan yang
berpedoman pada peraturan, syarat-syarat dan spesifikasi teknis yang ada sehingga menghasilkan
pekerjaan yang dapat dipertanggung jawabkan.
A. Pengendalian Kuantitas (Quantity Control)
Meliputi penghitungan kembali mengenai volume (material dan tenaga kerja) setiap
pekerjaan dan perhitungan kekuatan pekerjaan yang akan dilaksanakan, sehingga pekerjaan
dapat dilaksanakan se-efisien mungkin dan aman.
B. Pengendalian Kualitas (Quality Control)
Meliputi pengawasan terhadap mutu material dan tenaga kerja yang akan digunakan,
mengawasi cara pelaksanaan yang dilakukan, menganalisa apakah mutu pekerjaan yang

METODE PEKERJAAN
sedang atau telah dilaksanakan tersebut sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan (test
tanah, test beton, test besi, dll).
C. Pengendalian Keamanan dan Keselamatan Kerja
1. Meliputi pengawasan terhadap keamanan penyimpanan material, peralatan dan lokasi
pekerjaan serta pengawasan terhadap keselamatan tenaga kerja terutama pada
kegiatan-kegiatan yang umumnya mempunyai resiko yang amat tinggi.
2. Berdasarkan pada peraturan yang berlaku dalam hal keselamatan kerja, maka akan
diberlakukan suatu cara yang memperhatikan keselamatan dalam bekerja.
3. Pengendalian-pengendalian ini dilaksanakan mulai dari sebelum setiap pekerjaan
dimulai, selama setiap pekerjaan dilaksanakan, dan selesainya setiap pelaksanaan
pekerjaan. Hal ini memungkinkan hasil pekerjaan dapat sesuai dengan yang diharapkan
serta menghindarkan semaksimal mungkin kesalahan-kesalahan pelaksanaan di
lapangan. Beberapa Staf yang akan bekerja dibagian ini adalah yang mempunyai
kemampuan, tanggung jawab dan pengalaman yang cukup untuk pekerjaan tersebut.

PENUTUP
Segala sesuatu yang belum tercantum dalam metode pelaksanaan ini yang mana masih termasuk
lingkup dalam pelaksanaan pekerjaan, kami harus menyelesaikan sesuai dengan petunjuk/perintah
Direksi. Hal-hal yang timbul dalam pelaksanaan dan diperlukan penyelesaian di lapangan akan
dibicarakan dan diatur oleh konsultan pengawas dengan dibuat Berita Acara yang disahkan oleh
pihak pemberi pekerjaan. Mengenai urutan pelaksanaan pekerjaan dapat dilihat pada jadwal waktu
pelaksanaan.

Sempayau, 1 Mei 2024

Pelaksana Pekerjaan,

Jasin Assiry

PT. MILDA

METODE PEKERJAAN

Anda mungkin juga menyukai