0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan34 halaman

Asuhan Keperawatan Anak Asma

Diunggah oleh

nirjaracharisma
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan34 halaman

Asuhan Keperawatan Anak Asma

Diunggah oleh

nirjaracharisma
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASUHAN KEPERAWATAN PADA

ANAK DENGAN ASMA

DOSEN PEMBIMBING :
TRI ARIANINGSIH, S.Kep, Ns, M.Kep

DISUSUN OLEH :

Adella Agustin Nim : 222213001


Ahmad Muhaimin Nim : 222213003
Karmila Sari Nim : 222213023
Ramiza Olivia Nim : 222213034
Tasya Vionica Nim : 222213044

PROGRAM STUDI D3 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH
TANJUNG PINANG
TA 2023/2024
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Segala puji bagi Allah SWT yang telah
memberikan kami kemudahan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Tanpa rahmatnya mungkin kami tidak akan sanggup menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Kami mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmatnya baik itu berupa
fisik maupun akal pikiran, sehingga kami mampu untuk menyelesaikan makalah yang berjudul
“ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN ASMA.”

Kami tentu saja menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna dan masih banyak
terdapat kesalahan dan kekurangan di dalamnya. Untuk itu, kami mengharapkan kritik dan saran
agar makalah ini bisa menjadi makalah yang lebih baik lagi.
Kami mengucapkan terimakasih dan mohon maaf khususnya kepada dosen yang telah
membimbing kami, apabila kelompok kami masih terdapat kekurangan dalam pembuatan
makalah ini.
Demikian dari kelompok kami, semoga makalah ini dapat bermanfaat.

Tanjungpinang, 4 September 2023

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR....................................................................................................................................i
DAFTAR ISI.................................................................................................................................................ii
BAB I.............................................................................................................................................................1
PENDAHULUAN.........................................................................................................................................1
BAB II............................................................................................................................................................2
TINJAUAN TEORITIS.................................................................................................................................2
A. Konsep Penyakit................................................................................................................................2
1. Pengertian......................................................................................................................................2
2. Etiologi...........................................................................................................................................2
3. Pathway..........................................................................................................................................4
4. Manifestasi Klinis..........................................................................................................................5
5. Pemeriksaan penunjang.................................................................................................................5
6. Penatalaksanaan Medis..................................................................................................................6
7. Komplikasi.....................................................................................................................................6
B. Proses Keperawatan...........................................................................................................................7
BAB III........................................................................................................................................................15
TINJAUAN KASUS....................................................................................................................................15
A. Pengkajian Dasar.............................................................................................................................15
B. Pengkajian Keperawatan..................................................................................................................16
C. Pengobatan.......................................................................................................................................18
D. Analisa Data.....................................................................................................................................18
E. Diagnosa Keperawatan....................................................................................................................19
F. Rencana Keperawatan......................................................................................................................20
G. Catatan Perkembangan.....................................................................................................................22
BAB IV........................................................................................................................................................31
PENUTUP....................................................................................................................................................31
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................................................32

ii
BAB I
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG

Asma merupakan salah satu penyakit infeksi dan tidak menular yang sering dijumpai pada
anak serta masih menjadi masalah kesehatan global. Asma mempengaruhi saluran udara bagian
bawah sistem pernapasan yang ditandai dengan gejala pernapasan non spesifik seperti mengi,
sesak napas, sesak dada atau batuk(Biset et al., 2022). Prevalensi asma menurut World Health
Organization menyerang 262 juta orang pada tahun 2019 dan menyebabkan kematian sebanyak
455.000 jiwa (World Health Organization, 2022).

Pemerintah biasanya memberikan perhatian serius terhadap kasus anak dengan asma
karena ini adalah kondisi kesehatan yang cukup umum dan dapat memengaruhi kualitas hidup
anak-anak serta keluarga mereka. Beberapa hal yang biasanya dilakukan pemerintah untuk
mengatasi kasus anak dengan asma meliputi:

Perhatian masyarakat terhadap kasus anak dengan asma sangat penting. Edukasi tentang
asma, gejala, pencegahan, dan pengelolaan yang tepat dapat membantu meningkatkan
pemahaman masyarakat secara umum. Masyarakat perlu memahami pentingnya mendukung
anak-anak dengan asma, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah, untuk memastikan
lingkungan yang aman dan mendukung kesehatan pernapasan mereka. Selain itu, kesadaran
masyarakat tentang tanda-tanda bahaya dan langkah-langkah pertolongan pertama dapat
berkontribusi pada penanganan yang lebih baik saat terjadi serangan asma.

2. RUMUSAN MASALAH

1. Pengertian,teori serta hospitalisasi anak dengan asma

2. Kasus dan Diagnosa Keperawatan

3. TUJUAN

Mampu mengetahui dan memahami konsep penyakit Asma dan konsep Asuhan
keperawatan Asma
Mampu mengetahui dan memahami konsep penyakit Asma dan konsep Asuhan
keperawatan Asma
Mampu mengetahui dan memahami konsep penyakit Asma dan konsep Asuhan
keperawatan Asma
Mampu mengetahui dan memahami konsep penyakit Asma dan konsep Asuhan
keperawatan Asma
Mampu mengetahui dan memahami konsep penyakit Asma dan konsep Asuhan keperawatan
Asma.
1
BAB II
TINJAUAN TEORITIS
A. Konsep Penyakit
1. Pengertian
Asma merupakan salah satu penyakit saluran nafas yang banyak dijumpai,
baik pada anak-anak maupun dewasa. Kata asma (asthma) berasal dari bahasa
Yunani yang berarti ”terengah-engah”. Lebih dari 200 tahun lalu, istilah asma
digambarkan dengan kejadian pernafasan yang pendek-pendek. Sejak itu
istilah asma sering digunakan untuk menggambarkan gangguan apa saja yang
berkaitan dengan kesulitan bernafas, termasuk ada istilah asma kardiak dan
asma bronchial. (Zullies Ikawati, 2016).
Menurut Global Initiative for Asthma (GINA) tahun 2015, asma di
definisikan sebagai “suatu penyakit yang heterogen, yang dikarakterisir oleh
adanya inflamasi kronis pada saluran pernafasan. Hal ini ditentukan oleh
adanya riwayat gejala gangguan pernafasan seperti mengi, nafas terengah-
engah, dada terasa berat/tertekan, dan batuk, yang bervariasi waktu dan
intensitasnya, diikuti dengan keterbatasan aliran udara ekspirasi yang
bervariasi. Inflamasi kronis ini berhubungan dengan hiperreponsivitas saluran
pernafasan terhadap berbagai stimulus, yang menyebabkan kekambuhan sesak
nafas(mengi), kesulitan bernafas, dada terasa sesak, dan batuk-batuk yang
terjadi utamanya pada malam hari atau dini hari. Sumbatan saluran nafas ini
bersifat reversible, baik dengan atau tanpa pengobatan.

2. Etiologi
Asma pada anak-anak sangat erat kaitannya dengan alergi.Kurang lebih
80% pasien asma memiliki riwayat penyakit alergi. Asma yang muncul pada
saat dewasa disebabkan oleh berbagai faktor seperti: adanya sinusitis, polip
hidung, sensivitas terhadap aspirin atau obat-obatan anti- inflamasi non
steroid (AINS), atau mendapat picuan ditempat kerja.

2
Faktor resiko terkuat terjadinya asma adalah kombinasi predisposisi
genetik dengan paparan lingkungan terhadap zat dan partikel yang dihirup
yang dapat memicu reaksi alergi atau mengganggu saluran napas seperti:
a. Alergen dalam ruangan (misalnya tungau debu rumah ditempat tidu,
karpetdan perabotan boneka, polusi dan debu binatang peliharaan)
b. Agen luar ruangan (seperti serbuk sari dan jamur)
c. Asap tembakau
d. Iritasi kimia di tempat kerja
e. Polusi udara
Pemicu lainnya bisa termasuk udara dingin, rangsangan emosional
ekstrem, seperti kemerahan atau ketakutan, dan latihan fisik.Bahkan obat
tertentu dapat memicu asma misalnya aspirin dan obat anti-inflamasi non-
steroid lainnya, dan beta-blocker yang digunakan untuk mengobati tekanan
darah tinggi, kondidsi jantung dan migraine (WHO, 2014).

3
3. Pathway

Pencetus serangan (Allergan, emosi/stress, Obat-obatan dan infeksi


Reaksi antigen dan antibody

Sekresi mukus
Permeabilitas
Dikeluarkannya kapiler
substansi vasoaktif
(histamine, bradikinin dan anafilaktosin)
Produksi mukus bertambah
Kontraksi otot polos, edema mukosa, hipersekresi

Kontriksi otot polos

Obstruksi saluran nafas


bronkospasm
e

Bersihan jalan nafas


tidak efektif

Hipoventilasi
Distribusi ventilasi tidak merata dengan sirkulasi darah paru-paru dan gangguan difusi gas di alveoli

Kelelahan otot intercostae


Dipsnea

Tubuh lemah
Gangguan pola tidur

Intoleransi aktivitas

4
(Sumber : Nurarif & Kusuma 2015)

5
4. Manifestasi Klinis
Berikut ini adalah tanda dan gejala asma, menurut (Zullies, 2016)
tanda dan gejala pada penderita asma dibagi menjadi dua, yakni:
a. Stadium dini
1) Faktor hipersekresi yang lebih menonjol yaitu batuk berdahak
bisa disertai dengan pilek ataupun tanpa pilek, ronkhi yang sifatnya
hilang timbul, tidak ada wheezing, adanya peningkatan eosinofil
darah dan IGE, Blood gas analysist (BGA) belum patologis.
2) Faktor spasme bronchiolus dan edema yang lebih dominan
yaitu timbul sesak nafas disertai sputum atau tanpa sputum, adanya
wheezing, ronkhi basah bila terdapat hipersekresi.
b. Stadium lanjut/kronik
Adanya batuk ronchi, sesak nafas seolah dada tertekan, dahaksulit
keluarkan, suara nafas melemah bahkan tidak terdengar, Thorak seperti
barel chest Tampak tarikan otot stemokleidomastroideus, Sianosis, Blood
gas analysis (BGA) Pa O2 kurang dari 80% , Ro paru terdapat peningkatan
gambaran bronchovaskuler kanan dan kiri, Hipokapnea dan alkalosis
bahkan asidosis repiratorik. Bising mengi (wheezing) yang terdengar
dengan atau tanpa stetoskop, batuk produktif sering pada malam hari,
nafas atau dada seperti tertekan, ekspirasi memanjang.

5. Pemeriksaan penunjang
Menurut (Soedarto, 2012) berdasarkan gejala klinis dan keluhan
penderita, diagnosis asma dapat ditegakkan.Riwayat adanya asma dalam
keluarga dan adanya benda-benda yang dapat memicu terjadinya
asma.pemeriksaan spinometri hanya dapat dilakukan pada penderita berubur
di atas 5 tahun. Jika pemeriksaan spinometri hasilnya baik, perlu dilakukan
beberapa pemeriksaan unuk menetapkan penyebab asma, yaitu:

6
a. Uji alergi untuk menentukan bahan alergan pemicu asma
b. Pemeriksaan pernapasan dengan peak flow meter setiap hari selama 1-2
minggu
c. Sinar X(Ro. Thorax) dan elektrokardiogram

Terlihat adanya hiperinflasi paru-paru didiafragma mendatar , untuk


menentukan penyakit paru, jantung, atau adanya benda asing pada jalan
napas penderita.

d. Tes fungsi paru


Menentukan penyebab dispnea, volume residu meningkat,FEVI/FVC rasio
volume ekspirasi kuat dan kapasitas vital.
e. AGD
PaO2 menurun2 , PACO2, menurun, dan pH normal/meningkat.
f. Sputum (Lab)
Menentukan adanya infeksi biasanya pada asma tanpa di sertai infeksi.

6. Penatalaksanaan Medis
Tujuan penatalaksanaan medis dapat mengontrol manifestasi klinis
dari penyakit untuk waktu yang lama, meningkatkan dan mempertahankan
kualitas hidup agar penderita asma dapat hidup normal tanpa hambatan dalam
melakukan aktivitas sehari-hari. Untuk mencapai dan mempertahankan
keadaan asma yang terkontrol.
a. Oksigen 2-6liter/menit
b. Pemmenuhan hidrasi via infus
c. Terbutalin 0,25mg/6 jam secara subkutan (SC)
d. Bronkodilator / antibronkospasme

7. Komplikasi
Komplikasi asma meliputi pneumotoraks, pneumomediastinum dan
emfisma subkutis, atelaktasis, aspergilosis, bronkopulmoner alergik, gagal
napas, bronkitis, serta fraktur iga (Sundaru, 2010).

7
B. Proses Keperawatan
1. Pengkajian
Pengkajian merupakan tahap pertama dalam proses perawatan. Tahap ini
sangat penting dan menentukan dalam tahap-tahap selanjutnya. Data yang
komprehensif dan valid akan menentukan penetapan diagnosis keperawatan
dengan tepat dan benar, dan selanjutnya akan berpengaruh dalam perencanaan
keperawatan. Tujuan dari pengkajian adalah didapatkannya data yang
komprehensif yang mencangkup data biopsiko dan spiritual (Tarwoto &
Wartonah, 2015). Dari pemeriksaan atau data klien menurut Wijaya & Putri
(2013):
a. Identitas Klien
Meliputi nama, usia, jenis kelamin, ras, dll.
b. Informasi dan diagnosa medic
c. Data riwayat kesehatan
d. Riwayat kesehatan dahulu : pernah atau tidaknya menderita asma
sebelumnya, kelelahan yang amat sangat dengan sianosis pada ujung
jari.
e. Riwayat kesehatan sekarang : biasanya sesak napas, batuk, lesu, tidak
bergairah, pucat, tidak nafsu makan, sakit pada dada dan pada jalan
nafas, sesak setelah melakukan aktivitas berat, sesak karena perubahan
debu dan udara, batuk dan susah tidur karena nyeri dada.
f. Riwayat kesehatan keluarga : riwayat keluarga asma, riwayat keluarga
menderita penyakit alergi.
g. Aktivitas / istirahat
Gejala : keletihan, kelelahan, malaise, ketidak mampuan untuk
melakukan aktivitas sehari-hari karena sulit bernafas dan ketidak
mampuan untuk tidur, dispnea pada saat istirahat dan aktivitas.
h. Sirkulasi
Gejala : pembengkakan pada ekstremitas bawah.
i. integritas ego
Gejala peningkaatn faktor resiko dan perubahan pola hidup.
j. Makanan dan cairan

8
Gejala : mual atau muntah, nafsu makan menurun dan ketidak mampuan
untuk makan.
k. Pernafasan
Gejala : napas pendek, dada rasa tertekan dan ketidakmampuan untuk
bernafas, batuk dengan produksi sputum berwarna keputihan, pernapasan
cepat, fase ekspirasi panjang, penggunaan otot bantu pernapasan, suara
napas wheezing sepanjang area paru pada ekspirasi

dan selama inspirasi berlanjut sampai penurunan/tidak adanya bunyi


napas.
l. Keamanan
Riwayat reaksi alergi/sensitif terhadap zat.
m. Seksualitas Penurunan libido.

2. Diagnosa Keperawatan
Menurut Carpenito, 2009 dalam (Tarwoto & Wartonah, 2015)
Diagnosis keperawatan adalah pernyataan yang jelas mengenai status
kesehatan atau masalah aktual atau risiko dalam rangka mengidentifikasi
dan menentukan intervensi keperawatan untuk mengurangi,
menghilangkan atau mencegah masalah kesehatan klien yang ada pada
tanggung jawab. Diagnosa yang mungkin muncul pada klien yang
menderita asma menurut Muttaqin (2012) :
a. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan sekresi yang
tertahan, respon alergi Dalam SDKI (2016) batasan karakteristik untuk
diagnosa bersihan jalan nafas tidak efektif, yaitu : batuk tidak efektif
atau tidak mampu batuk, sputum berlebih, wheezing atau ronkhi kering,
dispnea, sulit bicara, ortopnea, gelisah, sianosis, bunyi napas menurun,
frekuensi napas berubah, pola napas berubah.
b. Pola napas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya napas
(kelelahan otot bantu pernafasan). Dalam SDKI (2016) batasan
karakteristik untuk diagnosa pola napas tidak efektif, yaitu : dispnea,
ortopnea, penggunaan otot bantu pernapasan, fase ekspirasi
memanjang, pola napas abnormal, pernapasan cuping hidung, diameter
thoraksanterior –posterior meningkat, ventilasi semenit turun, kapasitas
vital menurun, tekanan ekspirasi menurun, tekanan inspirasi menurun,

9
ekskursi dada berubah.
c. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membrane
alveolus-kapiler. Dalam SDKI (2016) batasan karakteristik untuk
diagnosa gangguan pertukaran gas, yaitu : PCO2

meningkat/turun, PO2 menurun, takikardia, pH arteri


meningkat/menurun, bunyi napas tambahan, sianosis, gelisah, napas
cuping hidung, pola napas abnormal, warna kulit abnormal, kesadaran
menurun, dispnea.
d. Defisit nutrisi berhubungan dengan faktor psikologis(keengganan
untuk makan). Dalam SDKI (2016) batasan karakteristik untuk
diagnosa defisit nutrisi, yaitu : otot menelan lemah, membran mukosa
pucat, sariawan.
e. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara
suplai dan kebutuhan oksigen. Dalam SDKI (2016) batasan
karakteristik untuk diagnosis intoleransi aktivitas, yaitu : mengeluh
lelah, dispnea saat/setelah aktivitas, merasa tidak nyaman setelah
beraktivitas, merasa lemah, frekuensi jantung meningkat, dispnea
saat/setelah ktivitas, gambaran EKG menunjukan aritmia, gambaran
EKG menunjukan iskemia, sianosis.
f. Gangguan pola tidur berhubungan dengan kurangnya kontrol tidur.
Dalam SDKI (2016) batasan karakteristik untuk diagnosa gangguan
pola tidur, yaitu : mengeluh sulit tidur, mengeluh sering terjaga,
mengeluh tidak puas tidur, mengeluh pola tidur berubah, mengeluh
istirahat tidak cukup, mengeluh kemampuan beraktivitas menurun.
3. Rencana Keperawatan
Menurut (Suarni & Apriyani, 2017) tahapan perencanaan
keperawatan adalah perawat merumuskan rencana keperawatan
menggunakan pengetahuan dan alasan untuk mengembangkan hasil yang
diharapkan untuk mengevaluasi asuhan keperawatan yang diberikan.
Rencana keperawatan pada kasus Asma Bronkhial menurut Standar
Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) dengan tujuan berdasarkan
Standar Luaran Keperawatan (SLKI).

10
3. Rencana
Keperawatan
Rencana Keperawatan Pasien Pada Kasus Asma Bronkhial

No Diagnosa Rencana Keperawatan


Keperawatan SLKI SIKI
1 2 3 4
1. Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif Bersihan Jalan Nafas (L.01001) Manajemen Jalan Nafas (I.01011)
bErhubungan dengan sekresi yang Kriteria Hasil: Observasi
tertahan ditandai dengan gelisah, 1. Dispnea menurun 1. Monitor pola nafas atau frekuensi
sianosis, dispneu, frekuensi dan pola 2. Gelisah menurun nafas
nafas berubah 3. Frekuensi nafas membaik 2. Monitor adanya bunyi nafas tambahan
4. pola nafas membaik 3. Monitor sputum
4. Monitor TTV
5. Mengobservasi penggunaan
oksigen Teraupetik
1. Posisikan semi fowler
2. Lakukan fifioterapi dada,
juka perlu Edukasi
1. Ajarkan teknik batuk
efekttif Kolaborasi
Kolaborasi pemberian
bronkodilator,
ekspektoran, mukolitik jika perlu.
2. Gangguan pertukaran gas Pertukaran Gas (L.01003) Dukungan Ventilasi (I.01002)
berhubungan dengan Kriteria hasil: Observasi
ketidakseimbangan ventilasi-perfusi 1. Dispnea menurun 1. Identifikasi adanya kelelahan otot
2. Gelisah menurun bantu nafas
ditandai dengan dispneu, bunyi nafas
tambahan, sianosis, gelisah, pola nafas

11
1 2 3 4
abnormal(cepat). 3. Sianosis membaik Identifikasi efek perubahan
2.
4. Pola nafas membaik Posisi terhadap setatus pernafasan
3.
5. Bunyi nafas tambahan menurun Monitor TTV
4.
Monitor
5. status respirasi dan
1 2 3 oksigenasi 4(mis. Frekuensi dan
Edukasi kedalama nafas, penggunaan otot
1. Anjurkan bantu
tirahnafas
baringtambahan.
1 2 3 2. Teraupetik
Anjurkan melakukan 4 aktivitas secara
Pertahankan kepatenan jalan nafas
bertahap1.Kolaborasi
5 Defisit Nutrisi berhubungan Nafsu Makan (L.03024) Manajemen Nutrisi2. Berikan
(I.03199) semi fowler atau flower
1. Keinginan makan Kolaborasi
Observasi dengan posisi
ahli gizi tentang cara
dengan faktor psikologis(mis. Berikan
membaik meningkatan
1. Identifikasi 3. status nutrisimakanan..sesuai
asupan oksigenasi
Keengganan
4. untuk makan) 2. Asupan makanan
Pola Tidur membaik 2. Identifikasi
(l.05045) Dukungan kebutuhan
Tidur Edukasi
makanan disukai :
(I.05174)
Gangguan pola tidur berhubungan
Keluhan
3. Kemampuan
dengan kurangnya kontrol tidur ditandai 1. sulit tidur menurun Observasi
3. Monitor asupan
1. Ajarkan melakukan teknik relaksasi
dengan klien mengeluh sulit tidur, 2. Keluhan
merasakan sering terjaga makanan
makanan Identifakasi
5. Teraupetik napaspola
dalamaktivitas dan tidur
menurun
membaik Identifikasi faktor
Ajarkan
1. Sajikan makanan secara menarik
6. 2. penganggu
mengubah dantidur
posisi (fisik,
secara
suhu sesuai
3. Keluhan pola tidur psikologis)
2. Berikan makanan Teraupetik
mandiri
tinggi kalori dan
berubah menurun Modifikasi
tinggi 1.protein lingkungan
Ajarkan
3.Edukasi (mis. Pencahayaan,
teknik batuk
4. Keluhan istirahat tidak 1. Anjurkan kebisingan, suhu,jika
efektifduduk
posisi Kolaborasitempat tidur )
cukup menurun mampu Lakukan prosedur
1. pemberian
2. Kolaborasi untuk
bronchodilator atau
meningkatkan
1. Kolaborasi dengan kenyamanan(mis.
antibiotic, jika perlu.
ahli gizi Pijat,
untuk menentukan
jumlahpengataturan
kalori dan jenisposisi, terapi)
nutrisi dibutuhkan jika
Toleransi Aktivitas(L.05047) perlu. Manajemen
Sesuaikan jadwal Energi(I.05178)
pemberian obat atau
3. Intoleransi Aktivitas berhubungan 3.
dengan ketidakseimbangan antara suplai tindakan untuk berkunjung
6 Pola nafas tidak efektif berhubungan Pola kriteria hasil:
Nafas (L.01004) Manajemen
4.
Observasi
Jalan
Siklus Nafas (I.01011)
tidur
dan kebutuhan oksigen 1. 1. Dispnea
Dispnea saat
menurun aktivitas menurun
Observasi 1. Identifikasi gangguan fungsi tubuh
dengan hambatan upaya nafas terjagapola
Edukasi
2. Frekuensi
2. Penggunaan nadi
otot membaik1. Monitor
bantu yang
nafasmengakibatkan kelelahan
(frekuensi, kedalaman)
3. Saturasi oksigen membaik 1. Jelaskan
2. pentingnya
Monitor pola tidur
dan selama
jam tidursakit
nafas menurun 2. Monitor bunyi nafas tambahan
4. Frekuensi nafas membaik 2. Anjurkan menepati kebiasaan tidur
3. Frekuensi nafas membaik 3. Monitor 3. Monitor lokasi dan ketidaknyamanan
4. Kedalaman nafas membaik sputum
Ajarkan relaksasi otot autogenic
selama melakukan atau cara non
aktivitas.
farmakologi
Teraupetik lainnya
Traupetik
1. Sediakan lingkungan nyaman dan
1. Pertahankan kepatenan jalan nafas
rendah
2. Posisikan semi fowler atau fowler
stimulus(mis. Cahaya, suara,
3. Berikan
kunjungan)
oksigen Edukasi
1. Anjurkan 2. Berikan
teknik batuk aktivitas distraksi yang
menenagkan
efektif Kolaborasi
1. Kolaborasikan pemberian bronkodilator,
ekspetoran, mukolitik, jika perlu.

12
4. Implementasi
Implementasi merupakan komponen dari proses keperawatan yang
merupakan tahap pelaksanaan dalam asuhan keperawatan. Dalam
melakukan implementasi juga memiliki pedoman. Dengan mengetahui
pedoman pada tahapan implementasi diharapkan dapat membantu para
perawat dalam melakukan tahap implementasi dengan baik dan benar
data data yang actual sesuai dengan aturan implementasi yang berlaku
(Sari, 2019)

5. Evaluasi
Evaluasi merupakan salah satu bagian tahapan proses keperawatan.
Evaluasi dilakukan setelah adanya implementasi atas perencanaan
keperawatan yang telah ditentukan sebelumnya. Tercapai atau tidaknya
suatu tujuan dalam tindakan keperawatan menjadi indicator suatu
evaluasi yang akan dilakukan. Evaluasi penting dilakukan agar kesalahan
atau keurangan pelayanan saat ini tidak terulang kembali pada pelayanan
kesehatan berikutnya dan menjadi wadah untuk memperbaiki hal-hal
yang kurang kurang tepat pada pelayanan keperawatan dimasa
berikutnya. (Einjel Tiyo Marlina Danamik 2019).

13
BAB III
TINJAUAN KASUS

A. Pengkajian Dasar

1. Biodata Pasien
Nama Insisial Klien : An. A Umur
: 2 tahun
Alamat : Kotabumi Selatan, Lampung Utara
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pendidikan : Belum sekolah

2. Biodata

Penanggung Jawab

Nama Inisial Klien : Ny. A


Umur : 25 Tahun
Alamat : Kotabumi Selatan, Lampung Utara
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

3. Riwayat Kesehatan Sekarang :


Ibu klien mengatakan klien merasa sesak setelah mengkonsumsi
es yang mengakibatkan anak batuk sehingga pada tanggal 06
Maret 2022 klien dibawa ke klinik Surya Medika Candimas
bersama keluarga klien dengan keluhan sesak dan batuk, ibu
klien mengatakan pada saat diklinik An. A diberikan tindakan
uap nebulizer, ibu klien mengatakan anaknya selalu merasakan
sesak apabila sedang batuk.

14
4. Riwayat Kesehatan Keluarga :
Ibu klien mengatakan klien mengalami asma sejak umur 12 bulan karena
faktor keturunan yang diturunkan oleh ibu. Ibu klien mengatakan dirinya
memiliki riwayat asma dan dirasa sudah tidak pernah kambuh lagi saat
sudah menikah.
5. Keluhan Utama Saat Pengkajian :
Saat pengkajian pada tanggal 07 Maret 2022 anak terlihat sesak , batuk
yang disertai dahak, anak terlihat gelisah dan tampak lemah, ibu klien
mengatakan anaknya sulit untuk memulai tidur.

B. Pengkajian Keperawatan
1. Penampilan Umum
Pada saat dilakukan pengkajian pada An. A kesadaran composmentis,
dengan GCS 15 E4M5V6, An. A tampak lemah karena sesak, An. A juga
mengeluh batuk pilek, dan sulit untuk tidur, SpO2 95%, tanda-tanda vital
pada An. A pernafasan 30 x/menit, irama pernafasan cepat dan dangkal,
nadi 110x/menit, suhu tubuh 36,8 °C dan kulit teraba dingin.
2. Pengkajian Respirasi
Pada saat dilakukan pengkajian, terlihat An. A batuk disertai dahak,
terdengar suara nafas tambahan (wheezing) dengan pernafasan 30x/menit
terdengar saat inspirasi dan ekspirasi, nafas cepat dan dangkal.
3. Pengkajian Sirkulasi
Pada saat dilakukan pengkajian pada An. A didapat data nadi
110x/menit, dengan CRT < 3 dan tidak adanya distensi vena jugularis.
4. Pengkajian Nutrisi dan Cairan
Pada saat dilakukan pengkajian data yang didapat, ibu klien mengatakan
pola makan An. A teratur 3x/sehari nasi, lauk pauk ½ porsi, minum 3-4
gelas dalam sehari.

15
5. Pengkajian Eliminasi
Pada saat dilakukan pengkajian data yang didapat, ibu klien mengatakan
tidak ada masalah pada BAB, feses bewarna coklat, bau khas feses, dan
tidak ada keluhan pada BAK, urine bewarna kuning jernih, bau khas urine.
6. Pengkajian Aktivitas dan Istirahat
Pada saat dilakukan pengkajian data yang didapat, ibu klien mengatakan
An. A mengeluh sulit tidur karena sesak, An. A tampak lemah, ibu klien
mengatakan sulit untuk memulai tidur dan sering terbangun pada malam
hari. Kuantitas tidur pada siang hari klien tidak tidur, pada malam hari
kuantitas tidur 4-5 jam/hari.
7. Pengkajian Neurosensori
Pada saat dilakukan pengkajian data yang didapat tidak ada masalah
kesehatan pada sistem neurosensori.
8. Pengkajian Nyeri dan Kenyamanan
Pada saat dilakukan pengkajian data yang didapat, An. A menangis dan
gelisah.
9. Pengkajian Psikologis
Pada saat dilakukan pengkajian data yang didapat, An. A gelisah dan
menangis.
10. Pengkajian Tumbuh Kembang
Pada saat dilakukan pengkajian data yang didapat pertumbuhan An. A
memiliki TB 98 cm, dan BB 14 kg, dan untuk pengkajian perkembangan
An. A menggunakan KPSP umur 24 bulan didapat hasil, anak dapat
meletakkan satu kubus di atas kubus yang lain, dapat menunjuk bagian
badannya seperti kepala, hidung dengan benar tanpa bimbingan dan
bantuan. Ibu mengatakan anaknya suka menirukan apabila ibu sedang
menyapu, anak belum bisa mengatakan 3 kata yang mempunyai arti selain
ayah, ibu, kakak, anak mampu berjalan mundur minimal 5 langkah, anak
dapat melepas rok sendiri, mampu berjalan naik tangga sendiri, dapat
makan sendiri tanpa banyak nasi yang tumpah, mampu memungut
mainannya sendiri, dapat menendang bola yang ada di depannya tanpa
berpegangan. (jawaban iya : 9, tidak : 1).

16
11. Pengkajian Kebersihan Diri
Pada saat dilakukan pengkajian data yang didapat, ibu klien
mengatakan An. A mandi 2x/hari dengan bantuan keluarga, kuku tidak
panjang, rambut bersih dan disisir rapih.
12. Pengkajian Keamanan dan Proteksi
Tidak ditemukan adanya patah tulang maupun luka bakar.

C. Pengobatan
Ibu klien mengatakan jika asma An. A kumat langsung dibawa berobat
ke klinik Surya Medika Candimas untuk dilakukan terapi nebulizer dan
dikolaborasi dengan Ambroxol sirup 15 mg dengan dosis 3x sehari dan
Salbutamol sirup 5 mL dengan dosis 3x sehari.

D. Analisa Data
Analisa data pada kasus Asma pada An. A di desa Mulang
Maya
No Data Etiolo Masal
(DS/DO) gi ah
1 DS : Sekresi yang tertahan Bersihan Jalan
a. Ibu klien mengatakan Nafas Tidak
anaknya sesak DO : Efektif
a. Anak tampak sesak
b. Batuk tidak efektif, sputum
berlebih
c. Terdapat suara napas
tambahan wheezing
d. Frekuensi napas
30x/menit dengan irama
cepat dan dangkal
e. Nadi 110x/menit
(takikardia)
f. Anak tampak gelisah
2 DS : Kurangnya kontrol tidur Gangguan Pola
a. Ibu klien mengatakan Tidur
anaknya mengeluh sulit
tidur karena sesak
b. Ibu klien mengatakan
anaknya sering terbangun
pada malam hari dengan
kuantitas tidur 4-5
jam/hari
DO :
a. Anak terlihat lemah
b. Anak terlihat gelisah
3 DS : Ketidakseimbangan antara Intoleransi Aktivitas
a. Ibu klien mengatakan suplai dan kebutuhan
anaknya sesak DO : oksigen
a. Anak tampak lemah
b. RR 30x/menit

17
E. Diagnosa Keperawatan
Hasil pengkajian keperawatan pada An. A maka diagnosa keperawatan sebagai
berikut :
1. Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan sekresi yang tertahan
ditandai dengan sesak, batuk tidak efektif, sputum berlebih, suara napas
wheezing, frekuensi napas 30x/menit dengan irama cepat dan dangkal, anak
gelisah.
2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai
dan kebutuhan oksigen ditandai dengan sesak, merasa lemah.
3. Gangguan pola tidur berhubungan dengan kurangnya kontrol tidur ditandai
dengan mengeluh sulit tidur, sering terbangun pada malam hari dengan
kuantitas tidur 4-5 jam/hari.

18
F. Rencana Keperawatan

Rencana Keperawatan pada kasus Asma pada An.


A di desa Mulang Maya Tanggal 07-09 Maret 2022

No Diagnosa Keperawatan Tujuan/Kriteria Hasil Rencana keperawatan


SLKI SIKI
1 2 3 4
1 Bersihan jalan napas tidak Bersihan Jalan Napas ( L.01001) Manajemen Jalan Napas (I.01011)
efektif berhubungan dengan Setelah dilakukan tindakan asuhan a. Monitor pola napas (frekuensi
sekresi yang tertahan ditandai keperawatan selama 3x24 jam dan kedalaman)
dengan DS : - diharapkan bersihan jalan napas anak b. Monitor bunyi napas
meningkat dengan kriteria hasil : tambahan (wheezing)
DO : 1. Sesak menurun c. Monitor sputum
a. Sesak 2. Mampu batuk efektif meningkat d. Berikan minum hangat
b. Batuk tidak efektif 3. Produksi sputum menurun e. Monitor TTV
c. Sputum berlebih 4. Suara wheezing menurun f. Ajarkan terapi tiup balon
d. Suara napas wheezing 5. Frekuensi napas membaik g. Anjurkan klien untuk
e. Frekuensi napas 6. Gelisah menurun menghabiskan obat yang didapat dari
30x/menit dengan irama dokter
cepat dan dangkal, Kontrol gejala (L.14127) h. Edukasi manfaat jus apel
f. Gelisah 1. Mampu memonitor munculnya gejala bagi penderita asma
sesak dan batuk meningkat Manajemen Asma (I.01010)
a. Monitor tanda dan gejala
hipoksia (gelisah)
b. Berikan posisi semi fowler
c. Ajarkan mengidentifikasi
dan menghindari pemicu

19
1 2 3 4
2 Toleransi Aktivitas ( L.05047)
Intoleransi aktivitas berhubungan Manajemen Energi (I.05178)
dengan ketidakseimbangan Setelah dilakukan tindakan asuhan a. Identifikasi gangguan fungsi
suplai dan kebutuhan oksigen keperawatan selama 3x24 jam toleransi tubuh yang mengakibatkan
ditandai dengan aktivitas anak meningkat dengan kriteria kelelahan
DS : - hasil : b. Monitor kelelahan fisik dan emosional
1. Sesak saat dan setelah aktivitas menurun c. Sediakan lingkungan nyaman
DO : 2. Perasaan lemah menurun dan rendah stimulus
a.Terlihat sesak d. Berikan aktivitas distraksi
b.Terlihat lemah yang menenangkan
e. Anjurkan melakukan aktivitas
secara bertahap
3 Gangguan pola tidur Pola Tidur ( L.05045) Dukungan Tidur (I.05174)
berhubungan dengan kurangnya Setelah dilakukan tindakan asuhan a. Identifikasi pola aktivitas dan tidur
kontrol tidur ditandai dengan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan b. Modifikasi lingkungan dengan
DS : - pola tidur membaik dengan kriteria hasil : pengaturan pencahayaan dan
1. Keluhan sulit tidur menurun suhu
DO : 2. Keluhan sering terjaga menurun c. Lakukan prosedur untuk
a. Sulit tidur meningkatkan kenyamanan dengan
b. Mudah terbangun malam hari pijat
d. Jelaskan pentingnya tidur
cukup selama sakit
e. Anjurkan menepati kebiasaan
waktu tidur

20
G. Catatan Perkembangan

Implementasi dan Evaluasi Keperawatan pada kasus Asma pada An.


A di desa Mulang Maya Tanggal 07-09 Maret 2022

Catatan Perkembangan Hari Pertama

No Implementasi Evaluasi
1 2 3
1 Hari/Tanggal : Senin/07-03-2022 Hari/Tanggal : Senin/07-03-2022
Pukul 11.15 WIB
Pukul 10.00 WIB
S : Keluarga klien mengatakan anaknya masih
a. Memonitor pola napas klien : Frekuensi dan kedalaman
b. Memonitor bunyi napas tambahan (wheezing) sesak O : a. Pola napas cepat dan dangkal
c. Memonitor warna sputum b. Masih terdapat wheezing
d. Memonitor TTV : nadi, RR, SpO2) c. Klien masih tampak sesak
e. Menganjurkan untuk minum air hangat sebanyak 1 d. Nadi 106x/menit, RR 30 x/menit, SpO2 96 %.
gelas e. Sputum bewarna kuning

A : Masalah belum teratasi


P : Lanjutkan intervensi
a. Monitor pernapasan
b. Monitor bunyi napas tambahan dan warna sputum
c. Berikan posisi semi fowler
d. Anjurkan keluarga klien untuk menghabiskan obat yang
didapat dari dokter

21
1 2 3
e. Ajak anak bermain tiup balon
f. Ingatkan keluarga klien untuk menghindari pemicu sesak

2 Hari/Tanggal : Senin/07-03-2022 Hari/Tanggal : Senin/07-03-2022


Pukul 12.00 WIB Pukul 13.15 WIB

a. Mengidentifikasi gangguan fungsi tubuh S : Keluarga klien mengatakan sesak bertambah apabila
yang menyebabkan kelelahan minum dingin
b.Memberikan aktivitas distraksi/stimulus yang
menenangkan dengan cara massage O : a. Klien masih terlihat lemas dan masih
punggung
c. Menganjurkan melakukan aktivitas secara bertahap sesak A : Masalah belum teratasi
untuk mengurangi sesak P : Lanjutkan Intervensi
a. Monitor kelelahan fisik dan emosional
b. Sediakan lingkungan nyaman dikamar anak (terapi bermain)
c. Anjurkan kembali melakukan aktivitas secara bertahap
untuk mengurangi sesak

22
1 2 3
3 Hari/Tanggal : Senin/07-03-2022 Hari/Tanggal : Senin/07-03-2022
Pukul: 13.30 WIB Pukul: 14.00 WIB

a.Menganjurkan keluarga klien untuk S : Keluarga klien mengatakan anaknya sulit tidur dan
membantu memantau pola aktivitas dan tidur mudah terbangun malam hari
b. Mengidentifikasi faktor penganggu tidur seperti
udara dingin. O : Klien terlihat lesu
c.Memodifikasi lingkungan misalnya.
Pencahayaan, kebisingan, suhu. A : Masalah belum teratasi
d. Menganjurkan menepati kebiasaan waktu tidur P : Lanjutkan Intervensi
a. Sediakan kembali lingkungan (pencahayaan, suhu)
b. Lakukan prosedur untuk meningkatkan kenyamanan
c. Jelaskan pentingnya tidur cukup selama sakit

23
Catatan Perkembangan Hari Kedua

No Implementasi Evaluasi
1 2 3
1 Hari/Tanggal : Selasa/08-03-2022 Hari/Tanggal : Selasa/08-03-2022
Pukul 08.00 WIB Pukul 10.30 WIB

a. Memonitor kembali pola napas atau frekuensi napas S : Keluarga klien mengatakan sesak anaknya sudah
b. Memonitor bunyi napas tambahan (wheezing)
c. Memonitor warna sputum menurun O : a. Klien nampak terlihat berkurang sesaknya
c. Memberikan posisi semi-fowler b. Suara napas wheezing berkurang
d.Menganjurkan kepada keluarga klien supaya klien minum c. Masih terdapat sputum bewarna kuning
obat yang didapat dari dokter: Ambroxol sirup 15 mg (3x d. Pola napas cukup membaik
sehari) dan Salbutamol sirup 5 mL (3x sehari) e. Anak terlihat senang mengikuti cara bermain tiup balon
e. Mengajak dan mengajarkan anak cara bermain tiup balon
untuk terapi pengeluaran dahak A : Masalah teratasi sebagian
f. Mengingatkan keluarga klien untuk menghindari pemicu P : Lanjutkan Intervensi
sesak seperti : debu, asap rokok, dan lainnya. a. Monitor kembali perubahan frekuensi napas
b. Monitor warna sputum
c. Monitor TTV
d. Monitor adanya tanda dan gejala hipoksia
e. Anjurkan kembali minum air hangat
f. Edukasi keluarga manfaat jus apel bagi penderita asma
g. Evaluasi klien cara terapi tiup balon

24
1 2 3
2 Hari/Tanggal : Selasa/08-03-2022 Hari/Tanggal : Selasa/08-03-2022
Pukul 11.00 WIB Pukul 12.00 WIB

a.Memantau kelelahan fisik dan emosional klien S : Keluarga klien mengatakan lemas anaknya
saat beraktivitas
b.Menyediakan lingkungan nyaman dikamar anak berkurang O : Klien tampak melakukan aktivitas sehari-
dengan cara terapi bermain
c.Menganjurkan kembali melakukan aktivitas hari sesuai
secara bertahap untuk mengurangi sesak kemampuan dan bertahap

A : Masalah teratasi sebagian


P : Lanjutkan Intervensi
a.Monitor kembali kelelahan fisik dan emosional klien
saat beraktivitas
b. Berikan aktivitas distraksi yang menenangkan

25
1 2 3
3 Hari/Tanggal : Selasa/08-03-2022 Hari/Tanggal : Selasa/08-03-2022
Pukul 13.00 WIB Pukul 14.00 WIB

a. Menyediakan kembali lingkungan dengan mengatur S : Keluarga klien mengatakan anaknya sudah mulai bisa tidur
pencahayaan dan suhu tetapi masih suka terbangun pada malam hari
b.Melakukan prosedur untuk meningkatkan kenyamanan
dengan cara sediakan selimut agar klien tidak O : Klien tampak lebih segar
kedinginan dan selalu membersihkan tempat tidur
sebelum tidur A : Masalah teratasi sebagian
c.Menjelaskan kepada keluarga klien pentingnya P : Lanjutkan Intervensi
tidur cukup selama sakit a. Sediakan kembali lingkungan (pencahayaan, suhu)
b. Anjurkan untuk melakukan prosedur kenyamanan
c. Anjurkan untuk menepati kebiasaan waktu tidur

26
Catatan Perkembangan Hari Ketiga

No Implementasi Evaluasi
1 2 3
1 Hari/Tanggal : Rabu/09-03-2022 Hari/Tanggal : Rabu/09-03-2022
Pukul 11.00 WIB Pukul 12.30 WIB

a. Memperhatikan kembali perubahan frekuensi napas S : Keluarga klien mengatakan anaknya sudah tidak merasakan
b. Memonitor kembali warna sputum sesak tetapi masih batuk berdahak
c. Memonitor TTV (nadi, RR, SpO2)
d. Memonitor adanya tanda dan gejala hipoksia O : a. Frekuensi napas klien membaik 24x/menit, nadi 100
seperti gelisah x/menit, SpO2 98%
e. Menganjurkan kembali minum air hangat 1 gelas b. Pola napas membaik
f. Memberikan edukasi kepada keluarga klien c. Sudah tidak terdengar suara napas tambahan wheezing
manfaat mengkonsumsi jus apel bagi penderita d. Klien masih batuk dan masih terdapat sputum
asma bewarna kuning
g. Mengevaluasi klien cara teknik tiup balon e. Klien terlihat tidak sesak
f. Klien sudah tidak gelisah
g. Anak mampu melakukan teknik meniup balon
didampingi oleh keluarga
A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan Intervensi
Konseling dan Edukasi kepada keluarga klien:
-Memberikan informasi kepada keluarga mengenai penyakit
asma dan cara mengontrol asma dengan terapi komplementer
-Menjelaskan pentingnya selalu rutin minum obat sesuai anjuran
dari dokter

27
1 2 3
2 Hari/Tanggal : Rabu/09-03-2022 Hari/Tanggal : Rabu/09-03-2022
Pukul 13.00 WIB Pukul 14.30 WIB

a. Memantau kembali kelelahan fisik dan S : Keluarga klien mengatakan anaknya sudah tidak lemas lagi
emosional klien saat beraktivitas
b. Memberikan kembali aktivitas distraksi yang O : a. Klien sudah tidak merasakan sesak
menenangkan dengan cara massage punggung b. Klien terlihat segar

A : Masalah teratasi
P : Hentikan Intervensi

3 Hari/Tanggal : Rabu/09-03-2022 Hari/Tanggal : Rabu/09-03-2022


Pukul 15.00 WIB Pukul 16.00 WIB

a. Menyediakan kembali lingkungan pencahayaan, suhu S : a. Keluarga klien mengatakan anaknya sudah bisa tidur

28
1 2 3
b. Menganjurkan kepada keluarga klien untuk melakukan b. Keluarga mengatakan anaknya sudah tidak terbangun
prosedur kenyamanan dengan cara menyediakan selimut, dimalam hari dan kualitas tidur sudah cukup baik
membersihkan tempat tidur, dan pijat relaksasi sebelum
tidur O : Klien terlihat lebih segar dari
c. Menganjurkan kepada keluarga untuk menepati sebelumnya A : Masalah teratasi
kebiasaan waktu tidur P : Hentikan Intervensi

29
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN

Asma merupakan salah satu penyakit infeksi dan tidak menular yang sering dijumpai
pada anak serta masih menjadi masalah kesehatan global. Asma mempengaruhi saluran
udara bagian bawah sistem pernapasan yang ditandai dengan gejala pernapasan non
spesifik seperti mengi, sesak napas, sesak dada atau batuk(Biset et al., 2022). Prevalensi
asma menurut World Health Organization menyerang 262 juta orang pada tahun 2019 dan
menyebabkan kematian sebanyak 455.000 jiwa (World Health Organization, 2022).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2020, jumlah penderita asma di


Indonesia sebanyak 4,5 persen dari total jumlah penduduk Indonesia atau sebanyak 12
juta lebih. Pada anak usia 0-14 tahun, data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018
menunjukkan angka kejadian asma sebesar 3,9 % (Kementrian Kesehatan Republik
Indonesia, 2019). Rata-rata anak mengalami serangan asma dibawah usia 6 tahun
sebanyak 80% kemudian pada usia 7 tahun anak akan bebas dari gejala asma sebesar 67-
75%(Koefoed et al., 2022).

B. SARAN

Penulis memberikan beberapa saran yang diharapkan dapat meningkatkan mutu


pelayanan pendidikan yang berkualitas dengan mengupayakan aplikasi penelitian dalam
setiap tindakan yang dilakukan sehingga dapat menghasilkan perawat yang professional,
terampil, inovatif, dan bermutu dalam memberikan asuhan keperawatan yang
komprehensif, terutama asuhan keperawatan pada anak.

30
DAFTAR PUSTAKA
Biset, N., Kestens, W., Detemmerman, D., Murielle Lona, Karakaya, G., Ceuppens,
A., Pochet, S., & Carine De Vriese. (2022). Analysis of the Consumption of Drugs
Prescribed for the Treatment of Asthma in Belgian Children. International Journal of
Environmental Research and Public Health, 19(1).

Bush, A. (2019). Pathophysiological mechanisms of asthma. Frontiers in Pediatrics,


7(MAR), 1–17. https://doi.org/10.3389/fped.2019.00068

Chaplin, S. (2022). Updated GINA guidance on the management of chronic asthma .


Prescriber, 33(5), 15–16. https://doi.org/10.1002/psb.1984

Fitri, Kurnia & Dian Kartikasari. (2021). Gambaran Tingkat Kontrol Asma Pada Pasien
Asma: Literature Review. Seminar Nasional Kesehatan. Pekalongan : 1016-1022.

Global Initiative for Asthma. (2021). Pocket Guide For Asthma Management And
Prevention. Diakses 02 Januari 2022. https://ginasthma.org/pocket- guide-for-asthma-
management- and-prevention/.

31

Anda mungkin juga menyukai