0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
354 tayangan9 halaman

Refleksi Pengalaman Bermakna Pendidikan Inklusif

Diunggah oleh

triwahyuni03
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
354 tayangan9 halaman

Refleksi Pengalaman Bermakna Pendidikan Inklusif

Diunggah oleh

triwahyuni03
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Re!

eksi Pengalaman Bermakn…

JURNAL PEMBELAJARAN
MODUL
PENGANTAR PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
TOPIK
PENDIDIKAN INKLUSIF

Oleh :

MUHAMMAD IBRAHIM DAMANIK, S.Pd


NIM. 240010392202778201

PPG DALAM JABATAN


UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2024
PENDIDIKAN INKLUSIF

DEFENISI
Istilah pendidikan inklusif merupakan kata atau istilah yang disuarakan oleh UNESCO
berasal dari kata Education for All yang berarti pendidikan yang ramah untuk semua dengan
pendekatan pendidikan yang berusaha menjangkau semua orang tanpa terkecuali. Pendidikan
inklusif adalah pendekatan pendidikan yang menempatkan anak-anak dengan berbagai latar
belakang dan kondisi yang berbeda-beda ke dalam satu kelas reguler, sehingga diharapkan dapat
membangun lingkungan terbuka untuk semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus.
Pendidikan inklusif berprinsip pada penghargaan terhadap keragaman dan pengakuan
terhadap perbedaan individu. Landasan yuridis dalam melaksanakan pendidikan inklusif adalah
UUD 1945, UU Nomor 4 Tahun 1997 Tentang Penyandang Cacat, dan UU Nomor 39 Tahun 1999
Tentang Hak Asasi Manusia. Pendidikan inklusif berpusat pada kebutuhan dan keunikan peserta
didik, serta mengutamakan inovasi, kerja sama, dan keterampilan hidup.

TUJUAN PENDIDIKAN INKLUSIF

1. Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua peserta didik tanpa


memandang perbedaan suku, ras, agama, golongan, status sosial ekonomi, kondisi
kelainan fisik, emosional, mental dan intelektual serta bakat istimewa untuk memperoleh
pendidikan yang bermutu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya
2. Mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang menghargai keanekaragaman dan tidak
diskriminatif bagi semua peserta didik
3. Menekan angka tinggal kelas dan putus sekolah, terutama di jenjang sekolah dasar dan
menengah
4. Meningkatkan mutu pendidikan di setiap jenjang
5. Meningkatkan rasa percaya diri seluruh peserta didik

PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN INKLUSIF

1. Berbasis potensi : Pendidikan inklusif memberikan kesempatan kepada semua peserta


didik untuk mengikuti pendidikan sesuai potensinya
2. Menghargai keragaman : Pendidikan inklusif mengakui perbedaan individual dan
menghargai keragaman
3. Melibatkan siswa : Tenaga didik mendorong siswa untuk terlibat aktif secara mental,
sosial, dan emosional
4. Melibatkan pemangku kepentingan : Pendidikan inklusif melibatkan pemangku
kepentingan seperti pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam prosesnya
5. Pendidikan inklusif mendorong siswa untuk menemukan potensi mereka
6. Pendidikan inklusif berpusat pada kebutuhan dan keunikan peserta didik

SISTEM DUKUNGAN PENDIDIKAN INKLUSIF

1. Peran Pemerintah
Pemerintah pusat maupun daerah memiliki tanggung jawab untuk menyediakan
akomodasi yang layak di bidang pendidikan dengan memberikan dukungan keuangan atau
bantuan dana, menyediakan sarana dan prasarana, mempersiapkan serta menyediakan
pendidik dan tenaga kependidikan, dan menyusun kurikulum.

2. Peran Masyarakat
Masyarakat (DUDI atau masyarakat pada umumnya) dapat memberikan kontribusi bagi
keberhasilan pelaksanaan pendidikan inklusif dengan cara memperluas akses pendidikan
dan pekerjaan bagi peserta didik berkebutuhan khusus, seperti membuka peluang kerja
dan usaha serta melatih keterampilan mereka.

3. Peran Orang Tua


Hal terpenting yang dapat dilakukan orang tua adalah terlibat dan berperan aktif sebagai
anggota tim Program Pendidikan Individual (PPI) yang menentukan jalur peserta didik.
Tim PPI bertugas membuat keputusan pendidikan bagi peserta didik, dan menangani
masalah, seperti kelayakan, evaluasi, pengembangan program dan penempatan PDBK
dalam pendidikan inklusif.

4. Peran Satuan Pendidikan


Pendidik dan tenaga kependidikan lainnya bekerja sama dan berkolaborasi untuk
memenuhi kebutuhan peserta didik, mendukung pembelajaran maupun partisipasi semua
peserta didik.

STRATEGI PENERAPAN PENDIDIKAN INKLUSIF

a. Pemahaman yang Mendalam Tentang Individu


1. Asesmen : Lakukan asesmen yang komprehensif untuk memahami kekuatan,
kelemahan, minat, dan gaya belajar setiap siswa
2. Individualisasi : Sesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan individu. Ini bisa
berupa modifikasi tugas, penggunaan alat bantu, atau penyediaan waktu tambahan

b. Kurikulum yang Fleksibel dan Inklusif


1. Modifikasi : Adaptasi kurikulum agar sesuai dengan berbagai kemampuan siswa
2. Cara yang Berbeda : Tawarkan berbagai cara untuk mempelajari materi yang
sama, sehingga setiap siswa bisa memilih cara yang paling sesuai dengan dirinya
3. Pembelajaran Berbasis Proyek : Kegiatan proyek memungkinkan siswa dengan
berbagai kemampuan untuk berkontribusi sesuai dengan kemampuan mereka
c. Lingkungan Belajar yang Mendukung
1. Kolaborasi : Ciptakan suasana kelas yang kolaboratif, dimana siswa saling
membantu dan belajar satu sama lain
2. Aksesibilitas : Pastikan lingkungan fisik kelas mudah diakses oleh semua siswa,
termasuk siswa dengan disabilitas
3. Suasana yang Inklusif : Bangun suasana kelas yang positif, saling menghormati,
dan bebas dari diskriminasi
d. Peran Guru yang Aktif
1. Pengembangan Profesional : Guru perlu terus mengembangkan kompetensinya
dalam bidang pendidikan inklusif
2. Kolaborasi dengan Orangtua dan Profesional Lain : Bekerjasama dengan orang
tua dan profesional lain (terapis, psikolog) untuk mendukung pembelajaran siswa
3. Model Peran : Guru menjadi model peran dalam menunjukkan sikap inklusif
dan menghargai perbedaan
e. Penggunaan Teknologi
1. Alat Bantu : Manfaatkan teknologi sebagai alat bantu pembelajaran, seperti
aplikasi belajar, perangkat lunak aksesibilitas, atau perangkat keras khusus
2. Pembelajaran Daring : Pembelajaran daring dapat memberikan fleksibilitas dan
akses yang lebih luas bagi siswa

REFLEKSI PENGALAMAN BERMAKNA

1. Pemahaman baru apa yang anda dapatkan setelah mempelajari konsep pendidikan
inklusif ?
Setelah saya mempelajari topik ini, saya menyadari bahwa pendidikan itu bukan hanya untuk
orang-orang yang mampu secara sosial dan emosional, bukan juga untuk yang memiliki kondisi
dan latar belakang khusus. Menurut Undang-Undang yang berlaku, setiap orang berhak untuk
mendapatkan pendidikan yang layak sesuai dengan kemampuannya. Oleh karena itu, pentingnya
dalam mengembangkan pendidikan inklusif yang menciptakan pendidikan merata, tidak
memandang kondisi dan latar belakang seperti suku, ras dan agama serta peserta didik yang
berkebutuhan khusus, sehingga pendidikan untuk semua dapat tercapai. Konsep pendidikan
inklusif ini mengajarkan saya bahwa, dalam pembelajaran di kelas, sebagai guru kita tidak boleh
membeda-bedakan kondisi atau latar belakang siswa, karena kondisi ata latar belakang yang
berbeda itu bukan suatu hambatan dalam mengajar, melainkan jadikan suatu kekuatan/motivasi
untuk membuat pembelajaran jadi lebih baik. Guru harus mampu menciptakan inovasi
pembelajaran, sehingga pembelajaran dapat merata sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan
siswa, sehingga siswa lebih merasa dihargai dan muncul sikap percaya diri yang tinggi.

2. Bagian manakah dari konsep pendidikan inklusif dan kaitannya dalam pembelajaran
yang paling menantang ?
Sebagai seorang guru, saya harus selalu mengembangkan konsep pendidikan inklusif pada
pembelajaran. Namun terkadang banyak tantangan yang saya hadapi ketika menerapkan
pendidikan inklusif di dalam kelas. Tantangan tersebut adalah, sulitnya memilih materi dan media
pembelajaran yang tepat untuk semua kebutuhan dan kemampuan siswa. Sulitnya
mengintegrasikan konsep pendidikan inklusi dalam pembelajaran. Kurangnya sarana dan
prasarana yang memadai untuk mengembangkan pendidikan inklusif. Tantangan yang saya hadapi
juga tidak hanya berasal dari dalam sekolah maupun diri daya sendiri, tetapi dari stigma atau
pandangan masyarakat yang negatif terhadap siswa dengan berkebutuhan khusus, juga menjadi
tantangan saya dalam menerapkan pendidikan inklusif. Terkadang ada masyarakat yang tidak mau
menyekolahkan anaknya ke sekolah yang terdapat siswa berkebutuhan khusus, atau ada
masyarakat yang kadang menganggap remeh terhadap siswa berkebutuhan khusus.

3. Hal-hal lain apakah yang ingin Anda pelajari lagi terkait dengan pendidikan inklusif
dan kaitannya dengan pembelajaran ?
Saya menyadari masih banyaknya kekurangan bahkan tantangan yang saya hadapi dalam
menerapkan pendidikan inklusif ini, oleh karena itu untuk selanjutnya banyak yang harus saya
pelajari dalam menerapkan pendidikan inklusif di kelas. Terutama mengenai peningkatan
profesionalisme saya sebagai pendidik, yaitu untuk terus belajar melalui media online atau offline
mengenai strategi menerapkan pendidikan inklusif di kelas. Saya juga harus mengikuti pelatihan
untuk lebih memahami tentang pendidikan inklusif. Selain itu, penting juga untuk membangun
kerjasama dengan orang tua atau membentuk komunitas untuk ikut mendukung pendidikan
inklusif di sekolah. Pengetahuan mengenai pendidikan inklusif ini juga perlu untuk disampaikan
kepada masyarakat, supaya tidak timbul anggapan negatif bagi anak-anak yang berkebutuhan
khusus. Oleh karena itu, perlu dilakukan advokasi pendidikan inklusif kepada pembuat kebijakan
dan masyarakat luas, sehingga harapan pendidikan untuk semua dapat tercapai.

PENUTUP

Sebagai penutup pembelajaran pendidikan inklusif ini diharapkan dapat lebih memotivasi
saya dalam memberikan pembelajaran yang beragam bagi siswa. Sebab keberagaman dan
kebutuhan belajar dari tiap siswa berbeda-beda sesuai dengan karakteristik dan keadaan baik fisik
maupun nonfisik siswa tersebut. Saya ucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang
diberikan oleh kepala sekolah dan rekan-rekan guru selama ini. Semoga saya dapat terus
memberikan manfaat yang baik untuk perkembangan siswa dan sekolah.

UMPAN BALIK REKAN SEJAWAT

1. Fitri Jariah Nasution, S.Pd.SD


Pendidikan inklusif yaitu pendidikan yang melibatkan semua individu tanpa membeda-bedakan
terlepas dari kondisi fisik, intelektual, sosial, emosional, linguistik atau kondisi lainnya.
Pendidikan inklusif dalam pembelajaran yang bapak terapkan sudah sangat baik, materi
pembelajaran sudah disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan individual siswa, sehingga tidak
terjadi diskriminasi diantara semua siswa.

2. Surya Dewi, S.Pd.SD.Gr


Pendidikan inklusif merupakan pendidikan untuk semua siswa dalam memperoleh
kesempatan yang sama dalam pembelajaran terutama siswa yang memang membutuhkan
bimbingan khusus dalam memperoleh pembelajaran.
Upaya bapak dalam memberikan dukungan tambahan bagi siswa yang memerlukan
bimbingan khusus sangat bermanfaat untuk perkembangan mereka. Saya siap membantu
dan berkolaborasi dengan bapak kapan saja untuk membantu perkembangan siswa di
sekolah kita.

UMPAN BALIK PESERTA DIDIK


DOKUMENTASI

Anda mungkin juga menyukai