0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan7 halaman

Indeks Pencemaran Kualitas Air Sungai Konaweha

Diunggah oleh

Caoke Chaos
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan7 halaman

Indeks Pencemaran Kualitas Air Sungai Konaweha

Diunggah oleh

Caoke Chaos
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

UJI KUALITAS AIR SUNGAI

(STUDI KASUS SUNGAI KONAWEHA, KABUPATEN KONAWE)


Murdiansyah1*, Sahar Majid1, Ahmad Nuh Sartisya1,Sulatan Sofyan1, Muhamad
Fitrah1
1
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo
*murdiansyah@gmail.com

Abstract
The study aims to determine the water quality pollution index of the Konaweha River, which is
one of the largest rivers in Southeast Sulawesi, Indonesia. The river is experiencing a decline in
water quality as a result of human activities such as industry, agriculture, and development.
The research was conducted in three representative locations: near settlements, industrial
areas, and river slopes. Sampling and analysis are carried out in accordance with national
standards and applicable government regulations. The results of the study show that the water
quality at all locations is in the "Light Dirty" category, with pollution indices of 1,5617; 1,770;
and 1,832, respectively. Water pollution in the study area was suspected to be caused by
household waste discharged directly into the river and industrial activities, including the nickel
ore processing industry that discards waste into the stream without adequate treatment.
Furthermore, illegal agriculture, planting, and sand mining also contribute to river water
pollution. The conclusion is that the water quality of the Konaweha River has been affected by
human activity, which requires more effective management and monitoring measures as well as
the application of better waste treatment technologies to prevent further decline in water
quality.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan indeks pencemaran kualitas air Sungai Konaweha,
yang merupakan salah satu sungai terbesar di Sulawesi Tenggara, Indonesia. Sungai ini
mengalami penurunan kualitas air akibat aktivitas manusia seperti industri, pertanian, dan
pembangunan. Penelitian dilakukan di tiga lokasi representatif: dekat pemukiman, kawasan
industri, dan hilir sungai. Pengambilan sampel dan analisis dilakukan sesuai dengan standar
nasional dan peraturan pemerintah yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas
air di semua lokasi berada dalam kategori "Cemar Ringan", dengan indeks pencemaran masing-
masing sebesar 1,5617; 1,770; dan 1,832. Pencemaran air di wilayah studi diduga disebabkan
oleh limbah rumah tangga yang dibuang langsung ke sungai dan aktivitas industri, termasuk
industri pengolahan bijih nikel yang membuang limbah ke sungai tanpa pengolahan yang
memadai. Selain itu, aktivitas pertanian, perkebunan, dan penambangan pasir ilegal juga
memberikan kontribusi terhadap pencemaran air sungai. Kesimpulan yang diambil adalah
bahwa kualitas air di Sungai Konaweha telah terpengaruh oleh aktivitas manusia, yang
memerlukan langkah-langkah pengelolaan dan pengawasan yang lebih efektif serta penerapan
teknologi pengolahan limbah yang lebih baik untuk mencegah penurunan kualitas air lebih
lanjut
PENDAHULUAN
Air merupakan salah satu sumber daya alam memiliki fungsi sangat penting bagi
kehidupan dan perkehidupan manusia, serta untuk memajukan kesejahteraan umum, sehigga
merupakan modal dasar dan faktor utama pembangunan . Sungai adalah suatu sistem yang
sangat dinamis, dimana kegiatan manusia di wilayah aliran sungai dapat mempengaruhi kualitas air
dari hulu hingga hilir (Dian, dkk. 2021). Air sungai mempunyai peranan yang penting dalam
kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Aktivitas di wilayah aliran sungai seperti
tempat tinggal penduduk, pertanian, dan industri berakibat pada adanya bahan pencemar
kealiran sungai (Sofia dkk., 2010).

Saat ini masalah utama yang dihadapi adalah air yang ada dipermukaan sering
tercemar sehingga mengurangi kualitas air. Kualitas air sungai dipengaruhi oleh kualitas
pasokan air yang berasal dari daerah tangkapannya, sedangkan kualitas pasokan air dari
daerah tangkapan berkaitan dengan aktivitas manusia yang ada di dalamnya (Wiwoho, 2005).
Penurunan kualitas air akan menurunkan daya guna, hasil guna, produktivitas, daya dukung
dan daya tampung dari sumber daya air yang pada akhirnya menurunkan kekayaan sumber
daya alam. Untuk mendapat air sesuai standar tertentu saat ini menjadi barang yang mahal,
karena air sudah banyak tercemar oleh bermacam-macam limbah dari kegiatan manusia
sehingga secara kualitas sumber daya air telah mengalami penurunan (Asriani, dkk. 2017).
Sungai Konaweha yang merupakan salah satu sungai terbesar dan terpanjang di
Sulawesi Tenggara yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat sebagai sumber alternatif
air bersih berdasarkan indeks pencemaraan berada pada kategori tercemar sedang yang
artinya bahwa Sungai Konaweha mengalami penurunan kualitas air secara signifikan.
Menurut (Hasani 2016), bahwa kualitas air sungai Konaweha mengalami penurunan, dengan
peningkatan kadar BOD, COD, dan Coli Form yang tinggi, serta penurunan kadar oksigen
terlarut (DO). Hal ini diduga disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti industri, pertanian,
dan pembangunan, yang memberikan sumbangan pada penurunan kualitas air sungai. Selain
itu, terdapat peningkatan konsentrasi TSS, NO3, Fe, dan Cl dalam air sungai, yang juga
menunjukkan penurunan kualitas air. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
menghitung indeks pencemaraan kualitas air Sungai Konaweha.
METODE PENELITIAN

Lokasi penelitian terletak di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Adapun


titik pengambilan sampel dilakukan di tiga lokasi yaitu badan sungai yang berada dekat
dengan lokasi pemukiman , Kawasan industri dan hilir Sungai.
Adapun titik koordinat pengambilan sampel untuk lokasi dekat pemukiman (S:
03˚58’51,8” E:122˚23’46,4”), Kawasan industry (S:03˚53’58,3” E:122˚27’53,2) dan hilir
Sungai (S:03˚51’52,6” E:122˚30’13,5”). Acuan metode pengambilan sampel air disesuaikan
dengan Standar Nasional Indonesia (SNI 06-2421-1991) tentang metode pengambilan sampel
air sungai. Adapun lokasi pengambilan sampel kualitas air sungai Konaweha dapat dilihat
pada gambar berikut.

Gambar 1. Lokasi Pengambilan Sampel


Untuk menganalisis kualitas air, hasil pengukuran dibandingkan dengan standar baku
mutu air yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang
Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup lampiran VI. Penentuan
status mutu air dilakukan menggunakan metode indeks pencemaran (pollution index)
berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor
27 Tahun 2021 Tentang Indeks Kualitas Lingkungan Hidup lampiran I. Perhitungan indeks
pencemaran diterapkan dengan menggunakan persamaan berikut:
IP j=√ ¿ ¿ ¿ ¿

Keterangan :
Lij :konsentrasi baku peruntukan air (j)
CI :Konsentrasi sampel parameter kualitas air (i)
IP j :Pencemaran bagi peruntukan (j)
IP j :( C i /Lij ,C 2 / L2 j ¿
(C ¿ ¿ i/Lij )¿Maksimum :Nilai maksimum dari C i /Lij
(C ¿ ¿ i/Lij )¿Rata-Rata :Nilai rata rata dariC ij / Lij

Hasil perhitungan status mutu air kemudian ditransformasikan ke dalam Indeks Kualitas
Air (IKA) dilakukan dengan mengalikan bobot nilai indeks dengan presentase status mutu
berdasarkan perhitungan sebagaimana disajikan pada Tabel 1.
Tabel 1. Skala Penilaian Kualitas Air
N Nilai Indeks Pencemaran Status Mutu Air Pembobotan Indeks
o
1 0≤ lPj≤1,0 Memenuhi baku mutu 70
2 1,0≤ lPj≤ 5,0 Cemar ringan 50
3 5,0≤ lPj≤10,0 Cemar sedang 30
4 lPj≥10,0 Cemar berat 10
Sumber : Permenlhk No.27 Tahun 2021

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil analisis laboratorium paremeter fisik-kimia Sungai konaweha dapat


dilihat pada Tabel 2 berikut.
Tabel 2. Hasil Analisis Laboratorium
TSS DO BOD COD T Fosfat Nitrat Fecal Coliform
No Lokasi Sampel pH (MPN/100 ml)
(Mg/L)
1 Lokasi Pemukiman 7,82 36,8 5,9 4,9 22,1 0,064 1,8 15
2 Kawasan Industri 7,93 39,8 6,1 5,6 23,6 0,052 2,2 10
3 Hilir Sungai 7,65 32,1 5,8 5,9 22,7 0,034 1,8 12
Sumber : Hasil Laboratorium, 2024

Dari hasil analsisi laboratorium pada Tabel 2 diatas, kemudian dilakukan perhitungan
Penentuan Indeks Pencemaran Air Sungai berdasarkan Baku Mutu Air Nasional Kelas II
dengan menggunakan parameter wajib dalam Perhitungan Nilai Indeks Kualitas Air (IKA).
Berikut ini merupakan hasil perhitungan Nilai Indeks Kualitas Air (IKA) untuk setiap masing-
masing daerah pengambilan sampel

Tabel 3. Hasil Perhitungan IKA Lokasi Pemukiman


No Paramter Uji Satuan Ci Lij Ci/Lij Ci/Lij
baru
1 Ph (Derajat Keasaman) - 7,82 6,-9 0,213 0,2133
2 Disolved oxygen (DO) mg/L 5,90 4 1,475 1,8440
3 Chemical Oxygen Demand (COD) mg/L 22,10 25 0,884 0,8840
4 Biologycal Oxygen Demand (BOD) mg/L 4,90 25 1,633 2,0654
5 Total Suspendid Solid (TSS) mg/L 36,80 50 0,736 0,7360
6 Total Fosfat Sebagai P mg/L 0,064 0,2 0,320 0,3200
7 Nitrat (Sebagai NO3) mg/L 1,80 10 0,180 0,1800
8 Fecal Ciliform MPN/100 15 100 0,015 0,0150
(Ci/Lij) rata-rata 0,782
(Ci/Lij) maksimum 2,065
Pij 1,5617

Tabel 4. Hasil Perhitungan IKA Lokasi Kawasan Industri


No Paramter Uji Satuan Ci Lij Ci/Lij Ci/Lij
baru
1 Ph (Derajat Kemasaman)* - 7,93 6-9 0,287 0,287
2 Disolved oxygen (DO) mg/L 6,10 4 1,525 1,916
3 Chemical Oxygen Demand (COD) mg/L 23,60 25 0,944 0,944
4 Biologycal Oxygen Demand (BOD) mg/L 5,60 3 1,867 2,355
5 Total Suspendid Solid (TSS) mg/L 39,80 50 0,796 0,796
6 Total Fosfat Sebagai P mg/L 0,052 0,2 0,260 0,260
7 Nitrat (Sebagai NO3) mg/L 2,20 10 0,220 0,220
8 Fecal Ciliform MPN/100 10 1000 0,010 0,010
(Ci/Lij) rata-rata 0,849
(Ci/Lij) maksimum 2,355
Pij 1,770

Tabel 5. Hasil Perhitungan IKA Lokasi Hilir Sungai


No Paramter Uji Satuan Ci Lij Ci/Lij Ci/Lij
baru
1 Ph (Derajat Kemasaman)* - 7,65 6-9 0,100 0,100
2 Disolved oxygen (DO) mg/L 5,80 4 1,450 1,807
3 Chemical Oxygen Demand (COD) mg/L 22,70 25 0,908 0,908
4 Biologycal Oxygen Demand (BOD) mg/L 5,90 3 1,967 2,469
5 Total Suspendid Solid (TSS) mg/L 32,10 50 0,642 0,642
6 Total Fosfat Sebagai P mg/L 0,034 0,2 0,170 0,170
7 Nitrat (Sebagai NO3) mg/L 1,80 10 0,180 0,180
8 Fecal Ciliform MPN/100 12 1000 0,012 0,012
(Ci/Lij) rata-rata 0,786
(Ci/Lij) maksimum 2,469
Pij 1,832

Analisis penentuan indeks pencemaran pada sampel air sungai di Kecamatan Sampara,
Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara memberikan gambaran mengenai kondisi
kualitas air di wilayah tersebut. Berdasarkan hasil analisis, ketiga sampel menunjukkan bahwa
lokasi pemukiman memiliki indeks pencemar 1,561, kawasan industri 1,770 dan bagian hilir
Sungai 1,832. Ketiga indeks tersebut berada dalam rentang yang mengindikasikan status
"Cemar Ringan". Kategori "Cemar Ringan" menunjukkan bahwa kualitas air sudah mulai
terpengaruh oleh aktivitas manusia atau proses alami yang menghasilkan pencemaran, namun
masih dalam batas yang relatif rendah dan tidak terlalu berbahaya bagi ekosistem air atau
penggunaan air yang umum. Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap pencemaran ini
disebabkan oleh limbah rumah tangga yang dibuang langsung ke badan air dan adanya industri
pengolahan bijih nikel yaitu PT. Obsidian Stainless Steel yang membuang limbahnya ke sungai
tanpa pengolahan yang memadai. Berdasarkan Hasil penelitian (Ichsan, dkk. 2019)
menunjukkan bahwa sungai tersebut mengalami tingkat polusi sedang, terutama di lokasi yang
berdekatan dengan industri pertambangan. Hal ini disebabkan oleh pembuangan limbah industri
ke sungai dan aktivitas manusia seperti pertanian, perkebunan, dan penambangan pasir ilegal.

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis penentuan indeks pencemaran pada sampel air sungai di
Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, berikut adalah
kesimpulan yang dapat diambil:
1. Kualitas air di ketiga lokasi pengambilan sampel (BWSS 01, BWSS 02, dan BWSS 03)
berada dalam kategori "Cemar Ringan" dengan indeks pencemaran masing-masing sebesar
1,5617; 1,770; dan 1,832. Ini menunjukkan adanya pengaruh aktivitas manusia atau proses
alami yang menghasilkan pencemaran ringan.
2. Pencemaran air di wilayah studi disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk limbah rumah
tangga yang dibuang langsung ke sungai dan aktivitas industri, khususnya dari industri
pengolahan bijih nikel yang limbahnya dibuang ke sungai tanpa pengolahan memadai.
DAFTAR PUSTAKA

Asriani, dkk. 2017. Studi Analisis Kualitas Air Di Daerah Aliran Sungai Pakerisan Provinsi
Bali. Volume 11 Nomor 2 Tahun 2017 p-ISSN: 1907-5626, e-ISSN: 2503-3395.
Diana Sari, dkk. 2021. Pemantauan dan Analisis Tingkat Pencemaran Kualitas Air Sungai di
Kabupaten Tebo. Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan 12 (2), (2021). 15 – 23.
Hasani. 2016. Analisis Kualitas Air Sungai Konaweha Provinsi Sulawesi Tenggara. Ecogreen
Vol. 2 No. 2, Oktober 2016 Halaman 123 – 129 ISSN 2407 - 9049
Ichsan, dkk. 2019. Analisis Indeks Pencemaran (IP) Sungai Konaweha Akibat Pengaruh
Aktifitas Tambang Nikel di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Universitas
Negeri Makassar. ISBN: 978-623-7496-14-4
Sofia, Y., Tontowi, dan Rahayu, S., 2010. Penelitian Pengolahan Air Sungai yang Tercemar
oleh Bahan Organik. Jurnal Sumberdaya Air. 6(2): 145–160.
Wiwoho, 2005, Model Identifikasi Daya Tampung Beban Cemaran Sungai Dengan QUAL2E.
Tesis. Universitas Diponegoro. Semarang.

Anda mungkin juga menyukai