PRAKTIKUM SENSOR DAN TRANDUCER
“SENSOR SUHU & KELEMBAPAN DHT11”
DISUSUN OLEH :
NURHADI
2311019021
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
PROGRAM STUDI DIV ALIH KREDIT TEKNIK ELEKTRONIKA
POLITEKNIK NEGERI PADANG
2024
LEMBAR PENGESAHAN
No. Laporan : 03
Judul Laporan : Sensor Suhu & Kelembapan DHT11
Nama : Nurhadi
No. Bp : 2311019021
Tanggal Laporan : 29 Mei 2024
Dosen Pembimbing : 1. Tuti Anggraini, SST.,M.T
2. Dedi Kurniadi, S.ST., M.Sc
Keterangan :
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Tujuan Percobaan:
Setelah melakukan paraktikum ini mahasiswa dapat:
1. Mahasiswa Mengetahui prinsip kerja Sensor DHT11
2. Mahasiswa mampu mengimplementasikan sensor DHT11 untuk membaca temperatur real
dan humidity.
3. Mahasiswa mampu menganalisa variable data yang dihasilkan dari pembacaan sensor
DHT11.
1.2 Dasar Teori
Sensor suhu dan kelembaban DHT11merupakan sensor yang dilengkapi dengan output
sinyal digital yang sudah dikalibrasi. Dengan teknik pengakusisian sinyal digital yang ekslusif pada
teknologi sensor bias menciptakan kehandalan yang sangat tinggi dan stabilitas jangka panjang
yang sangat baik. Sensor ini mencakup pengukuran tipe resistif kompoonen dan komponen
pengukuran suhu NTC yang termasuk kebahagian kinerja tinggi 8 bit mikrokontroller serta
menawarkan kualitas terbaik, respons cepat, kualitas terjaga dan harga yang bersahabat.
Gambar1. DHT11
Setiap komponen DHT11 sudah dikalibrasi dengan sangat baik di laboratorium sehingga
tidak diragukan lagi mengenai kalibrasi untuk pengukuran tingkat kelembaban. Koefisien kalibrasi
disimpan sebagai sebuah program yang disimpan pada OTP memory yang digunakan pada proses
pendeteksian dalam internal sensor. Interkoneksi tunggal yang dimiliki DHT11 ini membuat
system integrasi cepat dan mudah. Selain itu sensor ini juga memiliki ukuran yang kecil,
penggunaan daya rendah dan transmisi sinyal yang mencapai 20 meter membuat sensor ini menjadi
pilihan terbaik untuk berbagai macam aplikasi dan juga menyebabkan banyaknya permintaan
terhadap sensor ini.
Padap rinsipnya, sewaktu MCU mengirim sinyal mulai, DHT11 akan berganti kondisi dari
penggunaan daya rendah menjadi model running, kemudian menunggu hingga model running
selesai. Pada saat mode running selesai, DHT11 mengirim sinyal respon 40 bit data termasuk
kelembaban yang relative dan informasi suhu ke MCU. Pengguna bias memilih untuk
mengumpulkan data. Tanpa sinyal start from MCU, DHT11 tidak aka nmemberikan respon sinyal
ke MCU. Sewaktu pengambilan data DHT11 akan mengganti daya rendah samapai menerima
kembali sinyal dari MCU. Hal tersebut dapat terlihat padagambar berikut ini:
Gambar2. Proses komunikasi secara keseluruhan
Status data single-bus kosong pada saat tegangan berlogika tinggi. Ketikan komunikasi
antara MCU dan DHT11 dimulai MCU akan mengatur data level tegangan di single-bus dari logika
High menjadi Low yang pada proses ini akan menggunakan waktu paling kurang 18 ms untuk
memastikan DHT mendeteksi sinyal dari MCU, lalu MCU aka nmenarik tegangan dan menunggu
kisaran 20-40 us untuk respon DHT.
Gambar 3 MCU memulai mengirim sinyal dan DHT respon
BAB II
PRAKTIKUM
2.1 Alat dan Bahan
1. Satu unit computer yang sudah dilengkapi dengan instalan aplikasi Sketch Arduino Uno
2. Satu unit perangkat modul Arduino
3. Power Supply
4. Satubuah sensor suhu dan kelembaban DHT11
5. Termometer
6. Kabel Jumper
Gambar Rangkaian
2.2 Langkah Percobaan
1. Rakit komponens eperti gambar rangkaian
2. Upload program pada sketch IDE Arduino
3. Lakukan pengukuran suhu dan kelembaban dengan membandingkan suhu yang terbaca
dengan menggunakan termometer
4. Catat hasil percobaan dan buat analisa
2.3 Program
#include <DHT.h>
DHT dht(7, DHT11);
int dataPin=7;
void setup()
{
Serial.begin(9600);
dht.begin();
}
void loop()
{
float temp=dht.readTemperature();
float hum=dht.readHumidity();
Serial.print("Temperature ");
Serial.print(temp);
Serial.print("C");
Serial.print(" Humidity ");
Serial.print(hum);
Serial.print(" %");
Serial.println();
delay(1000);
}
BAB III
ANALISA
3.1 Hasil dan Pengamatan
Simulasi Software
• Setelah menghubungkan semua komponen dan mengupload kode, virtual terminal proteus
menampilkan data suhu dan kelembapan setiap 1 detik.
• Pada simulasi Proteus, data dapat diamati pada virtual terminal.
• Simulasi memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana rangkaian bekerja sebelum
diimplementasikan dalam hardware sebenarnya.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
• Sensor DHT11 dapat diintegrasikan dengan Arduino untuk mengukur suhu dan kelembapan
secara efektif.
• Simulasi menggunakan Proteus membantu dalam memvalidasi rangkaian sebelum
implementasi fisik.
• Implementasi ini bermanfaat untuk proyek-proyek yang membutuhkan monitoring
lingkungan seperti rumah pintar dan sistem irigasi otomatis.
4.2 Referensi
• Datasheet DHT11
• Dokumentasi Arduino (www.arduino.cc)
• Dokumentasi Proteus (www.labcenter.com)